Still love you part 4 [freelance]

PicsArt_1401034838262

Title : Still love you part 4

Author: shiinashan_ (@shaanniiaaa)

Genre: romance, school life

Length: chaptered

Rating: G

Cast:

Kim jongin a.k.a kai

Kim shan sil (OC)

Oh sehun

Park hye na

Disclaimer:

 

Anyeong semua! Aku baru sadar kalo title ff yang kemarin kemarin masih still love you part 1 aduh malu bangeet /.\  Mian ya readers huhu 😥 Kangen gak sama ff inii? Hoho seneng deh udah bisa di publish:3 disini sehunnya mulai beraksi hohoho hehe di comment yaa^^ happy reading!:D

 

Still love you part 4

“LEBIH BAIK KAU PERGI” aku berkata seperti itu sambil menarik kerah baju sehun, jujur aku kesal sekali ketika ada orang yang mulai mencampuri hidupku seperti dia. “jongin, kamu apa-apaansih, lepaskan sehun” kata shanshil, aku terkejut dan sedikit emosi saat dia memanggilku jongin bukan kai seperti yang biasanya. “shanshil, kau membelanya?” tanyaku kepadanya, dia melotot kearahku dan sepertinya dia benar benar marah kepadaku kali ini. “ya, jadi lepaskan sehun sekarang juga jongin-shi” katanya dengan tegas. Aku terkejut ketika dia berbicara seperti itu kepadaku, baru kali ini dia menggunakan bahasa yang formal kepadaku. Akupun melepaskan cengkramanku dari baju sehun, lalu gadis itu berdiri dan membawa sehun pergi dari kantin.

-shanshil pov-

Aku terkejut ketika kai berteriak menyuruh sehun pergi, aku tau maksud sehun itu baik bertanya seperti itu, tapi sepertinya kai sedang emosi karena aku tidak menggubrisnya dari tadi. Aku yang kagetpun akhirnya memanggil kai dengan nama aslinya,”jongin kamu apa-apaansih lepaskan sehun” kataku sambil membulatkan mata tidak percaya karena kai tiba tiba saja mencengkram kerah baju sehun, “shanshil kau membelanya?” katanya, aku melihat kilatan marah dan kecewa saat aku menatap matanya, tapi dia bukan seperti kai yang aku kenal, aku kesal sekali dia jadi kasar begitu. “ya, jadi lepaskan sehun sekarang juga jongin-sshi” kataku menggunakan kalimat formal, aku juga terkejut kenapa aku menggunakan bahasa formal kepada kai, lalu setelah kai melepaskan cengkraman tangannya dari sehun aku langsung membawa sehun pergi, aku takut mereka akan bertengkar lagi. Aku menarik sehun ke taman belakang sekolah lalu berkata “kau tidak apa-apa?” kataku memastikan, “ne, aku tidak apa-apa shanshil-shi, gommawo sudah mengkhawatirkanku” katanya sambil tersenyum, aku hanya membalas senyumnya saja. Aku bukan mau membela sehun tetapi memang aku tidak ingin kai sampai kena masalah hanya karena masalah ini. Lalu aku berkata “baiklah, aku kembali ke kelas dulu ya, anyeong” kataku kepada sehun. Sesampainya di kelas aku merasa kai belum kembali ke kelas sehingga aku duduk ditempatku sembari menunggunya, aku mau meminta penjelasannya. Sampai bel masuk berbunyi aku tidak melihat kai dimanapun, akupun bertanya kepada baekhyun yang cukup dekat dengan kai karena mereka satu tim basket, “baekhyun-shi, kau melihat kai-maksudku jongin? Dia belum masuk kelas padahal bel sudah berbuyi” kataku kepada baekhyun, aku khawatir dengan kai. Biasanya dia tidak pernah bolos jika tidak ada masalah yang besar. “eoh? Aku tidak melihatnya” kata baekhyun, “oh ne, gommawo” kataku kepada baekhyun. Kai belum masuk juga sampai shin seosangnim masuk kelas, setelah pelajaran usai dan bel pulang sekolah berbunyi aku langsung membereskan barang barangku lalu beranjang dari kursiku, hye na yang melihatku terburu buru menyapaku, “shanshil-ya, kau kenapa terburu buru begitu? Apa ada masalah?” tanyanya dengan raut muka khwatir, “ah anniyeo hye na-ya, aku hanya bingung kenapa kai tidak masuk kelas setelah istirahat tadi” kataku dengan jujur, “omo! Kau tidak tahu? Setelah kau meninggalkan kantin dengan sehun dia langsung memggebrak meja kantin sampai berbunyi keras sekali, aku pasti jamin tangannya sakit. Dia terlihat sangat emosi shanshil-ya, mungkin dia marah kau lebih memilih menarik tangan sehun daripada dia” kata hye na sambil menimbang nimbang, “ah, jinjja? Astaga apa yang harus kulakukan sekarang?” tanyaku kepada hye na, “mungkin kau harus mencarinya shanshil-ya, mungkin dia ada di tempat tempat yang biasanya dia datangi jika ingin sendirian?” kata hye na member ide. Lalu aku mengangguk menyetujui ide hye na, “perlu aku temani?”  Tanya hye na menawarkan diri, aku tersenyum kepadanya dan berkata “ tidak usah hye na- ya aku bisa sendiri, lagipula kau kan ada les piano hari ini” kataku mengingatkan, “omo! Aku lupa, aku pergi dulu ya shanshil, mati aku kalau sampai telat. Kau hati hati ya. Anyeong” katanya sambil berlari menuju gerbang, lalu aku berjalan menuju lapangan basket. Aku piker kai mungkin ada disana karena dia pernah berkata kepadaku kalau dia pasti akan bermain basket jika sedang emosi atau sedang ada beban pikiran, jadi kupikir dia pasti sedang bermain basket. Dijalan menuju lapangan basket aku bertemu sehun, dia menyapaku “shanshil-shi, apa yang kau lakukan disini? Bukannya sudah jam pulang sekolah?” tanyanya bingung, lalu aku menjawab “hmm sehun-shi, aku sedang mencari jongin. Dia menghilang sehabis istirahat tadi. Mungkin dia marah karena aku menarikmu bukannya dia” katanku polos, lalu dia tersenyum dan berkata “mau aku temani?” katanya lalu aku mengangguk, aku memang benci jalan sendirian. Ketika aku berbalik menuju arah lapangan aku melihat namja itu sedang berdiri mematung dengan tatapan tajam menatapku dan rahang yang mengeras serta telapak tangan dikepalkan. Kai.

-jongin pov-

Aku sedang berjalan dari lapangan setelah bermain basket ketika aku melihat shanshil dan sehun sedang berbincang, aku melihat sehun tersenyum dan shanshil membalas senyumannya. “apa-apaan itu?” pikirku. Baru saja aku menenagkan diri dengan cara bermain basket, tapi tiba tiba aku melihat lagi kejadian yang membuatku emosi. Dan ketika shanshil berbalik kearahku aku menatapnya, aku merasa tatapanku tajam dan aku bisa melihat dia takut akan tatapanku, dia memainkan jari jari tangannya itu berarti dia sedang cemas atau ketakutan. Lalu dia berjalan pelan menghampiriku, lalu berkata “kai? Kamu darimana aja? Aku khawatir” katanya dengan pelan. Pelan sekali sampai aku merasa itu hanya gumaman saja. “apa pedulimu?” kataku ketus. Saat itu juga aku menyesal berbicara seperti itu, melihat tatapan matanya yang tersakiti setelah aku berbicara seperti itu aku merasa sangat. Sangat. Sangat menyesal. “kai? Kamu masih marah ya? Mian” katanya sambil menunduk. “kai? Bukannya aku jongin?” kataku lalu meninggalkannya begitu saja. Aku memang menyesal tapi aku masih terlalu kesal kenapa dia lebih memilih menarik tangan sehun daripada aku, padahal mereka baru kenal.belum beberapa langkah aku berjalan menjauhi shanshil, sehun sudah berlari kearah shanshil dan aku masih bisa mendengar dia bertanya, “kau tidak apa apa?” tanyanya, lalu aku mendengar shanshil menjawab, suaranya agak bergetar “tidak apa-apa, aku mau pulang sehun-ah” katanya lalu sehun menjawab “baiklah aku antar” lalu setelah itu aku langsung berjalan menjauh. Takut mendengar kelanjutan percakapan mereka.

-sehun pov-

Aku melihat jongin berjalan menjauhi shanshil dan seketika itu juga aku melihat bahu shanshil lemas, aku langsung berlari kearahnya lalu bertanya “kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir, lalu aku melihat dia menatapku dan menjawab “tidak apa-apa, aku mau pulang sehun-ah” tapi aku bersumpah melihat matanya sudah mulai berkaca. Aku membawanya pulang, kebetulan aku membawa mobilku hari ini batinku. Aku melihat sedari tadi shanshil hanya diam saja, tapi aku bisa melihat daritadi dia menahan tangisnya. Jujur saja aku khawatir sekali karena biasanya dia selalu tersenyum dan ceria. “sudah sampai shanshil-ya” kataku, dia tidak menghiraukanku, aku berkata lagi “shanshil-ya sudah sampai” kataku sambil menyenggol tangannya lalu dia terkesiap dan berkata “ne? oh ne, gommawo sehun-ah sudah mengantarkanku pulang” katanya sambil tersenyum, senyum paksaan pikirku. “kau yakin tidak apa-apa?” tanyaku memastikan, “ne, aku baik baik saja, gommawo” katanya lalu turun dari mobil.

-shanshil pov-

Aku bingung sekali. Apa yang sebenarnya terjadi sampai kai berubah menjadi dingin seperti itu lagi? Aku takut sekali kejadian masa lalu terjadi lagi pada hubungan kami berdua, sekelebat kenangan itu muncul…….

 

 

5 thoughts on “Still love you part 4 [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s