Love Story part 1

Love Story Part 1

love story 2a

Cast :

Han Seul Rin

Oh Sehun

Han Seul Ra

Xi Luhan

etc.

Genre : School Life, Romance, Marriage Life,

Rating : Teen

 

Hai, hai.. Fantastic balik lagi nih sama FF baru yang semoga aja readers~deul suka. Oh iya,, beberapa part lagi Triple & EXO udah tamat ^^.. Gak tau harus seneng atau sedih yang penting Fantastic udah seneng karena udah nge-ramaikan blog ini ^^. Oke deh,, siapa yang gak sabar sama FF ini ? Haha,, Fantastic ngarep banget ya ?😀

 

Oneshoot ver.

Prolog

 

Suasana di bandara Incheon tidak terlalu ramai, mengingat sekarang adalah hampir akhir semester 1 membuat para siswa terpaksa tidak pergi kemanapun. Lain halnya dengan seorang yeoja yang memakai topi rajut berwarna pelangi yang sepadan dengan pakaiannya. Di koper yeoja itu terpasang sebuah tanda pengenal berupa gantungan yang bertuliskan

‘Chyrine Han’

Nama yang tidak asing lagi bagi perusahaan yang menaungi bidang textile, seorang desainer Freelance terkenal namun tak pernah diketahui wajahnya telah tiba di Korea setelah berjam-jam di pesawat yang berangkat dari Beijing, China.

Mungkin jika orang-orang teliti dengan cara berpakaian yeoja itu dan membaca tanda pengenalnya dengan jelas pasti takkan percaya tapi… Kenyataannya begitu ya bagaimana lagi.

‘Drrt’

Ponsel yeoja itu berdering, ia menjawab panggilan itu dengan nada yang lembut

“Hey manis, kau sudah tiba disana ?” tanya namja yang menelponnya, yeoja itu tersenyum senang

“Tentu saja aku sudah tiba Lay, kau tahu ? Disini sangat menakjubkan, aku bahkan masih di Bandara belum lagi ke taman taman yang kudengar sangat romantis” jawab yeoja itu panjang lebar

“Baguslah jika kau memang senang, Han. Aku turut bahagia”

“Lay, kapan – kapan kau kesini ya ? Disini sangat menakjubkan” ajak Seul Rin (yeoja itu yang memiliki nama inggris Chyrine Han)

Lay mengangguk “Ne, itu pasti. Oh iya, Guru Ou baru saja mengumumkan nilaimu tadi pagi” ujar Lay yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan mereka.

Seul Rin tersenyum senang “Benarkah ? Memang berapa ?” tanyanya

“Eumm,, sangat menakjubkan. Rata – rata nilaimu 97, Guru Ou bilang IQ mu pasti sangat tinggi, hampir menyamai Enstein” canda Lay

“Hey, aku tak sehebat itu ya. Kau tahu, itu belum cukup aku harus dapat 100 ya walaupun itu mustahil” jawab Chyrine merendahkan diri.

“Huh, ya sudah. Oh iya, Guru Ou bilang ia sudah mengirim file yang kau butuhkan untuk pindah kesana.” Ujar Lay yang baru teringat pesan Guru Ou pagi tadi

Seul Rin tersenyum “Baiklah, terima kasih Lay.” Ucapnya

“You’re welcome, my best friend” balas Lay sembari tersenyum manis

“Lay, kututup dulu ya telponnya. Bye~”

‘Klik’

Sambunganpun diputus, Seul Rin memasukkan ponselnya ke tas selempangnya dan bergegas keluar dari bandara Incheon.

Ia menyetop sebuah taxi dan masuk kedalamnya,

“Mau kemana Nona ?” tanya supir taxi tersebut, Seul Rin menyodorkan selembar kertas yang berisi alamat rumah Orang Tuanya.

Saat melihat alamat yang diberikan oleh Seul Rin, supir itupun melajukan kendaraan menuju kediaman keluarga Han. Seul Rin memejamkan matanya karena lelah dengan perjalanannya yang berjam-jam tadi.

“Eum,, apa Nona merupakan anggota keluarga dari keluarga Han ?” tanya Supir itu ragu, Seul Rin membuka matanya dengan malas dan menjawab pertanyaan Supir taxi itu dengan tersenyum

“Apa semua orang yang pergi kesana dianggap keluarga oleh keluarga Han ?” tanyanya, dan Supir itu menggeleng “Tidak juga Nona”

Seul Rin tersenyum, iapun kembali memejamkan matanya dan bersandar di sandaran kursi penumpang.

“Maafkan saya Nona, pasti Nona tadi melakukan perjalanan yang sangat jauh. Nona tidur saja, saya akan membangunkan Nona apabila tiba nanti” itulah kalimat terakhir yang didengar Seul Rin sebelum ia memejamkan matanya. Semoga saja, ia tiba di kediaman Han dengan selamat

~~~~~

“Bagaimana pemotretannya ?” tanya Luhan sembari tersenyum pada dua orang yang berada di depannya.

Seul Ra, atau yang akrab dipanggil Rara tersenyum kemudian meminum minumannya dan menjawab “Lancar Oppa”

Sehun hanya diam, ia sedang tak mood untuk berbicara pada dua orang yang saling tersenyum di depannya ini.

‘Drrt’

Ponsel Sehun bergetar, ia membaca pesan yang dikirim oleh Namdongsaengnya itu

 

To           : Me

From     : Oh Sejoon

                Hyung, Appa bilang perusahaan kita sedang krisis. Hyung cepat pulang dan bantu aku dan Appa. Palliwa Hyung, ini benar- benar merepotkan !!

 

Sehun mendesah berat, iapun beranjak dari kursinya dan hendak pergi meninggalkan Seul Ra dan Luhan.

“Mau kemana, Sehun~ah ?” tanya Rara sambil mengenggam tangan Sehun yang hendak pergi meninggalkannya itu.

“Aku ada urusan, kau pulang saja dengan Luhan Hyung” ujar Sehun dengan entengnya, iapun melepas genggaman tangan Seul Ra kemudian mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang “Aku pulang dulu Chagi” pamitnya.

Tak membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya tibalah ia di parkiran dan bergegas mengendarai mobilnya untuk menuju ke rumahnya.

~~~~~~~

“Nona, sudah sampai” ucap Supir taxi itu pada Seul Rin, yeoja itu mengerjapkan matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Iapun mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya ke Supir itu.

“Kamsahamnida Ajjushi” ucap Seul Rin, iapun keluar dari taxi itu sambil menarik kopernya yang sengaja ia taruh di kursi penumpang. Taxipun melaju meninggalkan Seul Rin yang masih terkagum dengan keindahan Kediaman Keluarga Han.

Ia menarik kopernya untuk menekan bel rumah tersebut,

“Mencari siapa Nona ?” tanya seseorang yang menjawab panggilan belnya dalam bentuk suara.

“Apa itu kau Ajjumha Ahn ? Ini aku, Han Seul Rin” jawab Seul Rin sambil tersenyum

“Benarkan itu kau Nona ? Silahkan masuk Nona” ucap Ahn Ajjumha yang kemudian pintu gerbang rumah tersebut terbuka dengan otomatis. “Kamsahamnida Ajjumha” ucap Seul Rin pada Ajjumhanya.

Ia menatap sekeliling rumah dengan takjub, rumah mewah nan indah yang dihalamannya terdapat air mancur dan taman yang sangat luas semakin menambah kesan mewah pada rumah itu. Ia berkali – kali menemukan CCTV tapi ia tak menghiraukannya, ia bukan orang asing kan ? Lalu mengapa harus mengurusi CCTV ?

“Seul Rin Nona !”

Seul Rin menoleh saat mendengar panggilan, ia melihat sosok Ajjumha yang paling ia sayangi setelah 11 tahun tak bertemu. Gadis berumur 16 tahun ini memeluk Ajjumha Ahn dengan eratnya “Bogoshippo Ajjumha” gumamnya.

Ajjumha Ahn melepas pelukan mereka “Nona, ayo masuk” ajaknya, Seul Rin mengangguk.

Mereka memasuki rumah mewah keluarga Han, lagi – lagi Seul Rin berdecak kagum. Ia melihat lemari kaca yang berisi berbagai macam alat dan bahan untuk membuat pakaian.

“Whoaaa, peralatan untuk mendesain pakaian disini benar – benar lengkap. Di rumahku yang di China aku hanya membuat gaun dan pakaian sederhana” ujar Seul Rin, ia selalu memimpikan ini, untuk memiliki berbagai macam bahan – bahan untuk membuat gaun dengan indah. Mungkin ia bisa mempraktekan hasil desainnya yang banyak menganggur di koper. Ia hanya mengirimkan desainnya di perusahaan apabila ia ingin tapi baru beberapa karyanya saja sudah membuat ia menjadi Desainer Freelance terkenal walaupun wajahnya tak diketahui oleh umum.

“Ayo Nona kita ke kamar Nona dan membersihkannya atau Nona ingin istirahat dulu ?” tanya Ahn Ajjumha.

Seul Rin mengangguk “Baiklah ayo ke kamar, aku sangat merindukan kamarku. Tapi sebentar lagi aku mau keluar ne Ajjumha ?”

“Baiklah, asal Nona bisa menjaga diri saja” pesan Ahn Ajjumha. Mereka berjalan menaiki tangga dan berjalan menyusuri lantai dua dan berhenti di depan pintu yang bertuliskan

My Little Rin

Seul Rin tersenyum, ternyata orang tuanya belum melepas tulisan itu di pintu kamarnya.Ia membuka pintu itu dan melihat isi dari kamarnya yang mungkin berantakan namun saat ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri sungguh berbeda jauh dengan yang dipikirkannya. Kamar bernuansa hijau muda dan beberapa boneka di lemari kaca di samping lemari pakaian dan jangan lupa dengan Bed tanpa cover yang berada tepat di depan meja make up –menurutnya-.

“Apa ini benar – benar kamarku ?” tanya Seul Rin ragu, Ahn Ajjumha mengangguk

“Sebenarnya saya dan Nyonya selalu membersihkan kamar ini, walaupun Nyonya sangat sibuk dengan pekerjaannya tapi ia selalu menyempatkan diri untuk membersihkan kamar ini walaupun hanya sebulan sekali” jelas Ahn Ajjumha. Ah, bahkan Seul Rin sekarang terharu ternyata keberadaannya selama di China membuahkan hasil.

Seul Rin memasuki kamar itu dan mendekati lemari kaca yang berisi boneka – boneka kesayangannya dulu

“Nyonya menyimpannya agar saat Nona datang Nona dapat memainkan boneka – boneka itu lagi” jelas Ahn Ajjumha lagi, Seul Rin tersenyum bahkan air matanya hampir menetes. Ia mendekati meja make up “Lalu ini ?” tanyanya

Ahn Ajjumha tersenyum “Kemarin Nyonya baru pulang dari Jeju dan mendapat pesan bahwa Nona akan pulang, karena bahagia Nyonya membelikan perlengkapan Make Up ini”

Seul Rin sudah tak tahan untuk menintikkan air matanya, ia memeluk Ahn Ajjumha sambil terisak “Mianhae Ajjumha, gara – gara aku Eomma dan Appa selalu kesusahan.”

Ahn Ajjumha mengelus punggung Seul dengan penuh kasih sayang “Gwenchana Nona, usahamu benar – benar membuahkan hasil. Nyonya dan Tuan hubungannya semakin harmonis”

Seul Rin menghapus air matanya dengan kasar kemudian tersenyum manis “Ajjumha, aku mau ke perpustakaa dulu ne ?” Ahn Ajjumha mengangguk.

~~~~~~

Di Perpustakaan Pusat Seoul,

Seul Rin mengeliligi rak – rak buku disana, ia mendapatkan buku yang berjudul

“Cara mendesain Gaun yang cantik”

Iapun menenteng tas laptopnya berwarna pink dan mencari meja namun sayang semua meja sudah penuh kecuali di dekat seorang Ajjushi yang kini sedang fokus dengan layar laptopnya. Well, mungkin tak masalah jika mengisi tempat kosong di meja yang sama dengan seorang Ajjushi, pikirnya.

Iapun berjalan menuju meja itu dan meletakkan tas dan bukunya,

“Permisi Ajjushi, apa aku boleh duduk disini ?” tanya Seul Rin sembari tersenyum manis.

“…” Ajjushi itu tak menjawab, bahkan tidak menoleh. Jadi Seul Rin langsung menduduki kursi itu tanpa persetujuan Ajjushi itu.

Seul Rin melihat berbagai macam desain gaun yang beraa di buku tersebut. Ada beberapa hasil desainnya yang dipajang disana. Mengingat ketika ia mendesain dulu sudah membuatnya tersenyum sendiri, karena karya karyanya itu ia sudah bisa mengumpulkan uang untuk biaya sekolah ke sekolah khusus desainer walaupun sekarang ia sudah tinggal bersama orang tuanya.

“HUAA !!!”

Teriakan Ajjushi itu membuyarkan lamunan Seul Rin terhenti, Ajjushi itu mengacak – acak rambutnya kesal.

“Ajjushi, kau kenapa ?” tanya Seul Rin, Ajjushi itu menoleh kearahnya. Mungkin kali ini Seul Rin harus bersyukur, setidaknya Ajjushi itu mulai meresponnya.

“Ada yang bisa kubantu ?” tanya Seul Rin lagi, Ajjushi itu mengangguk kemudian menyodorkan map yang berada di samping kanannya.

“Aku membutuhkan bahan untuk bahan dasar komestik kami. Bahan yang kami butuhkan adalah bahan – bahan yang berkualitas” ujar Ajjushi itu. Seul Rin mengangguk mengerti kemudian membaca isi dari map itu tentang produk kosmetik mereka.

“Akhir – akhir ini statistik penjualan kami menurun, entah dimana kesalahan kami. Padahal bahan – bahan yang kami pakai adalah bahan yang berkualitas dan mahal.” Jelas Ajjushi itu. Seul Rin menutup map itu kemudian menatap Ajjushi itu. “Mahal ? Boleh aku lihat tabel penjualan kalian ?” tanya Seul Rin, Ajjushi itu mengangguk dan segera menyerahkan map lain yang.

Mata Seul Rin terbelalak ketika melihat harga dan bahan yang dipakai. Krim wajah yang terbuat dari Mutiara murni seharga $100. Mana mungkin ada yang mau membeli itu, ada juga Eyeshadow yang seharga $25, gila ! Mana ada orang yang mau membeli semahal itu. Seul Rin menutup map itu kemudian menghela napasnya berat, berusaha untuk tenang.

“Ekhem, Ajjushi. Kurasa harganya terlalu mahal, tidak semua orang bisa membeli kosmetik dengan harga semahal itu”

“Tapi bahan dasarnya juga mahal, Agashi”

“Nah, maka dari itu bahan dasarnya juga harus diganti. Saya tidak menyuruh Ajjushi untuk memakai bahan bahan yang murahan. Tapi bukankah masih banyak bahan dasar alami yang harganya terjangkau oleh semua orang dan sangat menyehatkan.”

“Contohnya ?” tanya Ajjushi itu heran

Seul Rin menunjuk pohon yang berada diluar perpustakaan itu “Ajjushi lihat ? Itu yang kumaksud”

“Apa ? Pohon ?”

Seul Rin menggeleng “Bukan pohonnya, tapi hasil dari pohon itu. Banyak buah – buahan dan bunga – bungaan yang masih alami yang dapat digunakan untuk kosmetik. Contohnya buah Apel yang berguna untuk melembabkan kulit karena kadar airnya yang pas, bukankah tubuh kita sebagian besar adalah air. Kulit yang kering karena bahan bahan kimia dapat terkena kanker kulit. Apabila Ajjushi mau ditangkap polisi karena percobaan memberikan kanker kepada konsumen sih gak papa, tapi itu sangat berbahaya Ajusshi”

“Lalu bahan bahan yang masih ada bagaimana ?”

“Biarkan saja mereka berkembang, tapi dikurangi”

“Lalu bagaimana memasarkannya ? Kebanyakan konsumen kami adalah pengusaha – pengusaha besar”

“Begini Ajjushi, aku tahu Ajjushi adalah orang yang sangat kaya karena Ajjushi menjual bermacam – macam kosmetik dengan arga yang Wah. Jadi kurasa membagikannya secara gratis tak masalah” jelas Seul Rin, Ajjushi itu melongo. “Ekhem, maksudku bagikan saja gratis ke beberapa orang. Mungkin 1000, itu sekaligus pengusaha – pengusaha yang selalu mempercayai Ajjushi dalam bidang kosmetik”

“Lalu bahannya ?”

“Aku sarankan buah Apel, Jeruk, Strawberry, Mentimun, Bengkoang, Lychee dan rumput laut. Campurkan mereka dengan madu dengan perbandingan 3:1 kemudian dimasukkan kedalam pendingin agar tidak cepat basi” Seul Rin mengakhiri penjelasannya.

“Whoaa, idemu sungguh brilliant. Aku takjub, terima kasih telah membantuku” ucap Ajjjushi itu, Seul Rin mengangguk “Ne, cheonma Ajjushi. Kalau begitu aku pergi dulu ne ?” pamitnya, kemudian Ajjushi itu mengangguk.

Seul Rin berdiri untuk bergegas pulang. Tapi iapun berbalik kembali “Ajjushi tau dimana Seoul High School ?” tanyanya, “Tentu, kau mau kesana ?” tawar Ajjushi itu dan Seul Rin menjawabnya dengan anggukan.

~~~~`

Sesampainya di SHS, Ajjushi itu meninggalkan Seul Rin sendirian karena ada urusan.sekarang ia sendirian di sekolah yang luas dan indah ini. Matanya tertuju di atap sekolah, ada namja dan yeoja yang sedang menikmati sore ini. Mata Seul Rin memincing ketika melihat siluet si namja yang mirip dengan Gegenya dulu. Tapi ia tak percaya dan kembali meneruskan perjalanan ke ruang Kepala Sekolah.

Satu persatu ruangan telah ia lewati, dan tibalah ia disebuah ruangan beruliskan ‘Ruang Kepala Sekolah’, ia memasuki ruangan itu dan melihat seseorang. Ruangan itu sangat gelap, dindingnya berlatar merah dan hitam dan wallsticernya bergambar tengkorak.

“Permisi” Ujar Seul Rin,

“Ada urusan apa ?” Itu suara yeoja, “Aku ingin mendaftar” jawabnya

“Ah, kau yeoja desainer itu ya ?” tanya KepSek. Seul Rin mengangguk,

“Baiklah, isi formulir ini” suruh KepSek, kali ini Seul Rin dapat melihatnya dengan jelas. Wajah lembut dan kalem seorang yeoja yang sagat berbeda dari hiasan ruangannya.

Seul Rin mengisi formulir itu dengan tenang namun,,

“Kau yeoja yang sangat beruntung” ujar KepSek tiba tiba, kemudian menarik tangan kanan Seul Rin sehingga yeoja itu megentikan aktifitas menulisnya.

“Hidupmu penuh liku liku namun kau selalu dapat melewatinya dengan tenang. Semua orang mengagumimu namun akan ada yang membencimu”

“A-apa ?”

“Shuutt” KepSek meletakkan telunjuknya pada bibir Seul Rin, “Tenang dan relax, aku sedang membaca masa depanmu yang akan dikelilingi oleh para pangeran dan Ibu peri, dan keberuntungan yang sangat besar”

Seul Rin merinding, bulu kuduknya sudah berdiri namun KepSek belum sele-

“Relakan satu maka kau dapat dua”

“A-apa ?”

“Relakan namjamu itu dan ramalanku akan terwujud”

Ini gila ! Aku tak percaya ramalan, ini gila ! Ini Gila !!!!

TBC

92 thoughts on “Love Story part 1

  1. Awal cerita nya udah bagus. Semoga aja di chapter selanjutnya tidak di pasword karena itu akan membuatku galau #lebay banget sih gua
    .
    Okee ijin lanjut baca chingu
    Cerita yg menarik
    Keep writting

  2. Ping-balik: [END]Love Story part 12 | Han Seul Rin

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s