Diposkan pada Author, Chapter, D.O, EXO-K, fantastic818, SCHOOL LIFE, Se Hun

Triple & EXO part 15

Triplevs.Exo

Triple & EXO part 15

Cast :

Oh Sehun

Lim Ri Chan

Oh Nari

Seo Seung Wo

etc.

Genre : School Life, Romance, Fantasy.

Rating : Teen

 

Mian telat ngepost dan ternyata part ini bukan last part. Last partnya part 16, oke kalau gitu langsung aja ya ?

Part Sebelumnya

Preview

“Apa maksudmu dengan ‘Riri – Luhan’ ?” tanya Sehun bingung, Riri hanya mengangkat bahunya malas.

“Luhan Oppa bilang kalau dia juga menyukaiku, jadi mungkin kami pasangan yang cocok” jawab Riri dengan entengnya.

“Kalau begitu Congratulation For You !!” ucap Sehun kesal, iapun segera berbari dan menaikkan selimut sampai sebatas bahu.

“Albino, kau marah padaku ?” tanya Riri sambil mengguncang tubuh itu “Ya ! Setidaknya kau sudah berjanji untuk menceritakan apa yang terjadi tadi, kau bilang Suho Oppa punya couple ? Ceritakan padaku”

Sehun terduduk dengan cepat, iapun mengambil ponsel Riri dan menambah catatan di ketikan yeoja itu tadi. Kemudian ia segera tidur, ia malas mendengar nama Luhan lagi. Bukankah ia menyukai Riri, apa mungkin ia cemburu ?

 

~~~~~~

“Aku akan sangat menyesal apabila mengucapkan kata – kata itu padamu Prince Kyung Oppa. Dan aku mungkin akan bunuh diri” ujar Miri sambil memeluk Kyung Soo

“Naui Miri, Saranghae”

“Nado Oppa”

 

STORY BEGIN

 

 

5th Day’s

Minggu pagi yang cerah, beberapa siswa dan siswi sedang beraktivitas di lapangan basket Seoul High School. Jaket dan celana training warna biru untuk namja dan jaket dan celana biru untuk yeoja.

“Ayo kita mulai latihan hari ini dengan pemanasan. Ayo kita lari, dimulai dari Rara !” ujar Kai sambil memandu teman – temannya untuk pemanasan, mereka semuapun berlari kecuali seorang yeoja karena kakinya tak dapat diajak kerja sama untuk berolahraga, tujuannya hari ini hanya untuk memantau teman – temannya yang sepertinya dapat dijadikan pasangan.

Tiba – tiba seorang yeoja sedang berlari ke arah Sehun yang berwujud Riri, yeoja itu kemudian duduk disampingnya.

“Riri~ah”panggil yeoja itu, Sehun menoleh kearahnya.

“Mianhae, sepertinya aku memang tak pantas dicintai. Sekarang aku tahu mengapa Sehun dan Seung Wo menyukaimu” ujar Nari sambil menundukkan wajahnya, menyembunyika tangisannya yang mulai terisak.

Sehun menatap Noonanya dengan kasihan. Ia mengelus punggung Nari sambil mengusap rambut yang menutupi wajah noonanya itu.

“Riri~ah ?” Nari menatap wajah yeoja yang duduk disampinya itu.

“Ne ? Apa kau mau menceritakan semuanya padaku ?” tanya Sehun sambil tersenyum manis, Nari terkaget melihat senyuman itu, senyuman yang mirip dengan senyuman adiknya.

“Apa kau benar – benar ingin mendengar ceritaku ?” tanya Nari sambil mengalihkan pandangannya ke arah namja yang kini berlari di lapangan bersama teman – temannya.

Nari menghembuskan napasnya berat “Seung Wo, kami belum saling menyapa sejak kejadian kau dan Sehun kecelakaan. Ah ani, sejak kejadian di lapangan basket yang akhirnya kakimu terluka. Aku benar – benar minta maaf, aku tak tahu karena perselingkuhan kami berdua mengakibatkan pergelangan kakimu terluka. Aku benar – benar minta maaf” kali ini tangisan Nari semakin menderas, Sehun merasa bersalah walaupun ia sendiri tak tahu mengapa ia merasa seperti itu.

“Hosh hosh ini benar – benar… Melelahkan.. Nari sunbae ?” ujar Rere yang kini berada tak jauh dari mereka. Iapun menghampiri mereka berdua.

“Aku benar – benar minta maaf Riri~ah, inilah karmaku. Aku merelakan Seung Wo untukmu, Sehun juga. Aku tahu aku salah, Riri~ah aku hanya ingin kau mengabulkan 1 permintaanku” Sehun menatapnya dengan tajam “Maafkan aku, hanya itu”

Sehun tiba – tiba memeluknya yang membuat Rere yang sedang mengintip kejadian itupun terkaget “Riri~ah ?”

Sehun melepaskan pelukannya “Ada apa ?”

Rere semakin heran, biasanya yeoja yang lebih muda darinya itu selalu menambahkan embel – embel Eonni padanya walaupun sebenarnya Rere tak tahu apa yang terjadi pada dongsaeng kesayangannya ini.

“Baiklah, kita istirahat dulu. Mari kita bagi kelompoknya menjadi 2, namja dan yeoja. Ingat ! Jangan bermesraan disaat seperti ini, arra !” ujar Kai yang memandu teman – temannya lagi. Rere sontak berlari kebarisan bersama teman – temannya atau lebih tepatnya berdekatan dengan Chanyeol

“Ne !” jawab teman – temannya serentak.

“Baiklah, Chanyeol dan Rere jangan bermesraan dulu ne ?” ujar Kai sambil menyindir sepasang kekasih yang sedang berpegangan tangan. Seluruh pasang mata menatap mereka kemudian tersenyum. Sedangkan Chanyeol dan Rere menunduk karena malu.

“Oh iya, selamat datang kembali Hwang Miri~ssi” ujar Kai ketika melihat yeoja itu tersenyum disamping Rere, “Ne, gomawo Sunbae” jawabnya lembut, ah benar – benar serasi dengan Kyung Soo yang berkepribadian lebut.

Mendengar nama itu, Sehun tersenyum senang. Ia melihat sesosok yeoja yang duduk dibawah pohon besar dibelakang barisan teman – temannya. Iapun menghampirinya.

“Melihat apa ?” tanya Sehun, Riripun menoleh “Ah, ini. Ponselku baru bergetar dan berbunyi ‘Beep’ kau tahu siapa mereka ? Di ponselku tidak tertulis”

Sehun melihat ponselnya juga yang memang sedari tadi berbunyi ‘Beep’ tapi ia tak peduli dengan siapa couple yang sudah mereka jadikan.

Suasana kembali hening, Sehun menyentang nama Kyung Soo – Miri dan Chanyeol – Rere

“Apa Miri benar – benar sudah kembali ?” tanya Riri tiba – tiba, Sehun menoleh untuk meliht wajah yeoja itu yang kini menatap langit biru yang sangat cerah. Karena tak mendapat jawaban, Riri menolehkan wajahnya dan melihat Sehun yang kini menatapnya.

“Kau tak menjawabku” ujar Riri kesal, iapun mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Sehun tersenyum manis kemudian mengelus puncak kepala Riri dengan gemas “Ne, dia sudah kembali dengan Kyung Soo”

Riri menolehkan wajahnya kearah Sehun yang sedang tersenyum, matanya membesar karena tak percaya “Jinjja ? Kyaaa,, senangnya.. Gomawo Sehun~ah” ujar Riri sambil memeluk tubuh Sehun dengan erat.

“Apapun untukmu Lim Ri Chan” gumam Sehun sambil mempererat pelukannya.

‘BRAKK’

Sebotol air mineral terjatuh didepan mereka berdua, mereka mendongakkan kepala mereka dan menemukan 2 sosok yang kini menatap mereka tak percaya.

“Baekhyun.. Rara”

“Kau siapa ? Mengapa kau menyebut nama Dongsaengku hah ??!!” tanya Rara sedikit berteriak, ia kaget. Bagaimana mungkin Riri –dongsaeng kesayangannya- memanggil nama dirinya sendiri.

“Mianhae” gumam Sehun yang entah sejak kapan telah melepas pelukannya dengan Riri yang masih shock.

“JAWAB AKU !! KAU SIAPA??” tanya Rara sambil menarik kerah baju Sehun “Mengapa kau membohongi kami selama ini hah !!! Apa salah kami padamu !!”

“Noona !!” Teriakan Sehun membuat tarikan tangan Rara melemah “Dengarkan penjelesanku dulu” lanjutnya, disampingnya Riri sedang menggeleng sebagai tanda untuk jangan memberitahukan yang sebenarnya. Disini ada Baekhyun dan Rara, jika satu orang mengetahuinya maka akan dipotong 6 hari kalau ada mereka berdua berarti dipotong 12 hari. Itu artinya hanya tersisa 7 hari untuk mereka mengingat hari ini hari ke-5.

“Noona, aku tahu kalau aku mengecewakanmu beserta u kami yang lainnya. Walaupun waktu kami akan berkurang 6 hari aku tak apa, aku tahu ini sa-“

“JANGAN BERTELE – TELE BODOH !!” bentak Rara, emosinya sudah sangat memuncak, disertai aliran air mata di sudut matanya.

“Noona, aku Oh Sehun. Sedangkan Riri ada di sampingku saat ini” Riri tercengang mendengar ucapan Sehun

“Kau kira aku percaya ? Hey, ini bukan drama ataupun fanfiction yang biasanya Triple baca. Jangan pernah untuk menipuku lagi”

“Aku jujur Noona”

‘WHUSSSSS’

“KAU BODOH OH SEHUN !!!” Riri berteriak setelah angin berhembus di sekitar mereka, ia menangis meratapi hidupnya yang hanya tersisa seminggu. “Kenapa kau mengatakannya ? Bagaimana jika 7 hari kedepan kita tak bisa bersama lagi ? Bagaimana jika ragamu membeku dan jiwaku pergi ? Aku tak mau, aku belum menemukan jodohku” isak Riri, ketiga orang disampingnya menunduk, merasa kasihan pada roh tanpa raga itu.

“Jadi kalian benar – benar tertukar ?” tanya Baekhyun tak percaya

“Maksud Hyung ?” tanya Sehun, sekarang semua pasang mata menatapnya.

“Lihat kalungmu, bukankah itu matahari ?” Mereka menatap bandul kalung Sehun yang berbentuk matahari “Bukankah milik Riri berbentuk bulan ?” Ya Tuhan, bagaimana bisa mereka melupakan kalung tersebut, sudah lama mereka tak membahas barang couple tersebut, kira – kira sejak insiden terkunci di gudang.

“Sunbae terlalu memperhatikan Sehun ne ?” ujar Riri, Baekhyun mengangguk “Ia adalah dongsaeng kesayanganku”

“Ting, waktu tersisa 6 hari 15 jam”

HunRi menatap layar ponsel mereka “Baru dua pasangan” ujar mereka bersamaan kemudian disusul desahan berat dari kedua orang itu.

“Ri, kami pergi dulu ya ? Mau latihan dulu, bye” pamit Rara sambil menarik Baekhyun. HunRi menatap punggung kedua orang itu yang semakin lama mulai menghilang

“Kau tak apa ?” tanya Sehun, Riri mengangguk “Kurasa kita harus menemukan ke-4 pasangan lainnya dengan cepat” jawab Riri bersemangat.

~~~~~~~

Nari sedang asyik memoles wajahnya dengan bedak dan eyeshadow, bibirnya ia lapisi dengan lipgloss tipis, bersiap untuk berkunjung ke Rumah Sakit dan … Nanti kalian akan tahu.

Ia mengambil tas selempangnya dan bergegas menuju Rumah Sakit untuk mengunjungi adiknya yang koma.

Ia berjalan ke halte untuk menunggu Bus namun sudah 15 menit Bus yang ditunggu belum datang juga, hingga akhirnya sebuah mobil Audy berwarna hitam berhenti tepat di depannya. Nari terdiam, tak menyadari bahwa pengendara adalah orang yang ia sayangi.

“Noona !” teriak pengendara itu. Nari mengabaikannya, mengingatnya saja sudah membuat gadis itu menangis.

“Noona, ayo masuk. Kau mau menjenguk Sehun Sunbae kan ? Aku juga ingin bertemu dengan seseorang disana” ajak namja itu lagi.

Sebuah Bus berhenti didepan mereka berdua, Nari berlari memasuki Bus itu dan meninggalkan Seung Woo – namja itu- sendirian, namun Seung Woo tak kehabisan akal, ia juga berlari menghampiri Bus namun

“JANGAN IKUTI AKU HAN SEUNG WOO !!” teriak Nari yang kehabisan kesabaran, sudah cukup dengan semua yang ia rasakan. Berselingkuh dengan Seung Woo dibelakang Riri dan ternyata Seung Woo masih menyukai Riri dan melupakan dirinya.

Pintu Buspun tertutup, Seung Woo menunduk untuk meratapi kesalahannya. Ia berjalan dengan gontai menuju mobilnya dan bersiap ke Seoul Hospital untuk menemui Xi Uisa.

Sesampainya disana, ia bergegas menuju ruangan Bibinya itu.

“Permisi, apakah Xi Uisa ada ?” tanya Seung Woo setelah menge-cek ruangan yang ternyata kosong.

Perawat yang ditanyapun menjawab dengan senyuman “Xi Uisa sedang memeriksa keadaan Tuan Oh yang sedang kritis.”

“Diruang berapa ?” tanya Seung Woo lagi, perawat itu mengecek data di komputernya kemudian menjawab “304”, tanpa menjawab Seung Woo langsung bergegas menuju lantai 2, letak kamar 304 berada.

Sebelum memasuki ruangan itu yang terlihat sepi, ia melihat nama dibawah nomor kamar itu yang bertuliskan “Oh Sehun”

Ia mengingat – ingat nama Oh Sehun dalam hidupnya dan “Sehun Sunbae ?” tanpa basa basi ia memasuki ruangan itu bersamaan dengan Xi Uisa yang hendak keluar.

“Ah, Annyeong Ajjumha” sapanya sembari tersenyum, Xi Uisa membalasnya dengan tersenyum juga.

“Ajjumha, siapa dia ?” tanya Seung Woo, ia dapat melihat wajah Sehun yang sangat pucat sedang terbaring lemah diranjang disertai berbagai macam alat kesehatan yang menempel pada tubuhnya. Jika dilihat – lihat, Sehun tampak seperti orang yang sudah sekarat, tak ada sepersenpun peluang untuk membuka mata dan hanya monitor yang menunjukkan detak jantung yang dapat menyatakan ia hidup.

“Dia Oh Sehun, salah satu pasien tabrak lari didepan sekolahmu” jawab Xi Uisa sambil menatap tubuh Sehun yang tak pernah ada perkembangannya.

“Kudengar ia koma, apa kondisinya ada perkembangan ?” Xi Uisa terdiam

“Kau teman satu sekolahnya kan ?” tanya Xi Uisa, Seung Woo menatapnya kemudian mengangguk. “Ikut aku, setidaknya ada seorang siswa yang harus mengetahui keadaannya yang sebenarnya” Seung Woo menurut.

Mereka berdua berjalan menuju Ruangan Xi Uisa , setelah tiba Xi Uisa membuka map hijau dan memberikannya kepada Seung Woo.

“Ini a-“

“Baca saja” potong Xi Uisa dengan cepat, baginya Seung Woo terlalu banyak bertanya.Seung Woo membaca isi map tersebut dengan teliti, tak mau ketinggalan sepatah katapun.

Setelah membacanya, ia menatap Xi Uisa yang kini menatapya.

“Kepalanya sudah remuk dan tulang punggungnya juga retak. Beberapa syarafnya telah terputus, ada kemungkinan ia tak dapat mendengar dan beraktivitas lagi. Sesungguhnya ia sudah tak dapat hidup kembali dalam ilmu kedokteran namun kita harus percayakan ini pada Tuhan” Ujar Xi Uisa, Seung Woo membali lembaran itu, dilembar terakhir itu terdapat gambar tubuh Sehun dan Riri yang berpelukan ketika peristiwa kecelakaan itu terjadi, banyak darah yang mengalir di aspal dan sebuah kotak cincin bertuliskan N.O.

“N.O ?” Seung Woo mengingat nama yang berhubungan dengan huruf N dan O. Ia rasa orang itu bukan orang dalam, dan pasti sangat tidak menyukai Riri. Tunggu, tidak meyukai ? Seung Woo bergegas menuju kamar Sehun, ia ingin masuk tetapi melihat Nari yang kini duduk disamping ranjang Sehun sambil menggenggam tangannya. Seung Woo namun ia berusaha semoga tak ketahuan, ia juga bingung mengapa melakukan itu.

“Mianhae Sehun~ah” Terdengar sebuah suara dari seorang yeoja yang sangat ia kenali. Seung Woo mengintip Nari yang kini menangis disamping ranjang Sehun.

“Maafkan dia, aku tahu ini semua gara – gara aku. Ia terlalu protektif padaku” Seung Woo mengernyitkan alisnya, ‘Siapa yang prtektif padanya ? Aku ? Kurasa bukan karena aku tak pernah menegurnya lagi’ ujar Seung Woo dalam hati.

“Sehun~ah, mianhae. Bukannya melindugimu, aku justru melukaimu. Aku akan mengatakan pada Appa kalau aku yang menabrak kalian. Maafkan Noonamu yang sudah gagal melindungimu ini Sehun~ah” Nari beranjak dari tempat duduknya, Seung Woo segera bersembunyi di lemari belakang pintu.

Ketika Nari sudah keluar, Seung Woo melihat foto yang diberikan Dr. Xi tadi. Ia bisa menebak inisial siapa itu, N.O yaitu Nari Oh. Tapi tak mungkin Nari membuat sebuah cincin dan itu terlihat seperti cincin pernikahan. Seingatnya, yeoja tak mungkin melamar hanya namja yang akan melamar dan … Tunggu, sepertinya ia ingat sesuatu.

Seung Woo berlari keluar dari kamar Sehun, ia bergegas untuk mengejar Nari walaupun itu sungguh mustahil. Ia menekan tombol lift pada lantai dasar.

‘Ting’

Sesampainya di lantai dasar ia bergegas menuju tempat parkir dan mengambil mobilnya. Sepertinya dewi fortuna sedang berpihak padanya. Ia melihat Nari yang baru saja memasuki taksi, dengan segera ia mengikuti taksi itu yang ternyata berhenti di sebuah Bar.

Mau tak mau Seung Woo harus mengikuti yeoja itu, bagaimanapun Nari adalah yeoja yang pernah ia sukai, yeoja yang pernah mengisi hatinya dan telah ia lindungi. Tunggu, sepertinya ia belum pernah melindungi Nari, ia selalu melindungi Riri bukan melindungi Nari yang berstatus sebagai yeojacingunya.

Ia memasuki Bar itu, walaupun masih tergolong siang hari tetapi Bar itu tetap saja memberi kesan dunia malam. Cahaya remang – remang disana membuat Seung Woo kesulitan untuk menemukan Nari.

Matanya tertuju pada seorang namja yang sangat ia kenali, Hyungnya yaitu Han Hyun Woo. Disamping Hyungnya terdapat seorang yeoja yang dari bentuk tubuhnya seperti ia kenali. Perlahan namun pasti, ia menghampiri kedua orang itu dan mencoba untuk menguping.

“Apa maksudmu dengan yang kemarin Hyun Woo~ssi !” teriak Nari sambil menahan amarahnya, tangannya sudah mengepal dan bersiap meninju namja didepannya ini.

“Bukankah sudah kukatakan dari dulu kalau aku menyukaimu Oh Nari !!” balas Hyun Woo sambil berteriak juga. Sebuah fakta yang baru Seung Woo ketahui, Hyungnya menyukai yeoja yang pernah menjadi bagian hidupnya dan ia tak tahu ?

“Tapi bukan dengan menabrak Sehun juga ! Kau tahu kalau ia satu satunya dongsaeng yang kumiliki hah !” teriak Nari lagi, kali ini tenggorokkannya sampai mengeluarkan urat.

“Aku tak menabraknya !”

“Kau yang menbraknya BODOH !!!”

“Aku hanya berencana untuk menabrak yeoja yang disukai oleh adikmu yang BODOH itu OH NARI !!!”

‘PLAAKKK’

Sebuah tamparan keras telah diberikan oleh Nari pada namja brengsek didepannya ini. Bukan hanya bodoh, brengsek tapi ia juga bajingan.

“Kau tak tahu seberapa pentingnya Sehun bagiku Hyun Woo~ssi, ia satu – satunya keluarga yang kumiliki. Appa dan Eomma selalu meninggalkan kami berdua , hanya Sehun yang selalu menemaniku, ia selalu mendukungku dan selalu membuatku bahagia.” Tangisan Nari mulai pecah, ia menghapus air matanya secara kasar.

“Karena kehilangannya, jiwaku setengah menghilang. Aku baru tahu kalau rasanya akan sesakit ini, kehilangan orang yang kita sayangi. Inikah yang Sehun rasakan ketika aku tidak merestuinya dengan Riri ? Kehilangan separuh jiwa dan merasa mati” Hyun Woo terdiam, membiarkan Nari menceritakan apa yang dia rasakan.

“Dan kau berencana membunuh separuh jiwa adikku yang sama saja akan membunuh Sehun dan juga diriku. Aku gagal menjadi Noona yang baik untuknya. Aku selalu membuatnya susah”

“Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri Oh Nari” ujar Hyun Woo yang merasa sesak pada dadanya, orang yang ia sukai menangis karena kehilangan orang ia sayangi. Apa ia juga akan seperti itu jika kehilangan Nari ?

“Ani, aku yang bersalah. Jika aku merestui me-“

“KUBILANG JANGAN MENYALAHKAN DIRIMU OH NARI !!!”

“Cukup Hyung !” Entah mendapat angin darimana, Seung Woo memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya.

“Dia yeoja Hyung, perasaannya pasti sangat sensitif” Seung Woopun berdiri disamping Nari sembari menggenggam tangan kiri yeoja itu.

“Mengapa kau menggengenggam tangannya ?” ujar Hyun Woo, Seung Woo tak menjawab. Dengan sigap Hyun Woo menarik tangan kanan Nari hingga terjadi adegan tarik – menarik antara Seung Woo dan Hyun Woo.

“Ya ! Kalian bedua cepat lepaskan tanganku !”teriak Nari mulai kesal dengan kakak beradik itu.

Seung Woo melepas tangan Nari “Kau ada hubungan apa dengannya, Noona ?” tanyanya, Nari menghela napasnya berat, malas untuk menjawab pertanyaan namja itu.

“Oh Nari akan menikah denganku”

Ucapan Hyun Woo membuat Nari sekaligus Seung Woo terkejut, ya walaupun Nari sendiri sudah mengetahui niat Hyun Woo tapi ia tak menyangka bahwa Hyun Woo akan mengatakannya pada Seung Woo, dongsaengnya sendiri.

“Apa itu benar ?” tanya Seung Woo menyelidiki, Nari menunduk ketika tatapan tajam Seung Woo menusuknya.

“Jawab sejujurnya Oh Nari !” teriak Seung Woo, Hyun Woo meninju pipi kanan Seung Woo hingga pipinya mendapat memar.

“Jangan berteriak seperti itu padanya !” teriak Hyun Woo sambil meninju pipi kiri Seung Woo, ia mengangkat kerah baju adiknya itu “Dia itu yeoja !”

”Cukup Han Hyun Woo !” teriak Nari sambil menarik baju belakang Hyun Woo, meminta namja itu untuk berhenti meninju adiknya sendiri. “Dia adikmu dan dia juga ….” Nari menggantungkan ucapannya, ia menghela napasnya dengan berat kemudian menjawab “Orang yang kucintai”

Mendengar tuturan Nari, pukulan Hyun Woo melemah. Seung Woo berdiri dan membersihkan kotoran yang berada di celananya.

“Benarkah itu ?” tanya Hyun Woo tak percaya, Nari mengangguk lemah sembari menundukkan wajahnya.

“Tapi kau akan tetap menikah denganku” ujar Hyun Woo kokoh pada keinginannya, menikahi Nari.

“Tapi dia mencintaiku Hyung” bantah Seung Woo, ia tak rela Nari menjadi kakak iparnya. Ia mau memiliki Nari walaupun masih membutuhkan waktu 3 – 4 tahun lagi.

“Dia akan tetap menjadi pengantinku”

“Aku tak mau !” bantah Nari, ia menggenggam tangan Seung Woo dengan sangat erat.

“Apa maksudmu ? Kau ingin membatalkan pernikahan kita eoh ?” tanya Hyun Woo

“Iya, aku mau. Karena aku masih mencintai Seung Woo” Pipi Seung Woo bersemu ketika mendengar tuturan Nari, mungkin ia sudah jatuh cinta lagi pada Nari.

“Kau tak mau masuk penjara kan?” tanya Hyun Woo, mata Nari terbelalak.

“Kau tau mobil siapa yang menabrak Sehun ?” Nari mengingat – ingat kejadian beberapa hari yang lalu, ketika Sehun tertabrak dan yang menabraknya adalah mobilnya … Sendiri.

Merasa situasi yang kurang mengenakkan dan arah pembicaraan ini menuju kejadian kecelakaannya Sehun, Seung Woo segera merekam pembicaraan itu.

“Kau ingat saat itu aku menabraknya menggunakan mobil siapa ? Itu mobilmu Oh Nari” Bulu kuduk Nari berdiri, ia bisa saja dituduh sebagai percobaan membunuh saudara kandung, bisa jadi ia dianggap berebutan warisan dengan Sehun.

“Kau yang memintaku untuk balas dendam ke Riri karena Seung Woo yang menjauhimu jadi kuturuti saja, dengan begitu tak akan ada yang menganggu hubunganmu dengannya. Aku tahu kalian dulu adalah sepasang kekasih, ya bisa dibilang kekasih gelap karena berselingkuh dibelakang Riri. Dan BAMM, aku menabrak Riri yang ternyata adalah Sehun. Aku tak tahu jika adikmu itu menyukai Riri jadi aku tak peduli” jelas Hyun Woo

Seung Woo mengepalkan tangannya dengan erat, merasa kecewa pada sepasang “kekasih” ini. Hidup mereka sama – sama kasihan, tidak dihiraukan oleh orang yang mereka cintai dan ternyata cinta memang mengerikan.

“Dan kau Han Seung Woo, kau mau kembali dengan Oh Nari sementara kau sendiri pernah mencampakkannya. Whoa,, daebak kau Han Seung Woo” ujar Hyun Woo dengan nada yang sedikit mengejek.

Seung Woo menunduk, mengulang semua kejadian yang pernah ia lalui bersama Riri dan Nari. Mulai dari mencampakkan kedua gadis itu dan memberikan harapan palsu dan sekarang ia mengejar kedua gadis itu dan melupakan kesalahan yang ia lakukan kepada kedua gadis itu.

“Han Seung Woo, jika aku bertanya ‘Kau lebih memilih Nari atau Riri ?’ Apa yang akan kau jawab ?” Pertanyaan itu membuat napas Seung Woo tercekat, dadanya terasa sakit ketika melihat Nari yang tak kunjung menatapnya. Setidaknya Seung Woo dapat mengetahui bahwa Nari menginginkannya atau tidak ?

“Aku…”

~~~~~~

‘Beep’

Riri menatap layar ponselnya yang baru saja mengeluarkan nada dering yang akan berbunyi apabila ada pasangan yang telah bersatu.

“Oppa ! Sehun Oppa ! Ada pasangan yang baru saja bersatu !” teriak Riri bahagia, ia berlari mendekati meja belajar yang kini Sehun tempati.

“Siapa ?”

“Molla, disini tidak dicantumkan namanya.”

“Oh” Sehun menjawabnya singkat, ia sedang memikirkan pasangan – pasangan yang akan bersatu selain Miri – Kyung Soo dan Rere – Chanyeol. Ia teringat panggilan Riri padanya tadi.

“Kau memanggilku Oppa ?” tanya Sehun

Riri yang sedang mencentang salah satu namapun mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya “Ani, mungkin kau salah dengar”

“Tidak, aku mendengarnya dengan jelas bahwa kau memanggilku ‘Sehun Oppa’ Kau mulai menyukaiku eoh ?” goda Sehun, pipi Riri memerah “Ani ! Aku takkan menyukaimu !”

TBC

“Mianhae, aku tidak mencintaimu Oppa”

“Rara~ya, mianhae aku tak pernah peduli padamu”

“Bisakah kau memberiku kesempatan Lim Ri Chan ?”

“Waktu tersisa 10 menit”

“Sejujurnya, aku menyukaimu”

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

19 tanggapan untuk “Triple & EXO part 15

  1. wohooooooo update upadate yeahhhhh
    sehun riri waktunya bentar lagi 😦 andweeeee jangan pergi #lbay 😀
    penasaran nih pasangan selanjutnya yang jadian sapa ya 😀
    semangat thorrrr

  2. Lanjuttttttt thorrrr.. daebakkk..
    Tapi kok baekhyun sama rara moment nya jarang sih? Aku mau ngeliat baekhyun-rara moment nihhh 😆

  3. Akhirnya ff nih nongol juga… Udah lama nih nunggu ini ff!
    Sehun-Riri cuma punya 6 hari lagi?
    Semoga misi mereka sukses!
    Sehun harus sama Riri yah thor…. Nggak boleh ama luhan.. Soalnya luhan itu sama aku.. #plak
    Pasangan yg bersatu itu.. Nari-Seungwoo yah?
    Penasaran nih ama next chapnya… Keep writing yah thor!!! Fighting!!! ^_^)9

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s