What should I do with this girl? [Chapter 15]

 

Title                 : What should I do with this girl? [Chapter 15]

Author                        : Park Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kim Joonmyun , Park Chorong,

Other cast      : Find by your self

Genre             : Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating                        : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 |Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9| Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 | Chapter 14

Chapter 15

 

Chorong terus berguling-guling di tempat tidurnya, dia tidak bisa tidur akibat kejadian sewaktu Joon myun menciumnya.

Chorong bangun, lalu duduk dia mengarahkan matanya keseluruh sudut kamarnya. namun tidak sedikitpun dia merasakan ada tanda-tanda hantu halmoni disana.

“Apa sekarang, kekuatanku benar-benar hilang?” guman Chorong pelan.

Dia lantas turun dari tempat tidurnya untuk mendapatkan segelas air agar haus di tenggorokannya menghilang.

setelah meneguk air, dan saat akan mengelap bibirnya menggunakan punggung tangan. Chorong malah menyentuh bibirnya.

“Disini. . . tadi dia menciumku disini!”

Flashback

Chorong yang tersadar dicium Joon myun, mulai mendorong Joon myun. Wajahnya terlihat sangat pucat, bukan itu saja tapi juga tatapan matanya sangat kosong.

“Anda, apa yang anda lakukan?”

Chorong berjalan Mundur dengan agak sempoyongan. Saat akan jatuh, Joon myun dengan cepat menangkap Chorong, namun Kembali Chorong menepis Joon myun.

“Aku, ah aku harus pulang”

Dengan tatapan kosong, dan kebingungan Chorong pun pergi. Tapi Joon myun tak tinggal diam, dia kembali mengejar Chorong dan mencoba meminta maaf karena takut Chorong semakin marah padanya.

Joon myun menahan Chorong, dia memegang tangan Chorong, Sedangkan Chorong terdiam tak menatap kearah Joon myun.

‘Maafkan aku” ujar Joon myun lirih.

Bukannya menjawab, Chorong malah melepaskan genggaman tangan Joon myun sambil berguman pelan.

‘Umma aku pulang, umma menungguku. Umma aku pulang, umma menungguku”

Sekali lagi, Joon myun mengejar chorong, dan menggenggam tangannya. sekali lagi juga Chorong melepaskan genggaman tangan Joon myun.

Kali ini Joon myun hanya bisa diam saat Chorong pergi meninggalkannya. Dia lantas menatap punggung Chorong yang semakin menjauh darinya.

Hantu halmoni yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua langsung menghampiri Joon myun.

“Cukup katakan bahwa kau menyukainya juga” bisik hantu halmoni.

Rasa dingin di telinga Joon myun kini bisa dia rasakan seakan ada sebuah angin dingin berhembus di telinganya.

Suka? Mengatakan bahwa aku menyukainya, apa ini memang rasa suka?” tanya dirinya pada dirinya sendiri.

Flashback End

***

Di bangku taman rumah sakit, Taeyon terdiam sambil menggenggam kuat ujung baju yang dia kenakan. Tatapannya begitu sedih seperti bisanya.

Tepat di kejauhan, tanpa Taeyon sadari kini Jonghyun sedang memperhatikannya ditemani hantu halmoni. Terlihat rona kerinduan di wajah Jonghyun pada wanita yang dia cintai yang sudah beberapa tahun ini tidak dia temui.

“Dia masih menunggumu”

Ucapan hantu halmoni barusan semakin membuat Jonghyun ingin berlari kearah Taeyon lalau memeluknya lalu meminta maaf.

“Halmoni, aku. . .”

“ Tidak akan ada yang tersakiti Jonghyun-ah kalaupun kau bersama Taeyon kembali”

Jonghyun tertunduk, dia berpikir. Banyak hal yang dia pikirkan saat ini. didalam hati kecilnya dia ingin sekali mempercayai ucapan hantu halmoni dan mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak apa-apa jika dia bersama Taeyon, namun dia sadar bahwa ini semua tidak akan semudah apa yang dia pikirkan.

Dia mulai melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana dan menuju mobilnya. Di dalam mobil, hantu halmoni kembali muncul di jok belakang. Jonghyun masih belum berniat menjalankan mobilnya. Dia berencana untuk menenagkan diri sejenak didalm mobil karena pikirannya selalau kacau jika melihat Taeyon.

“Jika kau ragu karena Joon myun, maka jangan seperti ini. Dia. adikmu itu menyukai gadis lain saat ini meskipun dia belum menyadarinya, nam. . .”

Belum selesai hantu halmoni berbicara, Jonghyun sudah pergi keluar dari mobil. Dia berlari seakan ada sesuatu yang harus dia kejar dengan cepat.

Jonghyun berlari dengan sekuat tenaga nya. Tempat yang dia tuju adalah taman rumah sakit dimana taeyon sedari tadi duduk.

Begitu sampai disana, Sayang nya dia tidak menemukan Taeyon. Dengan cepat, Jonghyun ke kamar Taeyon, namun lagi-lagi dia tidak menemukan Taeyon.

Saat akan keluar dari kamar Taeyon dan berbalik, tiba-tiba seorang waita yang tak lain adalah Taeyon kini berdiri dibelakanganya. Menatap Jonghyun dengan mata berkaca-kaca serta penuh kerinduan.

Taeyon menggerakkan tangannya untuk mnyentuh kedua lengan Jonghyun. Lalu sebelah tangannya mulai menuju wajah Jonghyun.

Taeyon menyentuh wajah Jonghyun lembut, air mata juga mulai menetes dari ujung pelupuk mata Taeyon.

‘Kau, apakah benar ini kau? apa aku tidak mengalami halusinasi seperti yang sudah-sudah? Bahkan kali ini suara piano tidak ada jadi apakah kau nyata?”

Taeyon melangkah mendekati Jonghyun kemudian memeluknya, Sedangkan Jonghyun hanya terdiam mematung.

“Sebelum sosokmu menghilang seperti yang selalu aku alami, aku ingin mengatakan ini apdamu. . .Kim Jonghyun aku membencimu”

“Aku, pantas dibenci olehmu”

Jonghyun melepaskan pelukan Taeyon, dia menatap Taeyon, mengelus rambut Taeyon lembut lalu tersenyum tipis. Tidak beberapa lama, Jonghyun menarik Taeyon kembali untuk dia peluk.

Diciumnya kini pucuk kepala Taeyon, kemudian menaruh ujung dagunya di pucuk kepala Taeyon. Di tepuknya pelan punggung Taeyon seakan dia ingin memberikan ketenangan untung Taeyon.

Tanpa sadar, Taeyon mulai tersenyum tipis dan merapatkan pelukannya pada Jonghyun. Hantu halmoni yang melihat hal tersebut ikut tersenyum senang.

***

“Kau sedang apa disini?”

Baekhyun yang baru datang langsung duduk disebelah Chorong yang sedang terduduk sambil menatap lapangan sekolah yang di tutupi salju.

“Aku hanya sedang duduk saja menikmati pagi”

Baekhyun melepaskan syal yang dia kenakan, kemudian mulai mengenakannya di leher Chorong. Chorong kebingungan dan langsung menolak apa yang Baekhyun lakukan, namun Baekhyun segera memelototi Chorong.

“Pakai saja, karena kau bisa sakit kalau seperti itu.” ucap Baekhyun sambil tersenyum lebar.

“Lalu kau?” tanya Chorong.

“Kami akan memakai ini berdua”

Tiba-tiba Eunji datang menghampiri mereka dan langsung duduk di pinggir Chorong seraya menunjukan syal yang dia kenakan, kemudian memakaikannya di leher Baekhyun.

Chorong menatap Baekhyun juga Eunji bergantian dengan mata berkaca-kaca. Dia kemudian meraih tangan Baekhyun juga eun ji.

“Gomawoyo” ucap Chorong.

***

Di bangku taman rumah sakit, saat ini Taeyon juga Jonghyun tengah duduk berdua. Kepala Taeyon menyender di bahu Jonghyun, dan tangan mereka saling berpegangan erat.

Sebuah raut kebahagian tidak bisa disembunyikan oleh keduanya saat ini.

Tuhan, jika ini mimpi maka jangan biarkan aku bangun dari mimpi indah ini” Batin Taeyon.

“Apa kau tidak dingin?” tanya Jonghyun.

“Dingin, tapi aku senang karena ada kau disisiku lagi. dingin pun tidak apa”

Jonghyun terkekeh mendengar ucapan Taeyon barusan.

“Dari mana kau belajar kata-kata seperti itu?”

“Aku belajar ketika kau tidak ada” Taeyon terkekeh kecil disusul Jonghyun.

Tanpa disadari, dari kejauhan kini Joon myun tengah memperhatikan mereka berdua dengan raut wajah yang susah di artikan. Dia berbalik, lalu pergi.

***

Begitu memasuki Mobil, Joon myun segera menyalakan mesin mobilnya lalu segera meluncur seakan dia harus mengejar suatu hal.

Yang terlintas dipikarannya saat ini adalah ingin segera bertemu Chorong untuk memberi tahu bahwa Jonghyun dan Taeyon sudah kembali dan hal itu membuat Jantungnya terus berdebar seperti ada sesuatu yang akan meledak disana.

Belum samapai tujuannya, Joon myun malah meminggirkan mobilnya, dia kemudian terdiam seperti baru menyadari suatu hal.

Perlahan tangannya dia gerakkan kearah dadanya yang sedari tadi berdebar kencang.

“Kenapa? Aku kenapa? Kenapa aku selalu mencari gadis itu? “

Joon myun kembali teringat pada sikap Chorong yang sedikit berubah akhir-akhir ini, dan hal tersebut membuat raut wajah Joon myun berubah.

“Kenapa hatiku terasa sakit saat aku teringat sikapnya padaku akhir-akhir ini!”

Joon myun memukul stir mobil, kemudian menempelkan dahinya di sana. Tak lama dia melakukan hal itu, dia pun mendongakkan kembali kepalanya lagi lalu mengambil ponsel miliknya di saku jaketnya.

Siapa lagi yang dia hubungi kalau bukan Chorong, namun tetap saja sama. Chorong tidak juga menerima panggilan Joon myun.

Rasa bersalah semakin menyelimuti perasaan Joon myun saat mengingat kemarin dia mencium Chorong sampai Chorong seperti orang linglung.

Dia pun menjalankan kembali mobilnya namun berbalik arah. Joon myun memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya. entah kenapa dia begitu ingin memeluk ibunya saat ini. Jantungnya yang tadinya berdebar kencang berubah menjadi seperti berhenti dan seperti ada pisau yang menusuknya, terasa begitu sakit.

***

Sepulang sekolah Chorong hanya diam dirumah, dan saat ini Chorong sedang terdiam menatap televise yang sedari menyala. Arah pandangannya memang kearah televise, namun pikirannya seperti melayang ke suatu tempat.

Melihat Chorong yang malah melamun, Ibunya langsung menghampirinya lalu memukul kepala Chorong.

“Hyak kau, kalau tidak ditonton matikan saja. sudah tahu harga listrik semakin naik kau malah boros” omel ibunya.

Chorong menatap ibunya dengan wajah memerah. Dia berdiri kemudian berteriak pada ibunya.

“Umma, bisakan berbicara tanpa harus memukul kepalaku! UMMA MEMANG MENYEBALKAN!”

Chorong menghentakan kakinya keras dilantai, kemudian pergi dari sana. Bukannya, marah dengan sikap Chorong padanya, ibu CHorong malah terdiam karena dia merasa anaknya tidak seperti biasanya.

“Kenapa dia berlebihan seperti itu? biasanya dia tidak akan semarah itu hanya karena aku memukulnya”

Karena merasa ada yang aneh dengan putrinya, ibu Chorong pun langsung menghampiri Chorong di kamarnya.

“Hyak Park Chorong kau kenapa? Apa memang umma memukulmu sangat keras?maafkan umma. Bukankah hal seperti tadi biasa”

Ibu Chorong mengetuk pintu kamar Chorong, karena dia tidak merasa enak jika harus masuk tanpa seijin Chorong setelah kejadian barusan.

“Hyak park Cho. . “

Belum beres perkataan ibunya, Chorong sudah membuka pintu kamarnya. Wajahnya basah karena tampaknya dia menangis.

Umma CHorong langsung kebingungan, dia merasa bersalah karena memukul kepala Chorong seperti tadi.

“Umma min. . “

Sekali lagi, umma CHorong tidak sempat menyelesaikan perkataanya karena CHorong yang tiba-tiba saja memeluknya kemudian menangis tersedu dipelukan ibunya.

Tanpa bertanya apapun, Ummanya Chorong pun memeluk anaknya kemudian mengusap kepala Chorong lembut.

Tidak berbeda jauh dari keadaan dirumah Chorong, saat ini dirumah Joon myun pun sama. Joon myun tengah menyenderkan kepalanya di pangkuan ibunya sambil kepalanya diusap.

“Apa ada hal yang membuatmu sedih?” tanya ibunya.

“Hari ini aku melihat Jonghyun hyung bersama Taeyon noona!”

“Jadi itu yang membuatmu sedih?”

“Ketika aku melihat mereka, entah kenapa didalam pikiranku tersirat untuk menemui orang itu kemudian memberitahunya bahwa Jonghyun Hyung dan Taeyon noona sudah bertemu karena dia pasti senang mendengar hal ini. ketika aku mengingat bahwa dia akan tersenyum riang mendengar kabar ini entah kenapa hal itu membuat jantungku malah berdetak kencang”

Nyonya kim tersenyum, dia lantas menyuruh Joon myun duduk dan menatapnya. Nyonya kini memegang kedua pipi Joon myun kini lalu menatapnya dengan penuh kehangatan.

“Lalu kenapa kau berubah menjadi sedih?”

“sikap dia berubah akhir-akhir ini, dia seperti menjauh dariku!”

“Apa gadis itu satu kampus denganmu?”

Joon myun mengerutkan dahinya.

“Kenapa umma tahu bawha dia seorang perempuan?”

Pertanyaan polos Joon myun barusan sontak saja membuat ibunya tertawa. Sedangkan Joon myun semakin mengerutkan dahinya.

“Umma” panggil Joon myun.

“Aigoo, Joon myun ah umma juga pernah muda jadi pernah merasakan apa yang kau rasakan”

Joon myun memiringkan kepalanya tidak mengerti dengan ucapan ummanya.

“kau melakukan suatu hal yang salah padanya?”

Seketika itu juga kedua mata Joon myun membelalak. Dia berkata dalam hatinya bahwa ummanya terlihat seperti Chorong yang bisa membaca pikiran orang.

“Ah pasti benar yang sudah umma katakan!”

Perlahan kini Nyonya kim mendekatakan wajahnya pada Joon myun kemudian bertanya satu hal lagi yang membuat Joon myun menelan ludahnya sambil berkeringat dingin.

“Apa jangan-jangan kau menciumnya dengan paksa?”

Kedua Joon myun mulai berkedip-kedip, dia tidak bisa menjawab pertanyaan ummanya. Dan hal itu membuat nyonya Kim menyeringai.

“Aigoo Kim Joon myun, kau selalu terlihat tenang dan teratur. Tapi ternyata kau bisa juga melakukan hal itu”

Joon myun tertunduk karena dia sudah tidak bisa mengelak lagi, ummanya seperti Seorang cenayang yang bisa melihat semua isi otak Joon myun.

“Aku harus bagaimana? Dia tidak mau menerima teleponku. Padahal dulu dia yang selalu meneleponku setiap hari sampai aku merasa bosan. Tapi sekarang dia seperti itu aku merasa ada sesuatu yang tidak biasa”

“Park Chorong!, nama gadis itu park Chorong”

Sebuah suara seorang lelaki yang terdengar membuat Joon myun juga umma nya menoleh kearah sumber suara tersebut. kini tengah berjalan kearah mereka seorang lelaki dengan senyum tipis di wajahnya yang tak lain adalah Jonghyun.

“Jonghyun-ah” ucap Nyonya Kim dan langsung memeluk anaknya itu.

“Ah umma sangat merindukanmu, apa kau baik-baik saja hah?”

Nyonya Kim langsung memegang wajah anaknya lalu memeluknya kembali.

“Umma sudahlah aku baik-baik saja”

Jonghyun pun mencium pipi Nyonya Kim beberapa kali seperti dulu yang sering dia lakukan untuk meredamkan amarah ummanya itu, namun sekarang dia melakukan itu untuk mengobati kerinduannya pada ibunya.

“Geumanhae” ucap nyonya Kim sambil tertawa.

Jonghyun segera menghentikan kegiatannya, lalu memeluk ummanya kembali.

“Umma aku merindukanmu”

“Nado, Jonghyun-ah. Umma sangat sangat merindukanmu”

Merasa diabaikan, Joon myun pun mulai berdehem keras agar kakak dan ibunya menyadari kehadirannya serta tidak mengabaikannya.

Nyonya kim serta Jonghyun mengalihkan tatapan mereka pada Joon myun kemudian saling berpandangan setelah itu dan terawa.

***

Dirumah Baekhyun, Eunji serta ibunya Baekhyun tengah berkaroke ria. Sedangkan Baekhyun saat ini tengah duduk di kursi memperhatikan kelakuan ummanya serta pacarnya.

Baekhyun menggelengkan kepalanya karena merasa hidupnya semakin tidak tenang. Mr. Chu, itulah lagu yang sekarang mereka akan putar. Baekhyun menghela napasnya panjang.

Dia sebenarnya ingn pergi namun jika dia pergi maka dia akan dihukum ummanya serta di siksa Eunji, jadi dengan kata lain Baekhyun di paksa melihat itu semua.

“Tuhan selamatkan hambamu ini” batin Baekhyun penuh keprihatinan.

Kini ditariknya Baekhyun dan dia juga dipaksa untuk menyanyi bersama ibunya juga kekasihnya.

***

“Park Chorong!”

Chorong menoleh kearah belakangnya dimana seorang perempuan cantik berdiri. Perempuan yang tidak hanya cantik tapi juga memiliki badan yang profosional. Rambutnya panjang terurai dengan sedikit bergelombang.

“Dangsineun nugunde?” tanya Chorong sopan.

Bukannya menjawab, perempuan itu malah melangkah mendekati Chorong kemudian memegang tangan Chorong.

“Namaku Seo Joo hyun”

Chorong mengernyitkan dahinya karena dia benar-benar tidak kenal pada perempuan didepannya itu.

“Aku seseorang yang selalu mengikuti Minho”

Begitu mendengar pengakuan perempuan bernama Seo Joohyun, Chorongpun melepaskan genggaman tangannya dari perempuan itu lalu memundurkan langkahnya.

“Mau apa kau?” tanya Chorong dengan nada yang sedikit meninggi.

“Aku hanya ingin minta maaf” ucapnya.

Joo hyun kini melangkah satu langkah untuk mendekati Chorong kembali.

“Aku mencoba mendatangimu, tapi kau sepertinya sudah tidak bisa melihatku lagi. jadi aku memasuki mimpimu”

“Mimpiku? Jadi ini di mimpiku?” tanya Chorong dan Seo Joo hyunpun mengangguk.

“Kekuatanku sudah hilang” ucap Chorong yang terdengar begitu sedih.

Joohyun mendekatinya kemudian memegang bahu Chorong untuk menyampaikan keprihatinannya.

Chorong kemudian tersadar, dia tidak seharusnya meratapi nasibnya tapi harusnya perhatiannya saat ini tertuju pada Joohyun.

“Seo Joohyun-ssi ada apa kau ingin bertemu denganku?” tanya Chorong

Bukannya menjawab, Joohyun malah mengulurkan tanganya pada Chorong, namun karena masih tidak mengerti maksud Joohyun. Chorong pun hanya terdiam tidak menyambut tangan Joo hyun.

“Ayo, aku ingin menunjukan sesuatu” ucap Joo hyun

“Apa?”

“Nanti juga kau tahu” Joo hyun tersenyum

Akhirnya walaupun dengan ragu-ragu Chorong mau memegang tangan Joo hyun. Tangan Joohyun terasa begitu dingin sedingin es, memang ini wajar karena Joohyun sendiri bukan manusia melainkan arwah.

***

Chorong dan Joohyun kini berada disebuah toilet perempuan di sebuah sekolah.

“Untuk apa kita kesini?” tanya Chorong

Joohyun hanya tersenyum dan menyuruh Chorong hanya diam dan menonton semuanya.

Tak lama kemudain seorang perempuan berseragam keluar dari salah satu toilet. Hal yang membuat Chorong terkejut ternyata perempuan tersebut adalah Seo Joohyun.

Chorong menatap arwah Joohyun seakan meminta penjelasan tentang semua ini, namun bukannya menjelaskan Joohyun malah tersenyum tipis.

Tiba-tiba serang perempuan berseragam muncul dari dalam toilet yang membuat Chorong gelagapan serta bingung.

“Tenanglah Chorong-ssi dia tidak akan melihat kita”

Sekali lagi Chorong tambah dibuat bingung oleh arwah Joohyun. Dia ingin bisa mengerti apa maksud Joohyun melakukan ini padanya.

“Lihatlah dengan seksama perempuan itu” ujar Joohyun.

Choorong menuruti keinginan Joohyun kemudian menatap kearah perempuan yang saat ini tengah berjalan menuju wastafel. Setelah tak beberapa lama Chorong memeperhatikan perempuan berseragam tersebut, barulah dai sadar bahwa perempuan itu ternyata adalah Joohyun sendiri.

Chorong menatap Joohyun dengan mata melotot sedangkan Joohyun mengangguk seraya tersenyum tipis.

Bruk~

Terdengar bunyi pintu yang dibuka dengan kasar yang membuat Joohyun serta CHorong menatap kearah pintu toilet tersebut.

Kini terlihat tiga orang siswi yang memakai seragam yang sama dengan yang di pakai Joohyun. Dan ketiga sisiwi tersebut saat ini tengah menghampiri Joohyun.

Salah seornag dari siswi perempuan itu menatap Joohyun dengan tatapan tajam dan sepertinya sedang marah.

“Hyak Seo Joohyun!” panggilnya.

Chorong hendak menghampiri Joohyun yang berseragam, namun arwah Joohyun melaah mencegahnya dengan memgang lengan Chorong.

“Kau tidak bisa menolong karena ini akan sia-sia. Mereka tidak nyata. Mereka hanya potongan masa laluku”

Chorong kini terdiam dan hanya menonton kejadian mengerikan didepan matanya. Kejadian Joohyun yang disiksa oleh ketiga perempuan tadi.

“Jadi ini yang ingin kau tunjukan padaku?” tanya Chorong.

Arwah Joohyun mengangguk.

“Mereka tidak menyukaiku karena Minho”

 

TBC

 

Hai-hai aku kembali kembali kembali setelah sekian lama hibernasi. Dan aku bawa kelanjutan FF ini. sebenarnya aku kemarin-kemarin gad aide buat lanjutin soalnya kepikiran buat pension dari dunia FF. hhe tapi yah karena Ff aku banyak yang masih ngestuck jadi aja aku putusin tamatin dulu FF aku.

Dan semoga kalian gak pada lupa yah ma ceritanya Cz kelamaan. Dan buat reader yang udah pada nunggu, makasih yah. salam sayang juga cinta buat kalian.

Moga diepisode ini gak ngecewain deh. Hhe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

110 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 15]

  1. Syukurlah taeyeon bisa balik lagi sama abang jong, smoga surong next chap bisa bersatu (ngarep kiss scene lagi #plakk)
    Poor joohyun, smoga dia bisa tenang.
    Ditunggu next chap ya thor, good job!
    SEMANGAT!

  2. Omoooo!! Akhirnya update jg aku lm bngt nunggunya..
    Nggak sabar buat bc chapter selanjutnya.. jd tolong klo bisa di postnya lbh cpt yah? Udah gk sabar nih..🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s