What should I do with this girl? [Chapter 13]

What 

 

 

 

 

 

 

 

 

Title                 : What should I do with this girl? [Chapter 13]

Author           : Park Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast    : Find by your self

Genre             : Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating             : PG-17

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Review chapter 12

Taeyon bertabrakan dengan seorang pria yang wajahnya mirip Jonghyun, dan anehnya begitu melihat wajah Taeyon pria itu langsung pingsan, sedangkan Joon myun saat ini tengah menceritakan tentang hubungannya antara Taeyon dan Jonghyun juga cerita tentang bagaimana dia bisa merawat Taeyon selama ini. Madam Choi juga memberitahu tuan kim bahwa ingatan Jonghyun sudah kembali.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 |Chapter 7Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11| Chapter 12

 

Chapter 13

 

Flashback 3 Years ago

Jonghyun terduduk di lantai ketika mendengar perkataan tuan Kim. Dia kini merasa hatinya begitu sakit. Sangat sakit dan rasanya hampir tidak bisa bernapas.

“Oleh karena itu jangan berurusan lagi dengan wanita itu. karena itu membuat hatiku sakit!”

“Abeoji. Maaf”

Jonghyun mulai terisak kemudian menangis tersedu. Dari belakang, nyonya kim menghampiri Jonghyun kemudian merengkuh Jonghyun dalam pelukannya.

Nyonya Kim mencoba memegang kedua pipi Jongyun lalu mengarahkannya agar menatap kearannya. Dengan mata basah kini Jonghyun menatap ibunya.

“Umma.!” Panggil Jonghyun lirih.

“Ya, aku ini ummaku walaupun kau tidak lahir dari rahimku tapi kau tetap anakku. Maafkan ibumu ini!”

Tangisan nyonya Kim mulai pecah, dia menangis dan terus mengatakan kata maaf sambil memeluk Jonghyun.

Tuan Kim yang sedari tadi berdiri sambil menatap kearah lain, kini matanya mulai berkaca-kaca. Namun sebisa mungkin dia harus menyembunyikan hal tersebut dari Jonghyun dan istrinya.

“Jonghyun-ah maafkan appa. Appa menyayangimu seperti anakku sendiri. Appa menyayangimu seperti appa menyayangi Joon myun. Appa melakukan ini semua untuk kau dan Joon myun. Kalian tidak boleh menyukai gadis yang sama karena hal itu akan membuat kalian saling menyakiti satu sama lain. Maafkan ayahmu ini karena menjadi ayah yang kejam untuk kalian berdua”.

Seketika itu juga Tuan Kim teringat akan masa lalunya,dimana dia mempunyai sahabat. Ah, bahkan mereka bukan hanya sahabat melainkan sudah seperti keluarga dan dialah ayah dari Jonghyun. Ayah Jonghyun adalah seorang penulis lagu yang harus meninggal bunuh diri akibat lagu-lagu ciptaannya di gunakan tanpa persetujuan oleh sebuah perusahaan music pada saat itu.

Dan hal itu juga yang membuat Tuan Kim melarang anak-anaknya untuk menjadi penyanyi seperti apa yang mereka inginkan.

Flashback end

***

Joon myun tertidur dengan memegang sebelah tangan Chorong yang terduduk disebelahnya. Hantu halmoni mucul, membuat Chorong menoleh padanya. Hantu halmoni tersenyum lembut, chorong pun membalas senyuman hantu halmoni.

“Chorong-ah tarawa” ucap hantu halmoni dan Chorong pun mengangguk, lalu setelah itu hantu halmonipun hilang.

“Chorong-ah kamilah yang membuat kau tidak bisa membaca pikiran Joon myun. Dulu karena ketakutan pada perkataan nenekmu, akupun menemuinya. Dan dia berkata bahwa cucunya juga akan membantu Joon myun dan Jonghyun. Oleh sebab itu dia membuatmu tidak bisa membaca pikiran Joon myun. Dia mengatakan ketika Tuhan memberi suatu ujian maka dia memberikan jalan keluarnya juga. Cucuku dan cucumu tampaknya mempunyai benang merah.”

Dia teringat kembali pada perkataan hantu halmoni waktu itu .Kini dialihkan pandanganya kearah Joon myun kembali, kemudian menggerakkan tangannya kearah kepala Joon myun setelah itu mengusapnya pelan.

Begitu Chorong mengusap kepala Joon myun, tiba-tiba saja pegangan Joon myun pada tangan Chorong bertambah kuat, seakan dia tak mau Chorong melepaskan gennggaman tersebut.

Chorong menghentikan kegiatan mengusap kepala Joon myun. Dia sedikit membungkukkan badannya untuk mendekati telinga Joon myun dan setelah itu dia membisikkan sesuatu.

“Jangan Khawatir Suho-ya, aku tidak akan membiarkanmu melewatinya sendiri seperti dulu. Aku akan tetap disampingmu. Percayalah bahwa jika kita berusaha menghadapi masalah dengan kesabaran, Tuhan pasti akan memberikan akhir yang baik”

Tanpa disadari Chorong, air mata mulai keluar dari ujung mata Joon myun. Dia sepenuhnya bisa mendengar apa yang Chorong bisikkan padanya.

“Perempuan ini, kenapa aku bisa begitu nyaman bersandar padanya? Selama ini aku selalu merasa seperti aku sedang berlari dan aku tidak bisa berhenti sampai garis finish meskipun aku sudah lelah. Bahkan ketika aku terjatuh aku harus banging kembali dan terus berlari. Tapi tiba-tiba dia datang dan mengulurkan tangannya seraya tersenyum. ”

Joon myun bersyukur dalam hidupnya bahwa dia diberikan kesabaran dengan semua masalah yang dia hadapi ini. Dia merasa neneknya benar, bahwa setiap Tuhan memberikan cobaan, Tuhan juga akan memberikan solusinya jika kita bersabar.

Disisi lain, di rumah sakit tempat Taeyon membawa Jonghyun. Saat ini Jonghyun dan Taeyon tengah saling menatap dengan perasaan berkecambuk.

Taeyon berdiri tepat di depan tempat tidur yang mana dipakai Jonghyun duduk saat ini.

“Apa ini benar dirimu? Apa ini bukan hanya khayalanku seperti yang sudah-sudah?. Kalau ini hanya Khayalan, aku mohon berhenti disini. Jika terus melihat dirimu seperti ini maka aku merasa semakin terluka!”

Jonghyun terus menatap Taeyon dengan mata berkaca-kaca dan kini perlahan ingatannya mulai kembali. Kenangan-kenangan dia bersama Taeyon juga tentang kejadian pada malam dia mengalami kecelakaan.

Setelah mengingat semuanya, Jonghyun mengalihkan pandangannya dari Taeyon. Namun beberapa detik kemudian dia menatap Taeyon kembali dengan sebuah senyuman.

Taeyon mulai menggerakkan tangan kanannya untuk menyentuh wajah Jonghyun. Dia ingin memastikan bahwa lelaki yang berada didepannya benar-benar Jonghyun.

Senyuman Jonghyun berubah seketika saat Taeyon menyentuh wajahnya. Kedua matanya menyipit.

“Ah ini benar-benar kau, ini benar-benar kau” Ucap Taeyon yang terlihat begitu senang.

“Nona, apa maksud anda? Apa anda mengenalku?”

Deg!!!

Wajah ceria Taeyon berubah seketika saat Mendengar perkataan Jonghyun barusan. Kedua mata Taeyon membelalak. Dia kini mulai berjalan mundur, seakan tak mempercayai apa yang dia dengar.

Taeyon berjalan mundur, lalu setelah agak menjauh dia mulai berbalik dan pergi dari sana seraya berguman ‘Dia bukan Jonghyun dia bukan Jonghyun’.

Melihat keadaan Taeyon, ingin rasanya Jonghyun memeluknya dan menenangkan Taeyon, namun dia tak punya pilihan lain.

“Maafkan aku, inilah yang harus aku lakukan. Maafkan aku Kim Taeyon!” batin Jonghyun.

“Jonghyun-ah kau menyakiti gadis itu lagi” ucap hantu halmoni yang tiba-tiba muncul di belakang Jonghyun.

Jonghyun membaringkan tubuhnya begitu menyadari kalau hantu halmoni ada dibelakangnya.

“Aku tak punya pilihan lain halmoni. Semoga dia bisa mengerti”

Taeyon yang masih Shock, saat ini tengah berjalan dipinggiran jalan dengan pikiran kacau. Dia berjalan tanpa tahu kemana tujuannya, dia hanya mengikuti arah kakinya sampai dia menyadari bahwa saat ini dia sedang berada disebuah stasiun kereta api.

Taeyon menatap sekelilingnya. Beberapa orang yang berada disana terlihat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Taeyon meneruskan langkahnya menuju kursi tunggu. Dia duduk kemudian termenung.

“Bukankah hidup sangat menyebalkan? Kenapa aku harus tetap hidup didunia yang terus menyiksaku?”

Taeyon berdiri mendekati rel yang sebentar lagi akan ada kereta yang lewat. Sekali lagi dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Taeyon terus berjalan dengan mata kosong, kereta hampir menghantamnya kalau saja seseorang tidak menarik Taeyon. Beberapa orang yang ada disana berteriak karena kejadian tersebut.

“Ah syukurlah aku tidak terlambat!” ucap orang yang menarik Taeyon yang adalah Chorong.

Orang-orang yang ada disana kini mulai mendekati Chorong dan Taeyon begitu juga petugas stasiun.

“Kalian tidak apa-apa?” tanya petugas stasiun

Chorong tampak tidak menghiraukan pertanyaan dari sang petugas stasiun Karen dia saat ini tengah terfokus pada taeyon yang sedari tadi tidak membuka matanya juga.

“Eonni gwaenchana?” tanya Chorongs eraya mengguncang-guncangkan badan taeyon.

Taeyon mendengar samar-samar suara Chorong yang saat ini tengah memanggil-manggil namanya, namun dia seakan lelah dan tak mampu membuka matanya.

***

Eunji membuka pintu rumahnya karena sedari tadi bel rumahnya terus berbunyi.

“Haishh pasti byun bac. . “

Eunji menghentikan kata-katanya begitu melihat seorang lelaki yang saat ini tengah berdiri didepannya.

“Op-pa!” ucap eunji pelan

Dia seakan tak percaya saat ini Minho berada didepannya dengan wajah yang sangat kacau pula.

“Oppa kau kenapa?” tanya eunji.

“Ayo mas-“

Saat Eunji akan menyuruh Minho masuk, Minho malah memeluk Eunji. Tak beberapa lama kemudian terdengar tangisan dari Minho. Eunji yang tadinya memberontak, setelah mendengar isakan dari Minho langsung menghentikan pemberontakkannya.

“Aku mohon untuk sebentar saja” pinta Minho sambil terisak.

Eunji mulai melemas, kemudian dia bertanya apa yang membuat Minho seperti ini.

.”Aku, tak tahu kalau dia akan meninggal karena aku. Semuanya salahku benar-benar salahku! Bagaimana caranya aku meminta maaf padanya?”

Eunji merasa iba pada Minho meskipun dia tidak mengerti sepenuhnya apa yang Minho ceritakan.

“Seohyun-ah bagaimana aku meminta maaf padamu. Kenapa hal ini baru aku ketahui sekarang? kenapa? “

Minho terus meracau dalam tangisannya dan hal itu membuat Eunji semakin iba pada Minho. Kini Eunji mulai menggerakkan tangannya, lalu menepuk bahu Minho pelan tanpa mengatakan apapun.

Dan tanpa Eunji tahu, saat ini Baekhyun tengah berjalan menuju rumah Eunji dengan wajah berseri seraya membawa dua buah tedy bear yang memakai baju pengantin khas korea.

Saat sudah berada didepan rumah Eunji, kebahagian Baekhyun menghilang seketika ketika melihat Eunji yang tengah memeluk seorang lelaki.

Bukan hanya Baekhyun yang terkejut, tapi Juga Eunji. Dia begitu terkejut begitu melihat Baekhyun. Dengan emosi yang sudah memenuhi kepala dan hatinya, Baekhyun pun melempar kedua boneka teddy Bear yang dia pegang tadi.

Eunji pun kini mencoba melepaskan pelukan Minho, namun tidak bisa karena minho terlalu erat memeluknya.

Baekhyun berjalan menghampiri Minho juga eunji, kemudian menarik Minho dan langsung memukulnya yang membuat Eunji menjerit.

Karena dipukul tiba-tiba minho pun terjatuh ke tanah, Baekhyun mencengkram kragh baju Minho sambil menatap Minho murka. Sementara Eunji, saat ini tengah menarik Baekhyun dan menyuruhnya melepaskan Minho.

“Baekhyun-ah ayo lepaskan Minho oppa, Baekhyun-ah” pinta Eunji.

Seakan tak mau mendengarkan perkataan Eunji, Baekhyun saat ini hanya terus menatap Minho murka.

“HYA BUKANKAH SUDAH AKU PERINGATKAN PADAMU AGAR TIDAK MENDEKATI EUNJI LAGI. APA KAU INGIN MENCELAKAI EUNJI LAGI HAH?” Bentak Baekhyun.

Minho hanya terdiam seakan menerima semua apa yang Baekhyun lalukan padanya. Dia bukannya tak mau melawan. Dia bisa saja melawan, namun dia merasa lelah, dia merasa bahwa dia memang pantas mendapatkan semua ini.

“Pukul saja aku sepuasmu, aku tidak akan melawan!” ucap Minho pasrah.

Baekhyun berdecak kesal karena perilaku minho sekarang kemudian dia menyeringai

‘Baiklah kalau itu yang kau inginkan” ucap Baekhyun lagi.

“Baekhyun-ah hentikan, aku mohon hentikan.”

Eunji terus memegangi Baekhyun dan memohon agar Baekhyun menghentikan memukuli Minho. Namun tak sedikitpun Baekhyun mendengarkan Eunji, malah berkali-kali dia menepis tangan Eunji yang memeganginya seraya menatap tajam Eunji.

Saat Baekhyun akan memukul Minho kembali, Eunji langsung memegangi tangan Baekhyun. Namun Baekhyun malah menepis Eunji dengan kasar, sampai eunji terjatuh bahkan kepalanya membentur pot bunga yang berada disana.

‘Awww” ringis eunji yang langsung membuat Baekhyun menghentikan kegiatannya yang akan memukul Minho.

Minho yang melihat eunji terjatuh langsung mengumpulakn kekuatannya, lalu mendorong Baekhyun sekuat tenaga.

Minho lantas menghampiri Eunji, begitu Juga Kedua orang tua Eunji serta Eunjo yang baru saj datang. Sedangkan Baekhyun yang setelah itu beralih kearah eunji hanya bisa terdiam melihat dahi Eunji yang terluka dan mengeluarkan darah.

“Eunji-ya kau tidak apa-apa?” Tanya Minho seraya membantu Eunji bangun.

“Eunji-ya!”

“Noona!

Teriak kedua orang tua Eunji serta Eunjo bersamaan ketika melihat Eunji yang terluka. Mereka menghampiri eunji lalu menanyakan keadaannya.

Baekhyun yang terlihat Shock, kini menatap kearah Eunji. Dia berdiri kemudian berlari bagaikan pengecut yang melarikan diri.

Sesampainya dirumah, Umma Baekhyun menyapa Baekhyun. namun Baekhyun tak menjawab sapaan ibunya, dia hanya terus berjalan dengan ekspresi penuh penyesalan serta ekspresi kemarahan pda dirinya sendiri.

Baekhyun menutup pintu kamarnya kasar, lalu duduk di pinggir kasurnya dengan posisi memeluk lututnya.

“Apa yang aku lakukan barusan? Aku menuduh lelaki itu akan mencelakai Eunji lagi, tapi malah aku yang mencelakainya”

Baekhyun menelungkupkan wajah di lututunya yang dilipat kemudian termenung. Umma Baekhyun menghampiri Baekhyun, dan dia menghela napas panjang begitu melihat Baekhyun saat ini.

Umma Bakhyun duduk didepan Baekhyun kemudian memeluk anak semata wayangnya itu.

“Kau kenapa?apa kau dan Eunji bertengkar lagi?” tanya umma Baekhyun lembut.

Baekhyun masih tertunduk dan tak mau menatap ummanya, sehingga membuat ummanya memegang kedua pipi Baekhyun.

“Lihat umma” ucap umma Baekhyun.

“Eomma, bagaimana aku bertemu dengannya setelah ini? aku rasa aku tidak sanggup menatap wajahnya setelah aku melakukan hal tadi padanya. Aku merasa seperti lelaki pengecut yang setelah menyakiti seseornag yang dia sukai, dia pun pergi tanpa mengatakan apapun atau meminta maaf”

Umma Baekhyun kini menarik Baekhyun dan memluknya.

“Minta maaflah setelah kau rasa semuanya sudah tenang. Dan jangan pernah menghindarinya maka kau tidak akan merasa seperti pengecut lagi”

“Bagaimana kalau dia yang menghindariku dan membenciku?”

“Hadapi ketakutanmu, jika dia benar-benar menyukaimu dengan tulus, maka tidak akan ada alasan untuk dia membencimu. Dan semoga hal ini menjadi sebuah pelajaran untuk kau dan juga dia!”

Baekhyun semakin erat memeluk ummanya, dia benar-benar merasa nyaman saat ini. nyaman berada dipelukan ibunya. Bukankah begitu seorang anak seharusnya, nyaman di pelukan ibunya dan juga bukankah begitu seharusnya seorang ibu, memberikan kenyamanan dan rasa aman ketika anaknya sedang kesulitan atau sedang bersedih.

“Eomma terima kasih” guman Baekhyun pelan.

***

Dikamarnya Eunji terdiam menatap dirinya dicermin. Dia teringat kejadian semalam ketika Baekhyun memergokinya berpelukan dengan Minho.

Eunji mengalihkan pandanganya, kearah sepasang boneka teddy bear yang Baekhyun bawa tadi malam. Eunji memungut boneka tersebut tak lama setelah Baekhyun pergi setelah mendorong Eunji. Eunji menghela napasnya panjang. Dia mengambil tas sekolahnya kemudian pergi.

Saat berjalan melewati rumah Baekhyun Eunji menatapnya sebentar. Lalu tak lama kemudian, Eunji melanjutkan langkahnya.

Disekolah, Eunji menghampiri Chorong yang sedang duduk sambil menatap keluar jendela.

“Eonni” panggil Eunji.

“Hemh” sahut Chorong sambil mengalihkan tatapannya.

Chorong menatap Eunji, kemudian tersnyum tipis.

“Dia terlalu menyukaimu!” ucap Chorong yang saat ini sudah memegang dahi Eunji yang di plester.

“Apa dia sudah datang?” tanya Eunji.

Chorong menggeleng menandakan bahwa dia belum melihat Baekhyun.

Dengan wajah kecewa, Eunji beranjak dari duduknya kemudian pamit untuk kembali kekelasnya.

Saat Eunji sudah pergi, Chorong mengeluarkan ponsel kemudian menghubungi seseorang.

“Dia mencarimu, kenapa kau seperti ini? cepatlah masuk. Sebentar lagi bel!”

Chorong menutup sambungan teleponnya dan benar saja tak lama kemudian sosok Baekhyun memasuki kelasnya. Baekhyun pun kini menghampiri Chorong.

“Gomawo!” ucap Baekhyun singkat.

Saat Baekhyun hendak pergi, Chorong menahannya dengan memegang lengan Baekhyun, sehingga Baekhyun menatap Chorong dengan dahi mengkerut.

“Duduklah, kita bicara sebentar”

Baaekhyun mengangguk, kemudian duduk di bangku depan Chorong.

“Tenang saja aku tidak akan meminta bayaran padamu” ujar Chorong yang membaca pikiran Baekhyun. dan alhasil membuat Baekhyun tersenyum tipis.

Chorong mencoba mencari tahu apa masalah Baekhyun dan Eunji dengan cara melihat pikiran Baekhyun Tak butuh waktu lama, dia pun kini mengetahuinya. Chorong tersenyum tipis membuat Baekhyun menyipitkan matanya tak mengerti dengan sikap Chorong yang aneh, ya meskipun memang selama ini Baekhyun selalu menganggap Chorong aneh.

“Di- “

Chorong hendak mengatakan kalau Eunji sebenarnya tidak marah pada Baekhyun. Tapi tiba-tiba dia ingat ucapan Joon myun yang mengatakan agar Chorong jangan ikut campur masalah Eunji dan Baekhyun cukup membantu mereka.

“Di, apa?” tanya Baekhyun.

“Byun Baekhyun, kau tidak bisa menilai dirimu sendiri sebagai pengecut karena kita tidak bisa menilai diri kita sendiri. Kita hanya perlu menyadari kesalahan dan mengakui kesalahan tersebut, lalu mulai memperbaikinya. Jangan pernah berpikir bahwa kau jahat atau kau lelaki pengecut, karena orang lain belum tentu berpikiran sama sepertimu. Semua manusia itu dasarnya adalah orang baik hanya saja kita sendiri yang membuat diri kita sendiri penyebab kita terlihat jahat. Minta maaflah pada Eunji. Walaupun terkadang kata maaf tidak menyelesaikan suatu masalah tetapi kata maaf membuat semuanya menjadi lebih indah dan setelah kau meminta maaf kau akan merasa lebih lega”

Baekhyun mendengar dengan seksama nasehat Chorong padanya. Baekhyun tak menyangka bahwa dia akan mendengar kata-kata tersebut dari Chorong yang selama ini dia sebut gadis aneh.

“Aku tak menyangka bisa mendengar hal ini dari mulutmu” ucap baekhyun.

Chorong tersenyum lembut. kemudian mengalihkan pandangannya kearah luar jendela.

“Seseorang mengajarkanku banyak hal. Dia menunjukan bagaimana menjadi orang yang baik yang selalu berikap sabar serta tulus. Dan yang paling penting dia membuatku mensyukuri kelebihan yang sudah Tuhan berikan padaku juga memanfaatkan kelebihan itu dengan cara yang baik bukan dengan cara yang salah. Karena Tuha tidak akan menjadikan sesuatu tanpa suatu alasan”.

“Apa orang itu Lelaki yang bernama Kim Joo myun?” tebak Baekhyun.

Chorong tak menjawab pertanyaan Baekhyun, dia hanya tersenyum tipis dan itu seakan menandakan sebuah jawaban iya dari Chorong yang cukup membuat Baekhyun mengerti.

“Aku rasa lelaki itu benar-beanr luar biasa” puji Baekhyun.

“Semua orang bisa seperti itu, hanya saja mereka yang tidak menyadarinya”

Baekhyun dan Chorong kini mulai saling tersenyum satu sama lain. perasaan Baekhyun semakin lega karena dia dikelilingi orang yang mendukungnya. Kali ini Baekhyun benar-benar bertekad untuk meminta maaf pada Eunji dan dia tidak perduli ataupun merasa takut dengan apa yang akan terjadi karena seperti yang Chorong katakan bahwa dengan meminta maaf maka perasaannya akan jauh lebih lega.

***

Baekhyun menatap dirinya dicermin, dia saat ini sedang berlatih meminta maaf pada Eunji sebelum dia pergi dan maminta maaf langsung pada Eunji.

“Ok Baiklah Byun Baekhyun, jadilah lelaki yang gentle dengan cara mengakui kesalahanmu serta meminta maaf pada Eunji. Apapun yang terjadi kau harus menerimanya, meskipun Eunji harus menamparmu atau menjambak rambutmu”

“Kata siapa aku akan menjambak atau menamparmu?”

Tiba-tiba Eunji datang dari balik Pintu dan kini tengah berdiri disana dengan memegang ujung pintu kamar Baekhyun.

Baekhyun menjadi salah tingkah, dia bingung harus mengatakan apa. Dia menundukan kepala bahkan mengusap tenguknya. Kata-kata yang sudah dia siapakan tadi tiba-tiba menghilang dari kepalanya, dan entah berlari kemana.

“Eunji-ya” Panggil Baekhyun kaku.

Saat Baekhyun akan berbalik, Eunji mengatakan agar Baekhyun tetap pada posisinya yang seperti itu, biar dia yang mendekat. Baekhyun mengangguk menuruti kemauan Eunji.

Dia perlahan berjalan mendekati Baekhyun dan kini dia tepat berada dibelakang Baekhyun.

Baekhyun masih menunduk karena tidak mampu membalikkan badan ataupun melihat wajah Eunji dari pantulan cermin yang ada didepannya.

Greb!!!

Kedua mata Baekhyun membelalak dan kepalanya menengadah saat itu juga ketika tiba-tiba Eunji memeluknya dari belakang.

“Mianahe Baekhyun-ah karena membuatmu marah”

“Harusnya aku yang meminta maaf bukannya kau. Eunji-ya Mianhe” ucap Baekhyun.

Eunji menenggelamkan wajahnya di punggung Baekhyun dan semakin erat memeluk Baekhyun.

“Kau tahu Eunji-ya, aku sangat kesal ketika melihat kau memeluk lelaki itu, tapi ternyata rasa peyesalan yang lebih besar adalah ketika aku menyadari bahwa aku menyakitimu., kemudian lari tanpa melihat kondisimu, ini kedua kalinya aku tak bisa melakukan apapun ketika kau terluka”

Eunji kembali mengencangkan pelukannya pada Baekhyun.

“Tidak Baekhyun-ah, itu wajar untuk kau marah saat melihat pacarmu memeluk pria lain didepanmu. Aku bisa mengerti perasaanmu. akupun akan melakukan hal yang sama kalau aku yang berada diposisi dirimu”.

Baekhyun melapaskan tangan Eunji yang memeluknya kemudian berbalik, untuk menatap Eunji. Dia menatap Eunji lekat lalu mulai memegang pipi Eunji menggunakan kedua tangannya.

Kini baekhyun mulai memiringkan kepalanya seraya mendekatkan wajahnya pada Eunji, sedangkan Eunji saat ini tengah memejamkan kedua matanya.

Eunji bisa merasakan bagaimana saat ini bibir baekhyun mulai menempel dibibirnya, begitu pun Baekhyun yang bisa merasakan bibir eunji. Mereka tidak melaukan ciuman yang dalam dan intim, namun hanya sebuah kecupan ringan beberapa kali.

“Saranghae” ucap Baekhyun sesekali

“Nado” jawab Eunji

Namun tak lama kemudian, Baekhyun yang menyadari sesuatu mulai menghentikan kegiatannya bersama Eunji.

“Eunji-ya tampaknya kita tertangkap basah” ucap Baekhyun.

Eunji yang tak mengerti hanya bisa menunjukkan wajah tidak mengerti.

“Haisshhh ahjuma itu sangat menganggu” ucap baekhyun kesal.

“Ahjuma?” ucap Eunji yang akhirnya mulai berpikir.

Ketika menyadari apa yang dimaksud Baekhyun, Eunj pun menatap Baekhyun dengan mata membelalak.

“Jangan bilang kalau. . “

Eunji menghentikan perkataanya saat baekhyun mulai pergi menuju pintu kamarnya yang sedikit terbuka.

Baekhyun langsung melipat tangannya didada begitu melihat ummanya berada disana sambil memegang sebuah kamera.

“Hya Ahjuma apa yang kau lakukan disitu hah?” tanya Baekhyun mencoba mengintrogasi ummanya.

“Aku? ah aku sedang mengabadikan momen kalian berdua. Baekhyun-ah kau benar-benar manis. Dari mana kau belajar hal tadi? apa appamu yang mengajarkanmu?”

Mendengar ucapan ummanya barusan membuat pipi Baekhyun bersemu merah karena malu.

“Hya umma, seharusnya kau tidak mengintip. Kapan kau akan sadar dan berhenti melakukan hal bodoh?”

Eunji menghampiri Baekhyun juga Ny. Byun dan ketika melihat Eunji, Umma Baekhyun langsung menatap Eunji dengan wajah sumringah.

“Eunji-ya. . aigoo kalian begitu manis” ucap Umma Baekhyun sambil memeluk Eunji.

Eunji merasa benar-benar malu, karena hal tadi yang dia lakukan bersama Baekhyun ternyata di saksikan oleh ummanya baekhyun.

Baekhyun menarik ummanya, kemudian mengusir ummanya dari sana. Sambil mengatakan bawha ummanya benar-benar pengganggu dan seperti penguntit.

Dan dengan bangga umma Baekhyun mengatakan bahwa dia berbakat menjadi sesaeng fans. Bahkan dia menanyakan apakah dia harus menjadi master untuk fansite lee minho.

“Aigoo umma, kau sudah menikah dan berhentilah melakukan kegilaan itu!”

“Ah iya aku sudah menikah, haishhh kenapa aku cepat-cepat menikahnya? Dan ah kenapa suamiku tak setampan Lee minho? Aigoo, ngomong-ngomong Lee minho, aku hari ini belum mencari berita tentangnya. Ah aku harus pergi sebelum aku ketinggalan updetan dari lee Minho”

Baekhyun dan Eunji hanya terdiam dambil saling menatap ketika umma baekhyun mengoceh sendirian tentang Lee Minho.

Baru sekitar 5 langkah ummanya Baekhyun berbalik kearah Baekhyun dan Eunji.

“Hya kalian berdua, lakukanlah hal yang wajar. Jangan sampai kalian melakukan hal yang diambang batas, karena kalian masih sekolah. Arraseo? Hei Byun Baek umma percaya kau pria sejati”

Sambil mengatakan bahwa Baekhyun pria sejati, umma Baekhyun juga menunjukan gaya seperti menembak menggunakan kedua ibu jari dan telunjukanya yang diarahkan pada Baekhyun dan tak lupa dengan mata yang berkedip senelah. Membuat baekhyun ingin muntah dibuatnya.

Setelahnya umma Baekhyun pergi, Baekhyun mulai menatap Eunji kembali. Sedangkan Eunji yang menyadari tatapan aneh Baekhyunpun kini menyipitkan matanya.

“Hei bacon apa kau tahu dengan wjah seperti itu kau terlihat seperti ahjussi mesum”

Bukannya melawan seperti biasa, Baekhyun kali ini malah semakin menatap Eunji lekat. sebenarnya dia hanya ingin menggoda Eunji saja saat itu.

Eunji yang mulai merasa aneh, kini mulai memundurkan langkahnya.

“Hya Byun Baekhyun kau kenapa?” tanya Eunji.

Eunji mulai terjebak, dia tak bisa lari kemana-mana karena dibelakangnya adalah tembok. Dia semakin gugup, dan jantungnya berdebar kencang.

“Eunji-ya” panggil Baekhyun pelan.

“Wa-wa-aaaaaaaae” sahut eunji gugup.

Baekhyun mulai menggerakan tangannya menuju wajah Eunji yang alhasil membuat Eunji memejamkan kedua matanya. Dan saat itulah sebuah seringaian muncul di wajah Baekhyun.

Dan tak lama kemudian terdengar teriakan dari Eunji dan juga tawa bahagia Baekhyun.

“BYUN BAEKHYUN APA TAK PUAS KAU MEMBUAT DAHIKU LUKA, DAN SEKARANG KAU MENYENTILNYA HAH? KAU AKAN MATI BYUN BAEKHYUN!!!!”

Eunji berteriak seperti harimau yang baru saja dibangunkan dari tidurnya, sedangkan Baekhyun saat ini sudah berlari menyelamatkan dirinya agar tidak di hantam oleh Eunji yang tengah murka padanya.

***

“Noona sekali lagi kau melakukan hal itu, kenapa kau selalu begini?”

Joon myun menatap sedih kearah Taeyon yang sedang terbaring di atas tempat tidur disuatu rumah sakit.

Tangan Taeyon yang masih belum sembuh sejak terakhir kali dia mencoba bunuh diri, kini pun kembali menjadi saksi betapa putus asanya Taeyon dan berusaha mengakhiri hidupnya kembali seperti yang sudah-sudah.

Sebuah tangan menyentuh bahu Joon myun dan itu adalah tangan Chorong.

“Taeyon eonni tampaknya begitu tertekan. Dia sudah bertemu dengan Hyungmu. Tapi tampaknya hyung-mu tidak mengingat siapa Taeyon eonni dan membuatnya semakin tertekan”

Joon myun tertunduk, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan sekarang.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Joon myun.

Chorong memeluk leher Joon myun dari belakang kemudian berbisik sesuatu.

“Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja!”

Joon myun memegang lengan Chorong yang melingkar di lehernya, dan mencoba percaya dengan apa yang Chorong katakan barusan.

Chorong menatap kearah depan, dimana saat ini hantu halmoni tengah berada. Dia tersenyum kearah chorong seraya mengangguk.

Chorong pun mengangguk, kemudian hantu halmoni pun menghilang dari sana. Saat itu juga Chorong melepaskan pelukannya pada Joon myun.

“Aku ada urusan sebentar. Jadi aku harus pergi dulu”

Begitu mendengar ucapan Chorong Joon myun beranjak dari duduknya kemudian menghadap kearah Chorong.

Dia menggerakan tangannya kearah kepala Chorong kemudian mengusapanya lembut. sambil tersenyum, Joon myun mengucapkan terima kasih pada Chorong yang dibalas anggukan oleh Chorong.

 

TBC

Fiuh akhirnya part 13 selesai juga, padahal ini sudah hampir berbulan-bulan kan? Maaf yah buat yang nunggu dan terima kasih buat yang udah mau nungguin. ^^

Gimana nih? Apa udah mulai sedikit terkuak beberapa misteri atau malah tambah bingung? hhe

Sebenernya kemarin aku baca lagi ff ini dari part 1, karena aku lupa lagi mau dibawa kemana jalan ceritanya*Author yang aneh*😀

oh ya kemarin ada reader yang tanya apa aku gak nerusin ff ini karena berita datingBaekyeon? sebenernya sih gak, cuma kemarin-kemarin aku males banget dan gak dapet inspirasi sama sekali buat lanjutan ceritanya. yah faktor utamanya karena aku lupa mau dibawa kemana ceritanya. T.T

Dan setelah aku baca lagi dari part  1 akhirnya aku inget.hahahahha

Yah dan part 14 nya lagi dalam proses pengetikan karena aku lagi bersemangat buat nulis, semangat aku lagi membara!!!!!!!!

Rencana aku sih mau dibikin sampe 16 biar kaya jumlah kebanyakan drama korea gituh tapi gak tahu juga tuh.hhe ^^V

Pokoknya terima kasih buat yang udah mau baca, comment dan like. *muah muah muah muah*

aku juga ngedit lagi loh, biar mengurangi typo aku yang selalu banyak, karena emang lagisemangat nulis^^

 

 

 

 

 

 

63 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 13]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

  2. Haaaai, jujur ya pas chapter 14 diposting kemarin nggak langsung aku baca soalnya bingung banget, ini ceritanya gimana ya dulu, waktu aku baca kok aneh e ternyata belum baca yg chapter 13 wkwk😀

    Eunji baik banget ya, pengertian. Duh Chorong sama Joon Myun makin manis aja.

    Fighting yaaaa!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s