Diposkan pada charismagirl

[Side Story of Minri’s Diary] Prom

prom

[Side Story of Minri’s Diary] Prom

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri
  • Byun Baekbeom
  • Park Chanyeol
  • Ahn Sungyoung

Rating : PG-13

Genre : Romance

Length : drabble, series.

Note : do not copycat without my permission. Sesuai judul, ini cuma beberapa adegan yang tidak dijelaskan di Minri’s Diary. Dan diceritakan dari sisi berbeda. Semoga dapat menjawab kebingungan kalian di part sebelumnya. ENJOY!!

Our memories, our happiness…

***

“Hey Byun Baekhyun! Cepatlah. Aku juga ingin mandi. Apa yang kau lakukan di dalam sana hah? Lama sekali.”

Baekbeom berdiri di depan pintu kamar mandi dengan handuk yang menggantung di lehernya. Hampir dua puluh menit dia menunggu Baekhyun yang masih berada di dalam kamar mandi. Biasanya Baekhyun tidak pernah mandi se-lama itu.

“Sebentar, Hyung. Aku masih belum selesai.”

“Belum?—YAK!” Baekbeom menggedor pintu kamar mandi. Saat itu pula pintu terbuka. Baekhyun keluar, sudah dengan pakaian lengkap. Rambutnya sedikit lembab. Baekbeom yakin Baekhyun sudah mandi, namun anak itu bertahan di dalam untuk melakukan hal lain.

Hyung, bagaimana cara menggunakan ini?” Baekhyun keluar kamar mandi dengan membawa satu alat cukur kumis di tangannya, jelas tidak cocok dengan wajah Baekhyun yang tampak kekanakan itu.

“Astaga! Kau berdiam diri di dalam hanya memandangi alat cukur itu. Dasar bocah.” Baekbeom menjitak kepala Baekhyun lalu melewati lelaki itu. Dia masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya.

Hyung!!

“Kau tidak perlu menggunakan alat itu. Tidak ada yang salah dengan wajahmu.” Teriak Baekbeom dari balik pintu kamar mandi. Baekhyun menghela nafas. Dia memandangi alat cukur itu sekali lagi sebelum melangkah ke dalam kamarnya.

Hyung selalu menggunakan ini sebelum kencan dengan Soojung Nuna.”

***

Tidak ada yang lebih berantakan selain kamar Byun Baekhyun. Hari ini Baekhyun akan datang ke pesta Prom sekolahnya. Acara itu akan mulai lima belas menit lagi namun Baekhyun masih berkutat dengan beberapa tuxedo-nya. Kali ini dia melibatkan Hyung-nya untuk ikut membantu memilih pakaian.

“Sudah kubilang, warna hitam lebih cocok.” Baekbeom duduk di kursi belajar Baekhyun dengan satu tangan bertumpu di dagu, sementara Baekhyun masih mengacak-acak isi lemarinya.

“Kalau ini?” tanya Baekhyun sambil mengangkat tuxedo putih.

“Kau ingin menikah ya?”

Wajah Baekhyun berubah sumringah. Dia segera meletakkan tuxedo putih itu lagi ke dalam lemari.

“Memangnya warna putih untuk pernikahan ya, Hyung? Aku akan memakainya saat menikah dengan Minri nan—aaackkk! Kenapa menjitak kepalaku?!” Baekhyun mengusap kepalanya yang baru saja menjadi sasaran atas jitakan Baekbeom. Lelaki itu memandang sengit kakaknya.

“Kau baru saja lulus SMA, bocah.”

“Aku tahu kok. Aku hanya mengutarakan rencanaku.”

Dengan bibir menggerutu Baekhyun kembali melihat isi lemarinya. Lalu dia teringat sesuatu. Seperti sebuah lampu sedang menyala dari dalam kepalanya.

Hyung, apa kau punya tuxedo merah muda?”

“Heeh??”

“Minri suka merah muda.”

Baekbeom hampir menjatuhkan diri dari kursi. Apa yang ada di dalam isi kepala adiknya itu hanya Minri? Dia bahkan hapal dengan benar tentang kesukaan gadis itu sampai-sampai ingin memakai tuxedo dengan warna kesukaan gadis itu. Yang benar saja!

“Baek, jika kau tidak menurut padaku, kau akan terlambat.”

Baekhyun terkesiap. Dia sempat melihat jam dinding sebelum bergegas. Baekhyun menyetujui pendapat Baekbeom dengan memakai tuxedo warna hitam. Dia tersenyum di depan cermin, melihat pantulan dirinya yang memakai tuxedo, entah mengapa dia merasa berbeda. Namun tak lama setelah itu, wajahnya berubah murung.

“Kenapa lagi?” tanya Baekbeom, menyadari ada yang salah dengan adiknya itu.

“Apa aku sudah cukup tampan untuk bergandengan dengan Minri? Minri pasti cantik sekali malam ini.”

Baekbeom beranjak dari kursinya. Lalu berdiri di belakang Baekhyun. Dia menepuk pelan bahu Baekhyun dan memandang wajah adiknya dari pantulan cermin.

“Lihatlah, adik Hyung sudah dewasa dan tampan. Minri pasti semakin menyayangimu.”

Baekhyun tampak berpikir. Tak lama kemudian senyum kembali menghiasi bibirnya. “Benarkah?” Dia mengancing tuxedonya lalu beranjak pergi. “Ayo Hyung.”

“Kau mengajakku ke pesta itu? Pesta anak SMA? Malas sekali.” Baekbeom melangkah ke luar kamar Baekhyun.

“Bukan. Aku hanya meminta Hyung mengantarku sampai gerbang.”

“YAK! Kau kan bisa pergi sendiri.”

Hyung mengizinkanku menaiki mobil sendiri? Yaey!” Baekhyun bersorak lalu melangkah riang menuju ruang tengah. Anak itu sedikit salah paham.

“Hey, aku tidak memintamu menaiki mobilku. Byun Baekhyun tunggu!!” Baekbeom mengejar Baekhyun yang telah memegang kunci mobilnya.

“Kali ini saja. Yayaya?” Baekhyun meluncurkan aksi ‘wajah anak anjing yang kelaparan’ namun membayangkan Baekhyun menyetir mobil sendiri masih belum bisa diterima Baekbeom. Lelaki lulusan SMA itu baru saja belajar beberapa kali. Dan terjun ke jalan dengan pengalaman yang sedikit bukanlah hal bagus.

“Tidak. Kemarikan kunci mobilku.”

Baekhyun menghindar dari Baekbeom. Kedua lelaki yang–jelas bukan lagi anak kecil—kejar-kejaran mengitari ruang tengah. Keributan yang mereka ciptakan membuat Nyonya Byun menghentikan kegiatan memasaknya dan menghampiri kedua anak lelakinya itu.

“Ada apa ini Baekhyun, Baekbeom?”

Baekhyun memilih berlindung di belakang punggung Nyonya Byun, sementara Baekbeom berdiri di depan wanita itu sambil menatap ke belakang dimana Baekhyun sedang berada.

“Baekbeom Hyung tidak mau meminjamkan mobilnya padaku,” ucap Baekhyun dengan nada merajuk.

“Aku akan meminjamkan mobilku jika kau memang sudah handal mengendarainya sementara sekarang … sebentar, berapa kali kau pernah belajar?”

Baekhyun menghitung jari-jarinya satu sampai sepuluh. Lalu menghitung lagi satu sampai sepuluh. Baekbeom kira Baekhyun akan berbohong karena tampaknya anak itu menghitung cukup lama.

“Tiga kali.”

“Kenapa menghitungnya lama sekali,” ucap Baekbeom dengan wajah datar.

“Aku menghitung berapa titik goresan yang sudah aku buat,” jawab Baekhyun sekenanya.

Nyonya Byun memutar badannya, hingga dia menghadap Baekhyun. Wanita itu membenarkan dasi Baekhyun yang agak miring, lalu menepuk pelan tuxedo anak-nya itu.

Eomma, Minri pasti senang kalau aku membawa mobil sendiri. Aku ingin memberi kejutan padanya.”

“Baekhyun, Eomma mengerti maksudmu. Tapi, kalau kau belum bisa sepenuhnya mengendarai mobil. Kau juga akan membahayakan nyawa Minri. Hyung-mu hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu dan Minri.”

“Begitu ya?”

Aku tidak ingin Minri celaka.

Baekhyun menghampiri Baekbeom, lalu menyerahkan kunci mobil itu. “Jadi, Hyung akan mengantarkan ku ‘kan?”

“Mau bagaimana lagi.”

Hyung!! Kita terlambat. Ayo!” Baekhyun menarik tangan Baekbeom, membuat Nyonya Byun hanya bisa tersenyum melihat kedua putranya itu.

“Biarkan aku mengganti bajuku dulu!”

“Tidak perlu. Hyung hanya akan berada dalam mobil saja. Sampai gerbang. Aku janji.”

***

Di sebuah koridor yang tampak sepi. Chanyeol dan Sungyoung berjalan menuju ruang OSIS tempat penyimpanan kotak voting King and Queen.

Ya, dalam perayaan Prom. Rasanya tidak lengkap jika tidak ada pemilihan Raja dan Ratu pesta. Acara yang diselenggarakan tiap tahun ini, memang membuat beberapa dari mereka menunggu saat-saat pemilihan.

Chanyeol membawa kotak kardus yang cukup besar di tangannya, sementara Sungyoung melirik waspada di sekitarnya untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihat mereka di ruangan tersebut. Semua orang telah berkumpul di Aula dan kotak voting akan dibawa setelah acara dimulai. Itu artinya masih tersisa lima belas menit lagi.

“Kau hanya menulis nama Baekhyun dan Minri ‘kan?” tanya Sungyoung.

“Tidak juga,” jawab Chanyeol sembari tersenyum.

Sungyoung mengerutkan keningnya. Dia hampir melayangkan jitakannya ke kepala kekasihnya itu, namun urung. “Jangan bilang kau menulis nama kita juga.”

“Tidak.”

Tepat setelah itu mereka tiba di depan ruang OSIS. Satu keuntungan yang dimiliki Chanyeol sebagai anggota OSIS, dia memiliki kunci cadangan yang dipercayakan padanya. Chanyeol meminta Sungyoung mengambil kuncinya di dalam saku celana.

Setelah pintu itu terbuka, mereka menukar kotak voting yang asli dengan kotak yang telah dimanipulasi. Sebelum keluar dari sana, Sungyoung mengecek beberapa kertas dari ratusan kertas yang ada, kertas berukuran kecil yang ditulis oleh Chanyeol. Sungyoung tersenyum karena kertas yang dibacanya berisi nama Minri dan Baekhyun, namun ada beberapa yang terlihat aneh.

“Apa maksudnya 6 dan 9, Yeol? Jangan bercanda.” Sungyoung baru akan meremas kertas itu, namun Chanyeol menahan tangannya.

“Jangan di buang, itu tanggal lahir mereka. Supaya tidak monotone hanya nama, aku menulis beberapa hal yang lain.” Sungyoung mencoba mengingat-ingat. Lalu mengangguk setelah dia rasa Chanyeol memang benar. Gadis itu beralih pada kertas yang lain.

“Stroberi dan coklat?”

“Rasa es krim favorit mereka.”

“Putih dan merah muda?”

“Warna kesukaan!”

“Astaga! Kau benar-benar stalker yang handal.” Sungyoung menggelengkan kepalanya. Gadis itu seringkali mengatai Chanyeol idiot, walaupun sebenarnya kekasihnya itu sangatlah jenius.

“Kalau kau ingin memberikan ciuman padaku, karena kejeniusanku, simpan saja dulu karena aku baru saja mendengar derap langkah kaki berjalan kemari.”

Wh-what?” belum sempat Sungyoung berargumen, Chanyeol telah menariknya ke samping lemari di sudut ruangan. Kotak yang asli telah mereka amankan di bawah meja.

Benar seperti apa yang dikatakan Chanyeol, ada orang yang datang ke ruang OSIS. Untungnya Sungyoung tidak lupa untuk mengunci pintu sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Orang itu bersenandung pelan. Sungyoung mengenali suara itu sebagai suara Jongin.

“Monggu-ya, menurutmu siapa yang akan terpilih?”

Guk!” Oh rupanya Jongin membawa anjing kecilnya ke acara Prom. Unik sekali.

“Aku?” Jongin tertawa pelan.

Sungyoung menebak-nebak apa yang dilakukan Jongin. Mengapa lelaki itu belum juga keluar? Punggungnya yang menempel di dada Chanyeol membuatnya sedikit mengalami kegugupan. Ditambah lagi kedua lengan Chanyeol melingkar di seputar pinggangnya. Dalam suasana yang begitu sepi, hanya ada suara deru nafas yang dapat mereka dengar.

Kreeet

Sungyoung meyakini kalau pintu ruangan kembali tertutup. Dengan pelan dia keluar dari persembunyian. Menyadari bahwa sudah tidak ada orang, keduanya bernafas lega.

“Nah sekarang—“

“Kita harus ke Aula. Jangan sampai ada yang menemukan kita berada disini.” Potong Sungyoung. Selain menghindari apapun yang diucapkan Chanyeol sebelumnya tentang ciuman, gadis itu juga tidak ingin ada orang yang curiga pada mereka.

“Baiklah.” Tidak ada alasan untuk Chanyeol membantah. Maka dengan senyum lebarnya, Chanyeol kembali menggandeng tangan Sungyoung lantas melangkah riang.

***

“Minri dan Baekhyun belum datang?” tanya Chanyeol.

Chanyeol dan Sungyoung sudah berada di tempat acara. Sudah banyak siswa dan siswi yang datang dengan pasangan mereka masing-masing, entah teman biasa ataupun pasangan kekasih.

Sungyoung masih berkutat dengan ponselnya. Jari-jarinya menari dengan lincah di atas keypad.

“Beberapa menit yang lalu Minri bilang Baekhyun belum menjemputnya. Dan sekarang gadis itu tidak membalas pesanku.”

“Kuharap tidak terjadi sesuatu yang buruk.”

“Jangan menakutiku,” ucap Sungyoung sambil menggoyangkan lengan Chanyeol. Sungyoung mengangkat kepalanya, saat itu pula senyuman terulas dibibirnya. “Itu mereka,” gumam Sungyoung. “Minri, Baekhyun, di sebelah sini.”

Dua orang yang dipanggil tersebut menoleh ke sumber suara. Merekapun menghampiri Sungyoung dan Chanyeol. Keduanya serasi sekali. Seperti pangeran dan putri sungguhan.

“Untunglah kalian tidak terlambat,” ucap Sungyoung.

“Karena mahkota King and Queen—“

“Stt!” Sungyoung menyenggol lengan Chanyeol. Rencana mereka tidak boleh ketahuan. Jangan sampai Chanyeol mengatakan bahwa Minri dan Baekhyun adalah raja dan ratu pesta malam ini. Kecuali setelahnya Chanyeol mau dipanggil cenayang karena tebakannya benar—walau sebenarnya Chanyeol sudah tahu kebenarannya.

“Kalian sudah mengambil minum? Sirup stroberi di sebelah sana enak sekali.” Sungyoung menarik lengan Minri. Sungyoung bermaksud mengalihkan perhatian Minri agar gadis itu tidak mencurigai apapun. Setelah itu mereka membiacarakan permainan biola Sungyoung.

Baekhyun memperhatikan Minri dari jauh. Rasanya dia tidak ingin melepaskan pandangan pada gadisnya itu. Minri tampak seperti peri. Itu yang diucapkan Baekhyun saat mereka berdua berada dalam perjalanan menuju sekolah.

Baekhyun dan Minri sempat bertemu pandang. Baekhyun ingin menghampiri gadis itu. Dia berhenti saat mendengar namanya disebut. Rupanya sudah saatnya pemilihan. Baekhyun tidak menyadarinya.

Baekhyun dan Minra!!

Orang-orang bertepuk tangan dan bersorak.

Aku?! Tanya Baekhyun dalam hati.

Baekhyun mendelik tidak percaya. Dia baru akan bertanya pada Chanyeol, namun lelaki jangkung itu tampak melongo. Mungkin Chanyeol juga bingung mengapa nama Minra yang disebut sebagai pasangan Baekhyun. Sementara hampir satu sekolah tahu kalau Baekhyun hanya punya hubungan khusus dengan Minri. Dia tahu Minra, tapi apa mungkin ada Baekhyun yang lain selain dia?

Sebentar, aku rasa ada sedikit kesalahan. Tulisan garis pendek ini hanya coretan ketidaksengajaan. Jadi biar kuulang. Yang menjadi King and Queen tahun ini adalah Baekhyun dan Minri!!

Saat itu, Baekhyun berdiri tepat di belakang Minri. Dengan gerakan cepat Baekhyun menarik lengannya lalu mencium bibirnya. Semua berlalu begitu cepat. Bahkan ketika mereka berdua menjadi pusat perhatian dan sorakan dari teman-teman untuk meminta mereka naik ke panggung terdengar begitu ramai. Baekhyun bahagia.

Baekhyun-ssi, Minri-ssi, dipersilakan naik ke panggung.”

Baekhyun memamerkan senyuman manisnya sembari menggenggam tangan Minri. Mereka berdua melangkah menuju panggung kecil. Jinhee meminta izin untuk melepaskan jepit rambut Minri karena Jinhee akan memakaikan mahkota yang sebenarnya pada Minri. Riuh tepuk tangan berlangsung beberapa detik. Sebelum seruan yang meminta mereka berdua berciuman memenuhi ruangan itu.

Cium! Cium!” seru Chanyeol.

“Ide bagus, Yeol.” Sungyoung ikut menyerukan hal yang sama sembari tersenyum.

Baekhyun memajukan langkahnya, semakin dekat, sorakan teman-temanpun semakin keras. Sungyoung tidak menyangka Baekhyun sungguh akan melakukannya. Namun sepertinya Minri sedang mencoba menghindar. Baekhyun menahan kepala gadis itu lalu menciumnya di kening. Ugh, mereka manis sekali.

Baiklah, kita lanjutkan acara kita. Selanjutnya ada penampilan dari penyanyi bersuara emas, Kim Jongdae!!

Setelah itu lantai dansa di penuhi pasangan yang sedang berdansa. Sungyoung pun mempersiapkan diri untuk penampilan biolanya.

***

Pesta berjalan hampir satu jam, Minri dan Baekhyun menghilang dari pesta. Setelah pemilihan King and Queen, Sungyoung tidak melihat keberadaan kedua orang itu lagi. Maka setelah selesai melakukan pertunjukkan, Sungyoung mengajak Chanyeol mengitari taman.

“Permainan biolamu sungguh mengagumkan!” Chanyeol mengusap kepala Sungyoung, sedikit lebih keras menyebabkan tatanan rambut gadis itu sedikit terganggu.

“Jangan mengacak-acak rambutku. Dasar idiot,” omel Sungyoung. Dia melirik Chanyeol dengan ekor matanya, lalu tersenyum tipis. “Tapi terimakasih selalu menemaniku saat latihan.”

Chanyeol menghentikan langkahnya, membuat Sungyoung ikut berhenti. Chanyeol memegang kedua bahu Sungyoung membuat gadis itu berdiri menghadapnya. Dia menarik Sungyoung ke dalam pelukannya. Lalu mencium puncak kepala gadis itu. “Aku akan selalu ada kapanpun kau menginginkannya.” Chanyeol menjauhkan wajahnya sedikit, lalu memberikan kecupan singkat di bibir Sungyoung, membuat gadis itu seketika merona.

“Kupikir kau sungguh menulis nama Minra.” Sungyoug mencoba memulihkan panas tubuhnya dengan membicarakan hal lain.

“Mana mungkin. Minra itu gadis genit.” Chanyeol berucap dengan lantang. “Rencana kita berhasil kan?” tanya Chanyeol, sedikit memelankan bicaranya.

“Ya, dan sekarang kedua anak itu menghilang dari pesta.”

“Sebenarnya untuk apa kita melakukan hal ini, Sungyoung-ah?”

“Baekhyun pernah bicara soal hari jadi mereka yang bersamaan dengan hari Prom. Aku hanya iseng memberi kejutan pada mereka.”

“Kau memang Sungyoung-ku yang baik!” Chanyeol menangkup kedua pipi Sungyoung, menekannya dengan gemas lalu menyentuhkan bibir mereka. Setelahnya, lelaki itu tersenyum dengan wajah tidak berdosa.

“K-kau… menciumku lagi.”

Chanyeol menautkan tangannya dengan Sungyoung, tidak peduli meski gadis itu masih merona. Sungyoung tampak lebih manis, pikir Chanyeol. Kedua orang itu terus berjalan hingga mereka menyadari bahwa ada orang lain yang lebih dulu berada di taman itu.

“Hey, kalian!”

Minri segera menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun, membuat Sungyoung yakin ada hal yang baru saja terjadi. Sungyoung menghampiri kedua orang itu. Namun tiba-tiba Minri berterimakasih, membuatnya bingung. Jangan bilang bahwa Minri tahu atau mendengar rencananya dan Chanyeol.

“Mahkota ini lebih pantas untukmu.” Minri bahkan memberikan mahkotanya. Begitupula Baekhyun yang menyerahkan mahkota ‘King’ untuk Chanyeol. Baekhyun harus menaiki kursi untuk bisa mencapai Chanyeol.

“Kami pergi dulu ya,” ucap Minri, lalu menggandeng tangan Baekhyun. Chanyeol dan Sungyoung memperhatikan kedua pasangan itu, belum sampai mereka masuk ke dalam Aula, mereka berhenti. Akhirnya berdansa lagi.

“Sepertinya mereka akan menghabiskan waktu berdua sepanjang malam.” Ucap Sungyoung.

“Kalau begitu, kita lakukan hal yang sama.”

Chanyeol meraih lengan Sungyoung, lalu meletakkan tangan gadis itu ke lehernya. Malam itu angin berhembus pelan. Kedua pasangan yang tampak bahagia itu terus berdansa dan mengobrol. Kenangan masa sekolah di malam Prom pasti berkesan manis dan tak terlupakan. Juga penuh cinta!

***END***

Gimana? Semoga suka ya :”) dan semoga bisa menjawab segala pertanyaan di Minri’s pov sebelumnya. Salah dan khilaf mohon maaf/?

Terimakasih sudah membaca.

Keep support!

ILY ❤

© Charismagirl, 2014.

Iklan

Penulis:

My name is Rima [Park Minri], 93-line. I live in Banjarmasin-Indonesia. I'am SHAWOL especially flame, I really really love Choi Minho. He's my inspirasion. I love SHINee, SHINee is Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin. And I just wanna share my imagination. With Love ~charismagirl~

44 tanggapan untuk “[Side Story of Minri’s Diary] Prom

  1. Aiiiing. Mereka selalu manis.
    like this couple. Always.
    but eon. Aku kangen FF series mu.
    bikin baek-minri series yang lain dong.
    Kaya we’ve fallin love. Yang gak panjang tapi greget.
    always waiting your ff. ♡♡

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s