Diposkan pada Drabble, rinaizawa

Alone

Kris+EXO+tumblr_malsheL58t1qlv0dfo1_500Author

rinaizawa

Cast

Kris Wu

Length

Drabble

Tik ..

Tik ..

Tik ..

 

Hujan mulai mengguyur kota Seoul malam ini. Membuat suhu udara meningkat dari malam sebelumnya yang sedikit panas. Meskipun suhu udara hampir 18 derajat, tak membuat seorang pria berumur 25 tahun menutup jendela apartemennya. Mengetahui hujan turun, ia semakin membuka lebar jendelanya. Padahal hujan begitu deras.

Ia tidak peduli. Ia tidak memikirkan bagaimana nasib perabotan atau benda – bendanya yang terkena air hujan. Bahkan jika ponsel yang ia taruh di dekat jendela rusak akibat air hujan, ia tidak mempedulikannya. Toh, ini tidak sesakit yang ia rasakan sekarang.

Tidak juga sesakit saat melihat guci kesayanganmu hancur berkeping – keping.

Rasanya jauh dari itu dan tak bisa di gambarkan dengan kata – kata.

Kris Wu – pria itu menatap ke luar apartemen. Disana terlihat orang – orang mulai mencari tempat teduh. Jangan salah, jam masih menunjukkan pukul 8 malam. Orang – orang masih banyak yan berlalu – lalang di jalan raya.

Alih – alih pandangannya menoleh ke arah figura yang terletak di meja kecilnya. Figura yang sedikit basah akibat air hujan. Di dalam figura itu ada sebuah foto yang terlihat sangat bahagia. Kris tersenyum miris menatap foto itu. Begitu banyak kenangan yang ia lakukan dengan orang itu. Orang yang telah mencuri hatinya selama ini, yang mampu membuatnya kehilangan konsentrasi, bahkan orang itu berhasil membuatnya hancur seperti saat ini.

Namanya Jooyeon Lee. Kekasih Kris 1 tahun yang lalu. Atau sekarang sudah menjadi mantannya karena gadis itu telah memutuskan Kris 2 minggu yang lalu.

Dua minggu bukan lah waktu yang singkat bagi Kris untuk merelakan Jooyeon. Hingga saat ini ia masih merindukan gadis itu bahkan ia masih mencintainya meski Jooyeon telah membuatnya seperti ini.

Dan dua minggu terakhir Kris hampir seperti orang yang kehilangan separuh jiwanya. Ia membolos dari jadwal kuliahnya. Kerjaannya hanya melamun dan mabuk – mabukkan. Pola makannya juga tidak teratur. Ia cenderung menghabiskan kaleng – kaleng bir daripada memakan sepotong roti untuk mengisi perutnya.

Sekalipun teman – temannya datang –seperti Chanyeol atau Junmyun, Kris tidak pernah membuka pintu berwarna cream itu. Tidak akan pernah hingga seseorang yang ia butuhkan datang maka pintu itu akan terbuka.

Kris membutuhkan Jooyeon.

Membutuhkan semua alasan apa yang telah gadis itu perbuat pada dirinya.

Namun nyatanya, setelah pertemuan singkat mereka disebuah cafe yang terletak di dekat Seoul National University, Jooyeon tak pernah menemui pria jangkung itu lagi. Menghubungi saja tidak pernah. Ia benar – benar memutuskan kontaknya.

Mungkin mudah bagi Jooyeon untuk melupakan Kris. Tapi tidak dengan Kris.

Berkali – kali ia mencobanya justru ini terasa sakit. Lucu memang melihat Kris yang frustasi saat ini. Bukan Kris yang sesungguhnya. Bukan Kris yang biasanya selalu terlihat dingin di mata orang lain dan juga bukan Kris yang gampang rapuh seperti ini.

Kris mencintai Jooyeon itu benar. Sangat mencintai gadis itu bahkan ia tidak rela jika Jooyeon berpaling dengan pria lain. Harusnya ia bangkit. Bangkit memperjuangkan cintanya dengan Lee Jooyeon.

Ia sudah berusaha melakukan itu semua. Namun respon dari gadis itu membuatnya jatuh. Jooyeon membentak Kris secara mentah dan secara terang – terangan ia mengatakan jika tidak mencintai pria itu lagi.

Maka sejak saat itu Kris menyerah dan memilih untuk sendiri saat ini. Menjauhi semua lingkungan sekitarnya. Hanya ada dia dan sebuah ketenangan. Namun ia sadar jika seperti ini terus ia menjadi tidak berguna lagi. Setidaknya ia harus bisa menunjukkan pada semua orang lebih tepatnya Jooyeon bahwa ia baik – baik saja tanpa gadis itu. Gadis yang selalu menuaikan kata – kata manis dan penuh kebohongan belaka.

Entah perasaan apa yang merasuknya, Kris bangkit dari tempat duduknya. Menyalakan saklar – selama ini Kris berada di ruang yang pencahayaan remang – remang. Kini ruang itu tampak bercahaya dan terlihat sangat berantakan. Ia menutup jendela apartemen yang sedari terbuka. Tangannya beralih pada sebuah figura yang terletak di meja kecil.

 

Pranggg!

 

Entah dari mana perasaan itu datang, Kris membanting figura yang berisi fotonya dan Jooyeon hingga hancur berkeping – keping.

Dengan begini ia berharap dapat melupakan Jooyeon dan semua kenangannya. Berharap itu semua adalah mimpi buruknya selama ini.

Kini ia sadar, ia tidak selalu sendiri. Masih ada teman – teman yang lebih setia kepadanya. Pria itu mengambil ponsel hitam miliknya dan mengetikkan beberapa kata disana.

 

To : Chanyeol Park; Junmyun Kim

Kurasa keadaan ku membaik. Mau menemaniku berlibur ke pantai besok? Sekalian ajak gadis – gadis yang kalian kenal. Dan jangan lupa perkenalkan kepadaku. Kkk~

Aku hubungi besok jam 7 pagi

 

“I will have forgotten you now. Goodbye Jooyeon Lee.”

 

Finish

.

.

.

Gajeboo dikit><

Thanks yang udah klik continue dan baca sampai habis 😀

I hope u can give your comment here >w<

See you ^^

Iklan

Satu tanggapan untuk “Alone

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s