Gang of Hanjin High School (Chapter 4)

Gang of Hanjin High School

Title : Gang of Hanjin High School

Author : Kim Yeonah

Length : Chaptered

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG-15

Casts : EXO Member, Jenny Choi (OC), Mark (GOT7)

  • Dragon Team : Kris, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Chen, Kai
  • Wolf Team : Luhan, Xiumin, Lay, Suho, Tao, Sehun

Plot is mine but the casts belong to God and their family..

Hai readers! Author muncul lagi dengan lanjutan Gang of Hanjin High School. Maaf banget baru balik setelah hampir 1 taun dijamin pasti udah pada lupa ama jalan ceritanya *bow* semoga aja sih masih ada yang nungguin hehe

Happy Reading!^^

Previous Part

“Itulah kenapa aku membenci Kai sampai saat ini..”

“Aku bahkan hanya tau Hana eonnie meninggal namun aku tidak mengerti dengan jelas apa penyebabnya. Aku adik yang buruk” Sehun menatap Jenny dengan tatapan lembut “Kau tidak salah Jenny-ya kita semua masih cukup kecil saat itu” Sehun menepuk pelan pundak Jenny berusaha membuatnya sedikit tenang. Jenny pun tersenyum

*********

Author POV

Masih dalam posisi mengikuti Jenny, handphone Luhan berdering. Buru-buru dia mengangkatnya sebelum Jenny atau Sehun menyadari keberadaannya

“Yeoboseyo? Wae eomma?” Sebuah suara terdengar dan mata Luhan terbelalak, dia langsung berlari ke tenda guru untuk meminjam mobil karena urusan darurat. Guru olahraganya meminjamkan mobilnya dengan cepat. Luhan cepat-cepat menyalakan mobil dan langsung menancap gas

Kondisi rumah ibunya kini berantakan. Lukisan yang jatuh di lantai, vas yang pecah dan yang paling buruk, ibunya yang terkapar di tanah sambil memegang handphone

“Eomma ireonaa!” Luhan menggoyangkan tubuh ibunya. Dia tak melihat luka setitik pun di tubuh ibunya tapi apa yang terjadi hingga dia tidak sadarkan diri. Tiba-tiba sebuah sosok dengan mata merah muncul di belakang punggung Luhan. Dia mencekik leher Luhan “Lepaskan aku” ucap Luhan dengan semampunya. Sosok itu mendongak memperlihatkan wajahnya pada Luhan dan begitu dia melihat wajah itu dia semakin terkejut “Hyunil?”

I’m not Hyunil anymore, call me.. Ray

How can you-“

What? Alive? Tsk.. it is matter for you? you already kill me remember?

I don’t mean to..

Forget it.. My enemy, you’re no longer my friend” Luhan tetap memaksa namja yang merupakan teman di masa kecilnya “Hyun-ah! Mianhae” teriak Luhan begitu Ray mengendurkan cengkeramannya pada leher Luhan “Never..”

Flashback

Pada suatu hari yang cukup cerah, seorang namja bernama Kim Hyunil memutuskan bermain bersama Luhan, temannya sejak 5 tahun  lalu. Hari itu sesuatu hal yang aneh terjadi pada Luhan. Beberapa benda yang baru saja ingin Luhan pindahkan tiba-tiba bergerak dengan sendirinya mengikuti pikirannya

“Luhan-ah, apa kau memiliki kekuatan supernatural? Seperti superhero?” tanya Hyunil dengan polosnya karena masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi “Seingatku, aku tidak memilikinya semalam dan ini baru saja terjadi sejak tadi pagi”

“Jika kau memang akan memiliki kekuatan itu kau hebat!” Hyunil mengacungkan jempolnya lalu menepuk pundak Luhan untuk berbahagia. Dialah satu-satunya moodbooster Luhan di kala dia sedih atau butuh seseorang untuk menceritakan masalah di rumah. Hyunil selalu mengerti Luhan yang cuek dan dengan tingkahnya yang hyperactive Luhan bisa kembali semangat menjalani aktifitasnya dan bangkit dari masalah keluarganya yang terlalu rumit

Ketika Luhan dan Hyunil bermain game, Luhan kembali merasa marah dia tak dapat mengontrol dirinya sendiri. Televisi di hadapan mereka pun jatuh dan Hyunil terkejut bukan main “Luhan, what happen?” Luhan sama sekali tak merespon Hyunil, dia berjalan ke luar rumah Hyunil “Berhenti mengikutiku!” bentaknya ketika melihat Hyunil mengikutinya dan mengikuti perintah otaknya pagar menutup membuat tubuh Hyunil terhantam sedikit. Dia tak menyerah mengikuti Luhan. Luhan yang emosinya sudah memuncak langsung berfikir “aku akan menabrakkanmu pada mobil jika kau tetap mengikutiku” Luhan lupa jika dia telah memiliki kekuatan aneh dan benar begitu Luhan mengibaskan tangannya hendak menyuruh Hyunil pergi malah sebuah mobil yang terparkir bergerak dan menabrak Hyunil yang berada tak jauh dari sana

Seakan kembali tersadar, Luhan langsung menghampiri Hyunil yang sudah tidak sadar. Darah terus mengalir keluar dari kepala Hyunil “Hyun-ah! Hyun-ah! Ireona!” Luhan mencari denyut jantungnya namun dia tak menemukannya kini Luhan semakin merasa takut dia tak tau harus melakukan apa. Dia telah membunuh temannya sendiri

Flashback end

“Dan pada hari itu juga, para pembawa kejahatan lahir kembali dan itu lah aku..”

Luhan membuka matanya begitu kalimat itu kembali terngiang. Kini dia sudah berada di rumahWolf Team bersama Jenny. Luhan meringis pelan, kepalanya terasa sakit

“Gwaenchana?” tanya Jenny dengan nada khawatir. Luhan mengangguk kemudian berdiri membuka semua laci yang tertangkap oleh matanya “What are you looking for?

“. . . .” no respond dari Luhan. Dia masih tetap sibuk mencari entah apa itu. Dia menaiki lantai atas, mulai mencari di kamar Suho dan Lay

Background music – What’s Wrong With Me (San E ft. Kang Minhee)

“Ya! Sebenarnya apa yang kau cari?” tanya Jenny sekali lagi “Sebuah buku” Tepat saat mengatakan itu Jenny ikut berdiri di samping kasur dan ketika Luhan berbalik dia menginjak kaki Jenny. Jenny menarik baju Luhan sehingga mereka berdua jatuh. Posisi Luhan menimpa Jenny. Mata mereka bertemu satu sama lain. Luhan maupun Jenny tetap tak bergeming

Like i said, you’re beautiful

Wajah Luhan mulai mendekati Jenny. Bibir mereka bersentuhan, Jenny sempat terkejut namun setelahnya dia kembali diam memejamkan matanya

Luhan melepaskan ciumannya “Aku selalu merasa kehilangan jika tak ada dirimu di sampingku, kini aku selalu mencari keberadaanmu untuk menemaniku..”

I think i’m in love with you” Jenny menatap mata Luhan lagi mencoba mencari tau apa dia bicara yang sejujurnya

Me too..” jawab Jenny pelan

Just stay by my side, Choi Jenny” bisik Luhan tepat di telinga Jenny kemudian menciumnya lagi. Kali ini Jenny menerima Luhan menciumnya. Dia yakin kalau namja ini memang mencintainya

Sepasang kaki berdiri terdiam di depan kamar itu, berusaha untuk tersenyum meskipun rasanya pahit. Kemudian memutuskan untuk berbalik arah dengan maksud tak menganggu kedua insan yang sedang bercinta

*********

Camp sekolah malam itu berakhir hanya dalam semalam akibat kejadian yang sama sekali tak diharapkan para guru juga siswa. Para pembawa kejahatan itu telah datang. Mereka memantau setiap gerak-gerik manusia disana terlebih untuk memantau Jenny, Wolf Team dan Dragon Teamatau sebut saja EXO, nama yang mereka buat berhubung mereka sudah menjadi satu kesatuan untuk menjaga bumi. Hal ini membuat anggota EXO terus berjaga-jaga dan tiap malamnya mereka bergantian menjaga Jenny layaknya seorang putri. Jenny harus berpindah ke rumah Wolfatau Dragon dan tidak tinggal di asrama lagi demi keamanannya

Biarpun dia telah tidak di asrama, Krystal mendapat teman baru yang katanya bernama Jiyeon. Dia lebih fashionable dari Jenny dan lebih cocok dengan daily activities Krsytal yang tentu saja sangat berbanding terbalik dengan Jenny yang menyukai hal serba ‘simple’ dan tentu saja Jiyeon tidak akan sering-sering meninggalkan dirinya pikir Krystal karena dia tidak punya urusan dengan anggota EXO itu. Ya setidaknya Jenny sudah lega karena Krystal tak tinggal sendirian disana

“Jenny-ah, ini minum untukmu” ujar Baekhyun sambil menyodorkan segelas air putih untuk Jenny yang baru saja memindahkan beberapa pakaiannya kesini. Hari ini merupakan giliran Dragon Team untuk menjaga Jenny dan malam ini Jenny disarankan tidur dengan Baekhyun dikarenakan alasan Baekhyun satu-satunya yang masih waras setelah Kyungsoo

“Luhan tidak keberatan kau tidur disini bukan?” Jenny terdiam sejenak “Aku rasa tidak” jawab Jenny sedikit gugup mengundang tawa Baekhyun “Katakan saja jika memang dia keberatan, aku tidak akan marah” ucapnya lalu bangkit dari kursi berjalan menuju kamarnya

“Byun Baekhyun..”

Langkah Baekhyun untuk menaiki tangga terhenti. Kakinya masih menggantung diantara dua anak tangga menunggu apa yang akan diucapkan gadis ini

“Kau mengingatkanku pada seseorang”

Baekhyun melebarkan matanya “Mengingatkan mu pada seseorang?” ulang Baekhyun tanpa membalikkan tubuhnya “Ne..” jawab Jenny sambil mengangguk yang tentu saja tak dapat dilihat Baekhyun “Mungkin kau hanya sedang merindukan orang itu” ujar Baekhyun kemudian tersenyum dan kembali berjalan ke atas

Jenny tampak ragu “Apa aku salah orang? Tapi mata kecilnya, alis bahkan bentuk wajahnya mirip dengannya”

Hari memasuki malam. Jenny memposisikan tidurnya di atas kasur sementara Baekhyun tidur di sofa tentu agar Jenny merasa nyaman dalam tidurnya. Dia tak ingin Jenny terus terjaga jika dia tidur disampingnya

“Baekhyun-ah kenapa kau tidur disana?” tanya Jenny dengan sedikit ragu sebenarnya tapi orang yang diajak bicara tidak menjawab. Jenny duduk untuk melihat Baekhyun, rupanya dia telah tertidur tanpa bantal juga selimut. Jenny membuka lemari untuk mencari selimut, dia menemukan sebuah selimut lalu mengambil salah satu bantal di kasur. Dia menylimuti Baekhyun dan mengangkat sedikit kepalanya untuk meletakkan bantal

“Jaljayo, Baekhyun-ah” ucap Jenny sembari tersenyum

*********

Luhan menggandeng tangan Jenny begitu mereka bertemu. Anggota lainnya melihat hal itu dan langsung bingung “Bukankah mereka biasanya bertengkar?” tanya Chanyeol heran pada Chen namun Chen hanya mengangkat bahu tanda tak tau “Mereka telah berbaikan dan mungkin akan menjadi kekasih” ujar Baekhyun yang tiba-tiba datang dan mulut mereka langsung membentuk vokal ‘a’ Baekhyun hanya tersenyum

“Kita harus mencari tau keberadaan mereka, bukan membicarakan cinta” Kris tiba-tiba menyelak semua pembicaraan mereka tentang cinta yang menurutnya sedikit memuakkan apalagi dengan gaya Tao yang sok menggoda. Luhan menahan tawanya karena reaksi Kris yang benar-benar datar “Arra arra kita sudahi pembicaraan ini” ucap Luhan menghentikan semuanya

“Hei, mereka semua tinggal bersama seperti kita di sebuah rumah di dalam hutan dan mereka hidup seperti manusia normal hanya saja mereka tidak tidur” ucap Xiumin

“Dari mana kau tau mereka tidak tidur?” tanya Chen “Pagi ini aku bertemu Mark dan dia memberitahuku semua yang dia tau tentang mereka” Mata Luhan langsung menangkap sosok yang bergerak di balik pohon yang ada di luar sana “Di sini tidak aman” Luhan pun mengarahkan mereka ke markas bawah tanah “Kurasa disini akan lebih aman, mereka tidak dapat mendengarkan kita dari luar” Semua langsung saling tengok menengok “Mereka? Apa maksudmu?” tanya Lay yang masih bingung

“Mereka terus memantau kita, apa yang kita bicarakan dan apa yang kita rencanakan. Aku melihat sosok mirip manusia hanya saja tampaknya dia sangat cepat dan kau tau sendiri kalau mereka itu berpindah tempat dengan kecepatan diluar batas”

Kris menghela nafas dalam “Kita harus cepat menyelesaikan ini semua, kita harus kembali mengunci mereka di dunianya” Mereka semua mengangguk serentak sebagai jawaban untuk Kris

*********

“Apa yang kau dapat?” ucap seorang namja begitu sosok dengan tubuh tinggi itu terlihat di matanya. Sosok dengan tubuh tinggi langsung mencengkeram kerah baju namja itu “Bajingan itu memberitahu mereka! Itukah yang kau sebut rencana, Aiden?” Sosok itu berdecak lalu melepas cengkeramannya. Namja termuda dari kelompok mereka memperhatikan dengan intens. Dia sudah muak dengan perdebatan macam ini

“Lihat apa kau?” ucap Aiden pada namja dengan usia termuda dalam tim mereka “Ya! Kau yang paling kecil jadi hormatlah padaku” B.I sama sekali tak mengindahkan tiap kalimat yang keluar dari mulut Aiden

“Bocah sok berkuasa dengan masa lalu orang tua bercerai huh?” B.I langsung mendongak dengan tatapan tajam “Aku tidak peduli kau lebih tua dariku atau entahlah. Aku hanya tak suka kau selalu merendahkanku layaknya seonggok sampah!” Namja lain bernama Aron langsung menghadang B.I agar tidak melakukan tindakan lebih jauh. Aiden bisa saja menghabisi namja yang kini ia lindungi hingga dia benar-benar mati. Aron membawanya pergi jauh dari rumah itu. B.I terus memberontak meminta Aron melepaskannya karena dia tidak akan kuat menandingi kekuatan Aron “Kau memang benar-benar anak kecil” Aron menggeleng-geleng, mengangkat dagu B.I dan menggoyangkannya kanan kiri

“Wajahmu masih innocent, sama sekali tak cocok untuk menjadi jahat”

“Bukankah itu kelebihanku bisa menipu orang lain dengan itu? Bahkan tubuhku juga tidak seperti kalian yang tidak tahan dengan cahaya”

I know.. you’re different B.I because you still alive not like us” B.I menunjukkan raut bingung “Alive? What do you mean?

“Kau belum mati sepenuhnya, kau masih setengah berjiwa manusia. Itu sebabnya kau dan Jacqueline berbeda karena kalian masih memiliki jiwa manusia”

“Kalau aku hidup kenapa aku bisa seperti ini?” Aron tidak menjawab dan langsung membawa B.I ke suatu gedung yang ternyata sebuah rumah sakit. Aron membawa B.I ke dalam sebuah ruangan dimana seseorang yang mirip dengan dirinya terbaring lemah disana dengan berbagai alat bantuan untuk bertahan hidup “I..itu aku?” Jari telunjuk B.I mengarah pada orang itu tanpa sadar. Aron mengangguk

“Inilah dirimu yang sedang sekarat. Kau tidak bangun selama kurang lebih 1 tahun” B.I menatap tubuhnya dari atas hingga bawah. Dia ingin menyentuh tubuhnya namun segera dicegah oleh Aron. Aron membawanya kembali ke rumah tanpa sebuah penjelasan pasti kenapa dia melarangnya

*********

“Apa?! Aron membawanya ke rumah sakit itu? Dia gila” Seorang namja tinggi, Jason yang tadi bermasalah dengannya lagi-lagi membawa berita mengejutkan untuk Aiden. Dia sama sekali tidak dapat mempercayai namja setengah manusia itu juga Aron

“Mulai saat ini masukkan dia ke sekolah Hanjin sebagai murid tahun ajaran baru agar dia sibuk dan juga terus pantau kemana pun dia pergi jangan sampai dia ke rumah sakit itu. Dia bukan bocah yang mudah menyerah” jelas Aiden pada Jason. Jason mengangguk mengerti

Setelah mendaftarkan sekolah keesokan harinya Jason membangunkan B.I pagi-pagi sekali. Dia memberikan seragam untuk B.I “Ini apa?”

“Untukmu pergi sekolah, jadi cepatlah bersiap. Ini hari pertama tahun ajaran baru, aku sudah susah payah untuk memasukkanmu kesana tanpa membuat para guru curiga” Jason melempar pakaian itu ke kasur. B.I memperhatikan seragam itu sebentar “Apa aku tampak seperti budak? Selalu disuruh ini dan itu karena aku paling kecil? Tsk!”

B.I pergi mandi karena pada faktanya mereka semua memang mandi. Setelah selesai mandi, dia melihat sebuah tas dan juga kunci motor di atas kasurnya. Dia melongok keluar jendela dan mendapati motor sport hitam terparkir manis di halaman rumah

“Entah bagaimana mereka mendapatkan itu tapi terimakasih banyak”

Dia memakai seragamnya dan memasang nametag bertuliskan Kim Hanbin lalu bergegas pergi ke sekolah itu

*********

Jenny sedang berjalan dengan Luhan sampai Luhan dipanggil oleh Taeyeon saem. Jenny ditinggal sendirian dan berjalan-jalan sendiri “Ah! Hari ini hari pertama murid tahun ajaran baru bukan, lebih baik aku ke aula melihat acara penerimaan mereka”

Bruk! Dia terjatuh. Kali ini bukan dialah yang menabrak melainkan seorang namja dengan topi yang sedikit diturunkan kebawah “YA! Lihat-lihat kalau jalan, angkat topimu itu!” bentak Jenny emosi. Bahkan di pagi hari saja tubuhnya sudah harus menyapa lantai dingin itu. Namja itu sama sekali tak bergeming. Jenny bangkit dan mengambil paksa topi namja itu. Dia terkejut lalu menjatuhkan topinya ke lantai

“Mata itu lagi” gumam Jenny. Sebelum Jenny sempat melarikan diri namja itu mendorong tubuhnya pelan hingga punggungnya menyentuh dinding. Namja itu mengusap rambut Jenny pelan. Tubuh Jenny langsung gemetar. Disana hanya ia sendiri dan namja ini karena semua murid sedang melihat para murid baru di aula “Lepaskan aku, aku mohon” pinta Jenny dengan lembut. Mata namja itu berubah menjadi normal dia langsung melepaskan tangannya dan segera pergi dari sana

Jenny langsung terduduk lemas sambil menangis “Kenapa ini terjadi padaku? Aku sama sekali tak ingin melihat mereka” Baekhyun yang sedang lewat melihat Jenny menangis. Dia langsung berlari mendekati Jenny “Jenny-ah, ada apa?”

“Dia tadi ada di depanku”

In front of you? Who?” Raut wajah Baekhyun menjadi bingung. Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan dan mengusap air mata Jenny lembut

“Pegang ini” Baekhyun menyerahkan sebuah kalung berbentuk light pada Jenny. Jenny tampak bingung “Ini untuk apa?”

“Jika kau sendirian, masuklah ke markas kita menggunakan ini. Scan kalung ini dan pintu akan terbuka. Kau akan lebih aman disana ketimbang berjalan sendirian seperti ini” Jenny mengangguk mengerti dan mereka berdua pun bangkit dan berjalan menuju aula

“Aku tidak kenal siapa dia, Baekhyun-ah. Dia bukan Mark” Baekhyun mengerti siapa yang Jenny temui. Salah satu dari mereka “Kau masih ingat wajahnya?”

“Aku rasa iya dan tadi dia memakai topi hitam” Mencari seseorang dengan topi akan mudah berhubung para murid sebenarnya tidak boleh memakai topi di sekolah. Mereka telah sampai di aula. Sudut mata Baekhyun menangkap sosok dengan topi hitam di dalam aula itu. Dia salah satu murid baru di sekolah ini. Namja itu melepas topinya begitu ditegur guru. Baekhyun memperhatikan setiap inci pergerakannya

Acara penerimaan murid selesai. Satu per satu murid keluar. Mata Baekhyun masih tak lepas dari namja yang ternyata berambut coklat kemerahan itu. Mata mereka bertemu. Dia hampir keluar aula dan Baekhyun akan memergokinya

“Baekhyun-ah!” Tiba-tiba Chanyeol menepuk pundaknya dari samping membuatnya menoleh. Ketika dia menoleh kembali namja itu sudah hilang dari jangkauan matanya

“YA! Kau menganggu pekerjaanku! Sekarang aku kehilangan orang itu karenamu. Aku hampir mendapatkannya jika kau tidak datang saat itu” Chanyeol yang bingung dengan apa yang dimaksud Baekhyun hanya diam saja

Di sisi lain, seorang namja bersembunyi di balik tembok. Dia tertawa kecil menertawakan kecerobohan Baekhyun

“Tadi itu nyaris sekali” ucap seorang yeoja yang tiba-tiba datang “Ah kau tak perlu datang dengan cara itu, Jacqueline”

Call me noona, I’m your sunbae! Kim Hanbin” ucapnya sambil menengok kearah nametag Hanbin “Park Jiyeon? That’s your name?” tanya Hanbin dengan suara cukup lantangnya. Jiyeon menutup mulut Hanbin “Jaga volume suaramu!” Jitak Jiyeon tepat di dahi Hanbin lalu dia menarik Hanbin bahkan sebelum Hanbin sempat mengatakan ‘ah’ sebagai reaksi jitakan yang ia terima

“Hanbin, kamu sudah melihat tubuh nyatamu?” ucap Jiyeon setelah mereka berdua sampai di sebuah taman yang cukup sepi. Hanbin mengangguk sedikit ragu “Memangnya kenapa tiba-tiba menanyakan itu lagipula darimana noona tau”

“Tentu aku tau, karena setelah aku tau dimana tubuhku Sandara eonnie langsung memasukkan aku ke sekolah ini. Aiden juga melakukan itu padamu bukan?”

I guess so..

“Mereka takut kita mendekati tubuh kita sendiri”

Why? That’s our body

“Ada sebuah alasan dibalik itu semua. Jika kita menggenggam tangannya, kita akan kembali masuk ke dalam tubuh itu dan kemungkinan besar akan hidup normal. Sedangkan yang mereka inginkan adalah kita tak pernah bangun lagi dan menjadi bagian dari mereka. Mereka yang membuat kita menderita Hanbin-ah mereka yang membuat kita mati perlahan-lahan”

“Kau dan aku pasti sudah bangun berbulan-bulan yang lalu jika bukan karena mereka”

“Aku akan jamin kita akan berhasil kembali sebelum mereka membunuh kita” ucap Hanbin dengan tingkat percaya diri yang tinggi “Tsk! This kid..

*********

“Mwo? Jadi tadi kau akan memergoki salah satu dari mereka?” ucap Chanyeol. Baekhyun langsung memukul lengan namja bertubuh tinggi itu “Ini semua karenamu Park Chanyeol!” Baekhyun mulai berbicara dengan nada yang lebih tinggi. Kyungsoo segera menengahi mereka “Calm down, boys” Sementara Kris masih terlihat berpikir “Sepertinya aku tau siapa salah satunya bahkan keduanya yang ada di sekolah ini” Mereka semua langsung terlihat antusias untuk mendengar penjelasan Kris lebih lanjut dan tepat pada saat itu Luhan, Suho dan yang lainnya datang untuk menjemput Jenny

Baekhyun langsung bangun dan mencengkeram kerah kemeja Luhan “Apa maksudmu meninggalkan dia sendirian? Dan setelah itu kau mau menjemputnya begitu saja” Semua orang langsung terbengong-bengong melihat tindakan Baekhyun yang tidak biasa. Dia tak pernah melakukan aksi itu sebelumya biasanya ia hanya menyindir seseorang dengan kalimatnya yang cukup tajam

“Hei hei kalian apa-apaan, Byun Baekhyun hentikan” ucap Kris menengahi. Sementara Suho kini sedang memisahkan keduanya “Hentikan kalian semua.. Jangan bertengkar hanya karena aku itu akan menyebabkan perpecahan kalian sama seperti kejadian Kai dan Sehun” Kai sontak menoleh ke arah Jenny “Kau tau?” Bukannya menjawab Jenny malah melihat Sehun yang juga melihatnya. Sehun memberikan isyarat beri-tahu-saja dengan mengendikkan dagunya ke arah Kai. Jenny pun mengangguk. Suasana disini seketika menjadi tegang karena 4 anggota yang saling berselisih. Akhirnya Chen bertindak “Bukan masalah ini yang harus kita bicarakan” ucapnya sambil memukul meja yang ada di hadapannya. Seketika semua orang kembali diam

“Kalian berenam duduk, ada yang harus kita bicarakan dan itu lebih penting dari omong kosong yang kalian bicarakan”

“Nagaku melihat mereka, dua orang dari mereka di sekolah ini. Satu perempuan dan satu namja”

“Seperti apa mereka?” Luhan mendekati Kris yang sedang mencari data murid-murid di laptopnya. Kris menunjuk foto profil seorang yeoja bernama lengkap Park Jiyeon “Aku menemukan satu” ucapnya lalu kembali mencari yang satunya “Dia anak kelas satu” ucap Baekhyun yang membuat semua menoleh padanya. Kris tak mau membuang waktu, dia pun langsung mencari data murid kelas satu “Got it.. His name Kim Hanbin

Let’s get them now, don’t waste any second” perintah Kris dan semua langsung bergerak mencari mereka berdua di lingkungan sekolah

Kris menuju taman belakang dimana naganya melihat mereka beberapa saat lalu namun disana sudah begitu sepi. Sementara Luhan mencari ke bawah dekat danau, Sehun mencari ke gedung kedua bersama Suho dan yang lainnya mencari di sekitar gedung satu

“Mereka mencari kita.. “ ucap seseorang dengan berbisik lalu menarik temannya ke hutan dekat danau. Mata Luhan menangkap kedua sosok itu dari kejauhan. Dia membuat sebuah pohon rubuh di hadapan mereka untuk memperlambat. Sambil berlari dia memanggil bantuan dari teman-temannya

Tepat di depan hutan, Luhan berhenti. Dia ragu untuk masuk sendirian kesana berhubung sekolah juga sebenarnya melarang murid masuk ke hutan itu karena hutan itu selalu gelap meskipun di siang hari. Kai muncul di samping Luhan tiba-tiba “Ragu untuk masuk?” tanya Kai dengan sedikit menggoda “Jangan merendahkan aku Kai” Luhan memberanikan diri masuk meskipun tanpa cahaya. Harusnya dia menunggu Baekhyun atau setidaknya Chanyeol untuk memberi cahaya

Sosok hitam menarik dua sasaran Luhan ke balik semak-semak. Mereka masih bisa melihat jelas di dalam kegelapan. Di hadapan mereka berdiri seseorang dengan wajah yang familiar bagi mereka

“Bersembunyilah disini, jangan sampai mereka menangkapmu” ujar sosok namja dengan mata sipit itu. Mereka mengangguk menurut. Namja itu keluar dari semak-semak meninggalkan mereka “Apa yang akan dia lakukan?” Tidak lama terdengar suara teriakan kesakitan. Spontan Jiyeon memeluk erat Hanbin “Aku masih berperasaan dan ini terlalu kejam”

Luhan berteriak kesakitan begitu sesuatu yang tajam menggores tubuhnya. Lehernya yang dicekik dan kaki yang dikunci membuat dia tak bisa melakukan apa-apa selain mengerang. Benda tajam itu terus melukai tubuh mulusnya “Rasakan itu Xi Luhan” Darah yang terus keluar membuat Luhan melemah “Hyun..Hyunil? Is that you?

I said i’m Ray!” teriaknya lalu menusuk Luhan dengan benda tajam itu. Ray meninggalkan Luhan yang tergeletak tak berdaya dengan nafas tersengal-sengal. Kini Luhan hanya berharap Kai yang terpisah dengannya dapat menemukannya disini

Baekhyun datang ke hutan itu dan menemukan Kai yang diam karena tak tau harus berjalan kemana “Dimana Luhan?” Kai hanya mengangkat bahu. Mereka pun berjalan terus hingga menemukan Luhan yang dalam keadaan benar-benar parah “Kai cepat bawa kita ke markas!” Kai langsung menurut dan membawa mereka ke markas dengan teleportasi. Baekhyun merebahkan tubuh Luhan di sofa dan Jenny yang masih ada disana langsung menghampiri Luhan “What happen to him?” Baekhyun mengbaikan pertanyaan Jenny dan langsung mengambil jaket lalu mengikatnya pada Luhan untuk menghentikan darah keluar

“Kai, cari Lay dan bawa dia kesini sekarang juga” perintah Baekhyun kedua kalinya dan Kai pun langsung menurut. Kai pergi mencari Lay. Sementara Jenny masih menunggu penjelasan dari Baekhyun dalam diam “Jenny bantu aku” Jenny yang sedang melamun tersadar akibat ucapan Baekhyun “Ne..” Jenny menggenggam tangan Luhan juga mengelus puncak kepalanya. Baekhyun yang sedang menghubungi teman-temannya untuk kembali tetap mengarahkan matanya ke arah Jenny dan Luhan. Tangannya memegang dadanya “Ini terlalu sakit untukku..” batinnya. Tak lama Kai dan Lay datang, Lay langsung bergegas meletakkan tangannya diatas luka-luka Luhan dan secara ajaib semua luka itu menghilang seakan tak pernah terjadi apa-apa

Luhan membuka matanya tepat disaat anggota lainnya datang. Dia menatap Jenny yang terlihat cemas “Aku sudah baik-baik saja” Jenny mengangguk pelan. Suho langsung menghampiri Luhan “Gwaenchana? Apa yang terjadi?”

“Seseorang dari mereka melukaiku ketika aku mengejar dua anak itu di hutan. Mereka dilindungi aku rasa”

“Aku rasa tidak” potong Kris tiba-tiba “Mereka tidak akan melindungi dua orang yang ingin mereka bunuh, mereka pasti punya maksud lain”

“Alasan pribadi..” gumam Luhan pelan namun masih sanggup didengar oleh Chanyeol yang berdiri tak jauh darinya “Apa maksudnya alasan pribadi?”

Nothing..

Tell us.. That’s important

Tiba-tiba di luar sana terdengar suara seseorang yang berteriak kencang. Jenny mengenal suara itu, dia langsung berlari menuju pintu “Tunggu Jenny!” teriak Luhan. Baekhyun menyusul Jenny dan begitu Jenny membuka pintunya dia melihat sosok itu bersama Mark yang sudah tergeletak tak berdaya. Baekhyun mengeluarkan serangan cahayanya setelah menyuruh Jenny menutup mata. Sosok itu, Aiden langsung pergi dari sana dengan cepat

“Mark wake up…” ucap Jenny dengan lirih. Tanpa basa-basi Baekhyun langsung mengangkat Mark ke markas dan merebahkannya di kasur kecil disana

what happen?” tanya Kris begitu Baekhyun duduk di sofa “Salah satu dari mereka menyerang Mark entah karena apa. Kita tunggu dia bangun agar bisa menjelaskan”

Tidak lama kemudian Mark bangun sambil memegang belakang kepalanya. Kris langsung mendekati Mark dan meminta beberapa penjelasan

“Apa kau tau dia punya maksud apa dengan kedua anak itu, Jiyeon dan Hanbin?” tanya Kris untuk menuntaskan semua rasa penasarannya “Mereka mempergunakan Jiyeon dan Hanbin sebagaiprotector agar bukan mereka yang kalian serang melainkan Jiyeon dan Hanbin yang masih setengah berjiwa manusia. Hanya itu yang aku tau untuk lebih jelasnya aku masih bingung” jelas Mark.

Kris berdiri menghadap semua anggota team disana “we should make them help us…”

To Be Continued

New Cast Unlocked

Aiden

Name : Aiden Lee

-the leader of demon, who used Mark body-

Jacqueline

Human Name : Park Jiyeon ; Other Name : Jacqueline

a half person, unconscious because her severe disease

B.I

Human Name : Kim Hanbin ; Other Name : B.I

-a half person, in coma because an car accident-

Ray

Name : Ray ; Past Name : Kim Hyunil

childhood friend of Luhan who became demon bcs being killed

gimana kah ceritanya? makin gaje ya? ini usaha author nerusin janji yang tertunda karena sibuk sekolah ditambah karena keluarnya Kris & Luhan bikin author mikir ga usah lanjutin FF ini lagi tapi masih ada yang ganjel di hati gitu kalo belom di finished(?) Jangan lupa commentnya ya!^^

31 thoughts on “Gang of Hanjin High School (Chapter 4)

  1. lanjut thor… nanggung nih.. demonnya kan udah keluar satu persatu… ini lanjutannya ada perang perang gitu kah? 😄 aku berharap iya 😄

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s