The Liar on Us

black-and-white-blurred-photography-road-snow-Favim.com-67054

 

Manusia paling bahagia mungkin saja adalah pembohong nomor wahid di dunia.

 

Harum hujan di penghujung musim gugur ini mengingatkanku pada cerita Jongin hari itu, di lapangan belakang sekolah kami yang sepi.

“Kau tahu, ia bilang ia adalah orang paling bahagia sedunia dan itu sungguhan membuatku iri. Orang tuanya punya banyak uang. Ia bisa mendapatkan tiket konser Maroon 5 dalam tiga detik kalau ia mau, belum termasuk jalan-jalan keliling dunia dan tidur di hotel bintang lima”.

Separuh memoriku mungkin saja telah luruh, sebab satu-satunya yang kuingat dari cerita itu adalah gumpalan mendung di atas kami. Itu sore yang muram. Angin menyapu muka bumi seperti kasmir yang menari-nari, dingin mencumbu kulit. Mungkin ketika Jongin bercerita, aku sibuk menatap dunia sehingga lupa mengingat-ingat bagaimana ekspresinya. Apa ia bersungut-sungut? Apa ia tersenyum? Atau jangan-jangan datar-datar saja?

“Apa ia lahir di hari Selasa?”, tanyaku.

“Kenapa kau berpikir begitu?”.

“Karena orang yang lahir di hari Selasa punya banyak keberuntungan”. Kelakar itu kuselundupkan bak deklarasi yang termaktub di secarik kertas. Benar dan lugas. Padahal itu hanyalah sekelumit kutipan dari rubrik zodiak majalah remaja tempo hari.

“Aku tidak tahu. Kemungkinannya satu per tujuh sih”.

Aku mengangguk-angguk, mata masih terpancang ke lazuardi tanpa surya. “Jadi, apa kau mau bertukar posisi dengannya? Jongin menjadi Kyungsoo dan Kyungsoo menjadi Jongin?”.

“Itu mustahil, Soojung-ah. Kecuali kau hidup di negerinya Pinnochio”, ucapnya di sela kikikan jenaka. Ia boleh menertawaiku, tetapi aku serius dengan hal itu. Apakah orang-orang yang iri pada orang lain mau bertukar tempat seperti itu? Pertanyaan itu telah lama mengusikku.

“Ini kan cuma khayalan. Selama kau belum mengidap skizofrenia, kau boleh berkhayal sesukamu bukan?”, nada bicaraku berujung sengit. Agaknya kikikan Jongin tadi membuatku tersinggung diam-diam.

“Kau marah?”.

Aku menoleh ke arah Jongin. Iris bertali iris, mata kami menyelam begitu dalam. Aku serta-merta terhisap ke dalam pusara kegelapan hatinya, ke dalam hitam yang menggelayuti setiap kayuhan langkahnya selama ini. Hari itu aku baru menyadari satu hal: Jongin menyimpan rahasia. Sesuatu yang tak akan ia bagi dengan siapapun di dunia.

Aku belum mengenal pemuda bertubuh jangkung ini terlalu lama. Kala itu ia hanyalah seorang anak pengusaha kayu yang tiba-tiba saja pindah ke kota kecil ini, terjebak di sekolah yang sama denganku, di kelas yang sama, di kolom bangku yang sama, dan di klub fotografi yang sama pula. Jongin tipe yang tidak suka banyak bicara, tetapi sediam apapun seseorang, aku yakin tak ada yang bisa hidup sendiri. Di kelas, Jongin hanya dekat dengan tiga orang—Sehun dan Kyungsoo dan aku. Sehun dan Kyungsoo berada di strata sosial satu, sementara aku hanyalah seorang anak angkat sebuah keluarga yang tinggal di pinggiran kota.

“Siapa yang tidak akan marah dengan kelakuanmu yang menyebalkan itu!”.

Ia nyengir singkat, lalu bergumam. “Entahlah. Mungkin tidak. Kadang-kadang orang paling bahagia di dunia ini adalah penipu paling wahid. Ia yang paling pintar berkamuflase”.

“Dan menyembunyikan kegundahannya”, aku melanjutkan.

“Benar”, ucapnya.

“Jadi menurutmu Kyungsoo sebenarnya tidak bahagia begitu?”.

“Hahaha. Mungkin saja”.

“Dan kehidupanmu lebih bahagia darinya?”.

“Begitulah”.

Seharusnya aku menangkap pesan yang terimplikasi dalam tuturnya hari itu, tetapi aku gagal. Aku tak pernah menyadarinya hingga siang berganti malam, musim demi musim berlalu, dunia kami bergeser, dan aku menerima obituari itu. Di suatu sore yang muram juga.

 

“Kau tahu Jongin? Iya Jongin, teman SMA kita itu. Ia baru saja bunuh diri di jalur subway kawasan Ikebukuro. Mereka bilang, masalah keluarga, tentu saja”.

 

 

 

15 thoughts on “The Liar on Us

  1. Astaga jatuh cinta sama nih canfic ❤ pendek tapi ga bertele-tele diksinya omaigat suka banget deh kayak bahasa novel-novel gitu. Mana ada kata” kiasan atau apalah yang jarang dipake sama author” yang lain, laff deh. Ide nya sama sekali ga mainstream trus akhirnya menurutku justru pas banget, ini jadi kyk main teka-teki/? ahaha serius suka banget sama yang satu ini. Tapi knapa aku malah mikirnya kalau konflik Kyungsoo itu emang ada di Jongin trus Soojung yang yang emang bener-bener gatau/? wkwkw keep writing loh thor !!!

  2. singkat, padat dan jelas, gak berbelit” tpi bisa lngsung ktebak mksud ceritanya sperti apa, jelas banget kalo jongin lagi nyeritain dirinya sendiri, yg dia maksud pmbohong kelas wahid itu sbnernya dia sendiri kan.??
    keren keren, aku juga suka gaya bahasanya, rapi.. 🙂

  3. pertama kali baca tulisan kamu dan woah!! aku sampe speechless. Bahasamu bener2 bagus, rapi, dan yeah, lumayan tinggi. Tapi tetep berasa ringan dan nyaman dibaca. Sejauh ini sih kebanyakan fanfiction ditulis dengan bahasa yg ringan dan kata2 baku yg sudah familiar, tapi tulisan author hampir mirip tulisan ala buku atau novel dan semacamnya. Tapi ff mu ini keren, pendek sih, tapi tetep bisa dimengerti… Good job! 🙂

    • hehe, sankyuu yaa. Emang aku lg berusaha memperbaiki gaya tulisanku, dan I gotta admit that banyak sekali novel, cerita2 online, cerpen, dan bahkan lirik lagu yang mempengaruhi tulisanku ini. Sankyu sekali lagi :’)

  4. Wow, kamu penulis nomor wahid yg sangat pintar mengaduk-aduk hatiku *eeaaak ikut2an style authornya
    Ff nya keren, asli keren. Singkat tp mengena. Jadi yg sebenarnya pembohong itu jongin dan dia pembohong plg buruk yg introvert yang berakhir bunuh diri. Screw you jong, you’re a pathetic liar :” i hate you 😦
    Aku suka cara penulisanmu yg rapi dan indah (?) dan mengingatkanku sama sapardi djoko damono (if you know who he is) xD
    Serasa baca karya sastra era 90-an dan 2000an yg aku gk tau gmn ngungkapinnya, pokoknya perfectly beautiful dan beautifully perfect. Good job 👍

    • sapardi djoko darmono? berasa pernah denger tapi gak tau.wkwkkwk my bad. okay
      iya, kasihan bgt ya si kai ni, udah introvert dibikin mati pula -_-
      mungkin emang ada pengaruh tidak langsung sastra jaman dulu sama tulisanku ini, tp entahlah. Terlalu banyak cerita dan buku2 di luar sana yg aku baca. It’s still far from perfect but thank you so much for your compliment 🙂

  5. Ini bagus sekali. Pendek,tapi mengena. Singkat, tapi bermakna #eaa
    Barangkali dalam narasi memang tidak diceritakan konflik cerita. Tapi menurut pandanganku, konflik cerita hanya diceritakan dalam satu kalimat penuh saja. Ya “Kau tahu Jongin? Iya Jongin, teman SMA kita itu. Ia baru saja bunuh diri di jalur subway kawasan Ikebukuro. Mereka bilang, masalah keluarga, tentu saja”. itu tadi. Simpel sekali, tapi dari sini aku sudah bisa memahami kalau konflik sebenarnya terjadi pada Jongin, dan bukan soojung bukan juga kyungsoo. Boleh jadi kyungsoo memang bahagia tanpa rekayasa, tapi Jongin juga bahagia. Hanya saja ia pembohong utama yang berujung dengan bunuh diri. Sebenarnya yang saat ia bercerita dengan Soojung, bisa jadi Jongin menceritakan dirinya sendiri. Isn’t it? Yah, sejauh ini sih itu yang bisa aku tangkap.

    Dan lagi, aku suka sekali penempatan kata sastra yang sudah jarang digunakan. Seperti lazuardi dan obituari. Hehe ini bisa sebagai pemanis kalimat, memperdalam deskripsi dan feel readers.

    Good job (y)

    • haiiiii. uuh, setelah baca komenmu, aku baru sadar kalo aku belum mengganti setting tempatnya. Masih di Ikebukuro. Ikebukuro di Jepang, sedangkan ini ff Korea. Agak gak nyambung wkwkwk.
      Yap, begitulah. Dia diam2 membicarakan dirinya sendiri, tp soojung ga sadar. Dia baru sadar waktu si jongin udah bunuh diri..
      Aku emang bisanya nulis pendek-pendek dengan kalimat yang simpel, lalu menyerahkan imajinasi selebihnya pada pembaca. Jujur kalo suruh nulis panjang malah ga bisa. Susah. Otakku ga nyampe. huhuhu.
      Btw, sankyuu for reading and dropping a comment here. Hv a nice day 😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s