Daddy & Baby[Chapter 2]

request-pc56

Nealra Present Daddy & Baby with

Kim Suho||Park Chanyeol||Do Kyungsoo||Kim Jongin||Oh Sehun

and Jung Soojung||Joe Lee||Jessica Jung

special Kim Junho

in Romance||School-life||Family||PG-13||Chaptered

Casts belong to their self and GOD. Story is author mine

Poster by arin yessy @ Poster Channel

FF ini adalah versi cowok dari My Future & Generation

Previous Chapter 1

HAPPY READING!

March 2015

Musim semi menjadi awal bagi semua hal. Kelas baru dan bahkan sekolah baru dapat dirasakan di musim semi. Senyum setiap insan masih bermekaran layaknya bunga-bunga yang bermekaran di musim semi ini.

Tak terkecuali Suho, Chanyeol, Jongin, Kyungsoo, dan Sehun yang siap menjalankan hari baru mereka. Tak seperti pagi biasanya, kali ini mereka memutuskan untuk berangkat bersama ke sekolah, tapi baru saja membuka pintu, kehidupan baru yang benar-benar baru telah menunggu mereka.

Chanyeol mengecek kardus yang telah menghalangi jalan mereka itu “Bayi!” pekiknya. Yang lain ikut terkejut. Sebuah kardus yang berisikan bayi yang di sampingnya ada beberapa set baju bayi, susu dan botol susu bayi, serta sepucuk surat.

Suho mengambil surat itu dengan hati-hati, takut membangunkan si bayi yang masih terlelap. Suho tertegun membaca isi surat itu. Ia bahkan hampir terjatuh kalau bukan Kyungsoo yang segera sigap menahannya.

Suho memberikan surat itu pada Kyungsoo lalu perlahan mengangkat si bayi dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sebelum itu, ia juga sempat berseru “Tolong bawa kardus itu masuk”

Mereka menutup pintu dan untuk sementara membatalkan ke sekolah. Kyungsoo yang telah selesai membaca surat itu memberikannya pada Chanyeol dan Jongin yang sejak tadi kepo ingin tahu isi surat tersebut.

From : Jessica Jung

            Aku harap kau masih mengingatku, walau mungkin sudah ada yeoja lain di sampingmu. Tapi kau harus tahu alasan sebenarnya aku pergi ke Kanada. Alasanku sama sekali bukan karena kuliah, tapi karena aku hamil. Aku hamil anakmu, Kim Suho. Tentu kau ingat apa yang kita lakukan hari itu. Tapi, jika memang kau sudah melupakannya, aku tidak peduli lagi. Hanya satu yang kupedulikan, kumohon kau ingin menjaga Junho, Kim Junho, bayi kita. Aku sudah cukup tersiksa selama setahun lebih, jadi berikan waktumu untuk sementara ini. Aku pasti akan kembali mengambil Junho jika waktunya tepat.

Jongin dan Chanyeol menganga tak percaya membaca isi surat ini “Jadi, bayi ini adalah anak hyung bersama Jessica sunbae?” Chanyeol buka suara.

“Berarti hyung, kau sudah pernah melakukan hal itu jauh sebelum ini” Pertanyaan Jongin justru melenceng.

Sehun mengeluarkan selimut yang tadi menjadi pengalas Junho di dalam kardus, lalu meletakkannya di sofa “Hyung, baringkan bayinya disini”. Perlahan Suho merebahkan badan kecil Junho di atas sofa yang telah beralaskan selimut itu.

“Tapi hyung, kita harus memastikan apa Junho ini benar-benar anak hyung atau tidak” Jongin jadi bersemangat.

“Kali ini Jongin benar. Bagaimana jika Jessica sunbae menipumu? Atau mungkin orang lain yang melakukan ini dan sengaja membawa-bawa hubunganmu dan Jessica sunbae” Chanyeol menyetujui.

“Tapi kupikir, Junho itu benar-benar anaknya hyung. Hidung, bibir, dan bentuk wajah mereka mirip” Pemikiran Sehun bertentangan dengan hyung-hyungnya.

“Tidak boleh! Kebebasan Suho hyung tidak boleh direnggut hanya karena kehadirannya Junho. Suho hyung bahkan belum berpacaran lagi setelah putus dengan Jessica sunbae. Suho hyung masih punya banyak hal yang harus dia lakukan” Jongin meninggikan suaranya.

“Junho itu…” ucapan Sehun tak bisa dilanjutkan karena Suho segera memotongnya “Kenapa kalian yang bertengkar? Saat ini, kita harus mencari kebenaran mengenai isi surat ini”

“Kupikir kita harus ke rumah Jessica sunbae. Temanku yang bilang kalau Jessica sunbae kembali adalah tetangganya Jessica sunbae, jadi kita bisa mencarinya di rumah Jessica sunbae” Kyungsoo buka suara.

“Tapi saat ini, kita harus ke sekolah. Tidak mungkin kan kita membiarkan Junho tinggal sendiri di rumah” Celetuk Chanyeol, membuat semua sadar kalau mereka harus segera ke sekolah.

“Kita bawa ke sekolah saja” Girang Sehun. Semua menatap Sehun seakan ingin menolak ide Sehun itu. Sehun segera mengeluarkan pendapatnya “Junho bisa dititipkan di bujang sekolah. Mereka kan baik, jadi kemungkinan besar mereka bersedia menjaga Junho”

Semua tampak berpikir. Saat ini, ide Sehunlah yang paling realistis. Kyungsoo mengangguk “Aku setuju dengan Sehun. Saat ini kita tidak punya pilihan lain. Sepulang sekolah, kita bisa mendiskusikannya lagi. Masalahnya saat ini, kita kekurangan waktu”

“Baiklah. Kalian bisa membawanya ke sekolah” Suho juga ikut setuju.

Mereka pun keluar dari apartement sambil membawa bayi. Suho berangkat lebih dulu menggunakan mobilnya. Sementara Chanyeol, Kyungsoo, Jongin, dan Sehun berjalan kaki ke sekolah. Semua mata menatap ke arah mereka. Terlihat dari jauh, guru BK menunggu di depan gerbang.

“Gawat! Tidak mungkin kita diizinkan masuk sambil membawa bayi” Jongin mangacak rambutnya frustasi.

“Gampang” Sehun tersenyum ceria. Ia yang sebelumnya menggendong Junho kini memberikannya pada Chanyeol.

“Tunggu disini!” Sehun berlari memasuki sekolah. Sementara Jongin memiringkan kepalanya, tidak mengerti apa yang sedang direncanakan Sehun.

“Dia berniat memanggil istri bujang lalu istri bujanglah yang akan membawa Junho masuk ke sekolah” Kyungsoo menjabarkan rencana Sehun. Barulah Jongin mengerti.

Beberapa saat kemudian, Sehun benar-benar datang bersama istri bujang “Ini adikku. Maaf merepotkan yah, ahjumma”

Istri bujang itu mengangguk “Tidak masalah, lagipula saya tidak ada kerjaan”

Kyungsoo, Sehun, Jongin, dan Chanyeol pun dapat masuk ke sekolah dengan tenang.

~*~

            Suho sama sekali tidak fokus selama dosen menjelaskan. Ia juga beberapa kali didapati melamun oleh teman-temannya. Ya. Saat ini, Suho terlalu memikirkan Junho dan Jessica. Dia ingat betul hari saat mereka melakukannya, tapi dibanding itu masa banyak pertanyaan lain yang ingin Suho ajukan pada Jessica. Bukan untuk membenarkan apa Junho adalah anaknya atau tidak, tapi untuk mengetahui bagaimana perasaan Jessica saat ini padanya.

Apa dia mengandung Junho sampai membesarkannya dengan perasaan tersiksa dan benci pada Suho, atau masih ada saat dia merasa Junho adalah anugrah yang hadir karena Suho. Suho seakan ingin tahu apa yang sedang Jessica pikirkan.

“Woi! Materi sudah berakhir!” Teriakan salah satu temannya menyadarkan Suho. Ia tersenyum kikuk pada temannya lalu berlari meninggalkan kelas.

Semua kelas Suho telah selesai hari ini, ia memutuskan untuk segera pulang. Karena sepertinya, yang lain juga sudah ada di rumah.

Dan benar saja, ketika dia sampai, semua sudah ada di rumah. Chanyeol tampak menggendong Junho sambil menciumnya beberapa kali. Sehun sendiri terlihat membuatkan susu untuk Junho. Bagaimana dengan Jongin dan Kyungsoo? Kyungsoo fokus pada Hpnya, sementara Jongin menatap kesal kearah Junho.

“Hyung, kau sudah tiba!” Girang Chanyeol “Junho sudah bangun, hyung. Dia tidak rewel sama sekali. Dia bahkan beberapa kali tersenyum padaku”

Suho tersenyum lalu duduk di samping Chanyeol. Ia menggendong Junho sambil menatap wajah anaknya itu dalam “Apa yang sebenarnya ibumu pikirkan saat ini, Kim Junho?” Sekali lagi Suho tidak dapat melepaskan pikirannya tentang Jessica.

“Susu sudah siap” Teriak Sehun, layaknya pelayan. Suho mengambil botol susu itu “Masih panas yah” ucapnya setelah menggenggam botol itu. Sehun menggeleng “Cuma luarnya yang panas tapi dalamnya sudah hangat kok. Tadi lebih dulu kutuangkan air panas lalu air dingin” Jelas Sehun.

Junho meminum susu itu dengan bantuan Suho yang masih memegangkannya, karena Junho belum bisa menyanggah botol susu yang berat itu. Tapi tampak dia berusaha memegang botol itu dengan tangan kecilnya.

Chanyeol amat gemas melihat tingkah Junho “Wah~ Uri Junho pintar yah”

Jongin hanya bisa berdecak risih melihat tingkah Chanyeol, Sehun, dan Junho. Pada awalnya, memang ia yang paling tidak setuju dengan kehadiran Junho dalam hidup mereka. “Anak bayi seperti itu kalau besarnya juga bakal badung kayak aku” gumam Jongin, membuat Kyungsoo yang berada di sampingnya terkikik kecil.

“Hyung, temanku bilang kalau Jessica sunbae sudah tidak ada lagi di rumahnya. Rupanya ia Cuma datang pagi tadi, lalu kemudian pergi dan masih belum kembali sampai sekarang” Sahut Kyungsoo setelah membaca line dari temannya.

“Bagaimana kalau kita memastikannya sekali lagi?” Suho masih berharap dapat bertemu dengan Jessica.

“Tapi, jangan hari ini hyung. Aku yakin Jessica sunbae sudah menduga kalau kau akan mencarinya di rumahnya, makanya dia pasti tidak akan pulang hari ini. Kita kesana saja besok” Saran Kyungsoo. Suho mengangguk, mengiyakan.

~*~

            Derap langkah cepat bagai bersahutan di koridor lantai 2 EXO High School menarik perhatian siswa-siswa setiap kelas yang dilalui. Pelakunya tidak lain adalah Sehun dan Jongin yang baru segera ke kelas setelah mendengar bel. Mereka lebih lama menghabiskan waktu di rumah bujang yang ada di belakang sekolah.

Mereka tiba di depan kelas 2-1. Rupanya belum ada guru. Kedua namja itu dapat bernafas lega memasuki kelas mereka. Sehun yang duduk di bangku paling depan segera duduk lalu meregangkan badannya. Sementara Jongin masih harus berjalan menggapai bangku terakhir miliknya.

Ia merebahkan kepalanya di atas meja. Seketika Jongin tersadar “Bukankah aku duduk sendiri, lalu kenapa ada seorang yeoja di sampingku?” Jongin mengangkat kepalanya. Dan ternyata memang benar. Seorang yeoja berambut panjang tengah menatapnya sambil tersenyum ramah.

“Perkenalkan namaku Jung Soojung. Kita akan menjadi teman sebangku setelah ini. Salam kenal” Yeoja itu, Soojung, memperkenalkan dirinya dengan ramah. Jongin terdiam sebentar “Cantiknya”

“Oh, hi! Namaku Kim Jongin. Salam kenal juga” Balas Jongin kikuk. Sekali lagi yeoja itu tersenyum, membuat jantung Jongin berdegup tidak karuan.

~*~

            Bel istirahat telah berbunyi sekitar lima menit lalu tapi Jongin masih ada di dalam kelas bersama Soojung. Rupanya Soojung ingin menyalin catatan Jongin kemarin. Dan karena ini juga Jongin jadi tidak ikut bersama Sehun untuk menemui Junho di rumah bujang.

“Apa tidak masalah jika kau tidak pergi bersama temanmu itu?” tanya Soojung, cemas, masih sambil menyalin catatan Jongin.

“Tidak apa-apa kok. Sehun bisa ke kantin bersama orang lain” Jawab Jongin. Ia merasa tidak bisa meninggalkan Soojung.

Soojung mengangangguk-ngangguk. “Sehun itu pintar yah. Waktu pelajaran tadi, dia yang jawab semua pertanyaan dari guru”

“Iya, Sehun memang sudah pintar dari kelas satu. Dia masuk kelas 1-1 dulu” Angguk Jongin, yang dibalas Soojung dengan cepat “Tapi, kamu juga pintar kok, buktinya kamu bisa ada di kelas 2-1”

“Ah itu. Ya aku tidak pintar kok” Jongin merespon dengan kikuk karena pada kenyataannya “Aku bisa masuk kelas 2-1 bukan karena aku pintar tapi karena ibuku yang sengaja membuatku sekelas dengan Sehun gara-gara hasutannya Kyungsoo hyung. Sampai sekarang aku masih bingung, kenapa waktu itu, Kyungsoo hyung berhasrat sekali ingin memasukkanku ke kelas yang bagai neraka ini”

~*~

            Suho, Chanyeol, Kyungsoo, Jongin, dan Sehun telah berada di depan sebuah rumah di kawasan perumahan elit. Rumah itu tampak sepi.

“Apa Jessica sunbae ada? Aku ragu dia pernah datang kesini selain kemarin pagi itu” gumam Jongin, pesimis. Mereka lalu menekan bel gerbang rumah yang amat besar itu. Tak ada yang keluar.

“Hyung, sepertinya Jessica sunbae benar-benar tidak pernah kesini” Chanyeol bersuara, tapi Suho masih memiliki harapan. Dia masih sangat berharap dapat bertemu lagi dengan Jessica.

Sehun menatap Suho dengan iba, lalu menatap Junho yang ada digendongannya “Junhoya, aku sangat senang kau tetap bersama kami, dan aku yakin ayahmu juga berpikiran seperti itu. Tapi, lebih dari itu, dia sangat ingin bertemu dengan ibumu. Seharusnya Jessica sunbae menemui Suho hyung secara langsung lalu menjelaskannya secara langsung, dengan begitu Suho hyung tak akan sekalut ini” bisik Sehun sehingga yang lain tak mendengarnya. Tiba-tiba Junho tersenyum, Sehun balas tersenyum. Ia tahu kalau Junho belum mengerti ucapannya, tapi yang selalu senang di samping Junho.

“Kyungsoo!” Kelima namja yang masih belum bergerak dari depan gerbang rumah mewah itu teralihkan ketika sebuah suara memanggil nama Kyungsoo. Mereka menatap namja yang memanggil Kyungsoo itu “Setelah kuperhatikan, Jessica sunbae tidak pernah kembali sejak kemarin pagi”

“Joe, ternyata kau yang memberi informasi pada Kyungsoo, yah” Celetuk Chanyeol. Namja bernama Joe itu mengangguk “Iya. Oh hai, Chanyeol! Suho hyung!”

“Lama tidak bertemu, Joe” Balas Suho “Apa kau melihat Jessica membawa koper?”

“Tidak. Saat dia masuk atau pun dia keluar. Tampaknya dia hanya ingin mengambil sesuatu lalu kemudian pergi” Jawab Joe.

“Hyung, aku pikir tidak gunanya lagi kita disini. Sekalipun Jessica sunbae datang ke rumah ini, dia pasti akan coba untuk menghindari kita” Ujar Kyungsoo sambil menepuk pundak Suho.

“Jadi, apa kita harus pulang?” tanya Suho, tidak rela.

“Kalian pulang saja. Nanti aku akan mengabari Kyungsoo kalau aku melihat Jessica sunbae” Sahut Joe.

Mereka pun pulang dengan tangan kosong, walau setidaknya mereka telah bertemu dengan Joe yang akan memberi mereka kabar selanjutnya. Mereka pulang menggunakan mobil Suho.

“Joe tadi itu siapa?” tanya Jongin, ingin tahu.

“Dia sahabatnya Kyungsoo” Jawab Chanyeol.

“Teman SMPnya Kyungsoo hyung yah?” Celetuk Sehun yang sedang membantu memegangkan botol susu Junho. Chanyeol mengangguk “Joe itu anaknya paman Lee Byungsoo. Jadi mereka sudah sering bersama sejak masih kecil. Joe sendiri pernah bersekolah di EXO High School waktu kelas satu dan tinggal bersama kami”

“Benarkah? Berarti kalian dekat dong” Jongin tertarik ingin mengorek lebih jauh.Chanyeol kembali mengangguk “Ya, kami dekat. Sayang dia harus pindah ke Jeju saat semester dua. Tapi baru-baru ini dia kembali, walaupun dia tidak masuk EXO High School lagi”

“Aku pernah dengar dari temanku yang juga alumni EXO Junior High School seperti Kyungsoo hyung. Dia bilang kalau ada lima sunbae yang paling berpengaruh di sekolah mereka. Kelima orang itu bersahabat dan punya kemampuan musical teater yang sangat mengagumkan. Salah satu dari mereka adalah penerus perusahaan yang telah membangun EXO School, sementara keempatnya adalah anak dari dewan tertinggi EXO School. Yang kuingat dari kelima orang yang temanku sebutkan itu hanya Kyungsoo hyung, karena aku Cuma mengenal Kyungsoo hyung. Tapi sekarang aku baru ingat kalau temanku juga menyebutkan nama Joe Lee” Jelas Sehun.

Chanyeol menyahut “Walaupun aku bukan alumninya EXO Junior High School, tapi aku mengenal mereka. Biasalah, kalau ada pesta, kita yang masih anak-anak pasti bakal diikutkan juga, alhasil kita pada kenalan di pesta itu. Selain Joe dan Kyungsoo, ada Lee Jeongmin, perusahaan keluarganya lah yang telah membangun EXO School, tapi saat ini dia bersekolah di Roma dan fokus pada pengolahan seni. Lalu ada Peniel Shin, kalau tidak salah dia bersekolah di Amerika sekarang. Sementara yang terakhir ini adalah satu-satunya cewek, namanya Juniel Choi. Sekarang dia bersekolah di Jepang dan sekalian bekerja di perusahaan keluarganya”

“Aku bahkan tidak se-update itu tentang teman-temanku, tapi kau sendiri bisa mengetahui semuanya” Timpal Kyungsoo, dingin seperti biasanya. Jongin dan Sehun terkikik mendengar penuturan Kyungsoo.

“Itulah Chanyeol hyung. Tahu semua yang bukan urusannya” Celetuk Jongin. Sehun hanya bisa tertawa geli.

Sementara satu-satunya orang yang tidak terlibat pembicaraan, Kim Suho, tampak kalut dan penuh pikiran.

~*~

            Chanyeol mengerjakan tugasnya di ruang nonton karena tidak ingin lepas dari Junho. Sementara Sehun tengah membuatkan Junho susu. Kyungsoo sendiri tengah membaca buku. Jongin memilih bermain game di pad-nya. Sedang si ayah, Suho, menelungkupkan Junho di sofa sampingnya yang telah dialasi selimut, lalu menggonta-ganti channel.

Junho tidak tertidur. Ia bermain-main dengan selimut itu. Chanyeol sampai tidak mengerjakan tugasnya dan hanya fokus melihat tingkah menggemaskan Junho.

Junho mengulurkan tangannya untuk menggapai apapun yang dilihatnya. Tangan kecilnya berusaha meraih apa saja.

“Woah!” Chanyeol memekik kegirangan. Sementara Suho memandang bayinya yang tengah memegang jari kelingkingnya yang memang ia letakkan di sofa.

“Lihat! Junho pintar sekali. Dia sudah bisa memegang sesuatu. Dan bahkan dia memegang tangan ayahnya sendiri” Chanyeol benar-benar bersemangat. Sehun juga tak mau ketinggalan.

Suho tak dapat menahan senyumnya. Ia mengangkat Junho menghadap ke arahnya. Junho berusaha mendongakkan kepalanya untuk dapat menatap wajah ayahnya itu. Suho mencium bayi kecilnya dengan lembut. Dan ini adalah yang pertama kalinya. Sehun dan Chanyeol lah yang lebih sering mencium Junho.

Suho kembali tersenyum. Junho tertawa sambil menggerakkan badannya. Ia membuat suara tawa yang lucu.

Sehun, Chanyeol, bahkan Kyungsoo tersenyum bahagia melihat kehangatan ini. Sementara Jongin terlihat malas melihat hal yang menurutnya mellowdrama.

“Hyung, kita tidak mungkin terus merepotkan ahjumma. Kita harus mencari tempat lain untuk menitipkan Junho, atau sekalian saja dia dikembalikan di depan rumah Jessica sunbae, sama seperti yang Jessica sunbae lakukan” Ucapan Jongin membuat kebahagian tadi pecah seketika.

“Kenapa kau merusak suasana?” Keluh Sehun, kesal.

“Sudah, Sehun. Jongin benar. Kita tidak mungkin terus-terusan merepotkan ahjumma” Suho menengahi.

“Tapi kita harus menitipkannya dimana?” Chanyeol kebingungan.

“Soojung bilang padaku kalau ada tempat penitipan anak yang baru buka di D.O Mall” Jongin bersuara.

“Tampaknya kau sangat dekat dengan anak baru itu” Sahut Sehun. Jongin mengangguk, malu.

“Kalau dekat sama Jongin, itu artinya dia yeoja tidak baik” gumam Kyungsoo, yang langsung direspon oleh Jongin “Soojung itu yeoja baik-baik kok” Nyolotnya. Sehun dan Chanyeol terkikik melihat tingkah Jongin.

“Iya. Jung Soojung itu yeoja baik-baik kok. Dia duduk di samping Jongin, makanya mereka bisa dekat” Bela Sehun. Suho menepuk pundak Jongin “Baguslah kau bergaul dengan yeoja yang baik”

“Kalau begitu, kita akan menitipkan Junho di tempat penitipan anak itu besok” Sahut Chanyeol. Semua mengangguk.

~*~

Hari ini, Sehun tidak bisa menjemput Junho di penitipan karena guru memanggilnya untuk membicarakan masalah lomba minggu depan. Sehun menyuruh Jongin untuk menyampaikannya pada Chanyeol dan Kyungsoo.

Alhasil, saat ini Jongin tengah berjalan menuju ke kelas tiga. Tampak dari arah yang berlawanan, Chanyeol berjalan cepat. Ia menghampiri Jongin dan tampak sangat terburu-buru “Jongina, aku tidak bisa ikut menjemput Junho karena akan diadakan rapat organisasi teater. Kyungsoo juga begitu. Ia ada rapat bersama club musicalnya. Sepertinya hari ini, organisasi kembali aktif. Aku juga sudah menelpon Suho hyung mengenai ini, dia bilang masih ada tugas kuliah. Kami mengandalkanmu dan Sehun”

“Tapi Sehun juga tidak bisa” Jongin tampak frustasi.

“Kalau begitu, kau pergi saja sendiri. Aku yakin kau bisa. Kami mengandalkanmu, Kim Jongin” Chanyeol mengangkat tangannya sambil mengepalkannya, memberi semangat. Setelahnya ia berlalu meninggalkan Jongin.

“Aku? Aku sendiri menjemput Junho? Itu gila” Jongin hanya bisa berdecak frustasi.

Tapi mau tidak mau, ia harus melakukannya. Jongin keluar dari sekolahnya. Ia berjalan kaki menuju ke D.O mall yang berjarak sekitar 5 meter.

EXO High School adalah salah satu sekolah elit yang mencetak siswa-siswa berprestasi dengan etika yang baik. Hanya beberapa saja siswa yang menggunakan kendaraan pribadi saat pergi atau pun pulang dari sekolah. Tempat parkir siswa EXO High School yang amat besar juga lenggang karena jarangnya siswa yang membawa kendaraan pribadi.

Sebagian dari mereka adalah anak-anak pengusaha kaya yang tinggal di Angelic Tower Apartement seperti Chanyeol dkk. Sebagian lagi dibiasakan untuk menggunakan kendaraan umum, agar mereka mengerti kebutuhan masyarakat umum dan lebih mudah mengelola perusahaan secara langsung nantinya. Sisanya dijemput, menggunakan kendaraan pribadi, dan siswa subtitusi yang berprestasi.

Jongin telah sampai di dalam penitipan anak. Ia mengurus beberapa berkas lalu mengikuti si pegawai penitipan. Tampak Junho sedang tertidur pulas di box bayi. Si pegawai itu membereskan barang-barang Junho, lalu mempersilahkan Jongin menggendong Junho.

Jongin terdiam, ia memang sudah beberapa kali coba belajar menggendong Junho dari Sehun dan Chanyeol tapi dia belum pernah menggendongnya sama sekali.

“Kim Jongin!” Pekikan seorang yeoja menyadarkan Jongin. Ia menatap yeoja yang ternyata Soojung itu “Jongin, dia adikmu?”

Jongin mengangguk “Iya. Dia adikmu?” Jongin menunjuk bayi yang kira-kira berumur 1 tahun di samping Soojung.

“Iya. Ini adikku, Jung Taelee. Aku tidak menyangka loh kamu bisa peduli sama adikmu seperti itu. Biasanya namja itu tidak peduli sama hal seperti ini, tapi kamu berbeda. Kamu sangat hebat, Kim Jongin. Aku sangat suka namja yang suka pada bayi, karena aku juga sangat menyukai bayi” Riang Soojung. Jongin tersipu malu mendengar penuturan Soojung.

Jongin pun memberanikan diri untuk mengangkat Junho. Junho terbangun. Mata sayunya tampak berkaca-kaca.

“Wah, dia sangat manis semanis dirimu, Jongin” gumam Soojung, membuat Jongin makin bersemangat “Aku sudah biasa melakukan hal seperti ini. Bagaimana pun aku kakaknya. Aku ingin dia mengenalku sebagai kakak yang sayang terhadap adiknya”

“Aku bangga padamu, Jongin. Oh iya, usianya berapa?” Soojung tersenyum

Jongin berpikir sebentar “Sekitar 5 bulan” Jawab Jongin seadanya.

Jongin dan Soojung membawa adik-adik mereka hingga keluar mall. Jongin amat berhati-hati menggendong Junho, walau ia berpura-pura santai di depan Soojung. Ia juga berdoa agar Junho tidak menangis selama Soojung masih ada.

“Aku duluan yah, Jongin. Kamu hati-hati” Soojung memasuki mobilnya bersama adiknya. Mobil itu pun melaju pergi.

Jongin tersenyum menatap kepergian Soojung. Ia beralih menatap Junho yang ia gendong menghadap ke arahnya “Ternyata kau ada gunanya juga, bro”

Junho tertawa sambil menggerakkan badannya. Jongin tersenyum lalu melangkah meninggalkan mall “Sepertinya aku bisa mengandalkanmu sekarang. Baiklah, Kim Junho, mungkin ini saatnya aku mengakuimu sebagai bagian dari keluarga kami”

~*~

Hari ini kelas Suho berakhir lebih cepat. Ia dapat menjemput Junho bersama keempat adik-adiknya. Kali ini, Chanyeol yang menggendong Junho, setelah berganti dengan Sehun saat mereka berada di depan gedung apartement. Mereka memasuki rumah mereka sambil tertawa.

Langkah mereka terhenti setelah melihat keadaan apartement bagian depan yang berantakan. Lemari sepatu terbuka, dan beberapa sepatu keluar dari tempatnya. Alas kaki juga tidak lagi pada tempatnya.

“Jangan-jangan ada pencuri” Ucap Jongin lalu segera berlari memasuki ruang tamu sekaligus ruang nonton. Ia mendapati seorang yeoja yang tengah berbaring di sofa.

Jongin membulatkan matanya “Jung nuna!”

Chanyeol yang mendengar sebuah nama tak asing segera masuk. Ia sama terkejutnya dengan Jongin “Sembunyikan Junho!”

TBC

Kok setelah dipikir-pikir, banyak penjelasan dan percakapan yang sebenarnya tidak penting di chap ini. Author lagi tidak fokus nih hhehe

Sedikit curcol, kalau di My Future & Generation author harus mencari data mengenai perkembangan janin, kalau di Daddy & Baby, author mencari data mengenai perkembangan bayi. Rasanya author ini kayak dokter anak aja hhehe

Chap 2 ini mulai memperlihatkan cerita yang sebenarnya. So, bagaimana menurut readers? Masih bisa bertahan setelah ini?

And the last, DON’T FORGET TO RCL!!!!

41 thoughts on “Daddy & Baby[Chapter 2]

  1. Annyeong aku reader baru disini
    namaku adiatmika.
    Babynya pasti lucunya kayak kyungsan,makanya chanyeol sama sehun jadi betah ngerawatnya.
    jessica eonni tega banget ninggalin junho depan pintu
    Aku tunggu kelanjutannya ya thor
    Updatenya jangan lama-lama,
    annyeong~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s