Love Story part 3

Love Story chap

Love Story Part 3

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Han Seul Ra

Lu Han

Genre : Romance, School Life,

Rating : Semua umur,

“Siapa bilang kita tak dapat bersatu ?”

 Part 1 | Part 2

Hari ini adalah hari pertama Seul Rin masuk ke sekolah barunya, ia tak menyangka bahwa ia akan satu sekolah dengan Sehun. Namja itu menceritakan kehidupannya semalam, ketika menemani Seul Rin yang sendirian dirumah. Seul Ra belum pulang dan kedua orang tua Seul Rin tiba – tiba saja ada panggilan ke Jepang.

“Kau yakin tak mau kuantar ?” tanya Sehun di seberang telepon,

“Ani, aku tak mau menambah bebanmu dengan skandal denganku” jawab Seul Rin sambil memasukkan sandwichnya ke tas.

“Benarkah ? Kalau kau sudah tiba di sekolah jangan lupa hubungi aku” ujar Sehun

“Arraseo, sampai jumpa”

‘Klik’

Panggilanpun terputus, Seul Rin bergegas menuju mobil yang khusus akan mengantarnya. Sebelum ia masuk ke mobil, ia sempat bertatapan dengan Seul Ra namun tak lama kemudian Seul Ra masuk ke mobilnya sendiri dan pergi kesekolah membawa mobil.

Seul Rin memasuki mobil itu, Paman Kang –supir pribadi Ayahnya- melajukan mobilnya ke sekolah.

“Ajjushi ?” panggil Seul Rin pelan.

“Ne, ada apa Agashi ?”

“Eonni, dia selalu membawa mobil sendiri ?”tanya Seul Rin ragu, ia tak enak menanyakan ini pada supirnya.

“Tidak,” Pak Kang tersenyum, “dia selalu berangkat bersama Tuan Muda Oh Sehun, kemanapun dan kapanpun. Entah mengapa akhir – akhir ini mereka jarang terlihat bersama lagi”

Seul Rin tertunduk, “Eum.. Hubungan Rara Eonni dengan Sehun itu apa ?”

“Mereka sepasang kekasih, itulah yang kuketahui. Bahkan mereka akan dijodohkan”

“Ajjushi tau siapa itu Lu Han ?”

Pak Kang nampak berpikir, “Oh iya, dia sahabat Seul Ra agashi dan Tuan Muda Oh Sehun. Ada yang mengatakan bahwa namja itu menyukai Seul Ra agashi, jadi ia seperti penghalang hubungan keduanya.”

Seul Rin tak menjawab maupun bertanya lagi, ia yakin bahwa Luhan tidak pulang ke Beijing karena Seul Ra. Karena namja itu menyukainya, tak bisakah ia berpikir bahwa Bibi Lu menangis karena Luhan tak pernah pulang dan memberi kabar, setidaknya mengirim pesan atau surat itu saja sudah cukup.

“Agashi, kita sudah sampai”

Seul Rin terbangun dari lamunanya, “Ah, kamsahamnida Ajjushi”

Seul Rin keluar dari mobil itu dan seluruh pasang mata menatapnya takjub, siapa yang tak terpesona dengan kecantikannya ? Gadis yang berperawakan bak model terkenal dan wajah yang Baby Face ?

Seul Rin segeran berlari memasuki gedung sekolah itu, bergegas mencari ruang guru.

‘Tap tap tap’

Derap langkah seseorang yang berada dibelakang Seul Rin semakin membuat dirinya takut, orang itu mengikutinya hingga akhirnya,

“Huaa !!”

Seul Rin berteriak ketika orang itu menepuk bahunya, ia menatap namja yang menepuknya itu “Kau ini, mengagetkanku saja ! Astaga, untung aku masih hidup” ujarnya sambil mengelus dadanya.

Namja itu memperhatikan Seul Rin, “Kau murid baru ?”

Seul Rin mengangguk, “Kau mau mengantarku ke ruang guru ? Aku takut”

Namja itu menatap Seul Rin tak percaya, seolah – olah ia berkata, “Takut ? Hei ! Siang – siang begini tak ada hantu !”

“Tatapan murid – murid disini mengerikan” bisik Seul Rin padany. Namja itupun mengangguk mengerti,

“Ikut aku”

Seul Rin mengikutinya dari belakang, hanya 3 langkah setelah bertemu namja itupun mereka tiba di sebuah pintu yang bertuliskan ‘Ruang Guru’

“Hei ! Kau mempermainkanku !!” teriak Seul Rin frustasi yang kemudian membuat namja itu pergi meninggalkannya sendirian, “Aishh,, disini tak ada yang waras” gumamnya lemah.

****

Seul Rin memasuki ruang kelasnya yang baru 12-1. Lee Ssaem memukul mejanya kemudian berseru,

“Anak – anak kita kedatangan murid baru, ayo kenalkan dirimu”

Seul Rin tersenyum manis, kemudian membungkukkan badannya, “Annyeong Haseyo, Han Seul Rin imnida. Aku siswi pindahan dari Beijing, China.”

Semua pasang mata menatap takjub gadis itu, seorang namjapun mengangkat tangannya, “Seul Rin~ah, apa hobimu ?”

Seul Rin menatap Lee Ssaem seolah meminta persetujuan untuk menjawab pertanyaan namja itu. Lee Ssaem hanya mengangguk,

“Ah, hobiku ? Aku suka menggambar dan bernyanyi” jawabnya.

Kali ini seorang yeoja yang mengangkat tangannya, “Menggambar apa ? Manga ?”

Seul Rin menggeleng, “Sebenarnya bukan menggambar sih, aku lebih suka menyebutkan mendesain baju”

“Whoaa” Seluruh siswa disitu tampak kagum, kecuali  2 orang yang masih menatap Seul Rin. Yang pertama dengan tatapan rasa bersalah sedangkan yang satunya hanya tersenyum.

Namja yang lain mengangkat tangan, “Apa kau sudah memiliki namjacingu ?”

Pipi Seul Rin memerah, “Ah, itu.. Aku..”

“Ssaem, bisakah kita memulai pelajarannya ?” ujar seseorang yang memotong ucapan Seul Rin.

“Astaga Oh Sehun” gumamnya terkaget karena melihat Sehun yang duduk di salah satu bangku siswa.

“Ah, baiklah. Seul Rin, kau bisa duduk di samping Luhan.”

Ucapan Lee Ssaem membuat mata Seul Rin terbelalak, apa katanya ? Sebangku dengan Luhan ? Luhan sekelas juga dengannya ?

“Ah, ne Ssaem”

Ia menatap bangku kosong di sebelah Luhan yang berada di dekat jendela. Di belakangnya ada Sehun yang menatapnya tajam. Tempat duduknya benar – benar strategis.

“Baiklah, hari ini akan kita adakan Pre-test Bab 3”

Seluruh siswa nampak kecewa, merekapun dengan lunglai memasukkan semua buku kelaci.

Seul Rinpun membuka tasnya untuk mengambil alat tulisnya, tiba – tiba matanya bertatapan dengan Sehun.

“Kau tak menghubungiku” ujar Sehun kesal.

Seul Rin menggigit bibirnya, “Tadi murid disini menatapku aneh, jadi aku ketakutan dan lupa. Mianhae”

Sehun memutar bola matanya malas, ia pun memasukkan buku – bukunya dengan malas.

“Baiklah, silahkan bagi kertas ini Namjoo~ya.” Suruh Lee Ssaem pada Namjoo, Ketua kelas.

Namjoo membagikan lembar jawaban kemudian Lee Ssaem yang akan membacakan soalnya.

“Han Seul Rin” panggil Luhan, Seul Rinpun menoleh.

“Fighting”

Seul Rin tersipu, “Kau juga.. Lu Ge”

****

Seul Rin sedang berjalan menyusuri sekolah ini. Ia terhenti di teras depan tangga. Disana ia melihat seseorang sedang bermain basket,

“Kau melihat siapa ?” tanya seseorang,

Seul Rin menoleh, “Ah, bukan siapa – siapa. Waeyo Luhan~ssi ?”

Luhan terkekeh, “Kau tadi memanggilku Luge, sekarang Luhan~ssi. Kurasa aku lebih menyukai panggilan Lu Ge”

Seul Rin tertunduk, ia menggigit bibinya karena gugup dan juga malu.

“Masalah semalam.. Aku minta maaf”

Seul Rin tercekat, iapun tersenyum getir, “Gwenchana, aku mengerti. Kau pasti sangat mencintai Eonni, iyakan ?”

Luhan tersenyum miris, Seul Rin melihat senyuman itu dan ia membenci itu. Iapun mengalihkan pandangannya ke arah namja yang bermain basket.

“Ah, itu namanya siapa ?”

Luhan mengikuti arah telunjuk Seul Rin. Ia melihat namja yang baru saja memasukkan bola ke ring kemudian berhambur ke pelukan teman – temannya.

“Namja yang baru saja memasukkan bola ke ring” lanjut Seul Rin.

“Oh Sejoon”

Tunjukkan Seul Rin melemah, kenapa ia harus dikelilingi keluarga Oh ? Eh, tunggu. Namanya hanya mirip kan ? Bisa saja mereka bukan sekeluarga.

“Namanya mirip Sehun” komentar Seul Rin

Luhan mengangguk, “Tentu saja, dia adik Sehun kelas 11-1. Wae ?”

‘JDERRR’ Kan, ia selalu dikelilingi oleh Keluarga Oh disini.

Seul Rin menggeleng, “Dia namja yang tak sopan, seenaknya sendiri mengerjai Sunbaenya”

Luhan terkekeh, “Dia lebih tua darimu. Lahir 27 April 1995”

“Astaga Ge, itu hanya beda beberapa hari”

“Tetap saja dia lebih tua, kau 8 Mei 1995 kan ?”

Seul Rin terdiam, Luhan masih mengingat tanggal lahirnya ?

“Luge, 20 April 1993 kan ?”

Luhan tersenyum, “Kau mengingatnya ?”

Tentu saja Seul Rin mengingatnya, ia tahu segala hal tentang Luhan. Untuk tanggal lahir, sebenarnya Luhan lahir tahun 1993 namun di akta kelahirannya ditulis 1994 maka dari itu Luhan seangkatan dengan Sehun yang kelahiran 1994.

“Seul Rin~ah..”

Seul Rin mengalihkan wajahnya kearah Luhan,

“Aku merindukanmu”

****

Seul Rin berencana untuk memilih ektrakurikuler, tapi ia bingung ingin memilih apa. Ia melihat di gedung kesenian yang penuh dengan siswa. Ia membaca satu persatu spanduk yang terpasang berjejeran antara satu tempat dengan yang lainnya, tulisan itu antara lain : Klub Dance, Klub Tarian Tradisional, Klub Teater, Klub Menyanyi, Klub Fotografi, Klub siaran radio + multimedia, Klub Volly, Klub Basket dan yang tidak ada peminatnya, Klub Memasak.

Seul Rin berjalan menuju spanduk itu, ia hanya berniat melihat Klub itu karena sejujurnya ia tak yakin bahwa tak ada seorang peminatpun. Dan benar, tak seorangpun berniat memasuki Klub ini.

Ia mendengar seseorang yang membentak seorang namja yang berkacamata,

“Kalau Klub konyol ini tak berjalan, jangan harap minggu depan nama Klub konyol ini ada. Mengerti ?!!” bentak laki – laki itu pada siswa berkacamata itu

“Ne, arraseo Seonsangnim” jawab siswa itu.

Guru itu berbalik dan melihat Seul Rin yang tengah berdiri di depan meja pendaftaran Klub Memasak.

“Kau ingin masuk Klub ini ?” tanya Ssaem itu, Seul Rin mengangguk ragu.

“Kusarankan lebih baik kau memilih Klub lain, Klub ini akan bubar minggu depan.” Ujar Ssaem itu

Pantas saja tak ada yang mau ikut, Guru ini mengancamnya dengan kata – kata yang mengerikan.

“Mianhaeyo, tapi aku sangat tertarik dengan Klub Memasak” jawab Seul Rin lantang yang entah darimana kelantangannya datang.

Guru itu tampak kesal kemudian meninggalkan tempat itu.

“Gomawo telah menolongku, tapi benar kata Yoo Ssaem, sebaiknya kau pergi ke Klub lain yang lebih bergengsi. Seperti Klub Dance mungkin,” ujar namja berkacamata itu.

“Kau ini, aku susah – susah datang kesini dan kau hanya mengusirku ? Namja macam apa kau ini ? Kau tidak lihat kalau jarak dari tempat ini dengan pintu masuk terlalu jauh, aku rela jauh – jauh karena aku ingin masuk Klub Memasak dan kau dengan mudahnya mengusirku ? Hah, apa – apaan ini”

Lagi – lagi Seul Rin mengucapkan hal – hal yang belum pernah ia pikirkan, bahkan paragraf yang tadi ia katakan melucur tiba – tiba tanpa terpikir di otaknya.

Namja itu tersenyum, “Kamsahamnida, aku benar – benar berterima kasih padamu”

Seul Rin menatap Namja itu aneh, “Ne, cheonma”

Namja itu mengulurkan tangannya, “Do Kyung Soo kelas 12-2, kau ?”

Seul Rin menatap uluran tangan Kyungsoo kemudian membalasnya, “Han Seul Rin, 12-1”

“Kau murid akselerasi itu ?” tanya Kyungsoo yang masih kaget dengan sosok di depannya ini.

Seul Rin membelalakkan matanya, “Ah, ne. Bagaimana kau tahu ?”

“Kau terkenal, bahkan sejak 2 hari yang lalu. Umurmu lebih muda setahun dengan kami tapi nilai ujian semester 1 mu memiliki rata – rata 97. Padahal ujian semester masih 2 bulan lagi”

“Ah, begitu.” Seul Rin menggaruk tengkuknya yang tak gatal, “Kegiatan Klub kita bagaimana ?”

Kyungsoo tampak berpikir, “Kita bisa mulai hari ini, kita akan memasak hidangan yang mudah dulu. Omurice mungkin, kau tahu ?”

Seul Rin mengangguk, “Nasi goreng yang dibungkus telur dadar kan ? Aku pernah melihatnya di drama.”

“Baiklah, nanti ketika istirahat makan siang kita berkumpul di dapur kantin. Kau tahu kan ?”

“Tidak, aku kan baru mengenal tempat ini.”

“Baiklah, kau kujemput di kelas”

“Baiklah”

Kyungsoo tersenyum, “Baiklah, sampai jumpa nanti Han Seul”

“Han Seul ?” ulang Seul Rin bingung.

“Panggilanku untukmu, kau tak suka ?”

Seul Rin menggeleng, “Tak apa, kalau begitu sampai jumpa !”

****

“Kau ikut Klub apa ?”

Seul Rin mendongakkan wajahnya dan melihat Sehun yang kini tengah duduk disampingnya, seingatnya tadi ia sendirian di kelas dan mengapa Sehun sudah berada disini ? Disampingnya lagi, dengan jarak sedekat ini ?

“Kau mendengarku ?”

Seul Rin membuyarkan lamunannya, “Kau tanya apa ?”

Sehun mendengus, “Kau ikut Klub apa ?”

“Klub memasak, kau ?”

Sehun terbelalak, “Kenapa kau masuk Klub itu ? Klub itu hampir bubar”

Seul Rin menaikkan bahunya malas, “Entahlah, namja bermata bulat itu terlihat sangat ahli memasak jadi aku ingin belajar darinya.”

“Kau yakin ? Padahal aku berencana memasukkanmu ke Klub Multimedia.” Ujar Sehun

Seul Rin mengalihkan pandangannya dari Sehun kemudian kembali menunduk, “Jangan pedulikan aku, aku ingin memilih hidupku sendiri”

Sehun terdiam melihat sikap Seul Rin padanya, ia melihat gadis itu yang sedari tadi memegang perutnya.

Sehunpun mengambil kotak di lokernya di kelas ini, kotak itu sepertinya adalah kotak bekal.

“Ini, makanlah.”

Seul Rin terbangun ketika mendengar kata’makanlah’ , ia melihat Sehun yang menyodorkan kotak bekal itu.

“Ah, itukan milikmu” ujar Seul Rin lemah, godaan terbesarnya sudah didepan mata, mana mungkin ia bisa menahan godaan seenak itu ?

“Kita bisa makan bersama, aku sengaja membawa lebih dan garpu dua untuk kita makan bersama” jelas Sehun, iapun membuka kotak itu kemudian menyuapi Seul Rin dengan sepotong melon yang dilumuri cokelat.

“Enak ?”

Seul Rin mengangguk, “Kau juga makan, arraseo” ia menyuapi Sehun juga.

“Klub memasak awalnya berjalan baik, bahkan itu termasuk Klub bergengsi di sekolah” Sehun bercerita sebari mengingat kejadian setahun yang lalu.

“Dapur sekolah kebakaran, untung saja tidak sampai ke ruangan yang lain. Mulai saat itu Klub itu ditutup tapi D.O masih berjuang untuk mempertakankannya.”

“D.O ?”

Sehun mengangguk, “D.O nama akrab Kyung Soo disekolah, keahliannya dalam memasak memang tak tertandingi bahkan kantin sekolah sangat ramai karena D.O sering memasak disana, ia juga mendapat honor.”

“Kalau D.O ahli mengapa dapur sekolah bisa terbakar ?” tanya Seul Rin heran, iapun melahap salad buah Sehun lagi.

Sehun menghembuskan napasnya berat, “Aku juga tak yakin, ketika kami mematikan apinya hanya ada D.O disana tak ada siapapun. Padahal seingatku, hari itu adalah bagian siswi Klub Memasak yang memasak.”

Seul Rin terkaget, “Hanya dia ? Jahat sekali siswi itu” ujarnya.

Sehun mengangguk, “Semoga berhasil. Kalian masih memiliki waktu kurang lebih 5 bulan sebelum ujian perguruan tinggi. Jadi, bersemangatlah”

Seul Rin mengangguk, ia kembali memakan salad buah saus cokelat buatan Sehun itu. Matanya melihat banyak sekali yeoja yang mengintip mereka berdua –ia dan Sehun- yang tengah makan.

“Hun ?” panggilnya

“Hmm”

“Siswi itu.. Kenapa ?” tanyanya takut.

Sehun menoleh dan melihat segerombol yeoja yang mengintip mereka dari jendela koridor kelas, kemudian ia mengalihkan wajahnya lagi, “Mereka hanya iseng, tak usah dipikirkan”

Seul Rin terdiam, ia juga melihat Rara yang baru saja memasuki ruang kelasnya. Kemudian menghampiri bangkunya.

“Hun, kau tak kekantin ?” tanya Rara yang tiba – tiba sudah berdiri di samping Sehun.

Sehun menoleh sekilas, kemudian mengabaikannya.

“Hunnie, aku berbicara denganmu.” Ujar Rara jengkel.

Namun Sehun lagi – lagi mengabaikannya.

Seul Rin merasa tak enak kemudian menggoyangkan tangan Sehun, “Eonni berbicara denganmu”

“Hei, siapa yang menyuruhmu untuk memanggilku Eonni ? Aku tak sudi !” bentak Rara

‘Brakk’

Sehun berdiri kemudian menarik Rara keluar, setidaknya ia tak membawa permasalahan ini didepan Seul Rin yang akan menjadi Istrinya nanti, ia harus mengingat posisi gadis itu.. Nantinya.

****

“Ya ! Hunnie, ini sakit.” ronta Rara yang sedari tadi ditarik Sehun.

Sehun menghempaskan tangan Rara ketika mereka sudah tiba di atap, “Apa maumu ?” tanyanya dingin.

“Aku yang harusnya menanyakan itu pada CALON ISTRIMU itu, kau tahu ? Dia penghalang hubungan kita” jawab Rara kesal.

“Cih,” Sehun menatap Rara dengan wajah yang tak bisa diartikan, “penghalang ? Lalu bagaimana dengan Luhan ?”

Saraf Rara seakan terputus, bagaimana bisa Sehun mengungkit – ungkit Luhan disaat seperti ini ? Akhirnya, malah Rara sendiri yang akan disalahkan.

“Aku sudah cukup sabar selama 2 tahun ini, mengerti ? Jangan salahkan Seul Rin yang baru saja datang ke kehidupan kita, maka salahkan juga Luhan yang masuk ke kehidupan kita.”

“Panggil dia Hyung Sehun !”

“Aku tak peduli ! Walaupun ia lahir terlebih dahulu dariku tapi aku takkan mengalah lagi, cukup aku merelakanmu, jangan Seul Rin lagi”

Air mata Rara hampir menetes, bagaimana bisa kisah hidupnya serumit ini ?

“Aku lelah, melihatmu bahagia bersama Luhan, melihatmu yang senang akan kehadirannya dan melupakanku. Rara~ya, sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini”

Sehun mengucapkan itu kemudian melepas cincin di jari tengah tangan kanannya dan melemparkannya ke bawah. Iapun berjalan meninggalkan Rara yang terdiam ditempatnya.

Tepat ketika Sehun membuka pintu, ia melihat Luhan dengan wajah sok imutnya yang membuat Sehun berdecih.

Luhan yang kebingunganpun mulai merasa ada kejanggalan, iapun berjalan ke atap dan melihat Rara yang menangis sesegukkan.

“Kau kenapa ?” tanya Luhan.

Rara memeluk Luhan, “Oppa..”

Luhan membalas pelukan Rara, sekedar memberi kehangatan dan ketenangan.

“Sehun.. Memutuskanku”

Ucapan Rara membuat dada Luhan bergemuruh, antara senang dan sedih.

“Gwenchana, Oppa disini”

****

Sehun berjalan menuju kelasnya, namun langkahnya terhenti ketika melihat banyak sekali siswa dan siswi yang berlarian ke arah kantin. Iapun menarik tangan salah satu siswa itu,

“Ada apa ini ?” tanya Sehun.

Siswa itu tersenyum senang, “D.O kembali, D.O kembali !”

Sehun pun ikut berjalan ke kantin, berjalan dengan santai tidak seperti siswa siswi lainnya.

“Annyeong haseyo, chingu~ya. Kyung Soo imnida, hari ini Klub Memasak kembali dibuka dan kami akan menyajikan makanan perdana kami, Beijing Omurice”

Sehun yakin, telinganya tidak ada gangguan. Apa kata D.O tadi ? Beijing ? Jangan bilang Seul Rin ikut memasak ?

“Klub ini hanya ada 2 orang, saya dan gadis akselerasi ini. Han Seul Rin”

Seul Rin menunduk, iapun menaikkan Omurice yang baru selesai ia buat. Aromanya memang beda dan sangat menggiyurkan, apalagi dengan desain yang cantik oleh Chef yang cantik juga.

“Dalam waktu 10 menit kami akan memberikan Beijing Omurice gratis, hanya 10 menit. Selebihnya kalian akan membayar.. Mulai dari.. Sekarang !”

Semua orang tahu cara bermain si mata bulat ini, kita akan memesan terlebih dahulu kemudian baru dimasak sesuai banyaknya pembeli. Semua orang berbodong – bondong mengatri untuk mendapatkan makanan gratis nan lezat itu.

Sehun hanya tersenyum, iapun melanjutkan langkahnya ke kelas. “Semoga berhasil”

TBC

“Ah, perutku sakit”

“Sehun.. Memutuskan Rara, Rin~ah”

“Seul Rin.. Yeojacinguku”

“Oh Sejoon !!”

“Hei ! Panggil aku Oppa !”

“Tidak ! Aku adalah kakak iparmu, mengerti !”

“Kau suka buah apa ?”

“Cherry ?”

“Panggilan kesayanganku, Chyrine terlalu panjang”

“Hun, apa aku pelampiasanmu ?”

Annyeong, mianhae telat update.. Oh iya, karena Fantastic entar lagi mau Ujian jadi fantastic Semihiatus ya ? Gak papa kan ? Semi hiatus ya ? Bukan hiatus keseluruhan.. Buat readers,, tolong selalu menyukai ff fantastic kaena kalianlah yang membuat fantastic berhasil sejauh ini.. Banyak yang manggil fantastic eonni dan rasanya ngeh banget, panggil fantastic aja deh, atau Lia ^^.. Gomawo sebelumnya,, annyeong ! ^^

45 thoughts on “Love Story part 3

  1. Ping-balik: [END]Love Story part 12 | Han Seul Rin

  2. Ping-balik: EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s