Posted in Author, Fanfiction, fantastic818, Lu Han, Sad Romance, Se Hun

Love Story part 5

Love Story chap

Love Story part 5

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Zhang Yi Xing as Lay

Lu Han

etc.

Genre : School Life, Romance

Rating : All Age

 Part sebelumnya

‘Siapa bilang kita tak dapat bersatu ?’

Preview

Entah kesengajaan atau bukan, Seul Rin terpeleset ke kolam renang yang memiliki kedalaman 2,5 m. Dan buruknya, ia tak bisa berenang. Rara hanya melihatnya diam, tak berniat untuk menolong adiknya itu..

‘Byurr’

Seseorang dengan rambut kuning emas meluncur dengan lihainya ke kolam itu, sosok yang tak seorangpun mengenalnya. Sosok itu berenang untuk menyelamatkan Seul Rin. Karena kejadian ini, suasana di kolam renang indoor mulai menegang, bahkan murid berhamburan untuk mendekati kolam renang itu.

Luhan terheran, mengapa Seul Rin tidak berenang ? Bukankah gadis itu bisa berenang ? Namun, lamunan Luhan terhenti ketika ia melihat sosok yang menolong Seul Rin.

Sehun berlari ke pinggir kolam, membantu sosok malaikat yang berhasil menolong Seul Rin. Untung saja gadis itu tidak pingsan jadi tidak perlu diberi napas buatan. Dengan cepat Sehun merengkuh tubuh Seul Rin dan memeluknya, berharap semoga napas gadis itu kembali teratur.

Sosok malaikat itu naik ke pinggiran kolam dan terheran dengan kejadian itu, mengapa ada sosok asing yang memeluk sahabatnya itu ?

“Lay ?”

Panggilan itu membuat sosok malaikat tadi –Lay- mencari sumber yang memanggilnya, dan kagetnya ia melihat Luhan yang hanya berdiri menatapnya dengan tatapan tak percaya. Namun ia mengacuhkannya dan mengalihkan pandangannya ke Seul Rin dan Sehun.

“Bawa ia ke UKS, aku akan menyusul”

Walaupun ia tak mengenal Lay, tapi setidaknya ia harus berterima kasih karena telah menolong nyawa Seul Rin dan juga.. Lay berhati malaikat –menurut Sehun-.

Melihat kepergian Sehun yang merangkul Seul Rin menuju UKS, Lay menatap tajam Rara yang membuat sahabatnya itu terjatuh ke kolam, namun ia pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju Kang Ssaem untuk membicarakan sesuatu.

“Kau mendorongnya ?” tanya Luhan pada Rara ketika semua siswa mulai menjauh disertai tatapan yang membunuh.

Rara menggeleng, “Dia terpeleset, dan aku tidak menyentuhnya sama sekali”

“Tapi kau memancingnya agar terjatuh, kan ? Itu sama saja”

Rara nampak kesal, ia pun mengejar Luhan yang menjauh darinya, “Mengapa semua orang membelanya ?”

Langkah Luhan terhenti, tangannya mengepal menahan amarah,

“Kalian semua membelanya, kau pikir aku tak butuh dibela ? Aku butuh Oppa, namun kalian memberikan semua itu padanya…” Rara menghela napasnya berat, kemudian setetes air mata mengalir begitu saja di pipinya, “Ayah, Ibu, Sehun, dan kau, semuanya ia ambil. Apa kalian tak memikirkan perasaanku ?”

Luhan berbalik, kemudian memeluk Rara sambil mengelus kepalanya, “Aku mengerti, mianhae.”

Rara mempererat pelukannya, “Oppa, kumohon jaga dan lindungi aku. Saranghae Oppa”

Luhan menghentikan elusannya, dengan gemetar ia menjawab, “Nado”

****

Di UKS, Sehun dengan setianya menjaga Seul Rin hingga gadis itu baikkan, bahkan ia membuatkan gadis itu teh hangat agar gadis itu bisa lega.

“Sudah enakkan ?”

Seul Rin yang hendak meminum tehnya menoleh kearah Sehun kemudian mengangguk, “Ne, gomawo” jawabnya, iapun kembali melanjutkan acara minum tehnya.

Sehun duduk dipinggiran ranjang UKS kemudian mengelus kepala Seul Rin, entah mengapa perasaannya sungguh lega ketika gadis ini mengatakan bahwa ia mulai baikkan. Sehun menyisir poni Seul Rin kebelakang telinganya, kemudian mengelus pipinya dengan ibu jarinya.

Seul Rin mulai merasa aneh kemudian menolehkan wajahnya kearah Sehun, “Apa yang kau la-“

Pertanyaannya terpotong ketika bibirnya yang menggantikan pipinya yang dielus Sehun, ia dan Sehun saling bertatapan, sangat dalam sehingga membuat pipi Seul Rin memanas. Sehun mengambil gelas teh yang dipegang Seul Rin kemudian mengambilnya dan meletakkan di meja. Dapat ia rasakan bahwa jarak mereka semakin dekat.. semakin dekat.. hanya tersisa 5 cm agar bibir keduanya dapat bertemu..

“Han, kau sudah seh..” ucapan seorang laki-laki terpotong ketika melihat kedua orang itu hampir berciuman, walaupun masih syok laki-laki itu dengan cepatnya memisahkan jarak keduanya, “Hei ! Jangan mencium Han sembarangan !”

Seul Rin menarik tangan Lay yang memegang kaos Sehun dengan eratnya, “Tck, kau ini pemarah sekali. Aku tak apa oke, kau tenang saja,” ujarnya melerai.

Lay melepaskan pegangan kaosnya pada Sehun kemudian ia beralih ke Seul Rin, ia memegang kedua pipi Seul Rin, “Han, kau tak apa ? Mengapa Luhan tidak menolongmu ? Siapa namja ini ? Kenapa kau tidak bersama Luhan ? Gadis yang bersamamu tadi siapa ? Mengapa ia menjatuhkanmu ? Kau masih ingat trauma itu ? Jangan terlalu di..”

“Lay, aku pusing”

“Benarkah ? Dimana ? Cepat katakan”

“Lay, pertanyaanmu… Pertanyaanmu yang membuatku pusing.” jawab Seul Rin jujur, iapun memengang kepalanya yang terasa berat.

Lay menjauhkan tangannya dari pipi Seul Rin, kemudian menggaruk kepalanya yang tak gatal, “Maaf”

Seul Rin mengangguk kemudian kembali mengambil teh yang diambil Sehun tadi. Ia menatap takut Sehun yang membuat pipinya memanas tadi, andai saja Lay tidak datang mungkin mereka akan mendapat ciuman pertama mereka. Upss, apa yang kau pikirkan Seul Rin ?

“Ekhem, aku minta maaf oke. Maaf bahasa koreaku belepotan,” ujar Lay tulus.

Sehun menghendikkan bahunya tak peduli lagipula ia baru sadar kalau logat Lay agak berbeda, “Kau siapa ?”

Lay membungkukkan badannya 90 derajat, “Aku Zhang Yi Xing, sahabat Seul Rin di China. Salam kenal”

Sehun hanya mengangguk mengerti, “Ada urusan apa sampai kau kesini ?”

Lay menggigit bibirnya takut, “Ada sesuatu yang ingin kukatakan pada Seul Rin. Bisakah kau meninggalkan kami berdua ?” pintanya

Sehun menatap Seul Rin meminta pesertujuan, seakan mengerti gadis itu hanya mengangguk, iapun menghela napasnya, “Baiklah, jaga dirimu. Nanti aku kembali”

Sebelum pergi, Sehun mengacak – acak rambut Seul Rin kemudian ia pergi dari UKS, sejujurnya ia merasa ada hal yang aneh saat ini.

****

Di mobil, suasana sungguh hening. Sehun jengah dengan suasana seperti ini, iapun membuka suara.

“Kau kenapa ?”

“Ne ?”

Seul Rin menoleh kearah Sehun yang masih fokus dengan kemudinya, ia merasa mungkin tadi ia berhalusinasi kalau Sehun bertanya padanya, Sehunkan dingin –menurutnya-.

“Kau diam, aku bertanya padamu Cherry”

Seul Rin meyakini bahwa kali ini Sehun yang mengatakannya, iapun menggeleng, “Aku tak apa, hanya saja…”

Dahi Sehun mengerut, “Apa ? Katakan saja ?”

“Kalau aku pindah ke China lagi bagaimana ?”

‘Cittt’

Mobil Sehun tiba-tiba saja mengerem, ia menatap Seul Rin dengan tajam, “Apa katamu ?”

Seul menatap Sehun kemudian menghendikkan bahu, “Aku hanya bertanya, apa kau marah ?”

“Tidak,” Sehun menggeleng, “untuk apa marah ? Kalau urusanmu memang penting ya silahkan”

Seul Rin menatap keluar jendela lagi, dalam hatinya ia sangat merasa bersalah karena membohongi Sehun. Bukan membohongi, ia hanya jujur dan takut mengecewakan laki – laki sebaik Sehun.

****

“Nona yakin ?” tanya Bibi Ahn ketika melihat Seul Rin mengemas pakaiannya, ia khawatir kalau tiba – tiba saja Nyonya Han datang dan akan marah dengannya. Belum genap 2 bulan gadis ini pindah ke korea dan mau kembali ke China.

“Tak apa Bi, Eomma pasti setuju. Bilang saja ada urusan mendadak di China maka aku harus kembali.” Jawab Seul Rin meyakinkan.

Namun tetap saja Bibi Ahn khawatir.

Seul Rin mendengus, “Aku akan pulang 2 hari lagi. Aku janji, titip surat ini ke Eomma ne ? Katakan bahwa aku menyayanginya”

Seul Rin berjalan ke pintu depan diikuti Bibi Ahn, kemudian ia masuk ke mobil Lay yang sejak tadi terparkir di halaman depan rumahnya.

“Bibi, jangan khawatir !”

Mereka melesat pergi, mengejar sesuatu yang benar – benar mendesak dan  penting. Karena… Dokter Xia mengatakan bahwa umur Bibi Lu tak lama lagi dan kondisinya sangat kritis.

****

Pagi ini Sehun dikirimi pesan oleh Seul Rin agar tidak kerumahnya untuk berangkat bersama karena ia memiliki urusan sebentar. Dan tentu saja Sehun percaya padanya. Namun jam pelajaran akan dimulai sebentar lagi tapi Seul Rin belum juga tiba, bangku didepannya kosong dan Sehun yakin pemiliknya belum tiba karena dari tadi ia tak pergi kemana – mana.

“Baiklah, hari ini kita akan melakukan praktik tentang fotosintesis. Sehun, tolong kau pergi ke ruangan multimedia dan pinjam beberapa alat untuk mengambil gambar ketika kegiatan. Yang lain, ikut Bapak ke Laboratorium untuk mengambil beberapa alat dan sisanya tolong bersihkan kebun sebentar agar enak dipandang. Kalian mengerti ?”

“Ne, Seonsangnim.”

“Ah iya, Luhan. Kau bantu Sehun mengambil gambar ya ? Sehun akan memandumu”

Semua orang bergerak keluar ketika mendapat arahan dari Seo Ssaem, namun tidak bagi Luhan yang masih terdiam di bangkunya.

“Kau tak berniat membebankan itu semua padaku kan ?” ujar Sehun  kemudian berlalu meninggalkan Luhan lalu diikuti oleh Luhan dari belakang.

“Hei, kau marah padaku ?” tanya Luhan sambil mensejajarkan langkahnya dengan Sehun. Namun namja itu tak menjawabnya.

“Aku tak tahu kenapa, yang pasti kau pasti sangat marah padaku karena aku merebut Seul Ra darimu. Maafkan aku, aku menyu-“

“Bisa kau tidak membicarakannya saat ini ?” potong Sehun, ia mempercepat langkahnya yang membuat Luhan kepayahan mengejarnya.

“Baiklah, mari kita tidak membahas Ra-“

“Tck”

“Ayo kita bahas Seul Rin dan Lay”

Langkah Sehun terhenti, ia menatap Luhan dengan tajam, “Siapa Lay ?”

Luhan menghembuskan napasnya berat, kenapa kalau membicarakan Seul Rin ia tak marah ? “Namja yang menolong Seul Rin kemarin, dia sahabat kami ketika di China dulu. Aku tak tahu apa yang dia inginkan hingga ia nekat pergi kesini sendirian”

Sehun mengangguk mengerti, pantas saja ia merasa familiar dengan nama itu karena Seul Rin terus memanggil Yi Xing dengan nama Lay. Iapun membuka pintu ruangan multimedia dan mengambil 2 kamera, sebelumnya ia mencoba kamera itu terlebih dahulu kemudian memberikan salah satunya ke Luhan, “Ambil satu, hati – hati memakainya, itu kami beli menggunakan uang kas (?)”

Luhan terkekeh, “Gomawo Hun, kau yang terbaik”

Merekapun keluar dari ruangan itu dan menuju ke kebun.

Suasana mulai hening sehingga Luhan mau tidak mau membuka pembicaraan agar tidak sunyi lagi, “Ah, ada yang aneh dengan Seul Rin.”

Jantung Sehun hampir berhenti ketika Luhan mengatakan itu, ia mulai memasang telinga lebar – lebar agar siap mendengar cerita Luhan.

“Gadis itu bisa berenang seingatku, tapi kenapa kemarin tak bisa ? Ada yang aneh”

Sehun menghembuskan napasnya lega, ah ternyata itu..

“Dan lagi, Lay tak mungkin nekat kesini sendirian dan meninggalkan pendidikannya. Pasti sesuatu terjadi disana”

“Kalau aku pindah ke China lagi bagaimana ?”

Pertanyaan Seul Rin kemarin kembali terngiang di benaknya, apa benar terjadi sesuatu disana ?

“Ah, sudah sampai. Ayo Hun !”

Dan mulai saat ini, konsentrasei Sehun mulai terpecah.

****

“Jadi dari kemarin dia tidak pulang ?” tanya Sehun pada Supir Kang di telepon.

“Ah, kalau begitu gomawo Ahjusshi” ujar Sehun kemudian menutup panggilannya dengan Supir pribadi keluarga Han itu. Ia menyandarkan tubuhnya sambil menutup mata, berpikir mengapa gadis itu tak pulang semalam ? Padahal jelas – jelas Sehun mengantarnya pulang.

“Kkk, kalau begitu aku ikut Hye~ya”

Suara itu membuat Sehun membuka matanya, ia melihat Rara yang berjalan bersama Hyera, teman sekelasnya. Dengan langkah terburu – buru Sehun berjalan kearahnya.

“Ah, Sehun~ah. Annyeong haseyo” sapa Hyera ketika melihat Sehun, sedangkan Rara hanya menatap Sehun tak suka.

“Aku ingin bicara sesuatu denganmu”

Sehun segera menarik tangan Rara setelah mengatakan itu, sedangkan Hyera hanya tak peduli karena mungkin pasangan itu akan kembali lagi.

“Aish, jangan tarik – tarik tanganku !” ujar Rara sambil menghempaskan tangannya. Ia melipat tangannya didepan dada.

“Dimana Seul Rin ?” tanya Sehun dengan nada penuh amarah.

“Mana kutahu ! Diakan CALON ISTRIMU” jawab Rara penuh tekanan.

“Aku sedang tak ingin berdebat denganmu Han Seul Ra”

“Dan aku sedang tak ingin bertemu dengan orang yang telah memutuskanku karena yeoja lain”

Sehun menghela napasnya, “Aku sedang serius, dimana Seul Rin ?”

“Aku bilang aku tak tahu  ! Semalam aku menginap di rumah Hyera, jadi aku tak tahu dimana yeoja itu. Puas ! Aku pergi !” jawab Rara dengan nada marah, bagaimana bisa Sehun bertanya padanya tentang orang lain jika ia sendiri masih menyukai Sehun sendiri ? Dan Sehun takkan pernah mengerti perasaannya.

Sehun terdiam ketika Rara berjalan meninggalkannya dengan langkah penuh tekanan yang menimbulkan suara yang agak bising dari high heelsnya. Ia menghela napasnya lagi, apa benar sesuatu sedang terjadi di China ?

****

Keesokkan harinya, tidak ada kegiatan belajar mengajar berlangsung. Guru – guru sedang mengadakan rapat untuk ujian akhir semester bulan depan. Dan saat ini kelas sedang ribut – ributnya karena Namjoo –ketua kelas mereka- sedang tidak ada karena dipanggil ke ruangan rapat.

“Ya ! Kalian ! Baru saja ditinggal 10 menit sudah ribut seperti anak ayam, cepat kembali ke tempat duduk masing – masing !” teriak Namjoo dengan kerasnya, bahkan urat – urat dilehernya sudah tibul dan jangan lupakan tumpukan kertas yang ia bawa dengan sebuah toples kaca berbentuk bulat

‘Brakk’

Tumpukan kertas dan toples itu dibanting begitu saja oleh si pembawa, dengan muka garang Namjoo melihat wajah anak buahnya itu, “Kalian !” ujarnya sambil menunjuk satu – satu anak buahnya, “Diam sebentar atau kukatakan pada guru – guru agar nilai kalian diturunkan !”

Dan ancaman tersebut berhasil membuat seisi kelas hening, wajah mereka tampak takut dengan ketua kelasnya itu. Namjoo memang sudah profesional menjadi Ketua Kelas, dengan sifat yang bijaksana dan tegas itulah yang membuat kelas yang ia pimpin dapat disiplin. Namun, jika yeoja itu sedang datang bulan, maka semua orang akan terkena ‘imbasnya’.

Namjoo berjalan ke bangku para siswa dan membagikan selembar kertas ke masing – masing siswa. Kertas itu berisi formulir tentang pentas seni, tunggu pentas seni ?

“Apa semua sudah kebagian ?” tanya Namjoo yang sudah kembali di meja guru. Semua siswa kemudian mengangguk sebagai jawaban. Kemudian Namjoo berkeliling lagi dan memberi tanda ke mereka untuk mengambil satu bola di dalam toples. Setelah semua kebagian, ia kembali ke meja guru dan menulis sesuatu di papan tulis,

“Daftar pemeran di Cinderella Love Story”

Semua siswa dengan antusias membuka isi dari bola yang mereka ambil, namun tak lama kemudian mereka mendesah karena tak mendapatkan peran yang mereka inginkan.

“Baiklah, isi formulir kalian dan cepat kumpul ke aku, sekarang !”

Dengan cepat semuanya mengisi formulir dan mengumpulkannya ke Namjoo, saat ini gadis itu sedang mengopi nama pemeran pentas seni itu.

“Namjoo~ya”

“Hm ?” balas Namjoo ketika mendengar ada yang memanggilnya, ia melihat Sehun yang mengangkat tangan, “Ada apa Hun~ah ?”

Sehun menurunkan tangannya kemudian mengarahkan dagunya ke bangku Seul Rin yang kosong, “Seul Rin tidak ikut pentas seni ?”

Namjoo mengernyitkan alisnya, “Dia ikut, aku yang tidak ikut karena aku adalah sutradara kalian. Memang ada apa ?”

“Dia tidak masuk, apa dia tak apa ?”

“Ah, apa aku kemarin tidak mengatakan mengapa ia izin kemarin ?” tanya Namjoo yang lebih seperti teriakan. Dan dijawab gelengan oleh teman – temannya.

“Astaga, bodohnya aku” ujar Namjoo sambil memukul – pukul kepalanya, “Ah, sudahlah. 2 hari yang lalu Seul Rin izin untuk kembali ke China”

“APAA ??!!” teriak semua siswa tak percaya, terutama Luhan dan Sehun.

“Aisshh, jangan berteriak seperti itu” ujar Namjoo kemudian melanjutkan acara menulis nama pemeran di kertas yang lain, “Dia hanya izin selama 2 hari, besok ia kembali”

“Ah, begitu~” jawab semua siswa bersamaan.

“Kenapa ?”

“Hah ?” Namjoo melihat Luhan yang tampak antusias dengan topik ini, iapun menghentikkan aktivitas menulisnya, “Eommanya sakit keras, dan aku dengar kalau kondisinya sangat kritis makanya ia kembali. Sungguh anak yang berbakti, berhati lembut dan cerdas, benar – benar seperti malaikat” ujar Namjoo kemudian melanjutkan aktivitas menulisnya.

Luhan menoleh kebelakang, membuatnya berhadapan dengan Sehun, “Kau tak bilang kalau Bibi Han sedang sakit”

Sehun menghendikkan bahu, “Mana kutahu, setahuku ia baik – baik saja. Lagipula Bibi Han ada di Perancis bukan di China” jawab Sehun seadanya.

Luhan tampak bingung, “Lalu, siapa Eomma yang dimaksud ?” tanyanya.

Sehun menggelengkan kepalanya kemudian mengambil buku dan membacanya, “Mungkin Eommamu, iakan sudah menganggapmu saudara”

‘Degg’

Dan ucapan Sehun membuat perasaan Luhan tak tenang.

“Baiklah, kubacakan pemerannya :

Pangeran 1       : Lu Han, Oh Sehun

Cinderella        : Han Seul Rin

Kakak Kandung : Do Kyung Soo

Kakak Tiri       : Kim Ah Jung, Jung Eun Ra

Ibu Tiri             : Jo Eun Chan

Pengawal         : Kim Jong In, Go Min Hyuk, Park Song Ki

Raja                 : Park Chanyeol

Ratu                 : Im Soo Jung

Peri                  : Kim Joonmyeon, Hwang Miri

Lain – lain       : Kim Namjoo (Sutradara), Jung Min Hee (Penulis Naskah), Byun Baekhyun, Kim Taehyun, Leo Jung, Kim Shin Yeong (Penata Rias dan Tata Latar)”

-TBC-

“Seul Rin, namamu seindah wajahmu”

“A-aku mau Pangeran Lu”

“Tapi Pangeran Oh..”

“Saranghae”

 

Trailer For Next Chap

“Aku membencimu Luhan Oppa ! Kau terlalu mencintai Rara Eonni !”

“Aku takkan memberi tahumu !”

“Dia jahat Hun~ah, karena dialah Bibi Lu meninggal”

“Kau.. Namja teregois yang pernah kutemui”

“Maafkan aku”

Kyaa~, akhirnya TO 2 udah kelar.. Tinggal nunggu hasil deh xD. Gimana Ffnya ? Tambah gaje ya ? Fantastic minta maaf deh.. Dan trailer pertama itu buat dramanya, bukan ff baru xD.. Tolong RCL ya ? Jangan jadi siders oke 😉

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

43 thoughts on “Love Story part 5

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s