still you [freelance]

Still You Poster

Judul     : Still You

Author  : Ahn Seun Hwa (안 슨 화)

Genre   : Romance, School Life, Friendship, Sad

Maincast :     Kris EXO a.k.a Wu Yi Fan

                         Luhan EXO a.k.a Xi Lu Han

                         Jessica SNSD a.k.a Jessica Jung

                         Tiffany SNSD a.k.a Hwang Min Young

Othercast:    Found by yourself😀

 

#WARNING

 

                         Setelah setahun lebih wara-wiri baca FF orang, nyobain jadi author boleh kan ? Setelah cucuran keringat dan air mata #lebaymodeon aku rilis juga nih FF! Enjoy! Ini udah lamaaaa banget aku bikin, eh, malah aku rilis pas Kris out…. Aku langsung sedih nyesel gimana gitu….. :’(( Dan entah kenapa ceritanya malah ending sekarang! Inspirasinya baru datang! Ya udah enjoy aja ya! Mian klo ada dosa-dosa di FF ini~

                         Cast-nya punya Yang Maha Kuasa, Cerita original imajinasi extrim  aku~  Ini cerita jauh dari kenyataan ya chingu -_- karena  Xiumin gak seumuran ama Jessica kan ? Ikutin aja ceritannya okeh ??

 

Stop plagiarisme please😉

 

##Your coment help me to growing up##

==================================================================================

                         Bel Incheon Bilingual High School berbunyi, semua murid masuk ke kelasnya. Termasuk juga Tiffany dan Jessica, dua sahabat yang sudah bersahabat sejak SMP ini. Mereka berlenggok ria masuk ke kelas yang suasananya masih riuh rendah. Sampai akhirnya Hye Seok seosaengnim masuk.

Ia bersama seorang siswa dengan seragam sekolah itu juga

                         “Morning class” ucap Hye Seok seosaengnim.

                         “Morning seosaengnim.” Balas murid-murid.

                         “Today we have new student. Introduce yourself please.”

                         “Anyeonghaseyo! Wu Yi Fan imnida. I’m from Canada. Nice to meet you all!” Ucap siswa itu. Lalu ia duduk di sebelah bangku Jessica dan Tiffany, di samping Lay lebih tepatnya.  Kris mulai akrab dengan Lay, juga dengan teman di depannya Suho. Namun entah mengapa, ia terlihat canggung sekali dengan Jessica. Ya, memang, Jessica sulit berkenalan dengan orang baru.

Sampai akhirnya bel istirahat berbunyi….

                         Kris, Lay, Suho dan Chanyeol sudah berteman dekat dalam sehari #cepet banget-_- atau lebih tepatnya 4 jam pelajaran. Mereka pergi ke kantin bersama. Dan #lagi-lagi mereka duduk di sebelah bangku Jessica, Tiffany, Sunny dan Hyoyeon. Jessica langsung saja bertukar tempat dengan Hyoyeon yang ada di sebelahnya.

                         “Kenapa sih kamu kayaknya dari tadi risih banget sama yang namanya Kris itu?” Tanya Sunny. “Iya, padahal dia ganteng loh… Imagenya cool, tapi ramah dan sederhana. Tinggi lagi.” Balas Hyoyeon. Mendengar pujian untuk Kris itu, telinga Jessica jadi panas. Ia langsung saja pergi. Tiffany pun mengejarnya.

                         “Jesicca-ya! Jessica wait!” teriak Tiffany dari jauh.

                         “WHAT?! DO YOU WANT PROMOTE KRIS AGAIN?!” Jawab Jessica dengan marah. “Ani-ya. Tapi kenapa kamu benci banget sama dia?” Balas Tiffany sambil terengah-engah.  “It’s a long story.” Ucap Jessica sambil menghela napas

=FLASHBACK= 1 MONTH AGO =JESSICA POV=

                         Aku menunggu seseorang. Seseorang yang sangat aku rindukan. Sambil gelisah menunggu, Xiumin datang membawa Capucinno kesukaanku. Xiumin memang paling mengerti kegelisahanku. Entah karena dia sudah mengerti Krystal. Xiumin adalah namjachingu Krystal, dan ia membantu cafe ayahnya. Aku dan Krystal hanya beda 1 tahun namun entah mengapa aku merasa Krystal beruntung sekali punya Xiumin yang beda 1 bulan dariku. Andai ia namjachinguku -_- tapi aku tidak begitu suka orang yang ‘face-and-age’ nya se-extreme Xiumin #ngertimaksudsayah? :v

                         Back to the problem. Akhirnya dia datang. Siapa dia ? Dialah Xi Luhan. Entah kenapa orang bilang dia flower boy, tapi buat aku dia manly banget! Aku duduk dengan rasa sangat berbunga-bunga. Luhan ngajak ngobrol disini. Katanya penting, hwaaaa!!!! Aku bahagia gak kepalang. Sejak SMP aku suka sama dia, akhirnya dia peka…. #kokjadikayakjones :v Kita udah HTS-an sebulan, dan aku seneng banget! Dia suka ngajak aku nonton, main ke Game Center, atau sekedar nonton & nyorakin dia tanding sepak bola aja udah happy! And now… In my favourite cafe! He will talk something important.

                         “Jessica, kita udah satu sekolah sejak SMP, kita udah deket sejak sekelas di SMA, and now we dating sometimes. But, i have a bad news.” Ucap Luhan dengan serius. Perasaanku berubah seketika , “Mwo? Kabar buruk?” Luhan mengangguk.

                         “Aku akan ke Canada karena aku lulus exeleration class. Aku akan kuliah disana. Now, i’m just can say saranghae.  I like you very much              . Sejak kita sekelas, tiap kali kamu duduk di bangku itu untuk menontonku main sepak bola. Tapi bodohnya aku cuman bisa diam, dan malah baru mengungkapkannya 1 bulan ini. Aku memang pengecut. Mianhe. Mianata.” Ucap Luhan sambil menunduk. Akupun hanya bisa menunduk.  “Tapi aku akan mendatangkan seseorang untukmu. Ia sangat special.” Ungkap Luhan lagi.

                         “Siapa?” Tanyaku tak acuh.

                         “Namanya Wu Yi Fan. Kamu bisa memanggilnya Kris. Dia jago basket, jadi kamu bisa melihatnya di lapangan setiap hari. Terkadang dia bodoh, namun  lucu, sepertiku kan? Hanya saja dia jauh lebih tinggi dan tampan. Tapi dia ramah kok.” Jelas Luhan. Penjelasan itu hanya membuatku  sakit hati. “Mana bisa dia menggantikanmu? Mana bisa lapangan sepak bola diganti lapangan basket? Mana bisa kelucuan dan manly-mu diganti cool dan bodohnya dia” batinku. Air mata sudah memendung di pelupuk mata.

                         Sampai akhirnya Luhan melepas keheningan, “Aku harus pergi. Hari ini aku berangkat. Jaga dirimu baik-baik.” Luhan pun pergi tanpa sepatah kata lagi. Aku diam mematung di tempat dudukku, menangis sejadinya, sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Beberapa  saat itu Krystal datang dan menenangkanku. “Ada apa, unnie-ya?” tanya Krystal. “LUHAN! LUHAN! He’s leaving me alone! He’s so bad! BAD PERSON!” Isakku sambil menangis. Krystal menjadi iba. Ia hanya bisa memelukku. “Unnie, kalau unnie masih sayang sama Luhan-ge, kejar dia unnie, siapa tahu dia masih bisa berubah pikiran.”

                         Mendengar ucapan Krystal, aku langsung memanggil taxi, menuju Incheon Airport. Aku  langsung mencari-cari depature menuju Ottawa . Dan, itu tinggal 10 menit lagi. Aku terus berlari tanpa mempedulikan kalau aku  sudah tidak memakai sepatu wedges Pinacxa pemberian ibuku  itu lagi. Dan saat ia menemukan Luhan, aku tidak bisa masuk karena itu sudah daerah khusus penumpang. Luhan melihatku. “Don’t Go please LUHAN! Stay here! Sarangheyo! Jebal ani-ya!” Isakku. Ia  hanya melambaikan tangan dan pergi untuk menaiki pesawat. Dan kini aku hanya bisa terus menangis. Sendirian seperti orang yang hilang arah.

=FLASHBACK OFF=

*AUTHOR POV*

                         Sebulan ditinggal Luhan, Jessica masih sakit hati. Dia tak menyangka sudah sama-sama suka tapi sama-sama diam. Kadang Jessica juga menyesal mengapa dia tidak pernah bilang. Malah nyadar sebulan sebelum Luhan pergi. Saat bercerita dengan Tiffany di taman pun ia masih sedih dan menangis. Jessica juga belum bisa melepas Luhan. Dan tidak bisa menerima Kris.

                         “Jadi, kamu masih sayang sama Luhan?” Tanya Tiffany.

                         “Ne. Dan aku belum bisa melepasnya.” Jawab Jessica sambil menyeka air matanya.

                         “Aku hanya menyarankan. Lepaskan dia.”

                         “Hah? Apa maksudmu? Kenapa aku harus melepaskan orang yang aku sayang?”

                         “Izinkan dulu Kris mendekatimu, siapa tahu hal itu bisa melepaskanmu dari Luhan. Aku merasa kau sepertinya sedih banget…. Saking gak bisa ngelepasin Luhan.”         

                         “Hah? Nggak mungkin! Dia baru saja pergi dan dan aku harus melupakannya? Harus mendekati Kris ? Gak akan. Aku akan setia sampai ajal menjelang sekalipun!”

                         “Terserah kamu aja deh, pokoknya aku sudah menyarankan. Tapi ingat, kamu gak akan pernah tahu kapan Luhan kembali. Bahkan apakah Luhan kembali atau tidak kamu tidak tahu. Ya sudah aku sudah dijemput. Bye!” Jawab Tiffany sambil berlalu. Kini tinggal Jessica disitu.

                         Jessica akhirnya merenungkan apa yang dikatakan Tiffany. “Apakah aku harus mendekatinya? Apakah aku harus melupakan Luhan?” Pikir Jessica. “ARGHH!!! It’s make me Crazy!” Erang Jessica. Ia meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju daerah gedung sekolah. “Mungkin melihat-lihat sebelum pulang akan lebih baik.” Ucapnya lagi.

~~~

                         Sekolah belum terlalu sepi. Masih ada yang eksul atau sekedar berkumpul di lorong & kantin. Sampai akhirnya Jessica melewati lapangan basket.Dan…………. Disana ada Kris. Sedang bermain dengan Lay dan Chanyeol melawan Minho, Kyuhyun, dan Kai. Jessica memperhatikan mereka bermain dari luar lapangan.

                         “Wah, ternyata Kris itu jago main basket. Gesit tapi santai. Dia keren deh kalo lagi main.” Pikir Jessica. “Eh, kok aku jadi mikir gitu! Arrghh!” Gerutunya lagi. Mendengar gerutuan Jessica, Kris menoleh mencari si penggerutu (?) Dan ia menemukan Jessica. Sementara ia menoleh, bola di tangan Lay direbut Minho dan dilempar ke arah ring. BLAM! Bola masuk. “O~ye! It’s 3 point baby!” Ucap Minho. Tim Minho pun melakukan tos. Namun Kris tidak mempedulikannya. Ia langsung membereskan barangnya dan pergi ke arah Jessica (yang masih menggerutu sendiri)

                         “Aku duluan ya! Kalian lanjutlah bermain.” Ucap Kris sambil berlalu.

                         “Tapi bagaimana dengan timnya? Siapa yang akan menggantikamu?” Tanya Chanyeol.

                         “Ajak Tao. Kalo dia belum pulang. Oh ya, Minho tadi 2 point. Kaki kirimu masuk ke daerah Free Throw Line. “What? Nggak kok!” Jawab Minho. Tapi Kris sudah tidak mempedulikannya, ia berjalan terus ke arah Jessica.

*KRIS POV*

                         Aku berjalan menuju Jessica. Mengapa yeoja itu menggerutu sendiri? Apa yang dia pikirkan ya? Aku menghampirinya. “Jessica apa yang kau lakukan?” Tanyaku padanya. Dia langsung diam, namun tak bergerak. Pelan-pelan ia berbalik. “WA! Apa yang kau lakukan!” Teriaknya tiba-tiba. “Hey! Tenang saja! Ngapain kamu dari tadi menggerutu saja.” Balasku masih dengan pose -melindungi diri- “Kau mendengarku menggerutu?” Jawabnya polos. “Ani. Tapi aku memperhatikannya dari jauh. Sangat lucu dari jauh.” Jawabku sambil setengah tertawa.

                         “Urgh! Menyebalkan!” Erangnya sambil memukulku. Lalu ia berlalu begitu saja. “Kau lupa denganku Jessica? Mengapa semudah itu kau melupakanku, sementara aku selalu berusaha mengingatmu!” Ucapku agak berteriak agar dia mendengarku. Ia langsung berbalik badan. Lalu ia berjalan ke arahku. Matanya terlihat menahan tangis. “Siapa kau! Beraninya berbicara seperti itu! Kau bukan siapa-siapa yang harus kuingat dan bukan seseorang yang pantas diingat! Kau hanya membuatku semakin sakit hati!” Isaknya. Kini air mata itu telah jatuh. Ia lalu berlari. Aku mengejarnya, namun ia keburu naik taxi dan pergi.

                         “Andai kau mengingatku, Jessica… kita pasti akan sangat dekat. Sica..

=FLASHBACK ON=10 YEARS AGO=AUTHOR POV=

                         “Hay! Apa yang kau lakukan disini?” Tanya seorang gadis berumur 9 tahun.

                         “Aku tersesat dan lupa jalan pulang.” Jawab seorang anak laki-laki yang terlihat seumuran dengan gadis itu.

                         “Oh, kalau begitu temani aku bermain, siapa tahu nanti orang tuamu menemukanmu. Siapa namamu?” Balas gadis itu.

                         “Kevin. Kevin Li. Kamu ?” Tanya anak laki-laki itu lagi.

                         “Sica. Jessica. Ayo kita bermain.” Jawab Jessica. Mereka main kejar-kejaran, memanjat pohon, main tebak-tebakan, main ayunan yang tergantung di pohon itu. Sampai akhirnya seorang ibu mendekati lapang rumput itu. “Kevin! Kevin! Where are you ?”Teriak ahjuma itu. “I’m here mom!” Jawab Kevin sambil berlari menuju ahjuma yang ternyata eomma-nya itu. “Bye Sica! See you later!” Ucap Kevin sambil melambai ke arah Jessica. “Bye!”

                         Sejak hari itu, Jessica yang menyukai Kevin selalu datang ke lapang rumput itu. Lapang rumput ini persis di depan rumah Jessica, dan dia selalu bermain disini. Apapun ia lakukan disini, bahkan sang Aboeji  sampai membuatkan rumah pohon di sana. Krystal pernah bertanya, “Unnie, mengapa unnie senang sekali kesini?”

                         “Aku bertemu anak laki-laki yang lucu sekali. Ia tampan dan lucu! Dulu dia tersesat disini, dan aku ingin bertemu lagi dengannya!” Jawab Jessica polos. Sampai akhirnya 3 bulan kemudian, Kevin datang lagi.

                         “Sica! Sica! Apakah kamu ada disini?” Teriak Kevin mencari Jessica.

                         “Ya! Aku ada disini Kevin!” Jawab Jessica sambil keluar dari rumah pohon. “Lama tak jumpa! Ayo kita main!” Ucap Kevin. Mereka pun bermain bersama, kejar-kejaran, main di rumah pohon, main ayunan, menggambar, bernyanyi, dan banyak lagi. Seminggu sekali Kevin akan main di lapang rumput itu.

                         “Hahaha! Gambarmu jelek sekali!” Ejek Jessica suatu hari.

                         “Suaramu bahkan lebih indah dari burung yang bernyanyi” Puji Kevin suatu hari.

                         “Kevin berhenti! Aku lelah!”

                         “Bisakah kau mendorongku lebih tinggi! Mana tenagamu!”

                         Mereka menjadi dekat sekali. Sampai tak terasa, sudah 1 tahun mereka berteman.

~~~

                         “Sica! Sica! Kemarilah !” Ucap Kevin yang baru datang. Kini ia datang dengan mobil hitam, memakai baju bepergian, bukan baju main seperti biasanya.

                         “Ada apa Kevin ? Mengapa naik mobil ? Bukankah biasanya kamu naik sepeda ? Kenapa kamu memakai baju pergi ? Apakah kamu mau pergi ? Tanya Sica polos.

                         “Ayo kita ke rumah pohon!”

                         Mereka menaiki rumah pohon. Kevin meminta Jessica untuk menulis sesuatu yang ingin dia sampaikan untuknya, dan begitu sebaliknya.

                         “Apa yang ingin kau lakukan, Kevin-ya?” Tanya Sica polos.

                         “Lipatlah surat itu, sekecil mungkin.” Jawab Kevin tanpa menoleh sedikitpun. Ia tetap serius melipat surat. Jessica hanya cemberut. Ia pun melipat surat itu kecil.

                         “Berikan padaku. Ini untukmu.” Ucap Kevin. Mereka pun bertukar surat. “Jangan pernah buka surat itu sampai suatu saat kita bertemu lagi. Aku akan kembali Jessica. Aku berjanji.” Ucap Kevin sambil menuruni tangga rumah pohon tersebut. Jessica hanya diam dan tetap memegang surat pemberian Kevin. Air mata tidak lagi terbendung dan ia menangis. Menyadari Kevin menginggalkannya, ia langsung turun dari rumah pohon dan mengejar Kevin. Tapi apa daya, lapangan terlalu luas untuk mengejar Kevin. Detik terakhir mobil itu sudah bejalan. Jesica tetap mengejar tapi mobil itu sudah jauh. Jessica hanya jatuh terduduk di jalan sambil menangis. Sebenarnya Kevin melihat itu dari mobil, tapi ia tak bisa menolongnya. Ia harus pergi ke Canada. Harus.

=FLASHBACK OFF=

                         Jessica masih menangis di kamarnya. Matanya sembab sekali. Tisu bertebaran dimana-mana. Ia masih bingung, takut, sedih, “Apa yang dimaksud Kris? Siapa yang aku lupakan? Kenapa dia menanyakan itu ?” pikir Jessica. Ia ingin Luhan kembali. Melihat Kris hanya membuatnya semakin sedih karena itu artinya Luhan masih akan pergi. Belum kembali (?) Jessica tidak mau makan, ataupun keluar kamar. Ia hanya menangis sampai tertidur.

~MORNING~

                         Kris datang dan duduk lagi di sebelah Jessica. Jessica yang sendirian di kelas itu diam saja dan seolah tak acuh dengan Kris.Ia masih mengkhayalkan Luhan kembali ke kelas.

                         “Sica! Sadarlah!” Ucap Kris setengah menyentak. Jessica yang tersadar langsung merasa tak nyaman. Ia menatap Kris dan berkata, “Seenaknya kamu memanggilku Sica? Siapa kamu!” Sentak Jessica. Kris hanya tersenyum simpul sambil menahan tawa. “Mengapa kamu tertawa seperti itu? Tertawalah yang puas sekalian!” Sentak Jessica lagi. Kris pun akhirnya tertawa. Bukannya marah, Jessica malah mengingat sesuatu, “Tawa itu. Aku mengenal tawa itu…”

                         “Kau tidak berubah, Sica,” ucap Kris seusai tertawa.

                         “Jangan memanggilku Sica! Kau bukan siapa-siapa untukku!” Sentaknya untuk kesekian kalinya.

                         “Benarkah? Kau benar-benar melupakanku?” Ucap Kris agak menggoda. (?)

                         “Memangnya kamu siapa sih?” Balas Jessica tak nyaman.

                         “You, you you my ever forever bestfriend. Let’s stayed like this forever. You, you, you my ever forever bestfriend. Let’s grow up together…” Kris bernyanyi sambil meninggalkan Jessica. Jessica hanya diam. “Aku sepertinya mengetahui lagu itu,” pikir Jessica. Sementara Jessica asik berpikir, datanglah Tiffany. “Hey! Asik banget bengongnya!” Ucap Tiffany agak menyentak. “Duh! Bikin kaget aja!” Ucap Jessica kaget. “Apa yang kamu pikirkan sih, Sica? Kamu diam saja dari tadi! Sadar gak sih sekarang udah pelajaran olahraga? Aku disuruh memanggilmu oleh Jongha seosaengnim!”

                         “Oh ya? Mianhe Fany-ya! Mian! Ayo kita ke lapang!” Ucap Jessica panik. Ia langsung mengambil handuk kecil & air minum, menuju loker dan mengganti sepatunya, dan melesat ke lapangan.

                         “Jessica! Mengapa kamu terlambat?” Sentak Jongha seosaengnim.

                         “Mianhe seosaengnim. Ehmm…. Aku lupa membawa skipping dan mencarinya ke kelas lain.” Jawab Jessica asal. Itu membuat murid lain tertawa. Taemin bahkan berkata, “Dan kau akan mengikatkan dirimu di tiang ring basket? Baiklah!” Tawa semakin pecah. Jessica malu sekali. Wajahnya semerah kepiting rebus. “Jangan tertawakan dia! Bahkan belum tentu kau bisa memukul bola baseball dengan baik, Taemin.” Ucap Kris. Taemin diam. Murid-murid malah semakin menjadi-jadi. Ya, memang saat test baseball kemarin, bukannya memukul bola, Tongkat yang dipengang Taemin malah terbang ke arah Sooyoung. Bahkan sampai sekarang memarnya belum hilang.

                         “Sudah, sudah! Hari ini kita test basket, Jessica! Bukan skipping! Jangan lakukan lagi atau kau akan jadi asisten tim renang!” Tegur Jongha seosaengnim.

                         “Ne. Gamsahamnida!” Ucap Jessica setengah menunduk. Lalu ia melihat ke arah Kris, begitu juga sebaliknya. Kris tersenyum lagi, dan itu membuatnya mengingat-ingat lagi…

~1 YEAR LATER~

                         Jessica sudah bisa melupakan Luhan. Ia tidak sesedih dulu. Kini ia sudah lulus dan sudah bekerja. Ia menjadi dekat dengan Kris, tapi tidak menjadi yeojachigu-nya. Hanya dekat. Yang justru jadian malah Hyoyeon dengan Chanyeol. Kini mereka menjadi duo “MACHINE” dan menjadi terkenal. Jessica hanyalah penyanyi seriosa terkenal. Tiffany sejak kelulusan tidak pernah terdengar lagi. Tiba-tiba saja hilang kontak. Kris kini menjadi pemain basket di sebuah tim terkenal.

                         Hari ini, Kris dan Jessica akan bertemu. Namun Kris berjanji akan bertemu dengannya di depan rumah Jessica. Jessica sudah bersiap-siap. Polo Shirt berlengan pendek dan skinny jeans cocok di musim semi ini. Sampai akhirnya terdengar bunyi motor dari luar rumah. Kris memakai Polo Shirt juga dan celana jeans.

                         “Kita serasi!” Ucap Jessica.

                         “Lucky time, maybe?” Goda Kris. Jessica hanya memukul tangan Kris gemas.

                         “Mau kemana kita?” Tanya Jessica. “Naiklah.” Ucap Kris. Mereka pergi ke sebuah cafe. Disana ada Suho, sedang bernyanyi. Kini Suho menjadi pemilik Cafe ini. Lalu mereka berdua memesan. “Kau mau pesan apa, Sica?” Tanya Kris. “ Vegetary bulgogi dan Jus jeruk.” Ucap Jessica.

                         ”2” Timpal Kris. Mengapa setiap kali makan kau hanya menimpali? Can You ask as you’re style?” Gerutu Jessica. “No, i can’t. ‘cause you’re my style.” Jawab Kris.  Pipi Jessica menjadi merah digombali begitu. “ Kenapa kita makan disini?” Tanya Jessica lagi. “Tunggu saja.” Jawab Kris.

~1 minute~~2minutes~~3minutes~~5minutes~~10 minutes~

                         Makanan mereka datang. Kris makan dengan lahap, namun Jessica masih bingung dan makan perlahan. “Apa dia akan mengenalkanku sebagai yeojachigunya? Apa aku akan bertemu seseorang? Apakah ia akan menunjukkan cincin dan melamarku?” Pikir Jessica. Sampai akhirnya Kris berkata, “Sica! Lihat kesana!” Jessica menoleh. Ada Luhan! Luhan! Xi Luhan! Orang yang setahun ini aku rindukan! Aku terharu dan air mata bahagia membendung di mataku. Dia kembali! Jessica hendak berlari dan memeluk Luhan, namun Kris menghentikannya. “Why?” Tanya Jessica. Wajah Kris seolah tak senang. “Look completely.” Jawab Kris datar.

                         Dan, ternyata, Luhan tidak sendiri. Ia bersama seorang yeoja! “Siapa dia?” Batin Jessica. Dan saat yeoja itu membuka masker dan sunglasses-nya. Itu Tiffany. Mereka duduk dan tertawa di sana. Makan bersama, mengobrol, bahkan memesan hal yang sama dengan Kris dan Jessica! Entah kebetulan atau tidak, namun memang, Vegetary bulgogi adalah kesukaan Tiffany & Jessica, dan Jessica menyukai jus jeruk karena Luhan juga suka jus jeruk. Air mata terharu berganti air mata sedih. Kini ia mengerti semuanya. Luhan ke Canada, Tiffany hilang kontak. Memang ia pernah mendengar rumor dari Sunny kalau Tiffany lagi di Canada, dan itu benar.

                         Jessica langsung lari dan pergi berlari keluar dari cafe itu. Kris mengikutinya. Jessica lari begitu saja, sampai akhirnya ia berhenti di depan sungai Han. “Mengapa hidupku sulit sekali!Ditinggal Luhan!Kini Tiffany! “ Jessica berteriak ke arah sungai Han. Ia jatuh terduduk, menangis sambil mendekap kakinya.

                         “Tapi kamu masih punya orang lain, Sica.” Jawab Kris sambil membuka helm-nya.

                         “Siapa ? Kamu ? You’re nothing for me!” Balas Jessica dengan marah.

                         “Kevin, apapun yang terjadi, tetaplah menjadi sahabatku untuk selamanya. Tidak! Jadilah suamiku, Kevin! Suatu saat kita akan tinggal bersama dan bahagia selamanya! Jadilah bintang paling terang setiap malam, dan bermainlah selalu kesini!^^ Kau ingin aku menjadi suamimu, Sica?”

                         Mendengar yang dikatakan Kris, Jessica menoleh. Ia ingat! Kevin! Surat itu! Rumah pohon!   Ayunan! Ia ingat semuanya!

                         “Bukalah surat itu Sica!” Pinta Kris sambil setengah berlutut di depan Jessica. Jessica membuka tasnya, mengambil dompetnya, dan mengeluarkan kertas usang itu. Ia pun membacanya,

“Apapun yang terjadi….

Meski laut memisahkan kita

Meski jarak jauh dan tak kau gapai.

Tetaplah setia. Dan saat aku kembali,

Entah 5,10, atau bahkan 20 tahun lagi. Saat kau membuka surat ini.

Aku akan selalu ada disisimu.

Bahkan bila perlu disaat senang maupun susah

Disaat kaya maupun miskin

Disaat sehat maupun sakit

Aku menyayangimu Sica. KEVIN

  1. B : Aku mengcopy puisi hyungku… ”

                         Jessica menatap Kris, kini ia tahu, siapa yang benar-benar ia cinta, yang benar-benar untuknya. Itu Kris. Itu Wu Yi Fan. Itu Kevin Li. Cinta tidak pernah dimakan waktu. Cinta yang sebenarnya tidak akan pernah pergi jauh & pasti akan kembali. Setidaknya itu yang dipikirkan Jessica.

                         Jessica memeluk Kris. Dan Kris memeluknya erat. “I’m promise never let you alone again.” Ucap Kris. “I’m believe it. Thanks.” Balas Jessica

-END-

Akhirnya End juga. Sorry klo kepanjangan atau kecepetan. Maklum newbie😉 Thanks udah baca ~ Mian klo typo atau bahasanya kurang bener……

 

 

 

 

 

3 thoughts on “still you [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s