Regret

gambar-kartun-korea-paling-romantis-banget

Judul               : Regret

Genre              : Sad, School Life

Cast                 : Oh Sehun, Han Seul Rin

Summary         : Menjadi aktor terkenal adalah impian Oh Sehun dari kecil. Tapi karena impian itu, ia hampir kehilangan salah satu orang yang ia sayangi.

Siapa yang mengenal Oh Sehun ? Aktor pendatang baru yang membuat para gadis berteriak histeris karena ketampanannya. Paras yang rupawan, badan yang ideal dan kecerdasan di atas rata – rata.

Bagaimana para gadis itu tahu kalau Sehun itu cerdas ? Mereka menggali informasi diberbagai media dan bahkan ada yang nekat memasuki Seoul High School –Sekolah Sehun saat ini-. Mereka juga bertanya ke siapapun termasuk teman sekelas Sehun.

“Sehun~ah, aku membuat Omurice hari ini. Kajja kita makan !” ajak seorang gadis pada Sehun.

Sehun menoleh kearah gadis itu, ia tersenyum manis, “Mianhae Seul Rin~ah, managerku bilang aku harus menjaga berat badanku. Mianhae”

Seul Rin mengangguk mengerti, “Gwenchana, apa kau sudah makan ?” tanyanya.

Sehun menggeleng, “Aku sudah sarapan, aku cukup makan makanan berat pada pagi hari dan mengemil malam hari”

Seul Rin melotot, “Hei, kau harus menjaga kesehatanmu. Jangan hanya menjaga berat badanmu, besok aku akan membawakanmu salad.”

Sehun terkekeh, “Arraseo, gomawo Chagi”

Seperti yang dirahasiakan oleh pihak sekolah, Sehun memang sudah memiliki hubungan dengan Seul Rin, kekasihnya. Hubungan itu sudah berjalan sekitar satu tahun sejak mereka ditingkat satu.

Seul Rin tahu kalau Sehun akhir – akhir ini memang sibuk, semenjak Sehun debut menjadi model, waktu mereka untuk bersama sedikit berkurang, mereka juga mulai jarang berangkat dan pulang bersama. Dulu mereka sering pulang dan berangkat bersama dengan sepeda namun setelah Sehun debut Seul Rin takut itu akan memengaruhi karir Sehun yang masih rookie.

“Sehun~ah” panggil Seul Rin.

Sehun yang sedang mengerjakan soal latihan pun menoleh,

“Saranghae” ucap Seul Rin lembut.

Sehun tersenyum kemudian mengelus rambut Seul Rin halus, “Nado Saranghae Seul Rin~ah”

****

“Oh Sehun, kau dipanggil Tuan Hwang” ucap Manager Sehun.

Sehunpun bergegas menemui Direkturnya itu, Tuan Hwang adalah pemilik agensi yang membawahi Sehun. Ia memang sering memanggil Sehun akhir – akhir ini karena Sehun semakin naik daun.

“Permisi Sajangnim”

Sehun memasuki ruangan Tuan Hwang, iapun berdiri didepan meja Tuan Hwang.

“Kau memiliki kekasih ?” tanya Tuan Hwang to the point.

Sehun mengangguk.

“Putuskan hubungan kalian atau karirmu akan merosot”

Sehun menunduk, “Tapi aku mencintainya” ujarnya lirih.

Mata Tuan Hwang menajam, “Kau ingin mengakhiri karirmu yang baru dimulai ? Ya ampun Oh Sehun, dia pasti akan mengerti jika kau sangat menyukai karirmu yang sekarang. Ia pasti mengerti, percayalah.”

“Tapi, bisakah aku tak memutuskannya ? Aku benar – benar mencintainya” pinta Sehun.

Tuan Hwang mendengus, “Terserahmulah”

Wajah Sehun bersumrigah, “Kamsa-“

“Tapi jangan salahkan aku jika ada skandal antara kau dengan yeojacingumu itu”

Sehun mengangguk, “Ne, aku berjanji tidak akan membuat skandal. Kamsahamnida Sajangnim”

Sehun keluar dari ruangan Tuan Hwang, kemudian ia melihat layar ponselnya yang bertuliskan ’00:00 Wed, 01 Jan 2014’.

Wajah Sehun semakin ceria, iapun memanggil nomor di panggilan cepat nomor 1, menunggu jawaban dari orang yang ia panggil.

“Yeoboseyo ?”

“Yeoboseyo Seul Rin~ah.”

“Ah, Sehun~ah. Wae irae ?”

Sehun menggarukkan tengkuknya yang tak gatal, “Eumm, Happy New Year”

“Hmmpptt”

Sehun mengernyitkan alisnya bingung mendengar kikikan Seul Rin, “Chagi ?”

“Happy New Year too Chagi~ya” jawab Seul Rin yang masih terkekeh.

Sehun tersenyum lega, “Kau.. Kenapa terkikik tadi ?”

“Aku hanya heran, kau sangat sibuk dan ini sudah tengah malam tapi kau menyempatkan diri untuk meneleponku. Aku terharu, kau puas ?”

Sehun tersenyum lega mendengar jawaban yeojacingunya itu, “Seul Rin~ah”

“Ne ?”

“Saranghae”

“Nado saranghae Sehun~ah. Hoaamm, aku mengantuk. Kau tak mengantuk hmm ?”

Sehun menggeleng, “Awalnya iya, tapi ketika mendengar suaramu aku jadi kembali bersemangat.”

“Ya ! Jangan bercanda, besok akan ada ujian Bahasa Inggris, aku tak mau mendapat nilai jelek di ujian nanti.”

“Jinjja ? Sepertinya aku tak akan mengikuti ujian lagi, aku akan ujian susulan ketika ada waktu luang.”

Seul Rin diam – diam menghembuskan napasnya berat, “Kau bahagia menjadi aktor ?”

Sehun mengangguk, “Tentu, ini adalah impianku. Wae ?”

Seul Rin menggeleng, “Gwenchana, Sehun~ah. Aku tutup panggilan ini ne ? Eomma bisa marah kalau aku belum tidur.”

“Ne, arraseo. Jalja Seul Rin~ah. Saranghae”

“Ne, jalja Sehun~ah. Nado saranghae”

‘Klik’

Panggilanpun terputus, Sehun menatap wallpaper ponselnya yang bergambarkan wajahnya dan Seul Rin ketika mereka merayakan hari jadi mereka yang pertama.

“Seul Rin~ah, aku menyayangimu”

****

Keesokkan harinya, Seul Rin menatap bangku di sebelahnya yang kosong. Ia tahu Sehun absen hari ini, walaupun begitu tapi ia harus menyemangati Sehun. Menjadi seorang aktor adalah impian Sehun sejak kecil dan Seul Rin sendiri tak mau Sehun melepaskan impiannya itu walaupun ia sendiri tak begitu menyukai profesi Sehun saat ini.

Dengan gontai Seul Rin membuka kotak bekalnya, ia sudah berjanji akan membawakan Sehun salad tapi Seul Rin hanya membawa potongan buah – buahan. Ia tak membuatnya dengan baik karena ia membuat bekal hanya untuk Sehun, ia tahu pola makan Sehun akhir – akhir ini tak teratur maka dari itu ia membawakannya bekal.

Seul Rin beranjak dari bangkunya, melangkah pergi dari kelas yang mulai sepi itu. 10 menit yang lalu memang sudah jam pulang, tapi ia masih terdiam di bangkunya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang.

Setiap hari Seul Rin menyempatkan diri untuk mengecek lokernya, mungkin ada hadiah atau surat dari Sehun. Dulu, Sehun sangat romantis, membawakan cokelat, bunga atau membuat surat cinta untuknya. Bahkan Sehun mengajaknya bertemu lewat surat itu dan Sehunpun mengungkapkan perasaannya di atap sekolah dan di tonton oleh seluruh siswa.

‘Braakk’

Puluhan kertas dan kotak jatuh dari dalam lokernya, ia sangat yakin bahwa ini bukan dari Sehun karena bau dari kotak – kotak itu busuk, sangat busuk. Iapun mengambil secarik kertas berwarna merah darah. Matanya terbelalak ketika membaca isinya,

“Jauhi Sehun ! Atau kau mati !”

Seul Rinpun membuka kotak yang berwarna sama dengan kertas tadi, ia melihat sebuah boneka Teddy Bear berwarna biru yang tubuhnya di penuhi oleh jarum – jarum. Ia bergidik ngeri ketika melihat jarum – jarum itu, iapun membaca surat yang terselip di leher boneka yang sobek itu.

“Putuskan Sehun ! Jauhi dia ! Kau tak pantas bersamanya ! Dan jangan berdekatan dengan Sehun lagi ! Jika kau melawan kami maka hidupmu akan berakhir seperti boneka ini ! Cantik tapi pantas bersamanya !”

Air mata Seul Rin mengalir, ia berkali – kali membuka kertas – kertas yang lain namun isinya sama saja. Bahkan isi kotak yang satunya adalah bangkai kucing yang diberi inisial ‘HSR’

Ia tahu ini akan terjadi, inilah yang ia takuti selama ini. Fans Sehun pasti tak setuju kalau ia berpacaran dengan idola mereka. Bukannya tak setuju agar Sehun menjadi model tapi ia hanya tak siap menerima cobaan seperti ini.

Dengan gontai, Seul Rin mengambil sapu yang berada di samping lokernya. Ia menyampu kertas kertas itu kemudian membuangnya di kotak sampah, begitupula dengan kotak yang berisi bangkai dan boneka itu.

“Hiks hiks, tahun baru yang menyedihkan” lirih Seul Rin yang tak kuasa menahan tangisannya.

****

Sampai di rumah, Seul Rin melihat Eonninya yang berkacak pinggang, di tangan kanannya terdapat sebuah majalah.

“Waeyo Eonni ?” tanya Seul Rin bingung melihat ekspesi Eonninya yang agak mengerikan.

Seul Ra –Eonninya Seul Rin- menyodorkan majalah itu, membuka halaman yang membuat mata Seul Rin terbalalak ketika membaca judulnya.

            ‘Aktor Pendatang Baru, Oh Sehun Memiliki Kekasih’

Seul Rin membaca isi dari berita itu,

            “Baru – baru ini seorang Hunnie Bear –Sebutan fans Sehun- mengikuti Sehun, ia mengatakan bahwa ia melihat idolanya yang pulang bersama seorang yeoja. Diduga, yeoja itu adalah yeojacingu Sehun namun agensi belum mengonvirmasi itu”

Seul Rin melihat foto yang terpampang di majalah itu, foto itu memang foto yang mereka ketika pulang bersama tapi itu foto lama. Mereka masih di tingkat 1 saat itu.

“ ‘Ia memang memiliki hubungan dengan seorang gadis yang sekelas dengannya, gadis itu sangat cerdas’ ujar Kim Hye Ah, hoobae Sehun. Gadis ini juga mengambil foto ini ketika jam istirahat.”

Seul Rin memincingkan matanya melihat foto itu, itu memperlihatkan wajahnya jelas ! Sangat jelas. Foto itu diambil beberapa hari yang lalu ketika Sehun menolak bekalnya. Dan ada juga foto keduanya yang saling menyuapi.

“Seorang fans sempat merekam perbincangan Sehun dengan yeojacingunya itu, anda bisa mendengarnya di website kami. Seorang Hunnie Bear bahkan ada yang bunuh diri karena berita ini, sekarang para Hunnie Bear semakin meledak – ledak. Tuan Hwang harus cepat – cepat megonvirmasi ini.”

Seul Rin terduduk karena kakinya yang lemah, jadi ini alasan mengapa di lokernya ada sampah – sampah itu ? Dan mengapa Sehun tak segera mengonvirmasi bahwa mereka memang berpacaran ? Kalau tidak mau lebih baik mereka mengakhirinya walaupun Seul Rin sendiri tak mau.

“Sudah puluhan kali Eonni katakan, putuskan Sehun karena ia sudah terkenal. Lihat, sekarang kita sama – sama kena imbasnya. Tadi ada kotak besar yang berisi bangkai kelinci disini.” ujar Seul Ra.

Seul Rin tertunduk, ia masih mencerna kata – kata Eonninya yang menusuk.

Seul Ra menghembuskan napasnya berat, “Aku tak memaksamu untuk putus degannya, Rin~ah. Setidaknya kalian pikirkan apa yang terbaik, hubungi Sehun lalu tanyakan pendapatnya.”

Seul Rin masih terdiam, jujur saja ia memang ingin melakukan itu tapi menghubungi Sehun sangat susah. Ia hanya dapat berbincang dengan Sehun kalau Sehun menelponnya.

“Ya sudahlah, kajja kita masuk. Masalah itu nanti kita pikirkan.” ujar Seul Ra, sebenarnya ia tak tega dengan adiknya ini. Jika sekarang ia berada diposisi yang sama dengan adiknya mungkin ia sudah bunuh diri.

****

Seul Rin sudah berkali – kali menghubungi Sehun, tapi tak kunjung di balas. Karena kesal iapun membanting ponselnya itu kemudian menangis sekeras – kerasnya.

“Aku membencimu Oh Sehun ! Tapi aku mencintaimu, ottokhae ?” tanya Seul Rin sembari menghapus air matanya kasar. Ia mengambil bingkai foto yang memperlihatkan wajah bahagianya dengan Sehun. Itu foto pertama mereka ketika awal perkenalan.

Ia meraih bingkai itu, kemudian mengelus wajah Sehun yang tertawa bahagia, “Sehun~ah, aku percaya padamu. Kau harus memberi penjelesan ke para wartawan bodoh itu. Buktikan kalau kau benar – benar namjacinguku” gumamnya. Setidaknya ia bisa menyemangati dirinya sendiri.

Haripun berganti, Seul Rin berangkat kesekolah dengan sepedanya. Penampilannya ia rubah sedikit, ia mengepang dua rambutnya serta menyemirnya hingga hitam legam dari rambut cokelat kesukaan Sehun, ia juga memakai kacamata dan celana training sehingga membuat penampilannya sangat aneh.

“Permisi” ujar Seul Rin sambil menuntun sepedanya, ia menyerobot segerombol siswi dari sekolah lain yang ia yakini adalah Hunnie Bear. Jujur, nama fanclub Sehun benar – benar aneh dan agak menjijikkan, tapi ia tak peduli yang penting Sehun senang, itu saja.

Para Hunnie Bear berada di jarak 20 meter dari gerbang masuk, daripada fans mereka lebih terlihat seperti para pendemo.

“Ya ! Kau tahu dimana si penggoda itu ?” tanya salah seorang yeoja itu.

“Penggoda ? Siapa ?” tanya Seul Rin heran, kali ini 2 gadis maju di hadapannya.

“Han Seul Rin, gadis yang menggoda Oh Sehun untuk menjadi pacarnya.” ujar yeoja yang lain.

“A-apa ? Dia tidak menggoda Sehun, mereka saling mencintai.” bantah Seul Rin, ia sangat jengkel dengan panggilan yeoja itu padanya. Apa tadi ? Penggoda ? Apa – apaan itu ?

“Sehun itu terkenal, tampan, cerdas, mana mungkin ia tak menggoda Sehun” ujar yeoja yang lain, ia mendekati Seul Rin yang masih menenteng sepedanya. Ia merasa familiar dengan wajah ini.

Seul Rin membaca name-tag yeoja itu, Kim Hye Ah. “Jadi dia yang menyebarkan berita itu ?” gumamnya dalam hati.

‘Brakk’

“Kau Han Seul Rin !” teriak Hye Ah yang langsung mencengkram tangan Seul Rin yang hendak kabur.

Dalam hitungan detik, gerombolan yeoja itu mengerumuni Seul Rin. Mereka melempar, menyiramnya dengan telur – telur dan tepung.

Jung Hwa Yeon –Yeoja yang Seul Rin yakini adalah ketua fanclub itu mendekatinya.

“Kau.. Tak jengah dengan peringatan kami kemarin ?” tanyanya sambil mencengkram kedua pipi Seul Rin dengan tangan kanannya.

“Kami benar – benar akan membunuhmu jika kau melawan kami. Ingat, kami banyak dan kau hanya sendiri. Cingu~ya, ayo kembali !” seru Hwa Yeon.

Seul Rin meringis, ia memegang pipinya yang dicengkram tadi. Iapun berdiri,

“Tapi aku dan Sehun memang saling mencintai” teriaknya lantang.

Hwa Yeon dan kawan – kawan menoleh kearah Seul Rin, Hye Ah hampir saja ingin melabrak Seul Rin lagi kalau saja Hwa Yeon tak menahannya.

“Kau yakin ? Aku bersumpah ia akan memilih karirnya ketimbang dirimu.”

Melihat Seul Rin yang masih terdiam Hwa Yeon tersenyum kecut, “Nanti ada konferensi pers agensi Sehun tentang skandalmu. Itu akan ditayangkan langsung di TV, kau bisa menontonnya jika tak percaya. Sudahlah, ayo kembali ke sekolah.”

Seul Rin melihat Hye Ah yang tersenyum remeh padanya, ia melihat Hye Ah yang menjauhi gedung sekolah, lagipula seragamnya dengan seragam Seul Rin berbeda. Hoobae darimananya ? Gumamnya kesal.

Seul Rin mencoba untuk berdiri tapi kakinya terasa sakit, awalnya ia berniat untuk mengendarai sepedanya lagi namun sepeda itu sudah rusak karena diinjak oleh para fans mengerikan itu. Akhirnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki.

****

Seul Rin menyalakan televisinya, ia berniat untuk menonton konferensi pers Sehun. Sambil mengompres lukanya yang tak hanya di pipi, ternyata di lengan dan kaki juga banyak memar. Itu baru ia sadari ketika mandi tadi, karena tubuhnya sangat bau ia sampai menghabiskan setengah botol shampoo untuk rambutnya.

“Oh Sehun~ssi, kau tahu alasan mengapa konferensi pers ini dilaksanakan kan ?” tanya seorang wartawan, Sehun menjawabnya dengan anggukan.

“Lalu apa benar yang sudah diberitakan oleh beberapa majalah akhir – akhir ini ? Kau sudah memiliki kekasih ?” tanya wartawan yang lain.

Tubuh Seul Rin menegang, ia yakin Sehun akan melakukan yang terbaik. Ia harus membuktikan pada Hunnie Bear bahwa ia sangat mencintai Seul Rin.

“Aku..”

Jantung Seul Rin semakin berdegub kencang, bahkan kain yang ia gunakan untuk mengomprespun masih berada di dalam baskom.

“Tidak memiliki kekasih, yang kalian lihat selama ini bukan kekasihku. Dia adalah sahabatku” jawab Sehun sambil tersenyum.

Jantung Seul Rin seakan berhenti berdetak, ia mengambil air kompresannya yang amat dingin bahkan ia belum memeras kain itu. Dalam pikirannya hanya satu, mengapa Sehun mengatakan itu ?

“Lalu siapa nama sahabatmu itu ?” tanya wartawan yang lain.

Sehun mengambil napasnya berat kemudian tersenyum bahagia, “Dia adalah Han Seul Rin, teman sekelasku yang dekat denganku.”

Seul Rin tersenyum miris, apa tadi ? Teman sekelas yang dekat ? Bahkan hubungan mereka jauh dari itu. Ia sungguh kecewa dengan Sehun, hanya itu yang ia katakan ? Tak bisakah Sehun menambahkan mereka sering makan siang dan pulang – pergi bersama ? Mengapa Sehun sangat antagonis disini ?

“Jadi kalian benar – benar tak memiliki hubungan apapun kecuali sahabat ?” tanya wartawan itu lagi. Sehun menjawabnya dengan anggukan.

“Huaa ! Aku membencimu Oh Sehun ! Aku benci padamu ! Hiks hiks” teriak Seul Rin dengan kerasnya, ia kecewa dengan Sehun, ia kecewa. Setahun kebersamaan mereka ternyata hanya sandiwara.

Seul Rin tak peduli dengan luka dan lebamnya, rasa sakit dihatinya lebih sakit dari apapun. Ia menangis disana sendirian, di depan TV yang menayangkan waja Sehun yang masih tersenyum.

“Kau.. Masih bisa tersenyum ?” tanya Seul Rin lirih, matanya yang sudah memerah menatap tajam wajah Sehun yang masih tersenyum. Namja itu dan para staff agensi berfoto bersamanya.

“Aku membencimu Oh Sehun !!”

****

“Kerja bagus Oh Sehun, kau bisa mengembalikan saham kita menjadi normal lagi” puji Tuan Hwang. Sehun yang dipujipun hanya menunduk malu.

“Ah, cepatlah hubungi yeojacingumu itu. Pasti ia sudah pulang sekolah” suruh Tuan Hwang sambil menunjuk jam dinding yang menunjukkan pukul 3 sore. Sudah 2 jam Konferensi Pers itu berakhir.

“Ne, gomawo Tuan Hwang” ucap Sehun sambil tersenyum, iapun pamit pergi.

Sehun berjalan memasuki ruang make up, iapun tersenyum melihat wallpapernya. Kemudian ia menekan panggilan cepat no.1.

Sehun menunggu jawaban panggilan itu yang tak kunjung dijawab, lama – kelamaan hatinya mulai resah. Seul Rin tidak pernah mengabaikan panggilannya.

“Seul Rin~ah, kau kenapa eoh ? Angkat teleponnya jebal” gumam Sehun yang semakin risau.

‘Ceklek’

“Ah, noona” ujar Sehun yang melihat Managernya baru saja masuk ke ruangan itu.

“Kau kenapa ?” tanya Managernya.

Sehun menunjuk nama Seul Rin yang sedang ia panggil, “Ia tak mengangkat panggilanku”

“Mungkin ia lelah karena bersekolah seharian, semoga saja ia baik – baik saja.”

Sehun menghembuskan napasnya berat, “Arraseo, gomawo Noona”

“Ne”

****

3 hari setelah hari itu, Sehun mukai aktif bersekolah lagi. Ia menebarkan senyum terindahnya pada teman – temannya, ada yang membalasnya dengan senyuman juga namun ada juga yang tak suka melihat senyuman itu.

“Bagaimana bisa ia tersenyum selebar itu setelah mengatakan hal yang menyakitkan itu ?”

Langkah Sehun terhenti mendengarnya,

“Jika aku jadi yeojacingunya mungkin aku takkan menghubunginya lagi kalau bisa langsung memutuskannya”

Sehun kembali melangkah namun ia melangkah pelan, sangat pelan.

“Aku juga, dasar namja egois. Hei, dia menguping” ujar salah satu yeoja itu, iapun pergi bersama temannya meninggalkan Sehun yang masih terheran.

Sehun bergegas menuju kelasnya, ia harus menjelaskan ini pada Seul Rin. Namun ketika ia tiba dikelas ia tak menemukan Seul Rin dimanapun, iapun mendekati Joonmyeon, ketua kelas mereka.

“Seul Rin belum datang ?” tanya Sehun pada Joonyeon dan tak digubris oleh namja itu.

“Hei, aku bertanya padamu Joonmyeon~ah”

Joonmyeon menatap Sehun tajam, “Iya, dia belum datang. Sejak 4 hari yang lalu” Iapun menjauhkan diri dari Sehun.

Sehun masih bingung dengan situasi ini, ia memutuskan untuk duduk di bangkunya. Ia meraba – raba lacinya dan menemukan sebuah kotak bekal yang ia yakini adalah kotak bekal milik Seul Rin. Awalnya ia bersumrigah karena Seul Rin membawakan bekal untuknya namun senyumannya luntur ketika melihat isi kotak itu yang kosong dan kotor, seperti belum dicuci.

Sehun berjalan kekamar mandi untuk membersihkan kotak bekal Seul Rin, ia bahkan mencucinya dengan sabun cuci tangan biasa ia pakai di sekolah. Kemudian ia mengelap kotak itu hingga kering.

“Lihat dia, seperti orang gila saja karena tak bertemu dengan mantan yeojacingunya” ledek seorang namja yang sepertinya baru menyadari ada Sehun di kamar mandi itu.

“Jika aku jadi dia, mungkin aku akan melepas karirku daripada harus meninggalkan orang yang kucintai.” balas teman namja itu.

Kedua namja itupun pergi meninggalkan Sehun yang masih memegang kotak bekal Seul Rin.

Sehun mencerna kalimat yang dilontarkan oleh kedua namja tadi dan yeoja yang membicarakannya pagi tadi. Memang ada yang salah dengan hubungannya dan Seul Rin ?

Sehun mendekati loker Seul Rin dan mencium aroma yang tak sedap dari loker Seul Rin, iapun membuka loker itu dan,

‘Brakk’

Puluhan kertas dan sebuah kotak keluar begitu saja dari loker itu yang menyita perhatian siswa yang lewat disana.

Sehun membaca secarik kertas – kertas itu bergantian, menahan bau tak sedap dari loker itu

‘Kau dengar kemarin ? Sudah kukatakan bahwa Sehun takkan mengakuimu’

            ‘Kurasa kau sudah menyesali kata – katamu yang menyatakan bahwa kalian saling mencintai. Cih, menjijikkan.’

            ‘Lihat ? Satu banding banyak, kau kalah Han Seul Rin’

Sehun membuka kotak itu dan menemukan bangkai kucing yang sudah busuk. Iapun melempar kotak itu,

“Siapa yang melakukan ini ?!!” teriaknya meledak – ledak.

Tak seorangpun menjawabnya,

“Katakan padaku siapa yang melakukan ini ?”

Seorang yeoja mendekati Sehun, “Namaku Go Hyerim. Aku menyesal karena tak menolong Seul Rin saat itu karena bel masuk sudah berbunyi.”

Sehun terdiam, ia menunggu penjelasan yeoja itu.

“4 hari yang lalu, di hari yang sama dengan konferensi persmu. Seul Rin di labrak oleh para fansmu habis – habisan, bahkan wajahnya lebam dan sepedanya rusak. Aku sempat melihatnya sekilas ketika berjalan, kakinya terpincang – pincang dan ia langsung pulang. Kurasa ia menonton konferensi persmu Oh Sehun~ssi”

Sehun terdiam, ia tak sanggup mendengarkan penjelasan Hyerim.

“Ketika mendengar penjelasanmu tentang hubungan kalian di Youtube, kurasa ia sangat kecewa padamu. Kau mengatakan bahwa kalian hanya bersahabat dan teman sekelas, lalu kau berkata bahwa kau tak memiliki hubungan mungkin jika kau mengatakan kata belum mungkin itu masih di toleransi tapi kau mengatakan tidak. Sehun~ssi, kami menyesal telah merestui hubungan kalian dan membantu pihak sekolah untuk menyembunyikan hubungan kalian.”

Sehun masih terdiam, ia sadar bahwa sekolah benar – benar merahasiakan hubungannya dengan Seul Rin dan teman – teman merekapun terpaksa merestui hubungan mereka. Seul Rin adalah gadis yang baik dan tak pantas untuk disakiti, mereka takut jika Seul Rin akan sangat sedih.

“Sehun~ssi, sebaiknya kau datangi Seul Rin kerumahnya. Aku yakin keadaannya benar – benar tak baik.” ujar Hyerim, gadis itupun berlalu meninggalkan Sehun.

Ponsel Sehun bergetar, ia melihat pesan masuk dari Seul Rin yang membuat wajahnya berseri.

Temui aku di cafe dekat sungai Han nanti malam pukul 7’

****

Sehun baru saja tiba di cafe itu, ia melihat Seul Rin yang tengah mengaduk – aduk pinggiran gelas Moccachinonya.

“Annyeong Seul Rin~ah”

Seul Rin menatap Sehun yang baru saja tiba, ia menyodorkan Cappucino favorite Sehun.

“Ah, gomawo” ujar Sehun sembari tersenyum.

Suasana menjadi hening, Seul Rin menatap Sehun yang kini asyik menikmati Cappuchinonya.

“Aku.. Mau mengatakan sesuatu” ujar Seul Rin tiba – tiba.

Sehun menghentikan aktifitasnya kemudian menatap Seul Rin.

“Aku.. Ingin kita berakhir”

‘Degg’

“Waeyo ?” tanya Sehun yang masih kaget dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Seperti yang kau katakan, kau tidak memiliki hubungan dengan sahabatmu

Sehun tertunduk, “Aku hanya ingin mengembalikan saham Tuan Hwang yang anjlok”

“Jinjja ?” seru Seul Rin, ia kemudian tersenyum kecut, “Dan membuat hatiku sakit demi kau. Selamat Oh Sehun”

“Kumohon beri aku kesempatan Seul Rin~ah”

“Tidak ! Kau tak mengerti perasaanku, kau egois ! Seharusnya aku menuruti Rara Eonni untuk tidak berpacaran denganmu. Dan,” Seul Rin melepas cincin yang berada di jari manis kanannya, “ini aku kembalikan. Berikan saja pada pada Pemilik Agensi yang paling kau utamakan itu. Aku permisi”

Sehun menatap cincin yang tergeletak begitu saja di meja cafe, ia menyesal, ia menyesal. Harusnya ia lebih mengutamakan kehidupan SMA-nya bukan karirnya, ia masih bersekolah dan ia belum cukup dewasa untuk berkarir.

“Jika aku jadi dia, mungkin aku akan melepas karirku daripada harus meninggalkan orang yang kucintai.”

Sehun terngiang dengan perkataan namja yang mengejeknya ketika disekolah tadi. Apa iya dirinya harus melepas karinya ?

****

Sehun menyalakan timer di handycamnya. Ia memutuskan untuk membuat video penyesalan.

“Annyeong yeorobun”

Sehun membuka video itu dengan salam yang disertai senyuman.

“Aku ingin minta maaf pada kalian semua, pada Tuan Hwang, Managerku, Hunnie Bear dan yang paling kusayangi Han Seul Rin. Aku minta maaf karena membohongi kalian ketika konferensi pers itu. Aku memang memiliki hubungan dengan Seul Rin dan ia memang yeojacinguku.

“Ketika aku aktif bersekolah lagi aku mendengar bisikan kawan – kawan yang seakan mengejekku karena menutupi hubungi kami. Padahal mereka dengan rela merestui hubunganku dengan Seul Rin yang jelas – jelas takkan bisa berjalan dengan baik. Dan terima kasih telah membantuku untuk menyembunyikannya selama ini.

“Ketika aku membuka loker Seul Rin, aku sangat kaget karena banyak sekali sampah disana dan ada bangkai kucing. Kurasa itu dari Hunnie Bear yang menjadi anti Seul Rin. Dan aku sangat kecewa pada kalian.

“Seul Rin~ah, mianhae. Aku baru menyadari kalau aku salah, aku tak mau kita berpisah. Aku mencintaimu, sungguh. Aku mohon jangan putuskan aku. Aku merindukanmu. Bulan desember 2014 lalu adalah masa – masa terakhir kami bersama, aku meyayangimu Rin~ah, sangat menyayangimu. Maafkan aku Rara Noona yang tak bisa menjaga perasaan adikmu itu.

“Terakhir, aku minta maaf pada Tuan Hwang dan yang lain. Aku memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja dan inactive dari dunia entertain. Aku sangat menyayangi Seul Rin, aku ingin kembali ke bulan Desember itu, sebelum malam tahun baru aku akan menyempatkan diri untuk merayakan tahun baru bersamanya. Mohon restunya semuanya”

****

Sehun berjalan gontai menuju kelasnya, semalam Tuan Hwang menelponnya dan mengatakan bahwa Hunnie Bear tak setuju dengan berakhirnya karir Sehun di dunia entertain, bahkan mereka menangis di depan gedung agensinya.

Saham menaik drastis setelah video itu ia unggah, dan Hunnie Bear dapat merestui hubungannya dengan Seul Rin.

“Sehun~ah, 5 menit lagi pelajaran akan dimulai. Jangan tidur terus”

Sehun menatap yeoja yang baru saja berbicara dengannya, ia terkaget kemudian memeluknya tiba – tiba.

“Ya ! Sesak, jangan memelukku terlalu erat” ujar Seul Rin.

Sehun tak peduli, ia tetap memeluk Seul Rin dengan erat.

“Hei ! Aku bawa salad buah hari ini, kau mau makan ?” tawar Seul Rin setelah Sehun melepaskan pelukan mereka.

Sehun mengangguk dengan semangat, “Seul Rin~ah, aku menyayangimu dan saranghae”

“Nado Sehun~ah, ini yang kuinginkan. Kau harus jujur dengan hatimu, dan aku takkan menyalahkanmu untuk tetap berkarir asalkan kau harus menjaga perasaan dan kesehatanmu.”

Sehun kembali memeluknya, “Aku tahu.”

THE END

29 thoughts on “Regret

  1. jinjja daebak ni ff. bisa buat air mataku menggenang, dan terpaksa aku tahan, malu kalo ketahuan uri eomma dan uri dongsaeng @.@
    ini oneshoot tapi critanya bisa menyeluruh (y)
    buat ff yang kaya gini terus ya thor. fighting

  2. Ffnya bagus 😘
    Cuma kurang greget aja konfliknya 😁 tapi it’s okay… Karena ini oneshoot kali ya,,, jadi berasa singkat banget…
    Tapi keren kok 👍

  3. Ping-balik: PLAGIATOR !! | Han Seul Rin

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s