Because (S)he is My Mother

background-sm

Main Cast :

Oh Seul Rin (Sehun’s Daughter)

Oh Sehun (Seul Rin’s Father)

Genre : School Life, Family,

Rating : Teen

Lenght : Oneshoot

“Aku menyayanginya, ia selalu ada untukku walaupun ia selalu sibuk.”

Author pov.

“Ibuku sangat pintar memasak, dia baik dan sangat menyayangiku dan ayahku. Walaupun ia selalu jengkel karena kejahilanku tapi ia tetap sabar ketika menghadapiku. Aku sangat menyayanginya.”

Anak laki – laki berumur 8 tahun itu selesai menceritakan tentang Ibunya, membuat seorang wanita tersenyum bangga padanya.

“Whoaa, cerita yang bagus Seung Woo~ya. Ayo berikan tepuk tangan untuknya” ujar Kim Ssaem sambil bertepuk tangan.

Anak laki – laki yang bernama Seung Woo itu tersenyum bangga lalu kembali ke tempat duduknya. Ia menatap tajam seorang gadis kecil yang duduk di sampingnya itu, seakan meremehkan gadis itu.

“Selanjutnya, Oh Seul Rin” panggil Kim Ssaem.

Gadis yang diremehkan oleh Seung Woo itu berjalan kedepan kelas, tanpa ada rasa takut akan cemooh teman – temannya nanti. Gadis itu berdiri tegap kemudian membuka kertas yang sengaja ia buat semalam bersama Ayahnya, bahkan mereka rela begadang hanya untuk menceritakan kisah Ibunya.

“Ssaem”

Seung Woo mengancungkan tangannya, membuat semua orang diruangan itu –termasuk orang tua murid- menatapnya heran, “Seul Rin tidak memiliki Ibu. Apa dia bisa menceritakannya ?” tanyanya sembari meremehkan gadis kecil itu lagi.

Kim Ssaem tampak ragu, sejujurnya ia tak ingin mempermasalahkan ini di kelasnya. Tapi,

“Tentu, Ibuku itu sosok yang sempurna. Sangat sempurna, tak seorangpun yang bisa menandinginya.” jawab Seul Rin dengan nada tegas, ia menatap tajam Seung Woo yang kini mulai menurunkan tangannya.

“Bahkan semua orang akan takjub dengan cerita Ibuku.” lanjutnya.

Kim Ssaem bungkam, membiarkan kedua bocah ini berdebat kemudian melanjutkan kegiatan bercerita mereka.

“Seperti yang sudah kukatakan, Ibuku adalah sosok yang sempurna. Walaupun aku belum pernah melihat wajahnya, tapi aku yakin bahwa ia adalah sosok yang baik hati dan penyabar. Ia adalah wanita yang sangat cantik dan cerdas, bahkan Ayah dan Ibu dulunya adalah rival di kelas

Ibuku meninggal ketika aku berumur 4 bulan, ia mengidap penyakit Kanker Otak seperti yang diderita oleh Nenekku yang membuatnya meninggal pada saat Ibuku kelas 2 SD. Ayah mengatakan bahwa ia dan Ibu mengadopsiku dari Panti Asuhan ketika aku berusia 2 bulan. Ayah bilang, Eomma terpana dengan sosokku yang membuat mereka tertarik untuk mengadopsiku.

Awalnya Ibu sangat ingin memiliki seorang anak, namun mengingat bahwa ia adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA tentu saja Ayah menolaknya. Kemudian Ibu mengadopsiku ketika ia berkunjung di panti asuhan milik Ji Hye Ajjumha, ia menyukaiku dan ia sangat menyayangiku.

Setelah aku diadopsi, Ibu selalu ada dirumah. Ia selalu merawatku dan memutuskan untuk putus sekolah karena Kankernya semakin membesar, ia tak ingin membuat Ayahku dan teman – temannya khawatir maka dari itu ia keluar.

Ibuku selalu merawatku walaupun ia memakai kursi roda ketika beraktifitas. Ia selalu ada untukku walaupun aku belum bisa mengingat wajahnya dengan jelas tapi aku bisa merasakan kasih sayangnya padaku.

Akhirnya, Ibu meninggal dan membuat luka yang dalam pada keluarga kami. Ayah sangat bersyukur karena aku lahir bukan dari rahim Ibu, jadi aku tak akan terkena Kanker.

Ibu adalah orang yang gigih dan penyabar, ketika Ayah dan Ibu belum menikah mereka sering bertengkar tapi Ibu tetap berusaha agar menjadi yang terbaik untuk Ayah. Walau akhirnya hubungan mereka kandas dan belum kembali.  Dan aku bersyukur Ayah langsung melamar Ibu ketika ulang tahun ibu yang ke-16”

Seul Rin mengedarkan pandangannya ke arah orang tua murid, senyumnya melebar ketika melihat Ayahnya yang tampak menerobos barisan Ibu – ibu dan berdiri dipaling depan.

Ayahnya tampak melambaikan tangannya, Seul Rin tersenyum senang. Iapun melanjutkan ceritanya.

“Menurut Ayah, Ibu adalah bunga mawar. Ketika seseorang mencoba untuk mendekatinya dan ingin menjadikannya milik seseorang maka Ibu menjadi orang yang tajam dan membuat orang – orang itu terluka, itu terjadi ketika kita ingin memetik mawar itu. Namun siapa sangka dengan tajamnya duri mawar yang membuat orang terluka, ternyata mawar itu lemah, rapuh dan menginginkan kasih sayang.

Akhirnya, hanya Ayah yang dapat memberikan kasih sayang itu pada Ibu. Ayah merawat bunga mawar itu, ia merawatnya, tak ingin membuat mawar itu kembali rapuh ataupun layu. Tapi Ayah membiarkan mawar itu tumbuh dengan bebas tapi jikalau mawar itu harus layu maka Ayah merelakannya. Setidaknya itu lebih baik daripada hidup segan mati tak mau.

Itulah Ayahku yang perhatian dan lemah lembut.”

Seul Rin menunjuk satu – satunya laki – laki yang berada dibarisan itu,

“Kemarin Ayah mengajakku ke makam Ibu. Ia membawa bunga mawar untuk Ibu. Ia bilang itu salah satu cara kita untuk merayakan hari ibu bagi yang tidak memiliki ibu.

Aku selalu merengek meminta Ibu pada Ayah tapi Ayah bilang bahwa ia tak akan mencintai siapapun kecuali Nenek, Ibu dan Buyut. Kemudian ia menunjukkan wajah Ibu yang cantik melebihi cantiknya Bae Suzy dan Ulzzang Kim Shin Yeong.

Ayah, adalah sosok Ibu yang lain. Ia dapat menjadi Ayah dan Ibu sekaligus. Ia selalu meluangkan waktunya untuknya yang kuketahui bahwa Ayah sangat sibuk mengajar di sekolahnya, kalian tahu ? Ayahku adalah guru matematika. Ayahku adalah sosok ibu yang lain”

Seul Rin menghampiri Ayahnya kemudian memeluknya, “Ayah, selamat hari Ibu”

Semua orang takjub dengan kejadian itu, mereka memberikan tepuk tangan yang meriah dan beberapa diantaranya meneteskan air matanya, terharu.

****

“Oh Sehun”

Merasa dipanggil, Sehun –Ayah Seul Rin- menoleh dan mendapati Kim Ssaem yang menghampirinya.

“Waeyo, Hyemun~ah ?” tanya Sehun heran.

Hyemun –Kim Ssaem- menggeleng, ia tersenyum, “Seul Rin persis sepertimu dan Seul Rin. Ia benar – benar kopian dari kalian berdua, cerdas dan sempurna. Bagaimana bisa ia bercerita sebagus itu”

Sehun tersenyum, “Ia tak bercerita, ia mengatakan yang sejujurnya, kan ?”

“Yaya, aku kalah. Apa kau benar – benar absen hari ini ?”

“Tentu, aku sudah memberi tugas pada murid – murid dan besok dikumpul.  Kurasa mereka akan benar – benar mengerjakannya”

Hyemun terkekeh, “Kau terlalu kejam, kau tidak akan mendapatkan istri jika seperti ini”

“Aku sudah punya, Han Seul Rin maksudku Oh Seul Rin. Ia satu – satunya istri yang kumiliki.”

“Kau benar – benar tak berniat mencari Ibu untuk Seul Rin ?”

Sehun menggeleng

Hyemunpun teringat sesuatu, “Lalu siswi yang bernama Kang Chae Rin itu ?”

“Dia memang ceria dan mirip Seul Rin tapi maaf, aku tak tertarik.”

“Appa !”

Sehun tersenyum, “Aku pergi dulu. Semoga hubunganmu dengan Luhan cepat membaik”

Hyemun tertunduk sedih, ia melihat Sehun dan Seul Rin yang menjauh.

“Appa ! Aku keren kan ?”

“Tentu saja, kau adalah anak Appa”

“Appa, jangan dekat – dekat dengan Ajjumha Kang ataupun siapapun dan Appa jangan pamer ketampanan. Aku benci itu”

“Arraseo”

“Dan sosok Ayah bisa menjadi Ibu juga”

THE END

Sequel dari You’re My Destiny, kalau mau tau cerita sebelumnya bisa klik disini.… Semoga kalian suka sama FFnya ne ? ^^

44 thoughts on “Because (S)he is My Mother

  1. Wahh ni FF Daebakk!! dari FF yg You’re my Destiny smpe yg Sequelnya ini Kerren bngettt.. ceritanya ngefeel bgt.. aku sukaaa🙂 Authornya Kerren..
    Kira” mau ada lnjutannya lgi ap ndak?? kalo ada bakal aku tunggu.. Soalnya aku trlnjur suka ma ceritanya😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s