Posted in Baequeen, Fanfiction

December

DECEMBER

Tittle : December
Author : Ismimeey
Gendre : Romance
Length : Oneshoot
Cast : – Park Chanyeol
– Yoo Seul Mi
– Shin Hae Joo

street-in-december-snow-wallpapers_39911_2560x1600

Anyeonghasseyo exo-ls…

akhirnya aku bisa ngepost ff lagi disini…
well, ff ini sebenernya ff yang aku ajuin buat lomba disalah satu fanpage, dan sekalian aja aku share disini…
happy reading exo-ls!! semoga suka yaaaa^^ ❤

December

Salju turun dengan begitu ringannya membuat jalan dan benda-benda disekitarnya terlapisi oleh zat bening dan dingin ini. Cuaca memang dingin, tapi hal itu berbanding terbalik dengan hati seorang gadis yang sedang duduk ditengah dinginnya serbuan salju. hatinya serasa memanas, ia sadar selama ini ia lakukan memang salah, tak seharusnya ia melakukan hal yang nantinya akan menyakiti hatinya dan hati orang lain, mungkin. Tapi hati memang tidak bisa dibohongi. Ia mencintai pemuda dengan mata hitam pekatnya yang selalu memancarkan keteduhan baginya, dan mempunyai senyuman yang mampu meruntuhkan segala amarahnya dalam sekejap .
“ tidak , kita tidak memang tidak seharusnya bersama” gadis itu mengeratkan mantel bulunya, matanya berkaca-kaca. Zat bening yang melapisi matanya sudah siap untuk menetes.
Nafasnya memburu, berkali-kali asap menyembul dari setiap hembusan nafasnya . Si pria menatap gadisnya pilu .
“ sshh.. aku mencintaimu “ bisik pria itu sejurus ia mengulurkan tangannya untuk memeluk tubuh gadisnya. Gadis manis itu hanya bisa tersedu dibalik dekapan pria yang juga ia cintai .
“ aku jahat oppa. kau..kau tidak seharusnya mencintaiku , dan tak seharusnya juga aku mencintaimu “ paraunya disela-sela tangisannhya . Si pria hanya bisa mengelus lembut kepala gadisnya .
“ jalani saja dulu . anggap tidak ada apa-apa . aku terlanjur mencintaimu dan aku tidak bisa kehilanganmu. Please” mohon sang pria , ia menggit bibir bawahnya . pikirannya sangat kalut .

*December*

“Ne? dia bilang begitu?” mata Chanyeol menatap lurus-lurus, tangannya terus memainkan kotak berwarna merah. Sementara itu gadis dihadapannya hanya bisa tertunduk, ia tidak tahan melihat tatapan kekecewaan Chanyeol.

Karena hal ini bukan baru pertama ia lihat, sudah berulang kali ia melihat ekspresi kecewa Chanyeol.

“Baiklah kita bersenang-senang saja hari ini, kajja..” Raut wajah Chanyeol berubah seketika. Ia bangkit dari duduknya lantas menyeret tangan gadis yang tadi duduk dihadapannya. Seul Mi terbelalak, ia terlalu kaget dengan perubahan sikap Chanyeol yang terlalu tiba-tiba itu.

“Ki..kita mau kemana?” tanya Seul Mi dengan suaranya yang sangat pelan, nyaris seperti bisikan.

Chanyeol tersenyum kecil, “kemanapun, apakah kau punya tempat rekomendasi?” Chanyeol menoleh, melihat gadis itu dengan senyum gelinya. Gadis disampingnya itu tengah tersipu dengan pipinya yang mengeluarkan rona merah seperti cherry.

*December*

Desember 2012

Pada bulan December, bulan yang penuh kasih serta kebahagiaaan. Tapi entah kebetulan atau tidak, semua drama dihidup Seul Mi terjadi dibulan december. Diawali dengan kematian kedua orang tuanya.

Ya, hari ini tepatnya tanggal 25 Desember, biasanya Seul Mi akan menghabiskan harinya dengan kedua orang tua yang sangat menyayanginya. Biasanya merea akan membuat kue jahe bersama, serta membuat beberapa cookies untuk dinikmati pada saat Christmas eve. Tapi kini,.. Seul Mi menghabiskan harinya didepan makam kedua orang tuanya. Ia terus menunduk menatapi nisan kedua orang yang paling ia sayangi dibumi ini.

Harusnya ia ikut dengan kedua orang tua nya saat mereka membeli pohon natal yang baru, harusnya saat kecelakaan itu Seul Mi tetap bersama kedua orang tuanya, harusnya Seul Mi sekarang ada bersama mereka dialam lain..harusnya…

Kelopak mata gadis itu terpejam, Seul Mi tidak sanggup menahan perasaan sesak didadanya. 21 tahun Seul Mi hidup bersama orang tuanya, hanya mereka yang Seul Mi punya.. lalu sekarang ia harus apa? Ia bisa apa tanpa orang tuanya? Haruskah Seul Mi menyusul mereka dengan cara yang berbeda?

*December*

Desember 2013

“eonni sangat senang akhirnya kau mau pindah bersama eonni, kenapa tidak dari dulu saja sih?”
Seul Mi tersenyum kecil mendengar ucapan kakak sepupunya itu. Shin Hae Joo, gadis itu memang benar-benar bagai seorang malaikat dikehidupan nyata. Tak terlukis kan seberapa cantik wajahnya dengan bentuk wajah oval –tipikal bentuk wajah idaman gadis-gadis korea, matanya yang kecoklatan dengan ukuran yang besar untuk ukuran orang korea, dan mata itu..mata yang memancarkan keteduhan dan kelembutan bagi siapapun yang menatapnya, hidungnya proporsional dengan semua elemen diwajahnya, pipinya pun merona dengan alami, bibirnya pink bagaikan bunga mawar.. hah..bahkan ia lebih sempurna dari itu.

“eonni kan artis papan atas, aku takut menganggu mu” jawab Seul Mi.

Hae Joo hanya menggeleng, “astaga, jam berapa pun kau menelpon ku pasti akan aku angkat. Mana mungkin aku mengabaikan sepupuku satu-satunya.” Hae Joo duduk disebelah Seul Mi yang sedang membereskan semua baju-bajunya, gadis itu memang berniat pindah ke apartemen Hae Joo di Seoul, pusat dari semua kegiatan di Korea Selatan.

“Mianhae Seul Mi, aku tidak ada disamping mu saat paman dan bibi..”

“sshh.. sudahlah, hal itu sudah berlalu. Aku tidak mau mengingatnya lagi.” Sela Seul Mi sebelum Hae Joo menyelesaikan ucapannya.

Hae Joo mengangguk, ia mengamit tangan Seul Mi dengan satu tarikan napas, “kau siap dengan Seoul?” tanya Hae Joo dengan senyumannya.

“ne!” jawan Seul Mi lantang.

“aku punya kejutan untukmu..” ucap Hae Joo disertai senyum misteriusnya.

*December*

“selamat datang di Seoul! Ini kamar mu. Kau boleh menata apapun sesuka hati mu”

Seul Mi terperangah, tidak diragukan lagi. Sepupunya ini memang artis nomor satu di korea. Lihat lah apartemennya yang tidak kalah mewah dengan sebuah rumah dikawasan Gangnam. Seul Mi tidak berhenti mengangumi betapa luas dan mewah nya apartemen Hae Joo.

Ia menoleh ke arah Hae Joo dengan mata yang berbinar-binar. Gadis itu langsung menyerbu Hae Joo dan memeluknya erat, hingga Hae Joo nyaris kehabisan napas.

“Jeongmal gomawo-yo Eonni..”

“Hae Joo-ya!” teriak seseorang membuat Seul Mi melepaskan pelukannya. Seul Mi membalikan tubuhnya dan detik itu juga matanya membulat, tubuhnya membeku melihat sosok yang ada dihapadapannya. Sosok itu merentangkan tangannya, dan tak lama Hae Joo berlari dan menenggelamkan wajahnya ke tubuh pria yang membuat Seul Mi kaget setengah mati.

“Chanyeol-a! aku merindukan mu.” Ia bisa melihat pancaran cinta dari kedua makhluk sempurna itu. Chanyeol yang merupakan idola Seul Mi berdiri disana, memeluk sepupunya –Hae Joo. Melihat ekspresi Chanyeol yang seperti itu rasanya Seul Mi mengerti betul seberapa dalam perasaan Chanyeol pada Hae Joo.

“sudah kubilang jangan pernah mendahului aku Hae Joo. Bogoshippo.. jeongmal Bogoshippo Shin Hae Joo”

*December*

“ne, dia Yoo Seul Mi sepupuku, dia itu fans beratmu oppa.” Ucap Hae Joo yang masih dalam pelukan Chanyeol. Bedanya mereka bertiga sekarang tengah duduk bersama disofa, Seul Mi duduk tepat dihadapan Hae Joo dan Chanyeol.

Gadis itu hanya bisa menunduk dan tersipu saat Chanyeol terus memandanginya.
“wah benarkah? Gomawo telah mengidolakan ku Seul Mi-ya” Chanyeol bersuara diakhiri senyum manis nya.

“n..ne, kau tidak perlu berterimakasih seperti itu.” Jawab Seul Mi malu-malu. Hell! Siapa yang tidak gugup jika berhadapan langsung dengan idola nomor 1 mu?

“kau tidak perlu malu-malu begitu Seul Mi. lakukan saja apa yang ingin kau lakukan dengan Chanyeol, apa kau ingin tanda tangannya? Atau pelukannya? Katakan saja,Seul Mi-ya..” goda Hae Joo dengan senyuman gelinya. Melihat seberapa merahnya pipi Seul Mi, Hae Joo sudah bisa menebak seberapa besar Seul Mi mengidolakan Chanyeol. Jelas saja, dengan suara yang sangat manly dan wajahnya yang mempesona gadis mana yang tidak menyukai Chanyeol?

Chanyeol terkekeh, ia mengambil sebuah buku yang entah dari mana sudah ada disampingnya beserta sebuah pulpen. Ia menekan ujung pulpen tersebut lantas menggoreskan sesuatu disana, tanda tangannya.

‘Dari Chanyeol yang paling tampan untuk Yoo Seul Mi, fans ku yang paling manis’

“ige..” Chanyeol merobek kertas yang masih menuatu pada buku yang ada dipangkuannya lantas memberikannya kepada Seul Mi.

Seul Mi makin tersipu dan wajahnya yang sudah sangat merah kian memerah karena membaca tulisan dibawah tanda tangan Chanyeol.

“Go..gomawoyo” desis Seul Mi.

Chanyeol dan Hae Joo masih saja tersenyum geli melihat Seul Mi tersipu seperti itu.

“Oh iya Seul Mi, aku akan makan malam dengan Channie oppa diluar, apa kau mau ikut dengan kami?” tanya Hae Joo. Gadis itu sudah berdiri dan menyambar mantel tebalnya serta memakai dua sarung tangannya. Chanyeol terlihat membantu Hae Joo memakai mantelnya. Pasangan dihadapannya memang sangat serasi, bahkan mereka tidak perlu repot-repot menyamar karena hubungan mereka direstui oleh fans mereka berdua. Bagi fans Chanyeol, Hae Joo memang pantas mendampinginya. Wajah Hae Joo yang nyaris sempurna dan tingkahnya yang dikenal sangat baik mampu menaklukan fans Chanyeol. Ditambah serial drama yang mereka bintangi baru-baru ini, membuat mereka dinobatkan sebagai pasangan paling serasi dan ideal di Korea.

Seul Mi tersenyum melihat itu, ia menggeleng pelan. “tidak usah, aku ingin beristirahat saja dan menyapa kamar baru ku” jawab Seul Mi. sebenarnya ia hanya tidak ingin menjadi penggangu saja di acara kencan mereka.

“ah baiklah. Kau hati-hati ya, tidak usah khawatir pengamanan disini sangat ketat.”

“Ne Seul Mi-ya, kami pamit dulu” sambung Chanyeol. Kedua pasangan itu menghilang dibalik pintu, Seul Mi masih bisa melihat senyum bahagia Chanyeol saat tangannya menggandeng tangan Hae Joo.

*December*

Masalah mulai datang saat Hae Joo mendapat tawaran sebuah serial drama baru yang membuat gadis itu sangat sibuk. Berangkat pagi pulang larut. Hampir setiap hari seperti itu. Dan begini lah dapaknya. Untuk kesekian kali, Seul Mi yang diminta menemui Chanyeol karena kesibukan Hae Joo yang bahkan terlalu takut membuat Chanyeol kecewa karena pembatalan acara mereka. Dan disinilah Seul Mi sekarang, dihadapan Chanyeol dengan raut wajah kecewanya. Bukan kehadiran dirinya yang Chanyeol inginkan, tapi kehadiran Hae Joo. Seul Mi bisa melihat itu dimata Chanyeol.

“Ne? dia bilang begitu?” mata Chanyeol menatap lurus-lurus, tangannya terus memainkan kotak berwarna merah. Sementara itu gadis dihadapannya hanya bisa tertunduduk, ia tidak tahan melihat tatapan kekecewaan Chanyeol.

Karena hal ini bukan baru pertama ia lihat, sudh berulang kali ia melihat ekspresi kecewa Chanyeol.

“Baiklah kita bersenang-senang saja hari ini, kajja..” Raut wajah Chanyeol berubah seketika. Ia bangkit dari duduknya lantas menyeret tangan gadis yang tadi duduk dihadapannya. Seul Mi terbelalak, ia terlalu kaget dengan perubahan sikap Chanyeol yang terlalu tiba-tiba itu.

“Ki..kita mau kemana?” tanya Seul Mi dengan suaranya yang sangat pelan, nyaris seperti bisikan.

Chanyeol tersenyum kecil, “kemanapun, apakah kau punya tempat rekomendasi?” Chanyeol menoleh, melihat gadis itu dengan senyum gelinya. Gadis disampingnya itu tengah tersipu dengan pipinya yang mengeluarkan rona merah seperti cherry.

“tadinya sih aku sedang membuat kue saat Hae Joo eonni menelpon ku dan menyuruhku menemanimu.” Jawab Seul Mi ragu.

“baiklah, ayo kita lanjutkan!” Chanyeol kembali menyeret tangan Seul Mi. membuat gadis itu harus pandai-pandai melengkah dengan kakinya yang pendek.

*December*

“aish..oppa bagaimana sih, begini cara memecahkan telur yang benar.” Omel Seul Mi.

Sepertinya ide membuat kue bersama Chanyeol bukan gagasan yang bagus. Lihat saja, bukannya membantu Chanyeol malah membuat dapur terlihat seperti ruangan yang terkena dampak gempa bumi berskala besar.

Seul Mi merenggut sebal melihat kulit telur yang berserakan akibat ulah Chanyeol, masa memecahkan telur saja tidak bisa sih?

“ya..ya..ya.. Mianhae, kau tahu ‘kan keahlian ku itu rap dan membuat gadis-gadis terpesona. Bukannya memecahkan telur seperti itu” kilah Chanyeol membalas omelan Seul Mi.

“bahkan anak Tk mampu memecahkan telur” desis Seul Mi yang sialnya masih bisa didtangkap oleh telinga Chanyeol.

“ne? kau baru saja mengatakan kalau seorang bocah jauh lebih baik dari pada Park Chanyeol, Korean Idol yang digilai milyaran wanita. Begitu?” omel Chanyeol. Seul Mi menatap Chanyeol tidak percya, ternyata tingkat kepercayaan diri pria dihadapannya ini melebihi tingginya mount everest..

“cih..yang benar saja?” Seul Mi memutarkan kedua bola matanya tanpa menghiraukan racauan Chanyeol. Gadis itu kembali menyibukan diri dengan adonan kue dihadapannya.

“yak! Yoo Seul Mi berani-beraninya kau mengacuhkan Park Chanyeol!”

Dengan itu Chanyeol melumuri wajah Seul Mi dengan tepung terigu ditangannya. Seul Mi terbelalak kaget dan refleks melempar sebutir telur yang sedang dipegangnya kearah Chanyeol.

Plaaak!

Tepat sekali! Telur itu mengenai kepala Chanyeol dan menghancurkan tatanan rambutnya seketika itu juga.

Chanyeol melotot tidak percaya, ia menatap Seul Mi dengan death glare-nya.

“awas kau Yoo Seul Mi!!” Chanyeol mengejar Seul Mi yang sudah berlari melihat gelagat Chanyeol yang mengerikan.

“hahaha..coba saja jika kau bisa menangkap ku oppa.. :p”

Dan semuanya seperti bermula dari sana. Chanyeol baru pernah tertawa lepas 1 bulan terakhir ini, biasanya sumber tawa Chanyeol adalah Hae Joo. Namun tanpa ia duga seorang Yoo Seul Mi mampu membuat ia tertawa seperti sekarang ini.

*December*

Chanyeol tersenyum sendiri melihat origami berbentuk burung ditangannya, dengan melihat origami itu Chanyeol seperti melihat sosok Seul Mi. padahal baru tadi siang mereka kembali menghabiskan waktu bersama.

Chanyeol tau semuanya salah, namun ia juga tidak bisa menyangkal perasaan hangat yang perlahan memenuhi dadanya saat ia bersama Seul Mi.

Gadis itu memberi pengalaman baru bagi Chanyeol. Biasanya para gadis akan mengajaknya menonton film di bioskop atau jalan-jalan ditaman, tapi gadis itu berbeda. Chanyeol seperti diajaknya masuk kedalam dunia Seul Mi.

Gadis itu mengajaknya berkebun, hal yang tidak pernah ia pikirkan untuk ia lakukan dengan seorang gadis. Tapi ternyata hal itu benar-benar mengasyikan.

“hiii..cacing! menjijikan sekali..” Chanyeol mengambil potongan dahan kayu yang sudah mengering lalu menyingkirkan seekor cacing yang melintas dihadapannya.

“ih jangan dibuang oppa, itu kan cacing”

Tanpa ragu Seul Mi mengambil kembali cacing yang tadi disingkirkan Chanyeol dengan tangan kosong –tangannya sendiri.

“astaga Seul Mi kau menyentuhnya. Buang makhluk menjijikan itu! Cepat buang! Hiii aku geli sekali” Chanyeol seketika itu juga berubah histeris.

Muncul sebuah ide dikepala Seul Mi begitu melihat Chanyeol histeris begitu. “tangkap ini..” Seul Mi melemparkan cacing tadi kearah Chanyeol. Membuat pria itu berjingkrak-jingkrak histeris, berteriak ketakutan. Dan hal itu sangat lucu dimata Seul Mi, gadis yang satu ini tidak henti-hentinya menertawai Chanyeol.

“YAK! YAK! YOO SEUL MI CEPAT SINGKIRKAN MAKHLUK MENJIJIKAN INI…OMOO OMMO DIA MENGENAI TANGAN KU..AISHH JINJJA !!! MENJIJIKAN SEKALI!! EOMMA!! EOMMA TOLONG PUTRA MU!!!!”

“AKAN KUBUNUH KAU YOO SEUL MI”

Chanyeol tersenyum kecil saat menginggat hal itu. Sangat memalukan rasanya berteriak-teriak histeris seperti itu dihadapan seorang gadis apalagi hanya karena seekor cacing –hewan paling menjijikan dimuka bumi ini.

Tanpa sadar Chanyeol kembali terkekeh saat mengingat kembali saat Seul Mi mengajaknya memancing

“Cih..ikan apa itu, kenapa kecil sekali? Lihat saja punya ku pasti akan jauh lebih besar!” oceh Seul Mi menyombongkan diri saat melihat ikan tangkapan Chanyeol yang hanya sebesar telapak tangannya.

Krikk..krikk…krikk

30 menit sudah Seul Mi menunggu, namun kailnya belum juga bergerak. Sementara itu Chanyeol sudah mendapat hampir setengah ember, dan semuanya berisi ikan. Seul Mi merenggut sebal melihat embernya yang masih kosong.

“ah lihat..kailku sepertinya mengenai sesuatu..” teriak Seul Mi, ia menunjukkan tampang sombongnya seperti mengatakan –lihat! Aku pasti dapat ikan besar.

“tunggu eomma, ikan ku yang manis” ucap Seul Mi, lantas dengan semangat ia menarik kailnya..

“hahahaha….itu kah ikan besar yang kau maksud?” Chanyeol tertawa sangat keras melihat bukan ikan besar yang Seul Mi dapat melainkan sebuah sepatu boots usang.

“hahahahaha…”

“ya..ya tertawalah sepuasmu, lihat saja nanti. Aku yang akan menertawaimu!!”

Sebenarnya masih banyak hal yang mereka lakukan bersama akhir-akhir ini. Dan sedikit banyak Chanyeol mulai mengenal Seul Mi, gadis itu memang menyukai alam. Alam terbuka.
Seul Mi juga menyukai sesuatu yang manis, gadis itu juga menyukai rok karena hampir setiap hari dia memakai rok, musik, dan Park Chanyeol tentu saja.

“ne..oppa. aku juga menyukai mu. Lebih dari seorang fans menyukai idolanya. Ini rasa suka seperti seorang wanita kepada seorang pria…”

Chanyeol makin tersenyum lebar mengingat itu semua, hari ini..hubungannya dengan Seul Mi berlanjut.

Tapi kemudian wajah Hae Joo yang sedang tersenyum lembut membuat Chanyeol membatu.

Mianhae Hae Joo……………..

*December*

Seul Mi masih saja tersenyum dikamarnya, ia memeluk guling sambil sesekali menenggelamkan wajahnya disana. Bayangan Chanyeol dan dirinya tadi siang terus berputar dalam benaknya, membuat senyuman diwajahnya tidak pernah hilang.

Seul Mi kembali melihat sebuah kalung ditangannya. Kalung yang baru saja Chanyeol berikan kepadanya, kalung yang membawa hubungan mereka lebih jauh lagi

Siang tadi Seul Mi kembali mengajak Chanyeol membuat kue –tentu saja atas perintah Hae Joo, lebih tepatnya Cup cake. Tentu saja Chanyeol agak kurang menyukai ide itu –memecahkan telur saja ia tidak bisa. Jadilah pria itu hanya menunggu diruang tamu sambil menonton sebuah film.

Tak lama Seul Mi datang menghampiri Chanyeol, “taraaa…Cup Cake nya sudah jadi, kajja oppa cicipi Cake buatan ku ini.” Seul Mi menempatkan dirinya disamping Chanyeol.

“hmmm…rasanya manis sekali. Seperti mu..” ucap Chanyeol tanpa ia sadari.

Seul Mi seketika itu mematung mendengar apa yang Chanyeol katakan, dengan perlahan ia menoleh kearah Chanyeol yang tampak lahap memakan Cup Cake buatan Seul Mi, “ne?” ulang Seul Mi sambil menatap Chanyeol dengan wajahnya yang memerah.

“mwoya?” Chanyeol balik bertanya, berpura-pura tidak mengerti.

“tadi oppa menyebutku apa?”

“apa memangnya? Aku tidak berbicara apa-apa..”

“cih.. masa iya pendengaran ku salah? Jelas-jelas aku mendengarnya menyebut ku manis..apa-apaan dia itu tidak mau mengaku..” gerutu Seul Mi dengan suara pelan, tapi seperti biasa indra pendengaran Chanyeol masih bisa mendengarnya.

Chanyeol hanya terkekeh geli, membuat Seul Mi menatapnya sebal, “ne, kau memang manis uri Seul Mi-yaaa” ucap Chanyeol sembari mencubit kedua pipi Seul Mi membuat wajah gadis itu makin memerah merasakan hangatnya tangan Chanyeol dipipinya, sekaligus karena ucapan Chanyeol….. uri Seul Mi..Uri Seul Mi…uri Seul Mi..alias Seul Mi ku..

Chanyeol langsung terdiam begitu melihat wajah Seul Mi yang makin memerah, ia pun melepaskan cubitannya lantas menatap Seul Mi lurus-lurus.

“Yoo Seul Mi…aku rasa semakin lama mengenalmu membuat ku sadar akan perasaan ku.” Ucap Chanyeol mantap, ia memegang kedua tangan Seul Mi. membuat mata gadis itu terbelalak.

“aku menyukai mu Yoo Seul Mi” lanjut Chanyeol sambil memejamkan matanya, seolah menyiapkan dirinya untuk mengatakan hal tersebut.

Seul Mi makin terkejut, gadis itu sampai-sampai tidak bisa bergerak ditempatnya, saking terkejutnya ia sampai lupa bagaimana caranya bernapas..Chanyeol menyukainya?? Menyukai Yoo Seul Mi yang sangat biasa ini? Bagaimana bisa? Rasanya seperti mimpi….

———————-

Seul Mi makin menggila dengan mengingat memori itu..Chanyeol menyatakan cinta padanya…benar-benar seperti mimpi. Idola yang sangat ia sukai menyatakan perasaannya pada Seul Mi, rasanya Seul Mi mau pingsan saa itu juga.

Tapi Seul Mi juga tidak bisa membohongi hatinya. Ia memang menyimpan sesuatu untuk Chanyeol yang ia simpan rapat-rapat jauh dilubuk hatinya, tapi dengan pernyataan cinta Chanyeol tadi siang Seul Mi juga akhirnya mengungkapkan semuanya pada Chanyeol.

“ne..oppa. aku juga menyukai mu. Lebih dari seorang fans menyukai idolanya. Ini rasa suka seperti seorang wanita kepada seorang pria…”

“tapi oppa…kita tidak seharusnya melakukan ini, melihatmu dan mengenalmu sedekat ini saja aku sudah sangat bersyukur oppa..aku tidak mungkin…maksudku Hae Joo eonni..bagaiman—“

Ucapan Chanyeol terputus saat pria itu menarik Seul Mi kedalam pelukannya, “sshhh.. kau tidak usah memikirkan hal-hal yang lain, sekarang hanya ada Park Chanyeol dan Yoo Seul Mi. arraseo?” sela Chanyeol.

Seul Mi menghirup aroma Chanyeol yang menguar dari dadanya, mencoba menyimpan memori ini baik-baik didalam benaknya. Semuanya memang salah, namun saat Chanyeol memeluknya rasanya semua ini terasa benar, tidak ada yang salah dengan 2 makhluk yang saling jatuh cinta.

Chanyeol melepaskan pelukannya lantas memakaikan sesuatu dileher Seul Mi, sebuah kalung berbentuk bulu angsa. “ne, ini untuk mu. Jagalah kalung ini baik-baik”

Seul Mi hanya bisa mengangguk, tanpa ia sadari air matanya turun. Semua rasa berkecamuk didalam dadanya. Perasaan bahagia, takut, dan juga rasa bersalah..semuanya serasa bercampur menjadi satu saat ini.

“karena oppa sudah memberiku hadiah, aku juga akan memberikan sesuatu untuk oppa..tunggu sebentar” Seul Mi beranjak kekamarnya sembari menghapus air mata yang menetes dipipinya, ia mengambil sebuah kertas origami lantas kembali menemui Chanyeol diruang tengah.

Chanyeol hanya memperhatikan Seul Mi yang masih asyik dengan kertas origaminya itu, Seul Mi membentuk sebuah burung, “ini untuk oppa, katanya jika kita bisa membuat 1000 burung kertas semua keinginan kita akan terwujud. Tapi untuk sekarang aku hanya bisa memberikan oppa satu burung kertas ini, nanti kapan-kapan kita buat 999 burung kertas untuk melengkapinya”

“ne tidak apa Seul Mi-ya, gomawo..”

“saranghae” sambung Chanyeol.

*December*

“ kau sudah bangun, Seul Mi-ya?” Hae Joo menghampiri sepupunya yang terlihat baru bangun tidur. Seul Mi tersenyum tipis

“Nanti temani aku membeli beberapa baju ya? Aku ada acara, nanti malam Chanyeol akan menjemputku” Seru Hae Joo , tangannya meraih segelas susu lalu menenggaknya. Seul Mi menatap Hae Joo ingin tahu .

“ kalian akan pergi kemana ?” Tanya Seul Mi penuh selidik . Hae Joo hanya menunjukkan senyumnya .

“ Kami akan menghadiri Korean Drama Awards, sebenarnya Chanyeol hanya menemani ku saja. Memang sudah sepantasnya seorang kekasih selalu menemani gadisnya kan?” Hae Joo mengerling kepada Seul Mi, Seul Mi tersenyum sekali lagi dan berlalu kekamarnya. Ia mendesah panjang, memegangi dadanya. Ada rasa perih disana.

Begini rasanya menjadi kekasih gelap, ia harus pintar-pintar mengatur emosinya. Menjadi yang kedua .

Hah..sekarang waktunya bersiap-siap untuk menemani Hae Joo belanja

Seul Mi sedang memoles wajahnya didepan cermin besar yang terletak disamping lemari. Tiba-tiba handphonenya berdering . Seul Mi menghentikan aktifitasnya , ia segera mengambil benda pipih tersebut. Nama Chanyeol tertera di layar handphonenya . dengan senyuman yang mengembang dibibirnya Seul Mi mengangkat panggilan dari Chanyeol

“Chanyeol oppa!!” Seul Mi berseru saking senangnya.

“astaga Seul Mi aku mendengarmu, kau ini bersemangat sekali. Sudah merindukan ku ya?” goda Chanyeol diseberang sana.

“ne, eodiya?” tanya Seul Mi

“Mmmm..aku sedang bersiap-siap untuk malam ini. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan..” ucap Chanyeol ragu.

“kau akan pergi dengan Hae Joo eonni kan malam ini? Kalau itu aku sudah tahu, aku juga sedang bersiap-siap untuk menemani eonni belanja pakaian untuk nanti malam” jawab Seul Mi setegar mungkin.

“gwaenchana?” tanya Chanyeol hati-hati.

“Ne, sudah ya oppa. Kau juga kan harus mempersiapkan diri untuk malam ini. Buatlah fans kalian terpana, aku tutup dulu. Annyeong”

Seul Mi kembali meletakkan ponselnya diatas meja riasnya. Sesuatu serasa meremas rongga pernapasannya, membuatnya sangat sesak. Dadanya juga terasa sakit, dan klimaksnya adalah air mata yang jatuh tanpa komando apapun. Seul Mi terisak dalam kesunyian, meratapi nasibnya..lagipula ia yang jahat, jadi ia pantas mendapat ini semua. Ini adalah konsekuensi yang Seul Mi sudah sadari dari awal..

aku sadar bahwa apa yang aku lakukan ini salah, tapi aku sudah terlanjur mencintai Chanyeol Tapi disisi lain aku juga tidak tega kepada Hae Joo eonni, dia sudah sangat baik kepadaku. Membiarkan aku tinggal dirumahnya, membiayai seluruh kehidupanku termasuk biaya kuliah dan semuanya, Hae Joo eonni juga bisa berperan menjadi ibu, ayah sekaligus sahabatku.. Teganya aku yang sudah menusuknya dari belakang. Mianhae Hae Joo eonni , tapi sungguh aku tidak bermaksud menyakitimu semua terjadi begitu saja.

Kau memang tidak tahu diri Yoo Seul Mi

Kau adalah monster yang tega menyakiti malaikat seperti Hae Joo!!

*December*

‘’Seul Mi-ya” Seseorang memanggilku. Dari suaranya aku sudah bisa menebak siapa dia.

segera kuhapus air mataku dan menutup laptopku, karena hal yang membuatku menangis saat ini bersumber pada laptop itu, aku baru saja melihat foto-foto Chanyeol dan Hae Joo eonni tadi malam di acara Korean Drama Awards. Dan melihat mereka bersanding berdua seperti itu membuatku sadar, bahwa aku hanyalah rumput liar pengganggu. Aku tidak seharusnya hadir ditengah mereka. Lagipula jika dibanding dengan Hae Joo eonni aku ini tidak ada apa-apanya.

Bisa kulihat Chanyeol mendekat kearahku “kau kenapa?” tanya Chanyeol menyentuh tanganku lembut.

Aku tersenyum sebisa ku dan menggeleng “aku baik-baik saja, aku hanya merindukan orang tuaku” jawabku berbohong. Chanyeol tersenyum, bermaksud menguatkan ku. Didetik selanjutnya dia meregap tubuhku

“ eh? Nanti Hae Joo Eonni melihat” gusarku mencoba melepaskan pelukannya, namun sebaliknya Chanyeol semakin erat memelukku.

“Dia sedang pergi bersama teman-temannya” aku tersenyum mendengar jawaban Chanyeol, ku balas pelukannya .

“ Bagaimana kalau kita jalan-jalan juga ?” Tanya Chanyeol setelah melepas pelukannya . Aku menaikkan sebelah alisku

“ Baiklah, penyamaran dimulai” seruku diiringi tawa . Chanyeol ikut terkekeh , dia menarik kepalaku lalu menciumku dengan lembut .

“ I miss you, your voice, your eyes, your lips..everything about you..“ Chanyeol mengecup bibirku sekali lagi .

“kau membuatku malu” kutinju lengannya setelah ia melepaskan ciumannya

“ Ready ?” Tanya Chanyeol saat aku keluar kamarku. Kuacungkan jempolku, kali ini aku memakai topi dan menyembunyikan rambutku didalam topiku , dan juga mantel tebal dan syal ungu pemberian Chanyeol saat natal kemarin yang sudah melilit leherku. Dengan begini tak akan ada yang mengenaliku . Chanyeol pun sama denganku . hanya saja dia memakai kumis palsu .
Dia terlihat aneh.

“ Kumis yang bagus” ucapku, kutahan tawaku sebisa mungkin .

“ jadi, memuji atau mencibir?” Chanyeol meraih pinggangku .

“ hahaha” tawaku tak kubisa tahan lagi. Dia benar-benar aneh menggunakan kumis palsunya itu

Kami terus tertawa disepanjang jalan. Kami memang jarang pergi bersama lagi, itu dikarenakan Hae Joo eonni sedang free akhir-akhir ini. Entahlah, setiap dia menggenggam tanganku atau membelai lembut rambutku rasa bersalahku pada Hae Joo eonni makin membesar .

“ kau kenapa, hm?” suara lembut Chanyeol membuyarkan semua lamunanku. Aku hanya tersenyum tipis padanya dan menggeleng sekali .

“ ah aku baik-baik saja . hanya sedang memikirkan Hae Joo eonni” jawabku lirih diakhir kalimat. Chanyeol menghela nafasnya kemudian tangannya terulur menggapai pipiku dan mengelusnya

“ sshhh..kita sudah memilih jalan ini. Jebal…jangan pikirkan tentang itu lagi” sorot matanya memancarkan kepedihan dan permohonan yang begitu mendalam “ its our day , so just enjoy it ok?” dia mengecup punggung tanganku dengan senyuman manisnya. Aku mengangguk sambil tersenyum.

Kami pergi kepusat kota untuk melihat pesta kembang api disini. Memang sebelum menjelang natal disini selalu dirayakan pesta kembang api. Senyuman selalu merekah dibibirku .
Kami bergabung dengan pasangan lainnya yang juga melihat pesta kembang api ini .

“ wow, banyak juga yang kesini” aku berdecak, kurapatkan lagi mantel buluku. Cuaca disini memang sangat dingin. Kugosok-gosokkan kedua tanganku, aku yang sudah memakai sarung tangan saja masih kedinginan .

“ dingin ya ?” Tanya Chanyeol . aku hanya mengangguk . “ kau juga pasti kedinginan , lihat hidungmu memerah seperti badut :p” balasku menjulurkan lidah padanya . Chanyeol terkekeh sambil memebelai rambutku –lagi—

“ come here . let me hug you” Chanyeol mengerling genit sambil merentangkan kedua tangannya padaku. Aku meninju lengannya pelan .

“ eh, lihat! itu kembang apinya sudah akan dimulai “ seruku .
Kembang api pun meletup-letup dengan indahnya, bagai bunga yang menghias angkasa dimalam yang dingin ini.

Aku hanya bias berdecak kagum. “ indah sekali” kagumku .

“ ya indah” jawabnya, sejurus kurasakan sebuah tangan melingkar dipinggangku. Ternyata Chanyeol memelukku dari belakang. Wajahku serasa memanas, aku yakin sekarang wajahku sudah sangat merah. Ya walaupun kami sudah cukup lama berhubungan, tapi setiap dia berlaku manis padaku aku selalu tersipu dan rasanya jantungku ini sulit untuk dikendalikan.
Tuhan aku ingin terus begini bersamanya.

25 Desember 2014

Hari ini merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu bagi umat Christian diseluruh penjuru dunia. Seul Mi sibuk membuat hidangan untuk nanti malam bersama Hae Joo, rencananya Chanyeol akan berkunjung kesini dan menghabiskan malam natal disini .

“ kau tahu Seul Mi-ya? Chanyeol memberikanku cincin berlian ini. limited edition katanya. Hanya ada 12 buah di dunia” Hae Joo menunjukkan jari manisnya pada Seul Mi. Disana melingkar sebuah cincin. Rasanya paru-paru Seul Mi menyimpit dan udara disekitar gadis itu berkurang, Seul Mi seperti sulit bernafas. Sesak rasanya .

Seul Mi memaksakan dirinya untuk tersenyum walaupun rasanya sangat susah “Whoaa..selamat ya eonni..” ujar Seul Mi seceria mungkin.

Senyuman terus mengembang diwajah Hae Joo. Dia mendekat kearah Seul Mi kemudian mendekap bahu Seul Mi “ katanya nanti malam dia ingin melamarku secara resmi, dihadapan mu juga.” serunya dengan suara riang. Nafas Seul Mi makin tercekat, sesuatu telah memukul hatinya dan menghancurkannya. Seul Mi terdiam untuk beberapa saat, sampai kemudian gadis itu mulai membuka mulutnya

“hm eonni, aku ingin keatas sebentar” Seul Mi melepaskan tangan Hae Joo yang melingkar dibahu gadis itu, Hae Joo hanya menatapnya bingung .

Harusnya aku tahu sejak awal, jika Chanyeol pasti akan lebih memilih Hae Joo dari pada aku . Sekalipun nantinya dia memilih aku, apa aku akan tega melakukan ini kepada Hae Joo ? sepupuku sendiri !

Seul Mi meraih ponselnya, “ yeoboseyo oppa, kurasa kita perlu bertemu. Di butterflys park. Pukul 5 sore”

klik ! Seul Mi langsung mematikan sambungan telepon tadi, air mata gadis itu sudah tak sanggup terbendung lagi. Zat bening itu mengucur dengan sendirinya, membentuk beberapa aliran dipipinya yang menirus .

“ kau mau kemana Seul Mi-ya?” Tanya Hae Joo ketika Seul Mi melewatinya diruang tengah . dia sedang menghias pohon natal rupanya.

“ umm..aku mau keluar sebentar . membeli coklat untuk cemilan kita nanti” dalih Seul Mi , Hae Joo hanya mengangguk dan melanjutkan aktifitasnya.

Selepas perginya Seul Mi tanpa terasa tubuh Hae Joo bergetar dan terjatuh disamping pohon natal yang tengah ia hias. Pertahanannya runtuh sudah.. gadis itu terisak sambil memegangi dadanya yang berdenyut nyeri.

Mianhae Seul Mi-ya, aku tidak bisa menahannya lagi. Aku tidak bisa melepas Chanyeol, dan aku tahu Chanyeol pun begitu.

Sebenarnya Hae Joo sudah tahu hubungan Seul Mi dan Chanyeol. Gadis manis itu menemukan sebuah buku diary milik Seul Mi dan ia tidak sengaja membacanya. Dan dari situlah ia mengetahui semuanya.. semua pengkhianatan yang dilakukan oleh kekasih dan sepupunya sendiri.

Semua memang salahnya, harusnya Hae Joo tidak menyuruh Seul Mi terus-terusan menggantikan dirinya saat Hae Joo tidak bisa berkencan dengan Chanyeol, tapi gadis itu terlalu takut membuat Chanyeol kecewa dengan membatalkan janji kencannya. Dan jadilah Seul Mi yang ia suruh menggantikannya. Harusnya dari awal Hae Joo tahu kalau itu semua adalah petaka untuk hubungannya dan Chanyeol.

Hae Joo tidak bisa menyalahkan Seul Mi, gadis itu terlalu menyayangi sepupunya. Karena hanya Seul Mi keluarga yang ia punya.

Ia tidak sanggup memaki gadis itu, ia tidak sanggup….

Biarlah ia menyerang Seul Mi dengan halus seperti ini. Harus ada yang mengalah diantara mereka. Karena Hae Joo tidak mau melepas Chanyeol, maka Seul Mi lah yang seharusnya melepaskan kekasihnya. Dari awal memang hanya ada KyuJoo…..

Mianhae Seul Mi-ya…tapi aku sangat mencintai Chanyeol

*December*

Butterflys park sangat sepi, dihari natal begini mana ada yang keluar untuk bersantai ditaman? orang-orang tengah sibuk dengan aktifitas mereka didalam rumah. Seul Mi menatap kosong learah rumput-rumput dihadapannya. Ia harus menentukan pilihan, dan semoga saja ini merupakan pilihan yang tepat.

Salju turun dengan begitu ringannya, membuat jalan dan benda-benda disekitarnya terlapisi oleh zat bening dan dingin ini. Cuaca memang dingin, tapi hal itu berbanding terbalik dengan hati Seul Mi.

Hatinya serasa memanas. Ia sadar selama ini ia lakukan memang salah, tak seharusnya ia melakukan hal yang nantinya akan menyakiti hatinya dan hati sepupunya. Tapi hati memang tidak bisa dibohongi. Ia mencintai pemuda dengan mata pekatnya yang selalu memancarkan keteduhan baginya , dan mempunyai senyuman yang mampu meruntuhkan segala amarahnya dalam sekejap .

*December*

“ tidak oppa, kita tidak memang tidak seharusnya bersama” Seul Mi mengeratkan mantel bulunya, matanya berkaca-kaca, zat bening yang melapisi matanya sudah siap untuk menetes .
Nafasnya memburu, berkali-kali asap menyembul dari setiap hembusan nafasnya . Chanyeol menatap Seul Mi pilu .

“ sshh.. aku mencintaimu” bisik Chanyeol sejurus ia mengulurkan tangannya untuk memeluk tubuh Seul Mi. Seul Mi hanya bisa tersedu dibalik dekapan pria yang juga ia cintai .

“ aku jahat oppa. kau..kau tidak seharusnya mencintaiku, dan tak seharusnya juga aku mencintaimu “ paraunya disela-sela tangisannhya. Chanyeol hanya bisa mengelus lembut kepala gadisnya .

“ jalani saja dulu. Anggap tidak ada apa-apa, aku terlanjur mencintaimu dan aku tidak bisa kehilanganmu. Please” mohon Chanyeol , ia menggit bibir bawahnya . pikirannya sangat kalut .

“ tidak oppa, kita sudah menjalaninya terlalu lama. Dan aku ingin mengakhiri ini semua” Seul Mi berusaha meneguhkan dirinya. Chanyeol menggeleng kuat-kuat. Dia memegang kedua sisi pipi gadis yang sangat ia cintai itu, sementara sang gadis hanya menutup matany. Air matanya tak bisa ia hentikan .
Seul Mi memberanikan dirinya membuka mata , ia memandang Chanyeol yang matanya terlihat memerah “ kau tidak bisa memilihkan ?! “ Seul Mi tertawa pahit .

“ aku mencintaimu , aku juga menyayangi Hae Joo “ lirih Chanyeol .

Seul Mi tersenyum kecut “ kau pikir enak begini terus? aku hanya bayang-bayang diantara kalian berdua. Aku tak akan bisa menjadi sosok yang utuh kalau cintamu terbagi. Dan aku tidak mau menjadi bayang-bayang itu lagi”

“ aku tidak ingin kau memilihku. Di dalam permainan yang kita buat harusnya kau sudah langsung bisa mengetahui bahwa nantinya akan ada hati yang terluka, dan biarkan itu hatiku. Aku terima semua ini karena aku juga yang memulainya”

Tangan Seul Mi mengepal . ia mencoba menahan rasa sesak yang melanda paru-parunya.
“ biarkan bayangan ini menemukan sosoknya, oppa” Seul Mi menatap Chanyeol pilu . Sementara pria dihadapannya itu hanya bisa terdiam , air matanya juga ikut mengalir

“ kalau kau pikir hanya kau yang terluka kau salah besar . aku juga sangat terluka” lirih Chanyeol dengan suara bergetar . dia menatap Seul Mi nanar

Seul Mi memeluk Chanyeol dengan erat, sangat sulit melepas lelaki dihadapannya ini. Mereka berdua menangis didalam pelukan mereka. Pelukan untuk terakhir kali ……mungkin.

“ kau harus tahu . aku melakukan ini karena aku mencintaimu, semuanya kita akhiri sampai disini…..” Seul Mi melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Chanyeol untuk yang terakhir .

Seul Mi lantas berlari meninggalkan Chanyeol ditaman itu, meninggalkan pria yang telah mengukir banyak memori indah di hidupnya..

Kau tidak bisa meninggalkan aku Seul Mi-ya, bahkan kita baru membuat 789 burung kertas..kau tidak bisa meninggalkan aku…

Chanyeol mungkin pria paling egois karena menyayangi dua wanita sekaligus. Dia sadar, segala sesuatu yang dimulai dengan kesalahan tidak akan berakhir dengan bahagia…

And its all happened in December, Meet Him, Knowing Him, Starting to love Him…and Leaving Him… December…
-Yoo Seul Mi

‘Tanpa alasan, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini membeku dibawah salju
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia….
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana’
-at gwanghwamun lyric

END

Well, holaaaaa… hhh.. akhirnya bisa ngepost ff lagi disini. sumpah kangen banget ngepost ff disini + ngebaca komenan readers yang bikin semangat+ gokil2 banget. makasih banget buat kalian yang masih mau baca ff baequeen ini. jeongmal gomawoyo :’)

oh iya selamat tahun baru juga buat semua exo-ls diluar sana…yang sabar ya nunggu comeback exo hehe..

oh iya maap kalo masih banyak typo..ngoreksinya bener-bener puyeng banget.. sekali lagi makasih banyak udah mau baca…

ditungggu ya responnya…^^

Iklan

Penulis:

its not about just a fiction but its how to express your feel from a fiction

15 thoughts on “December

  1. Ini bener2 keren. Seharusnya Hea joo tidak menturuh Seul mi menggantikannya, seharusnya Chanyeol dan Seul mi tidak akan saling jatuh cinta, seharusnya Chanyeol lebih bisa memilih salah satu diantara mereka. Ya, seandainya waktu bisa berputar kembali, seandainya Chanyeol lebih dulu mengenal Seul mi. Oh…perasaanku campur aduk saat membaca ini tau, ga? FFnya keren bgt.

  2. Huaaa eonni nyess banget😢 ngena banget di hati bener dah😣 antara kesel ama sedih, antara kasian ama enggak.. chanyeol nya sih nyebelin banget😠 oiya aku readers bru eonn.. oiya eon, yg my overprotecktive boy kapan dilanjutin eon? Kangen sama ff itu😢 mianhae aku silent readet disitu😵 maafkan aku eon😳 tp bener dah aku kangen banget sama ff itu.. eon kapan ngupdate nya lagi? Eon hiatus? Jgn lama2 eon hiatus nya.. aku udh lumutan nungguin ff itu😖 aku pengen tau kelanjutannya beneran deh🙏 lanjut ya eon yaaa.. aku udh bolak balik ke sini, tp blom ada juga😧 mian eon klo aku terkesan maksa.. mianhae jeongmal mianhae🙏

  3. wahhh…
    sedih banget ceritanya chingu…
    dari awal baca judulnya december memang berasa sedih (hehehe..geje ya…)
    but menarik ceritanya..
    gomawoyo..

    1. gomawo komennya^^… hmmm..Sehun sulli ya? maaf banget sebelumnya karena aku ga pernah bikin ff yg cast ceweknya itu artis, semua ff ku pasti cast ceweknya cuma oc..hehe maaf banget ya 😦

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s