Drawing On The Moon[Part 1]

Drawing on the dddd

Tittle : Drawing On The Moon[Part 1]

Author : Ayhu Park

Casts :

  • Oh Sehun
  • Choi Inmoul
  • Lee Hyeri(Girls Day)

Length : Series

Genre : Sad-Romance

Rating : PG13

Summary : If  I see you under the moonlight

Disclaimer : EXO milik Tuhan,orang tua dan diri mereka sendiri.All About Fiction is Author mine

~^_^~

            Pagi yang cerah diiringi hembusan angin dingin musim gugur dan nyanyian burung-burung menjadi latar taman pagi itu. Choi Inmoul, seorang gadis manis yang amat senang menikmati keindahan alam itu bersama alat gambar yang selalu dibawanya kemana-mana.

            Seperti biasa, Inmoul tengah melukis sketsa pemandangan taman pagi. Dan sebuah objek yang tidak akan pernah lepas adalah sesosok namja bertubuh tinggi dan berkulit putih yang selalu menjadi objek utama di setiap sketsa yeoja itu.

            Namja itu bernama lengkap Oh Sehun. Namja yang secara tidak langsung sudah setahun ini menjadi objek lukis Inmoul. Oh Sehun adalah seorang mahasiswa yang mulai pindah ke daerah sini setahun lalu. Dia adalah pemain basket kampusnya.

            Setiap pagi, Sehun akan melewati Inmoul yang tengah melukis. Ada keheningan berarti dalam setiap tatapan mata mereka.

            “Oh Sehun. Seorang yang menjadi muse-ku selama setahun ini. Tanpanya aku tidak akan memiliki inspirisasi dan objek untuk lukisanku. Walaupun aku hanya melihatnya berlari tapi sesuatu yang lebih bersinar dari dalam dirinya perlahan mencuat dan memperlihatkannya padaku”

~^_^~

            Anggota basket EXO University tengah sibuk latihan untuk pertandingan profesional mendatang. Begitupun dengan Sehun yang harus menjalani latihan ketat. Pertandingan basket mendatang itu akan diadakan di luar kota dan anggota EXO University akan segera menuju ke kota itu untuk menyesuaikan.

            Sehun memikirkan banyak kemungkinan saat dia pergi. Satu hal yang ingin ia seleseikan dalam setahun ini adalah mengenal sosok yeoja manis yang selalui ia temui dipagi hari dengan alat gambarnya. Sehun ingin mengetahui seperti apa yeoja itu sayangnya ada suatu perasaan yang melarangnya mendekati yeoja itu.

            Sehun baru saja pulang dari latihan basket. Manajer timnya, Lee Hyeri, mengantarnya pulang karena rumah mereka searah.

            “Sehuna, belakangan ini kau terlihat gelisah. Apa yang terjadi?” tanya Hyeri, berusaha mengetahui kegusaran anggota timnya.

            “Aku dihadapkan pada beberapa pilihan. Antara memulainya atau tidak sama sekali. Apa aku akan sebegitu pengecutnya jika tidak memulai hal itu? Atau memang lebih baik tidak memulainya?”

            “Terkadang untuk memulai sesuatu yang tidak pasti membutuhkan pertimbangan yang sulit, tapi akan terasa lebih buruk jika kau tidak mencobanya sama sekali. Tidak memulai sama saja kalah sebelum berperang dan kupikir itu bukanlah dirimu, Oh Sehun”

            Sehun memikirkan kata-kata Hyeri dengan baik. Hyeri sangatlah benar. Bukan Sehun namanya jika kalah sebelum berperang.

~^_^~

            Pagi itu, Sehun memberanikan diri untuk menyapa yeoja yang selalui ia perhatikan selama ini. Seperti biasa, Sehun akan berlari memutari taman, tak lupa ia lewat di depan Inmoul. Sehun berhenti lalu mendekati Inmoul

            Yeoja yang tengah asyik menggambar tersebut perlahan menutup sketsa gambarnya lalu menatap Sehun dengan aneh.

            “Aku. Aku hanya ingin memperkenalkan diriku. Namaku Oh Sehun. Siapa namamu?” tanya Sehun. Inmoul tersentak kaget. Ia lalu mendorong Sehun dengan kuat lalu berlari meninggalkan Sehun.

            Hari berikutnya, Sehun tidak pantang menyerah, kini ia membawa sebuah cokelat yang menurutnya sebagai hadiah perkenalan. Ia buru-buru memberikan cokelat itu pada Inmoul tapi Inmoul hanya bisa diam lalu mengambil cokelat itu dan pergi meninggalkan Sehun.

            Pertemuan kali ini membuat Sehun menyerah. Ia tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa menghadapi Inmoul “Apa aku sebegitu buruknya? Atau kau sudah memiliki namja lain dan tidak ingin diganggung oleh namja yang tiba-tiba muncul sepertiku ini?”

~^_^~

            Setelah pertemuannya yang tidak disambut dengan ramah oleh Inmoul, Sehun memilih untuk menyerah mendekati Inmoul. Ia merasa Inmoul memang tidaklah cocok dengannya.

            Sehari sebelum berangkat ke luar kota, Sehun tidak sengaja melihat Hyeri dan Inmoul berada di dalam mobil yang sama. Sehun kembali tertarik ingin mengetahui hal mengenai Inmoul.

            Dalam perjalanan menuju ke luar kota, Sehun menghampiri Hyeri untuk menanyakan tentang kejadian kemarin.

            “Hyeri, apa kau mengenal seorang yeoja yang tinggal di dekat rumahku?” tanya Sehun. Hyeri tampak berpikir sebelum menjawabnya.

            “Oh iya. Aku punya sepupu yang tinggal di daerah rumahmu. Namanya Inmoul” Jawab Hyeri. Sehun mengangguk-ngangguk.

            “Apa si Inmoul itu sudah memiliki pacar?” tanya Sehun hati-hati. Hyeri menatap Sehun, janggal dengan pertanyaan itu.

            “Dia tidak punya pacar. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

            “Aniyo. Aku hanya ingin tahu. Kupikir dia sudah punya pacar jadi dia begitu sombong dengan namja lain”

            Hyeri tertawa kecil menanggapi ucapan Sehun “Dia bukannya sombong tapi Inmoul itu bisu. Apa kau tidak tahu?”

            JDERR… Sehun terdiam di tempatnya. Dia sama sekali tidak pernah membayangkan kalau yeoja yang ia sukai adalah seorang tuna rungu.

            “Aku. Aku sama sekali tidak mengetahui hal itu. Tapi, dia tidak terlihat seperti itu” Sehun masih saja mencoba membantah.

            “Dia memang terlihat seperti orang normal karena pendengarannya juga berfungsi dengan baik. Kebisuaannya terjadi karena kecelakaan itu kenapa dia terlihat seperti orang normal pada umumnya” Jelas Hyeri.

            Perasaan Sehun berkecamuk antara menyesal, sekaligus lega. Menyesal karena dia telah berpikiran buruk terhadap Inmoul dan lega karena ternyata Inmoul belum mempunya pacar.

~^_^~

            Sehun telah pulang. Hal pertama yang dilakukannya adalah mencari Inmoul. Seperti biasa ia berlari-lari mengitari taman tapi tempat yang biasanya menjadi tempat Inmoul melukis kini kosong, tidak ada Inmoul disitu.

            Esoknya sama dan esoknya pun sama. Jalan lain, Sehun berniat menanyakan keberadaan Inmoul pada Hyeri, walau sedikit terlintas di otaknya bahwa Inmoul tidak melukis disitu lagi karena Sehun.

            Kembali Sehun menghampiri Hyeri “Hyeri, itu, Inmoul”

            “Kenapa Inmoul?” Potong Hyeri sedikit jengah karena hanya mendengar nama itu saja dari Sehun.

            “Kenapa aku tidak pernah melihatnya lagi yah? Apa mungkin dia merasa tidak enak atau merasa tidak nyaman padaku sehingga dia tidak melukis di taman lagi?” tanya Sehun, hati-hati.

            “Inmoul sedang dirawat di rumah sakit”Jawab Hyeri singkat tapi membuat Sehun terperangah dengan jawaban itu “Sakit? Kenapa? Apa yang terjadi pada Inmoul? Apa sakitnya parah?”

            “Aku tidak bisa menjelaskannya padamu karena ini adalah masalah keluarga, yang perlu kau tahu dia harus dirawat di rumah sakit untuk saat ini. Tapi, kenapa kau begitu mengkhawatirkannya?” Curiga Hyeri. Sehun buru-buru menggeleng.

~^_^~

            Dengan bantuan Hyeri, Sehun dapat mengetahui dimana rumah sakit Inmoul dan saat ini dia tengah menuju ke rumah sakit itu. Jujur Sehun begitu deg degan harus menghadapi Inmoul. Semua yang terjadi antara dirinya dan Inmoul tidak pernah ia duga sebelumnya.

            Setelah menanyakan ke resespsionis keberadaan kamar Inmoul, Sehun segera menuju ke kamar itu. Sehun mengetuk sekali sebelum masuk ke dalam kamar sepi yang hanya terisi oleh seorang yeoja yang terbaring lemah di tempat tidur. Sehun menghampiri yeoja yang ternyata Inmoul dan menyadari kalau Inmoul sedang tidur.

            Sehun mendapatkan sebuah buku gambar yang selalu Inmoul bawa kemana-mana. Perlahan Sehun membuka lembar demi lembar dan begitu tidak terduganya ada begitu banyak sketsa dirinya dengan berbagai pose di dalam buku gambar itu. Sehun bahkan sampai tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

            Ia beralih pada sebuah buku catatan. Tertulis besar pada selembar kertas ‘OH SEHUN’ di dalam buku itu. Selain itu masih ada kata-kata lain seperti ‘Oh Sehun, kau menyapaku?’ ‘Oh Sehun, aku ingin mengucapkan terima kasih atas cokelat yang kau berikan’

            Sehun terduduk lemas di kursi samping tempat tidur pasien. Pikiran Sehun berkecamuk “Apa maksud sketsa dan catatan ini? Apa mungkin Inmoul juga merasakan perasaan yang sama denganku?”

TBC

.

.

.

Kependekan? Author ngerjainnya memang buru-buru banget jadi tolong dimaklumi

Next Chapnya pasti lebih panjang dari ini

Author udah berusaha, so, don’t forget to leave your mark.

Readerdeul juga bisa membaca FF Author yang lain disini

 

Sedikit Curcol:

FF ini author buat atas requestan sahabat author, Ella. Sedang posternya sendiri dibuat oleh Chikita Kim, teman author juga.

Jadi ceritanya, orang tua Chikita sedang keluar kota jadi Chikita ngajak aku dan Ella untuk menginap di rumahnya. Alhasil, aku dan Ella pun menginap di rumah Chikita. Jam sepuluh alias 22.00 kemarin, Ella merequest FF ini dan dengan poster dari Chikita yang juga baru dibikinnya pagi tadi, dipostlah FF abal-abal ini

23 thoughts on “Drawing On The Moon[Part 1]

  1. wa gmn ya klnjutnnya ?
    aq g nyangka trnyta Inmoul bisu…
    o ia klo bisu itu tunawicara bkn ya ? td d ff dsebut tunarungu…apa krna biasanya yg bisu itu jg tuli jd disebutnya tunarungu ?
    hehe mian cm skdr ngoreksi z, atau mngkin mksud author emg sprti itu…
    tetep semangat ya…

  2. keren kak, hyeri tau ngga kalo sehun suka sama inmoul?
    hyeri disini ngga suka sama si sehunnya kan?
    bagus kok kak.. keep writing buat kakak ya, next chap ditunggu selanjutnya🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s