Love Story part 4

Love Story chap

Love Story part 4

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Oh Sejoon

Han Seul Ra aka Rara

Luhan

Genre : Romance, School Life

Lenght : Chapter

‘Siapa bilang kita tak dapat bersatu ?’

Part 1 | Part 2 | Part 3

Nasi Goreng Beijing buatan Seul Rin laris manis, bahkan di hari itu juga mereka bisa mendapat pesanan hampir 100 orang.

Saat ini jam pelajaran telah selesai dan Seul Rin sedang menunggu Sehun yang akan mengantarnya pulang, Supir mereka disuruh Sehun untuk tidak menjemputnya dan disinilah Seul Rin berada, di lapangan basket melihat Sehun yang sedang mengarahkan adik kelas mereka yang baru masuk.

Entah mengapa ketika melihat Sehun saat ini, ia merasa bahwa namja itu terlihat sangat bijaksana padahal ia baru sekali melihat Sehun seperti itu.

“Hei anak baru !”

Suara seseorang membuat lamunan Seul Rin terhenti, ia melihat namja yang ia lihat  saat istirahat pertama tadi, kalau tidak salah namanya Oh Sejoon, adik Sehun.

“Kau melihat siapa ?” tanya Sejoon sambil memincingkan matanya mencari titik yang dilihat Seul Rin.

“Bukan urusanmu” jawab Seul Rin pendek, sebenarnya ia tak benci dengan namja satu ini. Mana mungkin ia membenci –calon- adik iparnya yang imut ini ?

Sejoon mengerucutkan bibirnya kesal, “Kau  sok dingin, tadi aku lihat kau berbicara dengan Luhan Hyung. Kau ada hubungan apa dengannya ?”

“Kau melihatku dengan Lu Ge ?” tanya Seul Rin yang terkaget. Sejoon mengangguk meng-iyakan. “Dia hanya temanku di Beijing dulu, kenapa ?”

Sejoon menepuk kedua tangannya, “Daebakk, kau bahkan punya panggilan sayang untuknya, kau yakin hanya teman ?”

“Hei ! Jangan beropini seperti itu, arraseo !”

Sejoon menghentikan tepukan tangannya, “Baiklah, kau lahir kapan ?”

“16 tahun yang lalu” jawabnya singkat.

“Kau seumuran denganku, tanggal berapa ?”

“8 Mei, tepatnya tahun 1995”

Sejoon bertepuk lagi, “Kau lebih muda dariku, panggil aku Oppa”

Seul Rin menggeleng, “Aku sunbaemu”

“Apa ? Mana mungkin ?”

Seul Rin mengangguk, “Aku murid akselerasi.”

Sejoon menganga, “Jadi kau murid cerdas itu ? Mengapa aku tak kepikiran”

Seul Rin menghendikkan bahunya tak peduli, ia melihat Sehun yang berjalan kearah mereka.

“Menunggu lama ya ? Mianhae”  ujar Sehun.

“Ani, tak apa” jawab Seul Rin dan Sejoon bersamaan.

Sejoon menoleh ke Seul Rin, “Kau mengenal Hyungku ?” tanyanya.

Seul Rin tak menjawab, ia menyodorkan kotak makan Sehun yang diberikannya saat makan tadi, “Gomawo makanannya” ujarnya sambil tersenyum.

Sejoon tambah bingung, “Hyung, ada apa ini ?”

Sehun menggeleng, “Tak ada apa – apa. Kau kenapa ?”

Sejoon terdiam, ia menggeleng lemah, kemudian berdiri, “Kalau begitu ayo pulang”

Seul Rin ikut berdiri, kemudian berjalan beriringan bersama Sehun. Sejoon yang berada dibelakang mereka hanya terbengong kemudian mengikuti mereka dari belakang. Lalu memisahkan jarak antara Seul Rin dan Sehun.

“Hei kau ini kenapa sih ?” tanya Sehun yang mulai kesal.

“Dia siapa ?” tanya Sejoon to the point.

“Han Seul Rin.. Yeojacinguku”

Seul Rin membelakkan matanya, “Hei, kita belum jadian” ujarnya membenarkan.

Sehun menarik tangan Seul Rin agar berdiri disampingnya, “Mulai sekarang, oke” Ia mengedipkan matanya ke Seul Rin kemudian tersenyum.

Sejoon masih bingung, “Bagaimana dengan Rara Noona ?” tanyanya.

“Kami tak ada hubungan lagi dan gadis ini akan menjadi istriku” jawabnya santai.

Mata Sejoon membulat, “APA ??!!! Jelaskan padaku sekarang !!”

****

Disinilah Seul Rin sekarang, di meja makan dan duduk disamping Sehun. Kepalanya tertunduk karena tatapan Sejoon terlalu tajam untuknya, bahkan Tuan Oh rela pulang kerja lebih cepat untuk menjelaskan hal ini ke anak bungsunya.

“Jadi Sehun Hyung akan menikah ?” tanya Sejoon,

Sehun, Tuan Oh dan Seul Rin mengangguk tanpa bersuara.

“Dengan gadis asing ini ? Ya Tuhannn,, Appa.. Kenapa seperti ini ?”

“Apanya ?” tanya Tuan Oh yang bingung dengan pertanyaan anaknya itu.

Sejoon menghembuskan napasnya berat, “Berita pertunangan itu, banyak yang mengira kalau Hyung akan bersama Rara Noona. Pasti mereka kecewa sekali.”

Sehun menggeleng, “Pagi ini aku mencari trending topic minggu ini, kebetulan adalah pertunanganku dengan Han Seul Ra. Banyak sekali yang berkomentar bahwa kami tak pantas bersama, karena berbagai alasan”

“Contohnya ?” tanya Seul Rin, Sehun menoleh kearahnya, kemudian gadis itu menghendikkan bahunya malas, “Apa aku salah bertanya ?”

Sehun mengabaikannya, “Ada beberapa penggemar yang menemukan foto Rara bersama Luhan –sepertinya-. Mereka juga tahu kalau Luhan adalah sahabat kami dan mereka menganggap Luhan sebagai perusak hubungan kami dan.. Satu hal yang membuatku terkejut..”

Ketiga orang disekelilingnya memasang telinga mereka, penasaran dengan lanjutan penjelasan Sehun.

“Ada video yang diambil seseorang ketika acara makan malam itu, durasinya cukup lama. Dimulai dari Seul Rin memperkenalkan diri sampai aku keluar mengejar Rara. Untunglah suara video itu tidak begitu jelas jadi identitas Seul Rin masih terjaga”

Keadaan disana mulai menegang, “Kau berhati – hati saja. Selama rahasia perjodohan ini masih tersimpan dengan baik mungkin kita semua aman. Dan.. Kita tak mungkin menikah dalam waktu secepat ini” jelas Sehun.

“Tunggu.. Menikah ? Kita langsung menikah ? Tidak tunangan dulu ?” tanya Seul Rin.

Sehun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, “Itu terlalu membuang – buang uang. Ayahku mana mau menghamburkan uang hanya untuk acara yang tak begitu penting”

Astaga, tidak penting katanya ?

“Aku sudah selesai, aku mau pulang. Permisi Ahjussi”

Seul Rin beranjak dari tempatnya, bergegas meninggalkan rumah Sehun. Namun tak lama setelah itu, Sehun menarik tangannya dan menariknya masuk ke mobilnya,

“Apa yang ka-“

“Sudah malam, kau juga pasti sudah lelah. Lebih baik kuantar”

Seul Rin hanya menurut, benar apa yang dikatakan Sehun. Ia memang lelah, ia sudah berada di rumah ini sejak 3 jam lalu dan sekarang pukul 8 malam. Disini ia hanya menunggu dan belajar bersama Sehun, walaupun pelajaran itu sudah ia pelajari sejak lama.

Tak butuh waktu lama untuk tiba di rumah Seul Rin, jarak rumah mereka hanya berkisar 1 km saja.

“Hun, Gomawo” ujar Seul Rin ketika ia sudah tiba di rumahnya.

Sehun mengangguk, kemudian Seul Rin membuka pintu mobil Sehun dan pergi menuju rumahnya.

****

Beberapa hari kemudian, Klub Memasak kembali membuat hidangan baru. Salad buah dengan saus es krim cokelat yang membuat kantin semakin ramai. Juga, Klub ini memiliki 7 anggota sehingga membuat pekerjaan Kyung Soo dan Seul Rin berkurang.

“Saladmu enak” komentar Sehun sambil mengunyah salad buatan Seul Rin.

“Haha, terima kasih. Hanya buah yang di lumuri es krim cokelat saja. Seperti saladmu saat itu”

Sehun hanya mengangguk mengerti, iapun menyodorkan mangkuknya, “Kau suka buah apa ?”

“Aku ?” Seul Rin melihat buah mungil berwarna merah yang sungguh menggodanya didalam mangkuk itu, “Cherry, aku suka buah Cherry”

“Kalau begitu aku akan memanggilmu Cherry Han” ujar Sehun yang membuat mata Seul Rin terbelalak, “panggilan khususku untukmu. Jangan marah”

“Ah, baiklah albino.”

“Hei ! Apa katamu ?”

“Itu panggilan khusus untukmu” jawab Seul Rin mengikuti perkataan Sehun tadi.

Sehun menghendikkan bahunya, tak peduli dengan panggilan Seul Rin untuknya, lagipula itu kenyataan kan ?

“Ayah bilang kita harus fitting baju”

“Uhukk” Seul Rin meminum airputih di depannya, kemudian mengelap air yang tercecer (?) di mulutnya, “Bukankah acaranya masih lama ? Jangan bilang kalau dipercepat”

Sehun menggeleng, “Acaranya sudah di tetapkan, setelah kita lulus SMA baru akan dilaksanakan. Walaupun masih setahun lagi tapi kita harus mempersiapkannya sebaik mungkin” jelasnya.

Seul Rin hanya mengangguk mengerti.

‘Kriing’

Jam masuk berbunyi, para siswa berjalan menuju kelas mereka untuk kembali melakukan kegiatan belajar mengajar.

Seul Rin menelan potongan buahnya yang terakhir, kemudian berdiri untuk mengejar Sehun dan mensejajarkan langkahnya dengan Sehun.

“Materi olahraga kita apa ?” tanyanya, sekarang memang jam olahraga. Jam olahraga di sekolah ini menggabungkan 2 kelas, dan hari ini kelas XII-A digabung dengan XII-B dan itu artinya mereka akan bertemu dengan Seul Ra sekarang.

Sehun menggandeng tangan Seul Rin agar cepat tiba di ruang ganti baju, setelah tiba ia melepas gandengannya kemudian menatap Seul Rin, “Hari ini kita berenang, seingatku Kang Ssaem sudah mengatakannya.”

Seul Rin menyandarkan tubuhnya ke dinding, “Apa tidak bisa diganti ? Aku tak bisa berenang”

Sehun menggeleng, “Kalau memang tak bisa, kau bisa izin. Ia takkan memaksamu, kalau ia marah aku akan menjagamu”

Seul Rin tersenyum, “Kupegang janjimu albino”

****

Seperti yang Sehun katakan padanya, Kang Ssaem memang tak memaksa. Seul Rin diperbolehkan duduk di pinggiran kolam yang dalamnya hanya 1,5 meter dan menonton kegiatan olahraga hari ini.

Sebenarnya dulu ia bisa berenang, namun karena sebuah kejadian ia jadi trauma dan tak mau lagi berenang. Mengingat kejadian itu benar – benar membuat dirinya sakit, entah itu di pikiran maupun batin. Jikalau tak ada Lay yang membantunya saat itu mungkin ia sudah… Kalian mengerti maksudku kan ?

“Tak berenang ?”

Seul Rin menoleh dan melihat Rara yang sudah duduk di sampingnya, “Aku..”

“Aku mau mengatakan sesuatu tapi tidak disini”

Entah Seul Rin yang terlalu bodoh atau baik yang pasti ia hanya menurut ketika Rara mengajaknya pergi dari situ. Mereka berjalan beriringan menuju bangku di dekat kolam yang sedalam 2,5 meter –karena itulah tempat duduk satu – satunya disitu.

Dari kejauhan Sehun tampak khawatir karena Seul Rin bersama Eonninya, bukannya ingin menjelek – jelekkan Seul Ra, ia hanya khawatir gadis itu akan membahayakan Seul Rin. Bagaimanapun, gadis itu tak menyukai Seul Rin sejak ia kembali ke Korea. Dan Sehun ingin mengutuk Kang Ssaem yang memisahkan kolam namja dan yeoja.

“Kau mengenal Luhan ?”

“N-ne ?”

Pertanyaan Seul Ra terlalu jelas untuknya, bisakah ia basa basi sedikit ?

“Aku malas berbasa – basi denganmu Han Seul Rin, aku hanya berpikir mengapa kau begitu mudah melepaskan Luhan saat itu dan sekarang justru mengejar Sehun. Kau seperti tak memiliki pendirian” ujar Seul Ra.

Seul Rin bangkit dari duduknya, kemudian menatap Eonninya dengan tatapan tajam, “Jika kau ingin mengetahui kenapa dan bagaimana aku mengenalnya, kenapa tak menanyakan langsung padanya ? Lagipula bukan aku yang menginginkan perjodohan itu dan aku sama sekali tak mengetahuinya, aku juga tak tahu kalau kau dan Sehun pacaran. Kau memojokkanku Han Seul Ra, kau selalu membuatku menjadi dalang dari masalah ini.”

Seul Ra ikut bangkit dan berjalan maju dan membuat Seul Rin mau tidak mau harus mundur.

“Tentu saja ini salahmu, jikalau kau tidak datang kesini mungkin ini semua takkan terjadi, gara – gara kau hubunganku, Sehun dan Luhan mulai merenggang. Kau adalah masalah, pengganggu.”

Seul Ra terus menerus berjalan maju, kemudian melirik kolam renang di belakang Seul Rin, iapun memasang smirk –yang mengerikan-.

“Lihat ? Senyumanmu bahkan mengerikan, walaupun kau adalah kakakku tapi aku takkan pernah berharap agar kau menyayangiku atau siapapun menyayangiku. Kalau kau memang menyukai Sehun atau Luhan, maka ambil saja dan aku dengan senang hati merelakannya tapi kalau mereka tak menyukainya kau jangan memak-“

“Han !”

“Kyaaa !!”

‘Byurr’

Suara Seul Rin yang kita dengar di kolam itu, kakinya terpeleset di pinggiran kolam karena licin oleh air. Dan ia mendengar seseorang memanggilnya, ia yakin orang itu adalah malaikat penolongnya yang akan menyelamatkannya seperti kejadian 2 tahun lalu. Tapi Lay tak mungkin kesini..

‘Byurr’

TBC

“Bibi Lu sakit keras, ia mengidap TBC dan setiap malam batuk berdarah.”

“Kau tak bisa menjaganya, aku menyesal menyerahkannya padamu”

“Sehun~ah, bolehkah aku pindah ke China lagi ?”

“Wajahmu bengkak Cherry~ah”

“Ibuku.. Meninggal Hun~ah”

Ahh,, maafkan Fantastic yang membuat FF segaje ini… Dan isinya benar-benar.. Ah,, memalukan.. FF ini Fantastic buat agar aku ada hiburan buat merilekskan otak selama Try Out.. Masa’ Try Out pertama 9 mata pelajaran, what the hell !! Padahal SMP di kotaku rata – rata 4 mapel yang di UN kan aja,, akhhh. Terus dalam 2 bulan ini Try Out diadakan 4 Kali.. Rasanya kepala Fantastic mau pecahh !! Etdahh, malah curhat.. Semoga suka sama Ffnya, mian kalau jelek atau gak suka *Bow* Sampai ketemu di FF yang lain *Dadah dadah*

38 thoughts on “Love Story part 4

  1. Ahhhh..
    aku gerem bget lihat si rara , ihhhhh..
    penge aku cakar2 mukanya ~
    Btw siapa yg nolongin seul rin?? sehunkah ?? to luhan ?? aku berharap si sehun xD
    next~

  2. ralat dkit nih bukan setting baju tp fitting baju. ya ampun sumpah kok bisa punya kkak jhat gtu . egois pgn mliki smuanya

  3. ohhh seul rin jangan sampai tenggelam pasti rara sengaja kan pengen nyelakain seul rin
    jahat banget jadi cewek padahal saudaranya sendiri

    moga aja sehun bisa nolongin

  4. Ping-balik: Love Story part 5 | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s