Triple & EXO part 16 (END)

Triple & EXO part 16 (END)

Triplevs.Exo

Cast :

Oh Sehun

Lim Ri Chan

Byun Baekhyun

Han Rara

Kim Joonmyeon (Suho)

Shin Jira

etc.

Genre

School Life, Romance, Fantasy (Just Little)

Part Sebelumnya

6th Days

Suasana di lapangan Basket semakin meriah, terutama sekarang adalah babak penentuan. Seoul High School memimpin dengan 20 point, dan waktu semakin menipis. Dan…

‘Pritt’

Pertandingan selesai, perlombaan basket dimenangkan oleh Seoul High School. Suho, Jira, dan yang lainnya saling berpelukan karena senang, dari kejauhan Riri meneteskan air matanya karena terharu. Sehun yang berada disampingnya hanya melihat kejadian itu, ia menolehkan wajahnya ke arah Riri

“Sisa 3 pasangan” ujar Sehun, Riri menolehkan wajahnya sehingga ia dapat melihat wajahnya sendiri yang diisi oleh Sehun. Ia hanya dapat mengangguk.

“Waktu kita hanya kurang 6 hari lagi, bahkan 5 hari 20 jam” ujarnya lagi, Riri menundukkan wajahnya “Andai saja saat itu aku tak mengatakannya pada Luhan Oppa. Pasti kita masih memiliki 11 hari lagi” sesalnya.

“Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri. Andai saja aku tak dicurigai ole Rara dan Baekhyun mungkin waktu kita masih banyak. Tapi sampai saat ini kita sudah hebat, dalam 6 hari sudah bisa mengumpulkan 3 pasangan.” Sehun tersenyum manis, menatap langit biru yang indah. Riri menatapnya, ia melihat Sehun dengan wujudnya bukan dengan wujud Riri. Bisa dibilang Riri mulai terpesona padanya.

“Apa tubuhku baik – baik saja di rumah sakit ?” tanya Sehun “Aku sudah lama tak mengunjunginya” lanjutnya.

“Kau mau kesana ?” tanya Riri, Sehun mengangguk “Kau tahu ? Aku memiliki kekuatan tele-“

“Kyaa !! Suho Oppa !!” teriakan itu membuat ucapan Riri terpotong.

Seluruh siswa berkumpul di tengah lapangan, membuat Riri dan Sehun saling berhadapan kemudian mengikuti gerombolan para siswi itu untuk mendekati Suho dan seorang yeoja.

“Yak ! Kau dimana ?” teriak Sehun yang menyadari bahwa Riri sudah tak ada disampingnya “Arghh, sial !”

“Terima ! Terima !”

“Apaan sih yang terima terima, dasar aneh. Lebih baik aku ke kelas” gerutu Sehun kesal.

“Yah~” desahan kecewa para Siswi semakin membuah Sehun kesal.

“Dasar kalian gila ! Ngomong sendiri !” Sehunpun berjalan ke kelasnya.

~~~~~

‘Beep’

Riri menatap kejadian itu, air matanya menetes karena terharu. Ia melihatnya dengan jelas bahwa Suho mengungkapkan perasaannya pada Shin Jira, teman Oh Nari.

“Sunbae, aku menyukaimu” ujar Suho yang membuat langkah Jira terhenti.

“Kyaa !! Suho Oppa !!” teriak seorang yeoja yang kaget dengan ucapan Suho

“Mianhae kalau aku terlalu gegabah mengungkapkan ini, tapi aku benar – benar menyukaimu” ujar Suho lagi, Jira membalikkan tubuhnya menghadap Suho, ia tersenyum.

“Nado, aku juga menyukaimu Suho~ssi” jawab Jira sembari tersenyum manis.

“Kalau begitu apa Sunbae mau menjadi yeojacinguku ?”

”Terima ! Terima !” teriakan seorang yeoja membuat yeoja lain menghampiri mereka, berkumpul mengelilingi Suho dan Jira, seakan itu adalah adegan romantis yang tak boleh dilewatkan.

Jira mendekati Suho, mengacak – acak rambutnya dengan gemas “Aku menyukaimu Suho~ssi, tapi aku tidak memikirkan untuk berpacaran. Mianhae”

Suho terdiam, melihat Jira yang semakin lama menjauhinya. Ia harus mengatakan ini, harus ! “Kalau aku menikahimu bagaimana ?” teriak Suho yang membuat semua orang disana bersiul dan berteriak histeris.

Jira membalikkan tubuhnya lagi “Kau masih muda Suho~ssi, aku bahkan lebih tua darimu” jawabnya tak kalah keras dari teriakan Suho.

“Cinta dan sayang tidak mengenal umur Sunbae ! Dan.. Aku akan tumbuh dewasa dengan baik agar cepat menikahimu, tunggu saja Sunbae !” teriak Suho lagi. Jira menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Sampai jumpa Noona ! Akan kupersiapkan undangan pernikahannya !” ujar Suho lagi dan wajah Jira semakin memerah.

Ya, seperti itulah kejadiannya. Membuat Riri tak menghentikan tangisan bahagianya, andai saja Sehun seperti itu. Ah tunggu, Sehun ? Mengapa ia jadi memikirkan namja itu.

“Ya ampun ! Sehun ! Tadi aku meninggalkannya !” Riri menyelentikkan jarinya, membuatnya berpindah tempat ke kelasnya. Disana ia melihat Sehun yang tengah melihat ke luar jendela, ia melangkahkan kakinya mendekati Sehun.

“Mianhae” Sehun menoleh, wajahnya sungguh suram. Entah apa yang menyebabkan wajah cantiknya memudar, mengingat bahwa wujud Sehun adalah yeoja.

“Kau marah ?” tanya Riri, Sehun menolehkan wajahnya, kembali menatap lingkungan di luar “Aku tak sengaja, kau tahu kan kalau aku sendiri sulit untuk mengendalikan tubuhku yang tak memiliki raga ?” ujarnya namun Sehun tetap mengabaikan Riri.

Riri menghembuskan napasnya berat “Kita sudah mendapat 1 pasangan lagi, tinggal dua pasangan yang belum kita temukan” ujarnya. Sehun menolehkan wajahnya ke Riri “Dan.. Apa kau bahagia ?” tanya Riri yang melihat perubahan wajah Sehun yang berubah drastis.

“Gomawo” ucap Sehun sambil tersenyum, Riri membalas senyuman itu. Senyuman yang mungkin akan menjadi senyuman terakhir untuk mereka berdua.

~~~~

Keesokkan harinya, Suho dan kawan – kawan membuat pesta kecil bersama teman – temannya. Hari ini juga tanggal 8 September 2014, dimana Rara berulang tahun hari ini. Jadi pesta hari ini di persiapkan oleh Rara di cafe milik Miri -sepupu Riri- dan dibantu oleh Suho yang bertanggung jawab atas kemenangan mereka dalam perlombaan kemarin. Yang datang hari ini antara lain : Rara, Baekhyun, Suho, Jira, Riri –dengan roh Sehun tentunya dan juga roh Riri sendiri-, Chanyeol, Rere, Kai, Kyung Soo dan Miri.

“Saengil Cukkae Rara~ya” ujar teman – temannya, ia mengenakan gaun biru langit selutut dan ikat pinggang yang terbuat dari pita. Rambutnya diurai sehingga memberikan kesan anggun padanya.

“Gomawo Cingu~ya, atas kehadiran kalian disini. Eumm,, ada yang ingin menyanyikan lagu untukku ?” tawarnya, semua tamu bingung dan takut untuk bernyanyi. Namun siapa sangka bahwa Baekhyun dengan langkah percaya dirinya.

Ia mendekati piano kemudian menuturkan lagu yang menurutnya cocok dengan suasana hatinya.

Yuhngwuhnhi idaero jamdeulgil baraedo,
Yuhjuhnhi geunyuhro ggaeuhnado…
Dashineun kkoomkkoji anhkireul baraedo,
Oneuldo geunyuhro naneun jami deul sooga issuh

 

Geunyuhga wooggo inneyo nuhmoona oraenmanijyo
Geuruhn moseup geuruhke bogo shipduhn naui geunyuhjyo
Geunyuhga guhdgo issuhyo uhdduhn saramgwa dajunghi
Nae gaseumeun mooguhpge naeri noollyuhyo

Ddo nan kkoomeul kkoon guhjyo shigeun ddam heureugo
Apasuh giuhk jochado shirheun kkoom
Nan onjongil moouhtdo mothago
Shiganeul bonaegejjyo My love

Super Junior KRY – In My Dream

Air mata Rara menetes, bagaimana mungkin Baekhyun bisa menyanyikan lagu yang menyedihkan di hari ulang tahunnya ? Apa laki – laki itu berniat untuk membuat ulang tahunnya yang ke 17 ini menjadi menyedihkan.

Dia tersenyum
Ini benar-benar sudah terlalu lama
Aku merindukan ekspresi itu, dia wanitaku, kan?
Dia berjalan menjauh
Merangkul orang lain
Dadaku terasa seperti hancur di bawah beban berat

Kutipan lirik lagu di lagu itu, mengapa lagu itu sukses membuatnya menangis ?

“Han Rara” panggil Baekhyun terisak, walaupun suaranya hampir habis tapi ia harus mengatakan ini pada Rara. Ia merasa bersalah karena selalu menduakan gadis itu yang setia padanya, selalu mendukungnya walaupun ia sendiri menedkati Riri, sahabat Rara sendiri.

Baekhyun melangkah mendekati Rara, teman – temannya terdiam seakan mengetahui apa yang akan terjadi dan mencoba untuk tak menganggunya.

“Kau tahu ? Senyuman tulusmu sudah lama tak bersinar. Kemana sisi ceria Han Rara ? Mengapa tak pernah terpancar lagi ?” Jangan Han Rara, dia bisa berbohong, dia pandai mengarang untuk menghasut yeoja agar masuk ke pesonanya.

“Air mata ini.. Tak pantas dijatuhkan karena diriku” Baekhyun menghapus aliran air mata di pipi Rara, kemudian mengelusnya lembut.

“Mianhae kalau aku selama ini salah.. Tak pernah menganggapmu ada dan selalu mengutamakan Riri. Satu hal yang menjadi kesalahanku adalah… Aku ternyata menyukaimu”

Air mata Rara menetes, ia merasa tubuhnya menghangat. Baekhyun memeluknya, di depan semua temannya. Tak ada ocehan di mulut Miri dan Jira yang dulunya merupakan musuh Rara,dkk. Mereka semua terdiam, teharu dengan kejadian ini. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menangis.

“Saranghae” lirih Baekhyun di pelukannya, sungguh pemandangan yang mengharukan. Riri pun merasa ponselnya bergetar

‘Beep’

‘Congratulation for get 5 real couple’

Ya, tersisa 1 pasangan yang belum mereka temukan. Yeoja itu menatap Sehun “Kau mendapatkannya juga ?” tanya Sehun, ia mengangguk.

“Sisa 5 hari 10 jam, kau yakin kita bisa ?” tanya Sehun, Riri mengangguk “Tentu”

Mereka berdua kembali menatap Baekhyun dan Rara yang kini sedang duet menyanyikan lagu One Year Later yang dibawakan oleh Jessica dan Onew. Ya, 1 tahun sudah Rara menyukai Baekhyun dan perasaannyapun terbalaskan.

~~~~~

2 hari telah berlalu, waktu untuk Riri dan Sehun semakin menipis, namun mereka belum juga menemukan pasangan itu. Mereka sudah mencoba Jong In dengan Mi Young, kakak sepupu Riri yang dulu disukai Kyung Soo namun tak berhasil. Tersisa 3 hari 15 jam lagi, dan kini mereka berada di sekolah. Namun Luhan kini bersama mereka. Ketika Sehun telah tiba di kelasnya –Riri-. Ia meninggalkan kedua orang itu –yang padahal satunya hanya roh-.

Luhan mengajak Riri menuju taman sekolah, karena suasana sedang sepi karena kegiatan belajar telah dimulai lalu Luhan sendiri tidak ada jam magang hari ini.

“Little Deer, disini sungguh indah ne ?” ujar Luhan basa basi, ya walaupun sesuatu ingin ia ucapkan namun sangat sulit diucapkan.

“Eoh, kau benar Oppa. Sudah lama aku tak kesini, kira – kira sejak sebelum Miri pergi” jawab Riri sembari tersenyum.

Luhan memandang wajah Riri yang indah, sungguh ia sangat menyukai gadis itu. Bahkan indahnya taman ini tak dapat mengalahkan indahnya wajah Riri.

“Riri~ah” panggil Luhan lembut, Riri menoleh kearahnya “Kurasa aku mau mengatakan yang sejujurnya padamu bahwa aku…” Luhan menunduk.

“Bahwa apa Oppa ?” tanya Riri keheranan.

Luhan mengambil napasnya berat “Aku menyukaimu, maukah kau menjadi yeojacinguku ?”

‘Whuss~’

Angin bertiup diantara mereka, langit mendung seketika disertai guntur yang bersahut – sahutan. Tak lama kemudian, terlihat segerombolan siswa yang bersama – sama menggendong seorang siswi ke mobil gurunya mereka.

“Gadis itu… Kenapa ?” tanya Riri, Luhan menggeleng tak mengerti. Ia menolekan wajahnya kearah Riri, ia melihat bahwa gadis itu semakin memudar.

“K-kau apa yang terjadi padamu ?” Riri menatap Luhan tak mengerti, “Tubuhmu… Memudar” roh Riri hilang seketika ketika Luhan mengatakan kata terakirnya itu. Hati Luhan terasa perih, apa ini akhir dari segalanya ? Berpisah dengan orang yang ia sayangi dengan cara seperti ini ?

~~~~~~

Di Seoul Hospital sedang ramai, ada Jong In, Kyung Soo, Miri, Baekhyun, Rara, Chanyeol, Rere, Suho, Nari, Seung Woo, Nari, Orang Tua Sehun maupun Riri masih sibuk jadi belum menjenguk mereka berdua. Sudah 3 jam mereka disini, menunggu kabar bahwa Sehun telah melewati masa kritisnya dan disaat yang bersamaan daya tahan tubuh Riri melemah. Dan keduanya kembali dirawat lebih intensif lagi.

‘Ceklek’

Pintupun terbuka, menampakkan Xi Uisa yang baru keluar dari ruangan tersebut. Dengan cepat semua orang yang menunggupun menghampirinya.

“Bagaimana keadaan mereka ?” tanya Jong In, Xi Uisa tersenyum

“Keadaan mereka mulai membaik, terutama Sehun yang keadaannya semakin meningkat dan banyak sekali perkembangannya. Sungguh puji Tuhan”

“Lalu bagaimana dengan Riri ?” tanya Seung Woo, Nari menoleh kearahnya dengan wajah ingin membunuhnya “Dia temanku, Noona” bisiknya, dan Naripun menolehkan wajahnya kearah lain, merasa kecewa dengan Seung Woo.

“Riri mulai membaik juga, namun ada yang aneh dari mereka berdua” ujar Xi Uisa “Jiwa dan raga mereka seperti saling terhubung satu sama lain, ketika keadaan Sehun kritis dan saat itu juga keadaan Riri sehat total namun ketika Sehun membaik, justru Riri yang mulai kritis untung saja tidak separah Sehun. Tadi mereka sudah bangun dan besok sudah boleh pulang” jelasnya.

Semua orang disana menghela napas dengan lega “Untunglah.. Bolehkah kami menjenguk mereka ?” tanya Suho dan dijawab dengan anggukan oleh Xi Uisa.

“Mereka juga sudah boleh bersekolah, entah ada keajaiban apa yang membuat kedua orang tersebut hingga mereka dapat sembuh dan untuk Sehun~ssi…” Xi Uisa menggantungkan kalimatnya “Sementara ini dia harus memakai kursi roda untuk beraktifitas, karena punggungnya yang remuk dan beberapa bagian tubuhnya ada yang masih retak. Mohon ia dijaga dengan mestinya dan ekstra hati-hati”

Hati Nari tertohok, separah itukah kecelakaan yang dialami adiknya sampai tulangnya retak sungguh kejam Hyun Woo itu, semoga saja Tuhan membalas perbuatannya dengan semestinya, doanya dalam hati.

“Kalau begitu, saya permisi dulu” pamit Xi Uisa.

Suho dan yang lainnya bergegas memasuki ruangan itu, terlihat Riri yang sudah duduk di pinggir ranjang dengan wajah yang menunduk sedangkan Sehun masih terbaring dengan kedua earphone di kedua telinganya.

“Kalian sudah siuman ?” tanya Suho yang terlebih dahulu memasuki ruangan itu, Riri dan Sehun menatap kedatangan teman – teman mereka yang masih mengenakan seragam.

~~~~~~

Sehun tak dapat menerima materi dengan baik, pandangannya terus tertuju pada langit biru yang cerah, namun entah mengapa tiba – tiba langitnya berubah menjadi gelap dan petir menggelegar dimana – mana. Pandangannya memburam, menyisakan suara yang menusuk hatinya

“Aku menyukaimu, maukah kau menjadi yeojacinguku”

Sehun membuka matanya, ia melihat sekeliling dan merasa Deja Vu. Mulutnya ditutup oleh selang oksigen, ia berusaha untuk bangkit dari tidurnya. Tak lama kemudian beberapa dokter memasuki ruangannya dengan tergesa – gesa, membawa raga seorang yeoja yang selama ini ia tempati.

“Pasang selang oksigen di rongga mulutnya, periksa detak jantungnya !” perintah seorang dokter, dokter yang lainpun menurutinya.

Sehun mencoba bangkit untuk melihat keadaan yeoja itu, ia baru sadar bahwa ia telah kembali menjadi namja. Dan yeoja itu adalah Lim Ri Chan ?

“Euggghh” Sehun tak kuasa menahan rasa sakit di tubuhnya terutama kaki dan punggungnya, salah seorang dokter memperhatikannya.

“Tuan Oh sudah siuman” ujar Dokter itu, dokter yang lain mengalihkan pandangannya ke arah Sehun.

“Kim Uisa dan suster Lee tolong periksa keadaan Sehun, biar kami menangani Nona Lim sementara” suruh Dokter yang baru saja Sehun ingat namanya, dia adalah Xi Uisa, Eommanya Luhan yang sering Riri ceritakan padanya.

“Kau tak apa Tuan Oh ?” tanya Kim Uisa, Sehun mengangguk.

“Kakimu masih lemah dan beberapa anggota tubuh masih ada yang remuk, kau jangan banyak bergerak sebelum kau pulih” pesan Kim Uisa lagi, Sehun kembali mengangguk. Merasa puas dengan jawaban Kim Uisa, ia pun pergi meninggalkan ruangan itu.

“Ri..ri Ke..nap..ah ?” tanya Sehun yang suaranya belum lancar.

Suster Lee tersenyum “Dia pingsan tiba – tiba, teman – temannya membawanya kesini. Kau berdoa saja semoga yeojacingumu itu cepat pulih” jelas Suster Lee. Ah, Sehun baru ingat kalau ia tadi pingsan, dan ia pingsan dengan tubuh Riri.

“Kau istirahat saja, nanti kalau yeojacingumu bangun kau akan kami bangunkan” ujar Suster Lee, Sehun tersenyum, ia mengangguk tanda mengerti, dan iapun mencoba tidur.

‘-‘-.-._.

Sudah 2 jam lebih Sehun tertidur dan kini ia mencoba untuk duduk tapi lagi – lagi gagal. Ia mencoba untuk meraih ponselnya yang berada di meja samping ranjangnya, entah sejak kapan ponsel itu berada disana. Namun sebuah tangan memberikan ponsel itu padanya.

“Gomawo” Suara Sehun telah kembali, ia melihat yeoja yang memberikan ponsel itu padanya “Kau sudah bagun ?” tanyanya pada yeoja itu, ia tersenyum bersumrigah. Yeoja itu mengangguk “Ne, kau juga”

Sehun dan Riri saling menatap, “Apa yang terjadi ? Mengapa kita sudah kembali ke tubuh semula ?” tanya Sehun tak percaya.

Riri menuduk, ia duduk dipinggiran ranjang Sehun “Aku dan Luhan Oppa telah bersatu dan itu artinya misi kita sudah selesai…”

Dada Sehun rasanya sangat sakit, bagai dilemperi jutaan kilo batu.

“Itu artinya keenam pasangan sudah bersatu dan kita dapat kembali ke kehidupan kita semula”

Sehun merasakan dadanya yang sangat menyesakkan, ia menghela napasnya dengan berat. “Bisa kau ambilkan earphone-ku ?” pintanya, Riri mengambilkannya.

Sehun menerimanya, tak menatap wajah Riri sedikitpun. Mengingat wajahnya saja sudah membuat air mata Sehun meleleh.

“Kau tak apa Sehun~ah ?” tanya Riri, Sehun enggan menjawabnya. Namja itu memutar musik sekeras mungkin, mengalihkan pendengarannya dari suara Riri.

Gadis itu beranjak dan kembali ke ranjangnya, duduk dipinggirannya dan hanya menatap lantai polos itu.

‘Ceklek’

Terlihat segerombolan pelajar memasuki ruangan itu.

“Kalian sudah siuman ?” tanya Suho dengan nada bahagia, Sehun tak meresponnya karena ia tak mendengar ucapan Suho. Sedangkan Riri mengangguk sembari tersenyum manis.

Nari mendekati adiknya itu kemudian mengelus rambutnya pelan, Sehun melirik Nari yang tengah mengelus rambutnya.

“Mau apa kau kesini ?” tanya Sehun sinis, ia mencoba untuk mendudukkan tubuhnya dan untungnya berhasil.

Semua orang disana terkaget dengan ucapan Sehun, Seung Woo mendekati Sehun kemudian bertanya dengan nada yang lebih sinis dari Sehun “Bagaimana bisa bertanya seperti itu pada Noonamu hah !!?”

“Dia yang menyebabkan kecelakaan ini ! Dia yang membuatku koma selama berhari – hari !”

Semua orang di ruangan itu tekejut, bagaimana bisa Sehun mengatakan ini didepan banyak orang ?

“Memangnya kau tahu apa eoh !!” teriak Seung Woo padanya

“Seharusnya aku yang mengatakan itu Han Seung Woo !”

“Kau tak tahu yang sebenarnya !”

“Memangnya apa yang ka-“

“CUKUP !!” Nari muak dengan ucapan Seung Woo maupun adiknya, “Ini Rumah Sakit dan kalian pasti tahu itu kan ?” Sehun dan Seung Woo sama – sama terdiam.

Nari menghembuskan napasnya dengan berat “Sehun, kau tahu darimana kalau aku yang menyebabkan kecelakaan itu ?” tanyanya.

“Mobil itu… Mobilmu kan ? Mobil kita sama persis, hanya berbeda warna saja” tutur Sehun, ia ingat betul mobil yang menabrak mereka dan nomer platnya itu adalah nomer plat mobil noonanya.

Nari menghembuskan napasnya dengan berat “Baiklah, aku mengaku kalau itu adalah mobilku” Semua orang disana tampak terkejut, Miripun mengangkat tangannya mencoba untuk bertanya “Tapi bukan aku yang menabrak kalian, pelakunya adalah Hyun Woo” potong Nari cepat, ia harus meluruskan semua ini.

Sehun mengernyitkan alisnya bingung “Hyun Woo ? Siapa dia ?” tanyanya

“Dia Hyungku” jawab Seung Woo cepat “Han Hyun Woo, ia terobsesi dengan Nari Noona dan mencoba melamarnya namun saat itu Nari Noona sedang bersedih karena sejak aku bersekolah disini, aku tak pernah menegur Noona dan malah mengejarmu Riri~ah. Ia beropini bahwa Riri yang menyebabkan ini semua makanya ia berniat menabrak Riri dan akhirnya malah kalian berdua yang tertabrak. Untungnya ia sekarang sudah dipenjara”

Sehun tertunduk, ia menangis. Selama ini ia mengira bahwa Nari selalu membenci Riri hingga mencoba untuk membunuhnya. Nari mendekatinya kemudian memeluknya. “Noona sekarang mengerti perasaan kalian berdua Sehun~ah, Noona minta maaf apabila membuatmu kecewa selama ini”

“Sudah terlambat Noona” gumam Sehun pelan, Nari menjawabnya tanpa melepas pelukannya “Waeyo ?” “Bulan dan matahari tak mungkin bersatu”.

“Tunggu, apa Hyun Woo adalah namja yang mengunjungi Sehun saat itu ?” batin Riri, ia mengingat dulu ada namja yang menangis di pinggiran ranjang Sehun dan memang berniat membunuh dirinya, Lim Ri Chan.

“Baiklah, Sehun~ah. Kau sudah boleh pulang sekarang, kau mau pulang sekarang atau nanti ?” tanya Nari, mata Sehun berbinar “Benarkah ? Kalau begitu ayo kita pulang sekarang !”

Semuanya tersenyum senang, semuanya telah kembali. Namun satu hal yang Sehun dan Riri lupakan, ponsel mereka belum membunyikan ‘beep’ yang keenam.

~~~~~~

Hari ini sungguh cerah, para fans EXO bersemangat melihat Sehun kembali walaupun selama ini Sehun tak pergi kemanapun yang justru pergi adalah Riri. Ini adalah hari ketiga setelah Sehun siuman, kemarin ia istirahat total dirumah karena orang tuanya sungguh takut apabila Sehun kembali sakit dan koma lagi.

Penampilan Sehun agak berbeda hari ini, dia memakai kursi roda untuk beraktifitas, wajah Sehun tersenyum terus menerus sehingga membuat fans mereka semakin bahagia dan melupakan kondisi kaki Sehun.

“Hari ini kau tak ceria, mengapa ? Bukankah kau harus senang karena Suamimu telah kembali ?” goda Rere, Riri hanya tersenyum sebagai tanda bahwa ia merespon ucapan Rere.

“Tumben kau tak menyela ketika aku mengatakan bahwa Sehun adalah Suamimu ?” tanya Rere, Riri tersadar ia bergumam dihatinya “Iya juga, mengapa aku tak marah ?”

Ketika EXO melewati mereka, Chanyeol dan Baekhyun mendekati yeojacingu mereka. Merasa di acuhkan, Kyung Soo dan Suho bergegas menuju kelas, kelas yeoja yang mereka cintai maksudnya. Mengingat bahwa mereka sekarang masih berada di depan loker para siswa.

“Bagaimana keadaanmu Sehun~ah ?” tanya Riri dengan ramah, ia merasa bahwa Sehun ‘sedikit’ menjauhinya entah karena apa.

“Aku tak apa, tak perlu mengkhawatirkanku. Orang tuaku sudah kembali dan aku punya Noona yang ternyata benar – benar menyayangiku” jawaban Sehun membuat hati Riri teriris, ia merasa bahwa Sehun tak lagi menyukainya dan… Tunggu, bukankah itu yang diinginkannya dari dulu ?

“Hyung, aku duluan” pamit Sehun pada Jong In.

Jong In menatap Sehun yang semakin lama menjauh, ia menatap Riri yang tertunduk. Ia mengelus punggung Riri penuh kasih sayang “Kalian kenapa ? Adakah masalah ?”

Riri menggeleng “Ani~ya, Oppa”

Jong In mengembuskan napasnya dengan berat “Entah mengapa dunia ini terasa terbalik, dulu Sehun yang mengejarmu namun sekarang kau yang terlihat mengejarnya. Roda kehidupan benar – benar berputar ternyata” Riri masih menunduk, Jong In kembali menghembuska napasnya dengan berat “Riri~ah, sebelum ini terlambat ungkapkan saja. Aku pergi dulu”

Punggung Jong In semakin lama semakin menjauh, apa yang harus diungkapkan ? Perasaan ? Ia menyukai Luhan bukan Sehun.

‘Waktu tersisa 25 menit lagi’

Waktu apa ? Tunggu, bukankah itu suara dari ponselnya ? Dengan tergesa – gesa ia melihat jam digital yang menjadi wallpapernya, bukankah semua ini sudah berakhir. Ia dan Luhan sudah bersatu, dan suara ‘beep’… Belum berbunyi ? Ini gawat !

Secepat kilat ia mencari Sehun, ia berlari menuju kelas Sehun melihat isinya yang tak ditemukan tanda – tanda adanya Sehun “Astaga Sehun, kau dimana ? Bisa mati aku !” ujar Riri yang mulai gelisah. Ia berlari menuju UKS, biasanya Luhan ada disana, ia harus menjelaskan ini pada Luhan.

“Ada apa Riri~ah ?” tanya Luhan ketika Riri memasuki ruangan itu.

Dengan napas yang terengah – engah Riri bertanya dengan sedikit berteriak “Oppa, kau melihat Sehun ?”

Luhan mengangguk “Tadi dia disini, katanya ia mau ke taman untuk menenangkan diri. Waeyo ?”

“Oppa gawat ! Misiku belum selesai, ‘beep’ belum berbunyi, pasangan keenam belum ketemu” jelas Riri terburu – buru hingga tutur bahasanya amburadul.

Luhan tersenyum “Kau tahu ? Kalianlah pasangan yang sebenarnya, kalian belum merasakan perasaan itu, maafkan aku karena mengecoh kalian.” Ujarnya.

‘Waktu tersisa 10 menit lagi’

“Oppa ! Aku pergi dulu, mianhae kalau aku menganggu”

Riri bergegas menuju Taman seperti yang dikatakan oleh Luhan, ia melihat Sehun yang duduk meratapi langit yang mulai menggelap. “Ada apa ini ?” tanyanya, ia mendekati Sehun yang terduduk dengan lemas.

“Oh Sehun, kau kenapa ?” tanya Riri yang melihat wajah Sehun semakin memucat, Sehun tersenyum sambil menjawab “Gwenchana, kau berbahagialah dengan Luhan”

‘Waktu tersisa 5 menit’

Astaga, cepat sekali waktu terlewati. Riri menghembuskan napasnya dengan berat.

“Kau tahu tentang ini kan ?” tanya Riri.

“Tentang apa ? Pasangan keenam ? Tentu saja”

Riri terkaget “Lalu kau sengaja menyembunyikannya ? Kau tahu kalau itu bukan aku dengan Luhan Oppa kan ? Mengapa kau tega hah ?! Apa kau memang berniat untuk membunuhku ?!!”

“Bagaimana bisa kau tak mengetahui tentang pasangan keenam hah ?! Pasangan keenam sudah pernah ditulis di list pasangan, dan kau dengan Luhan belum membuat suara ‘Beep’ itu artinya kalau kalian bukan pasangan !”

“Jadi kau menyalahkanku ?” tanya Riri yang suaranya semakin melemah, hari semakin gelap karena gerhana matahari akan terjadi, apalagi gerhana matahari yang akan terjadi sepertinya gerhana matahari total.

“Ani, ini bukan salah kita berdua. Sebelum aku pergi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ujar Sehun

“Cepat katakan Sehun ! Katakan bahwa kau juga menyukaiku seperti yang baru kusadari dan seperti yang dikatakan Luhan Oppa”

‘10’

Suara timer membuat hati keduanya bergetar, jantung mereka hampir lepas. Namun Sehun belum juga mengatakan apapun, hingga…

‘5’

“Saranghae, Lim Ri Chan. Gomawo karena telah memasuki hidupku selama ini dan aku berharap kita dapat bertemu lagi”

‘2’

“Nado Saranghae”

‘1’

Gerhana terjadi, semuanya gelap. Tak menyisakan secercah cahayapun, ponsel keduanya menghilang, begitu pula dengan kalung berbandul Matahari dan Bulan milik mereka.

~~~~~~

Seminggu setelah kejadian itu, semua kembali normal. Triple dan Beautiful Girls’ dapat bersama, mereka tak bermusuhan seperti dulu. Begitu pula dengan EXO dan Seung Woo, sekarang mereka bertujuh, tidak berenam lagi.

“Hei, kemana Riri dan Sehun ? Aku sudah lama tak melihat mereka lagi” tanya Rara, Miri menunduk begitu pula dengan Nari.

“Mereka kemana ?” tanya Rere, perasaan mereka mulai resah. “Itu..”

“Hei ! Tumben bersama, biasanya berkelahi” ujar Chanyeol pada member 2Triple Girls, ya sekarang nama genk mereka diubah. 2Triple berarti, 2×3 jadi ada 2 genk Triple disana yang sekarang menunjukkan jumlah mereka sekarang yaitu 6 dan Girls berasal dari nama Beautiful Girls.

“Memangnya gak boleh ?” tanya Rere, meja kantin itu tampak yang paling ramai karena diisi oleh 11 orang, mengingat bahwa Riri dan Sehun tak bersama mereka saat ini.

“Ah, aku merindukan Riri dan Adik Ipar” ujar Seung Woo.

“Adik ipar ?” tanya kesepuluh member yang lain, Seung Woo mengangguk “Iya, setelah lulus dia akan menjadi adik iparku” jawab Seung Woo dengan cengengesannya.

“Astaga, mereka sebenarnya kemana sih ? Mengapa tak memberi kami kabar ?” tanya Rara dengan gundah.

“Annyeong Oppa, Eonni” sapa seorang yeoja dengan kacamata dengan rambut kepang.

“Yak Lim Rin Chan !” Dengan cepat Rara dan Rere menghamburkan pelukan mereka ke Riri, Riri yang merasa sesakpun melepas pelukan itu dengan kasar.

“Ekhem”

Rara dan Rere melihat Sehun yang berdiri disamping Riri “Astaga, kami melupakan keberadaanmu Sehun~ah”

Sehun menaikkan kedua bahunya malas “Tak masalah” Ia bersama Riripun duduk di kursi yang masih kosong –selain kursi Rara dan Rere tentunya-.

“Bagaimana keadaan Luhan Hyung ?” tanya Sehun basa basi

“Tumben kau menanyakannya, biasanya kau marah ketika kami membahasnya. Dia pergi ke China, sekarang ia sudah menjadi Dokter setelah magang disini selama 3 hari” jawab Jong In santai.

“Oh”

Baekhyun yang penasaranpun membuka suara “Kalian selama ini kemana ? Sejak kejadian gerhana itu kalian sudah menghilang”

Riri membuka suara “Kami tak menghilang, entah bagaimana kami sudah berada dirumah masing masing dan kamipun pergi bersama ke Jeju”

“Ngapain ?” tanya Seung Woo, Riri tak menjawabnya. Tiba – tiba Sehun berdiri diatas kursinya kemudian menarik napasnya sebanyak mungkin kemudian berteriak,

“Cingu~ya ! Minggu depan aku dan Riri akan menikah ! Kalian datang ya ke Jeju, gratis untui biaya pesawat !”

Tepuk tangan riuh mewarnai saat itu, Riri dengan bruntalnya menendang kursi Sehun “Yak ! Kubilang ini sebagai kejutan untuk mereka ! Kenapa kau umbar – umbar eoh ?” Riri meninggalkan Sehun.

“Yak ! Tunggu aku ! Tapi kita tetap nikah kan ?” teriak Sehun sambil berlari mengejar Riri.

Riri membalikkan tubuhnya kemudian menjawab “Pasti jadilah Bodoh ! Uang keluargaku sudah banyak mengalir !”

THE END

Endingnya gimana ? GaJe ? Absurd ? Atau gak banget ? Mian buat yang udah nunggu sampe berbulan – bulan. Sekarang Bimbel udah dimulai jadi pulangnya sampe jam 3 sore, belum lagi kalau les, pulangnya bisa sampe jam 5 lebih. Malah curcol dan Author. Ini adalah chap terpanjang yang pernah Author buat dan gomawo buat yang udah nungguin ^^

12 thoughts on “Triple & EXO part 16 (END)

  1. mian eonn baru sempet baca, wah endingnya lucu, keren daebak, aku kira endingnya bakalan sedih :”) . bagus eonn endingnya… ditunggu ne ff selanjutnya ^^

  2. Menurutku mereka pasangan konyol unik gmna gituu
    Wkwk
    Aku sihh penasaran ama pernikahan mereka wkwk
    Ending nya udh bagus kok thorr wkwk

  3. Cie… Yang mau nikah cie…. *lirik Sehun-Riri*
    Rasanya kyk nggak rela nih ff end 😦 soalnya terlalu bagus sih 😀
    6 pasangnya serasi banget lohh…
    Aku suka banget sama nih ff! Huhuhu…. Ada sequel nggak #plak
    Keep writing!!! Fighting yah buat lanjutin love story dan ff chingu yg lain ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s