THE DECISION Chapter 1 [freelance]

large

                                                                                                THE DECISION Chapter 1

 

Tittle : “The Decision”

Cast : Oh Sehun

            Park Seara

            EXO members

Length : Chaptered

Genre : Romance

Author : Jung Nady

Visit my blog http://www.maknaexo.wordpress.com

                “Pria itu membuatku merasakan hal yang tak pernah terpikirkan olehku akan kurasakan. Pria itu membuatku meninginkan hal yang tak kuyakini dapat kumiliki. Pria itu membuatku membutuhkan hal yang aku sendiri tak tau hal itu ada.” –Nicole Williams-

                                                                                                THE DECISION

 

                Sehun menuruni anak tangga panggung sambil mengelap keringatnya yang bercucuran setelah penampilanya bersama member EXO lainya selesai. Dia memasuki ruangan yang bertuliskan tanda EXO di pintunnya.

“Hyung, apakah hari ini ada jadwal lagi untuku?” Tanya lelaki itu pada managernya yang terlihat sedang membolak balik kertas, manager exo itupun menggeleng singkat ke arah Sehun.

“Ani, jadwalmu sudah selesai hari ini, Wae? Kau berencana pergi Sehun-ah?”

Sehun hanya mengangguk menanggapi pertanyaan managernya itu, lalu ia sedikit memohon kepada managernya untuk meminjamkanya mobil yang akan dipakainya ke suatu tempat, sedikit perdebatan antara dia dan managernya namun berakhir dengan kunci mobil sedan hitam di tangan Sehun.

Ia mengendarai mobil sedan hitam itu menuju salah satu  sekolah menengah di Seoul. Lalu, setelah sampai ia memarkirkan mobilnya tidak terlalu jauh dari gerbang sekolah itu. Sehun mulai memasang penyamaranya. Sedikit khawatir jika ada seseorang yang akan mengenalinya. Setelah ia rasa penyamaranya cukup bagus ia mengeluarkan ponsel dari jaketnya lalu mengetik pesan singkat untuk seseorang.

                                                                                                                ***

Bagi Seara, gadis yang tengah duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Akhir HangNam School sangat membosankan sekali mendengarkan pelajaran sejarah dari Kang Seonsaengnim, sesekali Seara menguap sangat lebar sampai sampai Seyoung yang duduk sebangku dengan Seara harus menutup mulutnya menggunakan buku tulis.

Drrtt drtttt

Getaran ponsel Seara membuat ia mengeluarkan benda itu dari saku jas seragamnya. Sekilas senyuman gadis itu muncul diwajahnya saat mendapati pesan singkat dari seseorang.

Oh Sehun

‘Aku didepan sekolahmu! Cepatlah keluar!’

Seara membaca pesan itu lalu kemudian mendesis kesal. ‘Dia pikir aku akan membolos demi bertemu denganya. ck, menyebalkan sekali.’ Pikirnya

Seyoung yang mendapati wajah masam Seara langsung mengajukan pertanyaan pada sahabatnya itu.

Sehun Oppa menjemputmu lagi?” Tanya Seyoung hati hati, takut jika teman sekelasnya ada yang mendengar pertanyaanya. Seara hanya membalas pertanyaan Seyoung dengan anggukan kecil.

“Menyenangkan sekali menjadi dirimu Ara-ya” puji Seyoung

“Menyenangkan apanya! Kau butuh banyak kesabaran untuk menghadapi bocah satu itu. Tingkahnya sangat menyebalkan.” Jawab Seara sedikit mendengus.

“Dan hanya kau yang bisa menghadapi tingkah aneh seorang Oh Sehun, seperti tuhan memang menakdirkan kalian untuk itu.”

 

                                                                                ***

Sehun menunggu seseorang dimobilnya sambil menahan bosan yang hampir memuncak. Ia sudah melihat anak – anak lain keluar dari sekolah itu tapi dia tidak kunjung melihat seseorang yang sejak tadi dinanti – nantinya. Ia mengeluarkan ponselnya hanya untuk mengecek apakah ada balasan dari seseorang yang ia kirimi pesan sekitar satu setengah jam lalu. Hasilnya kosong. Tak ada pesan sama sekali yang muncul.

“Tuan Oh, bisa bukakan pintunya untuku?” Tanya seorang gadis dari balik jendela mobil.

Sehun sedikit kaget mendengar suara itu muncul tiba tiba, ia tentu mengenali suara siapa itu tanpa harus melihat wajah orang itu. Suara yang selalu ia rindukan tiap malam. Suara favoritnya.

Dia membuka pengunci mobil.Gadis itu membuka pintu penumpang bagian depan lalu ia duduk sembari menaruh tas sekolahnya ke jok belakang.

“Siapa yang menyuruhmu naik ke mobilku nona Park?”

“Kau membukakan pintu untuku, kuanggap itu tawaran tumpangan.” Jawab gadis itu santai

“ck, yang benar saja. Aku bahkan belum menyuruhmu masuk tapi kau sudah duduk di sampingku dengan sembarangan.” Dengusnya

“Jadi sebenarnya apa maumu datang ke sekolahku Oh Sehun-ssi? Kau tak takut anak- anak sekolahku mengenalimu? Penyamaranmu buruk kau tau?” alih Seara

“Memangnya ada yang melarangku untuk datang kesekolahmu? Lagipula bukan penyamaranku yang buruk hanya saja aku terlalu tampan dan mencolok jadi sangat mudah untuk dikenali.” Jawab Sehun yang disambut muka meledek dari gadis disampingya itu.

“Lain kali kau tak perlu menjemputku di sekolah, aku tau kau sangat sibuk dan lelah. Kau bisa beristirahat di dorm Sehun-a.” Ucap gadis itu sambil menatap Sehun. Gadis itu bukan menolak jemputan Oh Sehun. Bukan, dia hanya mengkhawatirkan pria itu. Dia amat sangat tau bahwa pria itu memiliki segudang aktivitas. Dia tidak menuntut pria itu untuk meberikan waktu luang yang pria itu miliki untuk dirinya. Karena jelas itu tidak mungkin. Tidak, karena bahkan pria itu jarang memiliki waktu luang untuk dirinya sendiri.

“Aku hanya merindukanmu, aku lelah dan aku butuh kau untuk mengisi ulang energiku yang hampir habis Ara-ya” ucap pria itu dengan nada lemas seolah dia memang benar benar kehabisan tenaganya. Namun, pergi menemui gadis ini bukanlah hal yang melelahkan setelah aktivitasnya yang membludak. Menemui Seara adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk mengisi ulang kerinduanya yang sudah mencapai batas setelah seminggu tidak bertemu. Gadis itu seperti morfin pribadinya. Menyembuhkanya sekaligus membuatnya candu. Ya, gadis itu memang candu yang mematikan bagi diri Oh Sehun.

                                                                                                ***

“Minumlah” ucap Seara sambil menyodorkan gelas berisi air madu lemon hangat pada Sehun. Ia mengambil tempat duduk di pojok sofa, tak jauh dari Sehun.

“Gomawo.” Sehun sedang duduk di sofa ruang tengah apartemen milik Seara. Seara tinggal di Apartemen sendirian. Orang tuanya berada di Incheon. Dia seharusnya tinggal bersama kakak laki- lakinya namun kakaknya tidak bisa meninggalkan pekerjaanya sebagai member boyband terkenal di Korea Selatan yang mengharuskan kakaknya itu tinggal di sebuah dorm bersama member lain. Jangan bertanya. Sehun dan kakak laki – laki Seara berada di boygroup yang sama. EXO, Park Seara adalah adik bungsu Park Chanyeol. Dia memang memutuskan ikut ke Seoul bersama Chanyeol dan bersekolah disana.

“Kau bilang kau lelah, istirahatlah di kamarku. Aku akan membangunkanmu saat jam makan malam.” Tawar Seara halus.

“Ani, aku ingin tidur disini saja.” Jawab Sehun sambil mengambil posisi tidur di pangkuan gadis itu. Tidak seempuk bantal memang, tapi sangat nyaman bagi Sehun.

“Tidurlah yang nyenyak.”

Gadis itu hanya diam megamati pria yang tidur di pangkuanya sekarang. Nafasnya teratur. Ia menelusuri wajah pria yang ia kagumi sejak lama itu. Sempurna. Tak heran jika banyak gadis yang mengagguminya. Termasuk dia.

Dia mengelus rambut pria itu lembut. Lalu berbisik ke telinga pria itu pelan.

“Aku juga merindukanmu Sehun-a, sangat.”

                                                                                                ***

Sehun mengerjapkan matanya pelan, dia masih ditempat yang sama. Di ruang tamu apartemen Seara. Dia meringkuk sebentar kemudian beranjak duduk di sofa.

“Kau sudah bangun? Makananya sudah siap, cucilah mukamu lalu makan malam bersamaku.” Ujar Seara

Gadis itu sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, dia sama sekali tidak tahu bahwa Sehun kini sedang memandanginya ganas. Yang benar saja, Seara sekarang sedang mempermainkan pengendalian diri Sehun dengan cara memunculkan dirinya setelah mandi dihadapan Oh Sehun. Asal kau tahu saja Sehun sangat menggilai aroma tubuh Seara apalagi di tambah aroma shampoo Seara yang menyeruak ke hidung Sehun. Aroma strawberry smooth ala gadisnya.

Sehun berdiri beranjak dari sofa hendak membasuh mukanya. Saat ia melewati Seara yang sedang berdiri sambil mengusap rambutnya menggunakan handuk Sehun sengaja mendekatkan wajahnya ke samping wajah Seara.

“Seharusnya kau tidak melakukan ini sayang, kau salah.” Bisik Sehun tepat di telinga Seara

Seara tersenyum kecil, ia jelas tahu bahwa Sehun memang sangat menyukai aroma tubuhnya, begitu juga dia. Dia amat menyukai aroma high class Oh Sehun. Dia tidak melakukan secara sengaja, memunculkan diri di depan Oh Sehun setelah ia mandi. Namun, dia sengaja menguji pertahanan diri Oh Sehun dengan tetap berdiri didekat  Sehun.

                                                                                                     ***

 

“Apa besok kau kosong? Kenapa Seunghwan Oppa tidak menelponmu dan menyuruhmu kembali?” Tanya Seara sambil memasukan makanan ke mulutnya.

“Besok jadwalku tidak terlalu pagi jadi mungkin aku diperbolehkan pulang larut malam ini. Apa kau tidak senang aku disini?”

“Anni, aku hanya bertanya. Biasanya Seunghwan Oppa akan mengomel padaku karna kau tidak kembali ke dorm secepatnya.”

“Masakanmu enak.” Puji Sehun yang langsung membuat Seara tersenyum singkat. Dia merasa wajahnya sedikit memanas akibat ucapan Sehun barusan. Seara memang masih SMA tapi jangan ragukan kemampuan memasaknya. Kemampuan itu mengalir dari darah Ibunya, bahkan Chanyeol kakaknya juga pandai memasak. Chanyeol cukup sering memasak untuk member EXO sekalipun ada Kyungsoo yang rajin memasak untuk member EXO juga. Karena hobby dan kemampuan memasak Nyonya Park sangat baik, beliau membuka cabang restoran makanan di Seoul. Banyak fans yang datang kesana karena restoran keluarga Park memang sangat menarik dan mempunyai menu yang lezat.

“Setelah pulang sekolah besok, aku akan membantu memasak di restoran, Apa kau mau kubawakan makanan besok malam?” tawar Seara

“terserah kau saja, hyungdeul pasti mau.”

“Baiklah, aku akan mampir ke dorm setelah membantu di restoran.”

Seara memang sering mengantarkan makanan bagi kakaknya dan juga member exo lainya. Dan kedatangan Seara ke dorm exo sambil membawa makanan dari restoran keluarga Park adalah hal yang disenangi member exo karena itu berarti mereka akan makan lezat dan gratis.

Ara-ya, seminggu lagi Hyung ku akan menikah.” 

Seara sedikit terkejut namun dia dengan cepat menyembunyikan hal itu, ia takut Sehun menyadarinya. Ia mengerti arah pembicaraan Sehun. Sehun pernah mengatakan hal ini sebelumnya dan dia berhasil mengalihkan pembicaraan. Namun untuk saat ini dia tidak mungkin mengalihkan perkataan Oh Sehun lagi. Jadi dia mendengarkanya, berpura pura tak ada yang ia khawatirkan.

“Cepat sekali. Kalau begitu berarti sebentar lagi kau akan memiliki kakak ipar.”

“Hyung mengundangmu datang ke pesta pernikahanya, datanglah bersamaku.”

Jackpot! Oh Sehun mengatakanya. Seara terdiam. Ada banyak hal yang ia pikirkan saat ini. Sehun mengundangnya datang ke pernikahan kakak laki-lakinya yang berarti dia harus datang bersama pria itu dan menunjukan kepada semua tamu undangan bahwa mereka memiliki hubungan. Itu bukan sesuatu yang salah atau sesuatu yang patut di khawatirkan.Tidak jika Oh Sehun adalah seorang bintang dan memiliki jutaan gadis yang menggilainya sama dengan Seara menggilai pria itu. Seara hanya tidak ingin membuat pria itu kehilangan orang yang menyayanginya. Ia tau fans Sehun akan sangatlah marah jika mengetahui Sehun memiliki yeojachingu. Ia hanya khawatir hal yang ia takutkan seperti di pernikahan kakak Baekhyun akan terjadi. Seara mengetahui tentang fans exo yang berhasil menyusup ke acara pernikahan kakak Baekhyun yang harusnya  hanya dihadiri orang terdekat malah sedikit ribut karna kehadiran fans yang gila itu. Dia hanya takut jika saja kejadian itu terulang disaat Sehun membawanya. Akan ada 2 masalah yang muncul. Keributan di acara pernikahan karna fans dan fans mengetahui Sehun memiliki yeojachingu. Itu bahaya.

Seara meletakan sendoknya perlahan lalu menatap Sehun dengan tatapan ragu. Seara tentu ragu dengan ajakan Oh Sehun. Dia merasa sedikit takut datang ke acara pernikahan kakak Sehun. Dia takut tamu tamu akan mengetahui Seara adalah kekasih Oh Sehun. Tidak apa apa sebenarnya jika memang tamu tamu yang akan datang adalah keluarga terdekat Sehun. Tetapi jika ada fans yang berhasil menyusup ke acara itu. Itu berbahaya. Apa jadinya jika fans exo mengetahui Sehun telah memiliki kekasih.

“Apa sebaiknya aku tidak usah datang?”

“Kau takut?” Sehun mengerti tatapan ragu gadisnya. Dia mengerti gadis itu takut akan hal buruk yang bisa saja terjadi saat gadis itu pergi bersamanya. Namun Sehun bisa memastikan semuanya akan baik-baik saja selama gadis itu menggenggam tanganya. Jika sesuatu yang di takutkan Seara terjadi, Sehun akan menghadapinya. Ia akan memastikan gadisnya dalam situasi yang baik-baik saja.

“Ani hanya saj-“

“Kau tak perlu khawatir. Aku bisa memastikan hal yang kau takutkan itu tidak akan terjadi. Sekalipun hal itu terjadi aku akan melindungimu Ara-ya.”

“Tapi aku-“

“Aku tidak menerima penolakan.” Ujar Sehun santai sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

“Dasar pemaksa.” Desis Seara lalu melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda.

                                                                                                ***

A week later

“Kau apakan adiku sampai ia menyetujui datang ke pesta pernikahan hyungmu?” Chanyeol bertanya pada Sehun sambil sesekali menoleh kearah jalanan. Ia sekarang sedang mengendarai mobil bersama Jongin dan Sehun untuk menjemput Seara. Chanyeol mengusulkan diri untuk menemani Sehun menjemput Seara. Sebenarnya ia sedikit khawatir tentang Sehun yang mengajak adiknya ke acara pernikahan itu. Maka dari itu ia harus membantu Sehun dengan cara menemani mereka berdua. Semisal seseorang memergoki Sehun mengajak seorang gadis ke pesta pernikahan itu, Chanyeol akan mengatakan bahwa Seara adalah adiknya bukan pacar Oh Sehun. Mengurangi kemungkinan hal buruk yang akan terjadi. Tentang Jongin yang ikut menjemput Seara, itu adalah paksaan Chanyeol. Chanyeol bilang dia takut menjadi obat nyamuk diantara Sehun dan Seara jadi ia mengajak Jongin untuk ikut bersamanya.

“Dia akan selalu mendengarkan perintahku lebih dari mendengarkanmu hyung.” Jawab sehun ringan.

“Apa adiku menyukaimu sebesar itu?” Chanyeol tentu tau bagaimana sifat adik satu-satunya itu. Seara bukanlah tipikal gadis yang dengan mudah patuh dengan perintah. Ia akan selalu memberikan alasan untuk hal yang tidak ia sukai. Acara pernikahan. Seara jelas membenci hal seperti itu. Seara benci keramaian. Tapi kali ini dia menyetujui untuk datang ke pesta pernikahan yang tentu saja akan ramai oleh tamu-tamu undangan. Sebesar itukah rasa suka adiknya pada Sehun sampai sampai ia melupakan tentang hal yang dibencinya?

“Gadis itu terlalu memfokuskan hidupnya hanya untuk Sehun.” Timpal Jongin.

Sehun tersenyum.

                                                                                                                ***

Mereka telah tiba di apartemen Seara. Setelah Chanyeol memarkirkan mobil dengan baik, mereka bertiga menghampiri kamar apartement Seara. Chanyeol memasukan passcode di pintu lalu membuka pintu itu.

“Seara-ya kami sudah datang.” Ucap Chanyeol. Mereka bertiga duduk di ruang tamu menunggu Seara keluar dari kamarnya.

“Oke tunggu sebentar Oppa.” Jawab Seara dari dalam kamar. Gadis itu tengah bersiap siap. Ia sudah memakai dress yang diberikan Sehun untuknya. Dress tanpa lengan berwarna biru gelap. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Dress ini sangat manis. Sehun bilang Ibu Sehun yang membelikan setelan ini untuknya. Seara mengoreksi tampilanya malam ini. Dress manis, make up yang amat sangat tipis (Seara tidak suka menggunakan make up), rambut lurusnya terurai dengan jepet di bagian samping, flat shoes berwarna senada dengan dressnya dan tas samping kecil berwarna hitam. Baiklah malam ini Seara harus menjadi gadis yang manis.

“kenapa dia lama sekali.” keluh Jongin. Sudah sepuluh menit menunggu tapi gadis itu belum juga keluar. Dasar perempuan, berdandan saja harus selama itu. Batin Jongin.

“perempuan selalu seperti itu Jongin. Bukankah kau memiliki kakak perempuan juga?” ujar Chanyeol sambil memainkan ponselnya. Dia sebenarnya juga sudah bosan menunggu, tapi dia mengerti tentang kebiasaan adiknya. Dia sudah terbiasa.

“Itulah yang tak kumengerti dari perempuan. Mereka menghabiskan waktu yang sangat lama untuk berdandan padahal mereka terlihat lebih menarik tanpa berdandan.” Jongin adalah tipikal pria yang tak terlalu suka melihat gadis dengan banyak make up. Dia pikir mereka akan berkali lipat lebih cantik tanpa make up. Dia menyukai sesuatu yang apa adanya.

“Aku akan memanggilnya.” Ucap Sehun seraya bangkit dari duduknya menuju kamar Seara.

Sehun membuka pintu kamar Seara, Posisi Seara membelakangi Sehun karena Seara sedang bercermin.

“Apa kau sudah siap?”  Sehun mematung menatap Seara. Sial! Gadis itu sangat cantik malam ini. Jika saja Seara tidak diundang ke pesta pernikahan, Sehun tidak akan mengijinkan gadis itu berpenampilan secantik ini. Hanya dia yang boleh menikmati kecantikan gadis ini. Gadis itu bahkan tidak menggunakan make up berlebihan supaya terlihat cantik. Atau baju bermerk sangat mahal agar terkesan high class. Gadis itu hanya berpenampilan sederhana tapi meninggalkan kesan sempurna pada dirinya. Sebenarnya gadis itu terlihat cantik kapan saja bahkan setelah bangun tidur sekalipun, tapi malam ini berbeda. Gadis itu berdandan untuk dirinya. Seara tidak mungkin berpenampilan seadanya saat datang ke pesta itu. Dia pasti akan memikirkan bagaimana kesan orang lain saat melihat ia berjalan dengan Oh Sehun nanti dalam arti lain Seara tidak ingin membuat Oh Sehun malu berjalan denganya. Sehun tersenyum sambil berjalan mendekati Seara.

“Apa aku terlihat aneh Sehun-a?” Ucap Seara sambil berbalik menghadap Sehun.

 “Terima kasih sudah menjadi sangat cantik malam ini.”

Seara tersenyum mendengar ucapan Sehun, Dia menunduk menyembunyikan rona merah pada pipinya.

“Chanyeol Oppa memberi mu apa barusan? Ada yang salah dari dirimu.” Gadis itu bukan gadis yang akan menyambut kata manis Oh Sehun dengan sikap manis. Dia malah dengan bodohnya menjawab kata manis Oh Sehun dengan pertanyaan konyol. Terkadang otaknya memang tidak bisa sejalan dengan hatinya.

“Bisakah kau tak merusak adegan romantis kita? Kau menyebalkan sekali.”

Gadis sedikit merasa bersalah sebenarnya. Sehun bukan tipe pria yang akan setiap hari mengatakan kata-kata manis seperti tadi. Ia pasti sudah benar-benar menghilangkan rasa gengsinya saat mengatakan hal tadi. Tapi dia malah merusak suasana manis yang di bangun Sehun.

“Aku lebih terbiasa dengan sindiranmu dari pada kata-kata manismu Tuan Oh.”

 “Kalau begitu apa kau siap pergi nonna Park?” Sehun mengulurkan tanganya, menunggu sambutan tangan Seara.

“Ya, aku siap.” Seara menyambut uluran tangan Sehun. Hangatnya tangan Sehun membuat ketegangan Seara sedikit menurun. Ia merasa Sehun menyalurkan keberanian melewati uluran tanganya. Seara menyukai saat Sehun menggenggam tanganya. Seperti tangan Sehun memang diciptakan untuknya. Membuatnya merasa seolah olah semuanya akan baik-baik saja.

Sehun dan Seara berjalan menghampiri Chanyeol dan Jongin yang tengah menunggu. Mereka berdua terlihat benar benar bosan menunggu Seara berdandan.

“Kajja, kita berangkat.” Ajak Sehun

Chanyeol dan Jongin mendongak menatap kedua orang itu. Mereka menatap iri Sehun dan Seara. Mereka pikir Sehun dan Seara sangatlah cocok. Malam ini gadis itu terlihat sangat manis dan seperti biasa Oh Sehun terlihat sangat tampan.

“Jangan diam saja, Ayoo berangkat Park Chanyeol Kim Jongin!”

“YA!  Bersikaplah sopan sedikit padaku. Setidaknya kau membawa pergi adiku baik baiklah padaku atau tak kuberi izin mengajaknya pergi.”

“Kau berlebihan Oppa” ucap Seara menimpali perkataan Chanyeol.

“Ck, Kalian berdua sama saja. Baiklah ayo berangkat.”

                                                                                                                ***

Seara duduk di mobil bagian belakang bersama Sehun, sedangkan Chanyeol menyetir dan Jongin berada di sampingnya. Sehun tidak melepaskan genggaman tanganya pada Seara. Seakan pria itu mengerti bahwa gadisnya membutuhkan dia. Sehun menatap Seara, gadis itu terlihat sedikit ragu dan khawatir. Sehun mengeratkan genggamanya. Seara menoleh menatap pria disampingnya.

“Kau tak perlu takut, semuanya akan baik-baik saja.” Bisik Sehun tepat di telinga Seara.

Gadis itu mengangguk kecil lalu mengambil napas perlahan. Dia terlalu tegang saat ini.

Mereka berempat telah sampai di tempat acara pernikahan. Jongin dan Chanyeol berjalan di depan sedangkan Sehun dan Seara berada persis di belakangnya. Seara terlihat berjalan sambil menggapit tangan Sehun. Seara merasa sangat tegang. Beberapa orang menatap mereka berdua. Seara berjalan dengan sedikit menunduk.

Seara-ya. Kau datang?”

Seara mendongak menatap orang yang baru saja memanggilnya.

Jongdae Oppa. Ya, aku datang. Lama tak bertemu denganmu Oppa.”

Jongdae mengusap rambut Seara pelan.Ia sudah menganggap Seara seperti adiknya sendiri. Begitu juga semua member exo lainya.

“Kau merindukanku gadis kecil?”

“Kau bilang apa hyung?” Sehun bertanya pada Jongdae dengan nada cemburu yang lebih terdengar mengancam.

“Aniya. Ngomong – ngomong kau terlihat tegang Seara-ya. Tenanglah semuanya akan baik baik saja selama kau bersamanya.” Jongdae mengucapkan sambil melirik Sehun yang berdiri disamping Seara.

Seara tersenyum mendengar perkataan Jongdae barusan. Ya, Jongdae benar semuanya akan baik baik saja jika ia bersama Sehun.

Seara-ya. Ahh kau manis sekali malam ini. Aku merindukanmu.” Baekhyun tiba tiba datang langsung memeluk ringan Seara. Seara menatap Sehun yang memberikan pandangan cemburu di wajahnya. Sehun selalu begitu. Sehun selalu mencemburui apapun yang membuat gadis itu mengalihkan perhatian darinya.

 

 Acara pernikahan tidak seperti yang Seara bayangkan. Acara itu hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat. Dan sepertinya tak ada fans yang akan meyusup melihat keluarga Oh menyiapkan beberapa pengawal baik diluar maupun didalam ruangan. Seara dan member exo lainya telah memberi ucapan selamat pada kakak Sehun atas pernikahanya. Saat ini mereka sedang menikmati acara itu sambil sesekali menikmati hidangan yang ada disana.

“Seara-ya, besok temani aku berbelanja ya?” Tao menggenggam tangan Seara sambil memasang wajah memohon. Tao sangat suka berbelanja. Hobbynya itu sudah benar – benar seperti gadis abg. Dia biasanya akan mengajak Suho, Kris atau siapapun member exo yang mau menemaninya. Tapi kali ini dia ingin Seara yang menemaninya karna Seara seorang gadis yang menurutnya memiliki selera fashion yang bagus.

“Kau bisa pergi bersamaku Tao-ya” Lagi. Sehun menunjukan sikap cemburunya. Dia benar benar mencemburui segala sesuatu yang dapat menyita perhatian gadis itu darinya.

“Sudah kutebak pasti dia tak akan mengijinkanmu pergi bersama Seara. HAHAHA!” Luhan menertawai ajakan Tao yang di tolak oleh Sehun. Luhan mengenal Sehun. Pria itu pasti tidak akan mengijinkan siapapun berdekatan dengan gadisnya. Karna menurut Sehun hanya dia yang boleh berdekatan dengan gadisnya. Terdengar posesif memang. Tapi siapa yang peduli, toh gadis itu memang miliknya.

“Ck, dasar menyebalkan! Seara-ya kau sangat tidak beruntung memiliki namjachingu yang amat sangat pelit sepertinya!” Tao menunjuk ke arah Sehun. Seara tersenyum. Ya, mungkin Sehun memang sedikit berlebihan. Tapi gadis itu menyukai saat dimana Sehun mencemburui pria lain yang berdekatan denganya. Dengan itu ia tau bahwa Sehun tak ingin melepaskanya.

“Kita bisa pergi tanpa sepengetahuanya, nanti akan kuhubungi. Ok?” bisik Seara pelan di telinga Tao.

Tao tersenyum sambil melirik Sehun.

“Ya ya! Aku bisa mendengarnya! Awas kalian berdua!” ancaman Sehun berhasil membuat Seara dan Tao tertawa. Seara tidak bercanda. Dia benar benar ingin pergi bersama Tao. Karna berbelanja dengan Tao menurutnya lumayan menyenangkan. Setelah ini Seara harus bisa membujuk Sehun untuk mengizinkannya pergi bersama Tao.

“Heii heii, berhenti bertengkar di sini. Ini sudah malam sebaiknya kita pulang” Suho melerai perdebatan kecil itu cepat sebelum hal itu menjadi lebih konyol. Ya kau tau, Tao dan Sehun jika berdebat membutuhkan waktu yang lumayan lama karna perilaku mereka yang kadang – kadang masih kekanakan. Dan Suho tidak ingin pesta pernikahan itu sedikit ribut karena acara debat dua maknae exo tersebut. Itu sangat konyol.

“Baiklah ayo kita pulang! Sehun-a kau antar Seara pulang, Aku dan Jongin ikut dengan van.” Ucap Chanyeol sambil menyodorkan kunci mobil ke arah Sehun.

“Hati – hati Oppa.” Seara berujar ke semua member exo (kecuali Sehun, karena Sehun pulang bersamanya) setelah mereka berpamitan untuk pulang.

Sehun melepaskan jas hitam yang ia pakai lalu, ia mengenakanya pada Seara.

“Ayo kita pulang.” Ucap Sehun sambil menggandeng tangan Seara lalu mereka berdua berjalan keluar dari gedung menuju mobil.

Mereka hampir sampai di tempat mobil mereka. Seara membuka tas kecilnya mencari id card yang ia gunakan untuk masuk kedalam Apartemenya. Ia terlihat sedikit kebingungan mencari benda itu.

Sehun-a, id card-ku hilang. Sepertinya jatuh di suatu tempat saat kita menuju kesini. Kau tunggu di mobil saja aku akan mencarinya sebentar.” Seara berkata lalu berbalik menyusuri jalan ia barusan lewati. Id card sangat penting untuk masuk ke Apartement untuk menghindari penyusup yang bisa saja masuk ke wilayah Apartement. Seara harus menemukan id card itu agar ia bisa masuk ke Apartementnya.

“Dasar gadis ceroboh.” Sehun menggelengkan kepala. Gadisnya itu sering sekali melakukan hal tidak di sengaja seperti ini. Sedikit kesal sebenarnya. Bagaimana jika ada resiko besar saat karna kecerobohan Seara. Dia khawatir jika tingkat kecerobohan gadis itu semakin menjadi jadi.

                                                                                                                ***

 

Seara menajamkan penglihatanya pada jalanan yang ia lewati. Menelusuri mencari id cardnya. Samar ia melihat benda tipis persegi panjang di depanya. Sedikit berlari untuk mengecek apakah benar itu benda yang ia cari.

“Huuhh akhirnya!” Sedikit berjingkrak senang setelah memungut benda yang sedari tadi ia cari. Ia langsung memasukan benda itu kedalam tas lalu menutup tasnya dan kembali menuju mobil Sehun.

Aku merindukanmu Sehun-a

Deg. Seara mematung melihat pemandangan didepanya. Sehun memeluk seorang gadis. Ia tak bisa melihat wajah gadis itu  dengan sepenuhnya karena posisi gadis itu yang sedikit membelakanginya. Tubuhnya serasa melemas. Sehun memeluk gadis itu sambil memejamkan mata seperti dia sangat menikmati hal yang ia lakukan. Gadis itu melepaskan pelukannya dari Sehun.

“Im …. Hyu … Hyungi?”

                                                                                                 -tbc-

Terima Kasih buat readers yang mau baca cerita aku. Maaf sebelumnya kalo ceritanya gak jelas dan semua kesalahan aku. Aku masih bingung mau ngelanjutin cerita ini atau enggak karena aku orangnya labil banget kalo suruh nulis ff. Aku butuh banget saran dan masukan kalian buat nambah semangatku ngelanjutin ff ini. Makasih

 

 

 

7 thoughts on “THE DECISION Chapter 1 [freelance]

  1. wah…ceritanya bagus kok thor…
    bikin penasaran lagi soal siapa cewe di akhirnya itu? hehehe…
    apalagi disini sehun nya sebagai member exo,,,
    ayo thor lanjut lagi 🙂
    gomawoyo…

  2. Gila gila gila… Asli bikin kepo. Wedeehh konfliknya bakal kaya apaan kalo si sehun posesif gitu wkwk penasaran serius!! Update soon.

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s