Posted in zalsabeal

TOGETHER

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

Author : @Reellysios

Cast : Byun Baekhyun, OC

Leght : Oneshot

Genre : School Life, frienship

Rating : G

.

 

.

 

“Jadi, benar mereka berkencan?” suara Jae Hye memecah keheningan. Matanya menatap Ri Ah dan Ji Ra bergantian.

Ji Ra mengangguk mantap dan beralih menyeruput es tehnya. “Aku mendengar semuanya dari In Sa dan Yoo Jin” ucap Ji Ra dan beralih menatap Jae Hye yang terlihat sangat syok.

Jae Hye mengalihkan pandangannya dari Ji Ra dan menatap trotoar dari balik jendela besar Heaven Cafe. Sesuatu dalam dadanya seperti berhenti dan perih.

Ri Ah dan Ji Ra memperhatikan ekspresi Jae Hye. Mereka berdua tak tahu apa yang terjadi pada gadis itu. Yang jelas Jae Hye terlihat seperti terkena bom dadakan. Padahal, berita ini tentang seseorang yang bahkan tak mempunyai status spesial dengan Jae Hye.

“Yaaa… mengapa wajahmu jadi lesu begitu Jae-ya?” tanya Ri Ah dengan tatapan khawatir.

Jae Hye berbalik menatap Ri Ah dan menggeleng lemah. “Ani… memangnya ada apa dengan wajahku?” ucap Jae Hye sembari tersenyum tipis. Ia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu dan kedua sahabatnya tau itu.

“Nan mollayo… tapi, kau terlihat berbeda ketika mendengar Baekhyun dan Chaesa berpacaran… kalau aku tak salah.. kau…” Ri Ah mengambangkan kalimatnya dan menatap Jae Hye tepat dibola matanya. “Terlihat kecewa” sambung Ri Ah.

Mata Jae Hye membesar mendengar ucapan Ri Ah yang terakhir. Namun, ia segera menetralisir ekspresinya dengan menggeleng. “Aniyo.. u-untuk a-apa aku kecewa?” ucap Jae Hye sembari menggaruk tekukn ya.

Ri Ah memperhatikan tingkah Jae Hye yang aneh dan menyudutkan pandangannya.

“Ne, untuk apa Jae Hye kecewa? bukankah dia selalu mengeluh karna hampir seumur hidupnya selalu sekelas dengan Baekhyun. Bahkan di playgroup mereka sudah bersama”

DEG

Ucapan Ji Ra mengenai saraf terdalam dihati Jae Hye. mendengar namanya dan Baekhyun dan juga kata ‘bersama’ membuat roll film lama dalam otaknya kembali berputar. Dan membawa Jae Hye kedalam kenangan masa lalu. Dimana sejak kecil hingga berada dikelas 10 Cheondam SHS, ia selalu sekelas dengan seorang namja menyebalkan bernama Baekhyun.

Jae Hye menunduk. Tiba-tiba rasa sakit yang sangat dalam menyeruak dihatinya. Mengalir kematanya hingga membuat mata Jae Hye memberat dan ingin sekali menumpahkan air matanya. Menumpahkan sakit hatinya. Jae Hye memejamkan matanya.

 

.

 

.

“Hukum I Newton berbunyi jika gaya yang beker-“

“Jae Hye!!” sebuah tepukan dari belakang serta suara lantang memasuki indra pendengaran Jae Hye yang sedang merapalkan hukum fisika. Jae hye berbalik.

“Akh! Baekhyun” gerutu gadis itu sembari memegangi dadanyayang sempat berhenti sejenakdan kemudian berdetak cepat. Jae Hye kemudian menggelengkan kepalanya dan menatap datar namja dihadapannya.

“Enyahlah.. aku tak ingin melihat wajahmu” usir Jae Hye sembari menggerakkan tangannya mengusir. Jae Hye kembali mengambil buku tebal diatas meja dan mencoba memfokuskan otaknya dan tak mempedulikan detakan jantungnya yang masih belum normal.

Sementara namja itu hanya diam. Dengan senyum miringnya ia menarik kursi disalah satu meja dan duduk tepat dihadapan Jae Hye. Namun, sayang pandangannya terhalangi oleh buku tebal Jae Hye.

“Yaaa.. Miss Song. Tugas fisikamu sudah selesai?” tanya Baekhyun dari balik buku tebal Jae Hye. namja itu melipat tangannya diatas meja dan menaruh dagunya diatasnya. Ia telihat sangat mirip dengan anak kecil yang sedang memohon.

Jae Hye menggerutu namun tak bersuara. Ia berkomat-kamit karna Baekhyun mengganggunya menghapal hukum fisika yang menjadi tugas akhir semester. Saat ini gadis itu sangat ingin Baekhyun menghilang. Karna sebatang hidungnya saja dapat membuat jantung gadis itu berdetak lebih cepat dari biasanya.

Hening. Jae Hye sibuk menetralkan jantungnya. Sementara, Baekhyun sibuk menunggu Jae Hye menjawabnya.

Fiuh. Baekhyun mendesah. Tidak ada tanda-tanda Jae Hye memperhatikannya. Namja itu tersenyum kemudian menarik buku Jae hye dan melemparkannya kebelakang.

BRUKK

“Yak! Baekhyun” refleks Jae Hye dan melotot menatap namja yang sedang tersenyum manis kepadanya.

Jae Hye beranjak berdiri berniat mengambil bukunya yang tergeletak dibawah papan tulis. Namun, namja tersebut segera mendudukkan Jae Hye dan mengunci gadis itu dengan kedua tangannya.

“Jangan kemana-kemana. Tatap aku” ucap Baekhyun sembari menunjuk kedua matanya.

Jae Hye menaikkan alisnya sebelah. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ketika merasakan detakan dalam dadanya kembali berdetak tak karuan.

Baekhyun tersenyum ketika mendapati Jae Hye tak bergerak. “Nah, bukankah begini lebih baik? Jae-ya kau terlihat cantik saat diam. Kau tahu?” ucap Baekhyun dan perlahan melepaskan tangannya dari lengan Jae Hye.

Jae Hye menggenggam roknya kuat-kuat. Jika ia adalah roket. Maka, ia adalah roket yang akan terbang dengan sendirinya jika terus digoda oleh namja dihadapannya.

“Hmm, baiklah.. kenapa suasananya jadi canggung begini ya?” tanya Baekhyun entah pada siapa. Jae Hye melirik Baekhyun dari ekor matanya. Dalam hati ia ingin sekali memukul kepala namja ini. Bukankah segala tingkah dan perkataannya sendirilah yang membuat suasana menjadi canggung.

“Apa maumu?” ucap Jae Hye akhirnya dan menatap Baekhyun datar.

DEG

Baekhyun kembali tersenyum. Dan kembali membuat jantung Jae Hye berdetak tak karuan. Gadis itu mengeluh dalam hati. Namun, ia senang melihat senyum yang memesona itu.

“Hahahaha.. jangan segalak itu. Aku hanya ingin minta tolong” ucap Baekhyun dengan wajah memelas.

Jae Hye menunduk. Ia tak sanggup melihat raut wajah seperti itu. “Kau ingin tugas fisikakukan?” tebak Jae Hye.

Baekhyun memelototkan matanya. Dengan segera namja tersebut mengangguk. “Aigoo.. kau memang teman terbaikku. Mengerti segala dukaku. Huh.. andai saja kau namja kau akan menjadi sahabatku”

Jae Hye tersenyum tipis. Sahabat? Huft… Baekhyun mungkin hanya akan selalu menganggapnya seperti itu.

“Jadi, sekarang aku bukan sehabatmu?” ucap Jae Hye. mungkin, konyol tapi ia ingin memastikan statusnya dimata Baekhyun. Yah, dia akan sangat bahagia ketika menjadi teman biasa daripada sahabat untuk saat ini. Namun, teman biasa yang sedikit berbeda..

Senyum diwajah Baekhyun seketika menghilang. Namun, kembali terlukis diwajah putih namja tersebut. “Yah.. bukan begitu. Maksudku kau bukan sahabat karna kau yeoja.. tapi-”

“Hmm, jadi aku hanya teman biasa yang selalu kau manfaatkan Baek?” Jae Hye memotong perkataan Baekhyun. Ia juga tidak mau menjadi orang seperti itu dimata namja itu. Dia ingin lebih.. sangat lebih sehingga bisa memiliki Baekhyun seutuhnya.

Baekhyun tersenyum tipis dan menggaruk kepalanya. “Aniyo. .Jae-ya. Begini mungkin kita bisa lebih dekat jika kau namja. Ini tak seperti-“

“Jadi, karna aku yeoja jadi kau hanya menganggapku teman untuk dimanfaatkan” potong Jae Hye lagi. Entah mengapa dia juga benci dengan perbedaan yeoja-namja.

Baekhyun mendengus dan memukul dahinya pelan.”Ahh… yah nona kritis. Kau menang.. karna bagiku kau sedikit berbeda dari teman biasa… kau spesial karna kita sering bersama” ucap Baekhyun frustasi. Ia benci perbedaan teman,sahabat, dan teman spesial. Karna ia benci diskriminatif seperti itu. Namun, ada kalanya status pada seseorang terlihat berbeda.

DEG

Sementara Jae Hye kembali merasakan hal konyol didalam dadanya. Serta perutnya yang seakan-akan digelitik oleh sayap kupu-kupu yang entah datang darimana. Kenyataannya ia bahagia dengan kata ‘bersama’ dan ‘spesial’ yang Baekhyun ucapkan.

Jae Hye mengalihkan pandangannya. Untuk sejenak ia tidak ingin melihat wajah namja itu. Dan ingin berlari keatap sekolah meneriakan kegembiraannya. Namun, itu adalah hal konyol yang pernah terjadi dalam hidupnya jika ia benar-benar melakukannya.

“Jadi?” suara Baekhyun memecah keheningan yang terjadi. Jae Hye berbalik menatap namja tersebut.

“Kau temanku… jadi jangan pernah-“

“Aku mengerti Baek.. besok tugasku kubawa” ucap Jae Hye sembari tersenyum. Baekhyun terlihat senang dan tersenyum. Namun, namja tersebut kembali terdiam.

“Aku meminjamnya bukan karna untuk-“

“Nan arra… kau tak perlu menjelaskannya lagi” ucap Jae Hye sembari mengibaskan tangannya dihadapan Baekhyun.

Sebuah senyum kembali terbit diwajah manis namja itu. Ia kemudian berdiri dan membungkuk kepada Jae Hye.

“Gomawo Jae-ya” ucap Baekhyun dan membungkuk sebanyak tiga kali. Jae Hye mengangguk tersenyum melihat tingkah namja itu.

“Oh, kalau begitu aku kantin dulu, yah” ucap Baekhyun yang merasa sudah selesai dengan Jae Hye. Jae Hye mengangguk mengiyakan.

Namja itu kemudian tersenyum dan berbalik untuk pergi. Namun, baru tiga langkah ia melangkah. Sesuatu dalam pikirannya mencuat dan memunculkan senyum miring penuh misterius diwajahnya. Baekhyun kemudian berbalik dan kembali mendekati meja Jae Hye.

“Jae-ya..” panggil Baekhyun. Jae Hye mendongak dan menatap namja itu bingung.

“Mengenai kata’bersama’ aku berpikir kita memang ditakdirkan untuk bersama dari kecil hingga sekarang. Jadi..” Baekhyun mengambangkan kalimatnya dan menatap Jae Hye penuh arti. Ia kemudian menunduk dan mendekatkan bibirnya ke telinga Jae Hye.

“Aku curiga.. kita juga ditakdirkan untuk menjadi teman seranjang” bisik Baekhyun cepat.

Jae Hye melotot mencerna perkataan Baekhyun. Seketika itu juga wajahnya berubah merah. Baekhyun kemudian melepas tawanya ketika melihat ekspresi Jae Hye. Namja itu segera berlari meninggalkan Jae Hye, sebelum gadis itu menceramahinya atau memukulnya.

Jae Hye beranjak berdiri ingin memukul Baekhyun. Namun, panas diwajahnya dan bunga-bunga yang tumbuh dihatinya lebih kuat daripada amarahnya. Setidaknya perkataan namja itu dapat diaminkan untuk versi yang baik.. misalnya menjadi teman dalam ruang lingkup pernikahan. Jae Hye kembali menggeleng mengingat perkataan namja tersebut. Dasar namja mesum.

.

 

.

TESS

Setetes air mata membasahi pelupuk mata Jae Hye. gadis itu segera mengusap matanya sebelum kedua sahabatnya tau jika ia sedang mengeluarkan air matanya. Tiba-tiba saja sakit yang meletup-letup didadanya menghilang seketika.

Mungkin perasaan ini yang dirasakan bagi orang yang sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Dilain sisi merasa sakit. Dan disisi lain merasa bahagia untuk orang yang mereka cintai. Dan begitupun yang Jae Hye rasakan. Mendengan kabar Baekhyun telah menemukan cinderellanya mungkin membuat hatinya tersayat-sayat perih. Namun, ketika memikirkan segala kebahagian yang telah ia miliki bersama namja tersebut dan kebahagian-kebahagian lain yang akan menjamah Baekhyun membuat hati Jae Hye membesar dan menerima lapang dada status namja tersebut.

Jae Hye mengangkat wajahnya yang menunduk. Tiba-tiba saja cahaya mentari sore menerpa wajahnya dari balik jendela besar Heaven Cafe. Ia merasa seperti langit sedang memberikan pencerahan kepadanya agar gadis itu kembali tersenyum.

Dan benar Jae Hye tersenyum. Dia yang sudah bersama selama 10 tahun dengan Baekhyun. Yang dulu sangat membenci namja itu dan juga terkagum-kagum olehnya. Yang dulu sangat frustasi karna merasakan detakan aneh didadanya. Gelisah, ketika tiba-tiba perutnya menjadi tergelitik oleh sayap kupu-kupu yang datang entah dari mana. Dan yang sadar bahwa ia mencintai namja itu, hingga ketika namja tersebut bersedih ia ikut bersedih. Ketika namja itu tertawa ia ikut tertawa. Yang sangat membenci otak mesum namja dan kata-kata kasar namja tesebut HyHHHHHHHHHHh’\. Walau ia hampir hapal kelakuan buruk namja tersebut. Namun, dia tetap mencintai namja kurus kerempeng dengan suara taawa yang khas itu.

Jae Hyemenunduk. Namja yang selalu ada disetiap mimpi dan doanya. Kini, telah menemukan wanita yang tanpa diminta akan selalu memikirkannya dan mendoakannya. Wanita itu bukan Jae Hye. Namun, Jae Hye merasa perlu untuk terakhirkalinya mendoakan namja itu.

“Untukmu yang diatas sana. Jagalah dia dan buatlah dia bahagia dengan pilihannya”

Jae Hye membuka matanya. Kisah cinta bertepuk sebelah tangan yang hanya dia ketahui ini memang menyakitkan. Namun, Baekhyun bukan satu-satunya namja didunia ini. Ia yakin. Jika, namja itu jodohnya pasti mereka akan kembali bersama dalam status yang terikat. Namun, jika namja itu bukan jodohnya. Pasti salah satu dari jutaan namja didunia inilah yang akan menjadi jodohnya. Jae Hye percaya dan yakin itu.

Fin~

Iklan

Penulis:

Hi! I am Revabip.. My real name so long.. you can call me Reva. I am 98 line. i like listening korean song and wacthing korean drama, Japan too. i love Jong In and BBH... But i like who i feel interest. Nice too meet you

23 thoughts on “TOGETHER

  1. aduuuuuh sedih bgt ya jd Jae Hye…
    cinta sepihak..
    emg Baek g prnh tau gthu prasaan Jae Hye ???
    aq salut sma Jae Hye, hatinya bgtu lapabg nnerima knytaan…
    moga d lain crta, atw mngkin nnti sequel dr ini brng x, bt kta2 d pragraf trakhir td jd nyata ya…
    tetep ssmngat ya author…
    dtnggu krya lainnya…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s