Valentine’s Kiss

Author is back! *emangadayangnyariin*lol tapi bukan bawa mymy nih, ini ff oneshot author, mumpung baru valentine jadi post ini deh, padahal mah jomblo hiks jangan lupa commentnya ya! Enjoy the storyyy

Untitled-1

Title  : Valentine’s Kiss

Length :-

Rating : PG 13

Genre :Romance

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Oh Sehun(Exo-K), Lee Hyun Ra, Byun Baekhyun (Exo k)

Support Cast: Park Chanyeol(Exo K), Do Kyungsoo(Exo K)

Delapan hari lagi adalah hari valentine, hari kasih sayang yang biasanya dimanfaatkan orang untuk meluapkan kasih sayangnya pada seseorang yang dicintainya, atau lebih tepatnya hari dimana para pasangan berlomba untuk memamerkan kemesraan mereka, sekarang ini saja para murid yeoja di kelas Hyun Ra tengah sibuk membicarakan tentang apa yang akan mereka lakukan pada hari kasih sayang itu.

Hyun Ra sendiri hanya memandang mereka tanpa minat, menurutnya hari valentine terasa hambar, sama seperti tahun lalu, tak ada yang menarik. Ia bukannya tidak punya seseorang untuk berbagi kasih sayang, tentu saja ia punya, ia punya orang tuanya, sahabat-sahabatnya dan pria disampingnya sekarang, pria yang sedari tadi sibuk membaca buku catatan pelajarannya itu, hari ini Kim seossangnim akan mengadakan kuis jadi wajar jika sebagian anak dikelas mulai membuka buku catatan mereka.

Pria tampan disampingnya itu adalah Oh Sehun, pria jenius dengan ketampanan diatas rata-rata itu adalah kekasihnya, mereka telah menjadi pasangan kekasih selama tiga tahun, siapa sangka Lee Hyun Ra yang cerewet punya pacar setenang Oh Sehun? Mereka berdua itu berbeda 180 derajat, bahkan banyak yang heran bagaimana keduanya bisa bertahan selama ini. Selama tiga tahun berpacaran Sehun belum pernah melakukan hal yang benar-benar romantis kepadanya, Sehun bahkan tidak pernah mencium Hyun Ra.

“Kau tahu delapan hari lagi itu hari apa?”Hyun Ra menatap Sehun yang sedari tadi fokus belajar.

Sehun menurunkan bukunya dan menatap Hyun Ra, pria itu mengerutkan keningnya sebelum menjawab, “Ini hari apa? Jumat, ya? Berarti delapan hari lagi hari sabtu.”

Hyunra mencibir, pria itu tak peka rupanya.

“Delapan hari lagi itu hari valentine, masa kau tidak tau sih.”Gerutu Hyun Ra kesal.

“Memangnya apa pentingnya menghapal hari itu?”Sehun kini balik bertanya.

Hyun Ra mendengus, gadis itu lalu menatap Sehun kesal, “Biasanya para pasangan akan sibuk merencanakan apa yang akan mereka lakukan pada hari valentine.”Jawab Hyun Ra dengan penekanan.

Sehun mengangkat alisnya, “Segitu berlebihannya kah?”Tanya Sehun tak habis pikir.

“Itu tidak berlebihan, itu namanya romantis.”Hyun Ra bersikukuh.

“Berlebihan, membuang-buang waktu.”Ujar Sehun datar.

“Terserah kau sajalah.”Jawab Hyun Ra kesal, gadis itu kini memainkan ponselnya, sedangkan Sehun menatapnya lama.

**^^**

“Jadi, kau akan kembali ke korea besok?”

Chanyeol, pria bertumbuh jangkung itu menatap temannya yang kini sibuk memasukan tumpukan baju kedalam kopernya.  Pria yang barusan ditanya itu menatap Chanyeol sekilas tanpa menghentikan aktifitasnya, “Iya, antar aku ke bandara ya?”Pinta pria bernama Baekhyun itu.

“Tergantung, kalau aku bisa bangun pagi aku akan mengantarmu.”Jawab Chanyeol usil.

“Aku akan menelponmu terus-terusan.”Jawab Baekhyun .

“Ey, sejak kapan kau jadi protektif begini? Kau tega juga ya, meninggalkanku di Jepang sendirian.”Ucap Chanyeol sambil memasang wajah sedih.

Baekhyun mencibir, “Tidak usah pura-pura sedih begitu, kau juga tidak akan kesepian disini, bukannya ada banyak gadis yang menemanimu?”

“Gadis-gadis itu tidak ada artinya tanpa kehadiran sahabat sebaikmu.”Ujar Chayeol sambil menepuk pundak Baekhyun yang membuat pria itu mendelik.

“Kau kenapa tiba-tiba memutuskan melanjutkan kuliahmu  di korea? “Tanya Chanyeol penasaran.

Baekhyun kini menghentikan aktifitasnya dan menatap Chanyeol sambil menunjukan senyuman penuh arti, “Untuk mendapatkan gadis yang aku cintai.”

**^^**

“Hyun Ra, kau sudah bangun belum? Bukannya kau kuliah pagi?” Gedoran pintu kamar Hyun Ra membuat gadis yang tadinya terlelap itu kini terbangun dari tidurnya, Hyun Ra mengucek matanya dan mengumpulkan kesadarannya sampai akhirnya gadis itu melirik jam weker yang terletak disamping tempat tidurnya.

“Jam setengah sembilan?! Eommaaa, kenapa tidak membangunkanku, aku kuliah jam 9 hari ini, huaaa..”Hyun Ra memekik frustasi, gadis itu mengacak rambutnya gusar.

“Yah, kau ini, eomma sudah meneriakimu selama setengah jam!”Omel Ibu Hyun Ra dari balik pintu, Hyun Ra mendengus, gadis itu bergegas mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.

“Jangan lama-lama, Sehun sudah menunggu diluar.”Ujar Ibu Hyun Ra dengan suara kencang.

“Dia sudah kesini? Aduh, Iya Eomma, tolong sampaikan ke Sehun aku sebentar lagi siap.”Pinta Hyun Ra panik, Sehun pasti sudah menunggu lama.

Sepuluh menit kemudian, Hyun Ra  telah siap dan buru-buru menghampiri Sehun didepan setelah berpamitan pada Ibunya, Sehun, seperti biasa pria itu selalu menunggu didepan pagar rumahnya.

“Pasti kesiangan lagi.”Tebak Sehun saat gadis itu kini berdiri didepannya, Hyun Ra mengangguk malu, Sehun terkekeh, pria itu lalu merapikan rambut Hyun Ra dengan jari tangannya.

“Kau bahkan sampai lupa menyisir rambutmu.”Ujar Sehun sambil tersenyum tipis, Hyun Ra meringis, gadis itu lalu menggandeng tangan Sehun, “Kajja, nanti kita terlambat.”Ajak Hyun Ra.

“Iya, sebentar, aku belum  pamit pada ibumu.”Ujar Sehun, pria itu lalu berjalan mendekati pintu rumah dan berpamitan dengan ibu Hyun Ra setelah itu pria berkulit pucat itu keluar dan menggandeng  Hyun Ra, “Ayo.”Ajaknya, Hyun Ra tersenyum kecil dan mengangguk.

Hampir setiap hari Hyun Ra dan Sehun selalu berangkat berdua, mereka selalu naik bus, Sehun sebenarnya berasal dari keluarga berada, tapi anehnya pria itu lebih suka menggunakan kendaraan umum, dan Hyun Ra tak masalah dengan itu, asalkan bersama dengan Sehun, ia tidak mempersalahkan hal sekecil itu.

Hyun Ra menatap tangan Sehun yang menggenggam tangannya sekarang, berada didekat Sehun selalu membuatnya merasa nyaman, Sehun memang cuek dan sama sekali tidak romantis, ia bahkan tak pernah memberikan Hyun Ra kejutan atau semacamnya, tapi Sehun selalu menjaganya dan mengkhawatirkan gadis itu dengan caranya sendiri.

Sehun  tiba-tiba menarik tangan Hyun Ra sehingga gadis itu kini berada disisi kirinya, sesaat kemudian sebuah motor melewati mereka, Hyun Ra tersenyum kecil, perhatian sekecil inilah yang membuatnya jatuh cinta dengan pria dingin disampingnya sekarang.

“Aku dengar kemarin kau mendapat surat cinta lagi ya?”Hyun Ra memutuskan mengawali pembicaraan dengan mengintrogasi Sehun.

Sehun hanya mengangguk kecil, Hyun Ra mencibir, Sehun selalu mendapatkan surat cinta setiap tahunnya, padahal jelas-jelas pria itu sudah punya kekasih, dan Hyun Ra lah kekasihnya.

“Memangnya mereka tak tahu kalau kau sudah punya pacar?”Gerutu Hyun Ra kesal.

“Abaikan saja, jangan menganggapnya serius.”Jawab Sehun cuek.

“Jangan menganggap serius apanya? Bagaimana kalau gadis itu mencoba mendekatimu setelah ini?”Tanya Hyun Ra mulai membayangkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi.

Sehun menghela napasnya, pria itu menghentikan langkahnya yang otomatis membuat Hyun Ra berhenti, Sehun memegangi kedua pundak gadis itu dan menatapnya lekat.

“Memangnya aku akan tertarik kalau mereka mendekatiku? Untuk apa mencoba mencari kebahagiaan lain kalau kebahagiaan yang aku cari ada didepanku?”Ujar Sehun sambil menatap Hyun Ra lekat.

Hyun Ra mengerjapkan matanya, masih tak percaya dengan pendengarannya barusan.

“Whoa, kau sejak kapan jadi romantis begini?”Tanya Hyun Ra takjub.

“Apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”Jawab Sehun datar.

Hyun Ra terkekeh, “Barusan itu kata teromantis yang aku dengar darimu.”Goda Hyun Ra.

Sehun berdeham, pria itu kembali berjalan sambil tetap menggandeng tangan Hyun Ra, tak menanggapi ucapan gadis itu barusan.

Hyun Ra sendiri berusaha menahan tawanya, ia tahu pasti Sehun sedang malu sekarang.

**^^**

Baekhyun menatap gedung besar dihadapannya dengan senyuman yang mengembang diwajahnya, hari ini apa yang ia tunggu-tunggu akan terwujud, ia akan bertemu dengan gadis itu sebentar lagi dan belajar di universitas yang sama.

Baekhyun melangkah mantap memasuki gedung yang sebentar lagi akan menjadi universitasnya, dipikirannya saat ini hanya satu, Lee Hyunra.

Sebulan yang lalu, Baekhyun sebenarnya menyempatkan diri untuk pergi ke Seoul dan mendatangi rumah Hyun Ra, tapi gadis itu ternyata sedang tidak ada di rumah dan Baekhyun akhirnya berbincang dengan ibu Hyun Ra, dari situlah Baekhyun tahu dimana universitas gadis itu sekarang, sudah lebih dari tiga tahun ia kehilangan kontak Hyun Ra, Baekhyun kehilangan nomor ponsel gadis itu dan juga email Hyun Ra sepertinya sudah tidak aktif, karena gadis itu tak pernah membalas pesannya , Baekhyun merindukan gadis itu, sangat merindukannya, ia merindukan teman lama sekaligus gadis yang ia cintai itu.

Bruk.

Baekhyun terlonjak begitu seseorang tiba-tiba menabrak keras punggungnya, Baekhyun menatap pria bertubuh jangkung yang menabraknya tadi, “Maaf.”Ujar pria itu sebelum akhirnya ia meninggalkan Baekhyun tanpa menunggu reaksi Baekhyun.

Baekhyun mengernyitkan keningnya, apa itu cara seseorang minta maaf? Baekhyun memutuskan mengabaikan namja itu dan mempercepat langkahnya.

**^^**

Sehun duduk dikursinya dengan napas terengah-engah, pria itu mengatur napasnya sebelum akhirnya menoleh pada gadis disampingnya yang kini menatapnya heran.

“Kau kenapa datang terlambat?”Tanya Hyun Ra heran, tadi pagi pria itu mengirim pesan kepada Hyun Ra untuk memberitahukan gadis itu bahwa Sehun tidak bisa menjemputnya, Hyun Ra kira Sehun tidak masuk hari ini, tapi ternyata pria itu masuk walau hampir telat.

“Aku ada urusan tadi.”Jawab Sehun, Hyun Ra ber-oh ria, gadis itu lalu mengeluarkan botol mineral dari tasnya dan menyodorkannya pada Sehun, “Minumlah, kau terlihat kelelahan sekali.”Ujar Hyun Ra khawatir, Sehun mengambil botol mineral itu dan meneguknya, ia lalu menatap Hyun Ra dan tersenyum tipis, “Terimakasih.”Ujar Sehun sambil mengacak rambut gadis itu, Hyun Ra mengangguk.

Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya dengan kacamata tebalnya memasuki ruangan kelas yang membuat seisi kelas sontak duduk rapi di kursinya masing-masing.

Dosen Jang memasuki ruangan kelas dan berdiri didepan sambil menatap sekelilingnya.

“Bagaimana? Sudah siap untuk kuis hari ini?”Tanya Dosen Jang sambil tersenyum, senyum yang tentunya membawa pertanda buruk bagi seisi kelas.

Suara keluhan dan protes mulai terdengar, Dosen Jang lagi-lagi mengadakan kuis dadakan dan tentunya hampir dari semua anak belum mempersiapkan diri mereka, tak terkecuali Hyun Ra, gadis itu kini juga tengah berkicau tidak jelas dikursinya.

“Apa-apaan?! Aku bahkan sudah lupa dengan pelajaran kemarin.”Protes gadis itu, Sehun menggelengkan kepalanya, “Memangnya kau tidak belajar kemarin?”Tanya Sehun.

Hyun Ra menggeleng dan memasang wajah pasrah, Sehun menghela napasnya, kekasihnya itu memang pemalas.

“Kalian tidak usaha frustasi begitu, sebelum memulai kuis, saya punya kabar baik untuk kalian.”Dosen Jang berusaha mencairkan suasana kelas, dan kini semua anak menatapnya penasaran.

“Kalian akan kehadiran mahasiswa baru disini.”Lanjut Dosen Jang.

Berbeda dengan respon sebelumnya, kini anak-anak sibuk membicarakan tentang anak baru itu, penasaran dengan anak baru yang akan menjadi anggota baru dari mereka itu.

“Kasihan sekali anak baru itu, baru masuk sudah disuguhi dengan kuis.”Celutuk Tao yang membuat seisi kelas tertawa, sedangkan Dosen Jang meliriknya tajam.

“Sudah simpan dulu obrolan kalian, sekarang kau bisa masuk.” Dosen Jang menoleh kearah pintu begitu mengucapkan kalimat tersebut, tak lama kemudian seorang pria memasuki ruangan kelas.

Bukannya memasang wajah canggung atau gugup, pria itu memasuki ruangan kelas dengan bersemangat dengan senyuman yang merekah diwajahnya. Pria itu lalu berdiri didepan kelas sembari menatap kesekelilingnya.

“Baekhyun?!”

Pekikan seseorang membuat seisi kelas kini menatap seorang gadis yang kini beranjak dari kursinya, tak terkecuali dosen Jang.

Hyun Ra menatap pria dihadapannya itu dengan mata melebar, ia tak bisa mengontrol dirinya, ia sadar bahwa sekarang semua orang menatap kearah dirinya tapi bagi Hyun Ra, sosok pria didepan itu sekarang jauh lebih penting, Hyun Ra mengerjapkan matanya berkali-kali , untuk meyakinkan pengelihatannya, dan hasilnya sama, ia adalah Baekhyun, sahabat lamanya yang sangat ia rindukan.

Annyeong.”Baekhyun berbicara pelan dan melambaikan tangannya pada Hyun Ra, pria itu tersenyum cerah, sedangkan Hyun Ra nyaris berlari kedepan untuk menghampiri Baekhyun tapi ia mengurungkan niatnya karena bisa-bisa dosen Jang menendangnya keluar kelas.

Dosen Jang berdeham, “Tolong jaga sikapmu Lee Hyun Ra.”Ujar Dosen Kim yang membuat Hyun Ra duduk kembali ditempatnya setelah sebelumnya membungkuk meminta maaf.

“Kau bisa memperkenalkan dirimu, Baekhyun.”Ujar Dosen Kim sambil menepuk pundak Baekhyun.

Baekhyun mengangguk, dan menatap kedepan dengan semangat, “Annyeong haseyo, namaku Baekhyun, aku murid pindahan dari Jepang, dan juga sahabat kecil Hyun Ra—“ Baekhyun menatap Hyun Ra sambil tersenyum, dan beberapa anak kini menatap Hyun Ra yang masih memasang wajah shock.

“Aku harap kalian bisa menerima kehadiran dan leluconku disini! Jangan takut untuk mengajakku mengobrol ya! Terimakasih.”Ujar Baekhyun sambil membungkuk dan pria itu kembali menatap Hyun Ra.

“Anak itu benar-benar percaya diri.”Bisik Kai yang duduk didepan Sehun.

“Kau boleh duduk di kursi yang kosong.”Dosen Kim mempersilahkan.

Baekhyun lagi-lagi mengangguk, ia lalu berjalan dan duduk di kursi yang masih kosong yang terletak cukup jauh dari Hyun Ra.

Hyun Ra masih menatap Baekhyun yang kini sibuk mengeluarkan isi tasnya, gadis itu lalu kembali fokus menghadap kedepan saat pelajaran dimulai.

**^^**

Kelas hari ini selesai, sebagian isi kelas kini sudah berhamburan keluar, Hyun Ra dan Sehun masih terduduk ditempatnya, Sehun menatap Hyun Ra yang kini menatap kearah Baekhyun.

Sehun mengerutkan keningnya, jadi dia pria yang selama ini Hyun Ra ceritakan? Sehun menatap pria bertubuh mungil itu yang kini berjalan menghampiri mereka, atau tepatnya menghampiri Hyun Ra.

Long time no see, Hyun Ra-ya.”Ujar Baekhyun ketika dirinya kini telah sampai tepat didepan Hyun Ra.

Hyun Ra bangkit dari tempatnya dan menepuk pipi Baekhyun, “Ini benar-benar kau?”Tanyanya masih tak percaya.

Baekhyun terkekeh, “Tentu saja, kau kaget ya? Apa kau tak merindukanku?”Tanya Baekhyun.

“Tentu saja aku merindukanmu! Kau kemana saja sih? Semenjak di Jepang, kau bahkan tak pernah menghubungiku.”Gerutu Hyun Ra.

“Maaf, ponselku hilang, jadi aku kehilangan nomormu, lagipula aku telah mengirimkanmu email kan, tapi kau yang tak membalasnya.”Jawab Baekhyun.

“Ah, aku lupa password emailku.”Ujar Hyun Ra sambil meringis.

Baekhyun berdecak, “Kau selalu saja pelupa.”Ujarnya.

Baekhyun tiba-tiba memeluk Hyun Ra erat, “Sudah berapa lama aku tidak bertemu dengan sahabatku ini?”Ujar Baekhyun sambil tersenyum.

Hyun Ra mengerjapkan matanya, masih terkejut dengan perlakukan tiba-tiba Baekhyun, dan Sehun ada disini! Bisa-bisa pria itu salah paham.

Sehun mengepal tangannya dan menatap pemandangan didepannya itu, pria itu berdeham sehingga membuat Hyun Ra segera  melepaskan pelukannya dari Baekhyun.

Baekhyun dan Hyun Ra kini menatap Sehun yang juga menatap mereka dingin.

“Sepertinya aku pernah melihatmu.”Ujar Baekhyun sambil menatap Sehun penasaran, Baekhyun menjetikan jarinya, “Ah aku ingat, kau pria yang menabrakku tadi kan?”Baekhyun kini mengingat pertemuannya dengan Sehun tadi.

“Jadi itu kau? Maaf, tadi aku tidak sengaja.”Ujar Sehun.

Baekhyun merangkul Sehun dan menepuk pundah Sehun seolah mereka akrab, “Jadi itu kau, yah, hampir saja aku merutukmu karena kau menabrakku dan minta maaf seperti tadi.”

Sehun hanya memaksakan seulas senyum dan berusaha melepaskan rangkulan Baekhyun tapi Baekhyun sepertinya tak menyadarinya, pria itu masih tetap merangkul Sehun.

“Ngomong-ngomong, dia teman dekatmu, Hyun Ra?”Tanya Baekhyun pada Hyun Ra.

Hyun Ra terlihat ragu, tapi gadis itu akhirnya memutuskan bersuara, “Dia itu—“

“Aku kekasihnya.”Belum sempat Hyun Ra menyelesaikan kalimatnya, Sehun memotong ucapannya dengan cepat.

Baekhyun terdiam, pria itu melepaskan rangkulan Sehun sampai akhirnya tertawa pelan.

“Ah, jadi kau sudah punya pacar? Kau sudah dewasa ya.”Baekhyun menatap Hyun Ra dan mengacak rambut gadis itu.

Hyun Ra tersenyum canggung,”Kau sendiri bagaimana? Sudah punya pacar?”Tanya balik Hyun Ra.

“Masih usaha, aku sedang berusaha mendapatkan kekasihku.”Jawab Baekhyun sambil tersenyum dan menatap Hyun Ra lekat, sedangkan Sehun menatap Baekhyun curiga, entah kenapa ia yakin kehadiran Baekhyun bukanlah hal yang baik baginya.

**^^**

Hari ini, seperti biasanya Sehun dan Hyun Ra pulang bersama, tapi kali ini ada yang berbeda, kalau biasanya mereka hanya berdua, kini mereka pulang bertiga, Baekhyun meminta mereka untuk pulang bersama, pria itu beralasan supirnya tidak bisa menjemputnya, jadi pria itu memutuskan untuk berjalan kaki.

Sepanjang perjalanan Sehun hanya diam, sedangkan Baekhyun banyak mengajak Hyun Ra bicara, Hyun Ra sendiri juga menanggapi setiap ucapan Baekhyun, ia merindukan Baekhyun, dan baginya sosok Baekhyun masih sama, pria yang menyenangkan dan juga ceria.

“Kau masih ingat saat kau menangis karena dijahili Jun Gook? Kalau diingat-ingat kau itu dulu cengeng sekali.”Celutuk Baekhyun, membayangkan kenangan masa kecil mereka.

“Aku tidak cengeng! Dan kau ingat tidak saat kau menjahili Bo Ram sampai dia pindah sekolah?”Kini Hyun Ra yang gantian meledeknya.

“Gadis itu saja yang berlebihan, aku hanya meledeknya secara biasa.”Baekhyun membela diri, sedangkan Hyun Ra hanya mencibir.

“Kalau dipikir-pikir kenangan kita dulu itu indah ya.”Ujar Baekhyun sambil tersenyum, Hyun Ra mengangguk dan ikut tersenyum, tapi tak lama kemudian gadis itu menoleh kesamping kanannya, ia lupa kalau sedari tadi Sehun ada disampingnya.

Hyun Ra menggandeng tangan Sehun dan tersenyum, “Jangan diam saja, cobalah berteman dengan Baeekhyun.”Bisik Hyun Ra pelan, Sehun menatap gadis itu, “Aku memberimu waktu untuk mengobrol dengan teman lamamu itu.”Ujar Sehun.

“Dan aku juga ingin memberi waktu pada kekasihku untuk akrab dengan sahabatku.”Hyun Ra kini membalikan perkataan Sehun.

“Kalian sudah berapa lama pacaran?”Pertanyaan Baekhyun tadi memotong pembicaraan Hyun Ra dan Sehun, keduanya menatap Baekhyun.

“Tiga tahun.”Jawab Sehun mantap, Baekhyun menatap Sehun dengan tatapan yang sulit diartikan, pria itu lalu menganggukan kepalanya, “Lama juga ya.”

“Hyun Ra gadis yang keras kepala dan manja, kau harus bersabar menghadapinya.”Ucap Baekhyun.

Sehun mengangguk, “Aku tahu.”

“Dia juga tidak suka makanan pedas.”Baekhyun kembali bersuara

“Aku juga tahu itu.”Sehun kembali merespon.

“Dan Hyun Ra juga phobia dengan balon.”Baekhyun masih tak mau berhenti bicara, sedangkan Sehun kali ini terdiam, ia menatap Hyun Ra, gadis itu takut pada balon? Kenapa ia tak mengetahuinya?

“Kenapa diam? Kau belum tahu? Ah~ Berarti aku masih mengetahui lebih banyak tentang Hyun Ra, tentu saja, kita sudah kenal sejak kecil, iya kan, Hyun Ra?”Baekhyun tersenyum penuh kemenangan, pria itu kini merangkul Hyun Ra.

Hyun Ra menatap Sehun panik, ia yakin Sehun pasti sedang kesal sekarang.

“Itu bukanlah hal penting yang harus diketahui.” Ujar Hyun Ra sambil tersenyum canggung.

“Bukan hal penting bagaimana? Ini kan tentang phobiamu, tentu saja penting.”Baekhyun merespon ucapan gadis itu.

Sehun menatap Baekhyun dingin, “Rumahmu dimana? Masih jauh?”Tanya Sehun.

“Rumahku? Masih lumayan jauh, kenapa? Hyun Ra tahu rumahku, memangnya rumahmu sudah dekat? kau pulang duluan saja, nanti aku dan Hyun Ra pulang berdua.”Jawab Baekhyun sambil balas menatap Sehun sinis.

Ani, aku akan mengantar Hyun Ra terlebih dulu.”Jawab Sehun.

“Kalau begitu aku juga akan mengantarnya terlebih dahulu.”Ujar Baekhyun tak mau kalah.

Hyun Ra menatap keduanya heran, kenapa Baekhyun jadi suka mencari masalah begini sih?

“Aish, sudahlah, kalian mempersalahkan apa sih, ayo jalan.”Hyun Ra menggandeng kedua tangan Baekhyun dan Sehun dan menyeret keduanya berjalan.

**^^**

“Masuklah.”Sehun menyuruh Hyun Ra masuk kedalam begitu mereka kini telah tiba didepan rumah Hyun Ra.

Hyun Ra menatap Sehun dan Baekhyun ragu, kalau ia masuk sekarang itu artinya Baekhyun dan Sehun hanya tinggal berdua, dan Hyun Ra yakin mereka berdua bisa berdebat seperti tadi.

“Bagaimana kalau kita mengantar Baekhyun terlebih dahulu?”Tanya Hyun Ra.

“Tidak perlu, aku yang akan mengantarnya, kau masuk saja duluan.”Tolak Sehun.

“Tapi—“,  “Sehun benar, kau pulang saja duluan.”Baekhyun memotong ucapan Hyun Ra.

Hyun Ra melangkah masuk dengan ragu, Sehun dan Baekhyun sudah sama-sama dewasa, keduanya pasti tidak akan melakukan hal aneh-aneh.

“Baiklah, aku masuk dulu, hati-hati ya kalian.”Ujar Hyun Ra.

Keduanya menganggu dan menatap Hyun Ra sampai akhirnya gadis itu benar-benar masuk kedalam.

“Bagaimana ini? Kenapa tiba-tiba terasa canggung saat kita hanya berdua?”Baekhyun membuka suaranya dan menatap Sehun yang diam.

“Benarkah? Aku merasa biasa saja.”Balas Sehun cuek, pria itu berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih diam di tempat.

Baekhyun tersenyum sinis, pria itu lalu berusaha menjajarkan langkahnya dengan Sehun.

“Kau pulang saja duluan, aku ada urusan.”Ujar Baekhyun ketika ia berjalan tepat disamping Sehun.

Sehun menatap Baekhyun sekilas lalu pria itu mengangguk tak peduli.

Baekhyun berjalan mendahului Sehun, tapi ia menghentikan langkahnya begitu Sehun kembali bersuara.

“Aku ingin menanyakan satu hal padamu.”Ujar Sehun sambil menatap punggung Baekhyun.

Baekhyun tak menoleh kebelakang, “Apa?”

“Apa kau menyukai Hyun Ra?”Tanya Sehun dengan nada serius.

Baekhyun menaikan sudut bibirnya keatas, “Tentu saja aku menyukainya.”

Sehun mengepal tangannya tanpa sadar, Baekhyun menoleh kebelakang dan menatap Sehun, “Bukan salahku kan? Aku mengenalnya dan menyukainya terlebih dahulu.”Lanjut Baekhyun.

“Apa Hyun Ra sudah tahu?”Tanya Sehun berusaha menahan emosinya.

Baekhyun menggeleng, “Tapi aku akan memberitahu gadis itu nanti.”

“Dan aku akan memastikan bahwa Hyun Ra akan tetap bersamaku.”Ujar Sehun tajam.

Baekhyun tertawa remeh, “Aku kira kau tak serius dengannya, ternyata kau boleh juga, baiklah Oh Sehun, jagalah Hyun Ra sebisa mungkin.”

Baekhyun membalikan badannya dan kembali berjalan pulang, sedangkan Sehun hanya tediam, kali ia merasa benar-benar tidak aman.

**^^**

Sehun memasuki rumahnya dengan kepala berat, entah kenapa kehadiran Baekhyun benar-benar mengancamnya sekarang, Hyun Ra jarang dekat dengan pria, itulah sebabnya selama ini Sehun merasa dirinya aman.

Sehun masih ingat betul bagaimana semangatnya Hyun Ra setiap gadis itu menceritakan tentang Baekhyun, teman baik gadis itu, tadinya Sehun pikir hubungan mereka memang hanya sebatas sahabat, tapi Sehun salah, Baekhyun menyukai Hyun Ra, bahkan pria itu dengan terang-terangan menunjukan sikap bahwa ia ingin memiliki gadis itu.

Pikiran Sehun buyar  ketika ia mendengar suara berisik dari dalam rumahnya, pria itu memasuki ruang tamunya dan mengernyitkan keningnya begitu melihat Kyungsoo, temannya ada disana.

Ia kini tengah berbincang dengan Ibu Sehun, keduanya tampak begitu akrab.

“Aku pulang.”

Ibu Sehun dan Kyungsoo langsung menoleh begitu mendengar suara Sehun barusan.

“Nah itu Sehun sudah datang.”Ibu Sehun menatap Kyungsoo yang kini tengah menatap Sehun.

“Yah Kyung, sedang apa kau?”Tanya Sehun sambil menatap Kyungsoo heran.

“Kau sudah pulang? Untuk memberimu pelajaran memasak.”Jawab Kyungsoo.

“Bukannya tadi pagi sudah? Gara-garamu aku terlambat kuliah.”Gerutu Sehun.

“Kau sendiri yang memintaku mengajarimu memasak, sekarang malah menyalahkanku.”Kyungsoo membela diri.

“Sehun belajar memasak? Omo, ada apa dengan anak eomma?”Tanya Ibu Sehun kaget.

“Dia ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya pada hari valentine nanti.”Celutuk Kyungsoo.

Sehun menatap Kyungsoo sengit, sedangkan ibu Kyungsoo tersenyum melihat tingkah anaknya itu.

Sehun meminta Kyungsoo untuk mengajarinya memasak, ia ingin memasak makanan sendiri kepada Hyun Ra untuk hari valentine nanti, dan Kyungsoo malah sangat antusias, buktinya tadi pagi pria itu datang ke rumahnya dan membuat Sehun hampir terlambat kuliah.

“Dia itu sebenarnya sangat romantis bibi, buktinya dia membelakan diri belajar memasak.”Seolah belum puas meledek Sehun, Kyungsoo kembali menambahkan.

Sehun menghampiri Kyungsoo dan membekap mulut pria itu sebelum Kyungsoo semakin menceritakan hal aneh-aneh.

“Kau pasti sibuk kan Kyung? Jadi sebaiknya kita mulai belajar memasak sekarang, eomma, aku ke dapur dulu ya.”Sehun dengan cepat menyeret Kyungsoo, masih dengan tangannya yang membekap mulut pria itu, seolah tak peduli dengan Kyungsoo yang meronta-ronta.

**^^**

Hyun Ra berjalan ke bangkunya dan meletakan tasnya keatas meja, gadis itu masih mengantuk, ia kemarin tidur larut malam, Baekhyun mengajaknya pergi sampai larut, gadis itu jadi kekurangan tidur.

Sehun menatap gadis itu heran, tak seperti biasanya Hyun Ra lesu begitu.

“Kau kenapa?”Tanya Sehun.

“Aku mengantuk.”Jawab Hyun Ra sambil menguap.

Sehun tersenyum dan mengacak rambut gadis itu, “Makanya jangan tidur malam-malam, kau sudah mengerjakan tugasmu?”Tanya Sehun.

“Tugas? Tugas apa?!”Tanya Hyun Ra panik, Sehun menghela napasnya, jangan bilang gadis itu lupa mengerjakannya.

“Tugas membuat kliping.”Jawab Sehun.

Hyun Ra membulatkan matanya, “Astaga! Aku lupa!”Hyun Ra menepuk keningnya, ia benar-benar lupa ada tugas hari ini.

“Kenapa bisa lupa?”Tanya Sehun tak habis pikir.

“Aku pergi seharian dengan Baekhyun kemarin.”Sesal Hyun Ra.

“Dengan Baekhyun? Hanya berdua?”Tanya Sehun.

Hyun Ra mengangguk, Sehun menelan ludahnya, ia ingin marah tapi ia tak mungkin memarahi Hyun Ra.

“Kau dekat sekali dengannya.”Komentar Sehun.

“Kita itu teman baik, dia juga sudah lama tak bertemu denganku, jadi tak salah kan jika aku menghabiskan waktu dengannya?”Tanya Hyun Ra.

Sehun menatap gadis itu lama sampai akhirnya memutuskan menatap kedepan, Hyun Ra menatap Sehun heran, apa pria itu cemburu?

Tak beberapa lama dosen Park memasuki kelas dan menagih tugas yang ia berikan dua hari yang lalu, Hyun Ra kini panik, dosen Park bukan tipe orang yang mudah memberikan keringanan terhadap tugas.

Semua tugas diminta dikumpulkan dimeja dosen Park, semua anak berjalan kedepan dan membawa tugasnya masing-masing, Hyun Ra bergerak gelisah, Sehun melirik gadis itu, pria itu lalu meletakan sesuatu diatas meja Hyun Ra.

Hyun Ra menatap Sehun tak mengerti, “Cepat tulis namamu.”Perintah Sehun.

“Dosen Park, maaf, saya lupa mengerjakan tugas.”Ujar Sehun.

Dosen Park menatap Sehun terkejut, tak biasanya Sehun lupa mengerjakan tugas.

“Kau lupa? Wah, aku tak menyangka murid seteladan kau bisa melupakan tugasku, sebagai sanksinya aku akan memberikanmu tugas tambahan nanti.”Ucap Dosen Park, Sehun mengangguk, ia lalu kembali duduk ditempatnya.

Hyun Ra menatap Sehun dengan perasaan bersalah, “Sehun, kau tak perlu seperti ini.”Ujar Hyun Ra.

Tapi Sehun memilih mengabaikan ucapan gadis itu dan tetap menatap lurus kedepan.

**^^**

Sepertinya usaha Baekhyun untuk mendapatkan Hyun Ra tidak main-main, pria itu semakin gencar untuk mendekati Hyun Ra, mulai dari menghampirinya sebelum dan selesai kelas dan juga mengajaknya pulang bersama, Sehun tentunya tak mengijinkan mereka hanya pulang berdua, pria itu selalu ikut serta.

Hyun Ra sendiri tidak merasa ada yang aneh dengan sikap Baekhyun, karena dari dulu ia memang sangat dekat dengan pria itu, Hyun Ra juga merasa nyaman berada didekat Baekhyun, sosoknya yang humoris membuat Hyun Ra selalu merasa betah dan senang.

Hari ini adalah hari valentine, Hyun Ra masih tak berniat meninggalkan kasurnya, tak peduli dengan hari kasih sayang yang menurutnya sangat biasa itu.

Sehun bahkan tak mengucapkan ucapan valentine atau sejenisnya, Hyun Ra sudah tahu pria itu akan begitu.

Drrt.

Ponsel Hyun Ra bergetar, ternyata ada pesan masuk, gadis itu membaca pesan itu.

From: Baekhyun

Coba lihat diluar jendelamu sekarang

Hyun Ra menuruti perintah Baekhyun dan melihat keluar jendela, saat itu juga ia mendapati sosok Baekhyun ada disana, pria itu tengah tersenyum sembari melambaikan tangannya.

Hyun Ra balas tersenyum dan bergegas menghampiri Baekhyun.

“Selamat hari valentine Hyun Ra, mau pergi jalan-jalan hari ini?”Tanya Baekhyun begitu Hyun Ra berada didepannya.

“Kemana?”Tanya Hyun Ra.

“Ke taman hiburan, kau ada janji dengan Sehun?”Tanya Baekhyun.

Hyun Ra menggeleng, Sehun bahkan belum mengabarinya hari ini.

“Jadi bagaimana? Mau ya?”Tanya Baekhyun dengan wajah memelas, Hyun Ra terkekeh lalu gadis itu mengangguk dan itu membuat Baekhyun berlonjak kegirangan.

**^^**

“Jadi Hyun Ra sudah tidak dirumah, bibi?”Tanya Sehun sambil memegangi teleponnya, ia tengah berbicara dengan Ibu Hyun Ra sekarang.

“Kalau begitu aku ke rumah bibi sekarang, terimakasih sebelumnya bi, sampai jumpa.”Sehun menutup teleponnya dan tersenyum senang.

Ia akan memberikan kejutan pada gadis itu, Sehun akan memasak dirumah Hyun Ra, maka dari itu ia meminta bantuan salah satu orang dikeluarga Hyun Ra untuk mengajak Hyun Ra pergi keluar selagi ia memasak. Tapi ternyata gadis itu sudah pergi terlebih dahulu.

Sehun tersenyum senang membayangkan bagaimana reaksi gadis itu nanti, Hyun Ra pasti akan sangat senang.

Sehun memasukan semua bahan makanan kedalam mobilnya, pria itu lalu mengemudi mobilnya dengan semangat, tanpa mengetahui kalau sekarang ini kekasihnya tengah bersama dengan pria lain.

**^^**

“Hari ini seru sekali!”Hyun Ra berlonjak kesenangan, ia dan Baekhyun sudah menaiki banyak wahana hari ini, sedari tadi keduanya tak berhenti bercanda dan tertawa bersama, Hyun Ra sangat menikmati harinya bersama Baekhyun.

“Kau senang?”Tanya Baekhyun sambil menatap Hyun Ra yang memasang wajah cerah, Hyun Ra mengangguk dengan bersemangat.

“Aku senang sekali!”Jawabnya riang, Baekhyun terkekeh, ia suka dengan senyuman Hyun Ra dan ia senang ketika Hyun Ra bahagia.

Baekhyun menggenggam tangan Hyun Ra dan menariknya, mengajak gadis  itu untuk kembali berjalan.

Hyun Ra menatap tangan Baekhyun yang menggengam tangannya, apa ia sudah kelewatan? Ia adalah kekasih Sehun sekarang, tapi ia malah menghabiskan waktu dengan Baekhyun, Hyun Ra tahu bahwa Baekhyun adalah sahabatnya, tapi ada yang aneh dengan perasaannya sekarang, bersama Baekhyun membawa kebahagiaan lain baginya, sosok Baekhyun yang ceria dan humoris membuat Hyun Ra merasa senang didekat pria itu.

Tanpa Hyun Ra sadar, Baekhyun membawanya ke suatu tempat, pria itu mengajaknya ke salah satu restaurant, Baekhyun lalu mendudukan Hyun Ra disalah satu kursi dan kemudian pria itu duduk didepannya.

Tak beberapa lama sebuah pelayan datang dan membawakan kereta berisi makanan, Hyun Ra terkesiap, gadis itu menatap Baekhyun yang tersenyum.

“Kau sudah menyiapkan semuanya?”Tanya Hyun Ra takjub, Baekhyun mengangguk.

Daebak.”Puji Hyun Ra, gadis itu lalu mulai melahap makanan dihadapannya.

Baekhyun menatap Hyun Ra ragu sampai akhirnya memutuskan mengatakan apa yang sedari tadi ia pikirkan.

“Hyun Ra-ya.”

Hyun Ra menoleh begitu mendengar namanya dipanggil.

“Kenapa Baek?”Tanya Hyun Ra masih tetap mengunyah.

“Apa kau benar-benar menyukai Sehun?”Tanya Baekhyun hati-hati.

Hyun Ra menatap Baekhyun bingung, “Tentu saja, dia itu kekasihku.”Jawab Hyun Ra mantap.

Baekhyun menelan ludahnya pahit, “Apa kau tak bosan dengannya? Maksudku, dia itu cuek dan bahkan dihari spesial seperti ini ia tak mengucapkan apapun padamu.”Baekhyun berusaha memancing gadis itu.

Hyun Ra menatap Baekhyun curiga, “Sebenarnya apa maksudmu?”

Baekhyun terdiam, pria itu meraih salah satu tangan Hyun Ra dan menatapnya lekat.

“Aku menyukaimu Hyun Ra, semenjak kita kecil sampai sekarang, tapi sekarang kau bahkan memilih bersama pria itu, apa kau tak memiliki sedikitpun perasaan padaku? Jadilah kekasihku Lee Hyun Ra, dan aku akan pastikan kau akan bahagia, selamanya.”Tutur Baekhyun sungguh-sungguh.

Hyun Ra menatap Baekhyun tak percaya, ia tak menyangka kalau pria itu ternyata menyukainya, rasanya mustahil, jantung Hyun Ra berdegup kencang, kenapa perasaannya jadi campur aduk begini?

Ia memang menyukai Sehun, sangat menyukai pria itu, tapi sikap cuek Sehun membuatnya terkadang merasa jenuh, dan sosok Baekhyun membuat Hyun Ra merasakan hal berbeda, ia seperti mendapatkan warna baru dalam hidupnya.

**^^**

“Semuanya siap.”Sehun tersenyum puas begitu melihat hasil masakannya kini tertata rapi dimeja yang ia letakan di halaman belakang rumah Hyun Ra.

“Bibi, bagaimana masakanku?”Tanya Sehun pada Ibu Hyun Ra yang berdiri disampingnya, tadi ia meminta ibu Hyun Ra menyicipi masakannya.

“Enak, kau berbakat juga ya.”Puji ibu Hyun Ra sambil menepuk pundak Sehun.

Sehun tersenyum, pria itu lalu melirik arlojinya, kenapa Hyun Ra masih belum pulang?

Sehun menekan beberapa nomor, memutuskan menelpon gadis itu tapi Hyun Ra tak mengangkat teleponnya.

Selama dua jam lebih Hyun Ra belum juga tiba, makanannya mungkin sudah dingin sekarang, pria itu memutuskan berjalan keluar, beberapa saat kemudian sebuah mobil tiba didepan rumah Hyun Ra.

Saat itu Hyun Ra keluar dari sana, Sehun meyakinkan pengelihatannya begitu melihat ternyata Baekhyun lah yang menyetir mobil, Baekhyun melambai singkat sebelum akhirnya meninggalkan rumah Hyun Ra.

Hyun Ra balas tersenyum dan memasuki rumahnya, senyumnya memudar begitu mendapati Sehun disana, “Sehun? Kau sejak kapan disini?”Tanya Hyun Ra.

“Apa yang kau lakukan bersamanya?”Tanya Sehun tanpa menjawab pertanyaan Hyun Ra.

“Aku..dia mengajaku berjalan-jalan, kami pergi ke taman hiburan.”Jawab Hyun Ra gelagapan.

“Pergi bersama pria lain tanpa pengetahuanku?”Tanya Sehun dingin.

“Sehun, dia sahabatku.”Ujar Hyun Ra menenangkan.

“Apa itu berarti tidak mungkin akan terjadi sesuatu diantara kalian? Dia menyukaimu Hyun Ra, apa kau tidak sadar?”Tanya Sehun kesal, pria itu menatap Hyun Ra sedingin mungkin.

Hyun Ra mengerjapkan matanya, “Kau sudah tahu?”Tanya Hyun Ra.

“Jadi kau juga sudah mengetahuinya? Apa Baekhyun menyatakan perasaannya padamu?”Tanya Sehun.

Hyun Ra terdiam, dan Sehun tahu arti dari diamnya gadis itu.

“Dan kau menerimanya?”Tanya Sehun lagi, Hyun Ra masih terdiam, mulut gadis itu terkunci rapat.

Sehun tersenyum pahit, “Kau menerimanya? Aku memang bukan pria yang baik untukmu, bukan? Aku tidak romantis, cuek dan membosankan, iya kan?”Tanya Sehun lagi.

Hyun Ra menunduk, gadis itu mengepal ujung dressnya erat, ia tak pernah melihat Sehun seperti ini, Sehun terlihat benar-benar marah dan kecewa sekarang.

“Apapun demi kebahagiaanmu Hyun Ra, kau bisa memilihnya sekarang, suatu hubungan tak akan bisa berjalan lancar kalau dipaksa kan? Aku pulang sekarang, sampai jumpa.”Sehun berjalan meninggalkan Hyun Ra .

Hyun Ra hendak memanggil Sehun tapi seseorang menghentikannya, Ibu Hyun Ra menatap anaknya itu sambil mengelus lengan Hyun Ra.

“Ibu tidak bermaksud menguping, maaf, sekarang ikut ibu.”

Hyun Ra menurut, ia mengikuti ibunya, ibu Hyun Ra membawanya ke taman belakang, Hyun Ra mengerjapkan matanya, “S-siapa yang membuat semua ini?”Tanya Hyun Ra.

“Sehun, dia belajar memasak dari temannya dan menyiapkan semuanya untukmu.”Ujar Ibu Hyun Ra.

Hyun  Ra terkesiap, bulir airmata mulai membasahi kedua pipinya, ia tak pernah mengira Sehun akan mempersiapkan semuanya untuknya, Sehun sama sekali tidak bisa memasak, tapi pria itu mau belajar untuk Hyun Ra.

Hyun Ra menyicipi masakan yang ada diatas meja itu, air mata gadis itu kembali turun, makanannya terasa dingin karena Sehun sudah lama memasaknya, “Gomawo Sehun-ah, ini enak.”Ujar Hyun Ra dengan suara bergetar.

Hyun Ra lalu menatap ibunya, “Eomma, aku akan ke rumah Sehun, boleh ya?”Pinta Hyun Ra.

Ibu Hyun  Ra mengangguk, setelah itu Hyun Ra segera memutuskan pergi.

**^^**

Hyun Ra berjalan menyusuri jalanan Seoul yang semakin sepi, gadis itu hanya ingin bertemu dengan Sehun sekarang, langkah Hyun Ra terhenti begitu mendapati sesosok namja yang ia kenal, pria itu berdiri didekat taman, Hyun Ra mengenalinya walau hanya dari menatap punggungnya.

“Sehun!”Panggil Hyun Ra.

Sehun menoleh, dan saat itu Hyun Ra berdiri tepat dihadapannya.

Sehun menatap pipi Hyun Ra yang basah, “Apa yang terjadi? Apa Baekhyun menyakitimu?”Tanya Sehun khawatir.

Hyun Ra menggeleng, gadis itu lalu memeluk Sehun erat, “Maaf, maafkan aku Sehun, maaf kalau aku sempat melupakanmu dan malah bersama pria lain, maaf..”Isak Hyun Ra.

Sehun terdiam, pria itu mengangkat tangannya perlahan dan membalas pelukan gadisnya itu.

“Kau tidak memilihnya?”Tanya Sehun.

Hyun Ra melepaskan pelukannya, gadis itu lalu menatap Sehun dengan mata sembapnya.

“Memangnya siapa yang bilang kalau aku memilihnya? Baekhyun memang menyatakan perasaannya padaku, tapi aku memilihmu, jujur, aku memang sempat kalut saat itu, tapi aku sadar, bahwa orang yang aku sukai itu kau, pria kaku dan paling tidak romantis sedunia.”Ucap Hyun Ra panjang lebar.

Sehun tersenyum, “Jadi kau lebih memilih pria kaku ini?”Tanya Sehun.

Hyun Ra mengangguk, “Lagipula niatmu untuk belajar memasak itu cukup romantis.”Ujar Hyun Ra sambil tersenyum.

Sehun terkekeh, pria itu lalu memegangi kedua pundak Hyun Ra dan mendekatkan wajahnya, Hyun Ra bisa merasakan jantungnya bergerumuh cepat, Sehun mencium bibir Hyun Ra lembut.

Selang beberapa detik pria itu melepaskan ciumannya dan mengelus pipi Hyun Ra, “Our first and valentine’s kiss.”Ujar Sehun sambil tersenyum, Hyun Ra balas tersenyum, dan mulai saat itu Hyun Ra sadar bahwa yang ia butuhkan adalah Sehun, bukan pria lain.

 -Fin-

Jadii gimana? Absurd yah? atau kecepetan alurnya? Mian kalo kurang memuaskan tapi jangan lupa komennya yaaa, komen segimanapun aku hargain kok asal jangan dibash hiks T.T ada yang pengen tahu nasib baekhyun atau masih pengen baca kelanjutan hyun ra-sehun? Kalo yang respon lumayan dan pada mau dibuatin sequel aku buatin hehe btw masih ada yang nungguin mymy gaa? mymy lagi diproses yaa, aku sibuk banget, udah kelas 12 dan bentar lagi ujian #numpangcurhat jd maklum kalo jarang update, see you in next story!

50 thoughts on “Valentine’s Kiss

  1. Sepertinya aku telat
    tpi tak apa kan ??

    Ff nya keren .. feelnya ngenaaa bgt ..
    apalagi pas sehun bilang our first huhuuu bikin senyum sendiri ngebayanginnya seandainya ada diposisi yeoja itu .. sequel yaa pliss

  2. So sweet. Sayang terlalu mainstream, tapi aku suka sama cara pendeskripsiannya
    Jadi berharap ada sequel yang memperlihatkan Baekhyun ketemu sama yeoja lain. Dan semoga sukses buat ujiannya nanti 😀

  3. Huhuh aku suka banget ff nya u.u
    Posternya juga keren :3

    Yah, walaupun menurut aku agak sedikit kecepatan alurnya kak, tapi gapapa lah, bisa diperbaiki kan 😀

    Sehun tipe aku banget demi apaaa, cuek tapi perhatian :3 Disitu kadang saya merasa iri sama HyunRa ㅠ.ㅠ

    Nah terus gimana tuh dengan si baek? Bisa move on gak dianya :3
    Ini butuh squell kakaaaaak ><

    • Iyaa nih kecepetan aku juga nyadar sih kecepetan cuma waktu itu udah mentok banget idenya lol :’) poter ff aku masih abal banget, gabisa ngedit poster hiks, disitu kadang author juga merasa iri wkwk sequel? Kalo yang minat banyak nanti dibikin sequel deh:p thanks komennya^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s