Daddy & Baby[Chapter 1]

request-pc56

Nealra Present Daddy & Baby with

Kim Suho||Park Chanyeol||Do Kyungsoo||Kim Jongin||Oh Sehun

and

Park Jiyeon||Jung Eunji||Kang Soyu||Jessica Jung||Byun Baekhyun||Kim Myungsoo

in Romance||School-life||Family||PG-13||Chaptered

Casts belong to their self and GOD. Story is author mine

Poster by arin yessy @ Poster Channel

FF ini adalah versi cowok dari My Future & Generation

HAPPY READING!

 

May 2014

Lima orang namja tengah mengobrol di ruang nonton. Mereka memilih mengobrol setelah dengan tiba-tiba listrik padam. Sebenarnya bukan tiba-tiba, karena hari ini memang adalah sehari tanpa listrik.

Di kelilingi lilin yang memancarkan cahaya remang-remang, kelima namja itu membicarakan masalah yang jarang mereka ungkapkan.

“Kalian tahu Soyu sunbae, dia pacaran denganku” Ungkap Jongin dengan bangga. Chanyeol tampak penasaran “Soyu sunbae dari kelas 3-2 yang terkenal karena keseksiannya itu?”. Jongin mengangguk “Kim Jongin memang hebat. Selalu bisa mendapatkan yeoja manapun”

“Tapi kudengar, Soyu sunbae itu menyukai namja yang polos. Apa artinya dia menganggapmu sebagai namja yang polos?” Ujar Kyungsoo yang sedari tadi melihat dengan tenang.

“Aku polos? Tidak mungkinlah. Mungkin dia sudah berubah tipe. Jelas saja Kim Jongin itu berbahaya” Jongin tertawa evil untuk dirinya sendiri.

Sementara Chanyeol dan Suho terkikik melihat tingkah Jongin “Sifat ini mu lah yang Soyu anggap polos. Kau terlalu kekanakan” Timpal Suho.

“Polos? Aku tidak polos sama sekali. Aku sudah melakukan banyak hal yang bahkan belum kalian lakukan. Yang polos itu seperti Sehun” Tunjuk Jongin pada Sehun. Sehun menatap Jongin penuh tanya “Aku kenapa? Kenapa kau menunjuk wajahku?”

“Bukan apa-apa, Sehuna. Jongin memang sedang gila” Jawab Chanyeol pada si magnae.

~*~

            Siswa berhamburan keluar dari kelas. Tampak dua orang yeoja mencari-cari keberadaan seseorang. Salah seorang yeoja menunjuk Kyungsoo yang baru saja keluar dari kelasnya. Mereka berlari kecil menghampiri Kyungsoo yang di sampingnya ada Chanyeol “Chogiyo!” ucap yeoja yang berambut hitam pekat.

Kyungsoo dan Chanyeol menghentikan langkah mereka. Chanyeol menatap kedua yeoja itu bergantian “Kau, Jung Eunji kan? Salah satu anggota musikal bersama Kyungsoo. Dan kau Park Jiyeon anggota teater”

“Iya benar” Angguk yeoja berambut hitam pekat atau Jung Eunji “Do Kyungsoo, pembina menyuruh kita untuk berduet di musikal nanti. Dia menyuruhku memberikan ini padamu” Eunji menyerahkan beberapa kertas yang berisikan not-not angka.

Dengan kasarnya Kyungsoo menghempaskan kertas-kertas itu “Sudah kubilang berapa kali, aku tidak ingin berduet dengan siapapun”

Ia melangkah pergi tanpa mempedulikan kekacauan yang telah dibuatnya. Eunji hanya bisa terdiam melihat kelakuan Kyungsoo yang tidak terduga. Sementara Jiyeon dan Chanyeol memungut lembaran-lembaran itu.

Chanyeol memberikan lembaran yang dikumpulkannya pada Jiyeon “Bilang pada Jung Eunji, mohon dimaklumi sifat dinginnya Kyungsoo” ucap Chanyeol setelah melihat Eunji yang masih terdiam tak percaya. Jiyeon mengangguk.

Chanyeol pun berlari mengejar Kyungsoo.

~*~

            Hening. Tak ada suara yang berasal dari mulut manusia. Hanya suara antara sendok dan garpu yang memenuhi ruang makan itu. Namja yang biasanya berlima ini hanya tinggal bertiga, dan tak ada yang ingin menghabiskan energinya hanya untuk berbicara.

Kyungsoo selesai terlebih dahulu. Ia meletakkan piringnya begitu saja di wastafel “Hari ini tugasnya Chanyeol kan?” tanyanya memastikan. Suho mengangguk “Tapi mungkin dia akan pulang telat karena penampilan mereka hanya tinggal seminggu”

“Biar aku yang mencuci piring malam ini. Nanti aku tukaran sama Chanyeol hyung” Sehun menyarankan dirinya.

Kyungsoo melangkah memasuki kamarnya sementara Sehun yang juga sudah selesai mulai mencuci piring. Tidak lama setelahnya, Suho juga selesai makan. Ia membantu Sehun membersihkan meja.

“Hyung, kenapa kau jadi pendiam sekali?” tanya Sehun, merasa aneh dengan sikap orang tertua di rumah mereka. Suho menggeleng lalu tersenyum “Bukan apa-apa. Aku hanya kepikiran tugas yang menumpuk”

Suho pun berlalu memasuki kamarnya. Ia merogoh sesuatu dari balik bantal sebelum ia merebahkan tubuhnya. Benda yang telah ada di genggamannya itu adalah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya dan seorang yeoja berambut ikal pirang. Ekspresi Suho sulit dijelaskan saat melihat foto itu.

“Apa maksudnya kau tidak berkuliah di Canada?Lalu kenapa kau ke Canada kalau bukan untuk kuliah?” Suho meremas kepalanya frustasi.

“Jessica, apa yang sebenarnya terjadi padamu?”

~*~

            Dentuman musik mengaung di penjuru ruangan itu. Lampu yang berkedip-kedip dengan beberapa warna menemani goyangan orang-orang yang telah dimabuk kenikmatan duniawi. Salah satu orang itu adalah Kim Jongin. Siswa kelas satu EXO High School yang terkenal karena kebadungannya.

Seorang yeoja memeluk Jongin “Jongin sayang, ayo kita lakukan yang lebih dari ini” bisik yeoja itu. Jongin mendekap yeoja itu lalu mengangguk dalam diam.

Yeoja itu, Kang Soyu berjalan sempoyongan dengan bantuan Jongin memasuki sebuah kamar di motel yang hanya berjarak beberapa meter dengan Club yang tadi di tempatinya. Jongin merebahkan tubuh Soyu di tempat tidur yang tidak terlalu besar itu.

“Jongin sayang” panggil Soyu setengah sadar. Soyu menarik Jongin sekuat tenaga hingga namja berkulit agak gelap itu berbaring di samping Soyu “Malam ini baru dimulaikan?” bisiknya.

~*~

            Jam menunjukkan pukul satu malam. Chanyeol dan seorang yeoja bernama Park Jiyeon tampak keluar dari sekolah. Yeoja itu merapatkan mantelnya karena udara dingin yang begitu menusuk.

“Lebih baik kau bermalam saja seperti teman-teman yang lain. Tidak baik cewek berkeliaran malam-malam begini” Nasehat Chanyeol. Jiyeon menggeleng “Ibuku sendiri di rumah, aku khawatir padanya. Lagipul rumahku dekat kok”

“Ya sudah. Berhubung karena aku juga Cuma jalan kaki ke rumahku, aku akan mengantarmu terlebih dahulu” Chanyeol mengajukan diri. Jiyeon tampak amat senang.

Mereka berjalan beriringan memasuki sebuah gang “Rumahmu ada di dalam gang ini?” tanya Chanyeol. Jiyeon mengangguk “Iya. Rumahmu sendiri di mana?”

Chanyeol menunjuk gedung apartement yang paling tinggi di daerah itu yang berjarak cukup dekat dengan sekolah mereka “Aku tinggal di Angelic Tower Apartement”

“Woah~” Kagum Jiyeon “Maaf sudah menyusahkanmu. Ternyata rumahmu lebih dekat”

Chanyeol mengibas-ngibaskan tangannya di udara “Tidak masalah. Aku kan pria, jadi aku bisa menjaga diriku”

Langkah Jiyeon tertahan. Chanyeol menatap rekan se-organisasinya itu dengan bingung “Kenapa? Rumahmu dimana?”

Jiyeon menunjuk sebuah rumah kecil yang di depannya banyak preman “Itu rumahku. Tapi seperti yang kuduga preman itu pasti akan datang mengganggu”

“Kenapa mereka mengganggumu? Apa yang terjadi?” Chanyeol jadi penasaran. Jiyeon menghela nafas sebelum menceritakannya “Waktu masih hidup, ayahku sangat gila judi. Dia punya utang di banyak bandar judi. Akhirnya setelah dia meninggal, ibuku lah yang harus menanggung semua utangnya yang sama sekali belum dia bayarkan. Aku memilih teater karena di teater uang saku yang didapatkan pemain cukup banyak per pentasnya. Aku berharap bisa membantu kehidupan sehari-hari”

“Tapi kalau begini, kau tidak bisa pulang. Kembali saja ke sekolah”Saran Chanyeol. Jiyeon menggeleng “Aku tidak bisa. Ibuku pasti sedang ketakutan di dalam rumah sendiri”

Jiyeon memberanikan dirinya untuk melangkah.Chanyeol terkejut bukan main, tapi dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti Jiyeon. Beberapa preman itu melihat kedatangan Jiyeon.

“Jiyeona, kau sudah datang rupanya” ucap salah seorang preman yang terlihat masih muda dengan wajah yang tampan.

“Apa maumu, Kim Myungsoo? Awas saja kalau kau berani melukai ibuku” Bentak Jiyeon sekuat tenaga pada preman itu.

“Bukankah sudah kukatakan, aku tidak berniat melukai siapapun kalau kau menjadi milikku. Tapi tunggu, siapa namja itu?” Preman itu, Myungsoo, menatap Chanyeol dengan tajam. Chanyeol mencoba untuk tersenyum “Aku adalah teman organisasinya Jiyeon” akhirnya dengan tertawa kecil untuk mengurangi ketakutannya.

“Awas saja kalau kau berani selingkuh, Park Jiyeon” Myungsoo mengucapkannya dengan penekanan di setiap kalimat.

“Cepat masuk sebelum preman lain melihatmu disini. Dan kau! Pergi dari sini” Myungsoo menunjuk Chanyeol. Chanyeol menatap Jiyeon sebentar lalu pergi.

Tidak berselang lama, terdengar kehebohan. Chanyeol bersembunyi di balik tembok sambil melihat apa yang terjadi. Tampak beberapa preman lain mencoba masuk ke rumah Jiyeon, tapi Myungsoo dan kawanannya mencegat preman itu. Alhasil mereka saling adu jotos.

Chanyeol memiringkan kepalanya, bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya “Bukannya preman Myungsoo itu jahat? Tapi kenapa sepertinya dia hanya berniat melindungi Jiyeon dari preman-preman lainnya?” Chanyeol memilih pulang dan tidak ambil pusing dengan masalah orang lain.

~*~

            Setelah kejadian kemarin, Chanyeol dan Kyungsoo belum sempat bertemu. Tapi Chanyeol tahu bagaimana keras kepalanya Kyungsoo, sehingga dia tidak akan membicarakan masalah itu. Mereka baru bertemu setelah makan pagi berlangsung.

“Kyungsoo, apa tugas Fisika mu sudah jadi?” tanya Chanyeol sambil mengoleskan selai pada rotinya. Kyungsoo mengangguk.

“Aku pinjam yah. Kau tahu kan aku bahkan tidak sempat menyentuh buku belakangan ini” Pinta Chanyeol. Sekali lagi Kyungsoo mengangguk “Ambil saja dalam tasku”

“Do Kyungsoo memang Jjang. Nanti kulihat di sekolah yah” Chanyeol memberikan dua jempolnya dan seperti biasa, Kyungsoo tak berniat untuk merespon.

“Hyung, Jongin tidak pulang semalaman. Aku khawatir” Sehun buka suara. Chanyeol ikut mengangguk “Jongin memang sering pulang malam tapi dia tidak pernah sampai tidak pulang seperti ini. Hal ini baru terjadi setelah dia pacaran sama Soyu sunbae”

“Jongin masih belum dewasa. Aku yakin dia akan mengerti sendiri dampak buruk dari kelakukannya” Timpal Kyungsoo, santai.

“Tapi kita juga tidak bisa diam saja. Aku akan coba bicara padanya kalau dia pulang” Suho bertindak sebagai orang tertua di rumah.

Sehun lebih dulu menyelesaikan makannya. Chanyeol menyahut “Hun, biar aku yang cuci piring. Thanks udah menganggantikan aku semalam” Sehun mengangguk.

Ia menyimpan piringnya lalu mengambil tasnya dari dalam kamar. Sehun keluar dari apartement lebih cepat dari yang lain. Ia tengah menunggu di depan lift ketika Jongin keluar dari lift itu dengan acak-acakan “Jongin, apa yang terjadi padamu” Kaget Sehun.

Jongin menggeleng “Bukan apa-ap… Huek” Jongin menutup mulutnya sambil bersandar di dinding menahan sisa-sisa makanan yang membuncah ingin keluar dari perut Jongin.

Dengan dibantu Sehun, Jongin sampai di apartement. Ia segera berbaring di kamarnya. Semua yang masih belum pergi ke sekolah segera menuju ke kamar Jongin.

“Apa yang terjadi padamu?” tanya Suho, khawatir bercampur kesal. Jongin menggeleng dengan mata yang sayu “Bukan apa-apa”

“Kalau mau pacaran, harus sama orang yang benar” Sindir Kyungsoo. Jongin bangkit. Ia menatap kesal ke arah Kyungsoo “Kenapa kau menyalahkan pacarku, dasar sok pintar”

Kyungsoo menatap Jongin tajam “Lebih baik sok pintar dan bisa pintar-pintar memilih teman. Dibanding kau yang terlalu kekanakan, tidak memikirkan konsekuensi dari tindakanmu” Cibir Kyungsoo.

“Brengsek!” Jongin memukul Kyungsoo, membuat Kyungsoo yang lebih kurus dan pendek tersungkur ke lantai. Suho segera mendorong Jongin kembali ke tempat tidurnya “Kau sedang dikendalikan sama emosimu, Kim Jongin!” Bentak Suho. Jongin memalingkan wajahnya.

“Begini saja, Jongin tidak perlu ke sekolah hari ini. Biarkan dia istirahat. Dan Suho hyung, nanti saja kau bicara dengan Jongin. Karena sebaiknya kita segera berangkat sebelum terlambat” Chanyeol mencoba menengahi sekaligus memberikan saran. Sehun mengangguk setuju

Mereka pun meninggalkan Jongin lalu berangkat ke sekolah.

~*~

            Kyungsoo tengah membaca buku di kelasnya ketika seorang namja yang dikenal bernama Baekhyun menghampirinya “Do Kyungsoo, kau ingin mengambil bagian di pentas itu atau tidak?”

Kyungsoo tak menjawab. Baekhyun menghela nafas panjang “Jawab aku, Do Kyungsoo!” ucap Baekhyun penuh penekanan. Tapi Kyungsoo masih fokus dengan bukunya.

“Jangan bersikap kekanakan, cepat ambil keputusanmu!” Bentak Baekhyun. Kyungsoo menatap Baekhyun tajam “Kekanakan kau bilang? Bukankah kau yang kekanakan, selalu berharap aku jatuh dan kau bisa menggantikanku. Bukankah itu kau?”

“Ya. Itu memang aku. Aku memang selalu ingin kau jatuh. Aku ingin semua orang lebih mengakuiku dibanding kau. Jadi sekarang, cepat ambil keputusanmu. Karena aku juga harus latihan” Baekhyun tak tanggung-tanggung sama sekali.

“Sungguh bodoh!” Cibir Kyungsoo lalu meninggalkan Baekhyun.

“Kau benar-benar kekanakan. Kau terlalu egois. Kau sama sekali tidak sebanding denganku. Kau tidak punya keprofesionalan sama sekali” Teriak Baekhyun, membuat semua mata yang ada di kelas itu tertuju pada mereka.

“Aku akan ikut” Gumam Kyungsoo lalu benar-benar meninggalkan kelas.

~*~

            Kyungsoo memasuki ruang musikal. Beberapa yeoja senyum-senyum sendiri melihat kedatangan Kyungsoo. Kyungsoo memang dikenal sebagai King of Musical. Ditambah dengan sifatnya yang dingin, ia digandrungi banyak yeoja.

Kyungsoo menghampiri yeoja berambut hitam pekat. Yeoja itu menatap kaget kearah Kyungsoo.

“Ayo kita latihan, Jung Eunji” ajak Kyungsoo. Yeoja itu berpikir sebentar “Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?”

“Apa lagi?” Kyungsoo tampak malas. “Minta maaf. Kau tidak ingin melakukannya?” tanya Eunji. Kyungsoo tertawa kecil “Aku tidak merasa bersalah sama sekali”

“Dasar egois! Aku tidak bisa bekerja sama dengan orang seperti kau” Bentak Eunji lalu meninggalkan Kyungsoo. Sementara Kyungsoo hanya menatap kepergian Eunji tanpa ekspresi.

~*~

            Sehun pulang sendiri dari sekolah. Kyungsoo harus latihan untuk pentas musikalnya. Begitupun dengan Chanyeol yang teaternya akan tampil beberapa hari lagi. Sementara Suho harus menyelesaikan masalah buku tahunan kelas 3.

Ia membuka pintu rumah. Ada sepatu yeoja di depan. Ternyata Jongin mengajak seorang tamu berkunjung ke rumah mereka.

“Sehun, kau sudah pulang yah!” Sapa Jongin menyambut kedatangan Sehun. Sehun memperhatikan yeoja berambut cokelat panjang di samping Jongin yang menggunakan baju amat ketat dan rok pendek yang juga ketat.

“Kau tidak kenal dia? Dia adalah sunbae kita, Kang Soyu” Jongin memperkenalkan yeoja di sampingnya. Sehun teringat pembicaraan tempo lalu kalau ternyata Jongin berpacaran dengan Soyu.

“Annyeonghaeseyeo, sunbae. Oh Sehun imnida” Sehun membungkuk kecil lalu masuk ke kamarnya.

Soyu menatap kepergian Sehun sambil tersenyum penuh arti.

~*~

            Sudah dua hari Kyungsoo memutuskan untuk bergabung dengan pentas musikal, tapi selama dua hari ini juga dia sama sekali belum pernah latihan bersama partnernya, Jung Eunji. Mereka bahkan tak saling menyapa saat bertemu.

Pembina memanggil mereka untuk melihat sampai mana hasil latihan mereka. Kyungsoo mulai menarikan jari lentiknya pada tuts piano. Irama musik mengalun merdu di ruangan itu. Tepat saat Eunji bersiap untuk menyanyi, pembina menghentikan permainan Kyungsoo.

“Kau terlambat masuk Jung Eunji. Dan Do Kyungsoo, harusnya ada beberapa kord yang diubah, tapi kau tidak merubah kord itu. Aku sudah memberitahu Eunji, harusnya kau sudah mengubah kord itu” Kritik si pembina. Kyungsoo dan Eunji hanya bisa diam, tak berani melawan.

“Kalian akan menjadi puncak pentas kita nanti. Dan kalian saya pilih dari yang terbaik, jadi saya berharap kalian juga bisa menampilkan sesuatu yang luar biasa. Bahkan harusnya kalian tidak memperlihatkan kesalahan sekecil apapun” Si pembina tampak tidak puas dengan kedua orang itu.

Kyungsoo dan Eunji keluar dari ruangan itu. Tak ada yang berbicara. Sampai akhirnya Eunji memutuskan untuk mengalah “Do Kyungsoo, kita harus latihan bersama”

“Baiklah” enteng Kyungsoo lalu meninggalkan Eunji yang tampak benar-benar kesal.

“Dasar Do Kyungsoo menyebalkan! Dia tidak punya hati sama sekali” Eunji berjalan berlawanan arah dengan Kyungsoo.

~*~

            Suho sampai di rumah sekitar pukul 8. Sehun tadi menelponnya untuk bertanya apa dia makan di rumah atau tidak, tapi Suho bilang dia sedikit terlambat dan akan makan di luar. Tak ada seorang pun di ruang nonton.

Biasanya pada jam seperti ini, semua memang sibuk di kamar mereka masing-masing. Suho masuk ke kamarnya lalu membereskan diri. Setelah membersihkan diri, ia berbaring sebentar untuk sekedar meregangkan badan.

Suho lalu memasuki kamar Jongin yang ditempeli berbagai macam gambar porno. Jongin tengah membaca komik ketika Suho masuk. Ia memilih duduk di kursi belajar Jongin yang cukup dekat dengan tempat tidur yang saat ini ditempati Jongin untuk membaca.

“Ada apa, hyung?” Tanya Jongin. Suho menatap Jongin penuh pengertian “Kupikir kau sudah tahu. Kami semua berharap yang terbaik untukmu, Jongina. Jadi jangan merusak dirimu sendiri”

“Aku tahu kok bagaimana pergaulan Soyu sunbae. Aku sudah bisa mengatasinya, jadi hyung tidak perlu khawatir”

“Lebih baik kau cari yeoja yang lebih muda darimu. Dengan begitu kau yang bisa menuntunnya ke arah yang baik. Aku mengetahui dengan jelas seperti apa Soyu itu, dan setiap namja yang pernah berpacaran dengannya pasti akan hancur”

“Sebelum pacaran dengan Soyu sunbae, aku sudah seperti ini, jadi hyung tidak perlu khawatir. Tidak akan ada yang berubah padaku”

Suho mengangguk “Semoga saja itu benar-benar terjadi”

~*~

            Sehun berjalan sendiri memasuki kantin seperti biasanya. Sebuah suara mengalihkan perhatian Sehun “Sehun! Sehuna! Bergabung denganku” Suara itu berasal dari Jongin yang tengah duduk bersama Soyu.

Sehun menghampiri sepasang kekasih itu “Annyeong, Jongina. Annyeong, Soyu sunbae”. Sehun duduk di samping Soyu atas permintaan Soyu.

“Kamu kelas berapa Oh Sehun?” tanya Soyu. “Kelas 1-1” Jawab Sehun. Soyu mengangguk “Ternyata kau anak pintar yah”

Sehun menggeleng malu “Aku tidak pintar kok”. Soyu merasa gemas melihat tingkah Sehun. Ia mengelus lembut rambut Sehun “Kau sangat manis”

“Sehun itu memang sangat polos, sunbae” Timpal Jongin. Soyu mengangguk sambil tersenyum “Iya, Sehun benar-benar polos”

~*~

            Eunji dan Kyungsoo menuju ke apartement Kyungsoo untuk latihan. Mereka tidak latihan di sekolah karena ada beberapa peserta lain yang ingin latihan. Dan berhubung Kyungsoo memiliki piano di kamarnya, mereka memutuskan untuk latihan di apartement Kyungsoo.

Sehun sudah ada di rumah saat Eunji dan Kyungsoo tiba. Seperti biasa, Sehun akan menyapa siapapun dengan ramah.

“Aku tidak menyangka Kyungsoo tinggal bersama Oh Sehun yang sebaik itu” gumam Eunji dalam hatinya.

Mereka memasuki kamar Kyungsoo yang tampak sangat rapi dan elegan. Di pojok kanan terdapat tempat tidur king size yang sangat rapi. Di pojok kiri sebuah piano bertengger, sementara di sampingnya berjejer ratusan kaset musik klasik yang tertata rapi di dalam lemari berkaca.

“Kamar ini benar-benar sesuai dengan kepribadiannya” Eunji tidak dapat berhenti mengomentari apa yang dilihatnya.

Tepat setelah mereka sampai, mereka tidak menyia-nyiakan waktu. Mereka langsung memulai latihan, tapi Eunji tampak tidak bersungguh-sungguh, dan hal itu membuatnya mendapatkan teguran dari Kyungsoo.

“Aku hanya tidak enak sama Sehun. Dia akan merasa terganggu karena kita” ungkap Eunji. Kyungsoo berdecak “Kalau permainan pianoku ini akan menganggu orang lain, aku tidak akan menyimpannya dalam kamar. Kau tenang saja. Kamar ku kedap suara. Orang lain tidak akan mendengarkan apapun”

Sekali lagi Eunji dibuat terkagum-kagum “Kyungsoo ini pasti anak orang kaya. Bukan Cuma Kyungsoo, mereka yang tinggal serumah sama Kyungsoo pasti anak orang kaya”

“Sekarang cobalah untuk serius!” Perintah Kyungsoo. Eunji mengangguk.

Mereka memulai latihan. Setengah jam kemudian, Eunji terbatuk-batuk “Aku belum minum apapun sementara disini ber-AC” Ia lebih dulu membela diri sebelum Kyungsoo menjudgenya.

Kyungsoo pun keluar untuk mengambil minum. Ia mendapati sebotol jus di dalam kulkas. Tanpa pikir panjang, Kyungsoo menuangkan jus itu untuk dirinya dan Eunji.

Segera setelah melihat minuman, Eunji segera meminumnya dengan lahap. Mereka pun melanjutkan latihan. Setengah jam kemudian, jus Eunji sudah habis, sementara jus Kyungsoo masih tersisa setengah gelas.

Entah kenapa, ruangan menjadi sangat panas, padahal AC terus menyala sejak tadi. Eunji melepas blazernya “Aku buka yah, soalnya panas. Kau juga kepanasankan”. Kyungsoo mengangguk, ia juga merasakan rasa panas yang aneh.

Mereka menghentikan latihan mereka sejenak karena rasa panas itu. Kyungsoo memilih untuk mengganti seragamnya dengan baju rumah “Aku mau ganti baju. Panas kalau pakai seragam. Kau tunggu disini. Jangan kemana-mana” Kyungsoo pun masuk ke dalam toilet.

Semakin lama, Eunji semakin panas. Ia melepaskan kancing atas seragamnya. Awalnya terasa dingin, tapi kembali lagi menjadi lebih panas. Dada Eunji berdenyut dengan cepat. Ia tak mengerti perasaan apa yang sedang dirasakannya.

Ia kembali membuka kancing kedua. Eunji mengambil apa saja yang bisa ia gunakan untuk mengipasi dirinya. Tidak berselang lama, Kyungsoo keluar dari WC dengan baju yang telah berganti. Ia begitu terkejut melihat keringat di sekujur tubuh Eunji, dan pakaian Eunji yang mulai terbuka. Kembali Kyungsoo merasa kepanasan. Tiba-tiba, sesuatu yang ada di bawah sana berdenyut cepat.

Kyungsoo menghampiri Eunji lalu memeluknya dari belakang “D-do Kyungsoo~”

~*~

            Kyungsoo amat menyesali apa yang terjadi di kamarnya tempo hari. Ia baru tahu kalau jus itu bukanlah jus biasa, melainkan jus yang telah diberikan obat perangsang oleh Jongin. Kyungsoo marah besar setelah mengetahuinya, ia merusak semua CD porno Jongin tanpa sepengetahuan Jongin.

Sementara Eunji tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Jiyeon memberikan kabar kalau Eunji akan tetap ikut pentas tapi untuk saat ini dia harus resign dari latihan. Kyungsoo tahu bagaimana perasaan Eunji, karena saat ini Kyungsoo juga merasakan hal yang sama. Melakukan hal seperti itu dengan orang yang tidak dicintai, bahkan melakukannya dengan diselubungi perasaan nafsu. Kyungsoo tidak pernah membayangkan, hal ini akan terjadi padanya.

Karena partnert latihannya tidak ada, Kyungsoo jadi lebih cepat pulang. Tidak ada seorang pun ketika dia datang, bahkan Sehun yang selalu pulang cepat kini tidak tampak.

Setelahnya Suho pulang, disusul Chanyeol jam 6 sore. Walau Chanyeol masih harus kembali ke sekolah lagi. Bukan hanya Kyungsoo yang heran melihat ketidak hadiran Sehun di rumah, tapi Suho juga begitu.

Suho dan Kyungsoo hanya makan malam berdua. Tepat setelah makan malam, barulah Sehun pulang. Ia beralasan baru saja mengerjakan tugas kelompok di rumah temannnya.

Sehun masuk ke dalam kamar. Ia mengeluarkan dompetnya yang telah diisi oleh foto yeoja bernama Kang Soyu dan dirinya. Ia tersenyum melihat foto itu “Soyu sunbae sangat cantik dan baik. Dia juga sudah putus dengan Jongin”

~*~

            Hal yang terjadi seminggu lalu kembali terjadi, Jongin pulang pagi dalam keadaan mabuk. Chanyeol yang membaringkannya ke tempat tidur, tidak sengaja melihat air mata yang keluar dari mata Jongin. Chanyeol benar-benar terkejut.

Ia memanggil Suho. Suho mengangguk lalu menyuruh Chanyeol untuk duluan saja ke sekolah. Suho duduk di samping Jongin yang setengah tertidur “Apa yang terjadi padamu?”

“Aku diputuskan, hyung” Jawab Jongin sambil menutup wajahnya dengan bantal.

“Soyu memutuskanmu? Kenapa?”

“Dia bilang dia merasa cukup bermain-main denganku sampai sini. Dia bilang aku membosankan. Dia hanya memanfaatkanku” Jongin meremas bantal yang menutupi wajahnya.

“Bukankah hubungan memang seperti itu? Jika ada pertemuan maka akan ada perpisahan. Setidaknya kau tahu alasan dia memutuskanmu. Setelah ini, kau bisa menunjukkan padanya, kalau dia telah menyesal memutuskanmu” Suho memberi semangat.

“Apa ini yang hyung rasakan saat Jessica sunbae meninggalkan hyung? Itu kenapa hyung menyuruhku untuk mencari gadis yang lebih muda saja. Maaf, hyung. Aku tidak mendengarkan perkataanmu”

“Belajarlah dari kesalahan, Jongina” Suho menepuk-nepuk kepala Jongin lalu keluar dari kamar Jongin.

~*~

            Hari ini adalah penampilan teater Chanyeol. Semua waktu dan tenaga yang ia korbankan selama ini akan terbayar pada malam ini. Suho, Jongin, dan Kyungsoo menonton penampilang Chanyeol untuk memberikannya semangat. Sementara Sehun berkata ia ada keperluan penting sehingga dia tidak bisa ikut.

Rupanya, Sehun menemui seorang yeoja di cafe “Soyu sunbae!” Panggil Sehun, ceria. Soyu menyambut kedatangan Sehun dengan pelukan.

“Sehuna, kau mencintaikukan?” tanya Soyu sambil menggenggam tangan Sehun. Sehun mengangguk “Ne. Aku sangat mencintaimu, sunbae”

“Kalau begitu, kau ingin melakukan apapun yang kuminta kan?”

“Aku akan mengusahakannya demi sunbae”

“Aku ingin beristirahat di motel malam ini”

~*~

            Teater berjalan dengan sangat lancar. Mereka menerima pujian dari setiap pihak yang menonton. Tidak ada yang meragukan kemampuan teater EXO High School lagi. Jiyeon mengundang Chanyeol ke rumahnya sebagai perayaan atas keberhasilan mereka.

Ketika mereka tiba, rumah itu tampak sepi “Mana yang lain? Bukankah kau bilang menyuruh mereka datang ke rumahmu jam segini?” tanya Chanyeol.

“Entahlah, mungkin mereka masih dalam perjalanan. Kau masuk dulu” Jiyeon mempersilahkan Chanyeol untuk masuk.

Chanyeol memperhatikan seisi rumah. Rumah ini memang kecil dan minim barang berharga, tapi rumah ini sangat rapi dan bersih.

“Ibumu kemana?” tanya Chanyeol saat Jiyeon berniat untuk ke dapur membuatkan minum.

“Ibuku sedang ke pasar. Membeli perlengkapan untuk perayaan kita ini” Jawab Jiyeon, lalu melangkahkan kakinya memasuki dapur.

Chanyeol menunggu Jiyeon sambil memainkan game di Hpnya.

“Chanyeola~” Terdengar panggilan Jiyeon. Chanyeol mengangkat kepalanya. Ia terkejut bukan main melihat baju yang digunakan Jiyeon. Bukan baju tapi hanya apron tanpai pakaian selain pakaian dalam. Tak lupa ia membawa secangkir minuman.

“I-itu…” Chanyeol terlalu speechless untuk berkomentar. Chanyeol refleks menelan salivanya sambil perlahan mundur. Ia berlari ke arah pintu sambil berusaha keras membuka pintu itu.

“Aku sudah menguncinya” Suara Jiyeon. Chanyeol terbelalak dibuatnya. Jiyeon menunduk sedih “Sebenarnya aku tidak mau seperti ini. Tapi, aku berada dalam keadaan yang tidak bisa memilih. Kau tahu kan preman tempo hari bernama Myungsoo. Dia memaksaku untuk menikahinya. Kalau aku tidak menikahinya maka dia akan benar-benar menghancurkan rumah kami. Tapi, aku tidak mau keperawananku diambil olehnya. Aku tidak mau anakku menjadi sebusuk dirinya. Dan karena hanya kau yang mengetahui permasalahanku, jadi aku berharap kau ingin membantuku”

“Tapi, tetap saja. Kita tidak melakukannya dengan cinta” Chanyeol berusaha mengelak

“Aku tidak butuh cinta. Aku hanya tidak ingin dikuasai sepenuhnya oleh Myungsoo busuk itu. Tolonglah aku, Park Chanyeol. Ini bukan hanya tentang aku, tapi juga tentang ibuku” Mata Jiyeon berkaca-kaca.

Chanyeol benar-benar dilema saat ini. Kalau dia melakukannya bersama Jiyeon, itu artinya dia pertama kali melakukan hal seperti itu bukan bersama orang yang dia cintai, bagaimana bisa?

Tiba-tiba, Jiyeon memeluk Chanyeol dengan erat “Aku mohon Park Chanyeol”

~*~

            Kehidupan kelima namja kembali normal setelah seminggu ini digoncang banyak permasalahan pelik. Jongin memutuskan untuk melupakan Soyu, begitupun dengan Sehun yang diam-diam juga berusaha melupakan Soyu. Karena sehari setelah kejadian di cafe itu, Soyu meminta putus pada Sehun.

Sementara pentas Kyungsoo baru saja berakhir. Dan benar, Eunji kembali di dua hari terakhir sebelum pentas. Mereka memberikan penampilan yang terbaik, walau pada kenyataannya, hubungan Eunji dan Kyungsoo layaknya es yang membeku.

Chanyeol sendiri kehilangan kontak dengan Jiyeon. Eunji juga tidak tahu menahu keberadaan Jiyeon. Chanyeol menyimpulkan kalau Jiyeon mungkin sudah menikah dengan Myungsoo

~*~

March 2015

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di tahun 2015. Sekaligus menjadi hari pertama Suho menetapkan dirinya sebagai mahasiswa.

Masih pagi, tapi keadaan apartement itu sudah gaduh. Jongin sibuk mencari dasinya yang entah ia letakkan dimana selama liburan. Sehun sibuk mengatur rambutnya. Chanyeol sibuk mengumpulkan stikernya Sementara Suho sibuk mempersiapkan mental. Berbeda dengan Kyungsoo yang santai seperti biasanya.

Ia memilih mengotak-atik iphone-nya sambil menunggu roti yang masih ada di pemanggang. Kyungsoo menyimpan iphone-nya lalu menatap Suho yang duduk di depannya.

“Hyung, Jessica sunbae kembali ke Seoul”

Deg. Suho terdiam. Apakah kisahnya akan sama seperti di drama-drama? Bertemu kembali dengan mantan pacar setelah memulai kehidupan baru. Kemungkinan besar, Jessica dan Suho akan berada di Universitas yang sama jika kisah mereka memang seperti di drama-drama biasanya.

Mereka berlima telah selesai makan. Pagi ini, mereka bersama-sama keluar dari apartement. Tapi, sebuah kardus besar, menahan langkah kelima namja itu.

Chanyeol membuka kardus yang tepat berada di depan pintu apartement mereka “Bayi!”

TBC

Chap satunya selesai… Mian kalau banyak yang kecewa, dan ff ini tidak sesuai dengan ekspektasi kalian tapi aku berharap kalian akan tetap membacanya sampai chap 2 karena di chap 2 baby-nya sudah ada.

Aku juga ingin mempertegas kalau semua cewek kecuali keluarga, yang berhubungan dengan main casts adalah idol atau actress, alias tidak ada OC. Jadi bagi yang tidak siap idolnya dipasangkan dengan idol yeoja atau actress, bisa meninggalkan ff ini.

Untuk chap 2 dan seterusnya, mungkin author akan memperpendek kalau di chap satu kan ada sekitar 3500 kata lebih. Next chap mungkin hanya sekitar 2000-an sampai 3000 kata

Seperti yang author bilang di atas kalau FF ini adalah versi cowok dari My Future & Generation, hanya saja, kalau My Future & Generation lebih memperlihatkan kehidupan sosial pemain saat mengandung si bayi, sementara untuk Daddy & Baby, yang lebih diperlihatkan adalah cara mereka merawat si bayi itu.

Dan untuk tiga ff yang tidak terpilih kemarin sebenarnya sudah author post juga. Jadi bisa dikatakan, disaat author nge-post Daddy & Baby, author juga akan mengepostkan tiga ff itu di blog yang berbeda.

Untuk Part of Me, author post di SM & TS Fanfiction

Special Class author post di Real Atachi

Sementara The Lost Moon, author post di blog pribadi author, Nealra Note

Bagi yang berminat membaca salah satu dari ketiga ff itu, bisa langsung klik judul ffnya.

43 thoughts on “Daddy & Baby[Chapter 1]

  1. Keren eon, mungkin aku telat yah…
    Telat bgt malah, soalnya dah sampe end ff nya, tapi aku baru baca and comment, gpp lah. Aku cuma gak mau jadi siders..
    Daebak eon.. 🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s