What should I do with this girl? [Chapter 14]

 

 

 

 

 

Title                 : What should I do with this girl? [Chapter 14]

Author           : Park Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             : Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : PG-17

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 13

Chapter 14

 

Terduduk didepan sebuah piano itulah yang Jonghyun lakukan saat ini. Dia hanya duduk didepan piano tanpa memainkannya. Sebuah memory masa lalu ketika dia memainkan piano bersama Taeyon juga berputar-putar dikepalanya.

“Kenapa tidak kau mainkan piano itu?”

Hantu halmoni muncul tiba-tiba. Jonghyun beralih menatap hantu halmoni kemudian ekspresi wajahnya mulai berubah.

“Halmoni, bagaimana ini? Jika kenyataan memang sepahit ini. Aku lebih memilih melupakan semuanya! ”

“Jonghyun-ah masa lalu itu bukan suatu hal yang bisa kita lupakan dengan kemauan kita sendiri. Bagaimanapun menyakitkannya masa lalu, tetap saja itu merupakan pengalaman hidup yang seharusnya menjadi pelajaran agar kita menjadi lebih baik di masa sekarang maupun masa depan!”

Jonghyun menutup wajah menggunakan kedua tangannya. Karena tidak mampu memperlihatkan air matanya pada hantu halmoni.

Tap tap tap

Terdengar langkah kaki mendekat, namun hal itu tak kujung membuat Jonghyun menghentikan tangisanya.

Pemilik langkah kaki tersebut tak lain adalah chorong. Dia sengaja menghampiri Jonghyun dan itu atas permintaan hantu halmoni. Chorong sendiri sudah tahu kalau Jonghyun dan Taeyon telah bertemu.

Begitu berdiri tepat didepan Jonghyun, Chorong menatap iba pada Jonghyun.

“Selama ini aku selalu menganggap bahwa masalahku sangat besar, namun aku baru sadar bahwa masalah orang lain mungkin jauh lebih besar”.

“Jonghyun-ssi” panggil chorong.

Begitu mendengar suara chorong, jonghyun langsung menurunkan tanganya kemudian menatap Chorong yang sedang tersenyum tipis kearahnya

” Aku tidak keberatan kalau anda memelukku”

Jonghyun langsung beranjak dan memeluk Chorong seraya terisak. Hatinya sakit saat ini dan yang dia butuhkan adalah seseorang yang dengan rela meminjamkan bahunya untuk Jonghyun bersandar.

“Menangislah. Karena walaupun menangis tidak menyelesaikan masalah tapi setidaknya dengan menangis perasaan akan terasa lega”

“Terima kasih. Terima kasih” ucap Jonghyun sambil terisak.

Chorong menepuk bahu Jonghyun saat Jonghyun mempererat pelukanya. Chorong sadar bahwa saat ini yang jonghyun butuhkan adalah sandaran dan rasa aman.

Hantu halmoni yang melihat pemandangan tersebut lantas terseyum seraya mengangguk kearah Chorong.

“Terima kasih Chorong-ah” ucap hantu halmoni Sambil perlahan menghilang.

***

Flashback

Jonghyun duduk di ruangan kamarnya yang gelap. Dia memikirkan semua yang tuan Kim katakan padanya.

Aku tidak akan memaksamu, karena kau sendiri tahu mana jalan yang harus kau pilih”

Tap tap tap

Joon myun memasuki ruangan Jonghyun dan berjalan menuju Jonghyun lalu duduk di sebelah Jonghyun.

“Hyung apa yang kau lakukan di ruangan gelap seperti ini?” tanya Joon myun.

“Joon myun-ah bukankah kau bilang, bahwa kau lulus audisi di sebuah perusahaan music?”

Joon myun mengangguk dengan senyum terukir di bibirnya menandakan bahwa dia sangat senang sekaligus banggapada dirinya sendiri.

“Apa yang membuatmu bermimpi menjadi penyanyi?”

“Eo” sahut Joon myun singkat kemudian mulai berpikir.

Jonghyun tak sekali pun menatap kearah adiknya itu, karena entah kenapa senyuman Joonm myun saat itu membuat hati Jonghyun semakin sakit.

“Mimpiku dulu hanya menjadi anak yang baik dan menjadi apapun yang appa inginkan, tapi dia merubah semuanya. Ketika aku mendengar dia menyanyi hatiku terasa berdetak kencang. aku bisa merasakan jutaan bintang bersinar di atas kepalaku”

Jongyun semakin menunduk mendnegar jawaban adiknya itu, dia mengirup napas kemudian mengeluarkan melalui mulutnya, setelah itu dia mengalihkan kembali pandanganya, namun kali ini kearah Joon myun.

Jonghyun menatap Joon myun dengan senyum tipis. Tangan Jonghyun memegang pucuk kepala Joon myun setelah itu mengusap kepala adiknya lembut. Joon myun yang di perlakukan seperti itu oleh Jonghyun terlihat senang, karena dia erasa kalau kakanya juga bangga padanya msipun tak bisa dia sangkal kalau dia melihat sebuah kesedihan juga di mata kakaknya itu.

“Dia wanita yang membuatku mempunyai mimpi hyung, apa aku bisa menggapai mimpiku dan juga dia?”

Deg!!

Seketika itu juga Jonghyun menghentikan usapan tanganya di kepala Joon myun. Bingung, itulah yang dia rasakan saat ini. namun tak beberapa lama kemudian dia memutuskan untuk tersenyum agar Joon myun tidak merasa curiga.

“Kalau kau berusaha, kau pasti bisa!” ucap Jonghyun.

“Aku menyukainya, tapi dia tidak mungkin melihatku jika aku seperti sekarang. Oleh sebab itu, aku ingin menjadi seorang penyanyi. Setidaknya dia tidak akan menolakku kan jika aku seorang selebriti?”

Joon myun terkekeh kecil merasa malu pada kakaknya karena ini pertama kalinya dia menceritakan pada kakaknya bahwa dia menyukai seorang gadis.

Flashback End

Chorong menepuk-nepuk pelan bahu Jonghyun yang saat ini tengah menyandarkan pucuk kepalanya pada bahu Chorong.

Cukup lama jonghyun bersandar di bahu Chorong, dia mengangkat kepalanya ketika sudah merasa baikkan. Jonghyun menatap Chorong dengan wajah sedih, sedangkan Chorong tersenyum tipis.

“Aku. . . inilah hal yang aku ingin lupakan. Ketika kecelakaan itu, aku memohon pada Tuhan agar ingatanku hilang. Disini. . “ Jonghyun memegang dadanya.

“Terasa sangat sesak ketika mengetahui kebenaran bahwa aku bukan anak kedua orang tuaku. Bahkan itu terasa semakin sesak saat mengetahui bahwa adikku menyukai gadis yang aku sukai meskipun dai tidak tahu”

Chorong memegang pipi Jonghyun menggunkan kedua tangannya, menatap Jonghyun dengan hangat. Dia bahkan tidak pernah percaya dia akan melakukan hal ini pada orang lain karena selama ini dia tidak pernah mau berurusan dengan urusan orang lain.

“Seberapa pahitnya kenyataan itu, harusnya sebagai seorang manusia kita harus bisa menerimanya. Percayalah padaku, bahwa ayah anda sangat menyayangi anda, oleh karena itu dia menyuruh anda meninggalkan Taeyon-ssi. Dia melakukan itu bukan semata-mata karena dia lebih menyayangi Joon myun, dia hanya tidak ingin kedua anaknya saling menyakiti, jadi berhentilah berpikir bahwa ayah anda melakukan ini karena Joon myun anak kandungnya. Sebebanrnya Joon myun juga sangat menderita”.

Kedua mata Jonghyun berkaca-kaca mendengar ucapan Chorong barusan. Dilubuk hatinya yang paling dalam dia juga sangat menyayangi kudua orang tuanya yang sekarang dan juga Joon myun. Dia bahkan merasa bersalah karena pernah berpikir bahwa ayahnya melakukan ini karena dia lebih menyayangi Joon myun yang notabennya adlah anak kandungnya.

“Dia, menjaganya bukan untuk dirinya sendiri.dia menjaganya untuk anda, karena dia merasa bahwa dialah penyebab anda kecelakaan. Dia sangat menyukai Taeyon sampai dia tidak menyadari kalau anda dan Taeyon saling menyukai. Dia juga sangat menderita selama ini”

Jonghyun terisak kembali, Chorong kembali menariknya lalu memeluk Jonghyun dan kembali menepuk pelan bahu Jonghyun untuk membuatnya lebih tenang.

Hantu halmoni kembali muncul, dia menatap kearah Jonghyun juga Chorong. Hantu Halmoni melihat Jonghyun yang terisak menangis dipelukan Chorong, namun hal itu malah membuat dia begitu lega.

Chorong yang menyadari kedatangan hantu halmoni pun langsung tersenyum ketika hantu halmoni mengacungkan kedua jempolnya untuk Chorong.

***

Didalam kamarnya kini Tuan Kim tengah berdiri sambil termenung, dia memikirkan kedua anaknya. Nyonya Kim datang menghampiri suaminya, kemudian memeluknya dari belakang.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya nyonya kim.

“Jonghyun dan Joon myun”

Nyonya Kim tersenyum, dia melepaskan pelukannya kemudian beralih kearah depan tuan Kim. Dia memegang bahu suaminya seraya menatapnya.

“Tak bisakah kau membiarkan Jonghyun bersama dengan orang yang dia sukai?”

“Tapi. . “

Nyonya kim segera memotong ucapan suaminya, dia mengatakan kalau Tuan Kim berpikir Joon myun akan tersakiti, maka hal itu salah karena jika tuan kim terus tidak membiarkan Jonghyun kembali pada Taeyon, itulah yang akan membuat Joon myun sedih. Nyonya Kim Juga mengatakan kalau selama ini Joon myun menyesal karena tidak mengetahui lebih awal bahwa Jonghyun menyukai Taeyon. Itulah alasan kenapa Joon myun menjaga Taeyon.

Tuan kim menurunkan tangan istrinya yang memegang bahunya, kemudian dia berbalik menuju tempat tidur. Tuan Kim duduk menyender di dashboard, kemudian memijat kepalanya yang terasa sakit.

“Wanita cenayang itu mengatakan bahwa ingatan Jonghyun kembali. Aku. . “

Nyonya kim berjongkok di pinggir tempat tidur, dia menggenggam tangan suaminya dan menatapnya lembut.

“Bukankah dia tetap anak kita? Apapun yang terjadi, dia tetap anakku. Meskipun dia tidak lahir dari rahimku. Dan dia juga . . “

“Dia tetap anakku, dia anakku.” Potong Tuan kim seraya menatap istrinya dengan wajah sendu.

Nyonya Kim tersenyum mendengar ucapan suaminya, seakan-akan dia benar-benar puas dengan apa yang dikatakan suaminya. Akhirnya kata-kata yang selama ini selalu suaminya simpan didalam hati keluar.

Kini sembari menatap istrnya tuan Kim berkata dalam hatinya.

Hal yang paling aku takutkan ketika Ingatan Jonghyun kembali ,bukanlah ingatan bahwa Joon myun dan Jonghyun menyukai seorang gadis yang sama, melainkan aku sangat takut Jonghyun kembali teringat bahwa dia bukanlah anakku. Bahkan aku sendiri takut mengingat hal itu.” .

***

Taeyon masih belum sadarkan diri, bahkan tangannya selalu terasa dingin meskipun sedari tadi Joon myun sudah menggenggamnya erat.

Chorong yang baru saja datang setelah dia berbicara dengan Jonghyun, menghampiri Joon myun di rumah sakit. Dia menuju kamar Taeyon dirawat.

Langkahnya seketika terhenti saat melihat Joon myun tengah memegang tangan Taeyon, dia menatap dengan tatapan sedih bahkan dia juga melihat Joon myun mengelus kepala Taeyon lembut.

Kini seakan ada suatu benda yang menusuk-nusuk jantungnya dan mencekik lehernya. Hantu halmoni yang tiba-tiba muncul di belakang Chorong, langsung menyadari sikap chorong yang aneh. Kemudian diapun menghilang sesegera mungkin.

Akhirnya Chorong mengurungkan niatnya untuk menghampiri Joon myun karena dia benar-benar tidak mampu menyaksikan Joon myun dan Taeyon. Chorong menyadari bahwa tidak mudah bagi Joon myun melupakan Taeyon, meskipun dia sudah merelakan Taeyon untuk Jonghyun tapi tetap saja jauh dilubuk hati Chorong tahu kalau Joon myun masih menyukai Taeyon.

Chorong berjalan keluar rumah sakit, dan tempat yang dia tuju saat ini adalah ayunan yang ada di tempat bermain anak yang menjadi tempat favoritnya ketika dia ada masalah.

Chorong duduk diayunan, tanpa mengayunkannya. Dia termenung disana, cuaca dingin pun dia abaikan. Kini saat-saat dimana dia duduk termenung karena Joon myun waktu itu kembali teringat. Dia teringat bagaimana Joon myun menemukannya, kemudian membuat hatinya yang sedih menjadi hangat. Tapi kali ini, Chorong merasa hal itu tidak akan terulang kembali karena Joon myun sedang bersama Taeyon.

“Kau bisa sakit kalau kau duduk disini. Ayo pulang”

Hantu halmoni tiba-tiba muncul di sebelah Chorong. Chorong menolak ajakan Hnatu halmoni untuk pulang, dia mngatakan suatu kebohongan bahwa dia masih ingin disana, karena dia sedang merindukan ayahnya.

“Bolehkan aku bertanya sesuatu?” tanya hantu halmoni dan Chorong membolehkannya.

“Kenapa kau selalu kesini kalau kau sedang bersedih?”

“Appa dulu selalu mengajakku bermain disini. Dia selalu mendorongkan ayunan ini untukku. Dan sekarang aku merindukan appa, halmoni ini semua karena mu”

Hantu halmoni yang tidak terima disalahkan oleh Chorong pun langsung protes, dia tak terma begitu saja mendapat tuduhan penyebab Chorong sedih. Ketika sedang mengomeli Chorong, tiba-tiba saja Chorong meantap hantu halmoni dan tanpa disangka Chorong tersnyum.

Hal itu sontak saja membuat Hantu halmoni langsung terdiam, dia tersenyum juga dan menatap Chorong dengan mata berbinar.

“Chorong-ah akhir-akhir ini apa kau sadar kaalu kau selalu menatapku, dan hal itu tidak pernah kau lakukan karena kau mengatakan kau takut padaku”

Chorong berdiri, kemudian meregangkan otot-ototnya. Dia lantas menghirup udara, lalu membuangnya lagi.

“Aku ingin makan ramen”

Kini chorong pergi meninggalkan hantu halmoni, namun bukannya marah hantu halmoni malah tersenyum lebar kemudian menghilang.

***

Dikelasnya, Chorong tengah duduk sambil menahan dagunya menggunakan sebelah tangannya. Dia menatap kearah jendela diamana dari sana dia bisa melihat salju yang berjatuhan diluar.

Dari arah pintu masuk, kinit erdengar dua orang membuat keribuatan, dan siapa lagi kalau bukan Eunji dan Baekhyun. Eunji dan Baekhyun menghampiri Chorong dengan berdebat seperti biasa.

“Eonni” panggil Eunji

Chprpng langsung mengalihkan pandanganya pada Eunji begitu Eunji berada disampinganya.

“Eonni, kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?” tanya Eunji yang terlihat khwatir.

“Ponselku mati karena beberapa hari ini aku kehilangan chargeku” Bohong Chorong.

Dia sebenarnya sengaja tidak menyalakan ponselnya agar dia tidak berusaha menghubungi Joon myun. Meskipun saat ini dia merindukan Joon myun, namun dia begitu tidak punya keberanian dan kekuatan utnuk menemui Joon myun terlebih lagi dengan keadaan Taeyon sekarang. dia pikir dia hanya akan di abaikan Joon myun.

“Eonni, kau sedang ada masalah? apa itu dengan pria tampan itu? atau kau ada masalah dnegan ummamu? Hah Eonni yang ma . .Eungh. .?”

Baekhyun segera membungkam mulut Eunji yang sedari tadi menanyakan pertanyaan secara beruntun pada Chorong. Baekhyun sendiri bisa melihat bahwa saat ini Chorong sedang tidak ingin membahas masalahnya.

Eunji masih mencoba melepaskan tangan baekhyun dari mulutnya, kemudian dia pun menggigit tangan Baekhyun dan perbuatan eunji itu tidak hanya membuat baekhyun melepaskan tangannya tapi juga membuat Baekhyun merintih kesakitan.

Begitu tangan Baekhyun lepas, eunji segera menginjak kaki Baekhyun keras dan semakin membuat baekhyun meringis kesakitan.

“HYA DASAR MONSTER, TEGANYA KAU MENYAKITIKU” Pekik Baekhyun.

Eunji segera menunjukan wajah yang seperti hendak memakan Baekhyun. Eunji mencengkram kragh baju Baekhyun dan menatapnya tajam. Baekhyun menelan air liurnya karena dia tahu pasti dia akan diserang kembali oleh Eunji.

Beberapa detik kemudian wajah Eunji berubah 180 derajat, dia kini menunjukan senyum lebar, juga kini cengkramannya di leher Baekhyun dia lepaskan. Eunji membenarkan seragam Baekhyun, juga dasi Baekhyun.

“Oppa katakan kau mencintaiku” Pinta Eunji

Baekhyun tersenyum singkat, lalu dia segera memegang wajah Eunji menggunakan telapak tangannya sambil sedikit mendorong wajah Eunji.

‘Hya Jung Eunji menjauhlah dariku sementara, aku ingin merenungi keputusanku untuk menjadikan kau pacarku”

Eunji melepaskan tangan Baekhyun kemudian dia mengaleng dan menyenderkan kepalanya di bahu Baekhyun.

“Oppa, kau tidak seharusnya menyesali itu karena kau sangat beruntung memiliki seorang Jung Eunji” ujar Eunji.

Kini Eunji mengedip-ngedipkan kedua matanya kearah Baekhyun, yang membuat Baekhyun menengadahkan wajahnya sambil menghela napasnya setelah itu menatap Chorong.

“Lihat temanmu ini Park Chorong, dia benar-benar. . “ Baekhyun tidak bisa berkata-kata lagi.

Chorong terkekeh melihat Baekhyun juga Eunji, didalam lubuk hatinya dia selalu merasa iri pada mereka berdua.

“Oppa, aku harus kembali sebentar lagi bel masuk” ujar Eunji sambil melambaikan tangannya pada Chorong juga Baekhyun.

Setelah eunji pergi, Baekhyun yang masih belum beranjak dari tempatnya mulai mendapat perhatian dari Chorong.

Chorong mengangkat sebelah alisnya sambil melirik Baekhyun

“Waeyo?” tanya Chorong.

Baekhyun duduk di bangku depan chorong, kemudian melipat tanganya didada, Baekhyun tersenyum dann Chorong tahu apa yang diinginkan Baekhyun.

Chorong menghela napas panjang, kemudian mengalihkan tatapannya kearah jendela. Baekhyun bisa melihat bahwa saat ini Chorong sedang mempunyai masalah. Ya, meskipun selama ini Chorong selalu bermasalah namun tampaknya ini berbeda, itulah yang bisa ditangkap Baekhyun dari sorot mata Chorong.

“Jam istirahat nanti, bagaimana kalau kita bicara?” usul Baekhyun

Chorong mengangguk lalu tersenyum yang menandakan dia setuju dengan usulan Baekhyun barusan.

Baekhyun kemudian beranjak dari duduknya dan langsung menuju tempat duduknya.

***

“Ini”

Baekhyun memberikan cola pada Chorong. Chorong tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.

Baekhyun duduk di sebelah Chorong, dan mereka saat ini tengah berada di tangga yang ada di depan lapangan di sekolah mereka.

Chorong menatap kearah beberapa siswa yang tengah bermain bola di depannya, sedeangkan Baekhyun tengah menegak cola miliknya.

Beberapa kali Baekhyun melirik kearah CHorong, dia memperhatikan raut wajah Chorong dan tampak jeloas bahwa pikiran Chorong sedang kacau saat itu.

“Apa kau ada masalah dengan lelaki itu?” tanya Baekhyun tanpa menatap Chorong.

“Eo” jawab Chorong singkat.

“Rasanya hatiku terasa sesak, aku sampai tidak bisa bernapas. Aku takut benar-benar takut. Meskipun dia tidak mungkin bersama perempuan itu tapi ketika melihatnya memperhatikan perempuan itu, hatiku terasa ingin meledak”

Baekhyun menghela napasnya, dia seakan mengerti apa yang dirasakan Chorong.

“Itulah yang dinamakan jatuh cinta. Mereka membuat kita bahagia namun juga kadang membuat kita menderita. Apa lelaki itu sudah mengetahui bahwa kau menyukainya”

Chorong tertunduk, dia meminum cola miliknya, setelah beberapa tegukan chorong menghentikan kegiatannya kemudian mengelap bibirnya menggunkan punggung tangannya.

“Ne, dia tahu”

“Baiklah, kalau kau ingin menangis maka menangislah atau kau ingin berteriak maka berteriaklah. Dan jika ingin meluapkan isi hatimu katakanlah. Aku mungkin tidak bisa member saranmu saran karena aku tidak tahu cerita persisinya, tapi setidaknya aku bisa menajdi seorang teman yang akan memdengarmu.”

Chorong Nampak tersentuh dengan apa yang dikatakan Baekhyun, dia begitu berterima kasih pada Tuhan karena dikelilingi oleh teman-teman yang menyayanginya.

“Gomawoyo, Baekhyun-ah” ucap Chorong dengan mata berkaca-kaca

Melihat Chorong yang tersentuh dengannya, Baekhyun langsung meledek Chorong dan membanggakan dirinya.

“Bukankah eunji beruntung mempunyai pacar sepertiku?” bangga Baekhyun.

Chorong berdecak, sambil memukul pelan Baekhyun. Baekhyun sempat cemberut ketika Chorong memukulnya, namun beberapa detik kemudidan mereka malah tertawa bersama.

Dari belakang Eunji tiba-tiba datang dan langsung merangkul dari belakang leher Chorong dan Baekhyun.

“Hya apa yang kalian tertawakan?” tanya Eunji penasaran.

Chorong Baekhyun saling menatap, namun dengan kompak mereka mengangkat bahu mereka sambil mengatakan bimil bebarengan.

“Haishh kalian menyebalkan” Kesal Eunji yang kini malah semakin mencengkram leher Chorong dan Baekhyun.

“Hya kenapa kalian malah tertawa” protes eunji saat Baekhyun dan Chorong malah tertawa.

***

Joon myun duduk dengan layar ponsel yang tengah dia tatap, dia sudah berada disana cukup lama. Duduk di ayunan di sebuah tempat bermain.

Chorong, dialah yang membawa Joon myun kesana. Sudah beberapa hari Chorong tidak muncul di hadapan Joon myun, bahkan beberapa hari Juga Chorong tidak mengirimi Joon myun pesan.

Munafik kalau Joon myun katakan dia tidak merasa kehilangan gadis yang selalu mengikutinya itu. Dan benar saja saat ini chorong tengah berjalan menunduk sambil menedangi salju-salju yang ada dijalanan.

“Aku merindukannya” guman chorong

Dia berjalan menuju ayunan tanpa tahu kalau saat ini Joon myun ada di sana. Begitu melihat orang yang ditunggu datang, senyum tipis langsung di tunjukan Joon myun.

Joon myun berdiri dan menghampiri Chorong, dia berjalan sampai Chorong menghentikan jalannya.

Begitu mengetahui jalannya di halangi seseorang, Chorong langsung menautkan kedua alisnya, kemudian menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa orang yang menghalangi jalannya.

Betapa terkejutnya Chorong begitu melihat bahwa yang menghalangi jalannya adalah lelaki yang selama ini dia rindukan.

Joon myun tersenyum, namun tidak dengan Chorong yang seakan bingung. dia mengedip-ngedipkan matanya, dan dengan senormal mungkin dia mencoba menyapa Joon myun.

‘An-nyeong” sapa Chorong canggung.

“Kau kemana saja?” tanya Joon myun lembut.

Chorong melihat kearah jam tangannya dengan sengaja.

‘Ah iya umma. Dia memintaku untuk pulang cepat malam ini. Joon myun-ssi maafkan aku, aku harus pulang”

Chorong langsung mengangkat sebelah tanganya.

“Annyeong” pamit Chorong.

Joon myun terdiam begitu Chorong pergi, dia merasakan sesuatu yang sesak saat ini didalam hatinya ketika Chorong memperlakukanya seperti tadi.

Tanpa berpikir panjang lagi, Joon myun berbalik dan langsung mengejar Chorong yang sedang menangis saat ini.

“Haishh dadaku sakit” ujar Chorong sambil berjalan cepat dan menepuk-nepuk dadanya.

Greb!!

Tiba-tiba Chorong membelalakan matanya karena terkejut karena seseorang memeluknya.

“Geumanhae” ucap orang tersebut yang adalah Joon myun.

Chorong terdiam dengan mata membelalak dan mulut sedikit terbuka, sedangkan Joon myun terlihat sedih.

“Aku mohon jangan perlakukan aku seperti ini” lirih Joon myun.

Chorong mencoba tersenyum paksa karena dia tidak ingin rasa sakitnya dilihat Joon myun.

“Joon myun-ssi kau kenapa? Apa sesuatu terjadi pada Jonghyun-ssi dan Taeyon eonni?” tanya Chorong.

Bukannya menjawab, Joon myun malah semakin mengeratkan pelukannya pada Chorong dan malah membuat dada Chorong berdebar kencang.

“Kenapa kau tidak mengaktifkan ponselmu, kenapa kau tidak mengiri pesan, kenapa kau tidak meneleponku, kenapa kau tiba-tiba menghilang dariku, kenapa juga kau bersikap seperti tidak ingin bertemu denganku. Apa aku mengganggumu?”

Joon myun menempelkan dagunya di bahu Chorong, sedangkan Chorong hanya terdiam tanpa mampu mengatakan apapun. Dia menahan supaya air matanya tidak keluar karena itu akan semakin membuatnya terlihat menyedihkan.

“Apa aku menyakitimu atau berbuat salah padamu? Kalau ya, maka katakanlah agar aku bisa meminta maaf darimu”

“Aniya, kau tidak salah. . “

“Lalu. .” Joon myun berkata sangat pelan.

“Aku, aku yang salah karena selama ini aku selalu mengikutimu bahkan aku juga bodoh karena awalnya aku hanya ingin kau menciumku agar kelebihanku hilang, tapi pada akhirnya kebodohanku itu mengantarkanku untuk menyukaimu”

“Apa kau merasa terbebani karena rasa sukamu itu?”

“Sangat, ini sangat membuatku terbebani. Tapi aku berterima kasih karena kau selalu baik padaku”

“Jadi apa kau akan pergi meninggalkanku setelah ini?”

Chorong terdiam, dia bingung harus menjawab pertanyaan Joon myun dengan kata-kata apa. disisi lain dia tidak mau menceritakan kalau hal yang membuatnya begini bukanlah karena dia terbebani dengan rasa cintanya melainkan dia merasa sakit saat Joon myun memperhatikan Taeyon.

“Aku. . .:”

Chorong tak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Kalau aku menciumu seperti yang kau inginkan, apa kau bisa tinggal berada disisiku terus? Apa bisa kau selalu menghubungiku, apa bisa kau mengikutiku seperti kemarin dan apa bisa kau selalu mengatakan bahwa kau menyukaiku?”

Chorong melepaskan Pelukan Joon myun lalu menatap Joon myun dengan tatapan sedih. Chorong kemudian memukul-mukul badan Joon myun pelan

”Kenapa kau melakukan ini? kenapa kau melakukan ini? katakan”

Chorong terus memukuli Joon myun sambil menangis, sedangkan Joon myun hanya terdiam menerima semua pukulan Chorong itu.

Joon myun memegang lengan Chorong kemudian memeluknya, dia membiarkan Chorong menangis di dadanya. Tak lupa, dia juga mengusap kepala Chorong lembut.

“Maafkan aku, mungkin aku egois tapi aku ingin kau tetap disisiku. Maafkan aku!”

“kenapa kau harus meminta maaf, aku tidak punya alasan untuk tetap disismu, karena itu sulit untukku. Aku hanya ingin kau memberikan aku alasan yang bisa mmbuatku tetap berada disismu” batin Chorong yang masih menangis.

Seakan bisa mendengar kata hati Chorong Joon myun pun melepaskan peluaknnya. Dia memegang pipi Chorong dan menatap Chorong intens. Bisa Joon myun lihat wajah Chorong yang memerah dan juga matanya yang basah akibat menangis.

Joon myun mengelap air mata Yang membasahi mata Chorong, ekpresi wajah Joon myun juga kini brubah menajdi begitu sdih.

“Maafkan aku benar-benar maafkan aku”

Tanpa Chorong sangka, kini Joon myun malah mencium CHorong dan membuat Chorong membelalakan matanya.

 

TBC

Hai hai saya kembali dan ini bener-bener random di part ini. saya bikin ini cukup panjang. Dan brharap masih ada yang mau menunggu FF saya ini.

Makasih buat smua comment sama like nya love you all. *muah*

Dan seperti saya bilang ini bakal end di part 16. Hhe 

75 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 14]

  1. Moment surong … Ugh cute..sweet bgt min…bacanya ampe ngefly duhh….kerenn dehh daebak…uhuyy akhirnya kisseu juga wkwk..cie suho udh suka sama chorongg😀

  2. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s