You’re My Destiny part 8

youre-my-detiny

You’re My Destiny part 8

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Genre : School Life, Romance, Sad

Rating : Teen

 “Karena kau adalah jodohku, maka kita harus bersama”

Previous Chap

Sudah lebih dari 1 minggu Seul Rin koma dan sampai sekarang ia masih belum bangun juga. Sehun selalu setia menungguinya, ia sering menginap di Rumah Sakit bahkan tidur dan belajar disana. Apakah kalian bertanya dimana keluarga Seul Rin ? Eomma Seul Rin sudah meninggal ketika Seul Rin masih duduk dibangku kelas 2 SD sedangkan Appanya sibuk mengurusi perusahaannya dan Ajjumha Lim sudah pindah ke Busan, karena ingin tinggal bersama Neneknya Riri. Dan disinilah Sehun sekarang, menemani Seul Rin sepanjang hari. Orang tuanya memang tak sesibuk Ayah Seul Rin, tapi sebagai pemilik toko roti yang selalu ramai pengunjung membuat Sehun juga kesepian.

“Rin~ah, besok ada ujian Matematika. Kau tahu kan kalau kau adalah sainganku dikelas dalam hal matematika ? Karena kau jarang masuk, aku jadi kehilangan semangat untuk belajar karena sainganku tak ada. Bagunlah Han Seul Rin” gumam Sehun sambil mencium tangan Seul Rin yang masih lemah, tak ada tanda – tanda bangun dari sosok itu.

“Kau ingat ? Dulu ketika kita bersepeda ?” ujar Sehun, ia menghembuskan napasnya berat “Waktu itu..”

Flashback

“Oh Sehuun~” panggil yeoja kecil yang sedang berdiri didepan pintu rumah Sehun.

‘Ceklek’

Pintupun terbuka, menampakkan seorang yeoja cantik hampir berusia 30 tahun.

“Annyeong Ajjumha, apa Sehun ada ?” tanya yeoja kecil itu. Eommanya Sehun mengangguk “Ayo masuk Rin~ah”

Seul Rin menundukkan tubuhnya 45 derajat (?) “Gamshahamnida Ajjumha, maaf karena aku tidak menundukkan tubuhku 90 derajat. Aku tadi sudah makan dan kekenyangan jadi tidak bisa sampai 90 derajat” Eommanya Sehun tersenyum, ia mengacak – acak rambut Seul Rin karena gemas “Kau ini lucu sekali, kau mau kan menjadi Yeojacingu Sehun ?” tanyanya.

Seul Rin tampak bingung, tapi iapun mengangguk walaupun tak mengerti apa yang diucapkan Eommanya Sehun.

“Theul Lin udah thampe ? Ayo kita jalan – jalan” ajak Sehun yang entah tiba kapan dan tiba – tiba sudah ada didepan kedua perempuan itu.

“Kalian tidak makan siang dulu ? Seul Rin, kau baru saja tiba, setidaknya duduk dulu sebentar” ujar Eommanya Sehun.

Seul Rin menggeleng “Seul Rin sudah makan Ajjumha, makanya tadi tidak bisa membungkukkan badan hingga 90 derajat”

Sehun mengangguk mengiyakan “Eomma, kami pelgi dulu ne ? Mau main sepeda” Iapun menarik tangan Seul Rin.

“Hati – hati ya !” pesan Sang Eomma

~~~~~~

“Ini sepeda Theul Lin ?” tanya Sehun kecil yang takjub pada sepeda pink Seul Rin, Seul Rin mengangguk mengiyakan pertanyaan Sehun.

“Theul Lin kelumah Thehun naik Thepeda ?” tanya Sehun lagi dengan logat cadelnya yang lucu, “Iya, Seul Rin naik sepeda. Kita ke tamannya naik sepeda ne ?”

Sehun menunduk, Seul Rin mendekati Sehun kemudian mengelus punggungnya dengan lembut “Sehunnie mau belajar sepeda bareng Seul Rin ?” tawarnya, Sehun menatapnya dengan wajah yang berbinar.

“Tentu thaja mau” Seul Rin tersenyum “Ayo !”

Merekapun bermain sepeda dengan puas dan bahagia, walaupun Sehun berkali – kali jatuh dari sepeda, Seul Rin senantiasa membangunkan Sehun dan membersihkan kotoran yang menempel di tubuh Sehun.

Sehun menatap Seul Rin yang tengah membersihkan tangan Sehun yang penuh luka karena terjatuh dari sepeda. Jantungnya serasa ingin meledak.

“Theul Lin~ah” panggilnya pelan, ya ampun.. Kalian masih 5 tahun dan sudah merasakan hal – hal yang berbau cinta –“

“Maukah Theul Lin menjadi Yeojacingu Thehun selamanya ?” Ya ampun Hunnie, umurmu masih sangat muda.. Sangaaat muda.

Entah mengerti atau tidak, Seul Rin mengangguk “Seul Rin akan menjadi teman perempuan Sehun selamanyaaa~”

Mereka dua tersenyum bahagia, walaupun masih kecil tapi sepertinya kedua bocah ini bisa saling setia dan menghargai. J

 

Flashback Off

Air mata Sehun menetes ketika mengingat peristiwa itu, ketika ia dan Seul Rin bersama dan saling menyayangi. Andai saja Sehun tidak mudah cemburu dengan hubungan Luhan dan Seul Rin, andai saja Riri tidak meninggal dan andai saja Seul Rin tidak memiliki penyakit kanker otak pasti mereka bisa bersama dan saling mencintai.

“Seul Rin~ah, kapan kau mau bangun ?” tanya Sehun

“…” Tak ada jawaban, hanya suara monitor yang mendeteksi detak jantung Seul Rin yang masih terdengar disertai tangisan Oh Sehun, namja putih yang setia menunggui Seul Rin.

“Kau tahu ? Semua yang telah kita lalui tak dapat kulupakan, katu tahu betapa sulitnya melupakan itu semua ? Dan aku tak mau melupakan satu kenanganpun darimu”

“Dan satu hal yang harus kau ketahui, Seul Rin~ah” Sehun mengecup punggung tangan Seul Rin kemudian menatap wajahnya lagi “Saranghae, aku mencintaimu. Dulu, sekarang dan selamanya”

Sehun mencium kening Seul Rin, berharap dengan ciuman tersebut dapat membuat Seul Rin bangun dari tidurnya seperti dalam dongeng putri salju.

“Eungg” Mata Sehun terbuka, mendengar erangan dari seseorang. Ia menatap Seul Rin yang sedang mengerjab – kerjabkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.

“Seul Rin~ah, kau sudah bangun ?” tanya Sehun bersemangat, Seul Rin tersenyum dan mengangguk pelan

“A.. Air mi.. mi..minum” Sehun mendengarkan ucapan Seul Rin namun sepertinya ia tak mengerti.

Seul Rin menunjuk gelas di pinggir meja, tangannya sanga berat untuk digerakkan, mungkin karena seminggu tidak digerakkan.

Sehun dengan sigap mengambil gelas yang ditunjuk Seul Rin, kemudian membantu gadis itu untuk minum.

“Kau tak apa ?” tanya Sehun khawatir, wajah Seul Rin penuh dengan peluh sehingga bajunya basah dalam hitungan menit.

“Aku tak apa” jawab Seul Rin sembari tersenyum. Sehun mengetik sesuatu di ponselnya kemudian ia mengirim pesan itu.

Suasana terasa hening, Seul Rin menatap Sehun yang masih berkutit pada ponselnya “Kau susah mengetahuinya ?”

Sehun menatapnya heran “Apa ?”

“Jangan pura – pura tak mengerti, Oh Sehun”

Sehun mendesah berat “Tahu apa ? Kankermu ?” tanyanya balik, kepala Seul Rin memunduk “Kapan kita menikah ?”

“Ne ?” pertanyaan Sehun membuatnya kaget, menikah ? Diusia 15 tahun ? Yang benar saja

“Aku tahu kita masih kelas 1, tapi aku tak mau kehilanganmu Han Seul Rin” Ucapan Sehun membuat pipinya merona. Mungkin Sehun benar, waktunya takkan lama lagi.

‘Ceklek’

Pintu ruanganpun terbuka, Seul Rin bernapas lega sehingga dapat mengalihkan pembicaraan yang telalu dewasa itu.

Namja yang membuka pintu itupun tersentak kaget melihat Seul Rin yang telah bangun dan kini sedang tersenyum padanya.

“Annyeong Myung Soo~ssi” sapa Seul Rin padanya. Ia tersenyum kemudian berjalan mendekati kedua orang itu.

“Kau mengganggu kami Hyung” ujar Sehun merajuk, Myung Soo tertawa melihatnya “Memang apa yang sedang kalian bicarakan ?” tanya Myung Soo.

“Itu…” Sehun melirik Seul Rin sekilas, gadis itu mengalihkan pandangannya seolah sedang marah padanya “Tidak penting, jadi tujuan Hyung kesini mau apa ?” tanyanya heran.

Myung Soo memegang kening Seul Rin, dengan cepat Sehun menepis tangan Myung Soo “Hyung mencari kesempatan dalam kesempitan”

Lagi – lagi Myung Soo tertawa “Kau lucu kalau sedang marah, sering – seringlah marah”

“Hyung !”

Myung Soo menyikap selimut yang menutupi kaki Seul Rin, sedangkan gadis itu heran dengan apa yang dilakukan oleh namja itu.

“Cobalah berjalan” suruh Myung Soo, Seul Rin masih bingung dengan ucapan Myung Soo “Aku tak tahu ini benar atau tidak, jadi aku harus memastikannya dulu” lanjutnya.

Seul Rin menggeserkan tubuhnya, namun kakinya tak dapat bergerak. Ia mencoba untuk menggerakkan kakinya namun sayang sepertinya kakinya mati rasa dan …

“Sudah kuduga” Seul Rin dan Sehun mengalihkan pandangan mereka ke arah Myung Soo “Saat kecelakaan itu tubuhmu terhempas namun anggota pertama yang keadaannya paling parah saat ini adalah kakimu yan sepertinya … Lumpuh”

Tuturan Myung Soo membuat jantung Seul Rin maupun Sehun hampir berhenti berdetak.

“Ma.. Maksudmu ? Aku tak dapat berjalan lagi ?” tanya Seul Rin, air matanya hampir menetes. Sudah cukup kehilangan orang yang ia sayangi dulu karena Kanker dan sekarang ia yang terkena kanker dan sekarang Myung Soo berkata padanya bahwa ia lumpuh.

“Bisa dibilang begitu, ngomong – ngomong apa dulu keluargamu ada yang terkena kanker ?” tanya Myung Soo, entah mengapa ucapannya menjadi baku dan formal ketika Seul Rin sudah bangun dari komanya.

“Eomma dulu meninggal karena terkena kanker, itu ketika aku kelas 2 SD” jawab Seul Rin, ia memegang kepalanya yang rasanya berdenyut – denyut.

“Aku pergi dulu, kau istirahat saja karena baru saja bangun dari komamu selama 1 minggu, seharusnya aku tak menanyakan hal – hal yang aneh padamu. Jaga dirimu Han Seul Rin” Myung Soo melangkahkan kakinya keluar, meninggalkan Sehun dan Seul Rin berdua.

Sehun membantu Seul Rin membaringkan tubuhnya, kemudian mengecup kening Seul Rin. Tanpa ia sadari air matanya menetes. Seul Rin membuka matanya dan merasakan kehangatan dikecupan itu, seruak aroma tubuh Sehun memenuhi indra penciumannya.

“Beristilahatlah Han” ujar Sehun setelah melepas kecupannya, ia mengelus rambut Seul Rin dengan penuh kasih sayang sembari tersenyum manis.

Seul Rin menangkap tangan Sehun yang mengelus rambutnya “Tidurlah bersamaku, kau pasti lelah menungguku bangun” ujarnya.

Seul Rin menarik Sehun untuk tidur disampingnya, namun sayang kakinya tidak dapat digerakkan.

“Kau tidur saja, aku akan tidur dibawah” ujar Sehun yang merasa kasihan pada Seul Rin. Dengan terpaksa Seul Rin menurutinya.

~~~~~~

Setelah 3 hari bangunnya Seul Rin dari koma, ia sudah diperbolehkan pulang bahkan ia sudah boleh diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

Pagi ini, dengan bantuan Sehun yang mendorong kursi rodanya, mereka menuju ke ruang kelas. Banyak sekali siswa siswi yang bahagia karena bersatunya pasangan itu.

“Kau tunggu disini ok ? Aku mau ke kantin sebentar” ujar Sehun, Seul Rin yang sudah diantar sampai bangkunyapun mengangguk.

“Jangan lama – lama ne ?” Sehun tersenyum kemudian mengacak rambut Seul Rin, iapun meninggalkan Seul Rin sendirian dikelas.

Ketika Sehun menutup pintu, terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan “Semoga Kau Bahagia Oh Sehun” Seul Rin mengernyitkan aliskan, bingung akan arti dan penafsiran dari tulisan itu.

Iapun mendorong kursi rodanya mendekati pintu, namun pintu segera terbuka karena banyak sekali siswa yang tiba – tiba masuk kedalam kelas, membuat kursi roda Seul Rin tidak seimbang dan hampir terjatuh.

“Kau tak pantas menjadi pacar Oh Sehun, Han Seul Rin !” teriak seorang yeoja yang rambutnya digerai. Seul Rin menatap yeoja itu dengan tatapan kaget.

“Mengapa kau mendekatinya sebagai sahabat, mengapa kau bersamanya sebagai pacar ? Kau sungguh tak pantas menjadi pacarnya !”

“A- Apa maksudmu.. Krystal~ssi ?” tanya Seul Rin takut, air matanya hampir jatuh karena teriakan Krystal di dalam kelas itu, bahkan seluruh pasang mata melihat mereka berdua.

“Kau.. Pokoknya kau tak pantas menjadi pacarnya ! Titik !”

Seul Rin menunduk, ia meremas ujung roknya, menangis terisak karena ucapan Krystal yang menusuk hati. Seseorang menghampirinya dan memegang kedua tangannya, kemudian menyamakan tingginya dengan tinggi Seul Rin.

Seul Rin mendongakkan wajahnya, melihat wajah namja yang mencoba untuk menenangkannya. “Se- Sehun~ah ?”

Sehun tersenyum “Sudah baikan ?” Seul Rin mengangguk.

Sehun menarik tubuh Seul Rin hingga mereka berpelukan, wajah Seul Rin memerah bagai kepiting rebus.

“Se- Sehun~ah, disini banyak orang” ujar Seul Rin yang mencoba melepas pelukan mereka, namun Sehun makin mengeratkan pelukannya.

Tak lama kemudian, Sehun melepas pelukan mereka, ia menghapus jejak air mata Seul Rin yang terlihat “Aishh, kau keterlaluan Jung Sojung. Sampai – sampai kau membuatnya menangis” ujar Sehun kesal.

Krystal atau nama aslinya Jung So Jung itu tersenyum lebar “Mianhae, aku bingung”

Seul Rin makin bingung dengan keadaannya saat ini, tadi Krystal marah – marah padanya dan kini ia tersenyum lebar bagai tak memiliki dosa.

“Seul Rin~ah, saengil cukkae” ujar Sehun tiba – tiba. Seul Rin semakin bingung dengan semua ini.

“Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke 16, saengil cukkae” ujar Sehun lagi, kali ini ditangannya ada semangkuk eskrim vanilla kesukaan Seul Rin.

“Mian aku tak membelikanmu kue tart seperti kita di tingkat junior dulu, mian aku membuatmu menangis karena menyuruh Krystal mengucapkan kata – kata itu padamu, mian kalau aku selama ini tidak menjagamu dengan baik.” Tutur Sehun, Seul Rin mengambil semangkuk eskrim itu kemudian melahapnya sedikit demi sedikit.

Yeoja itu berhenti menikmati eskrim ketika ia menggigit sebuah benda, iapun mengeluarkan benda itu yang merupakan sebuah cincin yang bertuliskan nama Sehun disana.

“Han Seul Rin, ucapanku ketika di rumah sakit dulu itu tidak main – main. Aku benar – benar tak ingin kehilanganmu, yeoja yang menjadi orang ketiga yang kusayangi setelah Eomma dan Halmeoni. Yeoja yang memiliki senyum terindah yang pernah kulihat, dan perasaan tegar dan bersemangatnya yang paling kusuka. Maka dari itu aku tak mau kehilanganmu, cukup dengan kehilang keceriaanmu karena Riri Noona, Eomma Han yang meninggal, aku tak mau kehilangan dirimu. Jadi, jadilah milikku Han Seul Rin, jadilah yeoja yang selalu berada disampingku selamanya.”

Ucapan Sehun membuat hati Seul Rin bergetar.

“Han Seul Rin, jadilah ibu untuk anak – anakku kelak”

Seul Rin menatap sekelilingnya yang tersenyum manis padanya, menikmati pemandangan mereka berdua. Bahkan Guru Kim masih menunggu di pintu karena sedang asyik menonton pertunjukkan mengharukan ini.

“I do”

TBC

Preview for next chap :

“Myung Soo Oppa bilang bahwa umurku takkan lama lagi”

“Jangan mengucapkan hal – hal yang membuatku bersedih”

‘Brukk’

“Sehun~ah, mengapa semuanya gelap ?”

“Oh Seul Rin, jangan nakal ne ? Patuhi Appa, arrachi ?”

“MWOO ? Namja tampan sepertimu adalah duda”

Gimana ? Ada gambaran dengan next chapnya ? Ini bisa dibilang hampir END.. Mian kalau updatenya lama, Author sekarang udah kelas 9 jadi mulai fokus sama Ujian walaupun masih lama.. Jadi, tetap tunggu Ffnya walau lama ne ?

30 thoughts on “You’re My Destiny part 8

  1. Ping-balik: [Last Part] You’re My Destiny part 10 | EXO Fanfiction World

  2. Huwaa… Jangan bilang seul rin udh mw mati? ㅠㅠ kasihan sehun jadi duren dong.. #plak adohh kecil” udh dudaa #geleng” yahh disini sama sekali gk ada hyemun luhan yahhh?? Gpp deh.. Lanjuut!!

  3. Ping-balik: You’re My Destiny part 9 | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s