[Ficlet] Alone // Part 2 (END)

120915_immortalsong2_recap

Title : Alone

Cast : Lee Sungie // Park Chanyeol // Choi Jinri

Genre : Romance

Lenght : Two Shoot

Rating : General

Warning Typo!!!

Holla~ Alone is Back~

Ini FF udah nangkring selama 2 tahun sejak aku mulai jadi author disini n FF ini adalah FF pertamaku disini. sempat FF ini aku ga lanjutin tapi karena ini adalah FF debutku disini jadi aku pikir buat lanjutin aja mumpung cuma two shoot, hihihi. ini FF udah ada sejak tahu 2012 (lama bingit.) oya kalau ada yang pengen tau part 1-nya ini linknya ( PART 1)

Langit senja di sore hari begitu indah. Hamparan pasir putih disertai deburan ombak dan terpaan angin laut membuat hati siapa saja yang merasakannya pasti akan merasakan ketenangan. Atau Bahkan kalian tak akan pernah beranjak untuk pergi. Sama sepertiku.

Suasana ini mengingatkanku pada waktu itu, waktu dimana lelaki itu menyatakan cintanya padaku. Saat itu aku masih sangat polos dan pemalu, dan aku belum terbiasa dengan urusan cinta. Semua terjadi begitu cepat dan waktupun cepat berlalu. Dua tahun setelah kejadian itu, aku mulai menapaki hidup baruku. Selama itu pula aku berusaha untuk bangkit dari keterpurukan yang melandaku. Sungguh, aku terlihat begitu buruk dan bahkan menyedihkan.

Lelaki itu kini hidup bahagia dengannya. Aku disini hanya bisa berdoa untuknya, walau aku disini sendiri. Mungkin itu terdengar miris, namun aku senang akan hal itu. Merelekan kebahagiaanku sendiri demi orang lain yang ku cintai, apakah itu salah? Tentu saja tidak, bukan?

Ya, aku rela ia bersama dengan wanita lain jika itu memang demi kebaikannya. Ya, aku rela dan aku senang melakukannya.

-2 Years Ago-

“Tolong jangan menghindariku seperti itu.”

Laki-laki itu meremas pergelangan tanganku. Hatiku bergejolak. Aku marah, kecewa, sedih semuanya bercampur jadi satu. Aku tidak bisa menahan mata ini untuk tidak menangis. Oh, Tuhan tolong aku.

“Lepaskan!” pintaku lirih.

Tolong lepaskan tanganku Park Chanyeol! Aku tak ingin kau melihatku dalam keadaan seperti ini. Aku tak ingin melihat mata hitammu itu, aku takut…aku takut terjatuh di dalam lubang yang sama.

“Kenapa?”

Genggamannya semakin erat dan seolah tak ingin melepaskanku. Perlakuannya yang seperti itu membuat hatiku semakin sakit. Andai aku diberi pilihan…aku akan memilih untuk tidak pernah bertemu dengannya.

“Aku…”

Aku rasakan genggamannya melemah dan bersamaan dengan itu aku melihat gadis itu berdiri tepat didepanku. Aku dapat menangkap kesedihan sekaligus kekecewaan dimatanya.

***

Disinilah aku berada sekarang. Didepan apartemen mewah milik gadis itu—Choi Jinri. Setelah kejadian itu aku berusaha menghubunginya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Apakah kalian bingung kenapa aku bisa dekat dekatnya? Itu karena ia mendekatiku lebih dulu setelah ia mengetahui hubunganku dengan Chanyeol.

“Aku mencintainya.”

Kata itu muncul dari mulutnya. Sesak, dadaku tiba-tiba merasakan sesak yang luar biasa. Ya, aku tahu gadis itu akan mengatakan hal itu padaku. Tapi kenapa aku seperti ini… apakah aku harus melepas semuanya demi gadis didepanku ini?

“Orang tuaku dan orang tuanya sudah menyepakati tanggal pernikahan kami.”

Aku berusaha tersenyum walau hati ini meronta. Pernikahan?

Pernikahan… sebuah impian yang pernah kami ucapkan dimasa aku dan Chanyeol masih berasma.

***

“Hei, apa kau tidak ingin menikah?”

“Apa kau bodoh? Tentu saja aku ingin menikah?”

“Dengan siapa?”

“Tentu saja dengan laki-laki yang aku cintai.”

“Kalau menikah denganku?”

“Itu…aku…”

“Kalau aku melamarmu detik ini, apa kau akan menerimamu?”

Saat itu aku tak tahu harus menjawabnya seperti apa. Aku begitu gugup dengan pertanyaan yang seperti itu. Tapi jauh didalam lubuk hatiku, kelak…aku ingin ia menjadi pendamping hidupku. Selamanya.

“Menikahlah dengaku.”

“Hahahaha, jangan bercanda! Kita belum cukup um—“

Aku masih ingat betapa terkejutnya aku saat laki-laki itu melayangkan semua ciuman hangat dibibirku. Aku begitu terkejut hingga tak sempat menghindar. Namun anehnya aku tidak tidak bisa menolaknya.

***

“Aku pasti akan mendoakanmu, Jinri-ya.”

Ya, aku akan senantiasa mendoakan kebaikan orang yang aku cintai jika memang kau adalah orang yang tepat untuknya.

“Aku sangat bersalah padamu, aku terlihat seperti tokoh jahat yang telah merampas kebahagiaanmu.”

“Tidak, kau salah. Kau bukanlah tokoh jahat, kau adalah seorang malaikat berhati baik dan kau sangat pantas mendapatkan orang yang baik juga. Aku akan sangat senang jika Chanyeol jatuh ke orang yang tepat, dan orang itu adalah kau.”

Lucu. Aku mengatakan semua itu seolah aku adalah seorang ibu yang menyerahkan anaknya dengan suka rela. Ia terseyum, aku disini berusaha tersenyum diatas kepedihan.

***

“Seungi-ya!”

Kenpa? Kenapa kau datang lagi di saat aku mencoba melepasmu? Apa kau mencoba untuk mempermainkanku? Tolong jangan mencariku lagi. Ini semua sudah berakhir.

“Kenapa kau melakukan itu? Kenapa?”

“Melakukan apa? Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mengatakan apa yang seharusnya aku katakana dan melakukan apa yang harus aku lakukan. Semua sudah berakhir, Chanyeol-ah. Jinri adalah gadis yang baik, aku akan bahagia jika kau bersamanya. Tolong jangan sakiti hatinya!”

“Kau lupa akan janji kita.”

“Janji apa? Tidak ada janji lagi sekarang, semua itu hanya masa lalu.”

“Maafkan aku…”

“Tidak. kau yang sudah memutuskannya dan kau juga yang harus menjalaninya.”

“…”

“Aku sadar, terkadang cinta itu tak harus memiliki. Disaat kau meninggalkanku waktu itu, aku sadar… cinta itu mudah datang namun sulit untuk pergi.”

Sial. Kenapa disaat seperti ini air mataku tak kunjung berhenti? Kenapa aku harus menangis lagi karenamu Park Chanyeol? Kau…

“Aku mohon lupakan aku dan pergilah bersama Jinri. Dia sudah menunggumu… dia membutuhkanmu lebih dari aku membutuhkanmu dan ia menc intamu lebih dari aku mencintamu.”

“Aku bahagia jika kau—“

Apa yang kau lakukan? Tolong, hentikan! Aku tak boleh melakukan ini disaat Jinri tengah menunggumu di atas altar pernikahan.

Apa kau menangis? Tapi kenapa? Apa kau juga sakit sama sepertiku?

Ciuman malam ini adalah ciuman terakhirmu untukku.

“Saranghae.”

FLASH END

***

Matahari mulai terbenam dan kembali keperaduannya. Kisah cinta memang menyenangkan untuk dikenang, namun ada sebuah kepedihan didalamnya jika kau berusaha untuk melupakannya. Aku lega kau sekarang memiliki keluarga yang sangat menyayangimu. Jadi aku tak perlu khawatir lagi memikirkanmu.

Park Chanyeol kau adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhirku…walau disampingku saat ini sudah ada seseorang yang telah menggantikan posisimu.

Seperti aku katakan padamu sebelum kau mengucap janji sehidup semati bersamanya.

‘Aku bisa hidup sendiri tanpamu’

-FIN-

 

3 thoughts on “[Ficlet] Alone // Part 2 (END)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s