Miracle in Autumn

22_wonderful_autumn_

Author : Charismagirl

Cast :

  • Park Chanyeol | Ahn Sungyoung
  • Byun Baekhyun | Park Minri

Genre : Friendship, romance

Rating : PG-13

Length : drabble

Note : For Suchi and her birthday boy. Don’t be sad dear ;* just enjoy! I hope you like it!

***

Musim gugur selalu mengingatkan Baekhyun pada Chanyeol…

Seorang anak laki-laki berumur sekitar lima tahun, berperawakan mungil, berambut hitam kelam, tengah asik bermain mobil remote control di depan rumahnya. Ia mengendalikan mainannya dengan handal. Sesekali anak itu menabrakkan mainannya ke tumpukkan daun membuat daun berhamburan—suatu hal yang menyenangkan hingga membuatnya tertawa pelan. Sebenarnya bermain sendirian bukanlah hal yang menyenangkan. Namun, tidak ada anak-anak yang bermain di tengah musim gugur. Angin terasa dingin, apalagi sistem imun anak kecil tidak sekuat orang dewasa. Tapi anak itu, tetap melakukan hal yang diinginkannya.

“Byun Baekhyun, kau bisa sakit kalau bermain di luar.”

“Aku bosan di rumah, Eomma.”

“Eomma tidak ingin Baekhyun sakit. Di rumah saja ya.”

“Eomma, jebaaal…” dengan tatapan memohon anak kecil seperti itu, tidak ada yang bisa menolak.

Ibunya menghela nafas. Tangan hangatnya membelai puncak kepala Baekhyun, “Kalau begitu kau harus memakai jaket yang tebal dan syal berlapis. Setuju?”

Begitulah kira-kira kesepakatan antara Baekhyun dan ibunya agar dia diperbolehkan bermain di luar. Anak itu tidak mempedulikan hidungnya yang agak memerah karena pengaruh suhu. Entah sudah berapa lama ia berada disana, yang pasti anak itu sangat menikmati kegiatannya.

Sebuah lemparan kerikil tepat mengenai lengannya, membuatnya mengernyit kaget. Lemparan itu memang tidak sakit, tapi cukup membuatnya terkejut. Baekhyun memutar badannya untuk melihat siapa yang sudah melemparinya tersebut. Tapi sayangnya ia tidak menemukan siapapun disana. Saat Baekhyun berbalik lagi, dia merasakan lemparan yang kedua.

Matanya mengernyit saat melihat seorang anak lelaki berbadan gembul, bersembunyi dibalik semak. Baekhyun yakin sekali kalau anak itulah yang telah melemparinya dengan kerikil. Dengan langkah yang sedikit dihentakkan Baekhyun menghampiri anak itu.

“Keluar kau.”

Dengan pelan anak itu keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia tersenyum lebar sekali. Mengapa setelah tertangkap melempari kerikil, anak itu justru tampak senang sekali? Dasar aneh.

“Kenapa kau—“

“Hai, namaku Chanyeol. Aku baru saja pindah di sekitar sini. Kulihat kau satu-satunya anak kecil yang berani keluar di saat cuaca seperti ini. Lihat! Hidungmu sudah seperti cherry.”

Dia seperti tersengat listrik. Bicaranya cepat sekali. Tanpa sadar Baekhyun mengagumi hal ini. Baekhyun mengurungkan niatnya untuk mengomeli anak itu. Padahal tadinya dia ingin marah karena anak itu melemparinya dengan kerikil tanpa alasan.

“Namaku Baekhyun. Jangan samakan hidungku dengan cherry, aku bukan badut,” sungut Baekhyun. Sedikit dingin memang, namun Baekhyun tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Mereka baru bertemu, rasanya canggung. Baekhyun berbalik dan kembali ke depan rumahnya. Anak itu berpikir sebentar, sebelum berbalik dan memanggil anak gembul itu.

“Hai Chanyeol, mau bermain bersama tidak?”

Senyum Chanyeol kembali merekah. Chanyeol segera berlari kecil menghampiri Baekhyun. Lalu mereka bermain bersama. Baekhyun meminjamkan mainannya pada Chanyeol. Tidak jarang Baekhyun mengomel karena Chanyeol menabrakkan mobilnya ke batu besar. Tentu saja Chanyeol tidak sengaja.

Haciihh

Suara bersin itu bukan suara Baekhyun. Jadi Baekhyun menoleh pada Chanyeol. Dia baru sadar, meskipun Chanyeol mengenakan sweater, namun dia tidak punya syal di lehernya. Dia bisa sakit, pikir Baekhyun. Harusnya orang tua Chanyeol juga memakaikan anak itu syal tebal seperti Baekhyun. Sampai-sampai kepala Baekhyun hampir tenggelam.

Baekhyun menghampiri Chanyeol. Dia melepaskan satu syalnya lalu melingkarkan ke leher Chanyeol, membuat anak lelaki itu bingung.

“Sebagai tanda perkenalan kita, kupinjamkan kau syalku.”

“Waah.” Chanyeol menghirup wangi khas dari syal yang Baekhyun berikan padanya. “Syal ini terasa hangat. Seperti hadiah ulang tahun yang diberikan ibuku tadi pagi.”

“Kau sedang berulang tahun? Wah, selamat!” Baekhyun mengulurkan tangan mungilnya. Lalu Chanyeol menyambutnya. Kedua bocah itu saling melemparkan senyum, sebelum Baekhyun melepaskan tautan tangan mereka. “Ayo ke rumahku. Aku akan bilang pada ibu untuk membuatkanmu sup rumput laut.”

“Benarkah?”

“Ya, setiap hari ulang tahunku, ibu selalu membuatkan sup rumput laut.” Baekhyun menggendong mobil mainannya di tangan kanan beserta remot kontrolnya, tampak merepotkan memang. Namun Baekhyun sengaja mengosongkan tangan kirinya untuk menggandeng tangan Chanyeol—teman barunya yang gembul dan mempunyai senyum lebar. Juga teman yang menyenangkan.

“Ayo masuk. Aku akan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukmu, sebagai hadiah dariku.”

“Terimakasih.”

*****

Baekhyun sedang menyapu dedaunan yang berguguran di depan rumahnya. Musim gugur membuat halaman rumahnya di hujani daun kering. Dan ini menyebalkan. Ibunya berjanji akan membuatkan Baekhyun makanan kesukaannya asal Baekhyun menyapu halaman, khusus hari ini.

Sebuah kerikil batu mendarat di kakinya. Dia mendengus lalu berbalik. Seorang lelaki jangkung yang bersembunyi, namun jelas kelihatan karena tinggi badannya itu.

“Keluar kau, Park Chanyeol. Kau dan tubuh jangkungmu itu sudah tidak bisa bersembunyi disana.”

Chanyeol tertawa pelan, lalu menghampiri Baekhyun. Seiring berjalannya waktu, Baekhyun yang dulunya sedikit lebih tinggi dari Chanyeol kini harus mendongak jika bicara dengan Chanyeol. Chanyeol tumbuh seperti tiang, jerit Baekhyun sebal. Dan dia tidak suka menjadi tampak pendek jika berdiri di samping lelaki itu.

“Apa yang kaulakukan?” tanya Chanyeol.

“Kau bisa lihat sendiri kalau aku sedang menyapu. Jadi kalau kau tidak mau membantuku sebaiknya kau diam.”

“Tampaknya pekerjaanmu akan segera selesai.” Chanyeol duduk di bangku kecil sementara Baekhyun masih menyelesaikan pekerjaannya.

Baekhyun mengambil ponselnya dari saku celana, lalu membaca sebuah pesan singkat. Kemudian memasukkan kembali ponsel itu ke tempat semula.

“Oh iya, selamat ulang tahun.” Baekhyun berhenti menyapu. Dia menepuk bahu Chanyeol cukup keras. “Jangan bertambah tinggi lagi!”

“Kupikir kau lupa.” Chanyeol merangkul bahu Baekhyun, lalu balas memukulnya dengan kekuatan serupa. “Harapan macam apa itu!”

Baekhyun segera melepaskan rangkulan Chanyeol. “Bagaimana aku bisa lupa sementara Minri sejak kemarin merecokiku tentang ulang tahunmu. Dia bilang dia dan kekasihmu akan—” Baekhyun lupa. Harusnya dia merahasiakan kejutan yang akan diberikan oleh mereka bertiga, walaupun Baekhyun tidak ikut repot.

“Akan apa Byun Baekhyun?” tanya Chanyeol penasaran.

“Anu.. itu….”

“Ah sudahlah. Aku tidak akan memaksa kalau memang kalian punya rahasia.”

Bagaimana aku bisa mengatakan kejutan untukmu bodoh.

“Kau tidak mengajakku makan sup rumput laut?” tanya Chanyeol.

“Tidak. Tapi aku punya sesuatu untukmu. Sini kau!” Baekhyun menarik bahu Chanyeol hingga lelaki itu terduduk di bangku yang ada di dekat mereka. Baekhyun segera mengikat tangan Chanyeol. Setelah itu dia melingkarkan kain hitam di seputar mata Chanyeol, membuat lelaki jangkung itu protes keras.

“Apa yang kau lakukan, pendek!!”

“Diam! Ish! Kalau saja instruksinya tidak hanya menutup kedua matamu. Aku pasti membekap mulutmu juga.”

“Jangan buat aku tampak seperti orang bodoh di depan rumahmu. Yak! Pendek, mau kemana kau!” Chanyeol mendengar langkah kaki semakin menjauh. Lalu suasana terasa sepi. Hanya hembusan angin membuat dedaunan berjatuhan.

Aroma sup rumput laut tercium di indera penciuman Chanyeol. Dia pikir Baekhyun memang tidak mengajaknya, tapi dia membawakannya sup rumput laut itu.

Baekhyun mendapat pesan singkat dari Minri bahwa gadis itu dan Sungyoung—kekasih Chanyeol baru saja tiba. Mereka akan menjalankan rencana mereka untuk memberi Chanyeol kejutan kecil. Hanya kejutan sederhana. Sungyoung berharap meskipun sederhana, kejutan yang dia dan teman-temannya siapkan bisa menimbulkan kesan yang dalam.

Baekhyun diminta untuk mengikat tangan dan menutup mata Chanyeol. Baekhyun memang punya badan yang lebih kecil, namun olahraga Hapkido yang diminatinya membuatnya lebih kuat.

Baekhyun menoleh pada dua orang gadis yang baru saja datang. Sungyoung membawa kue tart sementara Minri membawakan sup rumput laut—menu wajib untuk hari ulang tahun. Kedua gadis itu terus berjalan mendekat. Mengabaikan Chanyeol yang memanggil-manggil nama Baekhyun.

“Kau berjanji akan memberinya ciuman kan?” bisik Minri pada Sungyoung.

“A-apa?”

“Ayolaaah, kami akan tutup mata.” Minri menoleh pada Baekhyun, lalu keduanya mengangguk bersamaan.

“Minri benar, pasti seru kalau Chanyeol mengira ada yang menciumnya.” Baekhyun terkikik pelan.

“Janji ya, tutup mata.” Sungyoung meletakkan kotak kue tart di samping Chanyeol.

“Byun Baekhyun! Lepaskan aku sekarang!” Chanyeol terus merengek. Tanpa sadar kalau Sungyoung semakin mendekat. Gadis itu sempat berbalik untuk memastikan bahwa Minri dan Baekhyun juga menutup kedua mata mereka.

Sungyoung kembali mendekatkan wajahnya.

“Baek—”

Cup!

“YAK! Kau gila ya. Abnormal Byun! Kita sama-sama lelaki dan punya kekasih. Bagaimana kau bisa mencium bibirku astaga! Aku mendadak merinding. Hey lepaskan aku!”

“Yeheeey!!” Minri dan Baekhyun bersama-sama tepuk tangan, membuat suasana mendadak ramai. “HAPPY BIRTHDAY, PARK CHANYEOL!!!”

Sementara Sungyoung melepaskan kain yang terikat di kepala Chanyeol. Lelaki jangkung itu melongo bodoh sembari mengerjap.

“Aku tidak menciummu tau!” seru Baekhyun.

“Ahn…” panggil Chanyeol.

Sungyoung tersenyum pada Chanyeol, membuat lelaki itu juga ikut tersenyum. Minri dan Baekhyun hanya saling merangkul, menyaksikan adegan tatap-tatapan yang menggemaskan itu.

“Selamat ulang tahun, Yeol.”

“Sebelumnya, bisakah kau lepaskan ikatan tanganku?”

Sungyoung melakukan apa yang Chanyeol minta, hingga saat ikatan itu terlepas, Sungyoung mendapat pelukan tiba-tiba dari Chanyeol.

Trims.”

“Hanya kejutan kecil, Chanyeol-ah.”

Chanyeol menggeleng di bahu Sungyoung. “Bagiku, ini sangat spesial.”

“Berani bertaruh setelah ini mereka akan berciuman.” Bisik Baekhyun pada Minri. Mereka berdua berada dalam jarak beberapa meter dari Sungyoung dan Chanyeol.

“Ish! singkirkan pikiranmu itu Baek. Sungyoung bahkan belum membuka kue dan sup rumput lautnya.”

“Lihat saja. Kalau aku benar, kau harus menciumku.”

“Kalau aku benar, kau harus lompat kodok sepuluh kali.”

“Deal!”

Sungyoung melepaskan pelukannya lalu membuka kotak kue tart, membuat Minri tersenyum puas dan memberi tatapan meremehkan pada Baekhyun.

“Kau belum memanjatkan harapan.” Sungyoung menusuk lilin di tengah kue itu lalu menyalakannya dengan pemantik api.

Chanyeol menatap Sungyoung cukup lama.

“Tiup lilinnya dulu Yeol,” lirih Minri mulai panik.

Dengan gerakan cepat Chanyeol mengecup bibir Sungyoung, lalu meniup lilinnya hingga padam.

“Baekhyun dan Minri sedang melihati kita,” ucap Sungyoung pelan. Pipinya tampak merona. Chanyeol tahu kalau kedua orang itu sedang memperhatikan mereka. Tapi Chanyeol tidak peduli. Dia hanya mengendikkan bahunya.

“Ngomong-ngomong, kau meniupnya tanpa mengucapkan harapan terlebih dahulu ya,” tuduh Sungyoung curiga.

“Tidak. Aku sudah menggumamkan harapanku saat aku menatapmu tadi.”

“Aku menang.”

“Aku tidak mau!”

“Jangan curang!”

“Yak! Kalian kenapa ‘sih?” Chanyeol menoleh pada dua orang yang sedang berdebat. Entah apa yang mereka debatkan. “Mau kuenya tidak?”

“Tentu saja aku mau!” Minri paling bersemangat kalau diberi tawaran kue tart.

“Kita makan di dalam rumahku saja. Angin musim gugur semakin terasa dingin,” ucap Baekhyun. “Perjanjian tetap perjanjian,” bisiknya pada Minri membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.

“Ide bagus!” seru Chanyeol setuju. “Dan mari kita dengar Baekhyun menyanyikan lagu selamat ulang tahun.”

Musim gugur selalu mengingatkan Baekhyun pada ulang tahun Chanyeol, mengingatkan Baekhyun pada pertemuan mereka. Di musim itu Baekhyun bertemu dengan teman barunya yang gembul, sekarang sudah tumbuh tinggi-kelewat tinggi. Sudah belasan tahun mereka melalui musim itu bersama dan semuanya tetap terasa hangat saat mereka makan sup rumput laut bersama, lalu Baekhyun menyanyikan lagu ulang tahun (Baekhyun sudah berjanji di setiap ulang tahun Chanyeol, dia akan bernyanyi—sedikit menyesal dengan janji anak lima tahunan itu. Karena mereka sudah tentu bukan anak kecil lagi.) Dan tahun ini terasa lebih sempurna karena Chanyeol punya seorang gadis yang mencintainya. Begitupula dengan Baekhyun. Dan akhirnya mereka berempat bersahabat dengan baik.

Bahagia itu sederhana. Saat kau bersama orang-orang yang kau sayangi.

***END***

FF dadakan :”) maaf banget kalau ini jauh dari kata memuaskan. Selain untuk memperingati hari jadi Chanyeol, FF ini juga aku tujukan buat seseorang.

(dan khususnya juga buat para pembaca yang masih meminati tulisanku :*)

Aku blm bisa janji bikin chapter dulu. Tapi aku lagi berusaha ngumpulin ide.

Makasih. Sayang kalian semua.

Salam hangat,

© Charismagirl, 2014.

#HappyChanyeolDay

37 thoughts on “Miracle in Autumn

  1. Hai, Kaaakk! Udah lama nggak baca fanfic Kak Rima, hehehehe… Aku kangen sama fanfic kakak yg super fluff >.< As usual, it's always as fluffy as little puppy, and as sweet as cotton candy!! Awalnya aku pikir angst soalnya biasanya kalo udah berhubung sama autumn jarang ada yg fluff, apalagi awalnya flashback gitu. Ternyata nggak angst, hehe… Ceritanya sweet banget, nggak cuma feel Baekhyun-Minri sama Chanyeol-Sungyoung, tapi ChanBaek-nya juga!! Nice fanfic, Kak ^^

    • haaai raaaan!! lama gak jumpa/?
      udah lama juga aku gak baca fanfic kamu. hiks
      nggak laah, mana tega aku bikin angs buat dua cecunguk ini /\ aku tak sanggup
      dan… aku malah dapet feel romantisnya chanbaek aja,bukan sama pacarnya. mwahaha
      thanks;3

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s