Happy Mother’s Day!

Collage

Happy Mother’s Day by HoneyLulu // G // 5 in 1 :3 // Tao, Jongin, Suho, Chanyeol, Sehun [EXO] and their mother! // Family, failed!Fluff

Because everyday is mother’s day.

▲ Happy Mother’s Day! ▲

Zitao boleh saja berlagak mirip preman ataupun gangster di luar sana. Berjalan dengan jaket dan sepatu kulitnya yang hitam mengilap, mata setajam pisau baru, dan anting berbentuk tengkorak di daun telinganya. Zitao boleh saja ditakuti oleh kawan-kawannya bak ketua geng Yakuza, memalak setiap orang yang ditemuinya, dan memukuli wajah para pecundang yang telah membuat darahnya mendidih hingga babak belur.

Yah, tentu. Zitao boleh saja berlagak semena-mena di luar sana.

“TAOOOOO!”

Tapi tidak di hadapan ibunya.

“I-iya, Bu?” Tao tak berkutik sewaktu mendapati ibunya berada di depan pintu, dengan rollroll menggantung di rambut pendeknya, sebilah sapu di tangan, serta wajah yang nyaris meledak.

Oh, ya Tuhan. Kalau sudah seperti ini Zitao harus siap-siap menangis sejadi-jadinya sampai malam nanti.

“ASTAGA, TAOOO! KAU MEREBUT UANG JAJAN ANAK TETANGGA KITA LAGI YA?!”

Atau sampai besok.

“Ma-maaf, Bu…ta-tapi…”

“BELUM PUAS KAU MEMBUAT MALU IBUMU INI, HAH?! SINI KAU! AKAN KUHAJAR KAU, HUANG ZITAO!”

Atau besoknya lagi.

“Maafkan aku, Buuuu~” Ibu Tao segera berlari mengejar anaknya yang sudah lari terbirit-birit duluan sembari menangis ketakutan. Sudah cukup pukulan dari sang ibu di pahanya dua hari lalu. Ia kabur dan keluar dari rumah namun ibunya cukup gesit untuk mengejar dan menarik baju Tao hingga dia tak dapat bergerak sama sekali.

“KUHAJAR KAU, DASAR ANAK BADUNG!”

“HUWAAA…”

Yah, agaknya prediksi menyatakan kalau Tao bakal menangis sampai malam nanti, besok, besoknya lagi, atau bahkan setidaknya sampai tujuh hari ke depan. Dan, well, diam-diam Tao berjanji tidak akan merebut uang jajan anak-anak SD (yang lebih muda bertahun-tahun darinya dan gemar sekali mengadu pada orang tua mereka) lagi kalau tidak mau nyawanya dihabisi oleh sapu sakti di tangan ibunya tercinta. Dia janji.

Hah. Lain kali Tao harus mencoba memalak anak TK saja.

▲ Happy Mother’s Day! ▲

Jongin pikir, tidak ada makanan terlezat di dunia ini selain masakan ibunya.

Dia bisa memasak berbagai macam makanan untuknya; mulai dari masakan tradisional sampai masakan eksperimen dengan resep ciptaan sendiri. Semuanya selalu lezat bagi Jongin. Jongin bakal melahap masakan ibunya dengan penuh semangat hingga tak bersisa sedikit pun.

Tapi, hari itu berbeda.

Jongin pulang ke kampung halamannya hari itu dan sang ibu, setelah menyambut dan menumpah ruahkan kerinduannya pada sang anak, segera beranjak ke dapur; berniat untuk memasakkan bermacam jenis hidangan spesial untuk Kim Jongin.

Namun, baru saja ia meraih panci dari raknya, tangan Jongin menggenggam lengan sang ibu, dan berkata, “Tidak, Bu.” Jongin tersenyum.

Sang ibu mengerjap heran, “Kau ini kenapa, Jongin? Kau pasti lapar, bukan? Kalau begitu biar ibu buatkan makan siang untukmu.”

Jongin menggeleng.

“Tidak,” ujar pria tersebut. “Biar aku saja, Bu. Aku baru saja mempelajari resep sup baru dari Kyungsoo, jadi biar aku saja yang memasak. Lagipula aku kan sudah besar. Aku akan buatkan sup yang banyak dan enak untuk ibu—oh!—ayah dan kakak juga, mereka bisa menikmatinya kalau mereka sudah pulang nanti. Setelah supnya jadi, ayo kita makan siang bersama-sama, ya, Bu? Ibu tunggu saja di ruang tengah selagi aku membuat makan siangnya, aku punya oleh-oleh untuk ibu, tahu!”

Jongin tersenyum selebar senyum ibunya setelah mendengar perkataan dari sang anak barusan. Yah, mestinya ibu Jongin menyadari hal tersebut, bahwa Jongin memang sudah besar dan dia tumbuh dan berkembang menjadi lelaki baik.

“Baiklah, Jongin.”

Dan sang ibu, alih-alih larut dalam euforia oleh-oleh pakaian mahal di ruang tengah, malah mencemaskan keadaan dapur rumahnya sesudah ini (oke, kalau kau tahu maksudku, sih).

KLONTANG!

Ibunya terkesiap. Hendak beringsut ke dapur namun suara Jongin menginterupsinya duluan.

“Aku baik-baik saja, Bu! Jangan khawatirkan aku—aww!”

…yah.

Ya sudahlah.

▲ Happy Mother’s Day! ▲

Suho masih ingat betapa rewelnya dia waktu kecil.

Suho ingat, kok, yang ia lakukan sewaktu kecil adalah merengek dan merengek dan merengek hingga membuat kedua orang tuanya jengkel, terutama sang ibu. Tiap kali diajak berbelanja, pasti ada saja sesuatu yang ia minta, lantas dia akan memaksa ibunya untuk membelikan sesuatu tersebut.

Suho pernah merengek-rengek untuk dibelikan balon waku di taman, sementara dompet ibunya tertinggal di rumah. Dan sang paman penjual balon yang melihatnya itu menggelengkan kepala, lantas memberi Suho balon gratis dan juga nasihat singkat, “Jangan seperti itu pada ibumu lagi, ya.”. Ibu Suho hanya membungkuk meminta maaf sekaligus berterima kasih berulang kali pada paman yang baik tersebut. Suho juga pernah minta dibelikan es krim padahal ia sedang sakit tenggorokan, namun Suho terus saja memaksa ibunya untuk membelikan es krim itu dan berakhir dengan demam tinggi di malam harinya. Suho juga pernah minta dibelikan mainan sewaktu ia mengunjungi sebuah toko sampai menangis bergulung-gulung di lantai toko. Pemilik toko melirik sinis ke arah mereka. Ibunya jadi harus menanggung malu yang sangat berat karena hal itu.

Suho tersenyum tiap kali mengingatnya; antara lucu dan kasihan dengan sang ibu karena perilakunya waktu kecil. Tetapi kini segalanya telah berbanding balik.

“Bu,” panggil Suho. “Hari ini mau ke Department Store?”

“Iya juga, ibu belum belanja bulanan untuk bulan depan.” jawab sang ibu.

Suho tersenyum, “Kalau begitu, ayo, Suho yang antar ibu belanja dan jalan-jalan sesuka ibu. Di rumah membosankan, dan ayah sudah pasti lelah karena pekerjaan. Nanti Suho yang menyetir mobilnya.”

Sang ibu turut tersenyum mendengarnya, “Yah, asal kau tidak merengek minta ini-itu dan menangis sambil bergulung-gulung di lantai Department Store, itu adalah ide yang bagus.”

“Ibu!”
Mereka berdua pun terbahak bersama-sama. Berbagi kebahagiaan bersama ibumu tersayang adalah hal luar biasa sedunia. Yah, setidaknya dengan ini Suho dapat membalas kesabaran ibunya sewaktu menghadapi kenakalan anak bungsunya yang dulu cengeng parah ini, sih. Tapi Suho bersumpah, apa yang ia berikan pada ibunya saat ini bukanlah apa-apa jika dibanding dengan apa yang sang ibu berikan padanya sepanjang hidup Suho; hingga ia menjadi seorang yang sukses dan punya banyak uang di bawah tempat tidurnya (EH?!).

▲ Happy Mother’s Day! ▲

Ibu Chanyeol adalah ibu paling rajin sedunia dan Chanyeol adalah anak paling berantakan yang pernah ada.

Serius, kamar Chanyeol selalu berantakan; buku-buku tergeletak, benda-benda berserakan, tumpukan baju di mana-mana, bungkus makanan ringan di bawah kasur, dan tempat tidur yang sama sekali tidak layak dijadikan tempat tidur. Ibunya pasti marah-marah tujuh keliling kalau melihat itu.

Pernah sekali, ibunya berkunjung ke dorm. Chanyeol tentu sangat senang mengetahuinya. Namun, begitu masuk ke dalam dorm, bukannya memeluk atau mencium pipi anak laki-lakinya yang jangkung itu, ia malah bertanya di mana kamarnya. Dan, yah, begitu melihat kamar Chanyeol, omelan sang ibu langsung menyemprotnya tepat di wajah seorang Park Chanyeol.

“Kau ini dari dulu tetap sama saja, ya! Kau pikir mana bisa kau tinggal dengan nyaman di kamar yang seperti ini, hah?! Bagaimana bisa kau hidup di dalam tempat yang mirip seperti gua ini, Chanyeol?! Astaga, anakku benar-benar seorang pemalas! Kau tidak lihat kamar-kamar temanmu yang lain?! Ya ampun, kau ini keterlaluan, Chanyeol!”

Omelan ibu Chanyeol terus berlanjut, tetapi Chanyeol tentu sudah kebal dengan hal yang seperti ini. Dia hafal bagaimana omelannya itu akan berlangsung dan apa yang akan ia lakukan setelah itu; membereskan kamar Chanyeol. Seburuk dan sepanjang apapun sang ibu mengomelinya, ujung-ujungnya pasti ibu Chanyeol akan merapikan kamar anaknya itu juga.

Karena ia menyayangi seorang Park Chanyeol.

Chanyeol memutar bola mata kesal sembari tersenyum kecil, kemudian merangkul bahu ibunya erat-erat. “Ibu pasti haus karena mengomel terus. Bagaimana kalau kubuatkan teh dulu, lalu kita duduk di sofa, lalu mengobrol dan bercerita tentang banyak hal terlebih dahulu, baru setelah itu ibu bisa membereskan kamarku yang berantakan ini lagi? Aku merindukanmu, Bu.”

Tak bisa dipungkiri bahwa ucapan “Aku merindukanmu” dari seorang anak ialah kelemahan dari setiap ibu, khususnya ibu Chanyeol. Entah meluap ke mana rasa jengkel terhadap anaknya itu sekarang.

“Buatkan ibu teh tanpa gula, ya, Chanyeol…” kata ibu Chanyeol, suaranya merendah dan melembut penuh kasih sayang.

“Tentu!”

▲ Happy Mother’s Day! ▲

Kalau Sehun sakit, seisi rumah pasti akan repot dibuatnya. Terutama ibu Sehun; beliau lah yang paling cemas dan paling mempedulikan keadaan anak terakhirnya itu ketika sedang sakit.

Hari itu Sehun terserang flu dan demam tinggi karena cuaca sangaaat labil beberapa hari ini. Ditambah lagi dia punya banyak kegiatan yang harus dilakukan sehingga tubuhnya kelelahan dan rentan terhadap penyakit. Jadi, dengan kompres di dahinya serta selimut amat tebal yang menutupi badannya sampai ke leher, Sehun terbaring lemah sepanjang hari.

Ibunya terus mengecek keadaannya secara rutin tiap lima belas menit sekali (iya, sungguh). Lalu, ketika sudah memasuki lima belas menit ketiga, Sehun bicara dengan suara yang parau, “Bu, aku lapar…”

Sang ibu nampak terkesiap. “Ya ampun, maaf, Sehun. Biar ibu buatkan teh dan sup hangat untukmu.”

Kemudian beberapa menit kemudian, ibunya masuk kembali ke kamarnya sembari membawa nampan berisi semangkuk sup dan secangkir teh hangat untuknya.

“Aku tidak mau teh.” katanya manja. “Aku mau susu coklat, Bu.”

Tanpa ba-bi-bu lagi, sang ibu membawa secangkir teh itu pergi dan kembali dengan segelas susu di tangannya.

“Ini susu coklatnya, Sehun. Kau harus menghabiskan semua ini agar cepat sembuh, mengerti?” ujar ibu Sehun.

Sehun mengangguk, kemudian meneguk sedikit susu coklat hangat di tangannya.

“Bu,” panggil Sehun, bahkan sebelum ibunya sempat menarik nafas. “Aku mau disuapi.”

Dan, okay, ibu Sehun benar-benar menyuapi anak umur dua puluh satu tahun itu (anak?) dengan hati-hati dan penuh kesabaran. Tanpa mengeluh atau apa, wanita itu melakukannya dengan senang hati semata karena dia benar-benar mencintai seorang Oh Sehun.

Anaknya.

“Bu, supnya masih panas.”

“Bu, aku tidak mau wortel.”

“Bu, brokolinya tidak enak.”

“Bu, tenggorokanku sakit saat menelan.”

“Bu…”

“Bu…”

“Bu…”

Yah, meskipun terkadang ibu Sehun merasa bahwa anaknya itu agak terlalu manja dan cerewet, meskipun ia merasa lelah, meskipun ia merasa bosan dengan berbagai macam keluhan menyebalkan dari mulut Sehun, namun kalau kau begitu mencintai dan peduli terhadap seseorang, memangnya kau bisa apa? Ibu Sehun mencintai anak-anaknya lebih dari apapun di dunia ini. Dan begitu pun sebaliknya.

“Bu…” Sehun memanggil ibunya untuk kesekian kali hari itu.

Ibu Sehun menghela nafas, “Ya, Sehun?”

“Aku menyayangimu.”

Dan dua kata itu sudah lebih dari cukup bagi ibu Oh Sehun untuk mengobati lelahnya.

“Ibu juga menyayangimu, Nak.”

Happy Mother’s Day!

end

Happy Mother’s Day! For all mothers out there…you are da real MVP! 😄

I’m back gaiz (/ ‘-‘)/ Apa kabar? Kangen aku nggak? Hahay😄 /ga.

Yah, temanya kali ini hari ibu karena hari ini adalah Hari Ibu. Sudahkah kamu memeluk dan mengucap “Selamat Hari Ibu” untuk ibumu hari ini? :3 ((ea)). HEHE. Ngomong-ngomong, tadinya ini mau dijadiin OT10 loh, berhubung kebanyakan jadi ya cuman mereka berlima aja heuheu maap yaa maap TT v TT

Anyway, terima kasih sudah baca. Komentar, kritik, maupun saran sangat sangat sangaaat diharapkan😄

Enjoy your holiday, everyone !❤

38 thoughts on “Happy Mother’s Day!

  1. SUKAAA SEMUANYA HANI❤
    Ah aku sampe ngubek-ngubek demi mendapatkan kamu /halah

    Paling suka ceritanya Sehun❤ Bukan karena faktor dia pacarku bukab hahaha tapi karena emang yg paling berasa alaminya dia. Ngerengeknya dia. Pokoknya semua-mua emang Sehunbubble bgt. Anak dua puluh satu tahun. bhahaha terkhusus utk Sehun aku tolerir lah❤

    Kereen bgt Han pokoknya❤

    Semangaaat nulisnya yaah

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s