What should I do with this girl? [Chapter 16-End]

What

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Title                 : What should I do with this girl? [Chapter 16-End]

Author             : Park Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             : Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating                        : PG-17

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 16

 

“Wajah menakutkan itu ternyata seorang wanita secantik ini” Batin Chorong begitu menatap kearah wajah Joohyun yang pucat.

“Kenapa anda menatapku seperti itu?” tanya Joohyun yang sadar terus diperhatikan Chorong.

Chorong menggelengkan kepalanya, sedangkan Joohyun tersenyum tipis.

“sangat cantik” guman Chorong dalam hatinya lagi.

Badan proforsional, rambut panjang, kulit putih, serta wajahnya sangat lembut dan terlihat feminim. Inilah yang disebut dengan wanitayang hampir sempurna dan Chorong selalu berpikir sosok wanita itu tidak ada, namun setelah melihat Joohyun, Chorong langsung membuang pikirannya itu.

“Kau tinggi” celetuk Chorong yang langsung membuat Joohyun tersenyum kembali.

Kini mereka sudah sampai disebuah perpustakaan, Chorong sedikit mengerutkan dahinya karena tidak mengerti mau apa mereka keperpustakaan.

Joohyun berjalan didepan dengan Chorong yang mengikutinya dibelakang, sambil melihat keseluruh ruangan perpustakaan.

Karena terfokus melihat ruangan perpustakaan Chorong jadi tidak sadar bahwa Joohyun menghentikan langkahnya, alhasil dia pun menabrak Joohyun.

“Aigoo”

Chorong yang kaget langsung menanyakan apa yang membuat Joohyun menghentikan langkahnya. Tanpa mengatakan apapun, Joohyun menggerakan tangannya lalu menunjukan sesuatu yanga da didepannya.

Seorang Gadis yang ternyata adalah Joohyun yang saat ini tengah memperhatikan seseorang secara diam-diam dari balik rak buku disana.

“Bukankah itu anda?” tanya Chorong

“Ya, itu aku dan seperti itulah aku. selalu mengikutinya tanpa berani menampakkan diriku”

Deg!!

Seketika itu juga Chorong seperti melihat cerminan dirinya ada didalam diri Joohyun.

“Aku menyukainya, namun aku selalu merasa takut”

“Kalau boleh aku tahu, apa yang anda takutkan? Bukankah seharusnya anda lebih berani karena anda sangat cantik bahkan hampir sempurna sebagai seorang perempuan”

Joohyun tidak menjawab pertanyaan Chorong dan hanya menggerakkan tangannya lalu setelah itu ruang perpustakaan dimana Chorong dan Joohyun berada kini sudah berubah menjadi sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan music.

Terlihan kini Joohyun tengah duduk di depan sebuah piano berwarna putih. Sebuah lagupun terdengar, lagu tentang rasa cinta seorang gadis pada seorang laki-laki.

“Kau pandai bermain pia. .”

Belum selesai Chorong menyelesaikan kalimatnya, lagu tadi tiba-tiba berhenti. Terlihat kini Joohyun tertunduk seraya memegangi dadanya.

Kedua mata Chorong membelalak ketika Joohyun terjatuh dari kursi dengan napas tersenggal-senggal.

Seketika itu juga Chorong jadi panik, dan berteriak-teriak minta tolong, namun Joohyun malah memgang tangan Chorong dan memintanya diam.

“Hyak, kau akan mati kalau seperti itu” panik Chorong

“Bukankah aku memang akan mati? Makanya sekarang aku menjadi arwah”

Chorong terdiam membeku dan memang benar apa yang Joohyun katakan barusan bahwa dia memang sudah jadi arwah.

Brak~~

Tiba-tiba seorang lelaki yang tak lain adalah Minho memasuki ruangan tersebut. begitu melihat Joohyun yang tengah sesak napas, Minho pun mendekatinya lalu bertanya dia kenapa.

“In-he”

Mengerti apa yang di maksud Joohyun, Minho kembali bertanya dimana inhaler miliknya.

“Ta-sss” ucap Joohyun susah payah.

Dengan segera minho berlari mencari tas Joohyun dikelasnya, dan butuh waktu lama minhopun kembali membawa tas Joohyun kemudian menumpahkan isinya. Meneukan inhaler Joohyun, minhopun langsung memberikannya pada Joohyun.

Melihat Joohyun menghirup inhalernya membuat Minho bernapas lega, diapun tersenyum pada Joohyun.

Bukan hanya Minho yang merasa lega, namun Chorongpun merasa sangat lega karena hal itu.

Keadaan disekitar Chorong kembali berubah, dan kali ini terlihat seperti rumah duka. Joohyun menunjuk kearah sebuah foto yang terpajang diatas sebuah peti dengan bunga yang menghiasinya. Terlihat juga seorang lelaki tengah duduk seraya menunduk didepan foto tersebut.

Chorong mendekati lelaki itu kemudian berjongkok agar bisa melihat dengan jelas siapa lelaki itu.

”Minho” ujar Chorong.

“Joohyun-ah maafkan aku, kalau bukan karena aku kau pasti tidak akan seperti ini” lirih Minho.

“Chorong-ssi tolong pinjamkan aku tubuhmu, aku menanyakan suatu hal padanya.”

Chorong langsung mengalihkan pandanganya dan langsung menatap Joohyun yang saat ini menunjukan wajah memelas pada Chorong.

Bingung, itulah yang saat ini dirasakan Chorong. Dia benar-benar kasihan pada Joohyun, namun disisi lain dia juga bingung apa harus mengabulkan keinginan Joohyun.

“Andwae Chorong-ah”

Kini sebuah suara yang sangat Chorong kenal mulai terdengar yang membuat Chorong langsung menatap kesumber suara tersebut.

“Halmoni” panggil Chorong.

“Chorong-ah jangan lakukan itu” larang halmoni.

“Halmoni kenapa anda melarang Chorong-ssi aku hanya sebentar meminjam tubuhnya dan akan aku kembalikan setelah urusanku selesai”

“Kau hanya memperalat Chorong kan? “

“Halmoni kenapa anda menuduhku seperti itu?”

Suara halmoni juga Joohyun mulai terdengar samar ditelinga Chorong, entah kenapa keringat dingin juga kini keluar. Semakin lama penglihatan Chorong juga semakin kabur sampai akhirnya dia tidak bisa mendengar apapun juga melihat apapun.

***

“Chorong-ah”

Suara ibunya membuat kedua mata Chorong mengerjap. Perlahan Chorong membuka matanya. Terasa berat itulah yang dia rasakan. Ketika matanya terbuka, kepalanya terasa sakit seperti di tusuk ribuan jarum.

“Um-ma” panggil Chorong terbata.

Madam Choi juga kini ada di depan Chorong. Dia tersenyum tipis, namun senyuman itu terasa sangat menakutkan untuk Chorong.

Madam Choi menggerakkan tanganya lalu memegang kepala Chorong. Setelah itu sakit yang dirasakan Chorong bertambah.

Meskipun kekuatan gadis ini hilang, tapi para hantu itu masih saja menginginkan anak ini” ucap madam Choi dalam hatinya.

“Kalau kau menjadi anak buahku dan tidak bersikeras menghilangkan kekuatanmu itu, kau tidak akan mengalami hal seperti ini nona”

Tak ingin menanggapi perkataan madam Choi, Chorong pun memejamkan matanya. Itu sebagai tanda Chorong tidak ingin berbicara padanya.

“Jadi kekuatan Chorong hilang?” tanya ummanya.

Madam Choi mengiyakan seraya bangkit dari duduknya.kemudian pamit untuk pulang karena dia sudah tidak ada urusan dengan Chorong kalau kekuatan Chorong hilang, itulah pikirnya.

Ketika di pintu, madam Choi berhenti sebentar. Dia berbalik untuk menatap Chorong kembali.

“Berhati-hatilah, jangan pernah mengambil keputusan yang salah atau kau akan menyesal”

Setelah mengatakan hal tersebut, Madam Choi pun mulai pergi dari rumah Chorong.

Ummanya mengambil kain yang tadi malam dia gunakan untuk mengompres Chorong, dibasahinya kembali kemudian ditempelkan di dahi Chorong.

Diusapanya kini pipi Chorong. Dengan wajah Sendu kini ummanya menatap Chorong.

“Maaf, umma benar-benar minta maaf”

***

Waktu menunjukan pukul 3 sore, dan saat ini Jonghyun sedang berjalan disebuah jalan menuju kesuatu tempat ditemani hantu halmoni.

Jonghyun mengehntikan langkahnya begitu hantu halmoni menunjuk pada sebuah rumah yang adalah rumah Chorong.

Jonghyun menatap hantu halmoni yang kemudian di tanggapi anggukan oleh hantu halmoni. Dia menekan bel kemudian menunggu seseorang didalam rumah membukakan pintu untuknya.

Tak lama dia menunggu, ibu Chorong muncul dari balik pintu pagar kayu tersebut.

“Nugunde?” tanya Ibu Chorong yang saat ini tengah menatap Jonghyun dari atas samapai bawah.

“Chin-gu, ya aku . .teman Park Chorong, emh benarkan ini rumah Park Chorong?”

“Ya, ini rumah Park Chorong dan aku ibunya!” jawab Ibu Chorong dingin.

Ibu Chorong menyangka bahwa lelaki didepannya ini adalah lelaki yang membuat Chorong kehilangan kekutannya.

“Chorong sedang tidak bisa diganggu”

Belum sempat Jonghyun mengatakan ingin bertemu Chorong, ibunya sudah mengatakan hal barusan yang menandakan bahwa Jonghyun tidak diijinkan bertemu Chorong.

“Ahjuma aku ingin menjenguk Chorong, bukankah dia sakit?”

Ibu Chorong sedikit terkejut saat mendengar ucapan Jonghyun, dia tidak menyangka bahwa Jonghyun tahu soal Chorong yang sakit.

Disisi lain saat ini Joonmyun tengah berada di depan gerbang sekolah Chorong, sudah sekitar 30 menit dia berada disana. apalagi yang dia inginkan kalau bukan bertemu Chorong.

Murid-murid mulai keluar, begitu juga Joomyun yang keluar dari mobilnya. Dia berharap bahwa Bisa bertemu Chorong, dan ketika megingat dia akan bertemu Chorong sebuah senyum terukir di bibirnya.

Wajahnya mendadak menjadi panas padahal hari itu salju masih menyelimuti kota.

“Joon myun oppa” panggil seseorang yang langsung membuat Joon myun menatap kearahnya.

‘Eo kau. . . Jung Eunji!”

:”Nde, aku Jung eunji” sebuah senyum terukir lebar dibibirnya.

Sebuah deheman keluar dari seseorang disebelahnya, yang tidak lain adalah Baekhyun. baekhyun menatap Joon myund engan tatapan sinis.

Tidak suka melihat eunji yang tersenyum lebar pada Joon myun, Baekhyun pun menutupi wajah Eunji menggunakan sebelah tangannya. Eunji menronta meminta Baekhyun melepaskannya karena dia tidak bisa bernapas, namun tidak sedikitpun rengekan Eunji didengar Baekhyun karena kini dia focus menatap Joon myun.

‘Kim. . . “

“Joon myun” sahut Joon myun.

“Ah iya Kim Joon myun-ssi maaf ingatanku agak jelak akhir-akhir ini. tapi tidak perlu aku jealskan juga padamu seharusnya. Dan apa alasanmu kemari untuk bertemu park Chorong?”

Joon myun hendak menjawab, namun Baekhyun kembali menyerobot ucapan Joonmyun yang membuat joon myun menjadi terdiam.

“Kalau iya, maka anda belum beruntung karena Chorong tidak masuk hari ini. dia sakit”

Kedua mata Joon myun membelalak mendengar ucapan Baekhyun, saat hendak bertanya Chorong sakit apa. baekhyun kembali membuat Joon myun mengurungkan niatnya bertanya karena sudah terlebih dahulu Baekhyun memotong ucapan Joon myun.

“Aku tidak tahu dia sakit apa, tapi orang itu jarang sakit. Jadi agak aneh dia sakit”

“Iya Ini agak aneh. Tapi tidak biasanya Chorong eonni sakit. Kalau dia sakit berarti ini sangat parah” ucap eunji yang sudah berhasil melepaskan diri dari tangan baekhyun.

Hati Joonmyun terasa sangat kacau saat ini, dia juga merasa sangat takut sekaligus khwatir. Eunji dan Baekhyun yang bisa membaca raut wajah Joon myun yang khawatir langsung tersenyum satu sama lain.

“kami akan menjenguknya. Apa kau ikut?”

‘Eoh” sahut Joon myun dengan antusias.

“Ok, ayo naik mobil kalau begitu”

“Eo ayo” sahut Joon myun.

***

“Halmoni sudah menceritakan semuanya”

Chorong menunuduk lalu menghela napasnya panjang. Dia lantas mengalihkan pandanganya pada jendela kamarnya yang sedikit terbuka.

“Apa aku harus melakukannya?”

Jonghyun menatap kearah depannya dimana kini hantu halmoni berdiri. Hantu halmoni menggelengkan kepalanya dengan wajah khawatir.

“Jangan lakukan” ucap Jonghyun yang masih menatap kearah hantu halmoni.

Chorong juga mulai mengikuti arah padangan Jonghyun, raut wajahnya mulai terlihat bersedih.

“Apa hantu halmoni ada disani?” tanya Chorong.

Jonghyun mengangguk lalu tersenyum kearah Chorong. Dia menyentuh tangan Chorong kemudian memegangnya erat.

“Halmoni khawatir padamu. Karena kalau kau meminjamkan tubuhmu pada hantu maka sulit bagimu untuk kembali. Banyak resiko yang harus kau tanggung. Kau tidak boleh menentang arus park Chorong-ssi, kalau dia punya sesuatu yang ingin ditanyakan pada Minho maka seharusnya dia katakan padaku atau padamu. Bukannya meminjam tubuhmu”

“Eonni kami datang!”

Teriakan Eunji yang langsung memasuki kamar Chorong membuat Chorong juga Jonghyun menatap kearah dia juga dua orang yang datang bersamanya.

“Hyung, kau”

Joon myun yang datang bersama Eunji serta Baekhyun benar-benar terkejut begitu melihat Jonghyun berada dikamar Chorong, bahkan kini mereka tengah berpegangan tangan.

Begitu menyadari Ekspresi Joon myun yang terlihat berbeda, Baekhyun segera memegang tangan eunji kemudian berbisik di telinga Eunji.

“Tampaknya kita datang pada waktu yang salah”

Eunji menatap Baekhyun, kemudian mengangguk mengiyakan ucapan baekhyun barusan.

Joonmyun melangkah mendekati Jonghyun serta Chorong dengan wajah sedikit ditekuk. Jonghyun yang menyadari wajah kesal adiknya segera melepas genggaman tangannya pada Chorong.

Kini Jonghyun menatap Joonmyun dengan perasaan tidak enak, sedangkan Joonmyun menatap Jonghyun tajam.

“Hyung, kenapa kau disini? Bukankah kau seharusnya menemani Taeyon nuna, bagaimana bisa kau meninggalkannya lalu mengunjungi rujmah perempuan lain, bahkan kau memegang tangannya!”

“Dia sudah tahu aku disini?’

Joon myun berdecak mendengar ucapan Jonghyun yang terdengar sangat santai.

“Apa Taeyon nuna juga tahu kalau kau berpegangan tangan dengan perempuan lain?”

Seketika itu juga Joghyun berhenti berkata-kata, dia merasa benar-benar bingung harus menjawab apa. dan ketika Jonghyun kebingungan itulah Chorong mulai mengeluarkan suaranya meskipun terdengar serak.

“Kalau anda begitu mengkhawatirkan Taeyon eonni, maka seharusnya anda pergi menemui Taeyon eonni, bukannya berada disini”

Deg!!

Joon myun terlihat begitu terkejut mendengar ucapan Chorong barusan, begitu juga Jonghyun yang langsung menatap kearah Chorong.

“Park Chorong-ssi kenapa kau berkata seperti itu? aku mendengar kau sakit jadi aku kesini! Tapi kenapa kau seperti ini? kenapa kau marah padaku? Apa salahku?”

Chorong Enggan menjawab, dan langsung membaringkan tubuhnya seraya membelakangi Joonmyun.

“Hyak park Chorong” pekik Joon myun.

Jonghyun segera bangkit dari duduknya lalu mendekati Joon myun. Dia mengajak Joon myun pergi, namun Joon myun malah menepis tangan Jonghyun yang memegang bahunya.

“Hyung, kalau kau ingin pergi maka pergilah sendiri”

“Joon myun-ah” panggil Jonghyun dengan tatapan memohon pada Joon myun.

Dengan berat hati serta kecewa, Joon myun pun mengikuti keinginan Jonghyun untuk pergi dari rumah Chorong, sedangkan Baekhyun serta eunji yang sedari tadi hanya terdiam melihat kejadian barusan.

Saat Eunji akan berkata sesuatu, Chorong tiba-tiba memotongnya.

“Kalian juga pergi, bukankah kalian sudah dapat tontona menarik barusan jadi pergilah!” ucap Chorong tanpa menoleh sedikitpun apda Eunji dan baekhyun.

***

“Joon myun-ah” panggil Jonghyun yang saat ini berada di parkir apartemen Joon myun.

Dipanggil beberapa kali Oleh Jonghyun, tak sedikitpun Joon myun menyaut. Dia hanya terus berjalan tanpa menoleh kearah kakaknya itu. Sedikit berlari kini Jonghyun agar bisa mengejar Joon myun.

“Hyak Kim Joon myun kenapa ka uterus menghiraukan ku?” tanya Jonghyun sembari memegangi lengan Joon myun.

Joon myun menatap Jonghyun dengan wajah kesal, namun beberapa detik kemudian wajah Joon mun mulai kembali melembut.

“Hyung, mianhae” ucap Joon myun tiba-tiba.

Jonghyun tersenyum mendengar ucapan Joon myun barusan dan entaha kenapa senyuman itu mulai berubah menjadi tawa yangs angat keras sampai membuat Joon myun kebingungan karena sikap Jonghyun.

“Hyung kau kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?” tanya Joon myun.

Jonghyun menghentikan tawanya, namun tetap saja dia masih tersenyum. dia memegang bahu Joon myun lalu menepuknya pelan.

“Aniya, aku tidak mungkin marah pada seseorang yang tengah cemburu”

“Cemburu?” ulang Joonmyun.

“siapa yang cemburu?” tambah Joon myun.

Jonghyun tidak menjawab dan ahnya mengangkat kedua bahunya setelah itu dia pergi dari hadapan Joon myun sedangkan Joonmyun malah terdiam dan berpikir.

‘Aku tidak cemburu pada kalian” sangkalnya.

Tapi semakin Joon myun menyangkal, semakin dia merasakan sesuatu yang aneh. Dia merasa seperti itu bukan dirinya. Dia yang dulu selalu tenang dan tidak pernah terbawa emosi, kini malah mempermalukan dirinya didepan orang-orang karena harus kesal pada kakaknya.

***

“Jadi apakah anda akan meminjamkan tubuh anda padaku?” tanya Joohyun.

Kini bahkan Joohyun tengah menggenggam tangan Chorong. Wajahnya benar-benar penuh harap bahwa Chorong akan mengabulkan permintaannya.

Timbul perasaan tidak tega pada Joohyun di hati Chorong, dia benar-benar ingin menolong Joohyun. Namun disisi lain, Chorong takut dampak dari Peminjaman tubuh tersebut.

“Apakah aku harus meminjamkan tubuhku? Sebelumnya aku tidak pernah sebegitu ingin menolong orang-orang. Bahkan sebelumnya aku ingin menjauhi mereka.Tapi kenapa perasaan ingin menolong seseorang semakin kuat muncul di hatiku ini?”.

“Chorong-ssi” Panggil Joohyun yang membuat Chorong tersadar dari lamunannya?

“Bagaimana? Akau tidak bisa terus hadir dimimpimu” ucap Joohyun.

“Eung” sahut CHorong singkat seakan masih belum sadar sepenuhnya.

“Jadi apakah kau akan meminjamkan tubuhmu padaku? aku mohon sekali ini saja. aku ingin menyelesaikan urusanku dahulu”

“Aku. . . benar-benar ingin menolong anda, tapi. . .”

“Tapi kenapa?”

“Aku. . .”

Chorong terdiam tak melanjutkan kata-katanya dia masih kebingungan apa yang harus dia lakukan, menolong Joohyun atau tidak.

“Park Chorong-ssi” panggil Joohyun yang langsung membuat Chorong menatap kearahnya.

“Aku. . .”

***

Berkali-laki Chorong merapatkan jaketnya agar hawa dingin tidak semakin menusuk badannya. Dia bahkan meniup-niup tangannya agar terasa lebih hangat.

Diudara bersalju seperti sekarang memang orang-orang akanlebih memilih berdiam diri dibawah selimut mereka, namun tidak dengan Chorong yang saat ini tengah berdiri dipinggir jalan yang seperti tengah menunggu seseorang.

Tidak beberapa lama sebuah mobil berhenti tepat didepan Chorong. Kaca mobil dibuka kemudian Chorong tersenyum pada orang didalam mobil tersebut.

Chorong mendekati mobil tersebut kemudian menaikinya.

“Apa kau sudah menunggu lama Park Chorong-ssi?” tanya orang yang ada di pinggirnya.

Chorong tersenyum tipis pada orang tesebut yang tak lain adalah Choi Minho.

“Apa bisa kita langsung pergi?”

Minho menganggu seraya tersenyum kemudian dia mulai menghidupkan mesin mobilnya kembali.

Saat bersamaan, dirumah nya Joon myun kini tengah berdiri didepan jendela kaca seraya menatap kearah luar. Pikirannya benar-benar dipenuhi oleh Chorong.

Dia memikirkan bagaimana pertamakali Chorong muncul dihadapannya dan langsung meminta Joon myun menciumnya, lalu bayangan tentang bagaimana mereka selalu bersama juga bagaimana kegigihan Chorong yang selalu menempel seperti permen karet padanya. Hal itu semua membuat joon myun tersenyum tipis, namun ketika menginat bagaiman Chorng menjauhinya tiba-tiba saja membuat senyuman Joon myun berubah menjadi senyum lirih.

“Ini, hangatkan dirimu”

Jonghyun datang sambil memberikan secangkir kopi pada Joon myun. Diambilnya kopi tersebut, kemudian dia minum.

“Hangatkan? “ tanya Jonghyun.

Joon myun tak menjawab dan hanya berdehem tanpa menoleh sedikitpun pada Jonghyun. Jonghyun sedikit melirik pada adiknya itu yang masih menatap lurus kearah depan. Sebuah senyuman terukir dibibir Jonghyun kemudian.

“Kau masih marah padaku?”

“Ani” jawab Joon myun singkat.

Mendengar jawaban adiknya itu, Jonghyun kembali tersenyum, dia tidak menyangka bahwa adiknya bisa bersikap kekanakan seperti sekarang. Sungguh berbeda dengan Joon myun yang dia kenal selama ini.

“Gadis itu merubahmu sangat banyak”

Karena ucapan Jonghyun barusan, Joon myun langsung menatap Jonghyun dengan dahi mengekerut, lalu tak lama kemudian dia tertawa.

“Berubah? Kau pikir aku berubah hyung? Kau sangat lucu”

Jonghyun ikut menatap Joon myun lalu menganggukkan kepalanya.

“Bagaimana tidak, adikku yang dikenal baik dan sangat dewasa malah mencium paksa seorang gadis. Aigoo.. “

Kedua mata Joon myun membelalak mendengar ucapan Jonghyun, Sedangkan Jonghyun menyeruput kopi miliknya dengan sebuah seringaian di bibirnya.

‘Hyak hy…ung, kau tahu dari mana?” panik Joon myun yang mulai berkeringat.

“Bukannya menjawab, Jonghyun malah menatap Joon myun dengan wajah datar.

“Aku tidak mau memberitahu” jawab Jonghyun lagi seakan ingin mempermainkan Joon myun.

Karena kesal pada Jonghyun, Joon myun pun pergi dari sana.

“Kekuatan gadis itu hilang karena dirimu!”

Joon myun menghentikan langkahnya seketika. Tanpa menoleh apda Joghyun Joon myun tertunduk. Dan tak beberapa lama kemudian Joon myun meneruskan langkahnya lalu memasuki kamarnya.

Jonghyun berjalan menuju kamar Joon myun lalu setelah sampai dia berdiri didepan pintu.

“Joon myun-ah mungkin kau tidak menyadari kalau kau menyukai gadis itu. namun coba lihatlah kedalam hatimu. Aku tidak ingin ka. .”

Belum selesai perkataan Jonghyun barusan, Joon myun sudah muncul dari balik pintu . melihat Joon myun yang tampak memakai jaket membuat Jonghyun menyipitkan matanya.

“Wae?” tanya Joon myun yang tidak suka tatapan Jonghyun padanya.

“Eo ani” jawab Jonghyun.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Joon myun pun pergi dari hadapan Jonghyun. Dan hal itu membuat Jonghyun tersenyum tipis.

***

Termenung kini Chorong serta Minho didepan sebuah makam . Sudah hampir 10 mereka disana, Chorong menatap kearah minho kali ini dan tampak wajah Minho sangat diliputi kesedihan.

“Dia sangat cantik” ucap Chorong yang membuka pembicaraan.

“Nde, dia benar-benar cantik” jawab Minho

“Waktu itu apa yang ingin kau katakan di taman hiburan?”

Minho menoleh pada Chorong dengan dahi mengkerut karena tidak mengerti apa yang Chorong katakan. sedangkan Chorong malah tersenyum mengetahui Minho yang kebingungan.

“Itulah alasan dia mengikutimu, dia ingin sekali mengetahui apa yang ingin kau katakan saat kau mengajaknya ke taman hiburan?”

Bukannya menjawab, Minho malah terjatuh dan langsung menunduk. Dia terisak mengingat semua tentang Joo hyun.

“Aku benar-benar minta maaf Joohyun-ah. Semua ini salahku salahku”

Chorong ikut berjongkok, dan mengusap punggung Minho untuk menenangkannya.

“Sudahlah ini bukan salahmu, ini semua sudah takdir Tuhan”

“Tapi. . kalau saja waktu itu aku datang tepat waktu, mungkin dia tidak akan meninggal”

“Choi Minho-ssi, seorang manusia tidak akan bisa menghindari kematian, jika Tuhan sudah mentakdirkan orang itu harus meninggal maka tidak akan ada yang bisa menghindarinya. Meskipun kau datang tepat waktu, Tuhan sudah mentakdirkan Joohyun-ssi meninggal hari itu jadi itu tetap saja kau tidak bisa merubah itu semua. Kau bisa merubah nasib, tapi tidak dengan takdir”.

Mendengar ucapan Chorong membuat minho semakin keras menangis, dia memukul-mukul pelan dadanyayang terasa sakit sedangkan Chorong terus mengusap punggung Minho mencoba menenangkannya.

“Dia, ingin sekali bertanya padamu tentang hal yang kau ingin beritahukan padanya di tempat ice skeating. Katakanlah disini, mungkin dia bisa mendengarkan ketulusanmu”

Dengan wajah basah, Minho menatap Chorong. Terlihat matanya yang merah dan wajahnya begitu terlihat nanar.

“Bisakah dia mendnegar ucapanku?”

Chorong mengangguk seraya tersenyum.

“Maafkan aku karena diriku kau di benci, karena aku kau menderita. Mulai sekarang aku tidak akan membairkan mereka menakitimu lagi, mulai sekarang berhentilah sendirian, mulai sekarang peganglah tanganku. Maafkan aku Joohyun-ah, saranghae”.

Chorong bediri, lalu mulai beranjak dari sana meninggalkan minho yang masih terdiam disana.

Chorong menghirup udara sedalam mungkin, karena entah kenapa diudara yang dingin dia malah merasa hangat.

“Apa Ini yang disebut kebahagian? Hatiku terasa begitu bahagia juga sangat hangat.”

***

Baekhyun saat ini tengah meratapi nasibnya dalam hati, dia termenung di dalam sebuah mobil yang diparkir didekat sebuah bukit.

Beberapa kali dia juga menghela napasnya karena begitu merindukan tempat tidur serta selimut hangatnya.

Kontras dengan Baekhyun yang tampak menderita, saat ini Eunji malah tengah cemas. Beberapa kali dia melihat kesuatu arah berharap orang yang sedari tadi dia tunggu akan datang.

“Hyak Baekhyun-ah kenapa mereka belum muncul juga?” tanya Eunji seraya menepuk-nepuk lengan baekhyun yang tengah duduk didepan kursi kemudi mobil.

‘Mana aku tahu. Bukankah sedari tadi aku diam disini bersama mu jadi mana mungkin aku tahu kenapa mereka lama?” jawab baekhyun ketus.

Mendengar jawaban Baekhyun yang terasa sangat menyebalkan, membuat eunji menatap baekhyun tajam.

“Wae?” tanya Baekhyun.

“Haishh, kau menyebalkan. Kalau bukan pacarku sudah aku gergai mulutmu itu”

Bukannya marah karena ucapan Eunji Barusan, Baekhyun malah menatap eunji tidak biasa yang langsung membuat bulu kuduk eunji merinding.

Greb!!

.Baekhyun memegengan kedua tangan Eunji kemudian menuntunya untuk memegang kedua pipi Baekhyun.

“Chagiya, aku kedinginan. Bagaimana kal. .”

Bug!!!!

“Arghhhhh. . .”

Kini teriakan baekhyun keluar dari mulutnya karena Eunji yang membenturkan kepalanya pada kepala baekhyun.

Baekhyun kini meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya yang tampaknya memar akibat benturan Eunji, sedangkan Eunji malah menatap baekhyun dengan rasa pua.

‘HYAK JUNG EUNJI! Aku sudah bersedia mengambil resiko menyetir padahal aku tidak punya surat ijin, tapi kau malah membenturkan kepalamu yang sekeras batu itu dikepalaku yang berharga. Lagipula aku hanya bercanda? Aigoo kau benar-benar gila”

“HYAK AKU MEMANG GILA, LALU KENAPA KAU MENYUKAI ORANG GILA HAH?”

Eunji kini berteriak pada Baekhyun, membuat baekhyun menjadi kesal pada Eunji. Baekhyun langsung membenarkan duduknya dan melihat kerah kaca depan dengan tangan melipat didada.

10 menit berlalu tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Namun sesekali Eunji mencuri pandang pada baekhyun.

Menyadari jidat baekhyun yang sedikit memar membuat rasa bersalah timbul dalam hati Eunji.

Dia kemudian menggerakan tangannya kearah baekhyun.

“Oppa~~” panggil Eunji pelan.

Karena masih marah pada Eunji, Baekhyun pun menyingkirkan tangan Eunji dari bajunya.

“Sudahlah jangan sentuh aku. aku marah padamu!”

Eunji berdecak kesal, namun beberapa detik kemudian Eunji malah mencium pipi baekhyun kilat lalu setelah itu kembali duduk diposisinya dengan wajah datar, sedangkan Baekhyun kini membelalakan matanya dia tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi padanya.

Baekhyun mengalihkan pandanganya pada eunji lalu tersenyum. Eunji sedikit melirik pada baekhyun dengan malu-malu, namun melihat Baekhyun tersenyum padanya Eunji pun ikut tersenyum sambil mengalihkan padanganya kearah lain bukan kearah baekhyun karena dia merasa malu.

Saat suasana didalam mobil menjadi begitu penuh cinta, seseorang yang ditunggu baekhyun serta eunji pun muncul bersama seorang lelaki. Dan siapa lagi kalau bukan Chorong juga Minho. Eunji dan baekhyun melakukan ini semua atas permintaan dari Jonghyun.

“Aigoo oppa, lihat mereka sudah akan pergi” ujar eunji.

***

Minho menurunkan kaca jendela mobilnya agar bisa melihat Chorong yang saat ini sudah turun dari Mobil Minho.

“Chorong-ssi terima kasih”

Chorong mengangguk dengan senyum cerah. Kemudian Minho pamit untuk pulang dan setelah itu dia menggas mobilnya dan pergi.

Chorong melihat jam di tanganya yang menunjukan pukul 7.30 malam. Dia menghela napas panjang.

Saat akan mengambil arah menuju rumahnya, Chorong malah berputar arah ke arah taman bermain yang bisa dia datangi. Chorong berjalan sambil menunduk dengan ekpresi wajah sedih karena didalam hatinya dia benar-benar merindukan Joon myun. Jujur saja dia ingin sekali melihat Joon myun.

Terbersit dalam kepalanya untuk pergi ke apartemen Joon myun, namun dia takut ketahuan oleh Joon myun atau Jonghyun. Dan hal itu membuatnya begitu sedih.

“Aku merindukannya” guman Chorong pelan.

Sesampainya taman bermain, Chorong harus dikejutkan oleh seseroang yang tengah duduk di ayunan yang biasa dia duduki. Orang itu uga kini tengah menatap Chorong tajam sambil tangan dilipat didada.

“Kau lama sekali Park Chorong aku sudah menunggumu selama 4 jam. Kau tega sekali membiarkan aku menunggumu di hari yang dingin seperti ini”.

Didalam hatinya Chorong begitu senang melihat Joon myun bahkan kalau bisa dia ingin berlari dan memeluk Joon myun, namun entah kenapa tubuhnya malah melakukan hal sebaliknya.

Chorong memundurkan langkahnya perlahan, dan setelah 3 langkah dia berbalik hendak pergi dari sana.

“Mianhae” guman Chorong sambil berjalan.

Ingin rasanya dia menangis, karena kebodohannya. Namun tiba-tiba saja seseroang memeluk Chorong dari belakang yang langsung menghentikan langkah Chorong.

“Berhenti Park Chorong. Aku mohon untuk kali ini jangan menghindar dariku”

Chorong menelan air liurnya menyadari bahwa orang yang memeluknya adalh Joon myun. Ekpresi wajah Chorong tampak begitu tegang saat ini akibat terkejut.

Chorong mencoba melepaskan pelukan Joon myun, tapi sia-sia karean semakin Chorong berontak maka semakin erat pula pelukan Joon myun.

“Jangan pergi dan jangan abaikan aku lagi.” ucapan Joon myun yang terdengar lirih serta penuh harap.

Wajah Chorong berubah memerah saat ini tapi beruntunglah karena Joon myun memeluknya dari belakang jadi dia tidak bisa melihat wajah Chorong yang memerah.

“Kau, kenapa melakukan ini padaku?”

Akhirnya Chorongpun mengeluarkan suaranya meskipun dengan gemetar.

“Aku. . .”

Joon myun menggantung ucapannya, membuat Chorong menunggu dan berharap bahwa Jawaban Joon myun adalah sesuatu yang dia harapkan.

Sudah eekitar 1 menit, namun Joon myun tidak meneruskan perkataanya juga. Dan akhirnya Chorongpun menyerah, dia menghempaskan kedua tangan joon myun yang memegang lenganya, setelah itu pergi.

Kecewa, itulah yang dirasakan Chorong saat ini. sambil berjalan menajuh dari Joon myun Chorongpun berkata dalam hatinya.

“Kau tidak punya alasan untuk aku tetap berada disisimu, jadi kenapa aku masihbersikeras berada disisimu. Hal itu hanya membaut aku sakit”

“Park Chorong~~” panggil Joon myun.

Terikan Joon myun tidak berhasil membuat Chorong menghentikan langkahnya. Dan saat Joon myun berteriak sekali lagi tiba-tiba saja Chorong berhenti.

Chorong langsung berbalik menghadap ke tempat Joon myun berdiri yang berjarak sekitar 3 meter.

“Aku mencintaimu! Jadi tetapah di sisiku”

Tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Chorong hanya terdiam mematung.

“Apa aku tidak salah dengar?” gumannya.

Perlahan Joon myun mulai berjalan mendekati Chorong lagi. dan saat berada tepat di depan Chorong.

Joon myun mendekatkan wajahnya di telinga Chorong.

“Aku mencintaimu”

“Bisa kau ulangi lagi?”

Joon myun tersenyum mendengar pinta Chorong.

“Aku mencintaimu!” ucap Joon myun dengan sedikit malu-malu.

Chorong tersenyum dan langsung memeluk Joon myun.

“Gomawo Suho-ya”

Joon myun melepaskan pelukan Chorong kemudian mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium CHorong.

Tanpa mereka sadari, Sedari tadi ada dua orang yang sedang mengintip mereka dari kejauhan. Bahkan salah seorangnya tengah memotret mereka berdua.

‘Ah aku sangat bahagia, ini sangat menakjubakn. Aigoo mereka memang lucu”

“Hya Jung Eunji, semakin lama kau terlihat percis umma” sindir Baekhyun sambil berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Eunji meantap baekhyun kemudian mengedipkan matanya.

‘Benarkan? Aigoo. . gomawoyo chagiya atas pujiannya”

“Haisshh ini bukan pujian bodoh”

Eunji berdecak sekali lagi dan langsung protes agar Baekhyun tidak mengganggunya karena dia sedang focus. Dan setelah itu Eunji kembali memotret Chorog dan Suho yang sedang berciuman.

Niat jahil Baekhyunpun muncul, dia menyeringai. Baekhyun menarik lengan Baju eunji yang membuat UEnji memelotot padanya.

‘Wae? Sudah aku bilang jangan ganggu”

“Chagiya, ppopo” ucap Baekhyun manja dengan satu jari dibibrnya dan satu lagi menarik lengan Baju Eunji.

Eunji terkejut dengan perbuatan Baekhyun saat ini.

“AIgoo Baekhyun-ah kau menjijikan. Bulu kudukku merinding”

Eunji lantas melepaskan lengan Baekhyun dan segera pergi dari sana menuju mobil mereka.

“HYak chagiya kau mau kemana? Ayo kita lakukan hal yag sama!” pekik Baekhyun

Sambil berjalan Eunji pun berteriak Tidak mau, dan semakin cepat berjalan menidnggalkan Baekhyun yang mulai tertawa.

‘Aigoo dia benar-benar cute” ucap Baekhyun gemas.

Kemabli pada Chorong dan Joon myun yang sudah melepaskan ciuman mereka.

Chorong dan Suho menunduk karena malu.

“KAu mau pulang?’ tanya Joon myun terbata.

‘Eo. Eung “ CHorong mengangguk.

Joon myun pun tersenyum kemudian menggenggam tangan Chorong.

“Kajja. Aku antar”

“Eo”

Mereka pun kini berjalan dengan perasaan bahagia menuju rumah Chorong. Di perjalanan menuju rumah Chorong, tak ada sedikitpun kata-kata keluar dari mulut mereka karena mereka terlalu malu untuk berbicara satu sama lain.

Setelah sampai di depan rumah Chorong, Joon myun tersenyum.

‘Masuklah. Ini dingin”

“Apa anda ingin mampir? Bukankah sudah menungguku selama 4 jam?”

“Tidak usah, aku akan langsung pulang. Aku takut ketinggalan bis”

“Anda naik bis?” kaget Chorong.

Joon myun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Iya, padahal aku bawa kunci mobil tapi entah kenapa aku tanpa sadar malah berjalan ke halte bis bukan ke garasi” ucap Joon myun malu.

Chorong terkekeh mendengar penjelasan Joon myun barusan , sedangkan Joon myun malah tersenyum malu seraya menunduk.

“Ah ini sudah malam, ajdi aku sebaiknya langsung pulang”

Chorong mengangguk, kemudian menatap kearah tangan mereka yang masih saling menggenggam. Seakan memberitahu untuk melepaskan genggaman mereka jika Joon myun ingin pulang.

‘Eoh mian” ucap Joon myun sambil melepaskan genggamannya.

Kini Joon myun pamit dan mulai berjalan pergi meninggalkan Chorong, sedangkan Chorong masih berdiri sambil menatap punggung Joon myun. Tanpa disadari kini seorang anak kecil berdiri disebelah Chorong.

‘Nuna” panggil anak kecil tersebut yang langsung memebuat Chorong menoleh.

Kedua mata Chorong membelalak ketika meliat wajah anak tersebut. Darah berlumuran di wajah serta badannya dengan pakaian yang lusuh.

“Noona, ayo main” ajak anak kecil tersebut seraya tersenyum.

Chorong terjatuh di tanah, dan langsung menutupi wajahnya menggunakan tangannya.

“EOMMA!!” teriak Chorong ketakutan.

 

End

 

 

Aigoo, akhirnya bisa nyeelesein juga, maaf buat reader yang udah saya bilangin kalau saya mau update seminggu lalu tapi saya bener-bener sibuk T.T

Tadinya saya mau update seminggu lalu, tapi saya banyak kerjaan. Tiap libur saya ada kerjaan jadi ojek atasan ^^V

Dan mungkin di episode terakhir ini agak kurang memuaskan, hhe. Tadinya sih saya mau bikin flashback buat cerita Jonghyun-Taeyon kenapa bisa pisah sama cerita kematian joohyun tapi udah telalu panjang. Nanti aja saya postnya di WordPress milik saya aja. Kalau yang ingin baca bisa ke Wp saya.

Pokoknya buat semua reader saya ucapkan terima kasih bnyak karena udah mau baca dan comment di FF saya. ^^

Dan kalau ngerasa ini gantung, saya emang sengaja bikin ini gantung. Dan gak aka nada sequel nya soalnya ini ff terpanjang yang pernah saya bikin.

Buat FF selanjutnya Mungkin saya mau Post yang Baekji. Tapi belum pasti loh yah, baru mungkin. Hhe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

60 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 16-End]

  1. Hyaaaak aku udah nunggu ini ff dari jama jebot wkwk, trus akhirnya jonghyun dan taeyeon gimana? Tapi aku seneng surongnya bahagia sama baekjinya makin lucu aja ^^/ thanks for updating anyway ^^9

  2. Waaa… ini ff udah end yaa 😭😭 tapi akhirnya kece.. chorong bisa liat lagi! Author jjang! Ditunggu ff selanjutnya…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s