Diposkan pada avyhehe

A Fatal Mistake

a fatal mistake

AUTHOR: avyhehe / @a_vy

LENGTH: Ficlet

GENRE: Crime, Suspense, Drama

RATED: PG-12

CHARACTERs: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Park Jung Chan (OC)

Disclaimer: Me and those who inspired me

A/N: Fanfic buat ngelunasin utang ke temen.

______________________________

“go to hell with your bestfriend”

_______________________________

Darah segar terbatuk keluar dari mulutnya, saat dadanya diinjak oleh sepatu bersol tebal yang seolah terus menekannya tiada ampun tersebut.

“Belum mati juga, huh?” ujar si pemilik sepatu bersol tebal itu sambil terus menekankan kakinya pada lelaki tak berdaya yang kini terbaring di hadapannya. Lelaki itu mengerang, pandangannya yang mulai mengabur masih terus berusaha menatap oknum yang tengah menginjaknya itu, dan beribu pertanyaan kini bermunculan di benaknya.

“Siapa kau? apa yang kau inginkan dariku? kenapa kau tega melakukan ini padaku?”

Mendengar berondongan pertanyaan itu, oknum yang menginjak tubuhnya hanya tertawa mencemooh, kemudian membuka masker hitam yang sejak tadi menutupi separuh wajahnya.

“Park Jung Chan?” seru si lelaki tidak percaya saat ia mengenali wajah tersebut dengan sangat baik, yakni wajah wanita yang sangat dicintainya, wanita yang baru sebulan yang lalu resmi menjadi istrinya.

“Jung Chan… wae…?” ujarnya  sekali lagi dengan suara lemah, seolah meminta penjelasan pada wanita dihadapannya itu.

“Ini adalah bayaran karena telah menghancurkan hidupku, Park Chanyeol.” ucap Jung Chan sengit , sedangkan kedua bola matanya menampakkan kilatan dendam yang seakan telah dipendamnya sejak lama. Ia menginjak dada Chanyeol lagi dengan sekuat tenaga, membuat mulut lelaki itu kembali membatukkan cairan berwarna merah, menodai hem berwarna putih gading yang tengah dikenakannya.

“Jung Chan… aku…” Chanyeol kembali berujar, tangannya menggapai-nggapai ke atas dengan putus asa, namun Jung Chan hanya menempelkan telunjuk di mulutnya dan menyuruh lelaki itu untuk terdiam, “Sssshhh—” desisnya sambil merogoh saku celananya.

Chanyeol pun membelalak lebar saat dilihatnya wanita itu mengeluarkan sebuah pistol manual berlaras pendek dari saku celananya, kemudian mengarahkan moncong senjata api itu tepat ke depan dahinya.

go to hell, Park Chanyeol.”  ucap Jung Chan dengan seringainya yang mengerikan, disusul dengan suara tembakan yang bergema ke seluruh bagian basement kantor tersebut, disertai cipratan darah segar yang memercik ke segala arah.

Baekhyun baru saja keluar dari arah dapur dan berniat kembali ke kamarnya, saat ia merasakan sebuah kain tipis dengan  bau yang menyengat menutupi hidung dan mulutnya. Ia kenal betul dengan bau itu, bau cairan bius yang sering dipakainya setiap kali menjalankan misinya sebagai seorang pembunuh bayaran.

Menyadari waktu yang dimilikinya untuk membebaskan diri dari bekapan itu tidaklah banyak,lelaki itu langsung meronta dengan sangat kuat, karena ia sangat tahu bahwa hanya dalam hitungan detik saja, cairan itu bahkan sanggup melumpuhkan seekor gajah sekalipun.

Sayangnya, sepertinya usahanya membebaskan diri itu sia-sia belaka, karena sebelum ia sempat memberikan perlawanan lebih lanjut, sebuah benda yang keras menghantam tengkuknya hingga ia jatuh tidak sadarkan diri.

Sreeettt… sreettt…

Baekhyun membuka matanya saat merasakan tubuhnya diseret dengan kasar ke suatu tempat, dan ia langsung menyadari jika kedua tangannya kini tengah diikat dengan sangat kuat. Menyadari kedua kakinya tidak bernasip sama seperti kedua tangannya, malahan menjuntai dengan bebas tanpa terikat sedikitpun , ia pun berniat untuk cepat-cepat berlari kabur.

Tapi entah kenapa,kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan, bahkan kini terasa sangat nyeri dan sedikit mati rasa.

“Sudah bangun, huh?” ujar seseorang yang sejak tadi terus menyeretnya, “bersabarlah karena sebentar lagi kita akan sampai, dan jangan berpikir untuk kabur, karena kedua kakimu sudah kupatahkan,”

Mata Baekhyun membelalak lebar setelah mendengar perkataan itu, dan benar saja, dua buah tulang patah terlihat mencuat keluar dari dalam betisnya, menandakan kaki-kaki yang malang itu memang benar-benar sudah dipatahkan. “Arrrrgghhh…” erang lelaki itu seraya menatap kedua kaki dihadapannya dengan tatapan nanar.

Sesampainya di sebuah ruangan sempit yang lumayan gelap, Baekhyun bisa merasakan tubuhnya dihempaskan dengan keras ke sebuah sudut, hingga punggungnya membentur tembok ruangan yang berada di belakangnya.

“Si… siapa kau…?” desis Baekhyun terbata pada sosok berbaju hitam dan bermasker hitam di hadapannya, yang kini tengah berjalan mendekatinya dengan memegang karung berwarna putih di tangan kirinya. Ia lalu menjungkir balikkan karung tersebut di hadapan Baekhyun, dan sebuah benda pun terjatuh dari dalamnya.

Baekhyun memekik tertahan, saat sebuah kepala manusia terjatuh dihadapannya dan menggelinding ke arahnya, sedangkan air mata lelaki itu mulai mengambang di pelupuk matanya saat menyadari potongan kepala itu adalah milik sahabatnya, Park Chanyeol.

“Kau…” Baekhyun menatap orang dihadapannya dengan suara yang bergetar, “…apa yang kau inginkan dariku?!” serunya dengan cukup keras hingga teriakannya menggema dalam ruangan gelap itu.

“yang kuinginkan…?” orang dihadapannya malah balik bertanya pada dirinya sendiri dan tertawa sarkastis,”yang kuinginkan, Tuan Byun, adalah nyawamu,” bisiknya penuh penekanan di telinga Baekhyun. Dibukanya masker hitam yang sejak tadi menutupi wajahnya, membuat mata Baekhyun membelalak saat mengetahui identitas asli dari pembunuh Chanyeol itu.

“Park… Jung Chan…” gumam Baekhyun tak percaya, ia tak pernah menyangka bahwa istri sahabatnya itu sanggup membunuh suaminya sendiri, bahkan sekarang tengah mencoba membunuhnya.

Jung Chan menyeringai lebar, “apakah kau tahu,  Tuan Byun? nyawa selalu dibalas dengan nyawa, dan pembalasan itu selalu lebih keji.” ujarnya seraya meraih sebuah jirigen di sebelah Baekhyun, kemudian memercikkan isinya yang berupa cairan keruh tersebut ke sekujur tubuh lelaki yang hanya terdiam tidak berkutik di hadapannya.

“Kau, apa yang—” Baekhyun tak dapat melanjutkan kata-katanya lagi, saat cairan yang ternyata adalah bahan bakar itu terpercik masuk ke dalam mulutnya, membuatnya tersedak berkali-kali karena tubuhnya menolak cairan kimia tersebut memasuki kerongkongannya.

Jung Chan berjalan menjauh setelah ia usai menyiramkan seluruh isi jirigen, dan ia pun melempar jirigen kosong itu dengan asal ke arah samping. Wanita itu lantas menyalakan pemantik api di tangannya, dan tanpa banyak bicara, ia melemparkannya pada Baekhyun yang kini tengah menatapnya dengan pandangan ngeri.

go to hell with your best friend.”

Bwoshhhhhhhhhhh…!!!

Jilatan lidah api pun tampak menari-nari di sekitar lelaki itu dan mulai merambat untuk membakar tubuhnya, membuat Baekhyun memekik keras karena rasa panas menjalari sekujur tubuhnya, dan rasa sakitnya bahkan tidak sanggup dideskripsikan olehnya.

“ARRGGGGHHHHHHHHH…!!!”

—-

Seoul, 2014—Two years ago

—-

“Chagi, kau tidak perlu repot-repot membuatkanku teh semalam ini,” wanita bernama Jung Chan itu tersenyum tipis pada suaminya–yang kini tengah sibuk berkutat di dapur dengan sebuah cangkir di tangan kirinya, dan sebuah panci berisi air panas di tangan satunya.

“Tidak, aku tidak merasa repot sama sekali,” ujar lelaki itu sambil meneruskan kegiatannya dengan serius, “apalagi dua bulan lagi kau akan melahirkan, jadi anggap saja aku sedang  memberikan service gratis padamu,” ia menoleh kebelakang untuk  membalas senyum istrinya, dan beberapa saat kemudian, kakinya berjalan menghampiri Jung Chan dengan membawa secangkir teh yang sudah jadi.

“Terima—” Jung Chan mengulurkan tangannya untuk menerima teh itu, namun seketika ia menghentikan kegiatannya saat dilihatnya suaminya tengah berdiri membeku dengan tatapan yang membelalak ke arah depan.  

“Chagi, kau kenapa?” tanya Jung Chan khawatir karena air muka suaminya yang tiba-tiba berubah itu, seperti baru saja memergoki sesosok hantu di siang bolong.

Dor!

sebuah suara tembakan tiba-tiba tertangkap oleh telinganya, diikuti dengan sebutir peluru yang meluncur dari balik tubuh wanita itu, dan menembus tempurung kepala suaminya yang berdiri di hadapannya hanya dalam satu kerjapan mata.

Tubuh si suami seketika ambruk ke lantai, cangkir yang digenggamnya ikut terjatuh dan menghantam permukaan lantai hingga  pecah berkeping-keping.  Jung Chan menatap adegan dihadapannya dengan raut muka tidak percaya, bahkan ia tidak sempat berkata apa-apa saking cepatnya adegan itu terjadi.

“Aaaaaaaaaaahhhhh….!!!!” wanita itu memekik keras-keras dengan kedua tangan menutupi mulutnya, ia pun beringsut mendekati suaminya yang kini telah terbujur di atas lantai dengan darah segar yang mengucur keluar dari kepalanya.

 Dengan emosi yang sanggup membakar semua benda di sekelilingnya, Jung Chan lantas mendongak dan menatap nyalang ke arah dimana peluru itu berasal, dan seketika giginya bergemeretak penuh amarah saat menyadari seorang lelaki yang sudah lama dikenalnya tengah berdiri disana.Tangan lelaki itu menggenggam sebuah senapan yang masih teracungkan ke arah depan.

“Byun Baekhyun! beraninya kau…” seru Jung Chan dengan amarahnya yang siap meledak kapan saja. “cepat katakan padaku, siapa yang menyuruhmu melakukan ini?!!”

Sebelum Baekhyun sempat menjawabnya, tiba-tiba seorang lelaki lain muncul dari balik tubuh Baekhyun, dan menatap Jung Chan dengan tatapan yang dipenuhi kesedihan disertai rasa sesal yang begitu mendalam.”mianhae… aku harus melakukannya, Jung Chan… karena aku mencintaimu.” ujar lelaki bertubuh tinggi itu seraya berjalan mendekati Jung Chan yang kini tengah menatapnya tidak percaya.

“Park Chanyeol!” Jung Chan beringsut mundur saat jaraknya dengan lelaki itu semakin menipis, apalagi sekarang Chanyeol tengah menodongkan sebuah pistol yang baru saja diambilnya dari balik jas hitamnya.

“Mianhae…” Chanyeol meminta maaf lagi sambil menutup matanya, telunjuknya menarik pelatuk pistol tersebut, dan sebutir peluru melesat keluar menghantam perut Jung Chan yang kini tengah hamil tua. Tubuh Jung Chan pun ambruk di sebelah suaminya yang sudah tidak bernyawa, dan wanita itu lalu meraih tangan suaminya kemudian menggenggamnya erat-erat sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.

“Saranghae, Oh Sehun…”

 –

________________

THE END

________________

sebenernya fanfic ini nggak bisa dibilang ficlet, tapi aneh juga kalau dibilang oneshot, jadi akhirnya length-nya saya tulis ficlet. ah, dan maaf tulisan ini geje soalnya saya nggak bakat nulis romance, jadinya malah suspense. lagi pengen nulis bunuh-bunuhan.

sekalian mau promosi blog sendiri, https://lazywonderland.wordpress.com/ wahahaha *modus*

komen?

Iklan

Penulis:

Writer - Painter - Gamer - Reader

7 tanggapan untuk “A Fatal Mistake

  1. serem banget, cara ngebunuhnya juga ngeri banget, tpi sebelum jungchan nyebut nama suaminya yg dulu aku malah pnasaran siapa yg jadi suaminya jungchan dulu, trnya sehun 😀
    keren keren, ditunggu next ffnya 🙂

  2. waduh wadduuuuh ini ngeriiiii…
    so sadiiiis…
    ya ampun, kedua bebep q tewas mngenaskn gitu…
    dr awal aq udh mnduga, pasti BaekYeol ini punya slh besar sm Jung Chan… eh trnyta bner z, d msa lalu BaekYeol udh ngbunuh suami n calon anaknya Oh Jung Can…
    ya ampuuun, aplgi ini, trnyyta selingkuhn q jg tewas ya… aduuuuh…
    wajar z ch klo Jung Chan bls dendam mpe sgtu nya, BaekYeol yg mulai duluan…
    Cinta mmbutakn segalanya, dan dendam menguatkn diri seorng Jung Can yg adlh yeoja…
    aq tnggu ff lainnya ya author…
    terus semangatt ya, tp jgn yg sadis2 lg ya…
    mian …. makasih…
    salam kenal 🙂

    1. Wahaaha… aku jg gak tega liat baekyeol yg matinya nggak wajar itu, sama sehun yg nyempil2 udah jd mayat u.u
      makasih udh ninggalin jejak, salam kenal juga, hiks… muup penpiknya terlalu psiko

  3. Keren banget ffnya 😀
    awalnya aku kira Jungchan bunuh Yeol karena:
    1. Jungchan mau hartanya Yeol
    2. Jungchan selingkuh sm Baek/?

    tautau Jungchan bunuh BaekYeol gara gara BaekYeol ngebunuh Sehun sama anaknya :”(

    — btw imajinasi aku tentang Jungchan keren bgt disini..

    1. Hai, makasih ya udah ninggalin jejak yg lumayan panjang, aku terharu… huhuhuh nangis bombay
      Awalnya ngira baekyeol humuan ya? wkowkwok … aslinya pengen dibikin gitu tp geli2 gmna gitu hahaha
      jung chan disini semacam cewek psikoooo aa takut sembunyi di ketiak sehun

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s