WHAT? SHE LIFE IN MY HOME?! (Chapter 1) [freelance]

| Title |

What She Live In My Home [Cover]

WHAT? SHE LIFE IN MY HOME?! (Chapter 1)

 

| Author |

Hitogaka Nagaru (@Silver_Wolf86)

 

| Genre |

School life, Comedy (little bit), Romance (maybe._.v), Family

 

| Main Cast |

Kim Jong In (Kai), Jung Jaeeun (OC)

 

| Other Cast |

Jung Dae Hyun (Daehyun), Yoon/Jung Bo Mi (Bomi), Lee/Kim Hyuk Jae (Eunhyuk), Kim Hyo Yeon (Hyoyeon), Xoxo geng, Aleza geng (Next chap) and you can find it by yourself (:

 

| Leght |

Chaptered

 

| Rating |

Teen

 

A/N : This fiction is pure mine from my self, my brains, and my god/? xD. Don’t be a SILENT READER and PLAGIAT. So please RCL after reading^^ Thanks to admin will post this FF and thanks to reader for RCL^^

 

~Happy Reading~

 

Warning!! Sorry for any typos

 

ORIGINAL BY @Silver_Wolf86

 

Author POV

 

Sore yang dingin mendominasi Seoul kala itu. Angin musim dingin yang terus berhembus hingga beberapa bulan kedepan akan setia menemani Negara ginseng ini. Terlihat dari kejauhan sebuah rumah yang besar nan mewah mulai menunjukkan sinar-sinar terangnya. Yang berhiaskan lampu warna-warni disetiap sudut serta pohon-pohon cemara berukuran sedang yang mengelilinginya. Seorang gadis remaja berusia 15 tahun kini mulai menampakkan senyum cerianya kala sang appa memberinya sebuah kotak hadiah kecil. Sebuah kalung berbentuk merpati yang melambangkan kesucian membuat gadis ini memampangkan lesung pipitnya yang sempurna.

“Gomawoo appa” Ujar gadis kecil ini memeluk appanya.

Jung Daehyun, pria ini membalas senyuman dan pelukan dari putrinya. Ia juga mengacak rambut lurus nan kecokelatan milik Jung Jaeeun, putri semata wayangnya.

“Kalian sedang melakukan apa eoh? Kenapa tak mengajakku?!”

Jaeeun dan Daehyun menoleh. Dilihatnya seorang wanita tinggi berpakaian rapi sedang menghampiri mereka berdua.

“Eomma…” Jaeeun berlari menghampiri wanita dibelakangnya. Tangannya mulai melingkar diperut sexy wanita yang ia panggil eomma, mereka memeluk satu sama lain saling melepas rindu yang selama ini tertahan.

“Eomma, aku merindukanmu… Tidak bertemu denganmu 2 minggu rasanya sangat sepi disini eomma… Apalagi setiap pagi appa yang harus menyiapkan makanan yang membuatku ingin muntah kerenanya. Appa juga pernah memasak kari yang sangat asin hingga perutku sakit dan tak masuk sekolah 2 hari”

“Benarkah itu honey? Eomma minta maaf ne…” Wanita ini dengan sabarnya meladeni rentetan kata yang keluar dari bibir tipis putrinya, Jaeeun. Ia juga sangat merindukan keluarga kecil dan bahagianya. Dua minggu Jung Bomi tengah pergi keluar negeri untuk urusan bisnis. Yeah, wanita ini adalah seorang wanita karir. Ia selalu keluar masuk negeri untuk mengurus cabang perusahaan keluarganya. Terakhir tadi ia pergi ke Inggris untuk mengurus Departement Store milik keluarga Jung yang juga berpusat di London.

Sementara dengan Jung Daehyun, ia adalah seorang komisaris utama disebuah perusahaan terbesar ke-5 didunia. Yang beroperasi dibidang Mobil dan juga property. Sebuah perusahaan yang terkenal tidak hanya di Asia saja melainkan di Seluruh dunia, Athena group. Dan untuk putri mereka Jaeeun adalah pemegang saham utama dari perusahaan kedua orang tuanya. Daehyun tidak sendiri dalam menangani perusahaannya, terkadang ia juga mendapatkan bantuan dari istrinya, Jung Bomi.

“Hey… Sampai kapan kau membiarkanku membeku kedinginan disini menanti pelukanmu yeobo?! Kau tak merindukanku eoh?”

Bomi menoleh, ia kemudian melepas pelukan putrinya dan kemudian memeluk Daehyun suaminya. “Tentu saja aku juga merindukanmu yeobo, sangat… Aku bahkan merindukan pelukan hangat ini” Ujar Bomi yang menenggelamkan wajahnya dileher Daehyun.

Jaeeun tersenyum lebar disana. Ia mulai merasakan bagaian kosong dari hidupnya kini mulai terisi kembali. Sebuah keluarga kecil yang hangat serta harmonis.

“Honey, eomma membawa kejutan untukmu” Bomi, ia mulai mengeluarkan selembaran kertas yang berada disaku blezzernya dan memberikan pada Jaeeun. Jaeeun menerima kertas itu dan matanya mulai bergerak membaca setiap patah kata yang terukir disana seiring dengan membulatnya kedua mata sipit gadis ini serta mulutnya yang juga ikut menganga.

“Eomma… AKU DITERIMA DI SEOUL SENIOR HIGH SCHOOL ‘SSHS’” Jaeeun bersorak ria. Ia juga menagis haru melihatnya. Daehyun yang mendengar membulatkan kedua matanya. Tak lama pria ini juga memberi tepuk tangan.

“Jinjjaiyo Jaeeun-ah? Wuah anak appa memang cerdas” Ujar Daehyun seraya memberi dua jempol dari dua tangannya untuk putrinya.

“Chukkhae honey, Lihat namamu ada diurutan ke-5 itu artinya kau akan masuk kelas unggulan” Utas Bomi yang ikut memberi sorak.

“Unggulan? Wuah berapa IQ mu honey? Dengan mudahnya kau bisa masuk unggulan disekolah terbaik di Korea Selatan… Whoo Daebak calon CEO memang harus cerdas” Sahut Daehyun tersenyum bangga.

“Mungkin 140 atau mungkin 145. Ahh aku sama sekali tidak tertarik dengan dunia perkantoran appa… Eomma Seoul Senior High School (SSHS) kan jauh dari rumah”

“Arra, maka dari itu eomma punya rencana agar kau tidak kejauhan saat sekolah. Eomma akan menitipkanmu pada teman eomma honey yang rumahnya dekat dengan calon sekolah barumu. Ah, teman eomma juga punya anak yang seumuran denganmu, jadi begitu kau tinggal dirumah teman eomma kau akan punya teman baru”

Jaeeun membelalakkan kedua matanya. “MWO? ME-NI-TIP-KAN-KU?? SIRYEOOOOO!!!!”

“Honey dengar appa dan eomma dulu ne… Dua hari lagi appa dan eomma harus keluar negeri untuk mengurus perusahaan kita yang bercabang di Kanada. Dan kami juga harus menghadiri acara pertemuan pemegang saham seluruh dunia yang diselenggarakan di Los Angeles” Sahut Daehyun membelai lembut rambut putrinya.

“Itulah alasanku kenapa aku tidak tertarik terjun di dunia perkantoran. Keluar masuk negeri dan menitipkanku pada orang lain” Cibir Jaeeun kesal.

“Memangnya kau mau tinggal dirumah sendiri? Kau bisa masak? Kau bisa mencuci? Kau akan selalu ingat kapan PRmu dikumpulkan? Eomma dan appa melakukan ini untukmu juga Honey. Letak sekolahmu juga jauh dari sini. Palli kemasi barang kesayanganmu, besok sore kita berangkat, untuk baju akan eomma yang menyiapkannya” Ujar Bomi yang kemudian mencium pucuk kepala Jaeeun dan beranjak kekamar melepas penatnya.

“Appa berapa lama kalian akan keluar negeri?”

“Molla, mungkin berbulan-bulan honey… Jaa! Sekarang kembali kekamar dan laksanakan perintah eommamu sebelumnya kemudian pergi tidur! Arra?” Jaeeun mengangguk lesu kemudian melangkah masuk kekamarnya.

~Terkadang kebahagiaan dalam keluarga tak berlangsung lama hanya sesaat kemudian berlalu~

 

***

 

Sore yang dingin kala itu kembali berkuasa. Seorang gadis tinggi yang kini sudah meneteng tas ranselnya mulai memasuki mobil ferrarri milik appanya. Sepanjang perjalanan menuju tempat yang mereka tuju, gadis ini hanya menatap kosong langit sambil mendengarkan musik melalui earphone kesayangannya. Sementara dengan eommanya kini tengah tertidur pulas ditempat duduk sebelah kemudi, terlihat jelas bahwa wanita ini sedang kelelahan hingga tertidur nyenyak dalam mobil. Tak berselang lama kini mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka, kediaman keluarga Kim yang juga merupakan sahabat dekat keluarga Jung tersebut.

“Omo! Yoon Bo… Ah maksudku Jung Bomi” Seorang wanita berambut blonde yang sedang menyirami tanaman rumahnya terlonjak kaget. Ia kembali melihat ujung hidung sahabatnya yang sudah lama tak menampakkan dirinya. Wanita ini segera menghampiri mereka.

“Kim Hyoyeon” Balas Bomi seraya berpelukan dengan Hyoyeon –Sahabatnya-. Tak lama seorang pria yang juga berambut blonde kini mulai menampakkan dirinya menyapa tamu mereka. Dia Kim Hyuk Jae atau lebih akrab dipanggil dengan Eunhyuk.

“Aigo! Daehyun-ah Bomi-ah kalian sudah datang eoh?… Ini lebih awal dari yang kukira. Tapi tunggu Daehyun-ah kau sepertinya tambah berisi saja” Cerocos tuan Kim pada Daehyun. Sambutan yang buruk dari keluarga Kim untuk keluarga Jung. Tapi memang begitulah sifat tuan Kim, orangnya jenaka dan memiliki hoby yang bisa dibilang aneh-_- ia juga sangat sangat bahkan mencintai hal-hal yang berbau yadong-_-.

“Kau masih sama seperti dulu sahabatku, hahaha” Balas Daehyun, kemudian dua pria ini saling berpelukan.

Setelah acara pelukan itu selesai, Hyoyeon mulai menggiring tamunya masuk kedalam rumah mewahnya. “Jaa~ mari masuk dulu…”

Sementara dengan Jaeeun, yeoja ini masih berkutik dibagasi mobil appanya. Dengan susah payah ia mengambil 4 koper yang super besar bergambarkan lambang Real Madrid, Inter Miland, Manchaster United serta Chelsea grup sepak bola faforitnya. Tak puas dengan hanya membawa koper gadis ini juga membawa 2 tas ransel yang bergambar Domo kartun faforitnya dan juga Rillakuma. Jaeeun melangkah memasuki ruang tamu dan meninggalkan kopernya berada diluar, ia kemudian memberi salam dan membungkuk tanda penghormatan pada keluarga Kim.

“Annyeong haseyo, Choneun Jung Jae Eun imnida” Ujar Jaeeun yang kemudian tersenyum manis.

“Omo! Kau cantik sekali… Kau benar-benar anak Daehyun dan Bomi kah?” Tanya Hyoyeon yang terkagum dengan pesona putri kecil keluarga Jung.

“Ne…” Jawab Jaeeun yang kembali tersenyum dan menampakkan lesung pipitnya. Mata gadis ini menyipit hingga membentuk bulan sabit disana.

“Kyaa! Kau cantik sekali. Ternyata eommamu memang tak berbohong kalau ia memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik” Ujar Hyoyeon kembali.

Jaeeun tersipu malu. Pipinya memerah mendapat pujian seperti itu. Memang bukan pertama kalinya Jaeeun selalu mendapat pujian dari setiap orang yang melihatnya, yeoja ini tetaplah pada pendiriannya. Walau sering dipuji karena kecantikan alaminya ia tak pernah tinggi hati hingga sombong. Gadis ini juga sering tampil apa adanya. Karena prinsip hidupnya hanya satu

‘Aku adalah aku, inilah diriku. Aku tak akan menjadi besar kepala bila hanya sekedar mendapat sebuah pujian belaka walau tak bisa dipungkiri aku memang manyukainya’.

“Ahh aku lupa Eunhyuk-ah kau akan menghadiri pertemuan pemegang saham di Los Angeles kan?” Tanya Daehyun kembali meneruskan pembicaraan yang sempat tertunda.

“Tentu saja, aku juga sudah menyiapkannya dari awal”

“Kalau begitu besok kita berangkat bersama, eotthe?”

“Boleh saja… Tapi aku belum memesan tiket pesawat”

“Aku sudah memesan tiga Hyuk-ah… Harusnya satu tiket ini untuk sekretaris Lee, tapi kerena dia tak bisa datang karena urusan mendadak maka kau yang harus menggantikan posisi tiketnya”

“Ya! Kau ini sedang berbaik hati memberiku tiket atau sedang memaksaku eoh?!” Eunhyuk tertawa kemudian diikuti oleh Daehyun, Bomi dan Hyoyeon. Sementara Jaeeun masih canggung disana.

“Jaa~ kalau begitu aku harus pulang untuk menyiapkan perlengkapan besok… Jaeeun-ah kau baik-baik disini ne… Appa akan selalu mengunjungimu bila ada waktu luang”

“Eomma juga akan sering menghubungimu bila eomma memiliki waktu senggang” Sahut Bomi. Jaeeun mengangguk, ia kemudian memeluk kedua orang tuanya yang kini sudah berada diambang pintu.

“Aku akan merindukan kalian appa eomma” Ujar Jaeeun dari balik pelukannya. Bomi dan Daehyun membalas pelukan Jaeeun dan mencium pucuk kepala putrinya, setelah itu mereka segera melepas pelukan putrinya dan memasuki mobil.

“Geurae annyeong honey, selamat menikmati masa SMAmu… Maaf appa dan eomma tak bisa menemanimu” Cerocos Bomi dari balik kaca mobilnya. Tak lama kini ferarri yang mewah nan mahal itu mulai melesat jauh dan menghilanglah bayangannya.

“Selamat datang Jung Jaeeun. Namaku Kim Hyoyeon, kau bisa memanggilku Hyoyeon eommoni” Hyoyeon membuka pembicaraan, wanita ini kemudian mendekati Jaeeun dan membelai rambutnya.

“Semoga kau senang tinggal disini… Namaku Kim Hyuk Jae, panggil saja Eunhyuk abonim”

“Ne, gamsahamnida eommonim abonim” Jawab Jaeeun yang kembali menunjukkan lesung pipitnya.

“Geurae, kalau begitu kau bisa berkeliling rumah ini… Sementara itu eommonim dan abonim akan pergi keluar sebentar membeli perlengkapan abonimmu untuk ke Kanada besok. Kau bisa mencari kamarmu sendiri di lantai atas ne” Ujar Hyoyeon panjang lebar kemudian tersenyum simpul pada Jaeeun.

“Jangan sungkan disini arra? Anggap saja rumah sendiri…” Sahut Eunhyuk.

“Ne… Jeongmal gamsahamnida abonim eommonim” Jaeeun membungkuk memberi penghormatan. Gadis ini kemudian masuk kedalam rumah besar nan mewah tersebut seraya menggeret 4 koper yang super besar dan berat miliknya. Ia kemudian mengelilingi setiap ruangan yang berada disana. Jaeeun kemudian mendekat kearah tangga, ia lantas menaikinya bersama dengan 4 kopernya yang ia tarik bergantian.

“Aigoo! Rumah ini ternyata seperti istana! Luas sekali… Fiyuuuhh bahkan anak tangganya saja sangat banyakk!!-_- apa tidak ada lift disini?!” Gerutu Jaeeun kesal.

Tak berlangsung lama kini Jaeeun sudah mengijakkan kakinya dilantai atas. Ia bernafas lega kemudian kembali menyeret koper-kopernya menuju salah satu ruangan. Kepalanya memandangi dua pintu kamar yang berhadapan. “Kamarku dimana?”

Tanpa pikir panjang Jaeeun segera memasuki kamar yang tepat disisi kirinya. Perlahan ia membuka knop pintu yang berwarna cokelat mengkilat dengan sangat hati-hati. Kakinya mulai berjalan masuk kedalam kamar. Matanya menjelajahi setiap sudut yang dapat ditangkap oleh indra penglihatannya. Ia kemudian mendekat kearah ranjang yang menurutnya berantakan.

“Kaus kaki dibawah meja lampu, selimut yang acak-acakan, buku-buku yang berserakan didekat almari… Apa kamar ini berpenghuni? Ohh wait dan apa ini?” Jaeeun membungkuk. Ia mengambil sebuah komik dari beberapa komik yang tergeletak dibawah kasur dan menampakkan sebuah gambar asing banginya. Ia kemudian membuka dan membacanya.

“Ssshhh… Faster… Kkau melakukannya dengan baik… Ahh… Lebih cepat… Ahhh… Begitulah erangan Maria ozawa yang sedang menikmati permainan dari lawan mainnya”

Jaeeun mengerjapkan matanya berkali kali. Matanya juga membulat. “Oh my god apa yang barusan kubaca?” Ujarnya yang masih berpikir keras. Disisi lain sebuah pintu yang terbuka dari sudut kamar ini mulai terdengar. Sebuah kaki jenjang yang mulai nampak hingga seluruh badannya sudah terlihat sempurna. Jaeeun menoleh keasal suara. Matanya kembali terbelalak melihat sosok namja yang selesai mandi keluar dari kamar mandi. Ia menjatuhkan buku terlarang itu seraya berteriak.

“KKKKYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriak Jaeeun menggema diruangan ini. Sementara dengan namja yang barusan keluar dari kamar mandi ia menatap Jaeeun dan tersontak kaget setengah mati lantas kemudian ikut berteriak histeris disana.

“HHHUUUUUUWWWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Lelaki ini kembali masuk kekamar mandi. Dengan spontan ia juga menutup kasar pintu kamar mandinya hingga membuat jam dinding yang menempel diatas pintu tersebut sedikit terguncang dan hampir terjatuh. Namja ini kemudian membuka sedikit pintu kamar mandi itu dan menampakkan ujung hidungnya. Tak lebih.

“YYYYAAAA!!! KAU SIAPA BERANI MASUK KEKAMAR ORANG TANPA IZIN DULUU??!! MEMANGNYA KAU INI FANS FANATIKKU EOHH??”

“MMWWOO?? KAU SIAPA YANG MASUK KEKAMARKU????? DASAR KAU PENYUSUP!!” Balas Jaeeun tak kalah keras.

“YA!! AKU PEMILIK RUMAH INI BODOHH!!! KAU YANG PENYUSUP!! ATAU KAU INI SEORANG MALING HAHH?? ATAU KAU ORANG BYEONTAE YANG INGIN MELIHAT SEORANG LELAKI SEHABIS MANDI??!!!”

“YAA!! SIAPA YANG KAU SEBUT BYEONTAE DAN SETERUSYA ITU HAHH?!! BAHKAN KAU LEBIH DARI SEORANG CABUL!!!!”

“DASAR YEOJA GILA TAK TAHU MALU BERANI BERANINYA MASUK KESINI TANPA PERMISI… KAU JUGA SEORANG YEOJA YADONG NAN CABUL YANG MENCARI KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN… BYEONTAE YADOOOONNNNGGG!!!”

Begitu seterusnya namja ini berteriak, namun tak ada balasan karena Jaeeun sudah kabur dan berlari sekencangnya setelah mengucapkan kata cabul beberapa detik yang lalu. Jaeeun berteriak ketakutan hingga membuat pembantu keluarga Kim yang sedang mengepel heran melihatnya –Yoon Ahjumma-.

“HHUUWAAA APPA EOMMA AKU TAK MAU TINGGAL DISINI ADA ORANG ANEHH DIKAMARKU!” Jaeeun terus berlari menuju pintu utama yang sangat jauh dari tangga. Peluhnyapun juga sudah membasahi wajah manisnya, bahkan rambut yang tadi berkuncirkan rapi kini sudah acak-acakan.

Sementara dengan Hyoyeon. Yeoja ini sudah mulai turun dari mobil bersama suaminya. Tak lupa ia juga membawa beberapa tas belanja yang berisi perlengkapan untuk suaminya –Eunhyuk- yang akan pergi ke Kanada besok. Hyoyeon yang dengan santainya memasuki rumah mendapat sambutan sebuah teriakan dari seorang gadis. Gadis yang tadinya rapi kini sudah berantakan. Hyoyeon membelalakkan matanya dan memanggil gadis itu. “Jaeeun… Ada apa sayang? Kenapa kau berteriak-teriak?”

Jaeeun berlari mendekati Hyoyeon dan memeluk wanita ini. “Eommoni aku melihat benda benda sakral yang harusnya tak kulihat dikamarku… Aku juga tadi membaca beberapa patah kata yang ter-la-rang dan tidak boleh diucapkan… Bahkan aku tadi melihat penampakan seseorang yang tidak berpakaian. Hanya memakai handuk dari perut sampai lutut saja. Ahh dan juga aku tadi sempat melihat beberapa komik serta cover album video bergambar wanita yang tidak memakai busana berserakan dibawah ranjang” Jelas Jaeeun panjang lebar.

Hyoyeon menghembuskan nafas beratnya lantas menatap tajam suaminya –Eunhyuk- seolah ingin memakannya untuk malam ini, Eunhyuk berdehem dan segera membuang pandangannya keatas dengan raut muka yang tidak bersalah setelah mengerti apa yang dikatakan Jaeeun barusan.

“Gwenchana Jaeeun-ah… Kau mungkin salah kamar, Kajja eommoni antar kekamarmu” Ajak Hyoyeon yang balas memeluk Jaeeun dan segera menggandeng yeoja ini.

Kini Hyoyeon dan Jaeeun kembali berjalan menuju lantai atas. Jaeeun hanya berani mengekor dibelakang Hyoyeon. Kepalanya masih dikelilingi kejadian aneh yang tadi ia alami.

Setelah mereka berada didepan kamar yang bersebelahan itu kini Hyoyeon mulai mengetuk pintu kamar yang berada dikirinya dan muncullah sosok tinggi berkulit gelap yang sudah memakai pakaian seutuhnya.

“Jongin kau menakuti Jaeeun?” Tanya Hyoyeon to the point.

Sementara dengan namja yang ia panggil Jongin menaikkan satu alisnya, ia tak mengerti maksud omongan eommanya. “Mwo? Jaeeun? Nugu?”

“Yeoja ini” Hyoyeon mulai menggeret dan mensejajarkan tubuhnya dengan yeoja dibelakangnya. Kai, pria ini membelalakkan kedua matanya. Alisnya mengerut seketika.

“YA! KAU YEOJA YADONG ITU?!” Tunjuk Kai pada Jaeeun.

“HEHH! SIAPA YANG KAU SEBUT YADONG! KAU YANG YANG NAMJA BYEONTAE!!”

“Eomma kenapa kau membawa gadis yadong ini kerumah kita?”

“YA!! Siapa yang kau sebut YADONG!!”

“Mulai sekarang dia akan tinggal disini Jongin-ah. Jaeeun-ah kenalkan ini anak eommoni Kim Jong In panggil saja dia Kai atau Jongin! Ahh dan eommoni minta maaf padamu bila kau menemukan benda sacral yang harusnya tak kau lihat. Itu memang sudah kebiasaan anak eommoni untuk mengkoleksi hal-hal seperti itu seperti appanya, Kim Hyuk Jae”

Jaeeun menyeringai. Ia sedikit melirik Kai yang kembali menyerngitkan alisnya dan tertawa kemenangan pada Kai.

“Eomma kau membela yeoja yadong ini?! Oh aku bahkan tidak percaya kau melakukannya didepan anakmu. Aku juga akan memberitahukan appa karena kau menjelek-jelakkannya juga!”

“Oh hey siapa yang kau sebut yeoja yadong Jongin?! Bahkan Jaeeun adalah gadis polos yang tidak pernah melihat benda-benda terlarang. Ia baru melihatnya pertama kali dikamarmu… Dan kau bilang apa? Mengadukan pada appa? Ya! bahkan appamu saja tak akan berani melawan eomma!! Oke, kembali ke inti Jongin kenalkan ini Jaeeun, Jung Jae Eun. Mulai sekarang kalian akan tinggal satu ruangan diatas sini. Jaeeun kamarmu didepan kamar Jongin tepat disebelah kanan dan Jongin jangan pernah kau mengganggu Jaeeun lagi arra?! Kalau tidak, eomma akan menyumpahkanmu setiap hari kau akan bertambah hitam dan menjadi namja terhitam didunia ini bahkan lebih hitam dari ras negro!! Geurae selamat menikmati senja, aku akan kebawah menyiapkan makan malam… Turunlah untuk makan malam nanti!! Arra?! Bye” Jelas Hyoyeon panjang lebar. Sekejap wanita ini menghilang dan kini hanya keheningan yang menguasai kedua manusia itu. Kai dan Jaeeun.

Kai menelan ludahnya mendengar perkataan eommanya barusan. Bukan kaget karena ia akan tinggal seruangan dengan Jaeeun melainkan kaget karena eommanya akan menyumpahkan dirinya menjadi namja hitam didunia dan menjadi lebih hitam bahkan mengalahkan ras negro bila mengganggu Jaeeun. ‘ANIYA! Itu tidak akan terjadi! Aku bahkan terlalu tampan untuk menjadi seorang dari ras negro!’ Batinnya.

Kai berdehem, ia kemudian segera masuk kekamarnya tanpa melirik Jaeeun sedikitpun. Sementara dengan Jaeeun yeoja ini menatap sinis Kai dan segera menggeret kopernya yang tergeletak diantara kamarnya dan kamar Kai. Jaeeun kemudian membuka knop pintu kamar itu dan menutupnya. Yeoja ini mulai melemparkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran king size yang empuk itu.

 

***

 

Malam mulai tiba, Jaeeun yang sudah rapi memakai setelan kaos lengan panjang bergambar domo dengan celana pendek diatas lutut kira-kira 2 centi dan rambut digelung rapi serta memakai kacamata besarnya kini mulai beranjak. Setelah ia menata barang-barangnya ia memutuskan untuk segera makan malam bersama keluarga ini. Ia kemudian mendekat kearah knop pintu dan membukanya. ‘Oh god manusia ini lagi-_-’ batin Jaeeun yang juga melihat Kai sedang keluar dari kamarnya. Sejenak terjadilah kontak mata antara keduanya. Kai menatap Jaeeun datar dengan wajah dinginnya sementara Jaeeun menatapnya malas. Gadis ini memutar kedua bola matanya kemudian pergi begitu saja mengabaikan Kai. Ia berjalan menuju tangga.

Dan untuk pria ini, ia mulai mengikuti Jaeeun dan berjalan menuju tangga. Namja ini lalu mendesak Jaeeun seolah tak ingin berjalan paling akhir. Ya, dia mengimpit Jaeeun dengan tubuh besarnya saat mereka berada disatu anak tangga yang sama, rumah Hyoyeon eommonim dan Eunhyuk abonim memang besar, namun tidak untuk anak tangganya. Ah mungkin aku akan menceritakan sedikit tentang rumah ini. Rumah Hyoyeon eommonim memiliki tangga yang lumayan kecil, hanya bisa dilewati oleh satu orang saja. Ini dikarenakan dilantai atas hanya dihuni Kai seorang dengan bahasa lain dilantai atas adalah daerah kekuasaan Kim Jong In yang menempatinya sejak kecil. Maka dari itu sebelum rumah ini dibangun arsitekturnya sudah mensetting untuk membuat tangga yang minimalis nan elegan. Oke kembali sebelumnya. Kai tetap memaksakan diri, ia tak mau mengalah bahkan untuk seorang yeoja, bahkan untuk berjalan dibelakangnya, bahkan hanya untuk sekedar mengantri berjalan dianak tanggapun. Semetara Jaeeun yang juga tak mau kalah, ia memandang Kai sinis. Tubuh rampingnya terasa sesak. Bagaimana tidak? Ia dihimpit oleh tubuh besar seorang namja. Oh hey, bahkan namja ini sangat childish sekali bukan? Hanya untuk mengantri saja tak mau-_-. Keduanya tetap memaksakan diri hingga Jaeeun mulai kesal dengan Kai, ia menjegal kaki namja disampingnya dan membuat namja ini akan terjatuh, namun sialnya Jaeeunpun juga ikut tergeret oleh Kai. Ya, sebelum benar-benar terjatuh Kai segera mencengkram lengan Jaeeun dan membawanya ikut jatuh. Dan akhirnya Kai dan Jaeeunpun jatuh bersamaan. Keduanya berteriak heboh disana.

“KKKYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriak Kai dan Jaeeun bersamaan.

BRUKK

Setelah pantat mereka berhantaman dengan beberapa anak tangga kini mereka jatuh tersungkur dilantai dasar. Hyoyeon yang mendengar teriakan kedua anaknya segera berlari menuju asal suara tersebut. Ia melihat Kai yang memegangi pinggangnya berusaha untuk berdiri sedangkan Jaeeun ia membenarkan kacamatanya yang miring kemudian berdiri. Ia juga mendesah kesakitan.

“Omo! Apa yang barusan kalian lakukan? Gyahahah Jongin kau seperti seorang ahjussi tua bahkan seorang haraboji yang terkena encok” Ujar Hyoyeon lantang membuat Kai memutar kesal kedua bola matanya.

“Jaa~ Kajja eomma sudah menyiapkan makan malamnya” Hyoyeon segera mendekat kearah Jaeeun dan Kai, ia kemudian menggandeng keduanya menuju meja makan.

Setelah Kai, Jaeeun dan Hyoyeon berada dimeja makan, Hyoyeon segera membagikan mangkuk yang berisi sup daging panas itu. Jaeeun tersenyum manis pada Hyoyeon. “Gomapsumnida eommoni” Ia kemudian berdiri dan mengencangkan kacamatanya. “Keundae sebelumnya aku ingin kekamar mandi dulu” Jaeeun membungkuk dan tersenyum. Hyoyeon balas tersenyum pada Jaeeun.

“Yeoja itu cantik sekali saat tersenyum, ia bahkan sangat sopan” Gumam Hyoyeon.

“Tsh” Kai yang mendengar berdesis sinis. Ia menyangga kepalanya dengan tangan kirinya. Selera makan namja ini hilang setelah ia terjatuh dari tangga beberapa menit yang lalu.

“Appa dimana?” Tanya Kai singkat pada eommanya yang sedang sibuk dengan phonecellnya.

“Dia ada dikamar, sedang menyiapkan barang-barangnya” Jawab Hyoyeon cuek tanpa melirik putranya sedikitpun. “Ahh yeoboseyo. Nde?? Ne jamkkaman…” Hyoyeon segera beranjak pergi setelah mendapat sebuah panggilan yang bisa dibilang penting itu. Wanita ini segera menjauh dari meja makan dan mencari tempat yang sedikit longgar.

Sementara dengan Kai, ia menatap bayangan wajahnya yang menurutnya tampan di sup panas beruap tersebut. Moodnya hilang bahkan untuk sekedar makan saja. Otaknya mulai bekerja dan menemukan ide jahil yang terlintas begitu saja. Pandangan mata namja ini menuju arah kamar mandi yang pintunya masih tertutup. Ia kemudian meraih sebuah benda kecil bergambar cabe. Yeah, itu adalah sambal cabe bubuk yang ada di meja makan. Kai merobek bungkusnya dan menaburkan semua isinya kemangkuk sup Jaeeun. Namja ini tertawa kemenangan.

“Kau sudah membuatku terjatuh dari tangga, kau menghancurkan moodku malam ini, kau bahkan sudah menghilangkan nafsu makanku! Kau harus membayar untuk semua ini Jung Jaeeun, yeoja yadong ah tidak aku memiliki julukan yang lebih tepat untukmu emm seperti alien yang terdampar atau alien yang hilang” Ujar Kai terkekeh pelan. Tak lama setelah ia melancarkan aksinya Hyoyeon kembali menampakkan dirinya, masih sibuk dengan phonecellnya.

“Kau belum memakannya Kai?” Tanya Hyoyeon sembari duduk ditempatnya yang pandangannya masih terfokus dilayar alat elektronik itu.

Kai hanya membalasnya dengan cengiran. Jaeeun kini sudah kembali dari kamar mandi. Ia juga mulai ambil posisi. Ia duduk berhadapan dengan Kai. Sesaat setelah duduk, Jaeeun melirik kearah satu kursi yang kosong. ‘Pasti itu tempat duduk Eunhyuk abonim’ batinnya.

“Aigoo! Bahkan kalian berdua tak menyentuh makanannya. Apa makananku tidak enak eoh?” Tanya Hyoyeon memecah suasana keheningan. Hening, ya hening. Bagaimana tidak? Kai dari tadi hanya menatap malas makanannya. Sedangkan Jaeeun ia melipat rapi kedua tangannya dimeja dan padangannya terlaihkan oleh satu bangku yang kosong.

“Aniyo eommoni, tapi dimana abonim?” Tanya Jaeeun menatap Hyoyeon.

“Dia ada dikamar. Wae? Palli makanlah sebelum supnya dingin” Jawab Hyoyeon mulai meletakkan benda kesayangannya itu, Yah apalagi kalau bukan Phonecell.

Jaeeun menggeleng kemudian tersenyum tipis. “Aku akan menunggu sampai abonim disini lalu memakannya”

Hyoyeon membelalakkan kedua matanya. “Kenapa kau ingin menunggui abonim?” Tanya wanita ini seraya menyesap air putih disampingnya.

“Eomma selalu mengajariku untuk menunggu appa sebelum makan. Biasanya orang yang paling ditunggu untuk makan bersama adalah appa, karena ia harus mengurus beberapa proposal yang membuatku dan eomma selalu menunggu lama karenanya. Eomma juga pernah bilang makan bersama lebih baik dari pada makan sendiri walau itu harus menunggu. Selain mempererat hubungan juga bisa membuat keharmonisan dalam rumah” Jawabnya panjang yang membuat Hyoyeon menggelengkan kepalanya.

‘Oh yeah, gadis ini rupanya dididik dengan baik oleh Bomi dan Daehyun. Aku salut dengan mereka’ Batin Hyoyeon.

Selang beberapa menit, suara derap langkah mulai terdengar jelas dan muncullah sosok tinggi berambut blonde yang sibuk dengan iPadnya. Dia Kim Hyuk Jae, tuan besar Kim.

“Kenapa belum ada yang menyentuh makanannya?” Tanya Eunhyuk seraya duduk ditempatnya.

“Jaa~ Kajja kita makan bersama” Utas Jaeeun yang mulai menggenggam sendokya diikuti oleh Hyoyeon, Eunhyuk dan Kai.

Jaeeun melahap sub hangat itu. Tak lama wajahnya memerah seketika. Kai yang melihat berusaha menyembunyikan tawanya. ‘Rasakan itu the lost alien’ batin Kai seraya tertawa nista dihatinya.

Belum dua suapan Jaeeun menaruh kembali sendoknya. “Eommoni kenapa supnya pedas sekali? Hosh… hosh… hosh…”

“Mwo? Pedas? Aku tidak memasak sup pedas untukmu Jaeeun-ah” Jawab Hyoyeon. Wanita ini kemudian mengambil mangkuk Jaeeun dan mencicipinya.

“Hempth… uhukk… Kya ini pedas sekali!!! Kenapa bisa??” Ujar Hyoyeon setelah melahap sesendok sup Jaeeun. Hyoyeon kemudian mengalihkan pandangannya pada suaminya –Eunhyuk- ‘tak ada yang mencurigakan’. Ia kemudian melirik kearah putranya –Kai- dilihatnya Kai sedang menahan tawanya hingga membuat wajah pria ini sedikit memerah, ia juga menggigit bibir bawahnya berusaha menyembunyikan sebuah tawa yang tertahan tersebut.

‘Dasar anak bandel!!!-_-’

Hyoyeon tersenyum miring. Tanpa aba-aba, ia kemudian menjewer telinga Kai dengan keras yang membuat putranya meringis kesakitan.

“Heh! Dasar anak bandel! Berani-beraninya kau menaburi bubuk cabe dimakanan Jaeeun”

“Gyaaaa… Eom… Eomma aku.. aku tidak melakukannya” Elak Kai memegangi tangan eommanya yang menjewer telinganya.

“Kau pikir kau bisa berbohong dari eomma? Tidak! Sebagai hukuman mulai besok hingga satu minggu kedepan kau harus menjemput eomma dibutik sepulang sekolah! Kau juga tak boleh pergi bersama segengmu yang anggotanya aneh selama seminggu pula!” Cerewet Hyoyeon tanpa cela sedikitpun.

“Mwo? Ya! Eomma aku tidak akan melakukan itu!”

“Atau uang sakumu eomma potong!”

Kai terdiam. Ia memang selalu kalah bila harus berdebat dengan seorang eomma. Apalagi menyangkut paut uang saku.

 

***

 

Setelah acara makan malam berakhir. Kai dan Jaeeun kembali menuju lantai atas. Kai berjalan dibelakang Jaeeun dengan memegangi telinganya yang merah dan hampir lepas karena eommanya. Saat berada dilantai atas, Jaeeun berbalik. Ia melihat Kai dengan wajah yang bisa dibilang emm… ya… sedih yang meragukan-_- begitulah.

“Ouhh… Tuan Kkamjong yang malang” Ejek Jaeeun yang memandang Kai dengan tawanya.

“Kkamjong?” Kai menyerngitkan alisnya.

Jaeeun mengangguk kemudian berujar. “Aku lebih suka memanggilmu Kkamjong daripada Kai atau Jongin dan sejenisnya”.

“Ish dasar kau lost alien!” Jawab Kai cuek meninggalkan Jaeeun. Ia kemudian masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamar itu dengan keras hingga membuat Jaeeun menjingkat.

Jaeeun mengelus dadanya. ‘Untung, aku bukan orang yang latah’ batinnya. Ia kemudian segera masuk kekamarnya. Ia menuju balkon dan tersenyum dibawah sinar rembulan. “Appa eomma berapa lama lagi aku akan tinggal disini? Aku menyayangi kalian” Ujarnya kemudian segera menuju kasur.

Pagi yang hangat mulai menyapa Seoul. Jaeeun mulai terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam weker bergambar domo kartun faforitnya menunjuk angka 6. Ia kemudian bangun dan beranjak menuju kamar mandi. Setelah itu ia segera mengenakan segaram SMA barunya, lengkap dengan bet dan dasi. Ia ternyum didepan cermin yang menampakkan bayangan dirinya. “Aku sudah menjadi murid SMA” Ujarnya menenteng tas bergambar Domo tersebut. Ia kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan.

“Kau sudah siap Jaeeun-ah? Bisa kau bantu eommoni membangunkan Kai? Ia sangat susah dibangunkan!” Ujar Hyoyeon yang sibuk menyiapkan sarapan paginya.

Jaeeun mengangguk. Ia kemudian kembali kelantai atas dan masuk kekamar Kai tanpa mengetuknya dulu. Namun, Jaeeun segera menjerit setelah membuka pintu kamar Kai. Dilihatnya Kai yang sedang telanjang dada dengan rambut yang masih basah sedang bercermin. Kai menoleh dan ikut berteriak kaget.

“KKYYYAAAAAAAAA” Teriak Jaeeun kemudian segera menutup keras pintu kamar pria tinggi berkulit gelap ini hingga membuat sang pemilik kamar terjingkat.

“KKKYYYAAA!!! YEOJA PABO!!” Teriak Kai. Namun seperti kemarin tak ada balasan, Jaeeun sudah buru-buru berlari menjauh menuju ruang makan.

“Eommoni… Eommoni… Eommoni… Kai sedang berbyeontae-byeontae ria didepan kaca… Huwaa eommoni mataku terkontaminasi lagi dengan hal-hal sacral yang terlarang untuk yang kedua kalinya” Teriak Jaeeun menggema dan segera mendekati Hyoyeon.

“Kai sudah bangun?” Tanya Hyoyeon santai. Wanita ini membiarkan Jaeeun menenangkan dirinya sendiri.

“Ne… Dia didepan kaca tanpa mengenakan busana… Kyaa mataku sudah ternodai” Jawab Jaeeun.

“Kau sendiri yang salah! Masuk kamar orang tanpa permisi!” Sahut Kai tiba-tiba. Namja ini kemudian mengacak poni Jaeeun dan segera duduk didepannya.

Jaeeun yang melihat penampilan Kai tertegun sementara. Namja byeontae yang suka mengekspose tubuhnya sendiri didepan kaca kini terlihat manly. Dua kancing kemeja bagian atas yang ia biarkan sedikit terbuka serta rambut yang berdiri membuatnya begitu sempurna. Ditambah dengan paras dingin khas pria ini. Acara sarapan pagipun sudah dimulai, namun hanya ketenangan yang ada disana ahh mungkin bisa diartikan sebagai suasana hening. Kai yang sibuk melahap makanannya begitupun dengan Jaeeun. Hyoyeon yang juga sibuk makan sambil mengecek akun e-mailnya dan Eunhyuk yang makan sibuk dengan iPadnya. Setelah makan pagi selesai, Jaeeun segera berpamitan pada Eunhyuk dan Hyoyeon. Ia juga sempat memeluk Hyoyeon beberapa detik dan tersenyum manis. Gadis ini segera menuju gerbang rumah keluarga Kim.

“Ya! Kau mau kemana?” Teriak Kai dari kejauhan membuat Jaeeun menoleh.

“Sekolah” Jawabnya santai.

“Dengan berjalan?”

“Emm.. ya, tentu saja”

“Tch… Kau bahkan butuh waktu 1 jam untuk sampai disekolah.. Tunggu aku” Jawab Kai menyilangkan tangan didadanya. Ia menyeringai kemudian segera berlalu menuju begasi.

Jaeeun memutar kedua bola matanya dan menaikkan bahunya seolah tak perduli perkataan Kai barusan. Ia tetap melangkah keluar menyusuri jalan. Sementara Kai ia mulai menyetater mobil Ferrari silver keluaran Italia kesayangannya yang berada dibagasi mobil. Kai kemudian menancapkan gas dan keluar dari rumahnya. Saat Kai sudah berada didepan pagar rumahnya ia mulai mengalihkan pandangannya melihat sekeliling. ‘Dimana alien itu?’ batinnya yang masih terfokus mencari bayangan yeoja alien yang dicarinya.

“Apakah anak itu tak mendengarkanku?” Kai mengedikkan bahunya tak perduli. Ia kembali melanjutkan perjalanan kesekolah.

Namja ini kemudian melajukan mobil mewahnya menuju jalan raya. Tak jauh dari tempatnya ia melihat seorang gadis mengenakan seragam yang sama dengannya, seragaam sekolah Seoul Senior High School (SSHS) dengan rambut dikuncir rapi dan mengenakan tas ransel bergambar Domo. ‘Maja itu dia’. Kai segera menepi dan membuka kaca mobilnya.

“Ya! Kau mendengar perkataanku tadikan?” Bentak Kai pada gadis yang berjalan santai ditrotoar yang tak lain adalah Jaeeun, Jung Jae Eun.

“Kau terlalu lama” Jawabnya enteng meninggalkan Kai.

“YA!” Kai segera turun dari mobil dan mengejar Jaeeun. “Heh kucing alien… Kau ingin terlambat hah?” Bentak lelaki hitam ini seraya menahan tangan Jaeeun yang hendak berlari.

“Aku ingin berangkat sendiri!! Kau pergi saja duluan!! Aku tidak butuh tumpanganmu” Jaeeun balas membentak sinis Kai, ia juga menempis tangan Kai. Yeoja ini segera berlari meninggalkan pria tinggi berkulit gelap diam mematung diposisinya.

Kai mengumpat lantas menaikkan alisnya kemudian segera masuk kedalam mobilnya. “Dasar keras kepala! Lihat saja nanti!” lelaki ini kemudian melaju dengan kecepatan maximum meninggalkan Jaeeun jauh dibelakangnya. Oh ayolah kalian tahukan bagaimana cepatnya mobil Ferrari bila sudah melaju? Apalagi dengan kecepatan maximum! Ya, itulah hoby Kai yang sering ia lakukan. Setiap berangkat sekolah selalu mengenakan kecepatan diatas rata-rata. Bahkan ia sering menggunakan speed 325 km/jam. Dan membutuhkan waktu hanya 5 menit untuk perjalanan kesekolah. Yang bila dikira-kira perjalanan kesekolah dari rumah membutuhkan waktu 30-60 menit bila mengenakan kecepatan rata-rata. Lantas bagaimana dengan Jaeeun? Kita lihat saja nanti, apa yang akan terjadi dengan gadis keras kepala ini.

 

***

 

Upacara pembukaan siswa baru kini telah dilaksanakan. Semua murid yang ada disana sudah mengambil barisan. Begitupun dengan Kai, yang berada didepan sendiri bersandingan dengan Sehun dan dibelakangnya ada Baekhyun, D.O dan Suho. Segeng yang selalu bersama. Atau yang sering dipanggil Xoxo geng. Kai, Sehun, Baekhyun, D.O, Suho dan satu anggota lain yang belum menampakkan ujung hidungnya sampai sekarang mereka adalah sahabat. Sejak SMP mereka sudah menjalin hubungan sebagai lebih dari seorang sahabat bahkan hubungan mereka seperti sebuah keluarga yang dipimpin oleh Suho, Si Kaya yang juga cerdas.

Sementara disisi lain seorang yeoja tengah berlari tergesa-gesa setelah melihat angka 7.50 dijam tangan bergambarkan rillakuma tersebut. Wajahnyapun juga sudah dipenuhi oleh peluh yang mengelucur deras dari pelipisnya. Dengan sekuat tenaga ia berlari sekencang mungkin menuju tempat yang ia tuju. Senyumnya sedikit terlihat diwajah lesunya setelah mendapati bangunan besar bertuliskan ‘Seoul Senior High School (SSHS)’ Di depannya. Ia kemudian berlari lagi dan segera mendekat kearah pintu gerbang bangunan yang besar itu.

“Oh god aku telat… Hoshh… hoshh… hoshh” Ujarnya memandangi beberapa siswa yang sudah mulai kembali menuju kelasnya. “Aisshh bahkan diupacara penerimaan siswa baru aku tidak bisa ikut karena telat!! Tahu begini aku menuruti apa kata namja hitam itu” Gadis ini merutuki dirinya sendiri, perasaan kecewa, lelah serta lesu bercampur menjadi satu membuatnya ingin menangis. Tapi tunggu, menangis untuk apa? Karena telat? Tidak bisa mengikuti upacara penerimaan siswa baru? Itu salahnya sendiri bukan?! Kenapa tadi ia menolak tawaran Kai!. Wajahnya semakin lesu seiring dengan perasaannya yang campur aduk.

“Rupanya bukan hanya aku yang telat” Deretan kata yang terdengar dari suara berat seorang namja yang tak dikenal membuat Jaeeun membalikkan tubuhnya. Ia terbelalak melihat sosok namja tinggi berambut kecokelatan yang mengenakan sebuah topi berlambangkan New York menancap sempurna dikepalanya.

“Kau tidak masuk?” Pria ini kembali membuka mulutnya dan bertanya pada gadis dengan penampilan kusut itu. Gadis itu Jaeeun, ia hanya menggeleng pelan, mewakili jawabannya.

“Aku takut akan dihukum” Jawab Jaeeun dengan suara yang sedikit bergetar.

“Tidak mungkin! Kita siswa baru.. Ja kajja” Pria ini kemudian segera membuka pintu gerbang sekolah tersebut dan memasukinya, disusul dengan Jaeeun.

Mereka berduapun segera berjalan bersama menyusuri lorong-lorong kelas yang sangat panjang. Bukannya tak ada tujuan melainkan mereka mencari ruang kelasnya masing-masing.

Hening…

Ya, suasana heninglah yang menemani Jaeeun dan pria tinggi ini sepanjang perjalanan. Masih belum ada yang ingin membuka pembicaraan disituasi hening sekaligus canggung sekarang. Namun sepertinya pria ini mulai melirik Jaeeun dan berdehem membuat Jaeeun menatapnya.

“Sepertinya dari tadi hanya aku yang membuka pembicaraan… Namamu siapa?”

Jaeeun tersenyum kemudian membuka mulutnya. “Jaeeun, Jung Jae Eun… Kau sendiri?”

“Park Chan Yeol. Aku kelas 10-1” Ujarnya balas tersenyum pada Jaeeun.

“Kau siswa unggulan? Whoo sepertinya kita akan satu kelas”

Pria ini, Park Chanyeol membelalakkan matanya kaget. “Jinjja? Kau juga kelas unggulan? Kalau begitu kajja kita cari kelasnya bersama” Cerosos Chanyeol antusias. Merekapun dengan riangnya berjalan bersama mencari ruang kelas unggulan. Dimana hanya siswa yang memiliki bakat dan kecerdasan luar biasa yang bisa memasukinya. Tentu saja, Chanyeol namja yang cerdas, hingga ia bisa menjadi urutan ke-2 dari 25 siswa kelas unggulan. Dan mengenai kecerdasannya, pria ini termasuk golongan genius yang memiliki IQ 170 yang bahkan kejeniusannya hampir menyetarai seorang ilmuan terkenal Einsten dan Edison wow fantastic baby.

Tak lama mereka berjalan akhirnya panca indra penglihatan keduannyapun tertuju pada satu pintu yang tertutup rapat, dengan tulisan 10-1 diatas pintu tersebut.

“Kau masuk saja duluan, ada sebuah telpon dari appaku” Ujar Chanyeol pada Jaeeun. Yeoja ini mengangguk dan segera membuka knop pintu berwarna silver yang diyakini terbuat dari platinum itu.

~

“Parkenalkan, namaku Byun Baek Hyun… Senang bertemu kalian” Ujar lelaki ber-eyeliner hitam dan tebal dengan PDnya. Rupanya, pria ini sedang mengenalkan dirinya.

Sementara dengan Jaeeun, ia segera menuju kearah seseorang yang diyakininya sebagai seorang guru yang sedang berada disudut kelas, memantau kegiatan perkenalan diri tersebut.

“Josoyohamnida seongsaenim, saya terlambat” Ujar Jaeeun sopan seraya membungkuk pada lelaki paruh baya yang memakai kacamata tebal.

Lelaki ini mengencangkan kacamatanya dan melirik jam analog yang melingkar sempurna dipergelangan tangannya. “Kau telat 5 menit dipelajaranku!!” Ia menarik nafas kemudian menatap Jaeeun tajam. “Katakan, hukuman apa yang pantas untukmu?”.

Jaeeun mengerutkan alisnya. “Nde?”

Pria ini menyilangkan tangannya kemudian berujar. “Aku memberimu kebebasan padamu anak muda, kau bisa memilih sendiri hukuman apa yang pantas untukmu! Dihari pertama sekolah yang ter-lam-bat murid baru!”. Jelas guru ini.

Jaeeun tampak berpikir keras, hingga kemudian sebuah ide terlintas dipikirannya. “Aku akan menulis essai sepulang sekolah seongsaenim”.

“Ohh Essai… Baik! Aku menginginkan 10 lembar essai hasil karyamu sendiri, tidak boleh ada coretan pensil! Semua ditulis menggunakan bulpoin, tidak boleh ada bekas corrector, tidak boleh terlalu kecil tulisannya, tidak boleh terlalu besar juga, harus rapi. Aku akan menunggu sampai jam 4 sore!” Cerocos pria ini panjang lebar kembali mengencangkan kacamatanya. Ia kemudian berlalu dan menuju kearah papan tulis.

Sedangkan Jaeeun, ia mengerjap-ngerjapkan matanya berkali kali. ‘tidak boleh ada coretan pensil! Semua ditulis menggunakan bulpoin, tidak boleh ada bekas corrector, tidak boleh terlalu kecil tulisannya, tidak boleh terlalu besar juga, harus rapi’. Seolah kata itu sihir kutukan bagi Jaeeun yang mendapat hukuman dihari pertamanya sekolah. ‘Sudah telat sekolah, tidak mengikuti upacara penerimaan siswa baru, mendapat hukuman menulis essai. Apa ini kesan pertamaku masuk sekolah SMA? Oh hey yang benar saja! Sangat miris! Biasanya yang kulihat didrama kesan pertama masuk SMA adalah berkenalan dengan teman yang baik atau mendapat kenalan pangeran sekolah dan yang lainnya. Kukira nasibku tidak akan seburuk ini’ Jaeeun menggerutu kesal dihatinya, ia kemudian menuju satu tempat duduk kosong disamping namja yang tempat duduknya bersebelahan dengan jendela. Tak lama setelah Jaeeun duduk, ia melihat Chanyeol mulai menampakkan ujung hidungnya menghampiri seongsaenim killer itu.

“Annyeong hasimnika, Josoyohamnida saya terlambat” Ujar Chanyeol membungkuk pada seongsaenim yang mulai menulis beberapa patah kata dipapan tulis.

Guru itu menegakkan kakinya dan menghembuskan nafas beratnya. “Kau telat 7 menit pemuda tinggi! Apa hukuman yang pantas buatmu?”

“Saya akan mengikuti apa yang seongsaenim perintah” Jawab Chanyeol cepat.

“Cari hukuman yang pantas untuk siswa baru yang telat masuk kelas 7 menit” Ujar Guru killer ini.

“Saya akan menulis essai. 15 halaman. Tanpa corrector, tanpa coretan pensil, bersih dan rapi. Saya akan menyelesaikannya sebelum jam 4 sore” Jawab Chanyeol yakin dengan kata-katanya. Tak ada keraguan dalam nada bicaranya, seolah ia sudah pernah mengalami hal yang sama.

“Baiklah, aku memegang kata-katamu anak muda. Cepat cari tempat duduk yang kosong sekarang” Ujar guru itu pada Chanyeol.

Chanyeol segera menuju satu tempat duduk kosong didepan Jaeeun, ia menoleh kebelakang dan menatap Jaeeun dengan mata berbinar seperti memiliki sebuah maksud tersendiri. “Nanti kita kerjakan bersama”.

Jaeeun tersenyum dan mengangguk. Ia kemudian mengacungkan jempol pada Chanyeol.

“Sepertinya kau sudah memiliki teman baru… The lost alien”

Jaeeun tertegun. Suara bass namja disampingnya mencuri perhatiannya yang membuat gadis ini menengok kearahnya. Ia lantas terkejut membulatkan kedua matanya dan menganga.

“Kai??…”

 

TBC

 

Yo~ minna-san :3 aku mau memperjelas tokoh-tokohnya, sebenernya itu yang jadi appanya Kai adalah Eunhyuk SUJU *O* Cuma aku rubah nama marganya yang semula Lee menjadi Kim. Kenapa aku pilih dia? Alasan paling kuat yaitu emm.. ya.. itu… karna dia memiliki sifat yang sama seperti Kai pecinta yadong *oke lupakan-_- selain itu Eunhyuk dan Kai itu dancing machine yang hebat *promosi. Dan untuk Hyoyeon, aku milih yeoja ini buat eommanya Kai karna ia juga dance machinenya Girls Generation *Cucok dah keluarga dance machine ^o^, ntar kerjaan tiap hari ngedance terus. Aku juga suka sama couple HyoHyuk. Sebenernya bukan hanya Eunhyuk saja yang aku ganti marganya.. Ada juga Jung Bomi yang awalnya Yoon Bomi. Aku nyesuaiin dengan marganya Jung Daehyun (B.A.P). Dan mungkin ada beberapa pemeran tokoh lain yang disini dengan marga yang berbeda/nyesuaiin gitu. Berbicara dichapter ini, semoga kalian bisa menikmati jalan cerita yang sedikit aneh hasil pikiran saya. Oke segitu dulu, see you in next chapter^^ Thanks for reading \(^-^)/ jan lupa RCLnya ya^^

42 thoughts on “WHAT? SHE LIFE IN MY HOME?! (Chapter 1) [freelance]

  1. sangat menikmati ceritanya ^^ banyak sih ide cerita yg kyk gini, tapi semoga aja yg ini beda dari yg lain ya ^^ lanjutannya jgn lama”
    dan next chapter kasih sedikit konfliknya, kan chapter ini baru pengenalan tokohnya ^^ semangat!

  2. Haii…Numpangg baca yahhhh thorr🙂
    awalnya aku kira jongin bego eh malah masuk kelas unggulan . Makin kesini makin penasarann bangett
    aku nunggu lohh thor^^ fighting

  3. Cuma mau komen jarak rumah-sekolah.-.
    Tolong pikirkan, kalo jarak rumah Kai kesekolah 1 jam, lantas berapa jam jarak rumah Jaeeun kesekolah? Dan kalo Jaeeun tau alamat sekolahnya, otomatis Jaeeun tau dong berapa waktu yang ditempuh? Kalo tau jauh, kenapa milih jalan kaki? Tapi ya.. terserah author sih mau dibikin gimana.. overall ini udah cukup bagus, tapi aku bacanya masih berasa ngebut/g.
    Fighting!!❤

  4. Hai Mina…🙂

    wah ky nya Chanyel bakal jd saingan cintanya Kai nih…
    klo inti crt ch klo bleh nebak psti nntinya dr benci jd cinta gthu ya ?
    Kai…ap ia gthu dlm knytaan dy org yg yadong ?
    klo emg ia, aduh q g nyngka lho, pdhl kliatnnya dia itu alim gmn gthu, pas d exo’s showtime jg g byk bicara…
    n Chanyeol, dlm knytaan ap ia dblik kekonyolannya dy mmiliki seorng jenius ??? q jg sring nemuin pnggmbarn krkter Yeol gthu d ff2 lain…

    klo typo msh ada ch,
    trus ada jg prpindhn tmpt n wkt yg jeda nya kurng jls, jd ky tiba2 udh ada d tmpt n wkt yg brbda gthu, tp crt nya ky msh nytu sm alinea sblunnya…hehe mian aq so2an kritik…
    tp tetrp smngt ya Mina,
    aq tnggu next chap nya…🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s