Diposkan pada Author, Chapter, fantastic818, Sad Romance, Se Hun

You’re My Destiny part 9

youre-my-detiny

You’re My Destiny part 9

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Kim Myung Soo

Genre : School Life, Romance, Marriage Life

Reting : Semua Umur

Holaaaa,, ketemu lagi dengan saya. Mumpung belum hiatus nih,, Fantastic mau nge-post FF yg belum dilanjutin.. Oke deh,, cekidottt !!

 

Previous Chapter

 

Ucapan Sehun membuat hati Seul Rin bergetar.

“Han Seul Rin, jadilah ibu untuk anak – anakku kelak”

Seul Rin menatap sekelilingnya yang tersenyum manis padanya, menikmati pemandangan mereka berdua. Bahkan Guru Kim masih menunggu di pintu karena sedang asyik menonton pertunjukkan mengharukan ini.

“I do”

 

****

Sudah 2 bulan Seul Rin dan Sehun menikah dan Sehun benar –benar menikahi Seul Rin seminggu setelah kejadian itu. Hanya pernikahan biasa, di gereja dekat rumah mereka dengan baju pernikahan sederhana. Tamu yang diundang hanya orang terdekat saja, hanya keluarga dan teman.

“Kau baru pulang ?” tanya Sehun pada Seul Rin yang baru saja masuk di apartemen mereka. Yup ! Sejak Sehun melamar Seul Rin, mereka tinggal berdua dan menjalani semuanya bersama. Orang tua Sehun belum mengijinkan Sehun untuk bekerja jadi mereka masih mengandalkan orang tua mereka, jadi pekerjaan rumah mereka kerjakan bersama.

“Ne, Eomma mengajakku belanja hari ini. Jadi aku sekalian membeli bahan – bahan untuk minggu ini.” Jawab Seul Rin sambil meletakkan belajaannya ke meja dapur yang dekat dengan ruang tamu mereka.

Sehun dengan segap mengambil alih tugas Seul Rin, “Kau mandi saja, biar aku saja. Kau mau makan apa ?” tanyanya.

Seul Rin tersenyum, “Akhir – akhir ini aku merasa mual kadang juga pusing, aku tak nafsu makan. Jadi aku membeli beberapa buah, kita makan buah saja ne ?” Ia mendorong kursi rodanya untuk mengambil pisau.

Sehun terdiam, “Eum.. Seul Rin~ah, kau mandi saja dulu. Biar aku yang mengupasnya.”

“Memangnya kau bisa ?” tanya Seul Rin dengan nada meremehkan

“Tentu ! Kau tahu ? Bahkan aku sampai les privat ke Kyung Soo Sunbae untuk ini”

“Haha,, arraseo. Kalau begitu aku mandi dulu” Seul Rin meninggalkan Sehun di ruang makan.

Sepeninggal Seul Rin, Sehun mencari buku bersampul Hello Kitty yang pernah membuatnya dan Seul Rin marahan. Yup ! Buku panduan tentang Kanker milik Seul Rin. Disana ia membaca bahwa salah satu genjalanya adalah pusing dan mual. Dari awal ia tak pernah berpikir bahwa Seul Rin hamil, karena ia sendiri belum pernah berhubungan badan dengan gadis itu.

Kaki Seul Rin sudah tak bisa digunakan lagi, akhir – akhir ini Seul Rin meminjam catatannya karena sulit melihat tulisan di papan tulis. Bukannya ingin, tapi ia takut kalau Seul Rin akan meninggalkannya lebih cepat.

Sehunpun dengan cepat mengembalikan buku itu ke tempat awalnya, kemudian mengupas buah – buahan.

Setelah itu, Sehun memasukkan buah – buahan itu kedalam kulkas karena ia dan Seul Rin sama – sama menyukai buah segar yang dingin.

Tak lama kemudian Seul Rin keluar dari kamar mandi dengan rambut legam yang masih basah, ia mendekati Sehun yang sedang duduk di ruang tengah “Kau sudah selesai ?” tanyanya takjub, Sehun mengangguk. “Kau mau kuberi hadiah apa ? Karena kau berhasil membuatku takjub kukira kau minta imbalan” tanyanya dengan nada bercanda.

Tanpa aba – aba Sehun memeluk Seul Rin, ia menangis namun tak mengeluarkan suara. “Kau kenapa ?” tanya Seul Rin heran dengan kelakuan aneh suaminya ini, bagaimanapun Sehun sekarang resmi menjadi suaminya di hadapan Tuhan.

Sehun menggeleng, ia makin mengeratkan pelukannya, “Pelukanmu hangat, aku menyukainya”

Seul Rin mendengar suara Sehun yang agak berbeda, “Kau menangis ?”

Sehun menenggelamkan wajahnya di bahu Seul Rin, “Rasanya aku tak ingin melepaskan pelukan ini”

“Sehun, kau kenapa ?”

Sehun melepas pelukannya, ia berjalan ke arah dapur untuk mengambil buah – buahan yang ia kupas tadi.

“Kau mau kusuapi atau makan sendiri ?” tanya Sehun

Seul Rin mengambil alih garpu yang dipegang Sehun, “Kau tidak romantis” ia mengambil sepotong apel kemudian menarik wajah Sehun. Bibir mereka bersentuhan, Seul Rin mendorong apel belum sempat ia kunyah tadi. Membuat mereka berdua berbagi apel disertai ciuman.

Seul Rin mendorong wajah Sehun agar menjauh darinya, “Apple Kiss, manis kan ?”

Sehun masih bengong dengan kejadian tadi, pipinya memerah, “Ya ! Darimana kau belajar seperti itu hah !”

Seul Rin mengangkat kedua bahunya, “Banyak, bahkan teman – temanku yang masih berpacaran banyak yang melakukan itu.”

Sehun menjitak kepala Seul Rin, hanya sebagai lelucon “Kau ini ! Terlalu agresif, yeoja tidak bagus kalau agresif”

Seul Rin mengelus rambutnya sambil mengerucutkan bibirnya, “Setidaknya kita memakai Apel, teman – temanku memakai Cokelat dan ice cream jadi yah.. Aku jijik mengingatnya”

Sehun membayangkan apa yang Seul Rin pikirkan, ya Chocolate Kiss atau Ice Cream sepertinya terdengar terlalu vulgar.

****

Siang ini Sehun ada janji dengan Luhan, sudah lama mereka tidak jalan bersama. Mengingat Sehun dan Seul Rin sudah naik jenjang dan tentu saja Luhan sudah lulus. Ia ke sekolah hanya untuk menjemput Hyemun tapi karena gadis itu ada tugas kelompok makan Luhan meminta Sehun untuk jalan bersama, sebagai tanda persahabatan.

Kejadian dijadikan kesempatan oleh Seul Rin untuk pergi ke tempat Myung Soo, sudah lama ia tidak memeriksakan diri disana. Kira – kira setelah 2 bulan ia bangun dari komanya, banyak sekali keluhan yang ia rasa.

“Silahkan ma- Seul Rin~ah, sejak kapan kau disini ?” tanya Myung Soo yang menyadari bahwa pasiennya adalah Seul Rin.

Seul Rin tersenyum, ia mendorong kursi rodanya menuju meja Myung Soo.

“Aku hanya ingin memeriksakan Kankerku Oppa, akhir – akhir ini aku merasa tak enak bahkan pandanganku mulai mengabur”

Mata Myung Soo terbelalak, “Sejak kapan kau merasakannya ?”

Seul Rin menghitung dengan jarinya, kemudian tangannya terhenti d jari manis tangan kirinya, “Kira – kira 14 hari yang lalu”

Myung Soo berjalan menuju rak bukunya kemudian mengambil sesuatu lalu duduk lagi ditempatnya, ia menunjukkan gambar otak.

“Kau lihat disini, ini adalah hasil ronsenmu 2 bulan yang lalu. Kankernya masih kecil, namun ketika mendengar keluhanmu kurasa itu terlalu cepat tumbuh”

“A-apa ? Jadi kankernya semakin membesar ?”

“Bisa dibilang begitu, bagaimana kalau kita ronsen lagi.”

****

Seul Rin tak bisa tidur, ia menoleh ke samping, melihat wajah tampan Sehun yang tak akan tertandingi oleh siapapun kecuali ayahnya. Ia jadi teringat penjelasan Myung Soo padanya,

Myung Soo menunjukkan hasil ronsen, sebuah gambar 3Dimensi yang menunjukkan sebuah bola yang sebesar kurang lebih 4 cm.

“Ini kankermu” ujar Myung Soo,

Seul Rin menatap Myung Soo tajam, “Bagaimana mungkin bola sebesar itu masuk ke otakku ?”

“Ini kanker Han Seul- Ah, maksudku Oh Seul Rin. Dan ini sudah berada di saraf pada sistem penglihatan, itulah sebab mengapa penglihatanmu semakin berkurang akhir – akhir ini” jelas Myung Soo, “mungkin sebentar lagi Indra Perabamu yang akan terganggu”

Seul Rin terdiam kemudian menunduk, “Adakah cara untuk menghilangkannya ?”

Myung Soo terdiam, ia menjawab dengan lemah, “Kurasa belum”

“Tapi ini menyakitkan Oppa ! Rasanya bagai ada 3 kg batu di kepalamu ! Rasanya menyakitkan” ujar Seul Rin sambil terisak, ia memengang kepalanya.

“Aku tak begitu mengerti dengan penyakit ini, mungkin kau bisa bertanya pada Appa.”

Suasana menjadi hening, Seul Rin menatap Myung Soo intens, “Oppa”

“Hmm ?”

“Apa penderita Kanker akan cepat mati ?”

Myung Soo tampak berpikir, “Dari artikel yang sering kubaca jawabannya pasti Ya.

Karena semua orang memang ditakdirkan unuk mati.”

“Bukan itu maksudku”

Myung Soo yang kali ini menatapnya, “Lalu ?”

“Apakah aku akan segera mati ? Setelah hidup bersama Sehun, mungkin ini sudah cukup”

Dan perkataan Seul Rin membuat Myung Soo terdiam.

Jujur, bukan maksudnya untuk bertanya seperti itu pada Myung Soo. Namja itu juga pasti takkan mengatakan yang sebenanya pada Seul Rin. Seul Rin sudah tau jawabannya, tak lama lagi ia pasti berpisah dengan Sehun, pasti.

“Kau belum tidur ?” tanya Sehun yang menyadari bahwa istrinya itu belum tidur

Seul Rin menggeleng, “Aku belum mengantuk, kau kenapa bangun ?” tanyanya.

Sehun menarik Seul Rin ke pelukannya, “Tadi ada malaikat yang membangunkanku karena ada seorang putri yang sedang insomnia. Mungkin malaikat itu ingin aku hidup bahagia bersama Sang Putri”

Seul Rin mendorong Sehun, “Ya sudah ! Pergi saja cari Putrimu itu !”

Sehun terkekeh melihat istrinya yang lucu itu, iapun menangkup wajah Seul Rin yang sedang mengerucut dan jangan lupa bahwa ia juga menggerutu.

“Bagaimana mungkin aku pergi mencari Sang Putri kalau Putri itu sudah berada di hadapanku ?”

‘Chupp’

Sehun mengecup bibir Seul Rin, wajah gadis itu merona. Hatinya bergemuruh tak karuan, tubuhnya memanas, dan satu hal yang harus ia ketahui ‘Kebahagiannya bersama Sehun hanya sesaat dan kesempatan ini harus dipakai sebaik mugkin.’

TBC

Jelekk ? Mohon kritiknya, maaf kalo kependekkan 🙂 !

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

43 tanggapan untuk “You’re My Destiny part 9

  1. Author bilang ending ny bkl happy ending..terus klau seulrin ny meninggal sama aja dong itu sad ending..??? 😦
    aku udah suka ny sama seulrin..jadi aku ngak mau kalau seulrin ny meninggal…hiks hiks

    1. meskipun seulrin hidup tapi dia selalu kesakitan itu bakal buat Sehun sedih.. justru itu yg membuat seul rin makin sedih, makanya dia minta sehun ngerelain daripada nanti malah sedih semua 🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s