[1st] Dark of The Blood(Beginner Death)

dark-of-the-blood1

Nealra Present Dark of The Blood-Beginner Death

Casts :
Kim Junhee(OC)||Park Chanyeol||Kim Jongin||Oh Sehun||Tao

and Kang Minah(OC)||Kim Junmyun||Min Jaein(OC)||Kim Minseok

in Supernatural||Fantasy||School-life||Romance||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Jungleelovely @ Poster Channel

Gadis berambut hitam pekat dengan bola mata hitam itu berjalan menyusuri rindangnya pepohonan. Sesekali rambutnya mengibas tertiup oleh angin. Musim panas ini tidaklah dingin, tapi gadis manis itu tak henti menggosok kedua tangannya seolah ia merasa kedinginan.

“Hey!” Suara berat mengalun di telinga gadis itu. Entah darimana, seorang pria telah berada tepat di belakangnya. Gadis itu seakan tersambar petir mendengar suara berat itu. Ia mencoba menjauh tapi kedua tangannya telah terkunci oleh genggaman si pria.

Gadis itu tak dapat melihat wajah si pria yang berada di belakangnya. Tangannya terkunci di belakang tubuhnya. Ia tak dapat memberi perlawanan berarti terhadap kekuatan pria itu.

“Kim Junmyun. Berikan benda yang kau terima darinya” Bisikan pria itu membuat si gadis semakin ketakutan “O-oppa, tidak memberikan apapun kepadaku”

“Apa kau bercanda?” Terdengar jelas bagaimana pria itu menahan amarahnya. Bersamaan dengan itu, tangan si gadis semakin basah. Hal ini membuatnya berhasil melepaskan tangannya dari pria itu, tapi pria itu sigap menarik si gadis ke dalam pelukannya.

“Sebaiknya kau menyerah!” si pria menatap gadis yang tengah menunduk menatap bajunya. Menggunakan tangannya yang bebas, ia mengangkat dagu gadis itu, membuat mata mereka bertemu. Bola mata hitam pekat dan pastel kemerahan itu beradu pandang sepersekian detik hingga mata hitam pekat mengalihkan pandangannya.

Pastel kemerahan itu tampak semakin memerah “Berhenti bermain-main denganku!” geram pria itu. Si gadis tak dapat membohongi dirinya yang telah bergetar.

“Hentikan!” Suara lain menginterupsi tatapan pria itu. Seorang yang tak dikenali muncul dari bayangan pepohonan. Pria yang dipenuhi kegelapan itu melanjutkan ucapannya “Kim Junmyun telah ditemukan. Jadi berhentilah bermain-main dengannya, Tao”

Pria bernama Tao itu tersenyum sarkatis. Ia melepaskan genggamannya dari gadis itu lalu berjalan mendekati pria yang baru saja muncul. Sekilas ia berbalik menatap gadis itu “Game over, Kim… Jun… Hee”

Kedua pria itu menghilang di balik bayangan pepohonan. Gadis itu, Kim Junhee, terduduk dengan tubuh yang bergetar hebat “Oppa, apa yang terjadi? Kenapa mereka mencarimu untuk benda itu?”

~-~

            Bel baru saja berbunyi beberapa detik lalu. Kelas-kelas masih kosong tak terisi oleh guru. Kim Junhee memasuki kelasnya dengan tumpukan buku di genggamannya. Salah seorang siswa sigap membantu Junhee “Perempuan tidak seharusnya bekerja berat seperti ini”

Junhee tersenyum “Terima kasih, Park Chanyeol” Laki-laki itu balas tersenyum. Sebagai wakil ketua kelas, Junhee menggantikan ketua kelasnya yang sedang berhalangan untuk membantu guru. Ia membagikan buku itu kepada teman-temannya dibantu oleh Chanyeol. Pekerjaan telah selesai. Junhee dan Chanyeol kembali ke tempat duduk mereka.

“Junhee, sebaiknya kau yang jadi ketua kelas. Kaulah yang melakukan semua pekerjaan ketua kelas dan ketua kelas tidak bertanggung jawab itu hanya sibuk dengan urusan basketnya” Celetuk Min Jaein, teman sebangkunya.

Brakk… Pintu kelas dibuka dengan kasar oleh seorang siswa. Siswa itu mendekati bangku Junhee dan Jaein “Aku mendengarmu, Min Jaein”

Jaein menelan salivanya. Ia menunduk tak berani menatap mata marah ketua kelasnya, Kim Jongin. Jongin berdiri di sisi Junhee. Ia memajukan badannya ke arah Jaein, tapi wajah bagian sampingnya justru sangat dekat dengan wajah Junhee. Junhee tak bisa maju atau pun mundur. Ia juga ketakutan melihat amarah ketua kelasnnya.

“Sebaiknya kau jaga omonganmu, Min Jaein. Semua orang bisa bekerja tapi tidak semua orang bisa menjadi ketua kelas. Kau benar-benar akan ada dalam masalah kalau aku mendengarnya lagi” geram Jongin. Jaein hanya bisa menunduk, sementara Junhee juga sangat gugup karena wajah Jongin sangat dekat dengan wajahnya.

Jongin menghembuskan nafas kasar lalu berbalik menatap Junhee. Junhee amat terkejut tapi ia berusaha setenang mungkin. Wajah mereka yang amat dekat membuat mereka dapat merasakan deru napas masing-masing.

“Kau telah melanggar peraturan, Kim Junhee” ucap Jongin dengan penekanan. Junhee menautkan alisnya tanda tak mengerti “Apa maksudmu?”

Jongin berdiri tegap, ia merogoh sesuatu dari sakunya. Setelah mendapati HP-nya ia menunjukkan sebuah rekaman CCTV. Sekilas ia melihat salah satu teman sekelasnya yang bernama Kang Minah tengah berbicara dengan seorang pria berjas hitam yang tampak tak asing baginya. Ia tak bisa melihat jelas orang itu karena rekaman itu dipercepat. Rekaman itu terhenti saat menampakkan dirinya dan seorang pria tengah berpelukan. Junhee membekap mulutnya melihat rekaman itu. Ia ingat siapa orang itu. Orang itu adalah Tao, orang yang mencari kakaknya.

“Bagaimana kau menjelaskan rekaman ini, Kim Junhee? Kau berkencan dan mengijinkan pacarmu masuk diam-diam ke asrama?” Ucapan Jongin terdengar sangat menuduh.

Junhee menunduk. Ia menggeleng lemah. Ia tak bisa memberitahu yang sebenarnya karena masalah ini adalah masalahnya sendiri.

“Cepat jawab!” Jongin menggebrak meja Junhee. Semua terdiam, tak ada yang berbicara atau bahkan bergerak. Tatatapan tajam Jongin masih tertuju pada bola mata hitam pekat itu.

“Ehm! Kupikir kau sudah berlebihan, Kim Jongin” Suara itu berasal dari Chanyeol. Ia menghampiri mereka dan berdiri di antara mereka “Masalah ini adalah masalah OSIS jadi biarkan aku menyelesaikannya. Terima kasih atas infomu. Dan sebaiknya kau kembali ke tempat duduk. Karena guru juga sudah ada”

Jongin kembali ke tempat duduknya dengan tangan yang mengepal. Chanyeol sendiri tersenyum kepada Junhee untuk menguatkannya sebelum ia kembali ke tempat duduk.

Kelas diambil alih oleh Guru Jung “Benar kata Park Chanyeol. Biar masalah ini diselesaikan oleh OSIS. Sekarang saya akan memperkenalkan murid baru kepada kalian” Kalimat terakhir guru Jung membuat keributan di kelas. Semua saling berkasak-kusuk mengenai murid baru ini.

Seorang siswa memasuki kelas. Ia berdiri di samping guru Jung “Perkenalkan nama saya Oh Sehun. Senang bertemu dengan kalian” Sehun membungkuk kecil. Sebagian besar gadis di kelas itu tampak terpesona. Berbeda dengan Kang Minah yang tampak tidak suka dengan kedatangan anak baru itu. Anak baru itu duduk di bangku terakhir bersama si cupu Byun Baekhyun.

“Kim Jongin, kuharap kau mengajak Oh Sehun untuk berkeliling sekolah” tambah guru Jung. Jongin mengangguk. Pelajaran pun dimulai tanpa ada gangguan lagi.

~-~

            Bel istirahat berbunyi. Tatapan Jongin kembali terarah pada Junhee. Chanyeol mendekati Junhee “Ayo kita ke ruang OSIS. Kau tidak akan mendapat masalah karena aku yakin kau memang tidak salah” Chanyeol merangkul Junhee dengan lembut lalu beranjak keluar kelas. Terlihat jelas raut tidak suka di wajah Jongin.

“Kau menyukai gadis itu?” Pertanyaan yang berasal dari Sehun itu membuat Jongin makin murka “Aku membenci gadis itu” ucapnya penuh penekanan. Sehun mengangguk “Kalau begitu aku salah. Tapi, bukankah sudah waktunya kau mengajakku berkeliling?” Jongin mengangguk lalu berjalan keluar memulai tour mereka.

Sementara Junhee dan Chanyeol telah berada di ruang OSIS. Kedatangan mereka disambut oleh Kim Minseok, ketua OSIS “Tumben uri Juni datang ke ruang OSIS” ucap Minseok dengan gaya imutnya. Junhee hanya tersenyum kecil menyambut candaan ketua OSISnya itu.

Minseok mendekati Junhee dengan tangan yang terbuka lebar siap untuk memeluk “Aku merindukanmu, uri Juni” Sebelum itu, Chanyeol telah sigap berdiri di depan Minseok lalu membalas pelukan ketuanya itu “Aku juga merindukanmu, ketua” Sekali lagi Junhee hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka.

“Junhee terlibat dalam masalah” Bisik Chanyeol pada Minseok. Minseok buru-buru melepaskan pelukan mereka lalu bersikap normal “Baiklah. Kalau begitu kalian berdua bisa duduk lalu menjelaskan masalahnya kepadaku” Sikap Minseok berubah 180 derajat dari sebelumnya. Ia tampak sangat serius.

Chanyeol pun menjelaskan masalahnya sekaligus menunjukkan rekaman itu. Minseok mengangguk-ngangguk “Jadi, bagaimana penjelasanmu, Kim Junhee?”

“Aku sudah melaporkan ke piket kalau kakakku akan datang. Setelah aku kesana ternyata bukan kakakku yang datang melainkan teman kakakku. Kakakku sedang berhalangan jadi dia yang menggantikan kakakku” Jelas Junhee, berbohong.

“Tapi, kenapa kau tidak kembali melaporkan bahwa kau sudah bertemu orang itu agar piket dapat mencatat siapa-siapa saja yang keluar masuk sekolah?” tanya Minseok.

“Maaf. Aku buru-buru. Aku memang salah. Tidak masalah jika aku dihukum” Junhee menunduk, menyesal.

“Aku percaya jadi aku tidak akan mempermasalahkannya nanti. Tapi kau harus tetap menerima hukuman. Hukumanmu adalah membersihkan WC sepulang sekolah selama seminggu” Minseok mengakhiri ucapannya. Terdengar desahan kecewa Chanyeol. Ia tidak terima tapi peraturan tetaplah peraturan, tak ada yang boleh melanggarnya, siapapun orang itu.

Junhee dan Chanyeol pun kembali ke kelas. Tidak sengaja mereka berpapasan dengan Jongin dan Sehun yang tengah berkeliling. Jongin telah mengajak Sehun mengelilingi sebagian besar gedung sekolah sekarang ia membawa Sehun ke taman depan yang berdekatan dengan tempat parkir.

Pepohonan yang rindang dengan angin yang berdesir lembut membawa ketenangan di taman itu. Sehun menghirup napas dalam-dalam merasakan kesejukan tempat ini “Apa banyak siswa yang sering kesini?”

“Tidak juga. Mereka hanya kesini ketika mereka kedatangan tamu dari luar” Jawab Jongin. Langkah Jongin terhenti. Ia menatap kamera CCTV dalam diam. Sehun mengikuti pandangan Jongin. Ekspresinya tampak biasa-biasa saja. Ia menengok kesana kemari lalu mengangguk dengan senyuman tipis yang teramat sulit untuk disadari.

~-~

            Petang telah tiba. Semburat kemerahan menghiasi langit. Bersamaan dengan itu, para siswa satu persatu kembali ke asrama mereka. Berbeda dengan Jongin yang lebih memilih menuju ke lapangan basket terlebih dahulu.

Langkahnya terhenti di depan toilet ketika ia mendengar suara yang dikenalinya sedang bersenandung. Jongin semakin mendekat dan dapat ia lihat Junhee tengah mengepel lantai toilet dengan gembira, bukan malah tertekan. Junhee masih tak menyadari kedatangannya.

Jongin mengepalkan kedua tangannya. Entah apa yang menyebabkan amarahnya. Ia menendang ember yang berisi air, membuat semuanya tumpah ke lantai, lalu bergegas meninggalkan toilet itu.

Sementara Junhee yang mendengar keributan segera mengecek apa yang terjadi dan betapa terkejutnya ia mendapati kekacauan ini. Junhee tak bisa berkata apa-apa selain membersihkannya kembali.

Tidak berselang lama, Chanyeol tiba dengan napas tersengal-sengal “Ma-maaf aku terlambat. Banyak yang harus diurus di ruang OSIS”

“Bukankah sudah kubilang untuk tidak membantuku”

“Percuma, Junhee. Berapa kalipun kamu bilang, aku pasti akan membantumu” Chanyeol menepuk bahu Junhee lalu membersihkan tumpahan air yang masih menggenang.

“Terima kasih. Entah sudah berapa kali kau membantuku” Junhee tersenyum pada Chanyeol yang juga dibalas senyuman.

Dari jauh seseorang memperhatikan Junhee sejak tadi “Ada yang benci melihat senyumannya. Ada juga yang justru sangat ingin melihat senyumannya”

~-~

            Hari ini adalah hari terakhir hukuman Junhee yang juga sekaligus merupakan Out School Day. Out School Day adalah hari dimana siswa keluar dari sekolah setelah jam pelajaran berakhir. Tapi keluar yang dimaksud adalah belajar di luar. Untuk satu malam itu, mereka akan menginap di dalam hutan yang masih daerah sekolah mereka. Mereka telah diberikan tugas khusus diluar dari bagaimana mereka bisa bertahan di dalam hutan. Jadi Out School Day adalah kegiatan yang mengharuskan para siswa mempersiapkan mentalnya. Kegiatan ini diadakan di setiap akhir bulan.

Sebagian besar siswa telah menuju ke hutan dimana mereka akan menginap. Sementara Junhee masih harus menyelesaikan tugas membersihkannya. Chanyeol sendiri tengah sibuk di ruang OSIS untuk mempersiapkan Out School Day jadi ia tidak sempat membantu Junhee.

Sehun memasuki toilet itu “Sudah kutebak” gumam Sehun. Junhee berbalik “Ada apa, Oh Sehun?”

“Aku ingin pergi bersamamu ke hutan. Kau tahukan aku masih anak baru. Ketua kelas tidak ada, jadi hanya kau satu-satunya harapanku” Jelas Sehun. Junhee mengangguk mengerti “Tapi, aku masih harus menyelesaikan ini”

“Tidak masalah. Akan kubantu” Tanpa diijinkan Sehun segera membantu Junhee. Kali ini Junhee tak menolak, karena ia memang harus menyelesaikan ini lalu segera ke hutan sebelum gelap.

Sepuluh menit kemudian, mereka telah menyelesaikan semuanya. “Baiklah, sekarang kita ke ruang OSIS untuk melihat daerah kita” ajak Junhee.

Setibanya di ruang OSIS, Junhee dan Sehun mendapati Chanyeol yang masih sibuk melayani siswa-siswa lain “Junhee~” tapi ia masih sempat menyapa Junhee. Junhee membalasnya dengan senyuman.

Mereka memilih menunggu hingga hanya ada mereka bertiga di ruangan itu “Junhee, kamu ada di daerah satu bersamaku”

“Bagaimana dengan Oh Sehun? Dia masih anak baru. Kuharap aku bisa bersama dengannya” tanya Junhee. Chanyeol terdiam sejenak lalu mengangguk “Baiklah. Kuijinkan. Tapi, sebaiknya, Oh Sehun, cobalah semprotan rambut ini”

Chanyeol mengulurkan sebuah botol semprot “Semprotan rambut ini akan menjaga rambutmu tetap rapi” Sehun mengangguk lalu menyemprotkannya. Satu detik. Dua detik.

“Kenapa rasanya panas?” Sehun memegang kepalanya. Saat itu juga tawa Chanyeol berhamburan “Itu bukan semprotan rambut tapi semprotan panas bagi yang masuk angin atau pegal-pegal”

Bukannya kasihan, Junhee malah ikut menertawakan Sehun. Sehun buru-buru mengipasi kepalanya. Ia menatap Chanyeol dan Junhee yang tengah tertawa lalu ikut tertawa.

“Ayo kita pergi!” Ajak Chanyeol

~-~

            Tenda telah terpasang dengan rapi di daerah satu. Siswa-siswa mencari makanan  sementara Siswi-siswi menjaga tenda dan mempertahankan api unggun. Begitu pula dengan Junhee yang tengah berada di dalam tenda bersama Jaein.

“Jaein, apa hanya kita berdua yang seharusnya di tenda ini?” tanya Junhee. Jaein berpikir sebentar lalu menggeleng “Sepertinya tidak. Han Soyoung harusnya bersama kita, tapi dia sakit jadi dia tinggal di asrama” Junhee mengangguk mengerti.

“Aku akan menjaga api unggun di luar. Kau mau tetap di dalam?” ajak Junhee. Jaein mengangguk “Aku masih harus merapikan tenda ini”

Tak ada siapapun di luar. Junhee mengeratkan jaketnya sambil mengawasi kegelepan yang ada di balik pepohonan. Sebuah bayangan melintas dari balik pepohonan itu. Junhee berdiri ia mendekati kegelapan itu “Siapa disana? Chanyeol? Oh Sehun?”

Terdengar suara langkah kaki yang menjauh. Junhee segera mengambil senter “Siapa disana?” Ia mengikuti suara langkah itu. Semakin lama terdengar semakin dekat dan tanpa disadari, Junhee telah masuk terlalu jauh ke dalam hutan. Ia bahkan tidak tahu dimana ia berada sekarang. Segalanya terlihat sama, pepohonan dan langit gelap tanpa bulan.

Badannya tak berkutik setelah melihat sesosok manusia dalam bayangan kegelapan dengan mata berwarna merah darah yang tengah menatapnya lurus. Sosok itu perlahan melangkah mendekati Junhee. Junhee begitu takut, tangannya gemetaran, bahkan senter di tangannya pun telah menghilang sedari tadi. Semakin dekat, bola mata merah darah itu semakin memerah.

Semua terjadi begitu cepat, ketika seseorang mengunci tangan Junhee di belakang lalu menutup matanya. Junhee merasakan angin kencang yang berhembusan di sekitarnya tapi ia tidak benar-benar tahu apa yang terjadi. Sepersekian detik kemudian, angin tak lagi berhembus.

Junhee mengingat kejadian seperti ini sebelumnya. Kini Junhee bisa membuka matanya. Semua gelap, tapi bola mata merah itu telah menghilang.

“Kau harus lebih berhati-hati Nona Kim. Kau mungkin bisa mati sebelum semua terselesaikan” bisik orang itu. Suara yang sama dan keadaan yang sama seperti seminggu lalu di taman depan.

“Ta-tao” gumam Junhee. Dan semua kembali terjadi begitu cepat. Orang itu, Tao, telah menghilang di balik kegelapan meninggalkan Junhee yang masih terduduk dalam ketakutan.

“Kim Junhee” Junhee berbalik untuk mengetahui asal suara itu. Dan entah sudah keberapa kalinya ia terkejut “Kim Jongin?”

Jongin menghampiri Junhee lalu mengulurkan tangannya “Berdirilah” Junhee berdiri dengan bantuan Jongin. Tatapan Jongin penuh tanya tapi suaranya lebih lembut dibanding hari-hari sebelumnya.

“Kenapa kau ada disini? Bukankah kau masih di kota?” tanya Junhee. Jongin memalingkan wajahnya “Aku harus melakukan sesuatu, jadi aku pulang lebih cepat. Kau sendiri, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau terduduk di tengah hutan sendirian?” Jongin kembali menatap mata Junhee.

“Tadi aku berniat mencari teman-teman yang belum kembali, tapi aku terjatuh” Kembali Junhee berbohong. Semua hal mengenai Tao tak dapat serta merta diberitahukan kepada orang lain. Jongin mengangguk mengerti.

“Aku akan menemanimu kembali” Jongin dan Junhee berjalan beriringan di dalam kesenyapan. Sosok Jongin yang selalu menyalahkan Junhee sangatlah berbeda dengan sosok Jongin saat ini. Bahkan nada bicaranya yang tinggi setiap kali berbicara pada Junhee kini tidak lagi, nada bicara Jongin melembut.

“Junhee!” Sayup-sayup terdengar panggilan. Jongin menghentikan langkahnya “Itu suara Chanyeol. Kau bisa menemuinya. Aku akan pergi”

“Kau tidak ingin bertemu dengan yang lainnya?” tanya Junhee. Jongin menggeleng “Aku harus segera kembali ke asrama. Lagipula aku memang tidak mengikuti kegiatan ini kan. Dan jangan memberitahukan siapapun kalau kau bertemu denganku”     Junhee mengangguk. Ia berjalan meninggalkan Jongin.

“Kim Junhee!” Junhee berbalik menatap Jongin “Tolong jangan sampai terluka” Kalimat itu bagaikan fantasy di telinga Junhee.

“Pergilah!” Jongin kembali mengingatkan. Junhee pun melanjutkan jalannya. Dan benar saja, ia bertemu dengan Chanyeol “Kau darimana saja? Semua sangat mengkhawatirkanmu”Chanyeol tampak benar-benar khawatir. Junhee sekilas melihat ke belakang, sudah tak ada Jongin.

“Maaf. Aku berniat mencari kalian tapi aku tersesat. Yang penting aku sudah kembali” Junhee berusaha tersenyum. Chanyeol mendesah lega “Syukurlah. Aku sangat khawatir. Tapi kau tidak boleh bertindak ceroboh lagi” Junhee mengangguk.

Selama perjalanan kembali, Junhee berusaha mencerna kejadian demi kejadian yang baru saja terjadi padanya “Tadi itu, apa Tao menolongku? Kenapa? Lalu bagaimana dengan oppa?” Kejadian ini mengingatkannya pada rekaman CCTV yang menunjukkan Minah dan seorang pria yang tak asing baginya.

“Chanyeol, apa kau tahu siapa pria yang menemui Minah di hari yang sama saat aku menemui teman kakakku?” tanya Junhee pada Chanyeol. Chanyeol mencoba mengingatnya “Kalau tidak salah itu sepupunya” Junhee mengangguk mengerti “Mungkin ini hanya perasaanku” Junhee mencoba menepis kekhawatirannya.

~-~

            Bersama dengan Jaein, Junhee mengecek surat untuknya. Pikiran Junhee melayang ke hari-hari lalu saat ia memeriksa surat. Diantara semua surat, akan selalu ada sebuah surat dari orang yang mencari benda itu. Sekarang dia sudah tahu kalau orang itu adalah Tao, tapi ia semakin mengkhawatirkan keadaan kakaknya.

Jaein dan Junhee mengecek surat mereka masing-masing. Surat tanpa alamat yang Junhee tebak dari Tao ternyata ada. Ia membuka surat itu. Bercak darah bagaikan hiasan surat tersebut. Bau anyir darah juga dapat Junhee cium dari surat tersebut. Hingga pada kalimat terakhir, mata Junhee berkaca-kaca. Semua surat yang ada di genggamannya berjatuhan di lantai.

Jaein yang menyadarinya segera menghampiri Junhee “Kau kenapa, Junhee?” Diantara surat yang berjatuhan itu, terdapat amplop besar yang berasal dari alamat rumahnya. Junhee buru-buru membuka amplop itu. Air matanya mengalir sempurna membaca Surat Kematian. Kim Junmyun.

TBC

Ini adalah FF pertama author setelah hiatus selama 1 bulan lamanya. Semoga tidak mengecewakan.

Author menulis ini karena merasa tertarik dengan anime Vampire Knight. Tapi ceritanya ga sama kok. Mungkin memang sama-sama bertemakan asrama dan vampire tapi selebihnya sangat berbeda.

Dan alur di awal setiap chap itu tidak akan sama dengan akhir chap sebelumnya. Jadi jangan kaget kalau akhir chap satu tidak akan nyambung dengan awal chap 2.

The last, Jangan lupa komen, author sama sekali tidak niat untuk mentoleransi para siders!!!

33 thoughts on “[1st] Dark of The Blood(Beginner Death)

  1. Ceritaaaa fantasiii^ ^
    aku suka thor.,,
    Kai itu siapa sih sbnernya?
    Nah loh yg dihutan itu siapa? Pasti bukan kai deh
    Misteri misteri nih 😁
    Lanjut thor
    Keep writing okeee..

  2. jongin sehun vampire kah?
    benda apa sih yg di cari tao oppaku itu
    dan knp benda itu bisa di junmyun???
    emg junmyun apa sampe di cari” gitu??
    banyak yg masih misteri nih
    yg pasti tao vampire kan

  3. dan ini seru, fantasy ya¿ suka sama fantasynya tapiii ini fantasy ttg apa? terus yg ketemu minah itu siapa? dan oh?! suho udh mati lagi padahala baru chap 1=_= bener2 jadi cameo dia

  4. Ping-balik: [2nd] Dark of The Blood(Dark in Shadow) | EXO Fanfiction World

  5. pas pertama baca cukup binggung sih. tapi setelah baca ampe selesai baru maksud hee
    jadi yang bertemu dengan minah juga tao atau siapa??
    dan penasaran ama isi surat kematian itu hee.
    penasaran banget hee
    ditunggu chapter selanjutnya.
    fighting!!

    • bagus deh kalau ngerti
      yang ketemu minah itu… siapa yah? hhehe tunggu next next chapnya aja
      isi surat kematian itu yah surat kematian dari pemerintah. kalau surat yang tao tulis kan sudah hyeyeon baca sebelumnya

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s