[Ficlet] Foolish You…

large

you and i such a fool, with a foolish heart…

Foolish You –

BaekHyun ; Jieun [Ficlet Story]

Inspired from a Song ‘Stay – Iam A Fool’

.

.

Kebodohan bukan ukuran tidak mampu menyelesaikan satu masalah dengan sebuah penyelesaian. Sebuah kebodohan juga bisa terjadi dengan tidak adanya keberanian mulut untuk berucap, menyingkap satu kebenaran.

Kesalahan dari sebuah kebodohan.

.

.

“Semua selesai,” ucap perempuan yang sedari tadi hanya mengunci mulutnya seraya terduduk dengan mata berkaca.

“Bukan,” jawab si lelaki yang duduk tidak jauh didepannya. “Ini sebuah permulaan Jieun. Percaya padaku, akan ada cerita lain dari setiap jalan yang diambil.”

Lee Jieun, perempuan yang tengah duduk dengan mata berkaca mengangkat pandangannya menatap siempunya suara. Lelaki itu tengah lekat menatap dua manik hazel Jieun dengan rasa ketulusan, seakan dia berkata ‘percaya padaku Lee Jieun..

“Apa kau bisa menjalaninya Byun BaekHyun? Aku tidak bisa,” jawab Jieun kemudian sambil menggeleng pelan, membuat genangan air mata jatuh berurai di pipinya.

BaekHyun –lelaki yang duduk didepan Jieun, menghembuskan nafas berat. Dia bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Jieun. Meletakan kedua tangannya tepat pada dua tangan Jieun, perlahan Baekhyun mengangkat jemarinya kemudian menghapus tiap bulir air mata yang mengalir di pipi Jieun.

“Menangis tidak akan menghentikan semua ini,” ucap BaekHyun dengan suara rendahnya. Tidak dipungkiri, andai Baekhyun pun bisa menangis, mungkin dia akan berlari sekarang juga kemudian mengeluarkan semua air mata sakitnya. Tapi dia tidak bisa.

“Aku tidak bisa..” jawab Jieun sekali lagi sambil tersedu.

“Aku juga tidak bisa, tapi kita bisa berusaha..”

“BaekHyun, apa aku masih bisa menjadi Jieun sebelumnya? Dan kau masih akan menjadi BaekHyun sebelumnnya?”

BaekHyun mengangguk pelan. Perlahan BaekHyun bangkit kemudian meraih tubuh mungil Jieun dalam pelukannya. “Tentu, dulu sekarang ataupun nanti aku akan tetap sama untukmu. Aku janji..”

.

.

Mereka tertawa bahagia. Satu ruangan yang dipenuhi dengan kebahagian. Terutama untuk dua orang didepan altar, Lee Jinwook yang tidak lain ayah Jieun dan Park HeeSun ibu BaekHyun.

BaekHyun dan Jieun memang tidak ditakdirkan bersama untuk menjadi sepasang kekasih. Cinta mereka kepada orang tua, mengantarkan mereka pada satu hubungan yang lebih rumit. Kakak – Adik.

“Jieun, kesini sayang..” Pria bertubuh tega dengan tuxedo putih melambaikan tangannya pada Jieun dari altar. Jieun tersenyum, dengan langkah kecil dia beranjak menuju ayah tersayannya.

“Mulai saat ini akan ada satu orang lagi yang akan selalu menjagamu,” ucap sang ayah. Jieun menatap ayahnya dengan satu senyuman. “Kau sekarang memiliki kakak laki – laki,”

“Ibu harap kau dan Jieun bisa saling menjaga, ehm?” ucap sang ibu sambil membelai rambut hitam BaekHyun.

“Tentu,” jawab BaekHyun.

ah.. ini sangat menenangkan. Ayo Jieun, panggil Oppa mu,”

Jieun mengalihkan tatapan dari ayahnya. Dengan perasaan ragu dia menatap lelaki didepannya. Lelaki yang satu tahun terakhir mengisi hari – harinya, menamaninya, menyanyikannya lagu tidur dan menjadi bunga mimpinya. Dan mulai hari ini, lelaki didepannya ini akan menjadi saudaranya.

Jieun menelan pahit semua kenangan itu. Dengan satu senyuman dia menatap BaekHyun didepannya. “BaekHyun Oppa…” ucapnya.

.

.

“Tentu, dulu sekarang ataupun nanti aku akan tetap sama untukmu. Aku janji..”

Jieun masih ingat jelas rangkaian kalimat itu. Dimana BaekHyun berjanji akan terus seperti sebelum mereka menjadi saudara. Tapi semua hanya angin lalu.

Disaat Jieun berusaha setengah mati menerima keadaan ini, saat itu pula BaekHyun menjadi penyerang yang tidak bisa menjaga perasaannya sendiri. Jieun mengira bahwa dirinya lah yang akan mengalami konflik seperti itu, tapi ternyata sebaliknya, BaekHyun lah yang menjadi pesakitan, menyesali jalan yang mereka ambil.

Byun BaekHyun menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan, terbuai dengan kenangan mereka bersama dan menyerang apa yang terjadi.

Meninggalkan Jieun seorang diri, berjuang menerima jalan yang sudah terbentang didepan matanya.

“Kua bodoh, aku juga bodoh,” ucap Jieun. “Seharusnya dari awal kalau kau memang sakit menerima ini katakan, hentikan semuanya. Saat itu kau menguatkanku dan berjanji untuk selalu disampingku, tapi sekarang?”

Jieun menghentikan kalimatnya yang sudah mulai terdengar bergetar. Dia mengusap butir yang mengalir dipipi. Dulu saat ini terjadi ada jemari BaekHyun yang akan melakukannya. Sekarang, semua Jieun lakukan sendiri.

Jieun merunduk kemudian meletakan buket bunga bakung tepat diatas gundukan tanah yang dipenuhi dengan rumputan hijau.

“Kita sudah cukup bodoh dengan menjadi seperti ini, dan aku tidak ingin menjadi lebih bodoh lagi dengan melakukan apa yang kau lakukan,” ucap Jieun.

“Bahagialah kau disana BaekHyun, cukup disini kau menjadi seorang pesakitan..”

.

.

kkeut~

18 thoughts on “[Ficlet] Foolish You…

  1. eeeeh apreel lupa ya, kita udh prnh knalan kq, aq jg sma ky apreel, 92line…
    nama id q typ komen, ya itulah nma pnggiln q, ntri, tri, trserah apreel z mw pnggil apa…hehe
    ya udh dc, biar sah knalnnya, ok dc aq ulng lg prkenalnnya, ,🙂

    Annyeonghasseyo…
    Choneun Tri Sulastri imnida, bangapseumnida…🙂
    wkkakaka so koreaan, g tau bner g noh tulisannya…😀
    tp intinya aq seneng kq bsa knl sm kmu, Apreel ?

    • ya ampunnn maaf yaaaa T^T
      aku suka kaya gini, sering lupa sama moment tapi suka inget sama objeknya,
      makanya aku familiar banget sama ID kamu,
      duh maafkan aku kawan,,

      Okeh okeh aku panggil Tri yang biar enak ^^
      eh aku juga seneng banget kamu sering baca tulisan aku❤

  2. jd, baeknya mninggal ???
    ya ampun, sking g kuatnya nerima knytaan mpe fdbwa mati gtu…
    bner2 tragisssss…
    Apreel semngattttt..🙂

  3. Aku kira ini side storynya another love story. Ternyata bukan… Hehehe
    Akhir yg menyakitkan…😥
    Kasian jieun di tinggal ama baekkie…
    Keep writing thor! And another love storynya cepetan di update yah… Hihihi… ;D

  4. Hohohoh tadinya aku pikir ini sejenis side story nya another love story, ternyata enggak toh. Kasian ya Baekki disini, pesakitan itu maksudnya pecandu bukan sih?

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s