Drawing On The Moon[Part 2]

Drawing on the dddd

Thanks To Chikita Kim for the Poster

Title : Drawing On The Moon

Author : Nealra(Dulunya Ayhu Park)

Casts :

  • Oh Sehun
  • Choi Inmoul
  • Lee Hyeri(Girls Day)
  • Ray(C-Clown)

Length : Series

Genre : Sad-Romance

Rating : PG13

Summary : If  I see you under the moonlight

Prev : Part 1

Disclaimer : EXO milik Tuhan,orang tua dan diri mereka sendiri.All About Fiction is Author mine

~^_^~

Inmoul terbangun oleh suara-suara di sekelilingnya. Tepat saat ia membuka mata, wajah seorang namjalah yang pertama kali ia lihat. Namja itu duduk di samping tempat tidur lalu tersenyum manis padanya. Inmoul balas tersenyum “Bahkan di dalam mimpi, senyuman seorang Oh Sehun tetaplah begitu menyejukkan” gumam Inmoul dalam hati.

“Kau merasa baikan?” tanya Sehun. Inmoul mengangguk. Sedetik. Dua detik. Inmoul terlonjak kaget menyadari bahwa dia tidaklah bermimpi melainkan benar-benar bertemu dengan Sehun.

Inmoul segera menggapai buku catatannya lalu menuliskan sesuatu dengan cepat ‘Bagaimana kau bisa ada di sini?’

“Hyeri sudah menceritakan semuanya padaku. Dan aku sangat minta maaf sempat berpikiran buruk tentangmu” Jawab Sehun pengertian.

‘Lalu, apa yang kau lakukan disini?’ tanya Inmoul lagi.

“Aku…” Sehun tampak berpikir “Aku ingin mengenalmu lebih jauh dan berada di sisimu” Jawab Sehun sesuai dengan perasaannya yang sebenarnya. Inmoul mengerutkan dahinya ‘Apa maksudmu?’

Sehun buru-buru menggeleng “Bukan apa-apa. Lupakan saja. Intinya, aku ingin mengenalmu” Sehun tersenyum, Inmoul juga balas tersenyum.

~^_^~

Sejak saat itu, Sehun jadi sering mengunjungi Inmoul, bahkan hampir tiap hari dia mengunjungi rumah sakit demi bertemu Inmoul. Ia mengajak Inmoul berkeliling di rumah sakit dan mencerahkan suasana hati Inmoul.

“Inmoula, aku berjanji kau tidak akan kebosanan selama aku ada disini. Aku akan mengajakmu mengelilingi rumah sakit dan menceritakan semua cerita lucu yang aku tahu” Semangat Sehun.

Hari demi hari mereka habiskan bersama bahkan menurut dokter kehadiran Sehun membuat Inmoul perlahan membaik.

Hari ini, Sehun datang terlambat dari biasanya. Hyerilah yang menemani Inmoul. Hyeri yang sedari tadi membaca majalah kini meletakkan majalah itu lalu menghampiri Inmoul.

“Inmoula, kau ingatkan tentang Ice Prince yang pernah kuceritakan padamu itu?” tanya Hyeri. Inmoul mengangguk lalu menulis sesuatu pada buku catatannya ‘Iya. Bukankah dia orang yang kau suka?’

Hyeri mengangguk “Tapi belakangan ini, dia dekat dengan yeoja lain. Apa yang harus kulakukan?”

‘Menurutku, kau harus mengatakan perasaanmu secepatnya sebelum hubungannya dan yeoja itu semakin jauh’

“Tapi, bagaimana jika dia menolakku dan lebih memilih yeoja itu?” Hyeri tampak cemas memikirkannya.

‘Bukankah kau mengenalnya dengan baik? Dibanding yeoja itu, kupikir kau lebih baik untuknya, karena kau mengenal dan mencintainya jauh sebelum yeoja itu. Juga, daripada kau tersiksa melihatnya dengan yeoja itu lebih baik kau mengungkapkan perasaanmu, setidaknya itu bisa melegakan perasaanmu’ Inmoul tersenyum memberi semangat. Hyeri mengangguk pasti sambil tersenyum

~^_^~

Inmoul menunggu kedatangan Sehun sambil membuat sketsa pemandangan taman di luar. Sesekali Inmoul tersenyum sendiri entah karena apa.

Cklek. Pintu terbuka. Hyeri disusul Sehun masuk ke dalam kamar rawat Inmoul. Tim basket baru saja menyelesaikan rapat sehingga Sehun bisa sekalian pergi bersama Hyeri ke rumah sakit.

“Inmoula, kau sudah meminum obatnya kan?” tanya Hyeri lalu duduk di sofa. Inmoul mengangguk.

“Kau tidak kebosanankan selama aku pergi?” Sehun duduk di samping Inmoul. Inmoul mengangguk sebagai jawaban.

“Jinjja?!” Goda Sehun lalu mencubit pipi Inmoul lembut. Inmoul mengerutkan dahinya menatap Sehun.

“Kenapa kau terlihat sangat manis” Gumam Sehun sambil mengacak lembut rambut Inmoul. Inmoul berniat mengambil buku catatannya tapi Sehun buru-buru menahan Inmoul “Gwenchana. Tanpa buku itu pun aku tetap mengerti apa yang kau inginkan kok”. Inmoul tidak dapat menahan senyumnya.

“Ayo kita pergi mencari udara segar” Ajak Sehun lalu menarik Inmoul keluar dari kamar.

Tanpa disadari, Hyeri tidak dapat menyembunyikan wajah masamnya saat dia harus menjadi saksi kemesraan Sehun dan Inmoul.

~^_^~

Latihan baru saja berakhir. Seperti biasanya, Sehun akan buru-buru berganti pakaian agar dia bisa lebih cepat ke rumah sakit. Kali ini, dia berencana menumpang mobil Ray, teman setimnya. Mereka menuju ke tempat parkir sambil bercerita.

Hyeri menghentikan langkah mereka “Sehun, aku ingin mengatakan sesuatu. Bisa kita bicara berdua?” tanya Hyeri pada Sehun. Sehun melirik jam tangannya “Mian. Tapi aku harus buru-buru ke rumah sakit. Inmoul sudah menungguku sejak tadi”

“Hanya sebentar saja. Apa benar-benar tidak bisa?” Hyeri kembali memastikan dan dibalas anggukan pasti oleh Sehun.

“Kalau mau bicara sebaiknya disini saja biar cepat” Saran Sehun. Hyeri berpikir sebentar lalu mengangguk “Geureu. Aku akan mengatakannya disini”

“Sehuna, sebenarnya aku…” Hyeri seakan berat untuk mengatakannya.

“Kamu kenapa? Aku harus cepat-cepat. Katakan saja sekarang” Ucap Sehun terburu-buru.

“Okay, aku akan mengatakannya. Sebenarnya aku menyukaimu. Sudah setahun sejak kita pertama kali bertemu. Aku mengenal dan menyukaimu jauh lebih dulu dibanding Inmoul, jadi aku harap kau ingin mempertimbangkan perasaanku” Hyeri menunduk setelah mengucapkan hal itu.

“Hyeria, jangan bercanda” Terasa sulit bagi Sehun untuk mempercayainya. Hyeri menggeleng “Aku serius, Oh Sehun!”

“Tapi Hyeria, seperti yang kau tahu, aku menyukai Inmoul dan perasaan ini juga sudah kupendam setahun lamanya. Saat pertama kali aku melihatnya di taman sedang melukis, jadi saat ini yang kuharapkan adalah Inmoul dapat mempertimbangkan perasaanku. Mianhe, Hyeria. Aku juga masih mengejar Inmoul sampai saat ini” Sehun tampak tidak enak mengucapkannya dengan terang-terangan.

Hyeri mencoba tertawa “Gwenchana. Ternyata kau juga sudah menyukainya sejak lama yah. Ya. Kau juga harus memperjuangkan perasaanmu” Setelah mengucapkan itu, Hyeri berlari sambil tertunduk memasuki gedung.

“Kau tidak punya perasaan, Oh Sehun” Cibir Ray lalu mengejar Hyeri. Sehun tersadar “Ray! Ray! Kau mau kemana? Kau harus mengantarku” Teriak Sehun tapi Ray sudah menghilang.

~^_^~

Pernyataan cinta Hyeri pada hari itu membuat hubungan Hyeri dan Sehun menjadi sangat canggung. Mereka tidak pernah sekalipun mengobrol atau bercanda seperti dulu. Hyeri yang dulunya sangat peduli mengenai semua hal tentang Sehun kini menjadi acuh.

Inmoul menyadari perubahan sikap kedua orang terdekatnya itu. Di rumah sakit, jika Hyeri ada, Sehun pasti tidak ada. Begitu pula sebaliknya.

Hari ini, Hyeri menemani Inmoul di rumah sakit. Inmoul mencoba memberanikan diri menanyakan kepada Hyeri tentang masalahnya dan Sehun.

Inmoul duduk di samping Hyeri yang tengah membaca majalah lalu memperlihatkannya buku catatannya ‘Kau dan Sehun sedang ada masalahkan? Kalau bisa, cerita saja padaku. Mungkin aku bisa membantu kalian meluruskannya’

Hyeri menggeleng “Bukan masalah yang penting kok”

Inmoul kembali mencolek Hyeri ‘Tapi aku tidak bisa melihat kalian bersikap dingin satu sama lain seperti itu’

“Ya sudah. Kau anggap saja tidak terjadi apa-apa” Hyeri kembali melanjutkan bacaannya.

‘Aku benar-benar tidak bisa. Ayolah, Hyeria. Ceritakan saja padaku’ Inmoul masih berusaha.

Hyeri tampak kesal “Kalau aku bilang tidak mau, ya tidak!” Hyeri berjalan keluar. Inmoul buru-buru menahannya. Hyeri menghembuskan nafasnya dengan kasar “Kau benar-benar ingin tahu? Iya? Seperti yang kau sarankan, aku mengakui perasaanku pada orang yang aku sukai itu. Aku mengungkapkannya pada Sehun. Tapi dia menolakku karena kau. Saat aku bilang aku sudah lama menyukainya, dia malah bilang kalau dia juga sudah lama menyukaimu. Apa setelah itu aku masih bercanda bersamanya?”

Inmoul terkejut bukan main mendengar penuturan Hyeri, tapi dia tidak bisa melakukan apapun selain diam.

Hyeri menatap tajam ke arah Inmoul “Choi Inmoul, kau tahu kan penyakitmu sudah sangat parah. Mungkin besok kau akan mati. Seharusnya, kau tidak memberikan harapan pada Sehun. Sehun itu masih punya hidup yang panjang. Dia tidak bisa hanya menghabiskan waktunya bersama orang sakit-sakitan seperti kau. Kau harusnya sadar diri” Hyeri mengakhiri ucapannya dengan penekanan.

Inmoul tidak dapat menahan air matanya. Ia menangis dalam diam, sementara Hyeri telah pergi dengan emosi yang meluap-luap.

~^_^~

Sehun begitu sibuk hari ini, sehingga ia baru bisa mengunjungi rumah sakit sekitar pukul 7 malam. Ketika Sehun datang, suasana begitu sepi. Inmoul berbaring di tempat tidurnya dengan wajah yang pucat. Sehun menghampiri Inmoul lalu menggenggam tangannya dengan lembut.

“Sesuatu terjadi?” tanya Sehun. Inmoul menggeleng ‘Hanya masalah penyakit, tapi Cuma sesaat kok’

“Geureu. Istirahatlah yang banyak” Sehun tampak benar-benar pengertian.

‘Sehuna, aku punya permintaan’ tulis Inmoul dalam buku catatannya.

“Permintaan apa? Aku usahakan untuk mengabulkannya”

‘Apa kau ingin menjadi model lukisanku?’

Sehun mengangguk “Tentu saja aku mau. Itu adalah sebuah kehormatan” Inmoul tersenyum.

Mereka menuju ke taman. Sehun duduk di bangku taman tepat di bawah rembulan yang bersinar kuat.

“Sepertinya sketsa wajahku dari samping saja biar terkesan cool” Sahut Sehun, membuat Inmoul tertawa kecil.

“Lukis bulannya juga yah. Malam ini terlihat sangat indah” Sehun menatap langit malam. Inmoul mengangguk dalam diamnya “Malam ini di bawah rembulan sangatlah indah”

Inmoul mulai membuat sketsa. Sehun menatap Inmoul sambil tersenyum “Kau terlihat sangat cantik di bawah sinar rembulan ini

Sehun mengitarkan pandangannya untuk melihat keindahan malam. Tapi, saat ia melihat ke arah Inmoul, mata Sehun membulat sempurna. Inmoul tiba-tiba pingsan. Sehun buru-buru membawa Inmoul kembali ke kamar sambil berteriak memanggil dokter tidak karuan.

~^_^~

Sudah dua hari ini sejak kejadian Inmoul pingsan, tapi Sehun tidak punya waktu untuk ke rumah sakit karena dia ada di luar kota. Sehun belum mendapat kabar sama sekali setelah kejadian itu. Sehun menjadi begitu khawatir setiap saat.

Untungnya hari ini mereka pulang. Tanpa kembali ke rumah, Sehun segera ke rumah sakit, tapi ia tidak menemukan siapa-siapa di kamar rawat Inmoul. Ia hanya menemukan sketsa dirinya yang dibuat oleh Inmoul malam itu.

Sehun benar-benar resah. Ia ingin menanyakan keberadaan Inmoul pada Hyeri tapi ia juga merasa tidak enak.

Seminggu telah berlalu, Sehun tidak dapat lagi menahan kekhawatirannya. Mau tidak mau dia harus menanyakan hal ini pada Hyeri.

“Lee Hyeri” Panggil Sehun. Hyeri berbalik “Ada apa?”

“Inmoul” Kata pertama yang terucap dari mulut Sehun itu membuat Hyeri buru-buru berbalik, tapi sebelum Hyeri pergi, Sehun dapat menahannya “Tidak seharusnya aku bertanya padamu mengenai Inmoul tapi aku tidak tahu lagi harus mencari kemana. Apa kau tahu Inmoul ada dimana? Dan apa yang terjadi padanya?”

“Aku tidak tahu” Jawab Hyeri singkat lalu beranjak pergi. Sehun menariknya dengan kasar “Aku serius, Lee Hyeri! Jangan bersikap kekanakan, katakan saja dimana Inmoul sekarang” Bentak Sehun.

Hyeri mendengus kasar “Kau benar-benar ingin tahu apa yang terjadi pada Inmoul? Inmoul sudah mati. Inmoul yang kau cintai itu suda mati!”

TBC

Next chap akan menjadi the last chap~

So bagi yang merasa bisa bertahan, keep waiting!

Author udah berusaha, so, don’t forget to leave your mark.

21 thoughts on “Drawing On The Moon[Part 2]

  1. jahat banget hyeri hanya karna penolakan dari sehun dia tega nyakitin inmoul dan mendoakan cepat mati sodara kayak apa coba dia ini
    sehun dan inmoul saling mencintai apa dia gk bisa liat ketulusan keduanya hahhh sad ending dech kan inmoul beneran udah meninggal poor sehun…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s