Broken Heart

Broken Heart

broken
Cast :
Han Rara
Byun Baekhyun
Genre : Sad
Rating : Teen

 

Tuhan, apa kau mau menemaniku ? Orang yang kusayang sudah tak menyayangiku

Rara pov.

Kutatap album foto kami berdua, 4 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjalani hubungan ini. Untuknya, aku bertahan selama ini. Sejak 4 tahun yang lalu, ia memadu kasih denganku, yeojacingunya. Bulir – bulir air mata membasahi pipiku, mengulang kejadian yang sangat mengesankan bagi kami berdua, ah mungkin hanya untukku sendiri. Aku bukan kebahagiannya, ia sudah bahagia dengan orang lain saat ini. Aku tahu aku egois tapi bagaimana perasaanmu ketika namjacingumu berkencan dengan yeoja lain yang padahal belum memutuskanmu dan Agensi sudah meng-konvirmasinya bahwa mereka telah menjalin hubungan selama 4 bulan. See ? I’m very poor.

~~~~~

“Annyeong, Han Rara inmida. Aku kursus disini karena aku ingin menjadi pramugari yang dapat berbicara berbagai macam bahasa. Mohon bantuannya” ucapku sembari menundukkan tubuhku 90 derajat.
Mrs. Emy memperbolehkanku untuk duduk disebuah bangku didekat namja yang bermata sipit namun tak menghilangkan kesan manis untuknya.
“Annyeong, Rara inmida” ucapku pada namja itu, ia menatapku kemudian melepas headsetnya.
“Apa ? Namamu Haha ?” tanyanya heran, aku tersenyum kemudian menggeleng “Rara bukan Haha”
Namja itu tersenyum lagi “Aisshh, padahal wajahmu sangat mirip dengan Haha ?” Apa ? Ia sedang mengolokku atau apa sih ?
“Jangan asal mengubah namaku Tuan”
Namja itu merengut “Aku tak sedang menghinamu, wajahmu mengingatkanku pada Ha Dong Hun ‘Running Man’. Kau tahu Running Man kan ?” tanyanya, aku menggeleng. “Astaga Nona Han, kau benar – benar ketinggalan zaman” Ia mengacak – acak rambutku gemas
“Kau lucu Porara”

~~~~~~

Itu pertemuanku dengannya, ditempat kursus. Awalnya aku heran, mengapa ia menyebutku mirip dengan Ha Dong Hun, padahal ketika aku mengedit wajahnya denganku justru sangat berbeda. Haha, ia memang pandai membuat orang penasaran.

~~~~~~

“Porara, ayo jalan – jalan denganku !” ajaknyapadaku ketika hendak pulang dari tempat kursus, aku mengangguk. Ia satu – satunya temanku disini, karena semua murid adalah namja dan aku hanya dekat dengannya.
“Porara” panggilnya sambil menatapku
“Aku tahu ini terlalu cepat, tapi kau harus percaya bahwa aku sungguh – sungguh” Tangannya memegang kedua tanganku
“Porara, saranghae” ujarnya. Degg, apa ia bercanda ?
“Susah kubilangkan kan ini terlalu cepat. Tapi jujur, aku memang menyukaimu sejak 1 tahun yang lalu” Air mataku menetes, aku terharu, perasaanku terbalaskan dan kini ia didepanku sambil mengungkapkan perasaanya padaku.
“Ah iya !” Ia membuka tasnya dan mengobrak – abrik isi tasnya kemudian mengeluarkan sebuah boneka pinguin berwarna biru dengan ciri khas helm dikepalanya dan juga kaca mata yang melekat dikepalanya. Sepertinya aku pernah melihat pinguin ini.
Aku meraih boneka itu dan membaca tulisan di bantalan berbentuk hati yang berada di depan pinguin itu, seolah – olah ia sedang memeluknya.
“Saranghae Porara”
Kemudian dibagian helm pinguin itu tertulis namanya, nama namja yang berada dihadapanku.
“Rara~ya, maukah kau menjadi yeojacinguku ?” tanyanya sambil berlutut padaku, ah >.< ini bukan melamar kan ? Kurasa pipiku sangat memerah sekarang. Akupun mengangguk tanda setuju.
‘GREPP’
Ia memelukku, sekarang aku ingat nama pinguin ini. Nama pinguin ini adalah Pororo.

~~~~~~

Porara ? Aku masih ingat panggilan itu, panggilan manis darinya. Ha Dong Hun –Member Running Man yang kuketahui adalah member kesukaannya- memiliki nama panggilan Haroro, well mungkin itu sebabnya ia memanggilku Porara dan menyebutku mirip Ha Dong Hun.
Kubalik lembaran di album itu dan mendapati foto kami yang merayakan ulang tahunnya dan juga ulang tahunku. Well, tapi saat itu adalah tanggal 7 Mei, ulang tahunnya 6 Mei dan aku 8 Mei. Maka dari itu ia menyebut tanggal itu sebagai tanggal ulang tahun kami.

~~~~~~

Kami tiba di Lotte World, salah satu taman bermain di Korea yang terkenal di dunia. Kami melihat keindahan tempat itu dengan takjub. Dulu aku sering bermain disini bersama Seung Woo, tetanggaku yang kini tinggal di Jepang. Entah mengapa aku merindukan namja itu ?
“Kajja, kita naik komedi putar dulu !” ajaknya sambil menarik tanganku
Kami berlari dan berbaris untuk menaiki komedi putar, kurasa barisannya belum cukup panjang jadi aku tak perlu lama – lama untuk berbaris
“Rara~ya” Aku menoleh, melihat senyumannya yang manis.
“Kau tahu Stairway To Heaven ?” tanyanya, aku mencoba untuk mengingat – ingat kemudian mengangguk. Itu adalah salah satu drama favoritku yang dimainkan oleh Kwon Sang Woo dan Choi Ji Woo.
“Kau ingat adegan di komedi putar ?” tanyanya lagi, adegan yang mana ? Bukankah banyak adegan di drama itu ?
“Lepaskanlah ikat rambutmu, dan kibarkan seperti rambut Ji Woo noona seperti di episode ke … Berapa ya ? 3 atau 4 ? Entahlah yang pasti saat itu mereka berubah menjadi dewasa”
“Baiklah” Akupun melepas ikat rambutku kemudian menyisirnya. Tapi rambutku sangat pendek, hanya sebahu, tidak seperti rambut Ji Woo Eonni yang panjang.
“Whoaaa,, kau cantik. Kenapa selalu mengikatnya ?” Ia mengelus rambutku, untung saja sebelum bertemu dengannya tadi aku sempat berkeramas, hihi.
“Kau tahu ? Rambut panjang itu sangat gerah, apalagi kalau digerai” jawabku seadanya
Ia menunduk “Kenapa ?” tanyaku heran ketika melihat perubahan wajahnya yang sangat drastis
“Kalau kau memang kegerahan, tak apa jika kau megikat rambutmu lagi” Aku memeluknya “Ani, aku takkan melepaskannya. Tak apa jika namjacinguku yang manis ini yang menyuruhku”
Ia tersenyum “Gomawo Porara”
~~~~~~
Komedi putar telah berhenti berputar, kurasa rambutku acak – acakkan. Akupun turun dari sana dan mencari tempat untuk menyisir rambut.
“Mau kemana Porara ?” tanyanya sambil menahan tanganku, akupun menunjuk rambutku “Look my hairs Oppa, i’m very ugly now”
“Ah, kalau begitu. Kajja !” Ia menarikku menuju bangku di dekat komedi putar itu.
Aku menyisir rambuku, kemudian menatap namjacinguku yang sangat manis ini.
“Porara, saranghae” ujarnya tiba – tiba. Mengapa perasaanku ada yang aneh ?
“Nado saranghae, Oppa” Ia menaikkan jaketnya menutupi wajah kami berdua, ini seperti di drama Stairway To Heaven, ketika Song Joo mencium Jung Suh di depan komedi putar.
‘CUPP’ Ia menempelkan bibirnya di bibirku, ya tuhan ini first kiss-ku

~~~~~

First kiss ? Di depan komedi putar ? Kurasa ia benar – benar menyukai Stairway To Heaven saat itu. Kututup album foto itu kemudian memeluknya erat, mengulang memori kami ketika tahun baru. Ketika hubungan kami mulai merenggang

~~~~~~

“ 5..4..3..2..1..”
‘DUAAARRR’
Letusan mercon menambah keindahan di tahun baru 2011 ini, hampir 1 tahun kami berpacaran dan tahun lalu kami sudah lulus. Aku berencana untuk mendaftar di sekolah penerbangan dan menjadi Pramugari, kurasa tinggiku cukup untuk menjadi pramugari apalagi kelancaran bahasa asingku yang sudah kukuasai sejak 2 tahun yang lalu.
“Oppa ?” panggilku, ia mengalihkan wajahnya dari langit yang sangat indah itu.
“Oppa, apa cita – cita Oppa ?” tanyaku, ia mengelus rambutku dengan penuh kasih sayang. Tapi terlihat senyuman yang terpaksa diwajahnya. “Oppa ?” panggilku lagi
“Kau mau menjadi pramugari kan ? Aku mendukungmu” jawabnya,
“Gomawo Oppa, lalu Oppa mau jadi apa ?” tanyaku, ia memelukku di tengah salju yang kini sedang berjatuhan. Rasanya sangat menyenangkan namun juga menyakitkan, entah mengapa aku merasa ini semua akan menjadi perpisahan.
“Aku akan trainee di SM Entertainment” jawabnya dengan lembut “Kau mendukungku kan ?” tanyanya
Aku terdiam, membayangkan kehidupan Trainee yang suduh menyakitkan. Meninggalkan orang yang disayangi dengan paksaan, dan aku akan ditinggal olehnya karena ia harus Trainee. Aku tak mau.
“Porara ?” tanyanya, ia melepas pelukan kami. Melihat air mataku yang berlinang.
“Kau tak apa ?” tanyanya lagi “Jika kau tak mau aku bis-“
“Aku tak apa, Oppa sudah mengijinkanku menjadi Pramugari maka aku akan mengijinkan Oppa menjadi Artis” jawabku sambil tersenyum terpaksa, aku tahu mungkin aku akan sakit hati. Namun Oppa pasti sangat ingin menerimanya karena ini adalah impiannya, menjadi Artis terkenal di Agensi yang paling terkenal di Korea, SM Entertainment.
“Gomawo Rara~ya” ujarnya sambil memelukku. Tak ada panggilan sayang dan ungkapan cinta ? Oppa, kau berubah

~~~~~~

Mulai hari itu hubungan kami merenggang, setiap hari aku mencoba untuk menghubunginya namun tak pernah sekalipun ia menjawabnya. Aku ingat, aku kehilangan funsi kedua kakiku ketika mengejarnya.

~~~~~~~

Hari ini hari pertama Meet & Greet member EXO, ya itulah nama boyband mereka. Aku sudah membawa poster dan CD mereka, tak sabar untuk bertemu dengannya. Aku bahkan cuti dari jam kuliah untuk datang ke Meet & Greet mereka.
Antrean semakin lama semakin menipis, memberikan jarak yang semakin dekat antara aku dan dengannya.
“Namamu siapa ?” tanya ketua Member EXO-K , wajahnya sangat angelic “Oppa bisa menuliskan Porara disana” jawabku sembari tersenyum.
Ia mengangkat wajahnya “Porara ? Namamu sungguh imut”
Aku tersenyum “Namjacinguku yang memberikan nama itu untukku”
Suho –Ketua EXO-K- mengangguk mengerti iapun menuliskan namaku dan memberikan pesan “Semoga hubunganmu dengan Namjacingumu itu langgeng ne ?” Aku tersenyum “Gumawo Oppa, semoga EXO juga semakin sukses”
Aku berpindah ke tempat namja yang bermata belo, tunggu siapa ya namanya ?
“Namamu ?” tanya orang itu “Ah, Han Rara”
“Margamu Ah atau Han ?” tanyanya lagi memastikan, wajahnya berkerut lucu
“Han Rara”
“Oh, Han Rara”
“Bukan Oh, tapi Han” ujarku sembari melucu. Ia tersenyum “Baiklah, kurasa selera humormu lebih baik dariku. Semoga kau sukses Nona Han” ujarnya sambil memberikan poster yang kubawa tadi.
“Haha,, harusnya aku yang mengatakan itu padamu” Ia menunduk lucu, akupun bergeser ke kanan.
“Namamu ?” tanya namja itu
“Porara” jawabku, namja itu mendongakkan kepalanya. Huaa,, itu Baekhyun Oppa, namjacinguku. Entah mengapa ia melamun, “Oppa ?” panggilku, apa aku membuatnya tak nyaman.
Ia menandatangani poster yang kubawa dan tak mengatakan apapun padaku, sekilas aku menatap poster yang baru saja ia berikan, ia tak meninggalkan sebuah pesanpun. Apa ia melupakanku ?
“Nona ?” panggilan seorang namja yang berambut cokelat dan yang kuketahui bertubuh tinggi
“Ah, ne ? Ini, tolong tanda tangani ini”
Entah mengapa mulai saat itu pikiranku semakin kacau, Han Rara ! Jangan sampai impianmu tak tercapai hanya karena Bekhyun Oppa. Ingat, pramugari adalah impianmu.

~~~~~~~

Sudah setahun yang lalu aku lulus dari Akademi Penerbangan, dan hari ini sudah menjadi ratusan kali aku terbang. Tapi bedanya, hari ini pesawat kami sudah di Booking, entah siapa yang membooking dan yang pasti aku tak peduli.
“Rasha Han” panggil Kopilot kami “Yes ?”
“Please you give it to our passanger” Aku mengambil beberapa selimut yang diberikan oleh Kopilot kami, Kim Jang Hyun.
“Jika mereka bertanya untuk apa jawab saja karena ini sudah malam”
“Haha, arraseo Hyun~ah. Kau mengapa tak berbicara bahasa Inggris lagi, hmm ?” godaku
“Aku malas, kau tak pernah meresponku dan hanya menjawab ‘Yes’” Aku tertawa “Arraseo, kau sih yang aneh – aneh”
“Yak kalian berdua, pesawat sudah mau lepas landas masih saja bisa bermesraan. Kopilot Kim, berhenti menggoda Pramugari Han. Rasha~ya, cepat berikan pada penumpang.” Hah, mulai deh diolok. Padahal kami cuma bersahabat, Jang Hyun adalah Sunbaeku saat kami masih di Akademi Penerbangan dan ketika aku lulus aku tak menyangka bisa satu perusahaan dengannya.
“Sorry, i’ll give you it. This night is very cold” ujarku sembari memberikan selimut pada mereka.
“Rara ?” panggil orang itu, aku mendongak “Ah, annyeong D.O~ssi” sapaku, aku bahkan tidak tau kalau ia masih mengingatku.
“Kau pramugari ?” tanyanya, akupun mengangguk “Tahun lalu aku baru saja lulus” Ia mengangguk – anggukan kepalanya mengerti “Sudah kukatakan kan kalau kau akan suskes” Aku hanya menggelengkan kepalaku sembari tersenyum senang.
Aku memberikan selimut ini pada orang disebelahnya yang ternyata adalah ..
“Porara ?” gumamnya, aku tersenyum. Panggilan itu kudengar lagi dari mulutnya, sudah 3 tahun aku tak mendengarnya lagi.
“Rasha, jangan melamun” panggil Jane “Ah, maaf. Aku permisi dulu D.O~ssi, Baekhyun~ssi”
Aku bergerak kebelakang, ke kursi no. 2 “Kau melamunkan siapa ? Kopilot Kim ?” godanya, aku menunduk malu “Sudah kubilang, aku tidak berpacaran dengannya” Bantahku, Oh tidak bisa gawat kalau Baekhyun mendengarnya.

~~~~~~

Pesawat sudah tiba di Bandara Incheon, Korea Selatan. Huaa,, melelahkan sekali setiap hari harus terbang. Aku melihat Baekhyun Oppa sedang berdiri menunggu barang yang ia titipkan dibagasi tadi.
“Annyeong Oppa” sapaku. Ia melihatku dan terlonjak kaget.
“Oppa, apa Oppa berganti nomor Ponsel ? Oppa sangat sulit di hubungi” ujarku, tapi ia tak meresponku dan tetap menunggu barang bawaannnya. Iapun terlihat tak suka dan berjalan menuju pintu keluar. Akupun mengikutinya, ia berjalan ke arah parkiran. Aku melihat sebuah mobil yang melaju kencang. Aku mendorong Baekhyun Oppa dan ….

~~~~~~

Disinilah aku sekarang, kedua kakiku diamputasi karena kecelakaan itu, aku kehilangan kdua kakiku dan pekerjaanku. Semua telah sirna, perjuanganku selama ini untuk mencapai cita – cita ku juga sangat tidak bermanfaat. Hanya setahun aku menjadi pramugari dan sekarang aku catat, tak memiliki kedua kaki.
Dan sekarang, berita berpacarannya Baekhyun Oppa dengan Kim Taeyeon yang kuketahui adalah Sunbaenya, Sunbaenya yang selalu mensupport-nya ketika trainee, dan aku baru ingat kalau Taeyeon berada dibawah Angesi SM Entertainment. Oh Tuhan,, salahku apa dimasa lalu ? Sudah cukup aku kehilangan kedua kaki dan pekerjaanku, kenapa sekarang aku kehilangan kasih sanyang Namjacinguku ? Sudah 4 tahun kami menjalin kasih dan tak ada ucapan putus diantara kami ?
Eomma dan Appaku juga tak mau menganggapku lagi, semenjak aku dikeluaran dari perusahaan. Mereka tak pernah menganggapku sebagai anak, apa hanya prestasi yang mereka inginkan ? Apa mereka tak sedih melihat putri semata wayangnya bersedih ? Apa aku harus pergi ke sisi-Nya agar mereka senang ?
Aku tahu aku selalu menyusahkan semua orang disisiku, tapi aku selalu menyayangi mereka dengan tulus. Mungkin kalau aku tak berguna lagi aku bisa terjun ke sungai Han yang berada didepanku ini. Bukankah itu ide yang bagus ?
Aku menggenggam album foto yang kubawa tadi, menggenggamnya dengan erat seolah tak ingin melepaskannya kemanapun aku pergi. Aku mendekatkan kursi rodaku kearah sungai Han, semakin mendekatkannya.
Kodorong lagi kursiku hingga air sungai mencapai leherku, dan akupun menceburkan diri kessana. Ke sungai yang mewakilkan margaku, menjadi saksi kesakit hati-anku selama ini. Pasokan oksigen yang kuterima juga sudah hampir habis.
Tuhan, tunggu aku disana…
Jangan sia – siakan aku seperti mereka
Aku tak tahu lagi harus kemana, karena hanya kau yang kini kupunya
Baekhyun, Appa, Eomma…
Terima kasih telah mengisi hidupku selama 22 tahun ini..
Maaf apabila aku membuat kalian susah dan aku mohon untuk berbahagia
Karena aku akan berbahagia dengan-Nya
Tuhan yang selalu ada untukku,
THE END

Epilog

“Mayat seorang wanita telah ditemukan di Sungai Han, ia ditemukan dalam keadaan mengapung. Diperkirakan bahwa ia bunuh diri karena tekanan batin yang dimiliki.
Setelah diperiksa oleh pihak berwajib ternyata pemilik jasad ini bernama Han Rara, seorang pramugari yang dipecat karena kedua kakinya yang diamputasi. Ia dikenal dengan nama Rasha Han oleh teman – temannya.
Ada beberapa pihak yang mengetahui bahwa diamputasinya kedua kaki gadis itu karena menolong seorang Rookie Idol yaitu EXO Baekhyun. Apakah bunuh diri gadis ini ada hubungannya dengan Baekhyun ?
Polisi menemukan album berwarna biru yang dipeluk oleh Rasha, dan berisi foto – fotonya bersama Keluarga dan juga Baekhyun. Dan inilah isi dari album itu”

Member EXO tak percaya mendengar berita itu, Baekhyun memiliki hubungan dengan Pramugari cantik. Apalagi ketika layar TV itu menayangkan foto – foto Rasha.
“Hey, bukankah itu Porara ?” tanya Suho, semua member EXO mengenalnya, Pramugari yang mereka kenal dan terkenal muda. Sekarang semua tatapan mereka terarah pada Baekhyun ketika layar TV menayangkan foto Rara dengan Baekhyun yang sedang merayakan ulang tahunnya.

-THE END-

Maaf bukan nge-post Triple & EXO ataupun YMD. Soalnya, Triple & EXO mau aku END-kan dalam 1 part.. jadi aku ngisi lewat FF lain aja dulu.. Kalau kebanyakan partnya takut banyak yang gak mau baca.. Oke,, comment ya bagi yang udah baca.

57 thoughts on “Broken Heart

  1. Mianhae baru comment soalnya baru list ffnya.. Si baekhyun kejam banget sama Han Raranya! Tapi bagus author-nim ffnya.. Emosinya dapet… Udh ada sequelnya atau belum author-nim? Keep writing ya🙂

  2. Aduh, Rara syng bgt, knpa hrus bunuh diri ?
    Bkn kh Tuhan sgt membeci hamba Nya yg brputus asa ? Aplg mpe bunuh diri gthu ?

    Hmmm, ini ada kaitan nya sma skandal bbrpa bln kmren ya ?

    Klo bnern trjd dlm knytaan, psti nyesek bgt ini,
    Baek, gmn prasaan nya pas dger Rara udh g ada ?

    Mian, jujur klo feel nya aq kurang dpt, mngkin krna ini OS jd trksn buru2 kali ya,
    Mian ya. . .

    Tetep Smangattt !🙂

    • Iya, FF ini memang aku sengajain ngikutin skandal BaekYeon beberapa bulan lalu.. Tpi bukan berarti aku gak setuju sma hubungan mereka,, Author cuma nambahin skandalnya BaekYeon biar lebih gimana gituu..

      Mian kalau feelnya kurang dapet dan.. Gomawo udh komen

  3. nyesek banget parah T.T baekhyun jahat banget sumpah udah di tolongin malah gak berterima kasih. buat yang pas bagian baekhyun dong sidenya gitu pas dia denger berita itu hehe usul doang. fightingg!!^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s