You’re My Destiny part 7

youre-my-detiny

Author : Fantastic818

Tittle : You’re My Destiny

Cast :
Xi Luhan
Kim Hyemun
Oh Sehun
Han Seul Rin
Genre : School Life, Romance, Sad
Rating : Teen

 Part Sebelumnya
3 jam sebelum kejadian
Seul Rin meninggalkan kantin dengan sangat marah, bagaimana mungkin ia tidak marah ? Rahasia yang baru saja ia ingin tutupi dari Sehun harus terbongkar dalam waktu yang cukup singkat, walaupun ia tak tahu bahwa bukan Sehun yang mengambil kertas miliknya.
‘Bughh’
Ia menjatuhkan tubuhnya dibangkunya kemudian menelungkupkan wajahnya diantara lengannya. Ia menangis sambil terisak, untungnya tak seorangpun berasa di kelas saat itu jadi ia puas untuk menangis.
‘Drrt’
Ponsel yeoja itu bergetar, ia menghapus air matanya secara kasar kemudian mengambil napasnya dengan berat kemudian menghembuskannya secara kasar.
“Yeoboseyo ?”
“Yeoboseyo, Seul Rin~ssi” Ah, itu suara Myung Soo
“Ada apa ?”
“Eumm,, bagaimana kalau aku menjemputmu nanti. Kurasa itu lebih baik daripada kita ketemuan di suatu tempat”
“Terserah, walaupun kau memaksa aku juga tak mau”
“Ayolah Han Seul Rin,fisikmu sudah sangat lemah. Kau-“
“SUDAH KUBILANG AKU TAK MAU !!! BISAKAH KAU JANGAN MEMAKSAKU !!!” potong Seul Rin cepat, tangisannya semakin deras.
“Seul Rin~sii, kau menangis ?” tanya Myung Soo yang mulai khawatir, sebenarnya ia sudah tau ada yang aneh dari gadis itu namun ia hanya megira bahwa Seul Rin hanya flu biasa.
“Hiks hiks”
“Baiklah, kau boleh pulang sendiri, jangan lupa kunjungi Rumah Sakit sepulang sekolah ne ?”
“Arra”
“Kutunggu, jangan lupa ne ? Sampai jumpa nanti”
‘Kliikk’
Seul Rin memutuskan sambungannya, ia tak mau berbicara lama – lama karena itu akan membuatnya semakin menangis.
Tak lama kemudian banyak siswa yang masuk karena jam istirahat telah selesai, katika Sehun melewatinya ia hanya menunduk walaupun ia tahu bahwa Sehun selalu menatapnya bahkan sampai pelajaran itu selesai 2 jam kemudian.
~~~~~
Seul Rin bergegas pulang, bukan Rumah Sakit tujuannya. Ia pulang kerumah dan mengambil gulungan kertas dan membawanya kesuatu tempat.
Ia melewati banyak taman dan jalanan yang mengingatkannya pada orang yang ia sayangi, Sehun dan Riri Eonni. Yup ! Tujuannya adalah tempat peristirahatan Riri yang terakhir, ia ingin memberikan gulungan kertas yang menggambarkan wajah Luhan, namja yang Riri bilang harus ia jaga dan bahagiakan. Tapi meskipun Luhan bahagia tapi kalau dirinya sendiri tidak bahagia bukankah itu lebih menyakitkan, mungkin lebih baik dari awal ia memilih untuk menjadi egois.
Langkahnya terhenti di jalur menyebarangan, 5 menit lagi ia akan tiba dipemakaman dan memberikan lukisan itu untuk Eonninya dan memilih untuk pergi dan menghilangkan semuanya. Untuk apa ia hidup kalau semua orang yang ia sayangi tak lagi percaya lagi padanya tapi kalau ini semua dikoreksi maka ini juga salahnya.
Lampu hijau untuk pejalan kaki telah menyala, banyak penyebrang yang sedang menyeberangi zebra cross namuan Seul Rin tetap melamun sampai Zebra Cross terlihat sepi ia memilih untuk berjalan tanpa melihat bahwa lampu lalu lintas telah berubah menjadi warna kuning dan akhirnya lampu hijau untuk kendaraanpun menyala.
Dalam hitungan detik, darah bercucuran dimana – mana. Entah mereka menyadari atau tidak bahwa seseorang telah tertabrak disertai gulungan kertas yang ia genggam. Menyadari itu, supir truk yang menabraknya segera lari untuk menyelamatkan diri.
Sialnya hanya ada 5 orang yang membantu gadis itu untuk menolongnya.
‘Drrt’
Seorang namja merasakan getaran di ponsel gadis itu, ia mengambilnya dan menggeser tombol hijau dari panggilan seseorang yang beetuliskan nama Kim Myung Soo.
“Yeoboseyo Seul Rin~ah ?”
“Yeoboseyo ?” namja asing itu membalas panggilan Myung Soo
“Eh, mianhae. Bisakah aku berbicara dengan Han Seul Rin ?”
“Ah, mianhae Myung Soo~ssi. Dapatkah anda datang kesini untuk menolongnya ? Gadis ini kecelakaan beberapa menit yang lalu dan supir truknya melarikan diri. Kami di xxx, cepatlah, aku tak tahu harus bagaimana membawa yeoja ini karena aku hanyalah seorang pejalan kaki” jelas namja itu, walaupun ia sudah cukup berumur tapi ia masih memiliki rasa peduli berbeda dengan pejalan kaki yang lain yang melihat kejadian itu tanpa menolong Seul Rin –yeoja yang tertabrak tadi-.
‘Tunggu aku, ajjushi”
‘Kliik’ panggilanpun terputus.
~~~~~
“Ya ! Apa yang terjadi padanya huh ! Kau apakan dia sampai dia tertabrak ?!” teriak Sehun yang barus saja tiba setelah mendengar berita tertabraknya Seul Rin.
“Aku baru saja tiba, aku juga baru tau kalau ia kecelakaan. Jika bukan karena Ajjushi ini, ia mungkin takkan tertolong” jawab Myung Soo sesantai mungkin walaupun sebenarnya ia benar – benar khawatir.
Sehun menatap Pak Tua yang berada disamping Myung Soo, ia menunduk sebagai rasa terima kasih “Kamsahamndia Ajuushi, kalau bukan karena Ajussi mungkin Seul Rin tak selamat. Sekali lagi kamsahamnida Ajjushi” ujarnya sambil terus menerus menunduk.
Ajjushi itu tersenyum “Ne, cheonma. Sepertinya kau begitu khawatir dengan yeojacingumu itu”
“Hah ? Kami tidak berpacaran kok Ajjushi, kami hanya bersahabat” jawab Sehun sambil menutupi kebenaran.
Myung Soo menghela napasnya berat “Sehun~ssi, Ajjushi aku pergi dulu. Banyak pasien yang harus kuperiksa, yang memeriksa Seul Rin adalah Appaku jadi kau jangan khawatir. Okay ?” ucap Myung Soo sambil menenangkan Sehun, dilihat dari manapun semua orang pasti tahu bahwa Sehun sangat menyayangi Seul Rin begitupun sebaliknya walaupun hubungan mereka telah bubar sejak Riri meninggal.
Sepeninggal Myung Soo, Sehun mulai memperkenalkan dirinya “Annyeong Ajjushi, joneun Oh Sehun inmida”
“Annyeong Sehun~ssi, kau bisa memanggilku Paman Zhang, Zhang Tian Qi”
“Ah, annyeong Zhang Ajjushi.” Ucap Sehun lagi, well kau kebanyakan mengatakan ‘Annyeong’ hari ini Sehunnie.
Zhang Ajjushi tampak khawatir, entah apa yang di khawatirkannya iapun mengajak Sehun untuk berjalan – jalan mengelilingi taman Rumah Sakit.
Zhang Ajjushi lebih memilih untuk duduk di bangku taman kemudian Sehun menurut lagi.
“Sehun~ssi, kau mengenal anak ini ?” tanya Zhang Ajjushi sambil membuka gulungan kertas yang ia temukan di tempat Seul Rin kecelakaan tadi. Sehun melihat lukisan itu dengan takjub, ia sangat mengenal wajah namja yang ada dilukisan tersebut.
“Ne, aku mengenalnya. Dia hyungku” jawab Sehun dengan sopan, Zhang Ajjushi menghela napasnya dengan berat.
Sehun tampak bingung, untuk apa Ajjushi ini menayakan tentang lukisan Luhan Hyung ? “Memang ada apa, Ajjushi ?”
Zhang Ajjushi menatapnya dengan tajam, bukan tatapan kemarahan tetapi tatapan memohon “Sehun~ssi, bisakah kau memberikan ini padanya ? Walaupun ia telah mengetahui tentang lukisan ini mungkin akan lebih baik apabila ia yang menyimpannya” ujar Ajjushi itu sambil menyodorkan gulungan kertas tersebut.
Sehun meraihnya, ia menatap bagian bawah kanan lukisan itu yang bertuliskan nama ‘Lim Ri Chan’
“Luhan Hyung mengenal Riri Noona ?” tanya Sehun pada Zhang Ajjushi dan dibalas hanya dengan senyuman.
“Bagaimana ini bisa terjadi ?” tanya Sehun lagi
“Biar kuperjelas anak muda, gadis yang melukis wajah namja ini adalah cinta pertamanya namja ini namun cinta sejatinya hanyalah yeoja yang sekarang berada disampingnya” jawab Ajjushi sembari tersenyum, Sehun semakin bingung.
“Tapi mengapa Seul Rin justru yang berada disamping Luhan Hyung saat ini, padahal ia sudah berpacaran dengan Myung Soo ?” tanya Sehun lagi
Lagi – lagi Ajjushi menjawab sambil tersenyum “Seul Rinmu bukan milik siapa – siapa saat ini Sehun~ssi, ia masih milikmu dan hatinya akan selalu ada untukmu. Walaupun ia bersama orang lagi sekarang tetapi jodoh akan bersama kita, karena gadis itu adalah takdirmu”
Sehun masih tak percaya, ia kembali menatap lukisan wajah Luhan di kertas itu. Ia kembali menatap Zhang Ajjushi “Apa benar Riri Noona yang melukis ini ? Bukankah Riri Noona tidak bisa melukis ?” tanyanya
“Apa yang tidak mungkin kau lakukan untuk orang yang kau cintai Oh Sehun~ssi. Walaupun itu mustahil tapi kau pasti akan melakukannya, kan ?”
Sehun merenungi apa yang diucapkan Zhang Ajjushi padanya. Ia benar, bahkan Sehun merelakan Seul Rin berbahagia dengan Luhan meskipun dirinya sendiri patah hati, asal Seul Rin bahagia ia pasti juga bahagia.
“Oh Sehun~ssi” Sehun menoleh
“Percayalah bahwa gadis itu adalah takdirmu, meskipun kalian harus melalui berbagai rintangan pati kalian akan melewatinya”
~~~~~~~
Sehun kini berada di kamar Seul Rin, ia menatap map kuning yang berisi tentang penyakit yang diderita Seul Rin, Kanker Otak. Ia memang sadar bahwa ada yang aneh dari sikap yeoja itu padanya, menjauhinya, mengacuhkannya, bahkan berpura – pura pacaran dengan Kim Myung Soo. Kemudian matanya beralih pada kertas Hello Kitty yang ia baca ketika pulang sekolah tadi, Kim Hyemun memang mencari namja yang ia temui di China dan Sehun sendiri tak pernah ke China, walaupun pernah itupun ke Taiwan bukan ke Beijing. Hei, bukankah itu sama saja pernah ?
‘Ceklek’
Sehun melihat kedua sosok yang baru saja memasuki ruang rawat Seul Rin, Luhan dan Hyemun. Entah sejak kapan kedua orang itu akrab, Sehunpun tak tahu dan ia takkan pernah peduli.
“Bagaimana keadaannya ?” tanya Hyemun khawatir, Sehun masih menatap sendu yeoja yang kini terbaring dengan berbagai macam alat ditubuhnya.
“Sehun~ah ?” panggil Luhan untuk menghentikan lamunan Sehun namun Sehun tak juga merespon.
“Sehun !” kali ini Luhan sedikit membentak dan Sehun sukses menghentikan lamunannya.
“Katakan yang sebenarnya” ujar Luhan yang sedikit menggantung.
“Apa ?” tanya Sehun heran, jujur Author sendiri bingung Luhan ngomong apa ? *Plakk #Abaikan
“Lukisan” satu kata itu membuat Sehun mengerti, ia memberikan gulungan kertas itu kepada Luhan.
“Ini lukisan buatan Riri Noona untukmu” ujar Sehun sambil memberikan gulungan kertas itu, tapi Luhan tak merespon
“Aku sudah tau tentang itu, aku sudah tau kalau Riri adalah sepupu Seul Rin. Yang aku maksudkan adalah, mengapa lukisan ini ada ketika Seul Rin kecelakaan ? Mengapa ia membawanya ?” tanya Luhan menggebu – gebu
Sehun menundukkan kepalanya “Aku tak tahu”
“YA !! NEO !!!” Luhan hampir saja menamparnya kalau Hyemun tak menahannya sambil menggelengkan kepalanya tanda jangan.
Luhan menghembuskan napasnya berat kemudian menghembuskan napasnya berat “Bagaimana bisa kau menemukan lukisan ini ? Menurutku lukisan ini ada di rumah Eommanya Riri” tanyanya dengan nada kesal.
Sehun terbelalak “Jadi Hyung benar – benar mengenal Riri Noona ? Kapan Hyung bertemu dengannya ?” tanya Sehun khawatir
Untung saja Luhan masih memiliki kesabaran yang cukup untuk menjawab pertanyaan dongsaeng kesayangannya ini, kalau bukan mungkin ia sudah menyumpah serapah karena selalu mengganggunya untuk menjelaskan semuanya ke Hyemun.
“Ya, aku mengenalnya. Tetapi aku hanya bertemu bayangannya” jawab Luhan jujur
Sehun tak percaya “Hyung bohong”
“Ani, aku jujur. Tanya saja Han Ajjumha, eommanya Riri” jawab Luhan yang merasa sesak untuk mengulang peristiwa 2 tahun yang lalu ketika ia kehilangan yeoja yang ia cintai pada pandangan pertama. Bahkan gadis itu sudah meninggal sebelum mereka bertemu secara wajar.
“Kata Zhang Ajjushi dia cinta pertamamu eoh ?” tanya Sehun menyelidiki, Hyemun hanya mendengar pembicaraan kedua namja itu maka dari itu ia lebih memilih diam.
Luhan terkaget ketika mendengar nama Tuan Zhang, sepertinya ia familiar dengan nama itu “Tuan Zhang ? siapa dia ?” tanyanya
“Itu lohh, Ajjushi Tua yang menyelamatkan Seul Rin” jawab Sehun sambil menatap Seul Rin yang kini hidungnya terpasang selang oksigen untuk bertahan hidup.
Luhan menatapnya kasihan “Lalu .. Dimana Tuan Zhang ? Aku harus berterima kasih padanya karena telah menyelamatkan adik Riri”
“Dia pergi sebentar, katanya dia ingin membeli sesuatu untuk Seul Rin” jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari yeoja yang ia cintai
Kini suasana terasa sepi, tak ada suara yang terdengar seelah Sehun melontarkan kalimat tersebut.
Tiba – tiba pintu kamar terbuka,terlihat seorang Ajjjushi Tua yang memasuki ruangan tersebut.
“Annyeong Tuan Zhang” sapa Sehun sambil menundukkan badannya
“Annyeong Oh Sehun” balas Tuan Zhang sambil tersenyum
“K-Kau Zhang Mei Hui ?” ujar Luhan tiba – tiba, ia kaget melihat Ajjushi itu. Ajjushi itu mengerutkan alisnya heran “Mei Hui ? Dia keponakanku”
Tuan Zhang duduk disamping ranjang Seul Rin “Bagaimana keadaanya ?” tanyanya, Sehun menggeleng “Masih lemah”
Suasana kembali hening “Ajjushi tau darimana kalau cinta pertamaku adalah Riri ?” tanya Luhan tiba – tiba.
Tuan Zhang menatapnya kemudian tersenyum “Aku adalah peramal, saudara kembarku yaitu Zhang Tian Jun adalah orang yang kau temui saat di toko itu. Ia memiliki anak perempuan bernama Mei Hui yang kau temui saat kembali ke toko itu”
Luhan menunduk, Tuan Zhang tersenyum dan menghampiri Luhan “Walaupun cinta pertamamu telah pergi tapi aku melihat masa depan yang cerah dari sini” Ia meraba garis tangan di telapak tangan Luhan “dengan sedikit rintangan, dan kau akan memilikinya selamanya” Luhan, Sehun dan Hyemun menatap Tuan Zhang dengan bingung.
Tuan Zhang duduk disamping Sehun kemudian meraba telapak tangannya, melakukan hal yang sama seperti Luhan “Sedangkan kau akan melewati masa – masa yang sulit dengan takdirmu, tapi jangan khawatir kalau kau akan bersedih. Kalian akan selalu bersama, dan akan ada mutiara kecil yang akan menemanimu dan menggantikannya”
Sehun menudukkan kepalanya, bukankah itu artinya sama saja kita akan kehilangan orang yang ia cintai ? Dan bicara soal mutiara kecil membuat pipi Sehun memerah.
“Baiklah, 1 jam lagi pesawatku akan berangkat. Sampai jumpa” ujar Tuan Zhang tiba – tiba berdiri hendak meninggalkan ruangan tersebut
“Tuan Zhang !” panggil Luhan “Xie xie, aku sangat berterima kasih padamu” Tuan Zhang tersenyum
“Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada Tuhan” dan orang itu hilang dibalik pintu.
Sehun masih menundukkan kepalanya, Luhan mengelus punggungnya lembut “Jangan bersedih, takdir itu bisa berubah. Berdoalah kepada Tuhan bahwa kau dan Seul Rin akan selalu bersama”
Selalu bersama ? Bukankah manusia memang ditakdirkan untuk bersama ?
~~~~~~~
Sudah pukul 10 malam tapi Sehun tak juga pulang,ia masih menunggui Seul Rin yang masih terlelap.
‘Ceklek’
Sehun menoleh, melihat Myung Soo yang memasuki ruangan itu.
“Kau belum pulang ?” tanya Myung Soo dengan ramah, ia tak mau membuat Sehun sedih setelah mengetahui orang yang dicintai Sehun itu mengidap penyakit yang mematikan
Sehun menggeleng “Aku akan menjaganya”
“Kau harus pulang, orang tuamu akan gelisah jika kau belum pulang”
“Aku akan bilang bahwa aku menemani Yeo..” ucapan Sehun terputus, mengingat alasan mengapa ia dan Seul Rin putus, ya .. Mereka sudah putus “Sahabatku yang sedang sakit”
Myung Soo mendengar suara Sehun yang tak rela menyebut Seul Rin sebagai Sahabatnya. Ia tahu, mereka berdua masih saling suka. Ia dapat melihat dari ketulusan dan tatapan Sehun yang begitu tulus dan tangisan Seul Rin setiap malam, ketika ia dulu dirawat tentunya.
“Aku mau menjadi orang pertama yang ia lihat ketika ia sadar” Myung Soo tertegun mendengar tuturan Sehun. Ia beranjak dan membuka lemari di ruangan itu dan mengambil selimut dan bantal.
“Maaf jika aku hanya memberimu ini. Kau bisa menarik kasur dibawah ranjangnya untuk tidur. Biasanya keluarga pasien yang menginap tidur disana”
Sehun menatap barang yang diberikan Myung Soo, ia tersenyum kemudian berucap “Gomawo, Hyung”
“Sama – sama”
-TBC-

Mian ya telat 1 bulan lebih buat nge – post.. kemarin soalnya lagi liburan buat ngunjungin Eyang yg lagi sakit :”( .. Mohon comment ya kalau sudah baca

28 thoughts on “You’re My Destiny part 7

  1. Ping-balik: [Last Part] You’re My Destiny part 10 | EXO Fanfiction World

  2. Thor mau request mau request!! #apaansih? Banyakin moment hyemun ama Luhan doongg.. Aku soalnya agak kesel liat sehun gampang bgt meweknyaa ㅠㅠ boleh ya thor.. Yayayyayaya??😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s