Diposkan pada Chapter, Fanfiction, fantastic818, Lu Han, Se Hun

Love Story part 6

Love Story chap

Love Story Part 6

Cast :

Han Seul Rin

Oh Sehun

Zhang Yi Xing

Etc.

Genre : School Life, Romance

Rating : All Age

Lenght : Semua umur

“Maaf, Nyonya Lu tak bisa ditolong”

Baru kemarin Seul Rin tiba di negara ini, negara yang memberikan sejuta kenangan manis. Bersama Mama Lu, Luhan maupun Lay. 11 tahun ia berada di negara ini dan ia benar – benar tak bisa meninggalkannya.

‘Kreeekk’

Pintu ruang rawat Bibi Lu terbuka, keluarlah salah satu dokter disana.

“Bagaimana keadaan Mama saya ?”

Dokter itu tak mengangguk maupun menggeleng, ia hanya diam dengan ekspresi wajah yang tak bisa di baca.

“Dok ?”

“Anda putrinya ? Mari ikut saya”

Seul Rin mengikuti Dokter itu ke ruangannya, entah mengapa perasaannya mulai tak enak terutama ketika melihat wajah Dokter yang berkeringat dingin.

“Sebenarnya ada apa ? Wajah anda..” Seul Rin tak dapat melanjutkan kata – katanya, ia tak ingin berburuk sangka terlebih dahulu dengan pikirannya.

“Nyonya Lu mengidap HIV/AIDS”

“Apa ?”

Dokter Zhang mengangguk, “Sudah lama sekali sepertinya karena tubuhnya sungguh mengurus, dan ketika kami cek darah kemarin ternyata ia mengidap HIV/AIDS”

Seul Rin tetap tak percaya, “Tidak mungkin, ia sehat – sehat saja”

Dokter Zhang mengambil sebuah amplop di lacinya kemudian memberikannya ke Seul Rin, “Kemarin kami melihat silsilah keluarga Lu. Ternyata Tuan Lu –suami Nyonya Lu- mengidap hal yang sama maka dari itu ia meninggal. Dan sepertinya ia menularkan itu ke istrinya ketika melakukan seks”

Seul Rin menggeleng, “Tidak mungkin ! Dia sehat, kau membual”

“Jika kau tidak percaya kau bisa membaca ini”

Seul Rin membaca data yang diberikan, matanya berkaca – kaca dan ternyata keluarga Lu memang mengidap HIV/AIDS, “Apa tidak bisa disembuhkan ?”

Dokter Zhang mengangguk, “Seingatku bisa, asalkan Nyonya Lu mau berusaha”

Dan jawaban itu membuat senyum Seul Rin kembali bersinar.

“Kalau begitu terima kasih Dokter, saya akan meminta Mama untuk berobat” Seul Rin berjalan keluar dari ruangan Doker Zhang dan pergi ke kamar Mamanya, Mama Lu.

‘Kreekk’

“Mama” panggil Seul Rin lembut, ia melihat Mamanya yang tersenyum lemah ketika ia panggil. Bahkan, baru 2 bulan ia meninggalkan Mamanya sudah seperti ini, jauh lebih kurus daripada dulu.

“Mama, mau berobat ya ? Biar cepat sembuh, Rin akan bersekolah disini lagi untuk menemani Mama”

Mama Lu menggeleng, “Kau disana saja bersama Luhan, ia pasti kesepian” ujarnya dengan suara letih dan suara ini bukan suara yang seperti Seul Rin 2 bulan yang lalu.

Seul Rin menghembuskan napasnya kemudian mengelus kepala Mama Lu dengan lembut, “Mama, istirahatlah. Seul Rin akan menemani Mama disini”

Mata Mama Lu tertutup, ia juga tersenyum disela tidurnya.

Air mata Seul Rin mengalir, mengingat kejadian 11 tahun yang lalu ketika ia bertemu Mama Lu dan Luhan yang akhirnya membawanya ke China.

 

***

Seul Rin kecil berlari kecil – kecil dengan deraian air mata yang mengalir, mulutnya tersedak-sedak karena terus menangis, matanya sudah membengkak.

‘Brukk’

“Auu”

Seul Rin meringis ketika tangannya menjadi penumpu tubuhnya yang jatuh.

“Kau tak apa ?” tanya seorang wanita paruh baya ketika melihat Seul Rin yang jatuh karena bertubrukkan dengan anaknya. Sedangkan anak laki – lakinya menatapnya acuh.

“Luhan, ayo minta maaf” suruh Mamanya sambil membangunkan Seul Rin.

Luhan mengulurkan tangannya kemudian menggenggam tangan Seul Rin dengan erat, “Mi..anhae ?” ucapnya dengan suara yang imut.

Mama Luhan tersenyum, “Maaf, anakku tidak bisa berbicara bahasa korea dengan lancar. Aku Kim Min Hye, Mama Luhan. Ia memanggilku Mama Lu” kenal Mama Lu dan Seul Rin hanya mengangguk.

“Namamu siapa manis ?”

“Han Seul Rin” jawab Seul Rin kecil.

“Orang tuamu dimana hmm ?” tanya Mama Lu sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Seul Rin, Luhanpun ikut – ikutan berjongkok.

“Aku…” haruskah ia bilang kalau ia kabur ? “Tersesat, tadi Eomma dan Eonni bersamaku tapi entah kenapa aku bisa nyasar disini”

Apakah Mama Lu harus percaya ? Tidak mungkin ada orang tua yang melepaskan pengawasan mereka. Dan ucapan gadis ini seperti… Orang dewasa.

“Kau mau ikut Ahjumma ?” tawar Mama Lu yang tiba – tiba membuat mata Seul Rin berbinar – binar.

“Baiklah, ayo kita pulang ! Mulai sekarang panggil aku Mama ne ?”

Sontak Seul Rin merasa senang dan Luhan masih bingung dengan situasi ini.

****

3 tahun berlalu, hubungan Seul Rin dan Luhan semakin baik. Bahkan mereka sekarang mereka sering mengerjakan PR bersama. Disaat ada anak laki – laki yang mengganggu Seul Rin pasti Luhan akan melindunginya, kapanpun..

“Sedang apa Rin ?”

“Hah ?” Seul Rin menoleh ke arah Luhan yang kini duduk disampingnya, ya walaupun mereka masih berusia 8 tahun dan Luhan 10 tahun namun pikiran mereka sudah dewasa dan tidak ingin menyusahkan Mama Lu yang terbebani karena kebutuhan pokok yang semakin meningkat.

“Eum, dikelas mereka banyak yang mengolokku” adu Seul Rin.

“Kenapa ? Kau kan pintar, cantik”

Seul Rin menunidurkan wajahnya keatas meja, “Pacar, mereka bilang aku tak punya pacar jadi aku jelek dan tidak laku”

Jujur, jawaban si manis yang satu ini membuat Luhan terkekeh.

Seul Rin mendelik, “Lu Ge !”

“Haha, baiklah. Hanya itu ?”

Seul Rin menggeleng, “Mereka bilang Gege berpacaran dengan Fei dan aku dibilang perusak hubungan kalian”

“Tidak, kami tidak pacaran.” Jawab Luhan kemudian meneguk cokelat panasnya.

“Benarkah ?” Mata Seul Rin berbinar, “Kalau begitu Gege harus jadi pacarku !”

“Uhukk” Luhan memukul – mukul dadanya kemudian mengambil selembar tissue.

“Kenapa ? Tidak suka ya ? Yasudah”

Luhan terdiam, ia melihat Seul Rin mengerucutkan bibirnya lucu, “Haha, baiklah. Kita pacaran”

 

Flashback off

Seul Rin terbangun dari tidurnya, niatnya semalam adalah untuk mengingat pertemuannya dengan Mama Lu, entah mengapa ia jadi teringat hari jadian ia dengan Luhan. Matanya melihat layar ponsel dan melihat 05.00 KST.

Seul Rin mengetikkan pesan  kepada Sehun untuk tidak mengantarnya, tentu saja karena tidak mungkin Sehun menjemputnya ke Beijing.

“Mama, lekas sembuh” ujar Seul Rin sambil mencium telapak tangan Mamanya.

Tangan Mamanya bergerak – gerak, Seul Rin melihatnya kemudian mengelusnya, “Mama ?”

Mama Lu tersenyum, “Jaga Luhan ne ? Sembuhkan dia, bilang bahwa Mama menyayanginya”

Alis Seul Rin mengerut, “Mama, jangan mengatakan yang aneh – aneh”

Mama Lu menggeleng, “Ah, Mama ingin makan bubur labu. Bisa kau membelikannya ?”

Seul Rin mengangguk walaupun ia tak ingin meninggalkan Mamanya. Iapun pamit untuk pergi membeli Bubur.

“Rin~ah, Luhan, selamat tinggal”

****

Seul Rin sudah bolak – balik pergi ke kantin namun tak ada satupun yang menjual bubur labu. Apa ia harus pergi keluar ? Jujur, ia tak ingin meninggalkan Mama Lu sendirian.

“Aishh”

Seul Rin berlari keluar Rumah Sakit dan berlari mencari kenadaraan yang mungkin bisa mengantarnya dengan cepat. Apa karena sekarang masih petang maka tak ada yang keluar ? Sekarang sudah pukul 4 waktu sini ?!!

Hampir sejam ia berlari kesana – sini mencari toko bubur dan menemukannya. Dengan bergegas ia membelinya dan membawanya ke Rumah Sakit.

Nafasnya memburu, dadanya sesak, ada apa ini ?

“Nona Han ?” panggil Suster Xia dengan wajah kagetnya.

“Ada apa ?”

“Kenapa anda diluar ? Apa anda tidak ingin mengkramasi Nyonya Lu ?”

Apa ? Mengkramasi ? Seul Rin berlari lagi menuju kamar Mamanya, disana ia melihat Dokter Zhang dan beberapa Dokter dan Suster yang ingin membawa Mamanya.

“Mau kalian bawa kemana ?”

“Maaf Nona, Nyonya Lu sudah tiada” jawab Suster Min.

“Apa ?” Seul Rin menjatuhkan bubur labunya kemudian membuka selimut yang membungkuk tubuh Mama Lu, “Mama..”

Tubuhnya rapuh tak berdaya, pikirannya kacau, air matanya tak bisa dibendung lagi. Namun satu hal, ia tak dapat berteriak, lidahnya kelu untuk mengucapkan sepatah kata.

“Nanti siang kami akan menguburnya. Mohon kesediannya”

Rasanya dunia ini sudah berakhir.

****

Sudah sehari berlalu, Seul Rin semalaman tidak pulang kerumah sakit untuk mengambil barang bawaannya karena barang – barang itu sudah ia bawa. Ia masih berada di makam dengan tangan memegang payung dan ransel, tak peduli kakinya pegal atau apa yang pasti ia tak mau meninggalkan Mamanya sendirian.

“Han, ayo. Pesawatmu sudah Check in” panggil Lay.

Seul Rin terdiam, iapun berjalan meninggalkan makam Mamanya, tidak mengucapkan sepatah katapun.

“Percayalah, ini yang terbaik untuk Bibi Lu. Ia pasti bahagia bersama Paman”

Dan Seul Rin kembali mengalirkan air mata.

****

2 hari sudah Seul Rin izin sekolah, hari ini ia sudah aktif kembali. Tentu saja itu membuat semua orang yang khawatir merasa lega. Walaupun dengan wajah yang lesu tanpa tenaga.

“Kau tak apa ?” tanya Sehun ketika gadis itu mendudukkan dirinya di bangku, Sehunpun duduk disampingnya.

Seul Rin tak menjawab, ia malah menidurkan wajahnya dimeja lalu menghadap ke kiri membelakangi Sehun.

“Kau tak apa ? Mau ke UKS ?” tawar Sehun karena mulai tak nyaman dengan pandangan anak – anak yang mengintimindasi.

Lagi – lagi Seul Rin terdiam, Sehunpun mendengus kemudian mengambil alat tulisnya dan meletakkannya di bangku Luhan, “Hari ini aku sebangku denganmu, arra ?”

Lagi – lagi gadis itu terdiam dan itu membuat Sehun semakin khawatir dengan keadaannya.

“Hei, ming-“

“Hush~, hari ini aku sebangku dengannya. Jangan ganggu kami” jawab Sehun yang mengerti.

“Ah, arraseo”

Suara itu.. Anak dari Mamanya yang tidak mengetahui keadaan Mamanya sekarang. Mengingat itu air mata Seul Rin semakin deras, dan matanya semakin bengkak.

“Kurasa kau benar – benar sedang tak baik Rin”

****

Jam pelajar telah selesai, para siswa berhamburan ke tempat favorite mereka. Seul Rin, Sehun dan Luhan tak beranjak dari bangku mereka. Niatnya, Luhan ingin menanyakan keadaan Mamanya namun ia masih bimbang.

“Bagaimana keadaan Mama ?” pertanyaan itu lolos begitu saja di bibir Luhan

Sontak Seul Rin bangun kemudian menoleh ke belakang, menatap tajam Luhan dengan tatapan benci. Entah mengapa, Sehun mulai khawatir dengan keadaan Seul Rin dengan wajah seperti itu.

“Kau masih menanyakan keadaannya ? Wow, keren”

Jawaban Seul Rin seolah – olah membuat mengejek Luhan.

“Memang apa salahku ? Aku hanya menanyakan keadaan Mamaku”

“Tentu saja salah, dia sekarang baik – baik saja sekarang. Dia sudah bahagia bersamaNya dan tidak kesakitan lagi. Kau puas ?”

Perasaan Luhan mulai tidak enak, “Apa maksudmu ?”

“Kau egois ! Aku membencimu Luhan Oppa !”

Tidak ada panggilan Gege yang membuat Luhan tenang. Disaat seperti ini pasti ada yang salah dengannya.

“Apa yang kau katakan Rin ??!!!” teriak Sehun yang bingung dengan sikap gadisnya ini

“Diam kau ! Apa kau mau membela orang yang sudah membunuh Mamaku ? Dia pembunuh !!”

“Katakan apa yang terjadi padanya !!” teriak Luhan sambil memegang bahu Seul Rin.

Seul Rin menghempaskan tangan Luhan dibahunya. “Jangan sentuh aku ! Mama sudah tenang, dia sudah meninggal dan kau tidak menemuinya ketika ia sakit. Kau senang ?”

Wajah Luhan memucat, apa benar yang dikatakan ‘adik’nya ini ?

“Jikalau kau tidak pergi 2 tahun yang lalu, jikalau dia tak mengidap HIV, jikalau aku masih disana pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Dan ini semua gara – gara kau Luhan !!”

Api kebencian sudah membara di rubuh Seul Rin dan Luhan mengakuinya, ia memang salah. Tapi ada alasan kenapa ia pindah ke Seoul 2 tahun lalu. Karena…

… Ia juga mengidap HIV.

TBC

“Apa ? Kau dan aku ? Mana sudi”

“Rin, jangan seperti ini”

“Kau yang memulai !”

“Kau tak pernah mendengarkanku !”

“Anggap saja ini One Day Date Noona”

Hiyaa, pendek ya ? Banyak yang minta part Sejoon sama Seul Ra nih, insya allah next chap Sejoon bakal dinongolin.. Tunggu yaww,

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

49 tanggapan untuk “Love Story part 6

  1. anyeong

    keren , keren , mian langsung melesat sampai part ini , karena penasaran, hehehe ,
    ya ampun jadi? luhan juga punya penyakit itu ?? lalu siapa yg tau?

    @_@fighting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s