Daddy & Baby[Chapter 4]

request-pc56

Nealra Present Daddy & Baby with

Kim Suho||Park Chanyeol||Do Kyungsoo||Kim Jongin||Oh Sehun

and Park Jungnam||Jung Soojung||Joy Park||Kim Namjoo||Park Chorong||Kim Yesung||Lay Zhang

special Kim Junho

in Romance||School-life||Family||PG-13||Chaptered

Casts belong to their self and GOD. Story is author mine

Poster by arin yessy @ Poster Channel

FF ini adalah versi cowok dari My Future & Generation

Previous Chapter 3

HAPPY READING!

May 2015

Kyungsoo amat terkejut melihat yeoja bernama Joy Park itu. Sama halnya dengan Joy yang juga terkejut melihat kedatangan Kyungsoo “Kyungsoo sunbae, kenapa kau yang ada disini?”

Kyungsoo menyandarkan dirinya dari keterkejutan “Bukankah namamu Kim Namjoo? Apa selama ini kau berbohong?” Kyungsoo tak menjawab, malah memberikan pertanyaan.

“Aku Kim Namjoo? Sepertinya sunbae salah paham. Memang aku yang memberikan sunbae surat tapi surat itu bukan dari aku. Kim Namjoo adalah sahabatku dan dia menyukaimu. Namjoo meminta tolong padaku untuk memberikan surat itu karena dia tidak punya keberanian” Jelas Joy “Lagipula, apa sunbae tidak bisa membaca isi surat yang mengatakan kalau dia sering memperhatikan sunbae saat latihan. Siapa lagi yang mungkin memperhatikan sunbae kalau bukan anggota musikal juga, sementara aku adalah anggota dance” tambahnya.

Kyungsoo mengangguk. Joy memang benar. Kyungsoolah yang telah salah paham selama ini. Lalu, bagaimana dengan debaran yang Kyungsoo rasakan setiap bertemu dengan Joy, apa hal itu masih berlaku, dimana Joy bukanlah Kim Namjoo yang menyukainya.

“Sunbae, duduklah. Kalau sudah begini, lebih baik kita makan saja” Saran Joy, Kyungsoo mengangguk. Ia duduk dengan canggung di depan Joy.

Pelayan pun datang membawa paket ekstra lengkap yang sebelumnya telah Joy pesan “Selamat menikmati~” Pelayan itu berlalu.

“Sunbae, kupikir, orang yang akan datang adalah pemilik restoran ini” gumam Joy sambil mengiris steaknya, lalu melahapnya sekali.

“Kau menyukainya?” tanya Kyungsoo tanpa menatap Joy karena ia juga sibuk dengan steaknya. Joy mengangguk “Mungkin sunbae akan sulit percaya, karena aku pernah bilang kalau aku membenci namja yang yadong. Tapi dia ada dalam kasus yang berbeda. Kami sudah berteman sejak kecil dan selama itu, dia tidak menolak atau membantah saat orang-orang mengatainya yadong. Dia selalu jujur mengenai dirinya. Itulah pesona tersembunyi darinya”

“Ya, terserah kau saja” Kyungsoo meminum minumannya perlahan. Ia akui mungkin ia sedang patah hati saat ini. Beberapa hari ini, ia sadar kalau perasaannya pada yeoja di depannya ini, bukanlah perasaan yang biasa. Kyungsoo merasakan begitu banyak emosi di dalam tubuhnya secara bersamaan.

~*~

            Hari ini, Kyungsoo bersama semua penghuni rumah mengunjungi amusement park atas keinginan satu-satunya yeoja di rumah mereka, Jung.

Kyungsoo dan Jongin duduk di salah satu bangku. Sementara Suho menitipkan Junho kepada mereka berdua karena ia berniat membeli air. Kedua namja ini sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Kyungsoo menghela nafasnya perlahan ketika mengingat kejadian tadi malam “Tidak disangka,dunia ini benar-benar kecil dan sangat munafik. Kenapa aku harus memiliki perasaan pada Joy, disaat Joy menyukai seseorang yang dekat denganku. Sementara sahabatnya, Kim Namjoo, menyukaiku”

            “Apa dunia sedang mencoba mempermainkan perasaanku? Atau ini adalah karma yang dikirimkan Eunji untukku. Benar. Sejak menghilangnya Eunji, aku tidak pernah peduli padanya. Aku juga tidak pernah mencoba bertanya bagaimana keadaannya setelah kejadian itu, atau pun meminta maaf pada Eunji karena kelakukan bodohku”

            Kyungsoo mengacak rambutnya frustasi “Tapi aku yakin, akan lebih baik jika aku tidak muncul dan mengingatkan Eunji mengenai kejadian itu. Mungkin Eunji telah hidup bahagia di kehidupan barunya. Lee Jieun itu pasti hanya membual. Dia memang selalu ingin menyulut emosiku”

Sejak tadi, Kai juga melamun memikirkan kejadian tempo hari saat dia menyatakan perasaannya pada Soojung.

FLASHBACK

“Bukan. Aku sangat menyukai semua ini. Tapi…” Soojung menghentikan ucapannya. Ia menatap Jongin seolah tidak mampu “Maafkan aku, Jongina. Tapi, aku menyukai Oh Sehun”

Jongin terkejut bukan main. Ia serasa ditusuk dengan dalam dan kuat tepat di dadanya. Jongin sama sekali tidak menyangka Soojung bisa menyukai Sehun, dimana mereka sama sekali tidak akrab “Tapi, apa yang membuatmu menyukai Sehun?”

Soojung tersenyum mengingat semua hal-hal mengenai Sehun “Semua hal yang ada pada Sehun membuatku menyukainya. Aku telah memperhatikannya sejak hari pertama aku pindah. Ia pintar tapi sangat baik dan ramah. Semakin lama mengenalnya, aku tahu kalau dia adalah tipe orang yang rajin, penyanyang, dan sepertinya sehati denganku. Dia bisa menjaga bayi dengan sangat baik”

Jongin kembali mencelos. Dia pernah membayangkan hal ini mungkin terjadi, tapi dia masih sulit untuk menerima kenyataan ini.

“Begitu yah” Jongin menunduk, ia kemudian mengangkat kepalanya lalu berusaha tersenyum “Aku juga ingin jujur, sebenarnya Junho itu bukan adik kandungku”

Soojung ikut tersenyum “Aku tahu. Aku sempat mencari tahu tentang Sehun dan aku menemukan fakta kalau dia memiliki seorang adik. Aku juga menemukan fakta kalau dia satu-satunya yang memiliki adik diantara kalian berlima. Itu artinya Junho bukan adikmu. Tapi aku tidak marah, karena semua orang ikut berbohong, itu artinya kau tidak egois”

“Maaf sudah membohongimu” Jongin masih merasa bersalah. Soojung menggeleng “Aku benar-benar tidak apa-apa”

“Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?” Jongin memberanikan diri menanyakan hal yang mungkin akan sangat menyakitinya. Soojung berpikir sebentar “Aku mencoba untuk lebih dekat dengan Sehun. Apa kau ingin membantuku?” Soojung mengakhiri ucapannya dengan senyuman yang amat manis.

Mau tidak mau, Jongin mengangguk “Aku akan membantumu”. “Gumawo, Jongina” Soojung kembali tersenyum.

“Semua yang kulakukan tidak ada gunanya. Seorang Kim Jongin memang tidak seharusnya berubah”

END FLASHBACK

“Do Kyungsoo! Kim Jongin!” Teriak Suho.

Kyungsoo dan Jongin kompak tersadar dari lamunannya “Ada apa sih, hyung?” tanya Jongin, malas.

“Ada apa, kau bilang?! Harusnya aku yang tanya, mana Junho?” Suho tampak benar-benar emosi. Kyungsoo melirik ke sekeliling dan tidak menemukan Junho.

Jongin hanya berdelik malas “Paling sudah diambil sama Jessica sunbae. Tidak perlu repot mencarinya, hyung” Suho benar-benar marah sekarang, baru saja ia akan memberikan pukulan pada Jongin, Chanyeol yang tiba-tiba muncul sudah lebih dulu menghalanginya “Tenang, sunbae. Sebaiknya kita cari Junho dulu”

Chanyeol menghubungi Jung dan mengabari apa yang baru saja terjadi. Mereka pun mencari Junho secara terpisah. Kyungsoo dan Suho mencarinya di area bermain, Chanyeol dan Jongin mencarinya di stand makanan, sementara Jung mencarinya di area taman.

Kyungsoo merasa amat bersalah. Karena memikirkan masalahnya sendiri, Junho hilang begitu saja di hadapannya “Hyung, aku sangat minta maaf”

“Itu bukanlah masalah penting sekarang. Kita hanya harus menemukan Junho secepat mungkin” gumam Suho, berusaha tenang walau nada bicaranya terasa amat khawatir. Kyungsoo menatap laki-laki yang lebih tua setahun darinya itu dengan iba.

Berbeda dengan pasangan Chanyeol-Jongin yang terlibat beberapa kali percekcokan, yang pada akhirnya memutuskan Chanyeol untuk mencari sendiri. Bagaimana tidak, sejak tadi, Jongin hanya asyik mencicipi makananan sementara Chanyeol sibuk bertanya pada semua orang mengenai keberadaan Junho.

“Kalau kau memang tidak mau mencarinya, ya sudah. Kau hanya akan memperlambatku saja” Kesal Chanyeol. Jongin tidak peduli, ia masih sibuk mencicipi makananan walau sesaat rasa khawatirnya mencuat begitu saja “Mungkin memang sudah saatnya Junho hilang. Dia hanya menjadi penghalang bagi kami. Aku menyesal pernah menganggap dia sebagai anggota keluargaku, karena pada akhirnya, karena dia jugalah Soojung makin menyukai Sehun. Ya benar. Junho hanyalah perusak hidup kami. Dia mengganggu kehidupan kami yang damai”

~*~

            Sudah hampir dua jam Suho dan yang lain mencari Junho di sekeliling amusement park. Sehun dengan kekanakannya berkata “Apa mungkin Jessica sunbae tiba-tiba datang dan mengambil Junho?”

“Mungkin memang sudah seharusnya seperti itu” Celetuk Jongin, membuatnya mendapat tatapan tajam dari kakak-kakaknya.

“Jalan satu-satunya adalah melapor pada polisi” Sahut Chanyeol dengan ide yang sangat mungkin. Tapi Kyungsoo segera membantahnya “Akan sulit. Bagaimana jika orang tua kita sampai tahu?” Dalam hati, semua menyetujui ucapan Kyungsoo.

Jung yang sedari tadi menunduk kini mengangkat kepalanya “Sepertinya tidak ada pilihan lain selain melapor ke polisi. Karena aku yang paling tua, jadi aku akan berperan sebagai walinya. Kalian tidak perlu membawa-bawa nama kalian”

“Tunggu, nuna!” Teriak Chanyeol, cepat “Kalau nuna yang melapor kepada polisi, ayah bisa mengetahui keberadaan nuna” lanjutnya, khawatir. Jung menepuk bahu adiknya itu “Tidak masalah. Aku masih punya seribu cara untuk melarikan diri dari appa”

Mereka pun menuju ke kantor polisi terdekat yang dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki. Suho memasuki kantor polisi dengan terburu-buru. Jung juga ikut masuk. Ia melaporkan mengenai hilangnya Junho.

Sementara yang lain, melihat-lihat isi kantor polisi. Tatapan Sehun disusul Chanyeol dan Kyungsoo terhenti pada seorang gadis muda yang tengah menggendong bayi. Sehun refleks menunjuk ke arah gadis itu “Bukannya itu Junho?” Chanyeol dan Kyungsoo kompak mengangguk.

“Itu Junho, hyung!” Teriak Chanyeol, membuat sedikit kegaduhan di kantor pihak berwajib itu. Suho dan Jung mengarahkan pandangan mereka dan benar saja, bayi itu adalah Junho. Sementara gadis yang tengah ditatap oleh beberapa orang itu, berdiri dari duduknya. Ia menghampiri Suho dan Jung.

“Apa bayi ini adik anda?” tanya yeoja itu, lembut. Suho mengangguk, tidak berkata apa-apa, memilih mendengar penjelasan yeoja itu terlebih dahulu.

“Tadi saya menemukan bayi ini di area taman. Bayi ini menangis, tapi tidak ada seorang pun di sampingnya atau orang yang mencoba mendiamkan tangisan bayi ini. Jadi saya pikir, keluarganya mungkin secara tidak sengaja kehilangan bayi ini. Makanya saya bawa ke kantor polisi” Jelas gadis itu. Semua kompak menatap Jongin dan Kyungsoo bergantian.

“Maaf. Aku benar-benar tidak sadar saat Junho menangis” Kyungsoo menunduk, sementara Jongin tampak tidak peduli.

“Kalau tidak salah, kedua namja ini duduk di bangku sebelah bangku bayi ini. Karena mereka tidak merespon, jadi kupikir mereka bukan keluarga bayi ini” Sahut si yeoja. Kyungsoo merespon “Itu memang karena keteledoran saya”

Suho pun mengambil Junho dari gendongan gadis itu. Ia menatap wajah tenang Junho yang tengah tertidur pulas. Tanpa terasa, matanya berkaca-kaca, ia mencium lembut wajah anaknya itu dengan kasih sayang.

Semua mengerti bagaimana perasaan Suho. Jung beralih menatap yeoja itu “Terima kasih yah”

Yeoja itu menggeleng “Tidak perlu berterima kasih. Saya justru menimbulkan masalah”

“Anda sangat membantu, karena setidaknya anda membawa Junho ke polisi, bukan membawanya ke tempat lain. Dan anda masih memiliki hati nurani karena merasa tergerak melihat bayi yang diterlantarkan” ucap Jung.

“Oh ya, siapa nama anda?” Suho bersuara. “Park Chorong” jawab si yeoja.

Suho berpikir sebentar, ia tampak tidak asing dengan nama dan wajah yeoja ini. Seketika ia tersadar “Ternyata kau teman sekelasku yah”. Chorong mengangguk “Iya, aku juga baru ingat. Kamu Kim Suho. Walau kita sekelas, kita tidak terlalu dekat karena kau jarang bergaul dengan teman-teman, bukan?”

Suho mengangguk “Iya. Biasanya aku harus segera pulang ketika kelas berakhir, dan aku juga selalu tiba tepat waktu, jadi aku tidak punya waktu untuk bercengkrama dengan teman-teman”

~*~

            Siluet cahaya masih saja terasa walau mata dari seorang Do Kyungsoo tengah terkatup. Bagaimana tidak, ia tengah berbaring di bangku menghadap ke arah matahari di rooftop seperti biasanya. Perlahan, siluet itu menjadi gelap. Kyungsoo membuka matanya sayu. Tampak seorang gadis yang tidak lagi membuatnya terkejut, karena yeoja itu, Joy,  memang sudah sering muncul tiba-tiba. Barulah ketika dia duduk, seorang yeoja lain membuatnya terkejut.

“Sunbae, ini yang namanya Kim Namjoo” Joy menunjuk yeoja di belakangnya. Ia menarik yeoja itu agar sejajar dengannya. Kyungsoo hanya mengangguk seadanya.

Sesaat kemudian, Kyungsoo beranjak dari duduknya “Aku pergi dulu. Kalian bisa menggunakan tempat ini sesuka kalian”

“Tunggu! Kenapa sunbae langsung pergi? Harusnya sunbae menghargai keberanian Namjoo” Teriak Joy, menahan langkah Kyungsoo. Tampak, Namjoo terkejut sekaligus malu mendengar ucapan Joy. Kyungsoo berbalik “Baiklah. Aku akan tidak akan langsung pergi”

Kyungsoo lebih banyak diam dan menjawab seadanya saat Joy ataupun Namjoo bertanya. Pembicaraan lebih didominasi oleh si aktif Joy, membuat kedua orang yang mendengar tampak terkikik karena guyolan Joy.

~*~

            Suho baru saja menyelesaikan salah satu kelasnya. Ia berencana untuk pulang sebentar sebelum kelas selanjutnya dimulai.

“Kim Suho!” Terdengar suara nyaring dari arah belakang. Suho membalikkan badannya, tampaklah seorang Park Chorong yang berlari kecil menghampiri Suho dengan setumpuk buku di genggamannya.

Chorong mengatur napasnya tepat setelah ia berada di depan Suho “Kau ingin pulang lagi?” Suho mengangguk.

“Aku tidak tahu hal apa yang selalu kau lakukan di rumah, tapi sekali-kali, cobalah untuk bersosialisasi dengan teman-teman” Saran Chorong. Suho mengangguk “Kau benar, tapi saat ini, aku tidak punya waktu untuk itu”

“Terserah kau sajalah” Chorong berjalan di depan Suho.

“Kelihatannya berat, ingin kubantu?” Suho menawarkan bantuan. Chorong tidak menjawab. Suho segera mengambil beberapa buku yang tampak berat itu “Tidak menjawab berarti iya, kan?” Chorong tersenyum “Memang seperti itu sih”

Mereka berdua larut dalam dunia mereka hingga mereka sampai di tempat parkir “Kau akan kemana?” tanya Suho pada Chorong.

“Aku ingin ke Cafe, tempatku bersama teman-teman biasa nongkrong, sekaligus tempatku bekerja paruh waktu” Jawab Chorong. Suho sedikit terkejut saat tahu gadis itu ternyata memiliki pekerjaan paruh waktu “Apa orang tuamu tidak tinggal di Seoul?”

Chorong mengangguk “Orang tuaku di Incheon. Sebenarnya, mereka bukan tidak mampu, hanya saja aku selalu membeli barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan kuliah, jadi uang sakuku dibatasi. Aku boleh membeli barang-barang itu kalau aku menggunakan uangku sendiri”

“Dan kau ingat kejadian di amusement park? Aku juga kerja paruh waktu di salah satu stand makanan setiap hari libur” Tambahnya. Suho tersenyum bangga “Aku jadi ingin seperti dirimu”

“Oh ya, bagaimana kalau aku antar?” Ajak Suho. Sekali lagi Chorong tidak menjawab. Suho langsung memasukkan buku Chorong yang masih dipegangngnya ke dalam mobilnya “Masuklah!” panggil Suho. Chorong mengangguk.

“Chorong membuatku sadar kalau selama ini aku terlalu bergantung pada orang tuaku. Bahkan untuk membeli susu Junho, aku menggunakan uang yang diberikan orang tuaku. Rasanya aku begitu malu. Aku sudah memiliki anak tapi masih tetap bergantung pada orang tuaku” gumam Suho dalam hatinya.

~*~

            Soojung celingukan mencari Jongin di koridor sekolah yang penuh dengan siswa-siswi karena bel pulang baru saja berbunyi sekitar lima menit yang lalu. Sejak ia menolak Jongin dan mengatakan bahwa ia menyukai Sehun, Jongin menjauh perlahan-lahan. Bahkan Jongin bertukar tempat duduk agar ia dan Soojung tidak sebangku lagi.

Jongin juga jarang merespon ucapan Soojung, jika ia merespon maka ia hanya berkata ya atau tidak dengan malasnya. Soojung sadar kalau Jongin mungkin masih kecewa, tapi ia tidak bisa membiarkan Jongin bersikap seperti ini terus.

“Mencari Jongin?” Suara tak asing menyadarkan Soojung. Ia mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara “O-oh Sehun. Iya, aku sedang mencari Jongin”

“Belakangan ini hubungan kalian merenggang, bukan?”

“Iya, tapi aku ingin kami kembali dekat seperti dulu lagi. Jongin adalah sahabat yang sangat berarti bagiku. Dia yang selalu ada di sampingku sejak hari pertama kepindahanku” Soojung tampak merenung.

“Mungkin dia sudah ada di rumah. Ikutlah denganku. Kau bisa menemuinya di rumah” Ajak Sehun yang segera dibalas anggukan mantap oleh Soojung.

Mereka berjalan santai menyusuri koridor yang telah sepi. Mereka masih sama-sama diam dengan mulut yang seakan terkunci. Soojung mengambil napasnya perlahan sebelum memulai pembicaraan “Jongin bilang kau punya adik?”

“Iya. Sepertinya kau dan Jongin sangat dekat, sampai kalian bahkan membicarakan masalah seperti ini”

“Ah itu, kami memang dekat, tapi cuman sebagai sahabat kok. Tidak lebih” Soojung menatap sekilas wajah Sehun lalu kembali menatap lurus ke depan.

Sehun dan Soojung pun sampai di apartement. Sehun masuk disusul Soojung. Tepat di ruang tamu yang juga sekaligus ruang nonton, Jongin tengah bermain PSP. Jongin menatap ke belakang ketika ia mendengar suara orang masuk. Dan betapa terkejutnya ia mendapati Sehun dan Soojung datang bersama.

“Soojung mencarimu, Jongina” Sahut Sehun lalu masuk ke dalam kamarnya. Soojung menghampiri Jongin “Apa kau melakukan ini karena kau kecewa?”

Jongin tak bergeming seakan-akan Soojung tak ada. Soojung segera duduk di samping Jongin “Jadi kau marah padaku? Aku minta maaf. Aku memang terlalu bodoh. Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi” Soojung menggenggam tangan Jongin, membuat Jongin yang sedari tadi diam kini menatap Soojung perlahan.

“Jangan berkata seperti itu. Aku yang bodoh. Aku yang tidak bisa membuka mataku. Aku minta maaf, Soojunga. Aku akan membantumu” Jongin menatap tulus, Soojung, yang dibalas senyuman hangat oleh Soojung.

“Benarkah kau ingin membantuku?” tanya Soojung, ragu-ragu. Jongin mengangguk pasti “Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus berpura-pura pergi lalu meninggalkanmu dan Sehun berdua atau bagaimana?”

Soojung tersenyum “Gumawo, Jongina. Kau memang sahabat terbaikku” Soojung memeluk Jongin. Bersamaan dengan itu, Sehun keluar dari kamar. Ia tersenyum melihat Soojung dan Jongin yang sepertinya telah baikan “Syukurlah kalian telah baikan” Soojung mengangguk sambil tersenyum ke arah Sehun.

“Sehun, karena Soojung ada disini, kenapa kita tidak makan siang bersama?” Saran Jongin. Sehun mengangguk “Ide bagus. Tapi, kemana nuna dan yang lainnya?”

“Jung nuna bersama Chanyeol hyung memeriksakan Junho ke dokter. Dia tidak sakit, Cuma pemeriksaan biasa. Kyungsoo hyung belum pulang sejak tadi. Sementara Suho hyung sempat kembali tapi karena Junho tidak ada, dia lalu pergi entah kemana” Jelas Jongin.

“Oh ya, kulihat persedian bahan makanan kita banyak yang sudah habis. Aku akan membelinya di super market, kalian tunggulah disini” Jongin mengajukan diri, tanpa rasa curiga sedikit pun, Sehun mengangguk, menyetujui. Tampak sekilas Soojung tersenyum ke arah Soojung.

Jongin memasuki lift dengan langkah gontai. Ia berpegangan pada dinding untuk menahan tubuhnya “Aku benar-benar bodoh di depan Soojung. Sudah jelas aku tidak ingin mereka bersama tapi di depan Soojung, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa menuruti keinginan Soojung. Aku hanya ingin membuatnya tersenyum karena diriku, walau hal itu sangat menyakitiku” Mata Jongin memerah dengan air muka yang benar-benar sedih.

~*~

            Kyungsoo menatap wanita anggun yang tengah menyiram bunga di tepi jendela. Wanita yang dikenal sebagai nyonya Do itu mengelap tangannya lalu duduk di depan anak laki-lakinya.

“Ada apa eomma?” tanya Kyungsoo, tak ingin berbasa-basi.

“Sepertinya kencan kalian tidak berjalan lancar. Apa pendapatmu tentang Joy Park itu?” Nyonya Do balas menatap anaknya. Tampak jelas raut wajah Kyungsoo menjadi sedih “Tidak ada yang perlu dikatakan. Toh tidak terjadi apa-apa”

Nyonya Do menatap Kyungsoo dengan lekat “Apa kau mengenal Joy sebelum acara perjodohan itu?”. Kyungsoo mengangguk “Dia adik kelasku. Kami beberapa kali bertemu”

“Jadi, kau menyukainya tapi dia tidak menyukaimu?” Pertanyaan ini lantas membuat Kyungsoo membulatkan matanya “Kenapa eomma berkata seperti itu?”

“Tertulis jelas di wajahmu, Do Kyungsoo” Nyonya Do, berdecak “Sayang, cinta pertama anakku harus bertepuk sebelah tangan”

Kyungsoo menautkan kedua alisnya mendengar ucapan ibunya “Eomma jangan bercanda. Tidak ada hal-hal seperti yang eomma katakan”

“Kau tidak bisa membohongi, eomma. Pokoknya untuk saat ini, jangan sampai yeoja itu mempengaruhi belajarmu. Eomma akan terus mendukungmu” Nyonya Do tersenyum pada anaknya. Kyungsoo hanya menggeleng malas.

~*~

            Suho tampak begitu gugup. Berkali-kali ia menghembuskan napas berat. Ia juga meremas tangannya yang telah basah oleh keringat.

“Santai saja” Chorong menepuk bahu Suho lalu duduk di sampingnya “Kau harus percaya diri. Dengan begitu, semuanya akan berjalan lancar” Suho mengangguk, walau tetap saja ia merasa gugup.

“Kim Suho!” Suho dan Chorong melirik ke sumber suara “Lay!” Sahut Chorong. Lay, si pemilik suara tersenyum “Kau hanya melamar untuk part-time job. Kenapa kau begitu gugup?” Lay tertawa kecil.

“Ini pertama kalinya aku melamar kerja” Ucap Suho, mengakui. Chorong tersenyum lembut “Semangat! Kau pasti bisa”

Tidak berselang lama, managar kafe tiba. Suho segera menemui manager kafe. Chorong dan Lay menatap Suho yang tengah masuk ke ruangan manager “Dimana kau menemukan makhluk itu?” tanya Lay pada Chorong.

“Secara tidak sengaja. Tapi kupikir, dia akan menjadi bagian dari kita yang sangat berharga”

“Benarkah? Baiklah, kita lihat saja apa yang bisa Kim Suho itu lakukan. Dia pasti akan kesulitan setelah selama ini hanya menjadi konsumen”

“Kupikir Suho sama sepertiku. Dia akan kesulitan pada awalnya, tapi akan mulai terbiasa setelah melewati banyak hal”

“Kita tunggu saja”

~*~

            Chanyeol dan Jung baru saja kembali setelah mereka memeriksakan Junho ke dokter “Syukurlah Junho menjadi bayi yang sehat. Sekarang usinya sudah 7 bulan. Perkembangan motoriknya sangat baik” Jung menatap Junho sambil tersenyum.

“Junho memang Chwego!” Chanyeol menunjukkan dua jempolnya pada Junho, membuat bayi kecil itu bergerak-gerak riang sambil bergumam tak jelas “ta..ta..ta”. Chanyeol yang gemas mengambil Junho dari gendongan kakaknya. Ia mengangangkat Junho tinggi lalu menurunkannya, begitu seterusnya. Junho tampak kegirangan ia terus tertawa sambil bergumam tidak jelas.

Mereka memasuki lobi apartement, tampak Yesung berjalan dari arah yang berlawanan. Chanyeol menyapa gurunya itu “Annyeonghaeseyo, saem” Yesung balas tersenyum. Ia juga tersenyum pada Jung.

“Oppa mau kemana setelah sekolah usai?” tanya Jung.

“Aku ingin ke super market membeli persedian makanan” Jawab Yesung. Jung mengangguk-ngangguk.

“Bagaimana kalau aku ikut? Sepertinya persediaan makanan kami juga habis” Jung menyarankan dirinya. Yesung mengangguk seadanya “Terserah kau saja”

Jung tersenyum senang “Chanyeol, bawa Junho yah” serunya pada Chanyeol yang dibalas anggukan.

Jung dan Yesung pun berjalan-jalan santai menuju ke D.O Mall. Jung mencoba meraih tangan Yesung. Yesung sedikit terkejut, tapi ia memilih membiarkan Jung karena ia tahu bagaimana tabiat Jung yang sangat keras kepala.

“Oppa, kau sangat cocok menjadi guru. Kau terlihat sangat berkarisma” Puji Jung. Yesung terdiam sebentar lalu berucap “Kau tidak ingin pulang?”

Raut Jung sempat goyah tapi ia mencoba untuk tidak memikirkannya “Oppa, kita belum pernah jalan-jalan bersama sejak aku kembali ke Seoul. Oppa mau kan menemaniku jalan-jalan di Seoul”

“Kenapa kau selalu membatalkan pertunanganmu?” Yesung kembali memberikan pertanyaan.

“Aku rindu masa-masa saat oppa masih mengajariku dengan tekun. Dulu aku sangat bodoh dan tidak peduli sama yang namanya pelajaran. Oppa banyak membantuku” Jung tersenyum pada Yesung.

Yesung menghentikan langkahnya. Ia melepaskan tangan Jung “Berhentilah sekarang. Bagiku kau hanya pengganggu. Apa kau tidak tahu betapa sulitnya mencari pekerjaan dan kau selalu datang sehingga aku harus pindah dan pindah. Rasanya seperti tidak memiliki kebebasan” Yesung berbalik. Ia berjalan cepat meninggalkan Jung.

Jung terdiam. Perlahan air matanya menetes “Kau bohong, oppa!” Teriak Jung yang masih dapat Yesung dengar.

“Kau bohong. Ucapanmu tidak benar. Aku bukanlah pengganggu, kan” Gumam Jung, lemah.

~*~

            Gadis itu berjalan cepat dengan wajah cemberut memasuki rooftop. Ia menghampiri seorang namja bertagname ‘Do Kyungsoo’ yang tengah tiduran di bangku. Gadis itu menendang bangku tersebut dengan kasar, membuat Kyungsoo terkejut lalu segera bangun.

Kyungsoo menatap heran yeoja yang baru saja merusak ketenangannya itu “Kau kenapa, Joy?”

“Aku tidak habis pikir pada sunbae. Sunbae bisa saja tidak suka pada Namjoo, tapi sunbae jangan bersikap cuek seperti itu dong. Harusnya sunbae memikirkan perasaan Namjoo juga” Kesal Joy.

“Jadi, apa maumu?” tanya Kyungsoo, malas. Joy tersenyum evil “Pertanyaan ini yang kutunggu. Aku ingin membuat taruhan”

“Taruhan apa? Asal jangan dance atau piano. Hasilnya sudah jelas kalau seperti itu”

“Memang bukan kok. Taruhannya sederhana. Kita berlomba menuruni rootop sampai ke lantai satu. Siapa yang lebih dulu sampai, dia yang jadi pemenang. Bagaimana?”

Kyungsoo mengangguk “Terserah kau sajalah. Jadi, apa yang kau inginkan kalau menang?”

“Aku ingin sunbae dan Namjoo berkencan, selain itu, sunbae mengizinkanku datang ke rumah sunbae besok pagi. Supaya secara tidak langsung, aku bisa berangkat ke sekolah bersama dia” Girang Joy.

Sekali lagi Kyungsoo mengangguk “Jadi, aku juga bisa memilih apa yang kuinginkan kan?”. Joy mengangguk

“Tapi, kau jangan menyesal kalau kalah. Aku cowok jadi tenagaku jauh lebih baik dibanding tenanga cewek” seru Kyungsoo. Joy hanya mengindikkan bahunya.

Mereka telah bersiap di posisi masing “1.2.3!” Kyungsoo berlari menuruni tangga disusul Joy. Kyungsoo memimpin di depan. Tapi tiba-tiba, Joy telah berada di depannya. Kyungsoo tampak tertegun. Rupanya Joy melompat dari sisi satu ke sisi yang lain, selain itu, ia juga tidak berlari melainkan meluncur melalui pegangan tangga “Sunbae, club dance bukan hanya untuk menari tapi juga membantuku menjaga keseimbangan dan menguatkan kakiku”Joy tersenyum evil sebelum melanjutkan kegiatannya.

Kyungsoo mendesah pelan, walau sekilas ia tersenyum melihat tingkah Joy yang tak pernah terduga.

~*~

            Gadis itu, Joy Park, memasuki Angelic Tower dengan langkah yang riang. Ia memenangkan taruhan bersama Kyungsoo, sehingga pagi ini ia menuju ke apartement Kyungsoo untuk berangkat bersama.

Joy tampak senang walau ia juga gugup. Pintu lift terbuka, Joy telah berada di lantai apartement tempat Kyungsoo tinggal. Ia benar-benar gugup, jauh berbeda dibanding yang biasanya. Langkahnya terhenti ketika mendapati seorang namja terkapar di depan pintu apartement milik Kyungsoo.

Joy buru-buru menghampiri namja yang tak sadarkan diri itu. Ia menekan intercome dengan cemas “Ini Joy, sunbae” ucapnya. “Aku tahu” balas yang di seberang lalu mematikan intercome itu. Joy berusaha membopong namja itu.

Tidak berselang lama, Kyungsoo keluar. Ia jelas terkejut melihat Joy dan namja yang tengah pingsan itu.

Joy menatap cemas kearah namja itu “Kyungsoo sunbae, Jongin oppa pingsan”

TBC

Setelah sekian lama, akhirnya author comeback lagi. Udah jelas kan gimana Junho bisa hilang.

Kita kedatangan cast baru, beri sambutan bagi Park Chorong dan Lay Zhang!!!

Mereka yang akan menjadi orang-orang dalam kisah Suho.

Dan buat scene akhirnya yang sedikit ngebingungin itu, akan diperjelas di next chap, so keep wait yah🙂

Satu info lagi, salah satu readers nyaranin untuk memberitahukan infonya disini. Jadi, bagi tiga FF lain yang author post di blog lain saat ini udah ada lanjutannya

The Lost Moon(Nealra Note)dan Part of Me(SM & TS Fanfiction) udah sampai chap 2

Special Class(Real Atachi) udah chap 3. Bagi yang ingin baca lanjutan FF itu, bisa langsung klik nama blognya. Ketiga FF itu ada di post an terbaru, jadi bisa langsung ketemu.

And the last, COMMENT,PLEASE!

39 thoughts on “Daddy & Baby[Chapter 4]

  1. Ping-balik: [Chapter 11] My Future & Generation | INDO FANFICTIONS

  2. Kaisoo patah hati bisa barengan gitu😦
    Eunji sama Jessica bakalan muncul lg ga ya?
    Jung unnie kasian ih dicampakkin sama Yesung😦
    Joy suka sama Jongin ya? Huhu~
    Lanjut author ^^

  3. Ping-balik: My Future & Generation[Chapter 10] | INDO FANFICTIONS

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s