Diposkan pada Baek Hyun, Chapter, friendship, leejieun93, Romance

The way we love [Chapter 1]

TWl

Title                 : The way we love [Chapter 1]

Author             : Park Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kang Seulgi, Luhan.

Genre             : Romance.

Rating            : G

Warning         : Typo dimana-mana dan don’t be plagiator^^

Summary         :Haruskah aku mengatakan bahwa aku menyukaimu? Haruskah kita memulainya dari awal lagi? bukankah aku yang lebih memahami rasa sakit dirimu selama ini. Untuk kali ini aku tidak akan lari seperti dulu.

Chapter 1

“Apa kabar?” tanya lelaki yang bernama Byun Baekhyun pada seorang wanita yang kini tengah duduk di depannya dengan wajah yang dingin.

“Baik” jawab wanita itu singkat.

“Eo”

Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mengambil kopi miliknya kemudian meminumnya dengan bola mata yang mengedar kesegala arah seakan tak berani menatap wanita di depannya itu.

Wanita itu melipat tangannya didada seraya menatap baekhyun dan hal itu membuat Baekhyun sedikit salah tingkah.

Baekhyun kemudian berdehem, dan membenarkan posisi duduknya. Dia mengusap tenguknya lalu menatap wanita itu sambil tersenyum kikuk.

Karena merasa kurang nyaman akhirnya wanita itu beranjak dari duduknya. Yang membuat Baekhyun terkejut.

“Kau mau pergi?” tanya baekhyun.

“Eo. Karena aku merasa tidak nyaman denganmu”

Wanita itu mengatakan hal barusan sambil membuka dompet miliknya untuk mengambil beberapa lembar uang.

“Aku traktir kali ini” ucap wanita itu sambil menaruh uanganya di meja, lalu dia pun melangkah pergi.

Baekhyun menatap uang itu kemudian berdecak kesal, ia mengambil uang tersebut dan pergi mengejar wanita tadi.

“Hyak tunggu dulu!” panggil Baekhyun yang tidak sedikitpun dihiraukan oleh wanita itu. semakin kesal, Baekhyunpun sedikit mempercepat langkahnya.

Saat wanita itu sudah naik Mobil dan akan menutup pintu mobilnya, Baekhyun datang dan langsung menghalangi wanita tersebut dengan cara memegangi pintu mobil.

Wanita itu mengerutkan dahinya sambil menatap Baekhyun yang seakan bertanya apa lagi yang Baekhyun mau.

“Keluar!” Suruh Baekhyun.

Dengan dingin wanita itu pun mengatakan kalau dia tidak ada waktu, dia ada panggilan darurat.

“Aku hanya minta waktu 5 menit” ucap Baekhyun.

‘Aku tidak ada waktu”

“Baiklah 1 menit!”

Wanita itu tampak menimbang-nimbang permintaan Baekhyun, kemudian tidak lama dari itu dia pun tersenyum hambar.

‘Oke 1 menit”

Ucapnya seraya mengatur timer di ponsel miliknya.

‘Dia keluar dari mobil dan menunjukan layar ponselnya pada baekhyun.

“1 Menit dimulai sekarang” ujarnya.

“Maaf” Ucap baekhyun dengan wajah sedih.

“Maafkan aku Eunji-ya”

***

“Sedang apa kau disini?”

Seseorang lelaki yang memakai jubah putih datang lalu mengagetkan seorang wanita yang memakai jubah yang sama yang tengah melihat kedalam ruangan bayi.

“Mereka sangat lucu!” ucap wanita yang memiliki nama Jung Eunji.

“kau kenapa? Hari ini melankolis sekali” tanya lelaki itu yang merupakan rekan kerja wanita Bernama Eunji itu.

“Aku bertemu dengannya lagi”

“Nugu?”

Eunji mulai mengarahkan pandanganya pada lelaki disebelahnya.

“Byun Baekhyun!”

Lelaki itu langsung membelalakan kedua matanya, karena tidak bisa menutupi keterkejutannya sedangkan Eunji tampak sedih karena dia semakin teringat pada masa lalunya yang pahit yang selalu ingin dia lupakan, namun berkat Lelaki yang bernama Byun Baekhyun yang dia temui hari itu dia merasa bahwa masa-masa pahitnya kembali menghantuinya.

“Kau masih menyukainya?”

Eunji menatap lelaki disebelahnya lalu tanpa menjawab apapun dia pun pergi dari sana. Namun baru beberapa langkah dia berhenti dan tanpa menoleh lalu mengatakan sesuatu.

“Sesuatu yang sangat berharga bagiku hilang karenanya, jadi aku tidak mungkin masih menyukai lelaki itu. hanya memikirkannya saja langsung membuat dadaku sesak”.

Selesai mengatakan hal barusanEunjipun melanjutkan langkahnya sedangkan lelaki tadi masih terdiam di tempatnya. Semakin jauh Eunji pergi, lelaki itu pun menoleh kedalm ruangan bayi kembali.

“Kau merasakan sakit Karena kau begitu menyukainya dan aku rasa kau masih menyukainya sampai sekarang!”

***

Malam itu, Eunji duduk sendirian di sebuah kedai pinggir jalan dengan beebrapa botol soju serta telur gulung diatas meja.

Saat tengah menyantap soju serta telur gulungnya, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri Eunji kemudian duduk di kursi tepat di hadapan Eunji. Dengan angkuh wanita it menatap Eunji.

“Tsk. .Seorang dokter bukannya harus menjaga kesehatannya? Tapi kenapa kau malah meminum alcohol?apa kau pan. . ”

Belu selesai wanita itu menyelesaikan perkataannya, dia malah menghentikan ucapannya akibat Eunji yang menyiram wajah wanita tersebut menggunakan soju.

“Kau berisik. Dan kau wanita sialan. Kalau saja aku tahu lelaki yang kau atur kencan denganku kemarin adalah Lelaki sialan itu, maka aku tdak akan mau melakukannya!”

Wanita itu mulai menunjukan ekspresi kesal. dia mengambil sebotol soju kemudian menuangkannya dan setelah itu melakukan hal yang sama pada Eunji yaitu menyiramkan soju itu pada wajah eunji.

Dengan senyum sinis dia pun menatap eunji.

“Kau berani sekali menyiram wajah seorang jakasa. Apa kau ingin aku tuntut?” ucapnya penuh penekanan.

Eunji tertawa keras lalu setelah itu berdecak dan mulai menatap wanita didepannya itu dnegan tajam.

“Wow, semenjak kau menjadi Jaksa kau selalu saja mengancamku seperti itu!”

“Yak, dan inilah alasanku menjadi jaksa yang sebenarnya yaitu agar suatu hari bisa menjebloskanmu kepenjara”

Tawa keras kembali keluar dari mulut Eunji. Sedangkan wanita itu mulai menuangkan segelas soju lagi kedalam gelasnya. Eunji yang memperhatikan wanita iu kemudian bertanya apa soju itu untuk menyiram wajah eunji lagi yang langsung disambut gelak tawa wanita yang keluar dari mulut itu

“ Uh sayang sekali, namun ini untuk aku minum” jawabnya seraya meminum soju tersebut.

“Dia meminta untuk bertemu denganmu” jawab wanita itu.

Eunji terus minum tanpa menghiraukan perkataan wanita didepannya itu. dia tidak mau berkomentar ataupun mengatakan apapun karena dia hanya merasa lelah.

Kini dia pun berguman dalam hatinya seakan tak ingin mengeluarkan kesedihannya dan hanya menyimpannya sendiri.

“Orang mengatakan bahwa saat kita di sekolah menengah atas adalah saat yang paling indah. Tapi aku harus berkata itu bohong. Bahkan jika bisa aku ingin menghapus ingatan saat itu. saat-saat dimana aku menacapi titik terbawah dan titik paling menyakitkan dlam hidupku”

Kini kenangan pahit tentang masa lalunya kembali teringat diingatannya bagaikan sebuah film yang diputar. Sebisa mungkin eunji melupakannya dan tidak mengingat kenagan itu, namun semakin dia berusaha melupakannya maka semakin dia terus saja ingat kenangan itu.

Eunjipun kembali berguman dalam hatinya.

“Apakah ini yang disebut dengan takdir?”

***

7 Years ago

Beberapa gadis dari dua sekolah yang berbeda kini saling bertatapan satu sama lain. mereka semua saat ini sama-sama menunjukan wajah angkuh dan saling meremehkan.

Dengan tangan dilipat didada mereka menatap tajam satu sama lain, bahkan ada yang sampai meludah.

“Aigoo kalian lagi, dasar kotoran an**ng!” ujar gadis yang memakai seragam seungri high school.

Begitu dikatai perkataan kotor oleh gadis tersebut, salah seorang dari sekolah Genie high School mulai maju.

Gadis dengan rambut diikat ekor kuda serta poni itu kini menatap calm gadis yang mengatai nya beserta teman-temannya tadi.

Dia menggerakan jari telunjuknya yang menandakan agar gadis yang berkata kotor tadi maju. Setelah gadis itu maju, tatapan matanya kini mengarah pada nametag sang gadis di depannya.

“Bang Minah. . Kau tahu, namamu itu cantik tapi sayang kelakuanmu sangat . . “

Gadis berponi itu tidak melanjutkan kata-katanya dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya memberikan tatapan mengejek pada gadis bernama Minah itu.

Gadis bernama Minah itu lantas semakin mendekat pada Gadis berponi itu.

“Hya neo. jangan pernah sebut namaku dengan mulut kotormu itu” ucap Minah sisis.

Gadis berponi itu langsung membelalakan kedua matanya seakan dia terkejut, kemudian menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.

“Aigoo. Kau mengataiku lagi” ujarnya.

Karena emosi, akhirnya Minah memukul wajah gadis berponi itu menggunakan tas miliknya sampai membuat ujung bibir gadis berponi itu mengeluarkan sedikit darah.

Beberapa gadis dibelakang yang bisa diebut teman-teman gadis berponi itu mulai geram dan hendak menyerang balik Minah, namun dihentikan oleh gadis berponi tersebut dengan cara mengangkat tanganya.

“Gadis ini milikku!” ujar gadis berponi dengan seringaian.

Permen karet yang sedari tadi dikunyah pun mulai dia buang. Dengan gerakan cepat gadis berponi itu pun mencengkram rambut minah lalu menariknya.

Melihat Minah yang di jambak oleh gadis berponi, teman-teman minah pun langsung maju tanpa bersabar.

Mereka kini saling jambak, saling pukul dan saling mengatai.

Saat gadis-gadis itu sedang berkelahi, dua orang lelaki berseragam Ginie high School lewat.

Mereka melihat perkelahian gadis-gadis itu dan langsung menggelengkan kepala mereka seraya berdecak.

“Aigoo, gadis-gadis itu lagi. bagaimana mereka jadi generasi penerus bangsa kalau mereka seperti itu!” Oceh salah seorang dari lelaki itu yang mempunyai badan lebih pendek yang adalah Baekhyun.

Pletak!!!

Lelaki disebelahnya yang mempunyai badan tinggi kurus bernama Park Chanyeol pun memukul kepala Baekhyun karena kesdal apda omongan baekhyun barusan.

“Aigoo, kau mengatai orang lagi. hyak Byun Baekhyun lihat dulu dirimu. Bagaimana seorang Playboy sepertimu bisa jadi generasi penerus bangsa juga!”

“Aigoo. . .” guman lelaki berperawakan tinggi itu sambil melanjutkan langkahnya.

***

Bruk!!!!

Suara meja yang di pukul sangat keras oleh kepala Sekolah Genie High School di depan 7 orang gadis yang saat ini tengah tertunduk dengan kedua tangan diangkat keatas.

Kepala sekolah menggeram, ketika melihat satu persatu wajah murid-muridnya. Dia sangat geram pada murid-muridnya itu terlebih lagi mereka itu perempuan.

Dengan mistar di tangannya dia menunjuk murid-murid itu.

“Hyak Apa kalian ini preman pasar hah? kalian ini pelajar tapi kenapa kelakuan kalian tidak mencerminkan pelajar!”

Sang kepala sekolah kini mulai berjalan mondar-mandir didepan murid-murid perempuan itu. Ya, mereka adalah murid-murid perempuan yang di pimpin gadis berponi yang pagi tadi berkelahi dengan murid-murid perempuan di sekolah sebelah juga.

Kepala sekolah terus mengoceh didepan gadis-gadis itu dan tiba-tiba terdengar pintu yang di buka kasar. Kini munculah seorang lelaki paruh baya yang memegang sebuah tongkat golf serta diikuti oleh seorang perempuan paruh baya juga yang tengah merintih memohon agar lelaki paruh baya tersebut menghentikan apa yang hendak dia lakukan.

Kedua mata gadis berponi kini membelalak melihat lelaki paruh baya tersebut, bahkan bukan hanya gadis berponi itu saja , namun semua orang yang ada disana termasuk kepala sekolah juga yang saat ini mulai memundurkan langkahnya karena takut pada lelaki paruh baya tersebut.

Lelaki paruh baya yang adalah tuan Jung itu kini mulai mengarahkan tongkat golfnya pada gadis berponi.

“HYAK JUNG EUNJI, KEMARI KAU. AKAN AKU PATAHKAN LEHERMU. DASAR GADIS TENGIK KAU!”

Karena takut pada lelaki paruh baya yang notabennya adalah ayahnya tersebut, gadis berponi yang adalah Eunji itu pun langsung berdiri dan bersembunyi di belakang kepala sekolah. Bukan hanya Eunji, namun semua murid yang tadi tengah di hukum itu pun mulai berlarian ke sudut ruangan karena takut pada lelaki paruh baya tersebut.

“HYAK KEMARI KAU, AKAN AKU HANCURKAN LEHERMU!” teriak tuan Jung.

“Appa ini kekerasan namanya, kau akan di pecat tidak hormat oleh Negara!” ucap Eunji dengan gemetar.

“Yeobo, aku mohon hentikan” mohon ibu Eunji.

“Umma tolong aku, aku anak perempuan satu-satunya kalian. Bagaimana kalau tongkat golf itu mengenaiku dan aku jadi cacat, nanti siapa yang akan menikah denganku? Umma!” rengek Eunji pada ibunya meminta pertolongan.

“Yeobo, ayo hentikan” ucap Ibu Eunji sambil memegang lengan suaminya yang masih mengangkat tongkat golfnya.

Kepala sekolah kini beralih kebelakang Eunji lalu memegangi Eunji kuat dengan gemetar.

“Tuan Jung, bisakah anda selesaikan ini di rumah? Kalau anda bersedia aku akan menyerahkan anak anda!”

Begitu mendengar ucapan kepala Sekolah, Eunji berdecak dan dalam hatinya dia akan membuat rambut kepala sekolah yang setengah botak menjadi botak sempurna.

“Songsengnim” ujar Eunji

“Hyak Eunji, aku masih ingin hidup. Kalau tongkat itu mengenaiku maka bagaimana nasib anak dan istriku?”

“Hya kenapa anda egois, setidaknya anda sudah menikah. Sedangkan Aku? perjalananku masih sangat panjang, aku gadis cantik dan lugu jadi bagaimana aku hidup jika aku cacat? Eunjo jugapasti malu memiliki Noona yang cacat”

Semua orang yang ada disana langsung membelalakan kedua matanya ketika mendengar Eunji mengatakan hal barusan, bahkan setelah itu mereka langsung tersenyum karena semua yang dikatakan Eunji itu merupakan kebohongan bagi mereka.

Kepala sekolah yang tak bisa menahan tawanya, langsung terbahak-bahak sangat keras. Wajah Tuan Jung berkedut terus dan matanya juga menatap kepala sekolah dengan tajam.

“Hyak kau, menertawakan putriku hah?” tanya Tuan Jung seraya mengarahkan tongkat Golf nya pada kepala sekolah, dan langsung membuat kepala sekolah bungkam dnegan hati yang berdebar.

“Umma!!” panggil Eunji dengan nada manja dan langsung berlari kearah ibunya.

“Appa ayo pukul tua Bangka itu, beraninya dia menertawakan anak kepala polisi!”

Kini keringat dingin mulai keluar dari badan kepala sekolah. Dia menelan ludahnya, karena sangat takut benda yang saat ini di pegang Tuan Jung akan mengenai kepalanya yang berharga.

“Ayo pulang.”

Tuan Jung berbalik dan malah menjewer telinga Eunji yang membuat Eunji meringis kesakitan, namun tak sedikitpun dia perdulikan.

Tatapannya kini mengarah pada keenam gadis yang saat ini tengah berkumpul saling berpegangan tangan dengan wajah pucat di sudut ruangan tersebut.

“Kalian kalau tidak mau leher kalian patah maka, kalian harus ikut dengan suka rela”

Keenam gadis itu mengangguk menyetujui apa yang Tuan Jung katakan. Dan kini dia menyeret Eunji yang telinganya masih dia jewer.

Eunji meringis karena kesakitan, bahkan dia berteriak akan melaporkan tuan Jung pada komisi perlindungan anak agar Tuan jung di pecat tidak hormat. Namun Tuan Jung tidak gentar sedikitpun pada ancaman anaknya itu, dia hanya terus menyeret Eunji dengan banyaknya tatapan para siswa serta guru-guru di Genie high School.

“Aigoo, anak itu lagi!” ucap salah seorang siswa perempuan yang sedang menonton. Bahkan mungkin bukan dia saja yang sedang menonton tapi semua orang di sekolah kecuali seorang gadis yang saat ini tengah duduk di ruang seni dan tengah memegang kuas.

Gadis bernama Kang Seulgi tersebut menghela napas panjang. Seulgi berdiri dari tempatnya. Dia berjalan keluar ruang seni untuk pergi menghampiri Eunji serta tuan Jung.

“Ahjussi!” panggil Seulgi begitu melihat tuan Jung.

Tuan Jung menoleh, dan tersenyum melihat Seulgi, berbeda dengan nyonya Jung yang menatap Seulgi sinis.

Seulgi tersenyum lembut seraya bertanya apa Eunji melakukan hal nakal lagi. mendengar ucapan Seulgi membuat Eunji geram dan ingin sekali dia menjambak rambut Seulgi.

“Hyak jaga ucapanmu” ujar Nyonya Jung.

“Diam kau, tak seharusnya kau berteriak pada Seulgi”

Wajah Nyonya Jung langsung terlihat kesal begitu mendengar sentakan suaminya padanya.

“Seulgi-ya, kau belajarlah yang rajin jangan seperti gadis tengik ini!”

“Mwo? Appa kenapa kau mengatakan aku seperti itu hah?”

“Diam kau!”

Tuan Jung melanjutkan menyeret Eunji menuju mobil polisi yang saat ini terparkir di depan sekolah.

‘Hya appa, kenapa kau memakai mobil itu? aku bukan penjahat”

“DIAM KAU!” teriak tuan Jung yang langsung membuat Eunji bungkam.

Seorang murid lelaki langsung menggelengkan kepalanya saat melihat kejadian barusan.

“Aigoo. .gadis tengik itu benar-benar pantas mendapatkannya “ gumannya

“Aigoo, kau juga pantas di lempari sepatu oleh seluruh siswa disini karena mempermainkan banyak perempuan” ujar lelaki disebelahnya yang adalah Chanyeol.

“Hya, kau menyukai gadis tengik itu hah?” selidik Baekhyun

“Apa itu urusanmu?” jawab Chanyeol datar.

Hal itu membuat Baekhyun langsung menyipitkan kedua matanya dan kembali menatap kearah Eunji yang sedang di seret Tuan Jung.

***

Didalam penjara saat ini Eunji beserta teman-temannya berada. Eunji terus saja berteriak memanggil-manggil appanya yang memang adalah orang yang membuat dia memasuki sel tersebut.

“Ahjussi, apa kau tak kasihan padaku? aku ini korban kekerasan ayah terhadap anaknya”

Eunji memegang besi sel dan menempelkan wajahnya disana dengan tatapan malang yang sebenarnya membuat polisi itu kasihan pada Eunji, namun dia tidak bisa melakukan apapun karena Tuan Jung yang adalah Kepala polisi disana menyuruhnya untuk tidak membebaskan Eunji.

“Hyak Eunji-ya aku kasihan padamu tapi aku lebih kasihan pada ayahmu karena punya anak senakal dirimu. Segeralah bertobat”.

Eunji berdecak, kemudian menendang sel yang menyebabkan bunyi. Dia duduk dengan wajah merenggut.

Kini satu persatu orang tua dari teman-teman Eunji mulai berdatangan untuk menjemput anak-anaknya. tidak jarang mereka di pukuli dan diceramahi oleh orang tua mereka karena kenakalan mereka.

“Aigoo kenapa orang tua selalu mengomeli anaknya!” guman Eunji yang saat ini tengah memperhatikan salah seorang temannya yang bernama Bomi tengah di pukuli ummanya.

“Kalau aku jadi orang tua aku tidak akan memarahi anakku juga memukulnya seperti appa selalu mengomeli juga memarahiku. Aku janji”

Waktu terus berjalan dan hari sudah akan gelap, namun sedari tadi umma Eunji masih belum terlihat. Mungkin Nyonya Jung belum bisa meruntuhkan pertahanan Tuan Jung, itulah pikiran Eunji.

Dia melipat kakinya, menaruh dagunya di atas lututnya kemudian mulai bernyanyi pelan.

Kini kenangan sewaktu dia kecil muali melintas. Kenangan saat dia begitu bahagia hidup bersama kedua orang tuanya.

“Andai saja dia tidak masuk di kehidupan kami, apa aku akan menjadi anak baik?” ujar Eunji.

Polisi yang ada disana, merasa kasihan pada Eunji. Dia benar-benar tidak tega pada Eunji yang diam di Sel seperti sekarang.

“Jung Eunji“

Eunji menoleh, lalu seulas senyum terlukis di bibirnya

“Oppa~” Panggilnya senang dan hendak berlari menghampiri lelaki itu.

Eunji mengurungkan niatnya begitu melihat seorang gadis yang datang bersama lelaki yang Eunji panggil Oppa itu.

Terlihat raut wajah tidak suka ketika Eunji melihat gadis tersebut.

“Kenapa dia juga ikut?” tanya Eunji dingin.

Lelaki itu menoleh sedikit kearah belakangnya, kearah gadis yang datang bersamanya berdiri saat ini.

‘Dia mengatakan dia ingin ikut karena khawatir padamu!”

Sekali lagi Eunji menunjukan wajah tidak suka pada gadis itu yang adalah Seulgi. Eunji mulai melipat tanganya didada sambil menatap seulgi.

“Kau seharusnya tak usah repot-repot, bukankah seharusnya ini waktu mu untuk belajar?” ucap Eunji dingin.

“Kenapa kau selalu seperti itu Jung Eunji? aku tahu kau tidak menyukaiku, tapi niatku datang kesini benar-benar tulus”

Eunji menengadahkan kepalanya menatap langit-langit sel, dan kini dia tertawa.

“Aigoo Kang Seulgi kau sangat lucu” ujar Eunji yang saat ini tersenyum misterius.

Merasa tidak nyaman dengan suasana saat ini, lelaki itu pun mulai membuka pembicaraan.

“Eunji-ya paman Jung Bilang kau boleh pulang” ucap lelaki tadi atau yang mempunyai nama Lengkap Xi Luhan.

“Baguslah kalau begitu, ahjussi itu benar-benar menyebalkan” kesal Eunji mengatai ayahnya sendiri, dan hal itu membuat Luhan terkekeh.

Seulgi yang memperhatikan Luhan, entah kenapa raut wajahnya langsung berubah. Seakan dia tidak menyukai ketika Luhan tersenyum karena Eunji.

Seulgi memundurkan langkahnya, kemudian pergi dari sana untuk menuju mobil.

***

Di taman belelakang rumah Eunji, saat ini Eunji dan Luhan tengah duduk berdua. Luhan tak jarang tertawa karena cerita Eunji, tanpa mereka sadari saat ini Seulgi tengah memperhatikan mereka dari dalam dengan wajah datar, namun tangannya meremas kencang ujung bajunya.

“Kenapa kau tidak bergabung?”

Tuan Jung tiba-tiba datang dan mulai ikut memperhatikan Luhan dan Eunji. Seulgi langsung tersenyum begitu mengetahui ada Tuan Jung di sebelahnya.

“Tidak ahjussi, aku selalu tidak ingin berada diantara Luhan Oppa dan Eunji. Mereka tampak cocok bersama” ucap Seulgi.

Tuan jung melipat tangannya didada, lalu menghela napas panjang.

“Kau pikir begitu? Harus aku akui mereka memang sangat akrab, bahkan sejak kecil. Luhan juga selalu melindungi Eunji. Eunji selalu menunjukan sisi manjanya pada Luhan yang membuatku merasa kalau Eunji merasa nyaman disisi Luhan.”

Mendengar ucapan tuan Jung baarusan terbersit rasa penyesalan pada diri Seulgi karena mengatakan bahwa Eunji dan Luhan Cocok.

“Eunji mempunyai semuanya. orang tua yang menyayanginya, harta yang membuat dia tidak perlu memikirkan biaya sekolah, tapi aku tidak punya. Jadi tak bisakah Luhan diberikan padaku Tuhan?”

“Seulgi-ya ini sudah malam sebaiknya kau pulang, aku akan menyuruh Luhan mengantarkan kau terlebih dahulu aku takut ibumu khawatir”

Ucapan Tuan Jung barusan membuat Seulgi tersadar dari lamunannya dan segera mengangguk pada Tuan Jung seraya tersenyum.

***

Keesokan harinya, Eunji memasuki sekolah seperti biasa. Dia berjalan diikuti oleh keenam temannya yang selalu setia bersamanya.

Dia berjalan dengan dagu diangkat seakan dia ingin menunjukan pada semua orang bahwa dia tidak takut pada apapun.

Ketika mereka melewati ruang seni, Eunji merasa terunggah untuk melakukan suatu hal. Dia menghentikan langkahnya dan memberitahu pada teman-temannya untuk pergi terlebih dahulu ke kelas.

Eunji melangkah menuju kelas seni. Beberapa siswa yang ada disana langsung beranjak dari tempatnya dan segera pergi begitu mengetahui Eunji memasuki ruangan tersebut.

Kini tinggalah satu orang disana yang sepertinya tidak merasa gentar ataupun takut pada Eunji karena dia hanya tetap focus pada kanvas miliknya dan orang itu adalah Seulgi.

Eunji menghampiri Seulgi dan hal itu tidak sedikitpun membuat Seulgi mengalihkan pandangannya pada Eunji.

Eunji berdehem seraya menatap Seulgi, namun tetap tak dihiraukan oleh Seulgi. Karena kesal akhirnya Eunji menendang pelan kaki penyangga kanvas milik seulgi sampai membuat Seulgi mencoret lukisannya.

“Upss maaf” ujar Eunji dengan Senyum.

Dan sekali lagi Seulgi tak mau menghiraukan Eunji sedikitpun. Seulgi malah menaruh peralatan lukisnya dan sepertinya hendak pergi dari sana.

Eunji terkagum-kagum karena keberanian seulgi, dia pun kini bertepuk tangan.

“Aigoo, Kang Seulgi kau memang hebat!” ucap Eunji.

Seulgi sebenarnya kesal dengan perilaku Eunji, namun sebisa mungkin dia menahan semua itu.

Setelah menaruh celemek yang tadi dia kenakan di tempatnya, Seulgi berencana pergi namun Eunji malah menahan dengan memegang lengannya.

Seulgi menatap Eunji yang saat ini memegang lenganya, tatapannya kali ini pada Eunji seakan dia memberitahu Eunji agar melepaskan tangannya.

Eunji menyeringai, kemudian semakin erat mencengkram lengan Seulgi.

“Hya Kang Seulgi, apa kau tahu aku benar-benar muak melihat wajah malaikatmu itu. Berhentilah menunjukan wajah itu atau aku akan merusak wajah cantikmu itu”

“Baiklah karena aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan jadi aku akan pergi”

Eunji melambaikan tanganya pada Seulgi dengan senyum lebar menghiasi wajahnya dan setelah itu dia pergi dari ruangan tersebut.

Seulgi hanya terdiam, tak bisa dia sangkal kalau saat ini emosinya sudah mencapai ubun-ubun kepalanya. Ingin rasanya dia menampar mulut Eunji dan memakinya, namun Seulgi ingat posisinya.

Sambil meremas ujung roknya seulgi mengatakan bahwa suatu hari dia pasti akan membalas semuanya. Dan dia akan membuat semua orang memandangnya. Eunji masih tersenyum akibat baru saja mengancam Seulgi dan ini bukan yang pertama kalinya.

Ketika di koridor, tanpa disengaja dia berpapasan dengan Baekhyun dan Chanyeol. Mereka hanya berpapasan tanpa saling menyapa, namun setelah beberapa langkah Eunji malah menghentikan langkahnya. Eunji menyeringai, kemudian berbalik.

Dia mengejar Chanyeol dan Baekhyun yang sedang berjalan.

“Berhenti” ucap Eunji ketika sudah berada didepan Chanyeol dan Baekhyun.

Baekhyun mengerutkan alisnya seraya bertanya-tanya apa mau Eunji berdiri didepannya. Berbeda dengan Bekhyun yang nampaknya agak risih, Chanyeol malah tersenyum.

‘Kau ada urusan dengan kami?” Tanya Chanyeol ramah.

Eunji yang sedari tadi mengunyah permen karet, tiba tiba membuang permen karetnya sembarang.

“Aku ada urusan dengan orang ini”

Tunjuk Eunji menggunakan matanya kearah Baekhyun.

Bakehyun tampak tidak suka dengan apa yang Eunji lakukan, dia juga merasa bahwa dirinya tidak ada urusan sama sekali dengan Eunji.

“Aku tidak merasa ada urusan dengan mu” ucap baekhyun ketus.

Baekhyun hendak pergi, namun Eunji memegang lengan Baekhyun yang membuat Baekhyun berdecak kesal.

Dia menatap Eunji tajam saat ini, namun Eunji malah tersenyum.

“Lepaskan aku. Bukankah sudah aku katakan aku tidak ada urusan dengan mu’

Eunji tetap tak mau melepaskan lengan Baekhyun meskipun Baekhyun beberapa kali mencoba melepaskan pegangan Eunji.

‘Aku akan melepaskanmu kalau kau mau datang menemuiku sepulang sekolah di D’caffe”

“Apa kau bercanda? Sampai kapanpun aku tak mau menemuimu” ucap Baekhyun ketus.

Dia kemudian menepis lengan Eunji, lalu pergi. Chanyeol yang menonton hanya menggelengkan kepalanya. Dia menepuk pelan bahu Eunji ketika dia akan pergi bahkan bukan itu saja dia juga meminta maaf atas sikap baekhyun.

Eunji kini terdiam, namun dia tersadar bahwa sedari tadi beberapa orang yang ada disana tengah menatapnya.

“Hya apa kalian sudah beres menonton hah?” pekik Eunji.

Karena tidak mau bermasalah dengan Eunji, akhirnya orang-orang tersebut tidak menatap Eunji kembali dan bahkan mereka berpura-pura sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

***

Masih memakai seragam, kini Eunji duduk di sebuah café. Ya café tersebut adalah café dimana Eunji membuat janji dengan Baekhyun, namun lebih tepatnya menyuruh Baekhyun datang menemuinya disana.

Sudah sepuluh menit Eunji disana, namun Baekhyun belum juga datang. Dia melihat jam tangannya kemudian melihat kearah pintu masuk namun tidak ada sedikitpun tanda-tanda baekhyun akan datang. Eunji menyenderkan badannya di punggung kursi, kemudian menghela napas panjang.

Dua orang pengunjung yang telihat seperti pasangan kekasih datang dan duduk di tempat pinggir Eunji, sehingga membuat Eunji mengalihkan pandanganya kearah mereka berdua.

Eunji memperhatikan pasangan kekasih yang tampak sangat bahagia tersebut. entah apa yang Eunjin rasakan saat ini, namun tiba-tiba saja dia menarik ujung bibirnya.

To Be Continue

 

Apa yah? mau bilang apa ya? ah pokoknya makasih buat yang udah mau baca sama comment deh yah^^ dan aku juga datang ma FF Baekhyun Eunji kaya yang aku bilang kemarin kalau FF lanjutnya itu Baekji. Dan aku gak perduli Baek pacar siapa ataupun Eunji pacar siapa(atau single) tapi ini imaginasi saya jadi suka-suka saya. Ya minimal membahagiakan para shipper dengan imaginasi saya ^^ * nyengir kuda*sebenarnya tadinya mau posting yang satu lagi yang bukan baekji tapi yang IU DO sama lay. Tapi yang itu belum rampungjadi lain kali ajah *malu*

Pokoknya makasih deh yah dan semoga hari reader semua menyenangkan. ^^

 

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

31 tanggapan untuk “The way we love [Chapter 1]

  1. wah eunji disini daebak. sikapnya tomboy kaya aslinya. lanjutt dong. penasaran nih kenapa baekhyun bisa sampe ngejar2 eunji gtu. ditunggu lanjutannya

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s