That Should Be Me [freelance]

PicsArt_1401459419953

Title              : That Should Be Me

 

Author          : Rahmawati (@rarahmaram)

 

Main cast     : Han Jung Hee, Xi Luhan

 

Other cast    : Song Ji Ae, Oh Sehun, Song Ah reum

 

Genre            : Romance, sad

 

Rate               : PG

 

Length           : Songfict

 

Disclaimers : Karya ini adalah fiksi. Ide murni milik saya hasil khayalan tingkat tinggi saya , tidak ada unsur memplagiati karya orang jika ada kesamaan saya minta maaf . ff ini terinspirasi dari lagu justin bieber that should be me yang dicover oleh maddi jane . DON’T COPAS , DON’T BE SILENT READERS . Di sarankan sambil mendengarkan lagu MADDI JANE – THAT SHOULD BE ME (JUSTIN BIEBER COVER). All is mine except the casts.

 

Ini adalah fanfiction pertama saya jadi harap dimaklumi jika banyak typo, dan cerita yang tidak jelas .

 

PLEASE LEAVE COMMENT ! Baca dahulu sebelum comment .

 

Happy Reading~

 

~~~~~(STORY BEGIN)~~~~~

 

Everybody’s laughing in my mind

 

Rumors spreading ‘bout this other girl

 

Do you do what you did, when you did with me ?

 

Does she love you the way I can ?

 

Did you forget all the plans that you made with me ?

 

‘Cause baby, I didn’t

 

Pagi yang cerah di awali dengan senyuman indah ‘seharusnya’ tapi itu tidak berlaku bagiku. Apa mungkin aku sudah lupa bagaimana cara untuk tersenyum ? mungkin saja dan itu karna pria bermarga Xi. Dia xi luhan orang yang membuatku lupa bagaimana cara untuk tersenyum. Dan ohh xi luhan kau berhasil semakin merusak hariku dengan melihatmu bermesraan dengan wanita lain. Sebelum hariku benar-benar hancur, akupun mempercepat langkahku untuk sampai di kelas. Belum sampai menapakkan kakiku di kelas, aku mendengar teman-teman ku sedang membicarakan luhan.

 

“Apa kau tadi melihat luhan dengan ji ae ? bukankan luhan dan jung hee masih berpacaran ?”ucap salah satu temanku.

 

“Aku melihatnya mereka mesra sekali, bahkan kudengar luhan juga menjemput ji ae. Mungkin luhan dan jung hee sudah putus. Ahh .. kenapa jung hee bodoh sekali sampai memutuskan pria setampan luhan. Seharusnya aku tahu lebih dulu kalau mereka sudah putus agar aku bisa mendekati luhan” ujar temanku yang lain.

 

Karna melihatku masuk, semua teman-teman ku yang bergosip pun diam dan mereka semua terus memandangiku dengan tatapan sinis. Saat aku baru saja duduk di tempatku sahabatku ah reum langsung menghampiri ku dan duduk di samping ku.

 

“Jung hee-ya, apa yang terjadi ?”

 

“Apa ? memang apa yang terjadi ?”

 

“Kau dan luhan, apa sesuatu terjadi pada kalian berdua ?”

 

“Aniyo”

 

“Jinjja ? kau bisa menceritakan –“

 

“Tidak ada yang perlu diceritakan, pergilah yang mempunyai bangku sudah datang” potongku.

 

Semua yang berada di kelas langsung tertuju pada seseorang yang baru saja datang, siapa lagi kalau bukan xi luhan, yang sejak pagi tadi menjadi bahan perbincangan. Orang yang menjadi objek tontonan menarik hanya menanggapi nya dengan santai. Aksi menonton mereka pun harus terhenti karna bel sekolah yang sudah berbunyi dan songsaengnim yang memasuki kelas. Luhan pun segera duduk di bangkunya, di sampingku karna kami duduk bersama. Saat pelajaran sedang berlangsung sungguh aku ingin sekali meminta penjelasan darinya tanpa membuat perhatian dari seluruh kelas.

 

“Luhan-ah apa yang kau sedang kau lakukan ? kau ingin mencari perhatian, hah ?!”

 

“…”

 

“Apa kau sudah tidak mencintaiku ? apa kau menyukainya ? kau mencintainya ? apa dia juga mencintaimu ? apa sebesar cintaku ?”

 

“…”

 

“Jawab aku, apa kau masih saja marah padaku ? bukankan aku sudah meminta maaf, sudah berapa kali aku jelaskan kalau—“

 

BRAKK !! suara dentuman keras yang berasal dari gebrakan luhan pada mejanya berhasil membuat nya menjadi objek tontonan seluruh penghuni kelas.

 

“XI LUHAN APA YANG KAMU LAKUKAN ? JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN DI KELAS SAYA. KAMU SAYA HUKUM SAMPAI JAM ISTIRAHAT, KELUAR SEKARANG !”

 

Setelah mendapat teguran dan dihukum untuk keluar luhan pu keluar meninggalkan kelas begitu saja tanpa meminta maaf, dan dia tidak lupa dengan death glare nya padaku sebelum ia keluar. ‘Paboya’ gumamku. Dasar bodoh bukannya menjawab ia malah menggebrak meja, apa maksudnya ? apa selama seminggu bertengkar denganku ia salah makan ? xi luhan pabo !

 

***

 

That should be me holding your hand

 

That should be me making you laugh

 

That should be me, this is so sad

 

That should be me, that should be me

 

That should be me feeling your kiss

 

That should be me buying you gifts

 

This is so wrong, I can’t go on

 

‘Til you believe that that should be me

 

That should be me

 

Keesokan harinya dengan bantuan sehun sahabatku, aku pun mengikuti luhan dan ji ae. Mereka –luhan dan ji ae- berhenti di sebuah taman yang sudah sepi. Apa yang akan mereka lakukan ditaman yang sudah sepi dan hanya berdua ? ohh aku tak bisa membayangkan kemungkinan yang akan terjadi.

 

“Kau yakin tidak ingin pulang ? jung hee-ya sampai disini saja, atau kau akan sakit” cemas sehun.

 

“Aku tahu sehun-ah, tapi jika aku tak melihat kenyataan nya aku akan lebih sakit dan selalu dihantui dengan rasa penasaranku” jelasku.

 

“Arraseo” pasrah sehun.

 

Aku tahu sehun-ah kau menghawatirkan ku tapi jika terus menghindar dari kenyataan hubunganku dengan luhan akan semakin terambang tak jelas, lebih baik aku melihat kenyataan nya dengan diriku sendiri daripada harus tahu dari orang lain, kau tahu ? itu lebih menyakitkan. Dan sekarang pun aku sudah terlanjur merasakan sakit, lihat saja mereka bahagia sekali bergandengan tangan, tertawa bersama, dan sekarang ji ae memberikan sebuah hadiah pada luhan kemudian mereka berciuman ? hey xi luhan aku juga mempunyai hadiah untukmu, aku masih ingat ulang tahun mu, dan aku masih sangat ingat saat kau merebut ciuman pertama ku, tapi apa kau ingat ?

 

“Jung hee-ya, gwenchana ?”

 

“eung gwenchana, tetapi sehun-ah kenapa mata ku berair, dan kenapa hatiku sangat sakit saat ini?”

 

“Kita pergi sekarang, kau akan kuantar pulang”

 

***

 

You said you needed a little time for my mistakes

 

It’s funny how you use that time to have me replaced

 

Did you think that I wouldn’t see you out at the movies ?

 

Whatcha doing to me ?

 

Youre taken’ her where we used to go

 

Now if you’re trying to break my heart

 

It’s working cause you know

 

Sudah tiga hari aku tidak masuk sekolah semenjak aku mengikuti luhan dan melihat adegan bermesraan nya. Selama ku sakit sehun selalu menjengukku dan dialah orang yang paling mencemaskanku saat aku sakit. Setelah merasa lebih baik aku memutuskan untuk bersekolah. ketika sampai di sekolah aku disuguhi pemandangan luhan dan ji ae. Sungguh seharusya aku tidak masuk, atau aku pindah sekolah saja ?

 

Selama pelajaran aku hanya memandangi songsaengnim menerangkan pelajaran tanpa ada satupun yang dapat di pahami. Fikiranku terlalu sibuk memikirkan namja di depan ku ini. Ya luhan sudah tidak denganku lagi, dia lebih memilih duduk manis di samping sang kekasihnya. Apa baru saja aku menyebut ji ae kekasih luhan ? bukankah aku juga kekasihnya ? lalu siapa sebenarnya kekasihmu xi luhan ? huh .. kau terlalu serakah xi luhan dan kau juga pengecut ! Kau pengecut yang mencoba menghancurkan ku dan itu berhasil !

 

***

 

I need to know should I fight for love

 

Or disown its getting harder to shield

 

This pain in my heart

 

Kemarin malam aku mengirim nya pesan untuk bertemu. Entah ia akan datang ataupun tidak aku tidak peduli aku akan menunggunya dan aku ingin mengakhirinya sebelum luka ini semakin parah. Tak disangka ia akan datang mungkin dia juga ingin mengakhirinya. Selama beberapa menit kami hanya berdiam tanpa ada satupun yang memulai untuk berbicara.

 

“Luhan-ah, mianhae. Maaf jika aku mempunyai kesalahan aku tidak tahu harus mempertahankan hubungan ini atau menyerah karna aku sudah tidak sanggup terlalu menyakitkan kau tahu ? juga seperti pepatah’ berapapun besarnya cintamu, itu tak akan ada artinya bila diapun tak mencintaimu’. Bukankah pepatah itu menggambarkan kita ? Dan aku pun yakin kau tidak ingin mempertahankan hubungan ini, kau sudah menemukan pengganti ku yang lebih baik dariku, jadi kita sampai disini saja semoga kau bahagia dengan ji ae dan terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku”

 

“Benar, aku juga tak ingin mempertahankan hubungan ini memang lebih baik di akhiri dan seharusnya sejak dulu sudah diakhiri”

 

“Aku juga ingin menjelaskan kesalah pahaman yang belum sempatku jelaskan padamu karna kau selalu saja menghindar. Luhan-ah sungguh aku dan sehun hanya bersahabat, aku tak pernah berselingkuh darimu ataupun menghianatimu, aku—“

 

“Sehun memelukmu bahkan mungkin mencium mu dan nona han aku melihatnya secara langsung dengan mata kepalaku sendiri !” tukas luhan.

 

“Mencium ? hei seharusnya kau menghampiri kami dan kau lihat dengan mata kepalamu sendiri itu secara langsung apakah aku dan sehun berciuman atau tidak ! Dan asal kau tahu dia memelukku karna dia menyelamatkan ku. Apa kau tahu saat itu aku sangat ketakutan ? kau menyuruhku pulang begitu saja setelah aku menunggumu sampai larut malam. Untung saja sehun masih belum pulang dan kami pulang bersama. Dan tiba-tiba saja ada sebuah mobil ingin menabrak ku, dan sehun yang menolongku. Dia menolongku bukan mencium ku atau sengaja memeluk ku”.

 

“Jung hee-ya, aku –“

 

“Kita sudah selesai bicara bukan ? kalau begitu aku harus pergi”

 

“Jung hee-ya!”

 

“…”

 

“Jung hee-ya !”

 

“…”

 

“Han jung hee !”

 

Jung hee pun pergi meninggalkan cafe tanpa mempedulikan teriakan luhan. Menyesal ? apa sekarang seorang xi luhan menyesal ? tak apa memang penyesalan selalu diakhir.

 

That should be me

 

That should be me

 

That should be me

 

That should be me

 

THE END

 

Note : Mohon kritik dan sarannya , ini fanfic pertama saya jadi minta saran nya nih dan fanfic ini dibuat dadakan jadi harap di maklumi jika banyak typo. Sekali lagi minta review nya ya readers ~ dan yang ingin lebih mengenal saya boleh follow and mention twitter saya @rarahmaram

 

Terima kasih ^^~~ = ]

9 thoughts on “That Should Be Me [freelance]

  1. wah…
    akhirnya tragis banget ya bagi luhan…
    song fict nya kayanya udah dapet thor,,,akhirnya ngenes banget soalnya,,,hehehe…
    keep writing ya…

  2. Duh, gubrak. Ini kenala endingnya si Junghee sama Luhan kebalim gini? Haha lol.
    Tapi beneran deh thor kurang panjang tuh sakit hatinya. Kalo bisa sampe dibikin nangis berdarah-darah si Luhannya hehe.
    Good story author! ^^

  3. Apa ini thor??? ceritanya sampe situ aja??? need sequel banget ini thor.. bikin jadian sama sehun aja.. biar luhan tau rasa..

    Nice story.. di tunggu. sequel n cerita author yg lain.. keep writing..

  4. Squel ayo squel! Kkk bagus ceritanya
    Nyesek ya jadi jung hee dituduh macem macem dan akhirnya yg salah itu luhan
    Saran dari aku “panjangin ceritanya” kkk ^^
    Oke keep writing aja deh buat kakak, fighting!

  5. Sequel.. Sequel.. Sequel.. Sequel.. #demo #plak! Feelnya dapet.. Syangnya kependekan.. T,T alur ceritanya juga bagus kok.. Kependekan thor.. T,T buat sequel ya ya ya ya??? Kalau bisa buat ya thor.. Klo ga bsa jga gpp kok.. Bagus ceritanya apalagi cast nya Luhan.. My bias.. Sehun juga.. Ahh..😀 keep writting thor..🙂

  6. Oke, akuu rasa salah paham memang jadi sesuatu yg gak aneh dlam suatu hubungan, dan author berhasil menyampaikan gimana rasanya jadi luge dan jung hee terjebak dalam hal ini
    Akuu sukaaa, luhan semangat yah, jung hee jangan lari ke sehun’-‘ dia miliku /plakk /dilempar sendal
    Keep writing author-nim

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s