My My [Chapter 5]

sorry for the supeer late post, aaa maaf banget lama lanjutannya, semoga masih ada yang inget yaa:’) happy reading guys!

mymy

Title  : My My

Length :-

Rating : PG 13

Genre :Romance, friendship, school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Oh Sehun(Exo-K), Jung Eunji  Do Kyungsoo (Exo K), Son Naeun

Support Cast: Park Chanyeol(Exo K), Mark Tuan (Got7)

chapter 1 chapter 2 chapter 3 chapter 4

Naeun berjalan pelan menyusuri jalanan kota Seoul yang ramai, suara berisik disekitarnya seolah menjadi angin lalu baginya, saat ini yang ada dipikiran gadis itu hanya satu, Oh Sehun.

“Aku bukan Kyungsoo yang bisa belajar mencintai seseorang, aku tak mau membuatmu terluka nantinya, oleh sebab itu kau harus melupakan perasaanmu dan mencari pria yang jauh lebih baik ketimbangku,arra?”

Orang lain? Siapa orang itu? Kyungsoo bilang Sehun tak menyukai siapapun, tapi ternyata pria itu menyukai seseorang, bahkan Naeun yakin Sehun begitu menyukai gadis itu, itu semua terpancar dari ekpresi Sehun saat pria itu mengatakan bahwa dirinya akan selalu menunggu gadis yang Sehun sukai itu. Siapa pun gadis itu, Naeun yakin ia adalah gadis yang sangat beruntung.

“Minggir!” Naeun tersentak dan lamunannya seketika buyar begitu gadis itu mendengar suara kencang seseorang, Naeun refleks memundurkan langkahnya begitu seseorang melewatinya dan hampir menabraknya kalau ia tak menghindar tadi.

“Aish.” Pria yang nyaris menabrak Naeun itu berhenti, ia memutar badannya dan menatap Naeun kesal.

Naeun memperhatikan pria bertubuh kurus itu, Naeun melirik ke bawah dan menatap G-wheel yang digunakan pria itu.

“Bisa-bisanya melamun ditengah jalan, stupid.”Naeun mengernyitkan keningnya begitu mendengar umpatan pria itu barusan, pria dengan rambut kecokelatan itu barusan menyinggung dirinya dengan tatapan super sinis.

“Kau mengataiku?”Tanya Naeun tak percaya, jelas-jelas pria itu hampir menabraknya. Naeun yakin dia bukan asli orang sini, karena bahasa korea pria itu masih belum begitu lancar.

Pria itu mengangguk, “Kalau sampai aku menabrakmu akan repot urusannya, dan itu bisa menyita waktuku, kalau kau mau melamun bukan jalanan umum seperti ini tempatnya.”Celoteh pria itu dingin.

“Maaf..”Naeun hanya bisa mengeluarkan kata itu, ia tak ingin berdebat, dan seperti biasa mengalah selalu menjadi pilihannya.

“Kenapa kau harus minta maaf? Ini bukan salahmu.” Suara seseorang yang familiar ditelinga Naeun membuat gadis itu menoleh ke arah sumber suara itu, tepat saat itu ia mendapati Kyungsoo yang menatapnya dan pria berambut kecoklatan itu bergantian.

“Kyung? Kau sejak kapan disini?”Tanya Naeun agak terkejut, Kyungsoo tak menjawab pertanyaan gadis itu dan berjalan mendekati Naeun yang masih berdiam di tempatnya.
“Harusnya kau meminta maaf karena hampir menabraknya.”Nada dingin itu terlontar dari bibir Kyungsoo, pria hangat yang selama ini Naeun kenal, sekarang ini Kyungsoo tengah menatap pria berambut kecokelatan itu tajam.

Why should i? It’s not my fault, gadis bodoh itu yang salah.”Ujarnya tak kalah ngotot, Kyungsoo menatap kesal pria itu dan melangkah maju, namun Naeun menahannya dengan cepat.

“Kyung, hentikan, biarkan saja, aku mau pulang.”Ujar Naeun dengan nada sedikit memohon, Kyungsoo mengurungkan niatnya dan menatap Naeun, pria itu tertegun begitu mendapati wajah Naeun yang begitu murung.

Gwaenchana? Kenapa wajahmu sedih begitu?”Tanya Kyungsoo khawatir, Naeun tersenyum samar dan menggeleng cepat, “Aku baik-baik saja.”Jawab Naeun pelan.

Pria berambut kecoklatan yang sedari tadi memperhatikan Kyungsoo dan Naeun itu memutar bola matanya dan menghela napas keras, “Memuakan.” pria itu berjalan santai meninggalkan keduanya, Kyungsoo yang menyadari kepergian Mark itu segera menatap pria itu sinis, lalu Kyungsoo kembali memusatkan perhatiannya pada gadis didekatnya itu.

“Ada masalah? Kau terlihat murung.”Kyungsoo memperhatikan gadis itu lekat, ia tak bisa memungkiri bahwa dirinya masih menyukai Son Naeun, gadis yang mencuri perhatiannya sejak pertama kali mereka bertemu.

“Aku baik-baik saja kyung, ngomong-ngomong aku harus pulang sekarang, sampai bertemu besok di sekolah.”Ujar Naeun sambil memaksakan seulas senyum, ia berjalan meninggalkan Kyungsoo namun Kyungsoo dengan cepat menahannya sebelum gadis itu semakin menjauh.

Naeun menghentikan langkahnya dan menatap tangan Kyungsoo yang menggengam tangannya sekarang, gadis itu menatap Kyungsoo bingung.
“Mau sampai kapan kau mejauhiku? Dan berhenti menyimpan semua kesedihanmu sendirian.”Ucap Kyungsoo tanpa melepas genggamannya, Naeun membuka mulutnya, berniat membalas ucapan pria itu, tapi hal itu terurungkan karena Kyungsoo secara tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya pergi dari sana.

**^^**

Eunji menghel napasnya dan melirik arlojinya entah untuk yang keberapa kalinya, gadis itu mengetuk-ngetukan kakinya ditanah, sebenarnya ia paling benci menunggu seperti ini, tapi Kyungsoo mengajaknya bertemu di halte bus, dan sekarang sudah lebih dari dua jam Eunji menunggu kehadiran pria itu.

Eunji telah menghubungi nomor pria itu berkali-kali, tapi sepertinya Kyungsoo tak memegang ponselnya karena pria itu tak kunjung menjawab, kalau bukan karena Kyungsoo sudah dipastikan ia akan pulang daritadi dan menonton drama korea kesukaannya sekarang di rumah.

Eunji membuka galeri ponselnya saking bosannya, gadis itu mengerutkan keningnya begitu mendapati foto yang rasanya bukan hasil jepretannya, ia menatap wajah Sehun dan Minki yang terpapar dilayar ponselnya, kapan dua orang itu berfoto dengan ponselnya? Eunji mencibir sendiri begitu melihat pose Sehun yang menurutnya terlihat sok keren.

Sebenarnya ia heran kenapa Minki bisa dengan cepat akrab dengan pria kaku itu, bahkan kini mereka berdua terlihat lebih akrab ketimbang dirinya dan Minki, adiknya sendiri.
Sehun dan Minki akan benar-benar terlihat seperti kakak adik begitu mereka berdua bermain games bersama, terkadang memperhatikan keakraban keduanya membuat Eunji tersenyum tanpa sadar. Pelajaran tambahan lama-lama menjadi hal yang menyenangkan baginya.

Eunji menepuk pipinya begitu sadar kalau sedari tadi ia malah memikirkan Sehun, “Kau pasti sudah gila Jung Eunji, untuk apa memikirkan ahjussi menyebalkan itu.”Eunji berbicara pada dirinya sendiri, harusnya ia memikirkan Kyungsoo ketimbang Sehun, pria menyebalkan dan super cuek itu.

Tik..Tik..Tik

Eunji menoleh ke depan begitu rintik hujan mulai turun, perlahan hujan itu semakin deras, untungnya ia sedang berada di halte bus sekarang sehingga ia tak basah.

Apa lebih baik ia pulang saja? Sepertinya Kyungsoo tak akan datang, harusnya ia tak perlu menunggu pria itu selama ini, sekarang ia benar-benar seperti orang bodoh. Eunji masih menggerutu kesal sampai akhirnya gadis itu mengerjapkan matanya begitu mendapati sesosok pria yang tak asing baginya, pria itu tengah menyebrang jalan menuju arahnya, sayangnya pria itu bukan pria yang ia tunggu sedari tadi, pria yang tengah menutupi kepalanya dengan kedua tangannya itu adalah Sehun, pria menyebalkan yang sempat mengisi pikirannya tadi, dan sekarang Sehun semakin mendekat, Eunji mencibir, kenapa ia selalu bertemu pria itu sih?

Sehun kini berada di halte bus yang sama dengannya sekarang, pria itu menatap Eunji terkejut, sepertinya baru sadar kalau gadis itu juga ada disini.
“Kau sedang apa disini?”Tanya Sehun heran, Eunji menatap Sehun lekat, pria itu kehujanan, seluruh tubuhnya hampir basah kuyup dan Oh Sehun dengan rambut basahnya sanggup membuat jantung Eunji bereaksi lebih cepat dari biasanya, pria itu memang tampan, bukannya Eunji baru menyadarinya, hanya saja ia selalu menolak kenyataan tersebut karena menurutnya Sehun hanyalah pria menyebalkan dengan manner yang buruk.

“Yah, aku bertanya padamu.”Sehun mendorong kening Eunji dengan telunjuknya membuat gadis itu tersentak, “Aish jangan menyentuh keningku.”Omel Eunji kesal.

Sehun mencibir dan duduk disampingnya, pria itu menatap Eunji heran, “Bukannya kau mau kencan dengan Kyungsoo?”Tanya Sehun lagi.

Eunji menoleh dan menggeser tempat duduknya begitu menyadari jarak mereka terlalu dekat.

“Kencan?”Tanya Eunji tak mengerti, memangnya Kyungsoo mengajaknya kencan? Pria itu hanya mengajaknya bertemu, ia bahkan tak berpikir bahwa pria itu mengajaknya berkencan.

“Kyungsoo belum datang.”Jawab Eunji pelan.

“Apa? Jadi daritadi kau menunggunya?”Sehun merespon dengan cepat dan menatapnya kaget.

“Reaksimu berlebihan sekali, aku menunggunya baru sekitar tiga jam.”Jawab Eunji.

Mwo? Baru tiga jam kau bilang? Yah, kau ini bodoh atau bagaimana, kenapa mau menunggu selama itu?”Tanya Sehun kesal.

Eunji menatap Sehun heran, kenapa pria itu jadi sewot begitu?

“Aku sudah janji dengannya, mungkin Kyungsoo sibuk.”Jawab Eunji berusaha maklum, Sehun berdecak dan menggelengkan keplanya.

“Kalau dia memang ingin bertemu denganmu dia tak akan membuatmu menunggu selama ini.”Ujar Sehun, pria itu terlihat kesal.
“Dia akan segera tiba.”Eunji tetap berusaha terlihat sabar.
“Dia bilang begitu?”Tanya Sehun.
Eunji terdiam lalu menggeleng, “Kyungsoo tak mengangkat teleponnya sedari tadi.”Jawab Eunji murung.

Sehun menghela napas berat, “Harusnya dia tak membuatmu menunggu selama ini.”Gerutu  Sehun kesal.

“Ini kemauanku, lagipula aku yakin Kyungsoo bukan tipe orang yang suka ingkar janji.”Eunji masih ngotot membela Kyungsoo sedangkan Sehun malah kini seperti menjelek-jelekan teman baiknya itu, sebenarnya Sehun tak bermaskud untuk menjelekkan Kyungsoo, hanya saja menurutnya temannya itu sudah keterlaluan.

“Lebih baik kau pulang sekarang, ini sudah jam 8 malam.”Ucap Sehun khawatir.
Eunji menatap Sehun takjub, gadis itu memegang kening Sehun dengan punggung tangannya.

“Kau sakit?”Tanya Eunji.
Sehun mengerutkan keningnya dan menjauhi tangan gadis itu dari keningnya.
“Tidak, memang kenapa?”Tanya Sehun heran.
“Kau terlihat beda hari ini, jadi lebih baik.”Jawab Eunji jujur, Sehun mendelik.
“Aku ini sebenarnya pria misterius yang penuh dengan kehangatan.”Jawab Sehun.
Eunji menatap Sehun ngeri dan memasang wajah mual.
“Barusan itu adalah kalimat paling mengerikan yang pernah aku dengar darimu.”ledek Eunji.
Sehun pura-pura tak mendengar ucapan gadis itu, pria itu menatap lurus kedepan, menikmati saat seperti sekarang ini, bersama gadis yang ia sukai.

“Kau tidak pulang?”
Pertanyaan Eunji barusan membuat lamunan Sehun buyar, pria itu kembali menatap gadis berponi itu.
“Kau tidak lihat kalau sekarang sedang hujan?”Tanya Sehun datar.
“Aku bawa payung, kau bisa menggunakannya.”Eunji membongkar tasnya dan mengeluarkan payung berwarna biru muda, gadis itu menyodorkannya pada Sehun.
“Kau mengusirku ya?”Tanya Sehun sambil menyipitkan kedua matanya, Eunji menggeleng cepat, “Bukan begitu, aku kan hanya berniat membantumu.”Jawab Eunji jujur.
Sehun tersenyum tipis, “Nanti saja, aku mau menunggumu.”Jawab Sehun pelan, Eunji mengerjapkan matanya, tak yakin dengan pendengarannya barusan.
“Apa?”Tanya Eunji kaget, Sehun menatap wajah Eunji dan berusaha menahan tawanya.
“Maksudku menunggu hujannya reda, aku malas harus berpayungan seperti itu.”Kilah Sehun yang disusuli anggukan polos dari Eunji.

Setelah itu keduanya terdiam, menikmati turunnya hujan dengan pikiran  dan perasaan mereka masing-masing.

**^^**

Kyungsoo menggengam erat lengan cangkir dihadapannya sambil menatap Naeun yang masih terlihat murung, pria itu tak percaya kalau Sehun bisa-bisanya menolak Naeun seperti itu, ia bisa merasakan rasa nyeri didadanya begitu melihat gadis itu menangis, Kyungsoo yang meminta gadis itu menangis karena selama ini ia tahu bahwa Naeun telah lama menyimpan perasaan sedihnya sendirian.

Kalau saja ia bisa, ia akan membuat gadis itu tertawa setiap saat, sayangnya ia bukan Sehun, ia bukan orang yang disukai Naeun, gadis yang ia sukai itu menyukai orang lain, sahabat karibnya sendiri, dan sekarang sahabat baiknya itulah yang membuat ‘gadisnya’ menangis, Kyungsoo bahkan tak tahu harus berbuat apa pada Sehun, ia tahu kalau Sehun bukanlah tipe orang seperti dirinya, pria itu terlalu jujur dan cuek, ia tak akan memaksakan perasaannya sendiri, tapi untuk kali ini apa Sehun harus seujujur itu?

“Kau tahu siapa yeoja yang Sehun sukai itu?”Tanya Kyungsoo, berusaha memecahkan keheningan yang sedari tadi terjadi diantara mereka berdua, ia sengaja mengajak Naeun ke cafe favoritnya, ia ingin gadis itu mencurahkan isi hatinya kepada dirinya, karena Kyungsoo tahu bahwa gadis itu tidak sedang baik-baik saja.

Naeun menggeleng dan tersenyum tipis, “’Aku tak yakin masih sanggup mengetahui siapa gadis itu.”Jawabnya pelan.
Kyungsoo terdiam, ia sendiri tak pernah tahu siapa gadis itu, setahunya Sehun tak menyukai siapa-siapa, Kyungsoo juga tak pernah melihat pria itu memberi perlakukan khusus pada gadis di sekolahnya, apa ia terlalu bodoh untuk menyadarinya?

“Jangan bersedih lagi, aku yakin suatu saat Sehun bisa menyukaimu.”Hibur Kyungsoo walau harus ia akui berat rasanya mengucapkan hal tersebut.

Naun tersenyum dan mengangguk, “Gomawo, aku sudah lebih baik sekarang karenamu.”Ujar Naeun tulus.

“Kapanpun kau membutuhkanku aku pasti akan datang.”Jawab Kyungsoo bersungguh-sungguh, Naeun terkekeh dan kembali menganggukan kepalanya.

“Kyung, kau tak lupa dengan permintaanku kan?”Naeun bertanya dengan hati-hati, Kyungsoo mengangkat alisnya, belum menangkap maksud yeoja dihadapannya itu.

“Belajar untuk mencintai Eunji, kau ingat kan?”Kini Kyungsoo mengerti apa maksud ucapan gadis itu, Kyungsoo menelan ludahnya susah payah, pria itu mengangguk.

“Aku ingat, tapi perasaan tidak bisa dirubah semudah itu kan? Sama seperti perasaanmu pada Sehun, tapi kalau memang itu kemauanmu aku akan berusaha, Eunji gadis yang baik, mungkin aku bisa menyukainya nanti.”Jawab Kyungsoo.

Naeun tersenyum lega, sedangkan Kyungsoo terdiam, memikirkan tentang Eunji, gadis yang sekarang berusaha ia sukai, Kyungsoo menepuk keningnya begitu ia mengingat satu hal, ia punya janji dengan gadis itu, dan sekarang pasti Eunji telah menunggu lama.

Kyungsoo melirik arlojinya, sekarang jam setengah sembilan, artinya gadis itu sudah menunggunya selama tiga jam lebih.

Kyungsoo bangkit dari bangkunya dan menatap Naeun yang memasang kening berkerut.

“Eun, aku harus pergi sekarang, kau bisa pulang sendiri kan?”Tanya Kyungsoo terburu-buru.

Naeun mengangguk, “Kau ada urusan? Pulang duluan saja, aku bisa pulang sendiri.”

“Aku ada janji, kalau begitu aku pulang dulu, jangan pulang terlalu malam.”Kyungsoo menepuk Naeun terlebih dahulu sebelum namja itu berjalan meninggalkan Naeun.

Kyungsoo berjalan terburu-buru meninggalkan cafe dan menerjang hujan deras yang sedari tadi belum berhenti, dipikiran Kyungsoo saat ini hanya satu, ia harus menemui gadis itu.

**^^**

Sehun menatap Eunji yang mulai menggigil, pria itu menghela napas kesal, gadis itu masih ngotot menunggu Kyungsoo.

“Kalau kau mengharapkan adegan seorang pria memberikan jaket pada gadis yang sedang kedinginan itu tak akan terjadi, aku tidak sedang memakai jaket sekarang.”Ujar Sehun asal, Eunji menatap Sehun dan menyipitkan sebelah matanya.

“Memangnya siapa juga yang membayangkan hal sok romantis seperti itu? Kalau kau punya juga kau tak akan memberikannya padaku.”Jawab Eunji blak-blakan, Sehun mencibir, pria itu lalu bangkit berdiri dan menarik tangan Eunji.

“Kita pulang saja.”Ajak Sehun dingin.

“Kau duluan saja.”Jawab Eunji

“Ini sudah jam 9, dia tak akan datang.”

“Tapi aku mau menunggunya.”

Sehun menatap Eunji kesal, kenapa gadis itu begitu ngotot.

“Kau begitu bodoh dalam banyak hal.”Desis Sehun.

Eunji menatap Sehun kesal.

“Memangnya kau pikir kau jenius? Aku yakin pria kaku sepertimu bodoh dalam percintaan.”Ujar Eunji sakartis.

Sehun melebarkan matanya, “Apa? Bodoh dalam percintaan?”

Eunji mengangguk, “Selama aku satu sekolah denganmu aku tak pernah mendengarmu berpacaran, jangan-jangan—“

“jangan-jangan apa?”Sehun mulai was-was

“Kau tidak normal.”Jawab Eunji memasang wajah ngeri

Sehun membelalakan matanya, gadis itu bilang apa? Tidak normal?

Mwo?! Kau bilang aku tidak normal? Yah, kalau aku tidak normal mana mungkin aku menyukai seorang yeoja dan menunggunya bertahun-tahun.”Ujar Sehun mulai terpancing emosi.

Eunji mengerjapkan matanya, Sehun sedang menyukai seseorang? Pria seperti itu bisa jatuh cinta?

“Kau menyukai seseorang? Siapa?”Kini Eunji terlihat begitu antusias.

Sehun berdeham, pria itu kini bingung harus menjawab apa, ia menatap Eunji yang masih terlihat penasaran, apa ia harus mengatakannya sekarang?

“Kau mau tahu?”Tanya Sehun ragu.

Eunji mengangguk cepat

Sehun menggaruk tengkuknya yang tak gatal, mungkin ia memang harus jujur sekarang.

“Gadis yang aku sukai itu sebenarnya selalu berada didekatku.”Ujar Sehun pelan.

Eunji terlihat berpikir sesaat, “Ibu-mu?”Tanya Eunji kaget.

Sehun berdecak, “Tentu saja bukan bodoh.”Jawab Sehun kesal.

“Lalu siapa?”Eunji kini benar-benar terlihat penasaran, ia benar benar ingin tahu siapa gadis yang dimaksud Sehun.

Sehun membuka mulutnya, bersiap menjawab pertanyaan gadis itu tapi suara seseorang memmbuat mulut Sehun terkatup.

“Eunji!”

Eunji dan Sehun sama-sama menoleh begitu mendengar Kyungsoo menghampiri mereka berdua, Kyungsoo benar-benar basah kuyup, napas pria itu terengah-engah sepertinya pria itu habis berlarian.

“Kyung, gwaenchana? Kenapa kau kelelehan begini?”Tanya Eunji panik.

Sehun memutar matanya, lagi-lagi rencananya gagal.

“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu menunggu lama.”Sesal Kyungsoo sambil menatap lurus gadis itu.

Eunji tersenyum dan mengangguk, “Aku kira kau tak akan datang.”

“Aku ada urusan, maaf.”Kyungsoo menatap Eunji dengan bersalah.

“Harusnya kau tak membiarkannya menunggu selama itu, atau kau memberi tahunya kalau kau akan terlambat.”Sehun menimpali percakapan keduanya itu.

Eunji menyikut lengan Sehun, menyuruh pria itu berhenti bicara.

“Ponselku mati.”Jawab Kyungsoo.

“Ck, alasan yang bagus.”Cibir Sehun.

“Sehun, hentikan.”Eunji menatap Sehun kesal, Sehun balas menatap gadis itu heran.

“Dia membuatmu menunggu selama itu dan kau tak marah? Kau bodoh atau apa sih?”Tanya Sehun gerah.

“Kau tidak dengar tadi dia bilang dia ada urusan penting? Lagipula ini bukan urusanmu.”Eunji kini tak kalah ngotot.

“Tapi tetap saja kau bodoh karena menunggu pria itu sampai selama ini.”

“Aku menunggunya karena aku ingin bertemu dengannya, lagipula kau tak berhak ikut campur urusanku, aku juga malas bertemu denganmu.”Ucap Eunji, sebenarnya ia tak serius dengan ucapannya tapi ia kesal karena Sehun ikut campur dengan urusannya.

Sehun terdiam, gadis itu memang benar, ia memang bukan siapa-siapa, tapi apa gadis itu harus sejujur itu?

“Kau benar, harusnya aku tak perlu ikut campur urusanmu.”Jawab Sehun, Ia  menatap Eunji dan Kyungsoo bergantian sampai akhirnya ia meninggalkan keduanya, Kyungsoo ada disini sekarang, artinya Eunji akan aman, ia tak perlu menjaga gadis itu lagi.

Eunji menatap punggung Sehun yang menjauh, apa pria itu marah? Padahal ia tak serius dengan ucapannya barusan.

“Anak itu aneh sekali hari ini.”Ujar Kyungsoo heran, Eunji menatap Kyungsoo seklias dan mengangguk.

“Kita pulang saja ya kyung? Kau memintaku kesini untuk apa?”Tanya Eunji.

“Aku ingin mengajakmu jalan tadinya, tapi lebih baik kita lakukan lain kali saja, ini sudah malam, aku antar kau pulang ya?”Kyungsoo mengulas senyum tipis, Eunji mengangguk, gadis itu membuka payungnya dan berjalan bersama Kyungsoo, ada sesuatu yang mengganjal pikirannya sekarang, apa ucapannya kepada Sehun barusan keterlaluan?

**^^**

Sehun menyeret langkahnya memasuki ruang kelas dengan wajah kusut khas orang mengantuk, pria itu memasang wajah datar seperti biasa dan meletakan tas punggungnya di meja, setelah itu namja itu meletakan kepalanya diatas tas dan melanjutkan tidurnya.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu, kemarin namja itu memarahinya secara tak langsung karena ia terlambat menemui Eunji dan sekarang pria itu duduk disebelahnya tanpa berbasa-basi sedikit pun, padahal biasanya Sehun akan mengajaknya berbicara setiap ia memasuki kelas, ada yang aneh dari sahabatnya itu, tapi Kyungsoo tak tahu apa.

Kyungsoo mengangkat bahunya acuh, ia kembali melanjutkan aktifitas membaca buku kimianya sampai bel tanda pelajaran dimulai berdering.

Kim seossangnim, guru kimia mereka memasuki ruangan kelas yang ribut itu, pria setengah baya itu selalu on time, dalam hitungan detik sekarang semua anak dikelas telah duduk dikursi mereka masing-masing.

Kyungsoo menyikut Sehun yang masih asik tertidur, Sehun mengangkat kepalanya dan menatap Kyungsoo kesal, Kyungsoo mengedikan dagunya ke depan, dan baru saat itulah Sehun sadar bahwa Kim seossangnim kini tengah mengamatinya.

Sehun membenarkan posisi duduknya, ia benar-benar tak bersemangat hari ini, melihat wajah Kyungsoo dan Eunji entah kenapa membuat suasana hatinya makin tak enak, Sehun merutuk dirinya dalam hati, sejak kapan ia jadi seperti ini.

“Pagi ini ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada kalian.”Kim Seossangnim membuka suaranya dan menatap sekeliling ruangan.

“Kalian akan kedatangan teman baru, dia pindahan dari Amerika.”Kim seossangnim menambahkan, pria itu lalu melirik ke pintu kelas yang terbuka, seolah memberi isyarat pada seseorang disana.

Tak lama kemudian seseorang memasuki ruangan kelas, seorang namja bertumbuh kurus memasuki ruangan kelas, pria itu memasang wajah cuek dan hanya mengulas senyum singkat, Kim seossangnim menepuk pundak pria itu dan mempersilahkannya memperkenalkan diri.

“Hello everyone. My name is Mark Tuan, I came from America, I hope we can get along well, thanks.”Pria itu mengucapkan kalimat tersebut dengan begitu fasih, suara berisik mulai terdengar, sebagian besar murid yeoja sibuk membicarakan ketampanan pria bernama Mark tersebut, mereka menatap Mark tanpa berkedip.

Kyungsoo memperhatikan pria disamping Kim seossangnim itu dengan seksama, sepertinya ia pernah melihat pria itu, tapi Kyungsoo tak mengenalnya, hanya saja wajah itu seperti tak asing baginya

**^^**

Naeun mengedipkan matanya berkali-kali, ia berharap bahwa sekarang pengelihatannya salah, gadis itu menatap tak percaya murid baru yang ada di depannya, pria itu adalah pria menyebalkan yang nyaris menabraknya kemarin sore.

Naeun masih ingat betul betapa sinis dan mengesalkannya pria itu, bahkan sekarang Mark juga menampakan wajah yang terkesan angkuh dan tak peduli. Ini benar-benar musibah, bertemu dengan pria menyebalkan seperti itu hampir setiap hari berarti kesabarannya akan terus diuji.

“Sekarang kau bisa duduk dikursi yang kosong, sepertinya di belakang Naeun ada kursi kosong, kau bisa duduk disana.”Ujar Kim seossangnim, Mark menatap arah tunjuk Kim seossangnim, pria itu terlihat sedikit terkejut saat mendapati Naeun ada disana, Naeun sendiri memutuskan untuk membuang muka dan menghindari kontak mata dengan Mark.

“Eun, dia tampan juga ya.”Bisikan Eunji barusan membuat Naeun melirik sahabatnya yang duduk disampingnya itu.
Naeun menatap Eunji heran, apa sahabatnya itu ikut terhipnotis oleh pria menyebalkan itu?

“Jangan bilang kau mulai menyukainya.”Ujar Naeun curiga.

Eunji mendelik, “Tentu saja tidak, kau kira aku gadis macam apa.”Jawab Eunji tak terima.

Naeun menghela napas lega, kalau sampai sahabatnya itu menyukai Mark itu berarti Eunji memang sudah tidak waras.

Mark berjalan menuju kursinya dan duduk ditempat yang diinstruksikan Kim seossangnim, ia menatap punggung Naeun dan berdecak pelan.

“Jadi namamu Naeun.”Bisik Mark saat pria itu duduk dibelakangnya,Naeun hanya diam walau ia mendengar ucapan pria itu, harapannya sekarang hanya satu, pria menyebalkan itu tak akan membuat onar.

**^^**

Sehun memainkan jari diatas layar ponselnya sedari tadi, ia tak berminat untuk pergi ke kantin sedikit pun meskipun sekarang adalah jam istirahat. Sehun bahkan mencoba tak peduli saat Kyungsoo dan Eunji lagi-lagi pergi ke kantin bersama.

“Sehun!”

Sehun tak perlu menengokkan kepalanya untuk sekedar mengetahui siapa pemilik suara itu, ia sudah terlalu mengenal suara itu, sebentar lagi namja bertumbuh jangkung pasti akan menghampirinya.

“Tebak apa yang kubawa.”

Dugaan Sehun benar, Park Chanyeol, salah satu teman baiknya yang entah kenapa akhir-akhir ini seperti berambisi menjadi detektif percintaan sekarang berada didepannya dengan kedua tangan yang disembunyikan dibalik punggungnya.

“Kau tak membawa majalah dewasamu kan?”Tanya Sehun was-was

Air muka Chanyeol berubah, pria itu melirik kesekelilingnya dengan cepat.

“Tentu saja tidak! Aish, kenapa kau membahas hal itu disini?”Omel Chanyeol panik.

Sehun hanya berdecak dan memandang temannya itu tanpa minat.

“Kalau kau ingin mendapatkan hati seorang wanita, ini akan banyak membantumu.”Chanyeol duduk dihadapan Sehun dan meletekan sebuah buku berhalaman sedang diatas mejanya. Pria itu memasang wajah penuh antusias.

Sehun mengangkat alisnya dan mengambil buku itu, Ia membaca judul yang tertera dicover buku tersebut.

Sehun menyipitkan sebelah matanya, “10 cara jitu mendapatkan hati seorang wanita?”

Sehun menatap Chanyeol bingung, apa maksud temannya itu memberikan buku jenis beginian kepadanya?

“Itu akan membantumu mendapatkan hati Eunji.”Bisik Chanyeol.

“Apa? Jangan bilang kau menyuruhku membaca buku ini dan berharap aku akan mengikuti semua isinya?”Sehun kini menatap Chanyeol tak habis pikir sedangkan Chanyeol mengangguk mantap.

“Baca dulu isinya.”Perintah Chanyeol.

Sehun menurutinya, ia penasaran dengan isi buku itu tapi ia yakin ia tak akan mengikuti isi buku tersebut.

“Cara pertama, berikan perhatian khusus dan bersikap lembut pada gadis yang kau suka.”Sehun membaca barisan pertama buku tersebut.

“Bersikap lembut? Perhatian khusus? Ck, aku tak akan melakukannya.”Sehun menutup buku itu dan meletakannya dimeja, cara pertama saja sudah mustahil untuk dilakukan.

“Kau ini bagaimana sih, dimana-mana semua pria menunjukan perhatian khusus pada gadis yang ia suka, semua orang bahkan tahu tentang itu.”Chanyeol merespon dengan wajah gemas.

Sehun menghela napas berat, “Tapi aku berbeda.”Jawab Sehun.

Chanyeol mencibir, temannya itu memang sangat keras kepalanya, rasanya Chanyeol ingin sekali memukul Sehun setiap kali pria itu menunjukan gengsinya yang begitu tinggi, tapi ia selalu mengurungkan niatnya itu karena bisa-bisa ia habis oleh penggemar Sehun.

“Pantas saja Eunji memilih Kyungsoo.”Celutuk Chanyeol.

Sehun menatap Chanyeol sengit, “Apa maksudmu?”

“Kyungsoo berbeda denganmu, dia perhatian dan lembut kepada yeoja, sama sepertiku, kami berdua adalah pria idaman, sedangkan kau, tsk, bahkan gengsimu jauh lebih tinggi ketimbang tinggi badanmu.”Komentar Chanyeol panjang lebar.

Sehun kini menatap Chanyeol sesinis yang ia mampu, mulut pria itu kadang perlu dijahit.

“Yah, kau ini dipihak siapa sebenarnya? Apa Kyungsoo membayarmu sehingga kau berpihak padanya sekarang?”Tanya Sehun kesal.

Chanyeol menggeleng, “Tapi setidaknya Kyungsoo membayarku dengan sikap baik dan tak pelitnya padaku selama ini.”Jawab Chanyeol lagi.

“Jangan datang ke rumahku lagi untuk bermain playstasion.”Ancam Sehun kesal, Chanyeol kini menyengir lebar dan menepuk pundak Sehun.

“Aku kan hanya bercanda, Oh Sehun is the best, jjang!”Chanyeol kini memasang wajah sok manis, Sehun hampir muak melihatnya, pria itu melempar pandang ke arah lain, dan saat itu seorang gadis datang menghampiri mereka berdua.

“Kau Sehun kan?”Tanya gadis berambut lurus itu ketika ia kini berdiri dihadapan Sehun dan Chanyeol, Sehun mengangguk.

“Park Yunhee?”Sehun mencoba mengingat nama gadis itu.

Gadis manis itu mengangguk, ia lalu menyerahkan selembaran kertas kepada Sehun.

“Aku disuruh memberikan ini, ini adalah selembaran tentang olimpiade fisika, kau terpilih untuk mewakili kelasmu untuk mengikuti perlombaannya.”Info Yunhee itu sambi tersenyum tipis.

“Benarkah? Aku kira Kyungsoo yang akan terpilih, kau juga terpilih untuk mewakili kelasmu?”Tanya Sehun, ia mengenal Yunhee hanya sebatas teman saat mereka sama-sama dikirim untuk mengikuti olimpiade matematika, gadis berkacamata itu pintar dan terkenal kutu buku.

Yunhee mengangguk, Sehun menatapnya takjub.

“Kau selalu terpilih untuk mengikuti setiap olimpiade ya.”Komentar Sehun.

Yunhee terkekeh, “Itu hanya kebetulan, aku harus kembali ke kelas sekarang.”

Sehun mengangguk, “Gomawo atas infonya.”Ujar Sehun sambil tersenyum.

Yunhee mengangguk, gadis itu lalu berjalan meninggalkan ruangan kelas.

Sehun menatap Chanyeol yang sedaritadi tak terdengar suaranya, Chanyeol terlihat tengah fokus menatap Yunhee sampai gadis itu menghilang setelah keluar dari ruangan kelas.

“Jangan bilang kau menyukainya.”Suara Sehun membuyarkan pikiran Chanyeol, pria itu kini menatap Sehun dengan kaget.

“Kau tak menyukai Yunhee kan?”Tanya Sehun curiga.

“Memangnya kenapa? Aku tak boleh menyukainya?”Chanyeol balik bertanya.

“Bukan begitu, tapi dia itu berbeda dengan semua gadis yang pernah kau kencani, dia gadis baik-baik.”Ujar Sehun.

Chanyeol mengangkat alisnya, “Kau secara tak langsung mengatakan aku bad boy ya?”

Sehun mengangkat bahunya, “Berganti pacar sebulan sekali, menebar pesona sana sini, menjual kata manis pada hampir semua gadis di sekolah, apa namanya?”Sehun kini menatap Chanyeol dengan tatapan meledek.

Chanyeol berdecak, “Mereka saja yang terlalu mudah dipacari, bukankah menarik kalau sekarang aku mencoba menaklukan gadis seperti Yunhee?”Tanya Chanyeol jahil.

Sehun menggeleng, “She’s not a toy dude, dan aku yakin Yunhee tak akan menerimamu, gadis seperti itu pasti menyukai pria baik seperti Jongdae atau anak teladan lainnya.”Jawab Sehun jujur.

“Mau taruhan tidak? Siapa duluan diantara kita berdua yang bisa mendapatkan gadis yang kita incar itu pemenangnya? Kau mendapatkan Eunji dan aku Yunhee.”Chanyeol menunjukan senyuman isengnya.

“Tsk, aku tak akan membuat gadis yang aku sukai jadi bahan taruhan.”Respon Sehun, pria itu  bangkit berdiri dan meninggalkan Chanyeol yang masih duduk dibangkunya.

Chanyeol menatap Sehun dan mencibir,”Dia sama sekali tidak seru.”

Chanyeol kini bergelut dengan pikirannya sendiri, ia hampir bisa mendapatkan semua gadis yang ia ingini, tapi ia belum pernah mencoba dengan gadis seperti Yunhee.

Chanyeol penasaran, apa Yunhee juga sama mudahnya untuk diraih seperti gadis kebanyakan?

**^^**

Naeun mengambil jus alpukatnya setelah memberikan beberapa lembar won kepada penjaga kantin sekolah, gadis itu membalikan badannya, Naeun hampir saja terjungkal saat tiba-tiba badan seseorang menghadang jalannya, ia mendongakan kepalanya dan membelalakan matanya begitu mendapati bahwa orang itu adalah Mark.

Mark mengangkat sebelah tangannya, “Halo gadis ceroboh.”Sapa pria itu.

Naeun mengerutkan keningnya, pria itu menyapanya?

“Aku sedang buru-buru sekarang.”Naeun menggeser posisi tubuhnya dan berjalan melewati Mark tapi pria itu menahan tangan Naeun sehingga langkah gadis itu terhenti.

“Kenapa buru-buru sekali? Aku anak baru disini, kau satu-satunya teman yang aku punya.”Ujar Mark.

“Teman?”Naeun menatap Mark tak percaya, pria itu menyebutnya teman setelah apa yang terjadi di pertemuan pertama mereka kemarin?

Mark mengangguk, “Kau boleh menjadi temanku sampai aku menemukan teman baru disini.”Jawab Mark angkuh.

“Aku akan sangat berterimakasih kalau kau mencari teman yang lain.”Ujar Naeun, gadis itu berusaha melepaskan genggaman Mark, tapi Mark seperti enggan melepaskannya.

“Aku mau kembali ke kelas.”Ucap Naeun masih berusaha sabar.

“Kalau begitu kita ke kelas bersama.”Mark menarik tangan Naeun dan berjalan menuju ruangan kelas.

Naeun melebarkan matanya dan menepuk tangan Mark, anak baru ini benar-benar aneh.

“Aku mau ke kelas sendiri.”Tolak Naeun, sekarang ini perhatian sebagian besar isi kantin mengarah padanya, sebagian yeoja malah menatapnya iri, mereka benar-benar gila kalau iri dengan Naeun sekarang ini, Naeun malah ingin sekali terbebas dari  Mark.

“Apa menggengam keras tangan seorang yeoja menjadi hal yang wajar di Amerika?”Suara berat seseorang barusan membuat Mark dan Naeun menoleh kompak ke sumber suara itu.

Naeun mengerjapkan matanya saat menyadari siapa pemilik suara itu, orang itu adalah Sehun, pria yang baru saja menghancurkan hatinya.

**^^**

Eunji mengaduk susu coklat panasnya, berusaha mengusir kegugupan yang ia rasakan sekarang, duduk berdua dengan Kyungsoo benar-benar menguji detak jantungnya, Kyungsoo memang pria yang begitu baik dan hangat, ia banyak tersenyum saat berbicara dengan Eunji barusan.

Sepertinya Kyungsoo serius dengan ucapannya untuk belajar mencintai Eunji, sekarang pria itu selalu mendekatinya disetiap kesempatan, tadi saat istirahat pertama Kyungsoo dengan cepat menghampiri Eunji dan mengajaknya ke kantin berdua.

“Aku baru tahu kalau kau menyukai anime.”Eunji membuka suaranya, berusaha membuat topik pembicaraan baru.

Kyungsoo tersenyum, “Anime itu sangat menghibur, tapi kesibukan sekolah membuatku jadi jarang mengikuti perkembangan anime sekarang ini.”Jawab Kyungsoo terlihat berantusias.

Eunji mengangguk, sekolah mereka memang terbilang berat, tugas-tugas selalu datang seolah-olah mereka adalah robot.

“Kau menyukai anime?”Kyungsoo balik bertanya.

Eunji menggeleng, “Tidak, aku lebih suka drama korea.”Jawab Eunji.

“Pasti kau menyukai hal romantis.”Tebak Kyungsoo.

Eunji mengangguk, “Aku selalu senang menyaksikan adegan romantis, itu membuat berjuta kupu-kupu terbang diperutku!”Ujar Eunji berseri-seri.

Kyungsoo terkekeh, “Lain kali kita lakukan bersama.”Ujar Kyungsoo.

Eunji mengerjapkan matanya mendengar ucapan Kyungsoo barusan.

“A-apa? Melakukan apa?”Tanya Eunji kaget.

“Adegan romantis?”Kyungsoo mengulang ucapannya ragu, apa ia salah bicara?

Eunji terdiam, wajahnya pasti memerah sekarang, siapa sangka Kyungsoo akan mengatakan hal seperti itu, membayangkan mereka berdua melakukan adegan romantis saja membuat jantung Eunji berdegup kencang.

“Anak baru itu dan Naeun punya hubungan apa ya? Mereka kelihatan dekat sekali.”

“Naeun menggaet pria itu dalam satu hari? Daebak.”

“Mark tampan sekali ya, aku iri pada Naeun.”

Obrolan komplotan gadis yang melewati meja Kyungsoo dan Eunji membuat keduanya saling memandang bingung.

Kyungsoo menatap Eunji bertanya sedangkan Eunji menggeleng tanda ia tak mengetahui apapun.

Eunji menatap kesekelilingnya, menyadari bahwa kini beberapa orang menatap ke suatu arah, Eunji berdiri dari kursinya dan mendapati Naeun, temannya ada disana.

Yang membuat Eunji heran Naeun tidak sendirian, ia bersama dengan anak baru yang hari ini masuk ke kelas mereka, kalau Eunji tak salah ingat namanya Mark, pria pindahan Amerika itu memegang erat tangan Naeun dan raut wajah Naeun menunjukan ia tidak senang dengan perlakuan Mark itu.

“Kyung, aku kesana dulu ya.”Eunji melirik Kyungsoo sesaat dan berjalan menghampiri Naeun, memastikan temannya itu tidak sedang dalam masalah, tapi langkahnya terhenti begitu ia mendapati Sehun ternyata ada disana juga, ia kini menatap Mark tajam. Sebenarnya apa yang terjadi?

Eunji menoleh kesampingnya, ternyata Kyungsoo mengikutinya, kini pria itu memperhatikan Naeun dan kedua pria disekelilingnya itu.

**^^**

Chanyeol bersiul pelan dan berjalan menyusuri koridor sekolahnya, pria itu melirik ke jendela perpustakaan dan menghentikan langkahnya begitu mendapati seseorang ada didalam sana.

Chanyeol menarik sudut bibirnya keatas dan memutuskan masuk ke ruang perpustakaan, tempat yang sangat jarang ia masuki itu.

Chanyeol mengambil buku secara asal dan duduk dihadapan seorang gadis, Chanyeol membuka lembaran buku itu dan menatap kedepan, ia bukan membaca isi bukunya tapi ia sedang memperhatikan gadis berkacamata dihadapannya yang asik membaca buku, Park Yunhee, gadis yang menjadi perbincangannya dengan Sehun tadi.

Chanyeol memperhatikan gadis itu lekat, tak ada yang benar-benar menarik dari gadis itu, dia sama dengan gadis kebanyakan umumnya, ralat, mungkin dia berbeda, gadis itu lebih sederhana dan kutubuku, Chanyeol jarang sekali mendengar namanya kecuali dalam hal prestasi akademik, Yunhee bukan gadis populer, penampilannya sederhana, tapi Chanyeol tak bisa menampik kalau gadis itu punya wajah yang manis.

“Kau memperhatikanku?” Suara itu membuat Chanyeol tersentak, yang barusan bicara itu adalah Yunhee, gadis itu meletakan bukunya dan menatap Chanyeol.

“Kau melihat apa sedari tadi?”Yunhee kembali bertanya, ia memasang wajah heran.

Chanyeol berdeham, “Aku sedang membaca daritadi.”Kilah Chanyeol sambil mengangkat bukunya.

Yunhee memperhatikan buku yang Chanyeol pegang, gadis itu lalu menahan tawanya mengingat ia berada diruang perpustakaan sekarang.

“Kau membaca buku seperti itu?”Tanya Yunhee.

Chanyeol menatap Yunhee heran, ia lalu mengangguk, “Tentu, aku suka ilmu pengetahuan.”Jawab Chanyeol mantap.

Yunhee menaikan alisnya, “Pengetahuan tentang alasan wanita terlambat datang bulan?”Tanya Yunhee lagi.

Chanyeol membelalakan matanya, “Apa?”

Chanyeol membalik bukunya dan membaca judul buku yang tertera disana, mata Chanyeol melebar sempurna begitu membaca judul buku tersebut. ‘Alasan Wanita Terlambat Datang Bulan’

Sial, ia tak membaca judul buku tadi terlebih dahulu, Chanyeol merutuki dirinya dalam hati, ia benar-benar terlihat konyol sekarang.

“Aku salah ambil buku.”Jawab Chanyeol berusaha menahan rasa malunya.

“Jadi daritadi kau tak memperhatikan bukunya? Kau memperhatikan apa sedari tadi?”Tanya Yunhee penasaran.

“Memperhatikanmu.”Chanyeol menunjukan smirk andalannya, Yunhee memutar bola matanya.

“Memperhatikanku tak akan membuatmu tambah pintar atau apapun itu.”Jawab Yunhee datar, gadis itu merapikan bukunya dan berjalan meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol mencibir, pria itu buru-buru bangkit dari tempat duduknya dan mengejar Yunhee.

“Mau aku bantu? Sepertinya bukumu berat-berat?”Tanya Chanyeol sambil berusaha menjajari posisinya dengan gadis itu.

Yunhee menoleh dan tersentak karena Chanyeol tiba-tiba ada disampingnya.

“Kau yakin mau membantuku?”Tanya Yunhee.

Chanyeol mengangguk, “Tentu.”

“Tunggu sebentar.”Yunhee meletakan buku itu didada Chanyeol yang langsung dengan sigap ditahan oleh kedua tangan Chanyeol, gadis itu lalu berlari kecil meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol menatapnya heran, ia kira gadis itu akan menolaknya dan mulai luluh dengan niat baiknya, Chanyeol membulatkan matanya begitu tak lama kemudian Yunhee kembali dengan tumpukan buku ditangannya, gadis itu meletakan buku itu diatas tangan Chanyeol sehingga kini tumpukan buku itu hampir sejejer dengan kepala Chanyeol sendiri.

“Kau benar-benar mau membantuku kan?”Tanya Yunhee.

Chanyeol mengangguk terpaksa, Yunhee tersenyum lebar, “Bawakan sampai kebawah ya.”

Chanyeol menghela napasnya, “Kau tak sebaik yang aku pikirkan.”Ujar Chanyeol.

Yunhee mengangkat bahunya acuh, “Aku hanya menggunakan bantuanmu sebaik mungkin.”

Gadis itu lalu berjalan meninggalkan Chanyeol, seolah tak peduli pria itu akan mengikutinya atau tidak, Chanyeol menatap punggung Yunhee yang menjauh, gadis itu sepertinya akan menjadi permainan yang menarik.

**^^**

“Ternyata kau punya banyak pelindung ya.”Komentar Mark sinis sambil menatap Sehun yang kini tengah menatapnya.

Naeun menatap Sehun lekat, kalau Sehun selalu berbuat baik padanya seperti ini bagaimana bisa ia melupakan pria itu?

“Lepaskan genggamanmu, tangannya memerah sekarang.”Jawab Sehun dingin.

Mark menarik Naeun hingga gadis itu kini berada didekatnya.

“Maaf, sepertinya aku terlalu bersemangat memegangnya.”Ujar Mark santai, pria itu melepaskan genggaman tangannya.

Naeun menghela napas lega tapi tiba-tiba Mark merangkulnya erat membuat tubuh mereka berdua kini begitu dempet.

“Apa yang kau lakukan?”Tanya Naeun kaget.

“Kalau merangkulnya tak akan membuat tangannya memerah kan?”Tanya Mark sambil tersenyum menantang.

Sehun menatap Naeun yang terlihat risih, pria itu lalu mendorong tubuh Mark kebelakang.

“Kau tidak waras ya?”Sehun terlihat geram.

“Kau siapa memang? Kekasihnya?”Tanya Mark.

“Aku temannya, dan aku tidak suka kalau kau membuat onar di sekolah ini.”Jawab Sehun dingin.

Mark tersenyum sinis, “My life is my rules, not yours.”Jawab Mark.

Sehun mengepal tangannya geram, lama-lama ia bisa kehabisan kesabaran.

“Hun, hentikan.” Kyungsoo yang sedari tadi diam menonton akhirnya memutuskan untuk menengahi mereka berdua, pria itu menarik Sehun kebelakang.

“Eun, kita ke kelas saja.”Eunji menarik tangan Naeun dan membawa gadis itu pergi dari sana, sedangkan Kyungsoo juga sama, ia buru-buru membawa Sehun sebelum kedua orang itu membuat  keributan.

**^^**

Eunji merapatkan jaketnya dan berjalan menyusuri kota Seoul yang malam ini terbilang cukup dingin, malam ini jalanan sepi, Eunji juga sebenarnya malas keluar kalau ia tak disuruh ibunya untuk membeli beberapa barang di supermarket.

Tiba-tiba saja gadis itu teringat akan kejadian tadi siang, saat Sehun dan Mark hampir bertengkar, ini sudah kedua kalinya Eunji melihat Sehun memarahi seseorang karena Naeun, pertama saat Tao nyaris menabrak Naeun dan sekarang Mark, anak baru yang bahkan tak ia kenal.

Apa orang yang Sehun sukai itu Naeun? Gadis yang disukai bertahun-tahun oleh haraboji galak itu sahabatnya sendiri?

Eunji memijat keningnya, Sehun tak pernah bersikap lembut padanya, tapi ia selalu menunjukan sikap baik pada Naeun, pria itu memang menyebalkan.

Tap..tap..

Langkah kaki seseorang membuat lamunan Eunji buyar, Eunji menelan ludahnya, ia menoleh kebelakang tapi ia tak mendapati apapun, gadis itu memutuskan mempercepat langkahnya dan langkah kaki itu semakin terdengar cepat, Eunji menoleh kebelakang dan bersamaan dengan itu seseorang membekap mulutnya.

Eunji ingin berteriak, tetapi bekapan pria itu terlalu kencang, Eunji menyikut perut pria itu, ia menatap tiga orang pria berbadan besar, yang sepertinya sekarang tengah mabuk, pria yang ia sikut barusan itu terlihat marah, ia menatap Eunji bengis.

“Kau berani menyikutku eoh?”Tanya pria itu kesal.

“Kita hanya mau mengajakmu bersenang-senang, temani kami malam ini saja.”Pria yang lain menimpali dan menatap Eunji dengan senyuman mengerikan.

Eunji berlari sekuat tenaganya, ia benar-benar takut, Eunji berteriak kencang tapi hasilnya nihil, jalanan yang ia lewati terlalu sepi dan preman mabuk itu masih mengejarnya, Eunji merogoh ponselnya, gadis itu menekan tombol seseorang, menelpon seseorang yang pertama kali terlintas dipikirannya.

**^^**

Sehun dan Kyungsoo tengah asik bermain playstasion bersama sekarang, keduanya kini akur seperti biasanya setelah sebelumnya Sehun memarahi pria itu karena telah membuat Eunji menunggunya lama.

Drrt..

Ponsel Sehun bergetar, namja itu mengerutkan keningnya begitu mendapati nama Eunji yang ada dilayar ponselnya.

Yeoboseyo?”

“Eunji? Yah, kau kenapa? Suaramu kenapa ketakutan begitu?”

“Mwo? Kau dimana sekarang?”

“Aku akan kesana.”

“Eunji? Kau baik-baik saja kan? Jawab aku, yah Jung—“

Tut..

Sehun mendesah frustasi begitu sambungan telepon itu terputus, Sehun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Kyungsoo dengan terburu-buru.

“Hun, ada apa?”Tanya Kyungsoo heran, pria itu mengikuti Sehun yang kini menaiki motornya.

“Eunji..dia dikejar preman mabuk, aku harus menolongnya.”Ujar Sehun panik.

“Apa? Aku ikut.”Ujar Kyungsoo.

Sehun mengangguk, Sehun membonceng Kyungsoo dan membawa motornya dalam kecepatan penuh, ia tak memperdulikan apapun selain keselamatan gadis itu.

**^^**

Eunji hampir saja menangis karena ponselnya kini mati, baterai ponselnya habis, ia hanya berharap Sehun akan segera datang menyelamatkannya.

Eunji menoleh kebelakang tanpa menghentikan lariannya, preman itu masih mengejarnya bahkan larian mereka sangat cepat, untungnya jarak mereka masih terbilang cukup jauh.

Eunji berbelok memasuki gang kecil, gadis itu membeku begitu menyadari bahwa ia memasuki jalan yang salah, jalan buntu, ia dihalangi oleh tembok besar yang tak mungkin ia lewati, ia harus melewati tembok tinggi itu tapi Eunji yakin ia tak akan bisa.
Eunji mengacak rambutnya frustasi, kalau ia kembali ia pasti akan tertangkap.

**^^**

Sehun menghentikan motornya begitu matanya menangkap sosok Eunji yang kini terlihat memasuki sebuah gang kecil, wajah gadis itu terlihat sangat panik, tak jauh dari sana komplotan preman itu mengejarnya.

Sehun turun dari motornya diikuti oleh Kyungsoo.

“Kyung, kau bawa Eunji pergi dari sini, kau lihat dia kemana kan? Aku akan mengurus preman itu.”Ujar Sehun.

“Kau mengurus mereka sendiri?”Tanya Kyungsoo khawatir.

Sehun mengangguk, “Tenang saja, aku akan baik-baik saja, yang terpenting kau harus membawa Eunji pergi dan menenangkan gadis itu.”Ujar Sehun, pria itu menepuk bahu Kyungsoo dan berlari menghampiri preman-preman itu.

Kyungsoo menyusul dibelakang Sehun, ia berbelok menuju gang kecil yang Eunji masuki tadi.

Sehun menahan komplotan preman itu sebelum mereka masuk ke gang kecil dimana Eunji berada, komplotan preman itu berhenti dan menatap Sehun sinis.

“Kau mau apa?”Tanya salah satu preman itu.

Sehun menutup hidungnya begitu bau alkohol menguar dari mulut pria itu.

“Jangan ganggu gadis itu.”Pinta Sehun.

Ketiga preman itu saling menatap lalu ketiganya terbahak.

“Anak kecil sepertimu berani melarang kita?”Tanya preman itu.

“Aku meminta kalian baik-baik.”Ujar Sehun tenang.

Preman berkepala botak yang berbadan paling besar mendorong Sehun keras.

“Jangan ikut campur urusan kami, minggir.”Bentak preman itu.

Sehun menggeleng, “Hadapi aku dulu.”Ujar Sehun.

Preman itu membelalakan matanya, salah satu dari ketiga preman itu melayangkan tinjunya ke wajah Sehun sehingga kini darah segar mengalir dari bibir Sehun.

Sehun mengusap bibirnya yang terasa perih, ia balas memukul pria itu, awalnya Sehun masih bisa membalas pukulan mereka tapi tubuh besar dan jumlah lawannya membuat Sehun kewalahan.

Sehun meninju wajah salah satu preman mabuk itu tapi tiba-tiba preman berkepala gundul mengambil salah satu kayu panjang disana dan memukul kencang kepala Sehun.

Sehun memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit, pria itu menatap darah segar ditangannya yang berasal dikepalanya sampai akhirnya semuanya terlihat buram, Sehun tersungkur.

Para preman itu tercengang, “Kenapa kau memukulnya bodoh? Kalau dia mati bagaimana?”Omel preman dengan tato diseluruh lengannya kepada pria berkepala gundul yang memukul Sehun tadi.

“Aku kesal, sudahlah kita kabur saja sekarang.”Komplotan preman itu meninggalkan Sehun yang kini tak sadarkan diri.

**^^**

“Eunji!”Kyungsoo memanggil Eunji yang terlihat begitu ketakutan.

Eunji menoleh dan saat itu Kyungsoo memeluk gadis itu erat, mengelus punggung gadis itu dan mengatakan semua baik-baik saja, Eunji terisak, gadis itu melepas pelukannya dan menatap Kyungsoo. Kenapa Kyungsoo yang datang?

“Kita pergi dari sini ya?”Ajak Kyungsoo, Eunji mengangguk, Kyungsoo menoleh ke belakang, ia tak mungkin melewati jalan itu karena preman  preman itu masih didepan, Kyungsoo menatap tembok besar dihadapannya, ia rasa ia bisa melewatinya.

“Kita lewat situ saja, naik ke punggungku.”Kyungsoo berjongkok, Eunji menginjak pundak Kyungsoo perlahan dan berhasil melewati tembok besar itu, Kyungsoo kembali menatap kebelakang, apa ia harus kembali? Sehun masih ada disana, dan dia melawan preman itu sendirian, tapi Eunji benar-benar membutuhkan dirinya sekarang, gadis itu ketakutan dan Sehun menyuruhnya untuk menenangkan gadis itu.

Kyungsoo memutuskan melewati dinding besar dihadapannya, ia yakin Sehun bisa menyelamatkan dirinya sendiri karena pria itu ahli dalam berkelahi.

Kyungsoo merangkul Eunji begitu ia berhasil melewati dinding besar itu, ia tak pernah melihat Eunji seperti ini, gadis itu benar-benar sangat ketakutan.

Kyungsoo membawa Eunji pergi darisana, sedangkan Eunji menatap Kyungsoo lekat, kenapa Kyungsoo yang menyelamatkannya? Padahal ia menelpon Sehun, apa Sehun tak peduli dengannya? Eunji merutuk dirinya dalam hati, harusnya ia tahu pria secuek Sehun tak akan peduli dengan keselamatannya, Eunji tersenyum tipis, Kyungsoo datang saat ia membutuhkannya, dia benar-benar malaikat pelindung.

-tbc-

Maaf bgt ya updatenya lama, maaf:’) abis kena writter blocks dan emang lagi sibuk juga sekarang, tugas mulu uy diriku lelah, semoga masih ada yang inget yaaa, kalau yang respon masih lumayan aku lanjut tapi kalau sedikit yg inget mungkin ff ini ga aku lanjut

btw ada cast baru disini, siapa? iyak Mark Got7!😄 ada yang suka mark ga nih? kayaknya dia kurang cocok ya aku bikin begini wataknya di ff tapi gapapalah yaaa kkkk ohiya aku munculin chanyeol sama yunhee juga nih, menurut kalian chanyeol dibikin juga ga nihh love storynya? Apa gausah?._. park yunhee aku ambil namanya dari salah satu nama korea readers, buat yang ngerasa namanya aku ambil ijin make namanya ya^^ nanti aku bakalan ngambil satu nama lagi buat cast baru di chapter berikutnya, so…how’s chapter 5 guys? suka gaa sama part ini? ada scene fav atau shipper baru fav kalian kah disini? jangan lupa komennya yaa! semoga masih pada inget biar ff ini bisa lanjut hehe dan buat silent readers semoga pada komen yaa aku gatau masih banyak yg minat ff ini apa engga kalo kebanyakan dari kalian itu silent readers kalo komen di part ini beda jauh sama part kemarin mungkin aku hiatus dulu fokus buat sekolah hehe thanks semua:D

Ngomong-ngomong just for fun nih, ada polling buat shipper fav kalian disinii, pengen tahu seberapa banyak yg dukung hunji/kyungji dan lainnya, vote2 xD

141 thoughts on “My My [Chapter 5]

  1. Haii author ,mianhe aku baru komen sekarang hihi,tolong lanjutin dong, ff ini terlalu seru kalau cuma sampe sini aja,lanjutin sampe semuanya akhirnya dapet couple🙂 , aku tunggu lanjutannya yaa,oh iya banyakin adegan sehun ma eunji dong hehehe

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s