First Meeting (Who Are You)

Cast: Park Chanyeol. Byun Jiyoung

Support cast: Sehun. Minyoung

Genre: Romance. Fluff gagalabsurd, fantasy.

Rating: General

Author: Bluehigh

Author’s note: mianhe for late late post. Yeah since a long hiatus maybe.. aku udah kelas 9, tugas banyak, les penuh, banyak ulangan dan ngejar materi seabrek bener bener bikin stress;( ya mau apa lagi jalanani aja #curcol

Maaf banget atas keterlambatanku, ini aja udah dikebut… mungkin ngga ada yang menunggu ff nista ini;(

Ini adalah cerita pas pertama kali mereka bertemu…

Di chap ini akan terkuak mereka semua itu makhluk apa…. maaf mungkin yang agak bingung mereka makhluk apa…

Maaf untuk kalian yang ngga aku bales komennya… masukan kalian udah aku baca kok tapi maaf aku ngga bisa balesL mungkin akan aku tampung semua komen dan kritik kalian….

Jadi silahkan kritik dan komen atau ada saran tapi tetap sopan yaa.

Siders pelase go out… kami butuh penghargaan walau hanya komen pendek;( bukan aku ingin banyak komen, aku ingin kalian kritik atau ada saran, jadi aku tahu kekuranganku dimana….

Plagiator dan Siders please go out

Happy Reading

teaster  chap 1

credit poster: Leeyoungmi

http://allthingsiwannapost.files.wordpress.com/2014/08/firstmeeting-whoareyou-bluehigh17.png?w=470&h=564 

Jiyoung menarik kursi kayu disebuah cafe begitu sudah memesan Americano Latte kesukaannya. Lalu dia menghempaskan pantatnya kasar. Dia sudah repot repot berlari kesini untuk tidak terlambat dan sekarang mereka belum datang? Dia melihat jam tangan digital putih yang melingkar di tangannya. 10.05. ini sudah lebih lima menit dan mereka belum sampai. Atau mungkin saja mereka sudah datang 5 menit yang lalu dan baru saja pergi karena tidak mendapatinya. Tidak mungkin, lima menit bukanlah waktu yang lama, kamu bisa menghabiskan 1 mug coklat panas dalam lima menit.

“hm, Byun Jiyoung?” suara berat seorang namja membuatnya mengangkat kepalanya, mengalihkan pandangannya dari meja dan menatap namja didepannya. Dia mengangguk mengiyakan dengan pelan. Tidak terlalu buruk. Namja sangat tinggi kira kira 190an, mengenakan kaos putih dengan dipadu kemeja biru kotak kotak yang tidak dikancingkan. Mengingatkannya pada lagu AKB48 Gingham Check lalu dipadukan dengan jeans biru cerah, tak lupa namja itu mengenakan topi baseball berwarna Aqua gelap yang kontraks dengan rambut hitamnya.

“Hai, Aku Park Chanyeol” namja itu memperkenalkan dirinya ramah dan duduk dihadapan Jiyoung. Dia melambaikan tangannya kepada salah satu waitress memberi kode untuk mendekat.

“Kamu sudah pesan sesuatu?” tanya Chanyeol. Jiyoung hanya mengangguk mengiyakan.

“Satu Black Coffe cream, less sugar ya” pesan Chanyeol. Waitress itu menulis pesanan Chanyeol dan pergi meninggalkan Chanyeol setelah memberi salam.

“Kita belum berkenalan secara baik” ucap Chanyeol memecah keheningan.

“Tidak perlu. Toh kita sudah tahu nama satu sama lain” balas Jiyoung cuek. Begitu waitress mengantarkan pesanan mereka, Jiyoung menyesap Americano Lattenya pelan sambil menikmati lagu Illa Illa dari Juniel yang mengalun pelan didalam cafe. Jiyoung menatap Chanyeol sekilas yang sendari tadi memperhatikannya saat dia sadar Chanyeol memiliki hawa yang berbeda. Hawanya campur aduk dan membingungkan. Keheningan ini hanya berlanjut selama 10 menit begitu Minyoung dan Sehun sampai, dan tidak menampakkan wajah bersalah mereka.

“Maaf tadi macet” ucap Sehun sambi duduk disebelah Chanyeol tanpa melepaskan pandangannya dari Jiyoung. Jinyoung hanya mengangguk mengerti sambil tersenyum tipis dan mengalihkan pandangannya kembali kemugnya. Tiba tiba Jinyoung kembali melihat Sehun yang didepannya.

“Sehun. kau Vampire?” tanya Jiyoung singkat dan tiba tiba. Ini pertemuan mereka yang pertama dan itu membuat semua yang duduk dimeja itu terkaget.

“Maksudmu? Jangan bercanda” tanya Sehun sedikit gugup seperti menutupi sesuatu.

“Jangan berbohong” ucap Jiyoung tajam lalu menyesap Americano Lattenya santai.

“Iya. Aku vampire. Dan bau darahmu sangat lezat” jelas Sehun terang terangan begitu sadar sepertinya Jiyoung bisa membaca pikirannya. Jiyoung hanya kembali diam, tidak merespon apapun.

“Jadi pasangan ini adalah Vampire dan Fallen Angel” ucap Jiyoung aneh. Minyoung memukul bahu Jiyoung pelan sambil tertawa. Jiyoung ikut tertawa pelan. Chanyeol merekam tawa Jiyoung dalam benaknya dalam dalam. Tawa yang indah batin Chanyeol. Gadis itu bahkan sudah merebut hatinya sejak dia melihat gadis itu 20 menit yang lalu. Dia menyukai bagaimana gadis itu berbicara, nada suaranya yang cuek dan singkat, ketika gadis itu menyesap kopinya. Ketika gadis itu memperhatikan mugnya, ketika gadis itu memandang keluar dengan tatapan kosongnya, senyum tipisnya dan sekarang tawa gadis itu, semua terekam dengan rapih dalam memorinya. Sehun melambaikan tangannya kepada seorang waitress memberi kode untuk mendekat.

“Satu Black Expresso dan Vanila Cream” pesan Sehun.

“Kalian sudah saling mengenal sejauh apa?” tanya Minyoung.

“Sudah. Saling mengetahui nama” balas Jiyoung. Minyoung memukul pelan bahu Jiyoung yang sendari tadi mencuri curi pandangan kepada Chanyeol. Chanyeol mengetahui itu, namun sepertinya gadis itu tidak tertarik kepadanya. Seperti ada yang ingin dia ketahui namun dia tidak ingin mengatakannya.

“Ya ampun Park Chanyeol. Kau benar benar” decak Sehun. gadis itu kembali meliriknya Chanyeol, Chanyeol ikut memandang gadis itu, begitu manik mata mereka bertemu, Chanyeol tersenyum dan membuat gadis itu sedikit salah tingkah dan kembali memandang mugnya.

Ternyata Jiyoung yang cuek, dingin, dan terlihat tidak perdulian bisa salah tingkah juga hehehe batin Chanyeol berbicara.

“Lalu, memangnya harus seperti apa?” tanya Jiyoung polos sambil menatap Sehun. Sehun mendecak kesal.

“Tidak seperti apa apa Youngie~” balas Minyoung. Sehun malah melihat kearah Minyoung yang melontarkan jawaban yang tidak diharapkan. Jiyoung segera melihat kearah Minyoung.

“Jinja?” tanya Jiyoung percaya. Minyoung mengangguk mantap.

Mereka lalu saling berfikir sehabis ini mereka akan kemana. Setelah mereka memutuskan untuk pergi kekarauke, mereka pergi dengan mobil terpisah Chanyeol-Jiyoung Minyoung-Sehun. begitu sampai disana, Minyoung segera memesan dua kamar karauke.

“Ruang terpisah?” tanya Chanyeol tidak percaya, dia menengok kearah Jiyoung, dia sih tidak apa apa tapi gadis disebelahnya…

“Ayolah Chanyeol-ssi” mohon Minyoung.

“Yasudah” ucap Jiyoung singkat. Chanyeol terbelalak kaget dan melihat kearah Jiyoung tidak percaya. Ini bukan halusinasi Park Chanyeol bukan? Gadis itu membiarkan dia bersamanya?

“Makasih Yongie~” ucap Minyoung.

“Biarkan saja. Biarkan mereka berduaan” ucap Jiyoung kepada Chanyeol begitu couple didepan mereka sudah berjalan duluan. Mereka akhirnya menyusul dan memasuki sebuah ruang karaoke yang berbeda dengn Semin couple. Chanyeol mendudukkan dirinya disofa dan mengambil buku lagu. Jiyoung menutup pintu dan terdiam didepannya. Chanyeol melihat gadis itu yang tidak beranjak dan terus memperhatikannya.

“Ada apa Jiyoung-ssi?” tanya Chanyeol heran.

“Makhluk apa kamu?” tanya Jiyoung dingin. Chanyeol merasakan aura disekitarnya terasa berbeda, sedikit lebih dingin, dia terdiam dan tersenyum. Walaupun dia sadar ada yang aneh dengan gadis didepannya ini.

“Aku manusia biasa” ucap Chanyeol tenang. Jiyoung membelalakkan diri tidak percaya.

“Tak usah berbohong Park Chanyeol” ucap Jiyoung sarkastik. Chanyeol mendekat menuju Jiyoung. Jiyoung terlihat waspada.

“Seharusnya aku yang bertanya kamu makhluk apa? Darahmu sepertinya sangat lezat” ucap Chanyeol sambil bersmirk. Begitu Jiyoung mengumpulkan semua keberaniannya, dia mendekat dan menepuk pundak Chanyeol. Chanyeol merasakan gadis itu mengeluarkan sinar yang sangat terang. Chanyeol menutup matanya dan menghalangi sinar itu dengan lengannya. Tangan gadis dipundaknya seperti mentrasfer sesuatu yang membuatnya merasa lemah.

“Ya tuhan” begitu mendengar gadis itu bergumam Chanyeol langsung membuka matanya. Dia cukup kaget ketika dia tidak ada diruang karaoke lagi. Dia disebuah tempat dengan semua sudutnya berwarna abu abu, sepanjang matanya memandang hanyalah warna abu abu bersih. Diruangan ini, kita tidak tahu seberapa jauh kanan kiri depan belakang kita, kita tidak tahu seberapa tingginya langit diatas kita dan seberapa dalam jika ada jurang.

Jangan bilang ini di…

“Pengamatan yang bagus Park Chanyeol. Benar ini diruang antar dimensi” ucap gadis itu. Chanyeol membalikkan badannya begitu sadar gadis itu ada dibelakangnya.

Jiyoung mengenakan sebuah dress tanpa lengan berwarna putih, tak lupa sayap putih bersih dan lebih bermodel seperti sayap kupu-kupu. Dia memakai flowercrown bunga mawar. Setelah sadar dengan pakaian gadis didepannya dia melihat dirinya sendiri.

Jiyoung sedikit berfikir apa itu Park Chanyeol. Chanyeol mengenakan sebuah jas dan suit hitam, dia memiliki taring yang cukup panjang sedikit menyembul keluar seperti Vampire, mata merah berkilau yang sangat menakutkan seperti milik Werewolf, dan sebuah sayap putih seperti milik para Malaikat. Namun dia memiliki tongkat seperti yang dimiliki para Devil.

“Jangan bilang…” ucap Jiyoung menggantung.

Red Ink” Chanyeol membalas perkataan Jiyoung datar.

“Dan kamu?” tanya Chanyeol melanjutkan perkataan temannya.

“Kamu pasti tahu. Kita diciptakan bersamaan”

“Darah suci?” tanya Chanyeol. Jiyoung mengangguk dan mejentikkan jarinya. Latar abu abu itu kembali menjadi ruang karaoke.

“Sudahlah. Lebih baik kita bersenang senang! Lebih baik kita karaoke. Lagu…” ucap Jiyoung ceria. Chanyeol mengangguk.

“Gigham Check” teriak mereka bersamaan, mereka saling lirik, lalu tertawa.

“Buble tea?” ucap Chanyeol sambil menyodorkan Buble tea rasa original kepada Jiyoung yang sedang duduk di kursi model pantai. Gadis itu menerima buble tea itu sambil tersenyum, lalu menyeruputnya pelan. Rasa haus yang tadi dideranya cukup terbayar oleh 1 gelas buble tea yang langsung diteguknya sampai habis, jangan lupa dirinya yang hampir tersedak karena buble jelly yang masuk kerongga mulutnya tanpa diminta.

“Sehabis ini kita naik kincir Angin, bagaimana?” tanya Jiyoung semangat.

“Makan dulu oke? Kita belum makan. Ini sudah jam 2 siang” ucap Chanyeol sambil melihat kearah jam tangannya.

“Naik Kincir Air dulu oke? Baru kita makan” mohon Jiyoung.

“Makan dulu Jiyoung-ssi. Aku sudah diperingati untuk tidak membuatmu telat makan oleh Minyoung-ssi. kamu memiliki maag” ucap Chanyeol.

“Jebal” mohon Jiyoung.

“Tidak” ucap Chanyeol sambil menggeleng. Jiyoung mengangguk pasrah.

“Oke. Tapi restauran Jepang?” ucap Jiyoung menawar. Chanyeol mengangguk dan menarik gadis itu kerestauran yang berada tidak jauh dari mereka. Mereka masuk kedalam restaurant yang cukup ramai itu, setalh mencari, akhirnya mereka mendapat tempat duduk. Sebuah meja kayu pendek yang beralas karpet halus. Mereka saling duduk berhadapan, tak lama waitress menghampiri mereka dan mennyerahkan buku menu.

“Aku California Sushi dan Orange juice, Chanyeol-ssi?” tanya Jiyoung setelah melihat buku menu.

“2 Cafornia Sushi dan Orange Juice” pesan Chanyeol kepada waitress itu. Waitress itu menulis pesanan mereka.

“2 California Sushi dan 2 Orange Juice. Ada pesanan lain tuan, nona?” begitu Chanyeol menggeleng waitres itu menjauh.

Machiawaseta shiroi DOA no kissaten

Di kafe berpintu putih yang kurencanakan untuk bertemu denganmu

Ookina mado kara SUKAI BURUU ni irogaru sekai

Dari jendela dunia yang luas, terbentang langit biru

Tokai wo hanarete omotta

Aku berfikir untuk meninggalkan kota

Akkenai hodo Nichijou wa SHINPURU ni

Menuju poin dimana hari yang biasa berlalu cepat

Mawatte iru’n da

Dalam putaran yang sederhana

Hare nochi kumori Tokidoki ame

Cuaca cerah kemudian mendung dan kadang-kadang hujan

Kotae you mo nai kimochi

Perasaan yang tidak bisa ku jawab

No reason reason… Baby Kanashimi to

Tanpa alasan, alasan.. Sayang, jika ini adalah kesedihan

No way no answer

Umaku tsukiaitai

Aku ingin keluar bersamamu

(YUI- No Reason)

 

Lagu yang mengalun dengan nada yang cukup ceria dan beat yang cepat, dangan alunan gitar yang ditonjolkan, khas Yui. Chanyeol ikut bergumam menyanyikan lagu yang mengalun speaker. Sayup sayup namun masih terdengar dengan jelas. Yeah, seperti perasaan Chanyeol. Perasaan yang tidak bisa dijawab ketika ditanya. Dia yang terus berlari didalam otak Chanyeol, secara berulang, namun tidak membuat Chanyeol bosan melihat ingatannya tentang Byun Jiyoung. Mereka makan dalam diam, begitu selesai Chanyeol langsung membayar makanan dan mereka bergegas berjalan keluar.

“Suka YUI?” tanya Jiyoung tiba-tiba sambil merapihkan rambutnya.

“Iya. Tahu darimana?”tanya Chanyeol balik.

“Itu kan lagu baru, dari caramu bernyanyi juga” ucap Jiyoung, Chanyeol hanya mengangguk paham. Mereka menuju antrian Kincir Angin.

Jiyoung melihat sekelilingnya. Dia sangat suka pemandangan dari atas kincir air. Dia suka ketika ketinggian membuat semua terlihat kecil, dia bisa melihat sesuatu dari ketinggian, bahkan yang jauh sekalipun. Dia suka bagaimana ketinggian membuat dia bisa meliha bintang lebih dekat, angin berhembus lebih kencang dan dingin, udara yang berhembus sejuk, mentari yang tidak bersinar terik. Dia suka semua hal tentang ketinggian, dimana ketinggian dapat menenggelamkan suara dan kesedihannya.

Jiyoung sedikit menghela nafas ketika dia harus turun dan bergantian dengan pengguna yang lain. Dia berjalan menjauhi kincir Air yang memiliki banyak kenangan –walau diberbeda tempat-. Dia tersenyum sambil memandang kincir air raksasa itu. Dia merasa ada yang tertinggal. Park Chanyeol. Dia langsung menengok. Park Chanyeol dengan mukanya yang aneh sambil meremas kemejanya yang setengah kusut, topinya tertarik sampai menutupi wajahnya dengan bayangan lidah topinya.

“Ya! Kau kenapa Park Chanyeol” uap Jiyoung khawatir sambil menghampiri Park Chanyeol.

“Aku phobia Ketinggian” ucap Chanyeol sambil menuntun gadis itu duduk dikursi didekat mereka. Jiyoung memberik kode untuk menunggu. Tak lama dia datang dengan air mineral ditangannya.

“Seharusnya kamu bilang kepadaku” ucap Jiyoung sambil menyodorkan air mineral itu. Chanyeol menghabiskannya dalam satu tegukan.

Chanyeol tersenyum dan berkata “Kamu terlihat senang saat itu, jadi biarkan saja” Jiyoung balas tersenyum, ternyata watak Chanyeol memang baik. Jiyoung mengeluarkan minyak kayu putih dari tasnya. Chanyeol menolaknya dengan halus.

“Bagaimana kalau kita ke Namsan nanti jam 7? Ada pesta kembang api” tanya Chanyeol.

“Kau gila? Namsan tingginya 236,7 meter Park Chanyeol. Ayo ketempat lain” balas Jiyoung.

“Kamu perduli padaku?” goda Chanyeol. Jiyoung tampak salah tingkah dan menggeleng sambil menundukkan kepalanyanya. Chanyeol hanya tersenyum menahan tawa.

“Aku hanya tidak ingin seperti tadi. Kamu kan bersamaku, nanti malah kita tidak bisa pulang” Jiyoung mencari alasan.

“Oke. Oke” Chanyeol tersenyum dan merangkul Jiyoung, lalu menyeretnya.

“Ayo kecafe. Nanti malam kita ke Hangang River, disana akan ada Pesta Kembang Api juga” ucap Chanyeol.

“Kamu yang traktir?” tanya Jiyoung.

“Ne. Aku yang traktir!” sorak Chanyeol. Mereka berjalan gembira menuju salah satu cafe. Mereka membuka pintu kaca yang menimbulkan bunyi kelinting kelonceng saat dibuka.

Bergitu masuk, mereka mulai mereasakan suasana cafe yang sangat terasa. Suasana kafe sangat home sweet home. Dengan tataan meja persegi panjang yang berada didekat jendela berwarna coklat kayu yang dipoles halus dengan kursi berbentuk sofa berwarna coklat lembut, meja bundar ketika menjorok ketengah dengan warna krem halus dengan taplak meja bermotif bunga bunga ditengah, tidak lupa kursi kayu berjumlah 4 disetiap mejanya.

Dengan furniture 80 persen kayu diseluruh kafe. Chanyeol memberi kode menyuruh seorang waiterss mendekat.

“Satu Americano Latte Satu dan Black Coffe cream, less sugar” pesan Jiyoung cepat. Chanyeol tersenyum. Jiyoung menyeritkan alisnya bingung dengan maksud Chanyeol.

“Jangan tersenyum seperti itu. Itu membuatku takut” ucap Jiyoung membuat Chanyeol tertawa. Jiyoung ikut tertawa. Chanyeol seperti memiliki magnet yang akan membuat orang membuat semua orang mengikuti apa yang dia lakukan, tawa dan senyumnya bagai menghipnotis dan mempunyai daya tarik dan membuatmu ikut tertawa dan tersenyum.

“Jadi ke Han River?” tanya Jinyoung sambil melihat jam tangan putihnya. Chanyeol ikut melihat jam tangannya. Jam 6.56. dan pesta kembang api akan dimulai 1 jam lagi.

“Jadi, bagaimana kalau kita makan dulu?” tanya Chanyeol. Jiyoung mengangguk.

“Aku tahu salah satu restoran bagus didaerah Han River” ucap Jiyoung. Chaneol mengangguk dan mereka bergegas kemobil Chanyeol –karena Jiyoung tidak membawa mobil- Chanyeol menyetir dengan kecepatan sedang. Tak sampai 20 menit mereka sudah sampai.

“Benar ini?” tanya Chanyeol tak percaya. Sebuah tempat makan ramai yang terlihat lebih seperti bangunan mau dirubuhkan? Jiyoung mengangguk pasti dan mengajak chanyeol kedalam. Ternyata kedainya cukup ramai. Mereka menagmbil sebuah tempat lesehan yang tersisa. Jiyoung segera memesankan Ramen dan Lemon tea untuk mereka. Begitu sampai didepan mata mereka, Chanyeol menyndokkan pelan ramen….

“Ini sangat enak! uhuk” ucap Chanyeol heboh. Jiyoung tertawa melihat reaksi Chanyeol yang begitu heboh. Jiyoung segera menyodorkan air. Chanyeol segera memminumnya.

“Sudah telan dulu” ucap Jiyoung. Chanyeol hanya membalas dengan cengiran dan segera mengabiskan makanannya begitu pula Jiyoung.

Begitu mereka selesai mereka segera mencari tempat yang bagus untuk melihat kembang api. Jiyoung melihat kearah Chanyeol yang berdiri disebelahnya sambil tersenyum

“Terima kasih untuk hari ini Park Chanyeol…” ucap Jiyoung lembut. Berharap Chanyeol tidak mendengaar ucapannya.

First Meet/Tamat

5 thoughts on “First Meeting (Who Are You)

  1. Aku agak gak ngerti awalnya
    Tp akhirnya ngeh jg
    Jd ini first meeting mereka
    Aku kita lanjutan nya rupanya bukan
    Pdhl masih gantung yg chap 1 nya

    Dan tp chanyeolnya punya sayap
    Berarti kan bs terbang kan ?
    Tp knp takut ketinggian ya thor ?
    Aku agak bingung jadinya

  2. annyeong🙂
    holla chingu…
    yang ini flash back dari chap sebelumnya ya?
    sebelumnya kan chanyeol dan jiyoung udah nikah…betul ga? hehehe…
    chanyeol jadi devil,,,hmm..sosok nya belum kebayang,,wkwkwkw…

  3. Jadi ini first meeting mareka?
    Jiyoung cuek gitu yah…
    Jadi tau sekarang mereka apa…😀
    Ko chanyeol bisa takut ketinggian sih? Kan dia punya sayap thor?
    Nextnya jangan lama2 yah thor! Keep writing!!! Fighting!!! ^_^)9

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s