Drawing On The Moon[Part 3-END]

Drawing on the dddd

Nealra Present Drawing On The Moon

If I See You Under The Moonlight

Oh Sehun, Choi Inmoul, Lee Hyeri, Ray

Chaptered, Sad Romance, PG-13

Previous Part 2

~^_^~

Dedaunan maple kering berjatuhan kesana kemari tertiup angin musim gugur. Bersamaan dengan hati Sehun yang terombang-ambing oleh keresahannya terhadap keadaan Inmoul sekarang. Ditelaah berapa kalipun, Sehun masih tidak bisa percaya ucapan Hyeri. Ia bukan tidak percaya ucapan Hyeri, tapi dia tidak dapat percaya bahwa Inmoul sudah mati.

Sehun berjalan lambat mengelilingi taman yang setahun lamanya menjadi saksi bisu pertemuannya dan Inmoul. Ia hanya dapat berjalan menunduk, takut membangkitkan kesedihan yang berusaha dikuburnya beberapa minggu ini.

Sehun sadar, sejak Inmoul menghilang, tak ada yang beres dalam hidupnya. Ia tak bisa lagi menjadi pemain yang diandalkan di Tim-nya dan tak ada yang peduli mengenai kesedihan Sehun.

Sehun berusaha mencari Inmoul kemanapun tapi ia tidak dapat menemukannya. Ia tidak bisa mengakses data rumah sakit mengenai Inmoul karena itu rahasia. Ia berhasil menemukan rumah Inmoul yang berada di dekat rumahnya tapi ternyata pemiliknya sudah berubah. Dan satu-satunya keluarga Inmoul yang pernah Sehun temui hanya Hyeri.

Hyeri sendiri beberapa kali mencoba berbicara pada Sehun tapi Sehun tidak benar-benar meresponnya. Sama seperti saat ini, Sehun dan Ray berniat untuk pulang. Hyeri buru-buru menahan Sehun.

“Sehun, aku mohon maafkan aku. Bukankah aneh jika manager dan pemainnya tidak akur?! Karena itu…” ucapan Hyeri tertahan setelah Sehun menyebut satu nama.

“Inmoul. Dimana dia?” tanya Sehun, dingin.

“Seperti yang kukatakan sebelum-sebelumnya, Inmoul sudah pergi. Inmoul telah bertemu dengan orang tuanya di atas sana” Jawab Hyeri. Sehun menggeleng “Walaupun dia sakit, Inmoul tidak akan menjadi selemah itu. Aku tahu kau bohong, Lee Hyeri”

Plakk. Tanpa sadar Hyeri menampar Sehun “Kenapa kau begitu bodoh? Seorang Sehun yang sempurna bagaimana bisa menyukai Inmoul yang sakit-sakitan? Seharusnya kau sadar, Oh Sehun”

Sehun tak bereskpresi sedikit pun “Kalau memang Inmoul sudah tidak ada di dunia ini, aku akan tetap mencintainya” Sehun berjalan meninggalkan Hyeri, tapi Hyeri buru-buru menahannya.

“Kau akan menunggu yeoja bisu itu sampai sebegitunya? Walaupun kau tidak akan bisa melihatnya lagi? Sadarlah, Oh Sehun!” Hyeri mengguncang tubuh Sehun. Dengan dinginnya, Sehun menampik kedua tangan Hyeri.

“Lee Hyeri, kau adalah keluarganya Inmoul tapi kenapa kau begitu menginginkan kematiannya. Kau juga selalu menghina Inmoul. Apa itu yang namanya keluarga?” Sehun tak habis pikir.

“Bukan keluargaku namanya, jika berusaha mencuri apa yang kusuka” Jawab Hyeri, acuh.

“Mencuri yang kau suka? Apa maksudnya itu aku?” Sehun makin tak habis pikir. Sementara Hyeri mengangguk pasti “Aku menyukaimu jadi tidak seharusnya dia juga menyukaimu” Hyeri berbicara tanpa rasa ibanya.

“Kau bukanlah manusia, Lee Hyeri, kau sangat hina. Pikiranmu sangat sempit” Sehun kembali berusaha meningggalkan Hyeri tapi Hyeri kembali menahannya.

“Kau benar. Pikiranku memang sempit? Lalu salah siapa? Aku seperti ini juga karena mencintaimu, Oh Sehun” Bentak Hyeri.

“Aku tidak pernah menyuruhmu mencintaiku. Begitupun dengan perasaanku pada Inmoul dan perasaan Inmoul padaku, tidak ada yang memaksakan perasaan itu. Jadi, jangan menyalahkan orang lain karena kesalahanmu sendiri” Balas Sehun membentak.

“Kau benar-benar, bodoh!” Teriak Hyeri lalu meninggalkan Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.

“Perkataanmu kasar sekali, Sehun” Sahut Ray yang sejak tadi berada di antara mereka.

“Aku hanya tidak suka cara dia menghina Inmoul” Jawab Sehun, acuh.

“Ya, benar. Kau hanya peduli pada Inmoul tanpa melihat ketulusan Hyeri selama ini. Jika Inmoul itu bisu, maka kau buta. Kalian memang sangat serasi” Cibir Ray lalu meninggalkan Sehun.

Sehun hanya dapat menghela nafas “Tidak ada yang berjalan dengan lancar”

~^_^~

Sehun melakukan aktivitasnya seperti biasa, tapi ia tak benar-benar serius dengan semua yang dilakukannya. Saat ini, Sehun tengah berjalan di emperan toko dengan malasnya. Tiba-tiba, ia melihat seorang yeoja yang tampak seperti Inmoul memasuki salah satu toko. Refleks Sehun mengejar yeoja itu.

Ia masuk ke dalam toko lalu menggapai tangan yeoja itu.

“Siapa kamu?” kaget yeoja itu. Sehun tersadar dan ternyata yeoja itu bukanlah Inmoul.

Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi pada Sehun. Ia sudah berulang kali mengalaminya. Rasa rindunya pada Inmoul teramat besar.

Sementara hubungannya dan Ray tidak berjalan lancar. Sehun dan Ray memang sering bercekcok karena Hyeri, tapi ini pertama kalinya Ray benar-benar marah pada Sehun. Sehun tidak punya teman lagi. Sementara Ray selalu berada di sisi Hyeri, walau mereka juga sering kali bertengkar.

“Hyeri, jangan bersikap seperti itu” Ray mengejar Hyeri sambil memohon.

“Itu masalahku. Jangan coba ikut campur” Bentak Hyeri. Tapi, Ray tidak pernah menyerah. Ia tetap berada di samping Hyeri.

Hari itu, latihan baru saja berakhir. Sehun memasuki ruang ganti. Begitupula dengan Ray. Mereka berhadapan cukup lama, tapi tak ada seorang pun yang mengeluarkan kata-katanya.

Setelah berganti pakaian, Sehun beranjak pergi tapi Ray menahannya “Bukan aku membencimu atau tidak ingin berteman denganmu, tapi saat ini aku ingin berada di sisi Hyeri. Aku juga lelah menghadapi sifatnya yang kadang kekanakan saat berurusan dengan masalah hati. Jadi aku tidak ingin menyesal, dan terus berada di sisinya”

“Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Aku dan Inmoul juga seperti itu” Bayang-bayang kesedihan muncul di wajah Sehun.

“Sebagai teman, satu hal yang bisa kusarankan padamu, ikutilah kata hatimu sebelum kau menyesal” Ray berucap, lalu menepuk bahu Sehun.

~~~

Usaha Ray mulai membuahkan hasil. Semakin lama, Hyeri mulai melunak padanya dan mereka sudah tidak sesering dulu bertengkar. Saat ini, Ray berniat mengunjungi rumah Hyeri. Sebelum itu, mereka singgah di mini market untuk membeli beberapa keperluan dapur. Ray memilih menunggu di dalam mobil.

HP Hyeri yang tertinggal di mobil berbunyi. Ray buru-buru mengambilnya dan ternyata ada pesan masuk.

From : Inmoul

Aku akan pulang ke Seoul. Nanti malam aku berangkat. Sampai ketemu di Seoul, Hyeria🙂

Refleks Ray menjatuhkan HP itu “Inmoul?Inmoul siapa? Bukankah Hyeri bilang Inmoul sudah mati?”

Ray tersadar, ia segera menyimpan kembali HP Hyeri ketika Hyeri berjalan ke mobilnya. Ray bersikap biasa ketika Hyeri masuk. Ray pun menjalankan mobilnya.

“Hyeria, apa kau menyembunyikan sesuatu yang penting?” tanya Ray, hati-hati.

“Menyembunyikan apa memangnya? Perasaanku pada Sehun? Kupikir kau sudah tahu” Jawab Hyeri, acuh.

“Ya. Aku sudah tahu. Maksudku, mengenai keberadaan seseorang” Ray berusaha sehati-hati mungkin. Refleks Hyeri menatap Ray dengan penuh tanya “Seolma…” Hyeri buru-buru mengecek Hpnya dan ternyata ada pesan masuk dari Inmoul yang sudah terbaca tapi Hyeri baru melihatnya.

“Kau sudah membaca pesan ini?” tanya Hyeri, sambil menunduk. Ray mengangguk “Jadi, Inmoul tidak meninggal seperti yang kau katakan?”

Hyeri mengangkat kepalanya dengan tatapan marah “Iya. Inmoul memang belum meninggal. Lalu kenapa? Kau ingin memberitahukannya pada Sehun? Kupikir kau menyukaiku, tapi kau malah ingin berpihak pada Inmoul. Hentikan mobilnya!” Bentak Hyeri, pada akhir.

“Aku tidak bermaksud seperti. Ayo kita bicarakan ini baik-baik” Ray melembut.

“Aku tidak butuh pengertian. Lagipula, hanya Sehun yang kuinginkan di sampingku, kau hanya baju loncatan” Sarkatis Hyeri lalu berusaha mengambil kemudi.

“Hyeri, hentikan” Bentak Ray. Sementara mobil mereka bergerak tidak karuan. Hyeri masih berusaha menghentikan mobil tapi Ray menolak.

Mobil lain muncul dari belokan, Hyeri dan Ray yang terlalu sibuk memperebutkan kemudi, tidak melihat kehadiran mobil itu. Alhasil terjadi tabrakan antara kedua mobil itu. Karena mobil mereka terlalu cepat, membuat mobil itu terpental beberapa kali.

Lee Hyeri, kenapa sampai akhir hubungan kita harus seperti ini?”

~~~

Terlihat beberapa orang yang keluar dari bangunan itu sambil menangis yang kebanyakan menggunakan baju hitam. Sehun yang juga menggunakan baju hitam tiba di depan bangunan itu. Ia berlari masuk ke dalam bangunan itu dengan wajah yang panik.

Sampailah Sehun di depan sebuah ruangan. Ia memasuki ruangan itu dengan langkah gontai, terlihat beberapa teman setim basketnya. Sehun menghampiri teman-temannya. Salah satu dari mereka menepuk bahu Sehun “Ray pasti akan tenang di alam sana”

Rasanya Sehun akan menangis tapi ia tidak bisa. Bagaimana pun, Ray adalah sahabatnya sejak kecil walau mereka harus terpisah saat SMA. Alasannya memilih EXO University dan masuk ke Tim Basket juga karena ada Ray bersamanya.

“Sehun, sebaiknya kau yang menerima hormat tamu sebagai perwakilan keluarga Ray dan juga manager Lee. Mereka tidak punya keluarga resmi dan hanya kau lah orang terdekat mereka” Saran salah satu temannya. Sehun mengangguk.

Ray telah ditinggal mati kedua orang tuanya sejak masih kecil. Sementara kakek dan neneknya yang merawatnya meninggal saat ia SMA sehingga Ray harus dipindahkan ke Seoul. Sementara keluarga Hyeri memang tidak jelas.

Sehun mendekati altar dan betapa terkejutnya dia mendapati seorang yeoja yang begitu ia rindukan, duduk di samping altar menerima penghormatan dari para tamu. Mereka saling bertatapan cukup lama, walau tanpa kata-kata, tapi tatapan itu sudah cukup mengartikan seberapa besar rasa rindu mereka. Perlahan, Sehun tersenyum.

Setelahnya, Sehun terlebih dahulu memberi hormat kepada altar Ray dan Hyeri yang diputuskan untuk dimakamkan berdampingan. Sehun lalu duduk di samping yeoja itu lalu memeluknya dengan erat “Aku sangat merindukan, Inmoul”

Yeoja itu, Inmoul, mengangguk dalam dekapan Sehun. Sehun lalu menatap Inmoul, berusaha memastikan apa ini mimpi.

“Inmoula, kenapa kau tidak memberiku kabar selama ini? Kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar” tanya Sehun.

Inmoul mengambil kertas catatannya “Mian. Tempatku berobat sangat terpencil dan begitu disiplin sehingga pasien tidak boleh menghubungi orang lain selain keluarga yang bertanggung jawab. Sementara keluarga yang bertanggung jawab untukku adalah Hyeri. Tapi, aku sudah minta tolong pada Hyeri untuk memberitahukannya padamu kok”

“Hyeri benar-benar tidak berperasaan. Dia malah mengatakan kalau kau…” Ucapan Sehun terpotong setelah Inmoul menempelkan jari telunjuknya di bibir Sehun “Walau Hyeri seperti itu, tapi pada akhirnya, karena dia jugalah kita kembali bersama” Inmoul memperlihatkan catatannya.

Sehun tersenyum “Kau benar. Hyeri telah mengembalikan semuanya seperti dulu” Inmoul ikut tersenyum.

~~~

Langit tampak kemerah-merahan dengan sekumpulan burung yang berterbangan di atas langit. Inmoul dan Sehun menikmati keindahan sore ini sambil memberi makan burung-burung di taman tempat pertama kali mereka bertemu.

Inmoul mengusap tangannya yang mulai dingin disebabkan angin malam musim gugur mulai merambah. Mengetahui itu, Sehun mengambil tangan Inmoul lalu mengusapnya perlahan “Sudah tidak dingin?” tanya Sehun sambil tersenyum. Inmoul mengangguk.

Sehun masih tidak melepaskan genggamannya sampai mereka duduk di salah satu bangku taman.

“Oh ya, kau bilang ingin melanjutkan lukisan diriku kan?” Sehun tampak sangat antusias. Inmoul mengangguk.

Sehun buru-buru mengeluarkan sketsa dirinya yang dulu ia temukan di kamar rawat Inmoul. Sementara Inmoul mempersiapkan alat lukis.

Setelah persiapan selesai, Inmoul mulai melukis. Perlahan, sang surya benar-benar menghilang dari langit. Lampu taman dan sinar bulan mengisi kebersamaan mereka.

Sehun seakan tak mampu melepaskan pandangannya dari Inmoul “Kau benar-benar cantik di bawah sinar rembulan” gumam Sehun, membuat pipi Inmoul memerah.

Lukisannya pun selesai setelah memakan waktu berjam-jam. Sehun menatap kagum lukisan dirinya itu “Inmoula, kau adalah pelukis yang sangat hebat” pujinya.

Bersamaan dengan itu, butir-butir salju putih berjatuhan dari langit. Sehun dan Inmoul menatap kagum malam yang indah ini.

“The first snow” gumam Sehun sambil tersenyum. Inmoul menulis sesuatu di catatannya lalu memperlihatkan itu pada Sehun ‘Apa kau mau kutambahkan salju dilukisan ini?’

Sehun menggeleng “Tidak perlu. Saksi kisah kita adalah bulan musim gugur jadi biarkan dia tetap menyimpan kisah kita walau musim telah berganti” Perlahan Sehun menarik Inmoul ke dalam pelukannya.

“Bulan di musim gugur? Benar. Walau aku tak bisa mengungkapkannya tapi bulan tahu seberapa besar perasaanku padamu, Oh Sehun”

END

Selesai juga *ngusap keringat

Aku rasa di last chap ini lebih banyak scene-nya Hyeri-Ray. Tapi mau gimana lagi, kalau tidak seperti itu, akhirnya tidak akan bisa seperti ini.

Dan, terima kasih buat semua pembaca yang udah rela nunggu ff yang super duper geje ini. Kuharap penantian kalian terbalaskan *author ngalay

Juga buat sahabatku, Ella, yang setiap ketemu pasti nanyain kelanjutan DOM(Drawing On The Moon). Kalau bukan karena dia, ff ini pasti masih ada di draft-ku dan tidak author lanjutkan. Gimana? suka sama akhirnya?

Buat Chikita juga yang sudah ngebuat poster di atas. Thanks udah mau kerja buru-buru.

Akhir kata, para readersdeul see ya in my next FF🙂

11 thoughts on “Drawing On The Moon[Part 3-END]

  1. yah udah END ya? padahal aku berharap Inmoul bisa bicara -_- soalnya kan Inmoul bisu akibat kecelakaan (trauma) jadi aku kira dia bisa kembali bicara. thor ini butuh sequel lagi ><

    • itu bukan karena trauma tapi salah satu syaraf otaknya yang berhubungan dengan pita suara sudah rusak, jadi dia tidak bisa bicara lagi. Mian tidak author jelaskan diffnya.
      Dan sequel? Mukin belum dulu. Tidak kepikiran untuk ngebuat sequelnya. Sekali lagi Mian🙂

  2. hyeri emang pantes dapet karmanya jahat banget jadi orang tapi kasian ray harus lkut”an
    sehun dan inmoul bisa bahagia akhirnya

  3. akhirnya inmoul dan sehun bisa bersama lagi..
    aha aku senang sekali..
    walaupun hyeri dan ray meninggal tapi aku senang akhirnya mereka bisa bersama..
    uh sehun sangat romantis kata2nya itu loh..
    uh asli aku aja sampai gak terbayang

  4. daebak! suka banget sama endingnya walaupun sebenarnya lumayan nyesek sih hyeri sama Ray nya mati, yah kaya yang tadi dibilang kalau nggak seperti itu akhirnya pasti nggak kaya gini. Ditunggu next ff yang lebih daebak lagi ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s