[Minri’s Diary – 09] My Cute Hero

my cute hero-p

Title : My Cute Hero

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri
  • EXO

Genre : Romance, fluff, friendship.

Rating : PG-13, Teen

Length : Drabble, Series

Note : Do not copycat without my permission. Enjoy!!

Dia dan kepolosannya berhasil menyelamatkanku.

Masih ingat dengan keinginan Baekhyun belajar berenang bersama dan aku menolak lalu memintanya pergi dengan Jongin? Keinginannya terkabul. Kami pergi bersama. Wajah memelasnya itu sukses meruntuhkan pertahananku untuk mengabaikan permintaannya meskipun seharusnya aku punya alasan kuat untuk menolak.

Pagi hari saat aku duduk santai di ruang tengah sembari membaca novel roman favoritku, bel rumahku berbunyi. Tidak ada yang orang lain di rumah selain aku. Ayah sedang bekerja dan ibu punya urusan lain di luar. Kondisi tubuhku sedikit tidak bagus akibat perubahan cuaca yang ekstrim. Siang hari terasa begitu panas dan menyengat, lalu malam hari berubah dingin seperti kutub utara. Daya tahan tubuhku tidak cukup kuat untuk menghadapi perubahan itu.

Dengan langkah malas-malasan aku menghampiri pintu lalu membukanya.

“Selamat pagi, Minri sayang!”

Baekhyun dan senyumnya secerah langit di luar menyambutku. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut tersenyum.

Sejak kapan dia berani memanggilku sayang?

Mengabaikan rasa geli di perut, akupun mempersilakannya masuk.

Aku memperhatikan Baekhyun dengan kening berkerut. Dia menggendong tas punggungnya yang tampak berisi, membuatku penasaran dengan apa yang di bawanya. Kupikir tujuannya kemari hanya mengobrol atau belajar bersama untuk tes masuk perguruan tinggi.

“Apa yang kau bawa, Baek?”

“Cuaca sedang bagus. Ayo kita berenang bersama.” Baekhyun menurunkan tas punggungnya, lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Aku tidak bisa berenang.”

Aku duduk di bagian sofa yang lain, meraih novelku lagi, membuka bagian yang telah aku tandai. Detik-detik berlalu dalam keheningan. Aku tidak tahu apa yang dilakukan Baekhyun sampai novel di tanganku telah berpindah ke tangan Baekhyun. Dia merebutnya.

“Ayolah Minri…”

“Baek, kembalikan.”

“Tidak mau.” Baekhyun menyembunyikan di belakang punggungnya.

“Mengajakku berenang bersama tidak akan menyenangkan untukmu. Aku hanya akan berdiri di tepian.” Aku menggapai novelku ke belakang punggungnya tapi dia terus saja menghindar.

“Aku akan mengajarimu.”

“Kau yakin bisa? Aku masih ingat beberapa waktu lalu saat kegiatan sekolah, kau tenggelam.”

“Sekarang aku sudah bisa… sedikit.”

“Jangan keras kepala.”

Baekhyun memundurkan kakinya saat aku melangkah maju. Oh ayolah, aku baru saja mencapai halaman konflik dari cerita yang aku baca. Baekhyun tidak tahu bahwa beberapa langkah lagi kakinya akan menyentuh lengan sofa dan mungkin dia akan—

Jatuh.

“Baek!” Aku bermaksud menarik lengannya, namun yang terjadi malah kami terjatuh bersama di atas sofa dengan tubuhku berada di atas tubuhnya.

Hening.

Baekhyun tidak mendorongku menjauh. Dia hanya mengerjapkan matanya seraya menatapku. Aku tenggelam dalam tatapannya beberapa saat sampai aku tersadar, posisi kami sungguh tidak mengenakkan.

Aku menumpukan tanganku di samping kepala Baekhyun, karena jika aku berguling dapat dipastikan aku akan langsung terjatuh. Aku baru akan mengangkat tubuhku tapi Baekhyun menahan pinggangku.

Oh astaga anak ini!

Wajahku terasa memanas berada dalam jarak sedekat ini dengannya.

“Baek, aku berat.” Ucapku dengan tingkat kepercayaan tinggi padahal aku sendiri sadar bahwa tubuhku jauh lebih kurus dari Baekhyun.

“Minri-ya, please…” Bukannya melepaskanku dia malah menunjukkan wajah anak kucing. Dan jika saja aku bisa aku akan menghindari tatapan itu. Tapi sial, wajahnya terlalu dekat.

“Aku tidak akan melepaskanmu sampai—“

“Baiklah. Baiklah. Kau menang. Sekarang lepaskan aku.”

Baekhyun tersenyum senang, lalu melepaskan tangannya. Dengan segera aku bangkit dari sofa, lalu berdiri. Aku melangkah cepat menuju kamar, mempersiapkan beberapa barang yang harus aku bawa. Namun tidak kusangka Baekhyun mengekoriku hingga ke kamar.

“Minri tidak marah ‘kan?”

Aku hanya sedikit kesal kau selalu punya cara untuk membuatku menuruti keinginanmu.

“Tidak.”

Aku mengambil tas lalu memasukan baju ganti, tanganku terhenti pada barang yang bersifat pribadi, barang yang tidak semestinya dilihat Baekhyun.

“Harusnya kau menunggu di luar saja.”

“Memangnya kenapa? Aku ingin menemani Minri disini.” Baekhyun menyandarkan punggungnya di dinding dengan tangan berlipat di depan dada. Dia tampak mengagumkan, tapi aku harus membuatnya berhenti berpose seperti itu.

“Kalau begitu kau harus berbalik menghadap tembok. Sepuluh detik saja.” Keningnya berkerut, dengan cepat aku menambahkan. “Jangan tanya kenapa.”

Lelaki itu mengendikkan bahu, lalu melakukan apa yang kuminta. Kudengar dia menghitung pelan. Dan sepuluh detik yang berharga itu aku manfaatkan untuk memasukkan pakaian renang dan pakaian dalam. Aku selesai dengan segala persiapanku lalu menutup resleting tas membuat Baekhyun segera berbalik bahkan masih dalam hitungan ke delapan. Dia menghampiriku lalu mengangkat tasku.

“Ayo pergi.”

Baekhyun melangkah riang, sementara aku mengekor di belakangnya. Baekhyun tidak perlu tahu dengan keadaanku. Kuharap kondisiku segera membaik. Dan aku harus mengajak teman-teman yang lain.

Jadi disini, di kolam renang umum, di tengah musim panas dengan mentari yang begitu angkuh menggantung di langit, kami berada. Bukan hanya aku dan Baekhyun tetapi Jongin, Chanyeol, Sehun dan Sungyoung juga ikut. Setidaknya aku punya teman jika para lelaki itu asik dengan dunia mereka.

“Minri, kau tidak mengganti bajumu?” tanya Sungyoung saat melihatku masih mengenakan kaos dan celana jeans, duduk di bawah payung tepi kolam. Sementara teman-teman yang lain telah mengganti pakaian mereka.

“Tidak. Kalian saja yang berenang.”

“Kau tidak apa-apa? Wajahmu tampak pucat.” Sungyoung menatapku namun aku mengalihkan pandangan ke arah lain. Gadis itu mungkin akan segera tahu. Dia terlalu peka terhadap apapun.

“Tidak apa-apa. Hanya sedikit merasa kurang enak badan.”

“Harusnya kau istirahat di rumah. Biar kulihat.” Sungyoung melangkah mendekat, dia menempelkan punggung tangannya ke dahiku. Namun dengan segera aku menepisnya.

“Aku baik-baik saja. Sungguh.”

Sungyoung tidak mengatakan apa-apa lagi. Lalu kulihat beberapa meter di belakang punggung Sungyoung, ada Chanyeol yang berjalan dengan cara mengendap. Aku menatap curiga lelaki itu, namun Chanyeol meletakkan telunjuknya di depan bibir, memintaku merahasiakan kehadirannya.

“Baiklah kalau begitu—aaccck!” tepat saat Chanyeol di belakang Sungyoug, lelaki itu mengangkat tubuh Sungyoung membuat gadis itu segera meingkarkan lengannya ke leher Chanyeol. Selanjutnya Chanyeol melompat ke kolam, mereka bercebur bersama. Dan aku tertawa. Karena Sungyoung menjitak kepala Chanyeol. Gadis itu pasti kesal sekali.

Aku menoleh ke kanan saat menyadari Baekhyun telah duduk di sampingku. Dia sudah berganti pakaian. Wajahnya tampak muram. Apa dia kecewa padaku?

“Harusnya Minri bilang padaku kalau Minri tidak enak badan. Aku tidak akan memaksa Minri pergi.”

Oh, dia pasti mendengar apa yang kami–aku dan Sungyoung–bicarakan tadi.

“Tidak apa-apa. Aku bisa duduk disini. Lagipula tidak ada salahnya aku ikut, di rumah pasti membosankan. Pergilah, aku ingin melihat kemampuan renangmu.” Dengan tawa pelan aku mendorong tubuhnya menjauh. Dia sempat mencium pipiku kilat sebelum terjun ke dalam kolam, mengganggu pasangan kekasih yang saling menyiram.

“Minri, lihat aku.” Baekhyun menyelam beberapa detik, sebelum mengangkat kepala dengan hidung yang tampak memerah. Tidak ada yang istimewa dari hal itu, tapi aku mengangkat kedua jempolku, kubilang dia yang terbaik.

Aku mengitari pandangan ke sekitar. Beberapa gadis berpakaian minim sedang berkeliaran di area kolam. Aku merasa wajar saja karena mereka berada di tempat yang tepat. Namun aku yakin sejak tadi Baekhyun asik berenang, dan aku bersyukur akan hal ini. Sementara Jongin dan Sehun sedang menggoda sekumpulan gadis. Hana harus tahu hal ini.

Baekhyun keluar dari kolam. Titik-titik air menetes dari rambutnya, membuatnya tampak… eum… seksi. Dia tersenyum sembari berjalan ke arahku.

“Maaf membuat Minri bosan.”

“Tidak kok.” Aku mengambil ponselku dari dalam saku, lalu membuka aplikasi kamera. “Baek, kesini sebentar.” Aku memintanya duduk di sampingku lalu aku mengatur kamera depan. Tidak tahu kenapa aku ingin berfoto bersamanya sekarang. Baekhyun menggeser duduknya, membuat bajunya yang basah sedikit mengenaiku. Aku mengabaikan hal ini.

“Satu.. dua….”

Klik.

Kurasakan bibirnya di rambutku cukup lama, bertahan beberapa saat setelah aku berhasil memoto kami berdua.

“Wangi stroberi,” komentarnya. Sepertinya dia bicara soal rambutku.

Aku menggumam pelan sambil memperhatikan layar ponselku mengecek hasil foto kami tadi. Baekhyun tampak memejamkan matanya sembari mencium puncak kepalaku dan aku tersenyum senang di foto itu.

“Minri cantik.” Baekhyun ikut memperhatikan hasil foto tadi di sampingku.

“Dasar perayu. Sudah sana kembali ke kolam, teman-teman memanggilmu.” Aku mendorong pelan tubuh Baekhyun dengan wajah merona.

Baekhyun pun kembali bergabung bersama temannya. Dia bercebur tiba-tiba, hampir mengenai Jongin. Aku beranjak dari kursi, lalu mendekat ke arah kolam. Sepertinya seru juga.

“Minri, awaaaas!” aku terkesiap saat Baekhyun berteriak sementara tubuhku sudah tidak bisa menghindari anak-anak yang berlarian dan menabrak tubuhku.

Byuur!

Air. Di sekelilingku hanya ada air. Aku tahu kolam ini tidak begitu dalam. Sebenarnya kakiku masih bisa mencapai dasar kolam, namun tanpa kesiapan membuat kakiku keram dan aku sama sekali tidak bisa ke permukaan. Dadaku semakin sesak. Entah berapa banyak air yang kutelan. Saluran pernapasan terasa menyempit.

“Minri! Kau tidak apa-apa?” samar-samar aku mendengar suara Baekhyun memanggilku. Lalu seseorang menyeret tubuhku ke atas. Dengan kesadaran yang minim aku memejamkan mataku. Telingaku masih bisa menangkap kepanikan dari teman-teman. Sebelum semuanya terasa benar-benar gelap dan menghilang.

“Minri, bangunlah….”

Uhuuk!

Kepalaku terasa pening. Aku menarik nafas dalam setelah merasakan beberapa saat lalu saluran pernapasanku tersumbat oleh air. Perlahan aku membuka mata dan menemukan Baekhyun dengan wajahnya yang hampir menangis itu. Dia langsung memelukku. Erat sekali.

“Minri membuatku takut.”

“Maafkan aku.” Setelah mengumpulkan energiku, akhirnya aku bisa bersuara. “Maaf telah mengacaukan acara bersenang-senang kalian.”

Baekhyun menggeleng cepat.

“Kau harus tahu kalau Baekhyun benar-benar mengagumkan. Aku tidak menyangka dia bisa sekuat itu, mengangkatmu keluar dari kolam.” Sehun menepuk bahu Baekhyun.

“Dan pertama kalinya aku melihat Baekhyun menciummu, di depan kami semua.” Chanyeol mengaduh ketika Sungyoung menyikut perutnya.

“Bodoh, Baekhyun memberi nafas buatan. Bukan sedang berciuman.”

“Tapi Chanyeol benar, bibir mereka saling menyentuh, dan Baekhyun menikmatinya.” Jongin memperparah pernyataan konyol dari Chanyeol.

“Astaga!”

Mengabaikan perdebatan kecil teman-temannya, Baekhyun kembali memelukku dan mengecup puncak kepalaku.

“Aku sayang Minri.”

Sepertinya, selain perkembangan atas kempampuan berenangnya, Baekhyun juga belajar upaya penyelamatan korban tenggelam. Dan aku bangga padanya. My-cute-hero.

“Terimakasih sudah menyelamatkanku, Baek.”

“Aku akan melindungi Minri dengan cara apapun.” Baekhyun menjauhkan wajahnya lalu tersenyum dengan senyumnya yang khas membuatku merasa begitu beruntung.

Haiish!

Ups, maaf aku bersin.

“Astaga Minri, maafkan aku. Kita harus pulang sekarang.” Baekhyun membantuku berdiri. “Setelah itu Minri harus minum obat. Lalu istirahat yang cukup…..”

Dan lelaki cerewet itu masih punya banyak lagi peringatan untukku.

***END***

[Minri’s Diary] 01 – My Boyfriend is a Baby | 02 – Still a Baby | 03 – My Black Pearl | 04 – Just a Little Mistake | 05 – This is Your Day | 06 – Under The Moonlight | 07 – Can I Kiss My Present? | 08 – Where Did He Go?

——-

Did you miss them like me uh? >,< Ah, setelah sekian lama mengumpulkan feel untuk Minri’s Diary akhirnya aku mendapatkan ide kecil untuk fanfic ini, mengaitkan kondisi tubuh yang emang lagi kurang fit.

Sorry for typo.

Do not call me ‘thor’ my name is rima, 93 Line.

Ps: maafkan komentar yang sama sekali belum terbalas di wvfil:/ aku balesin nanti satu-satu kalo udah dapet waktu free.

THANKS FOR READ. KEEP SUPPORT AND LOVE!!❤

148 thoughts on “[Minri’s Diary – 09] My Cute Hero

  1. Kaaaaaaak riiiiiiim, akuuu mauu curhaaaaat ajaaaa T_T
    Demiii apaaa ini moodmaker baangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet
    Apalagi skrg matahari sorenya sedang sangat ramah menyapa
    After all of this, Lu~
    T_T aku sakit, dia sakit, mereka sakit, kita sakit
    Kita semua butuh waktu
    Pada akhirnya everything’s gonna be fine
    Huuuaaaa tapi tetep aja sakit T_T
    Jadi flashback sama yg 00, stlah insiden itu jeddaaar keluar dah berita dating, huuaah pliiss untuk kali ini jangan dating laagi pliis
    Mis. ntar 94 sama siapaa gitu T_T, not again
    Huuuuuuaaaa sm T_T, tp sm kasian jugaa sih T_T dgn saham dan sgala macam embel2nya

    Taapi baekri selalu berhasil bikin mood aku membaik
    Huuaaaaaaa tengkyuuu kaaak, T_T
    Aku baru maen lagi ksini dan baru bacaa, kangen banget sama merekaaa T_T
    Maapin akuu yg sangat terlambat inii,

    Demii apaaa ituuu baek lucu bangeet
    Kok baek gak tau minri sakit seeeeeh, dia kuraang peka yaaah T_T
    Maaau berenaang bareng mereekaah T_T
    Daaan jongin apaapaaan dia
    Pokoknyaa akuu seneeng baca inii, feelnya selalu dapet
    Bener2 perbaikan mood
    Kaak rim jjang !!
    Aku harus mengakhiri ini sepertinya sebelum kaka muntah😥
    Maapkan kerusuhanku yg berurai air mata ini, aku harap gak bikin kak rim bt, dan ikutan galau*geplak aja aku kaak T_T
    See yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa❤

    • Haaai viet! Ah seneng deh ff ini bisa jadi moodmaker.
      Maapin aku telat balesin. Jadi ya ini pas masalah luge menerpa exo-l seluruh dunia ya. Kita bisa apa. Kita bisa mendoakan yg terbaik buat mereka deh.
      Berita dating bbh bikin aku <//3 maksimal sih.
      Tp skrg kita semakin kuat dgn cobaan semacam itu.

      Makasih baekri ()
      Makasih juga buat kamu.
      Gapapa telat. Hihi

      Maklumin dia qaqa, anak polos gatau ceweknya sakit kalo cwe itu gak bilang. Ya si minri juga sok sokan ga bilang sih. Berenang bareng pasti seru!!
      Jongin😄
      Thanks :”)
      Engga kok. Aku seneng liat kamu enak curhat sama aku/? Heheh
      Gak papa serius.
      Se yaaaa❤

  2. ‘tapi Chanyeol benar, bibir mereka saling menyentuh, dan baekhyun MENIKMATINYA’ kyaaaa eonni aku paling suka part yang inii >.< *KetauanMesumnyaDehGue :'v si Jongen sama Cadel ngapain juga gadoin(?) cewe2 /godain weeh, bukan gadoin/ nah itu maksud gue thor(?) /digebukin ririm(?) eonni/ *NjirrGueSKSD :'v okedeh daripada tambah ngawur gue udahin komenannya :'v Annyeong Eonni-ya! :*

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s