Posted in Chapter, Fanfiction, Fantasy, Romance, SCHOOL LIFE

[2nd] Dark of The Blood(Dark in Shadow)

dark-of-the-blood1

Nealra Present Dark of The Blood-Dark in Shadow

Casts :
Kim Junhee(OC)||Park Chanyeol||Kim Jongin||Oh Sehun||Tao

and Kang Minah(OC)||Min Jaein(OC)||Kim Junmyun

in Supernatural||Fantasy||School-life||Romance||Chaptered

The casts belong to their self and GOD. Storyline belong to Nealra

And Poster by Jungleelovely @ Poster Channel

Previous 1st-Beginner Death

Pepohonan bergoyang tertiup oleh angin yang menari kesana-kemari. Di bawah sebuah pohon, seorang pria muncul dari balik bayangan pohon. Mata itu menatap lurus seorang pria dan wanita yang tampak berpelukan, tapi ia sendiri tahu bahwa itu bukanlah pelukan.

“Hentikan!” ucapnya. Ia kemudian melanjutkan “Kim Junmyun telah ditemukan. Jadi berhentilah bermain-main dengannya, Tao”

Tao tersenyum sarkatis kepada gadis itu. Ia berjalan menghampiri pria itu setelah sebelumnya berbalik sekilas sambil mengatakan “Game over, Kim… Jun… Hee”. Setelahnya mereka menghilang dibalik bayangan pepohonan.

~-~

            Seorang pria dengan wajah pucatnya menekan bel sebuah rumah dengan tergesa-gesa. Bola matanya melirik kesana-kemari seolah ia tengah dikejar oleh sesuatu. Si pemilik rumah keluar “Junmyun, ada apa?” tanya si pemilik rumah.

Pria itu, Junmyun merogoh sebuah surat dari tasnya “Ahjumma, tolong berikan ini pada Junhee kalau dia kembali. Dan kalau dia menanyakan keberadaanku, katakan saja aku akan pergi jauh, tapi kalau bisa, aku pasti akan kembali” Dengan bingung, si pemilik rumah mengambil surat itu.

Junmyun lalu permisi. Ia menuju ke rumahnya yang tepat berada di samping rumah ahjumma tadi. Junmyun memasuki rumah besar itu dengan tergesa-gesa. Ia mengambil koper besar lalu memasukkan pakaian-pakaiannya.

“Kau sangat buru-buru, Kim Junmyun” Mata Junmyun membuka lebar mendengar suara itu. Ia diam dengan pucat pasifnya.

“Dimana benda itu?” tanya Tao, tanpa basa-basi. Junmyun melangkah mundur “Aku tidak tahu apa yang kalian maksud”

Pria yang berada di samping Tao berdecak “Tidak ada lagi yang perlu dirahasiakan, Kim Junmyun. Kau cukup mengatakan dimana benda itu” Ia meninggikan suaranya di akhir kalimat. Junmyun berusaha tertawa mengejek “Kenapa aku harus memberikannya pada vampire menjijikkan seperti kalian?”

Pria itu mengepalkan tangannya berusaha menahan amarah “Aku tidak ingin bermain-main lebih lama lagi. Jadi, cepat katakan dimana benda itu!” Bentak si pria. Junmyun menggeleng “Sampai matipun, aku tidak akan pernah mengatakan dimana keberadaan benda itu”

Pria itu benar-benar tersulut emosi, sebuah vas tiba-tiba melayang. Vas itu hancur berkeping-keping di udara, dan dengan cepat kepingan-kepingan itu menuju ke arah Junmyun. Wajah dan tubuh Junmyun penuh dengan darah.

“Kalau kau tidak segera mengatakannya, aku benar-benar akan membunuhmu” Kini Tao yang berbicara. Junmyun tetap menggeleng dengan susah payah “Lebih baik aku mati dibanding harus menyerahkan benda yang dapat memusnahkan bangsa kalian yang menjijikkan itu!” Napas Junmyun tersengal-sengal. Salah satu pecahan menusuk tepat di bagian jantungnya “Aku…berjanji…untuk…memusnahkan kalian”

Hening. Tak ada yang berbicara. Tao berjalan perlahan mendekati Junmyun, ia mencoba memeriksa nadi Junmyun, tapi ia sudah tak bernyawa.

“Bodoh! Kenapa dia bisa mati sebelum kita mengetahui keberadaan benda itu” Tao menendang koper yang ada di depannya.

“Kim Junhee. Saat ini hanya dia yang mengetahui keberadaan benda itu” Si pria buka suara. Tao mengangguk “Kau benar. Aku akan mengirimkan surat untuknya. Surat yang memberitahukan kalau kakaknya telah mati dan juga mengharuskannya memberitahukan dimana benda itu berada”

Tao mengambil kertas dan pena lalu menulis surat tersebut dengan tangan yang berlumuran darah setelah memeriksa nadi Junmyun tadi.

“Kita harus menyusun rencana agar Kim Junhee tidak mati sebelum memberitahukan keberadaan benda itu” gumam si pria sambil menatap mayat Junmyun.

~-~

            Tao menatap langit malam yang begitu gelap tanpa cahaya bulan. Ia meletakkan kedua tangannya di saku, mengira-ngira apa yang akan terjadi setelah ini. Apakah mereka akan mendapatkan benda itu sesegera mungkin? Atau mereka harus berurusan dengan kejadian-kejadian yang tak mereka inginkan?

Mata Tao membulat seketika. Ia mencium bau darah segar dan bau vampir yang tak dikenalinya “Ada vampir lain di sekolah ini?” Ia bergerak cepat mengikuti bau vampir itu. Di dalam kegelapan, ia merasa begitu berkuasa. Bangsa mereka memang muncul dan akan menghilang dari kegelapan. Semakin dekat, Tao mencium bau lain “Kim Junhee bersama vampir itu?”

Dan benar saja, vampir yang tidak dikenalinya siap memangsa Junhee. Melihat dari bola mata yang semakin kemerahan ketika melihat mangsa itu, Tao mengetahui kalau vampir itu bukanlah vampir murni. Dimana mereka tidak akan bisa mengontrol rasa lapar.

Dengan cepat, Tao mengunci kedua tangan Junhee lalu menutup mata gadis itu. Dengan kemampuannya sebagai seorang darah murni, Tao dapat menghancurkan vampir yang bukan darah murni “Tapi, kenapa vampir bisa sampai ke sekolah ini?”

Tao membuka mata Junhee setelah ia memusnahkan vampir itu “Kau harus lebih berhati-hati Nona Kim. Kau mungkin bisa mati sebelum semua terselesaikan” bisiknya. Tao dapat merasakan tubuh Junhee bergetar hebat.

“Ta-tao” gumam Junhee. Dan disaat bersamaan, manusia lain mendekati mereka, Tao segera melepaskan Junhee dan bersembunyi di balik kegelapan pepohonan. Tao sedikit terkejut melihat manusia itu “Dia? Jadi dia yang menyebabkan vampir itu ada disini”

~-~

            Junhee ditemani Chanyeol baru saja keluar dari rumah pemakaman dengan wajah yang bengkak. Junhee tak dapat menghentikan tangisnya, bahkan saat ini pun air matanya masih saja mengalir. Chanyeol sebagai perwakilan OSIS dan juga teman sekelas Junhee, menemani Junhee selama proses pemakaman.

“Junhee! Junhee!” Seorang ahjumma tetangga menghampiri Junhee “Junmyun menyuruhku memberikan surat ini untukmu. Dia bilang dia akan pergi jauh, tidak kusangka dia akan mengalami ini” Setelah memberikan surat itu, si ahjumma pun berlalu.

Chanyeol hanya bisa menepuk bahu Junhee. Junhee menatap surat itu, sendu “Aku ingin ke rumah dulu sebelum kembali ke sekolah. Bisakan?” Chanyeol mengangguk, mengiyakan.

Samar Junhee melihat keberadaan Tao yang berada di seberang jalan. Tapi layaknya khayalan, Tao kembali menghilang.

Mereka telah sampai di rumah yang sangat besar jika ditinggali oleh dua orang saja. Rumah ini memang peninggalan dari orang tua mereka. Chanyeol menunggu di ruang tamu, sementara Junhee memasuki kamar Junmyun.

Ia ingat polisi berkata kalau kasus kakaknya dikategorikan sebagai kecelakaan. Karena Junmyun meninggal setelah terpelesat dan menimpa vas bunga sehingga salah satu pecahan menancap di dada Junmyun. Tapi ia tidak percaya semua itu. Ia yakin Tao ada hubungannya dengan kematin kakaknya.

Junhee duduk di tempat tidur kakaknya lalu membuka surat yang diberikan ahjumma tadi. Air mata Junhee mengalir dengan derasnya membaca satu persatu kalimat dalam surat itu “Aku merindukanmu, adikku. Aku ingin menemuimu tapi aku tidak bisa. Maaf kalau aku tidak cukup menjadi kakak yang baik….

Junhee menyeka air matanya yang telah membasahi surat itu. Paragraf terakhir surat itu mendapat perhatian besar dari Junhee “Berhati-hatilah, Junhee. Mereka mungkin mencarimu. Kau hanya perlu diam dan diam. Setelah bosan, mereka tidak akan mengganggumu lagi. Mereka adalah vampir. Makhluk menjijikkan yang telah membunuh kedua orang tua kita. Ingatlah itu!”

Junhee terdiam, air matanya telah berhenti mengalir tapi sebuah kebingungan besar menimpanya. Vampir? Yang membunuh orang tua mereka?

“Tao membunuh kakak dan kedua orang tuaku?”

~-~

            Seminggu telah berlalu sejak kematian Junmyun, Junhee kembali menjadi Junhee yang dikenal semua orang tapi jauh di dalam hatinya, ia menyimpan dendam yang teramat besar kepada pembunuh kakaknya.

“Wakil ketua! Wakil ketua!” Panggil Sehun, berusaha menyadarkan Junhee dari lamunannya.

“Ah iya. Ada apa?”

“Guru Jung menyuruhmu ke ruangannya”

Junhee mengangguk lalu segera menuju ke ruang guru. Junhee mendesah “Kim Jongin kembali tidak masuk. Kupikir, aku belum pernah melihatnya setelah kejadian malam itu. Apa dia sibuk lagi dengan basket?”

Brukk. Junhee terjatuh begitupun dengan Kang Minah, siswi yang ia tabrak. Kotak milik Minah terjatuh. Junhee segera mengambilnya lalu mengembalikannya pada Minah “Ini” Minah mengambil kotak itu dengan kasar lalu dengan cepat meninggalkan Junhee.

~-~

            Guru tidak masuk dan hanya memberikan tugas. Sehun sendiri tak benar-benar ingin mengerjakan tugas itu. Ia menatap teman sebangkunya, Baekhyun yang tengah fokus pada tugas mereka.

“Baekhyun, kau sekamar dengan siapa?” tanya Sehun. Baekhyun menggeleng “Aku tidak sekamar dengan siapapun”

“Kenapa? Memangnya ada kamar yang penghuninya Cuma satu?”

“Sebenarnya tidak ada. Teman sekamarku dulu adalah siswa kelas tiga, kemudian dia lulus. Dan karena ada penambahan kamar setiap tahunnnya, tidak ada yang sekamar denganku” Jelas Baekhyun. Sehun mengangguk-ngangguk.

Junhee sendiri tidak hanya mengerjakan tugas tapi juga menegur siswa yang membuat keributan di kelas, karena lagi-lagi ketua kelas tidak masuk hari ini. Junhee memperhatikan Jaein yang sejak tadi tidak fokus mengerjakan tugasnya “Kau kenapa?”

“Han Soyoung meminjam bukuku minggu lalu, dan besok kita sudah harus menggunakannya. Sementara dia masih izin karena sakit. Dia juga tidak punya teman sekamar. Bisa-bisa aku dihukum” Jaein menghela nafas panjang.

“Begini saja, kita minta bantuan Guru Jung untuk membuka kamar Soyoung lalu mengambil bukumu. Guru Jung pasti membantu kita karena kita bukan ingin melakukan sesuatu yang buruk” Junhee memberi saran dan hal itu berhasil membuat wajah Jaein kembali tenang “Gumawo. Ayo kita lakukan nanti”

~-~

            Bersama dengan Guru Jung, Junhee dan Jaein menuju ke kamar Soyoung. Guru Jung membuka kamar itu, seketika aroma bangkai menyerebak keluar. Semua spontan menutup hidung mereka “Bau apa ini? Apa ada tikus mati setelah Soyoung izin sakit?” gumam Guru Jung.

“Baiklah. Kalian bisa mencari buku itu. Saya akan mencari bangkainya” Setelah memberikan pengarahan, guru Jung membuka pintu kamar mandi.

“Ah!” Terikan Jaein menggema di kamar itu. Sementara Junhee hanya bisa membekap mulutnya melihat mayat yang telah berlumuran darah di dalam kamar mandi itu.

“Kalian cepat panggil guru lain! Sekarang!” Perintah guru Jung, panik. Jaein dan Junhee berlari keluar dari kamar dengan kekalutan dan tanda tanya yang mendalam.

~-~

            Sehari setelah terbongkarnya kematian siswi bernama Han Soyoung di dalam asrama, sekolah tetap mengharuskan siswa lain untuk belajar seperti biasanya. Mencoba agar kasus ini tidak menimbulkan keresahan para orang tua, sekolah seolah tidak peduli dengan kematian Han Soyoung dan mengakhiri kasusnya begitu saja.

Menurut laporan polisi, Han Soyoung mengalami pendarahan dan kehilangan banyak darah sehingga ia harus merenggut nyawa. Walau begitu, masih belum jelas apa yang mengakibatkan pendaharan tersebut. Tapi beberapa guru berspekulasi bahwa Han Soyoung memang sengaja bunuh diri, buktinya dia mengirimkan surat izin sebelum kematiannya.

Disaat semua orang mulai melupakan kasus ini, Junhee berspekulasi bahwa vampir lah yang ada di balik insiden ini.

“Menurut polisi, Han Soyoung meninggal seminggu yang lalu. Seminggu lalu adalah hari dimana Out School Day. Dan di hari itu, aku bertemu dengan Tao di hutan. Kenapa dia ada di sekitar sekolah? Jawabannya pasti berhubungan dengan kematian Han Soyoung” Junhee larut dalam pemikirannya mengenai Tao dan kematian Han Soyoung.

Derap langkah Chanyeol menghampiri Junhee, tak disadari gadis itu. Chanyeol berdiri di depan Junhee sambil menaik-turunkan tangannya di depan wajah gadis bermata hitam pekat itu “Junhee!”

“Kim Junhee!” Teriakan yang berasal dari pintu itu menyadarkan Junhee. Bahkan Chanyeol pun terkejut mendengar suara itu. Suara yang tak lain berasal dari seorang Kim Jongin.

“Junhee, apa kau tidak apa-apa?” tanya Chanyeol. Junhee mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan menghampiri Jongin.

“Ada apa?” tanya Junhee setelah berada di depan Jongin.

“Guru Jung menyuruhku membawa buku dari ruang guru. Kau harus membantu” Tanpa menunggu persetujuan Junhee, Jongin telah melenggang pergi. Junhee hanya bisa menghela nafas berat lalu mengikuti ketua kelasnya itu.

~-~

            Junhee tak dapat berhenti memikirkan kematian Han Soyoung. Dia begitu yakin, kalau vampir adalah jawaban dari kematian Han Soyoung. Tapi ia tidak bisa mengatakan hal ini pada siapapun, karena tidak akan ada yang percaya padanya. Terlebih lagi, Tao belum menunjukkan dirinya sejak malam itu. Entah apa yang ada dipikiran Tao, Junhee tak dapat menebaknya.

“Kim Junhee” Langkah Junhee tertahan. Seorang gadis berwajah putih pucat dengan senyuman manisnya menghampiri Junhee.

“Kau, Kang Minah? Ada apa?” Junhee sedikit terkejut melihat sikap gadis itu yang amat berbeda dari sebelumnya.

“Aku ingin minta maaf atas kejadian tempo hari saat aku menabarakmu dan malah bersikap kasar” Sosok Kang Minah tampak sangat lembut. Junhee merespon dengan senyuman “Tidak masalah”

“Saat itu, aku hanya merasa kau tidak bisa menjadi temanku, jadi aku bersikap sekasar itu. Seperti yang kau tahu, aku sama sekali tidak punya teman jadi aku tak tahu harus bersikap apa. Tapi, sekarang aku merasa ingin menghabiskan masa SMA ku ini dengan teman-teman. Dan karena kau adalah orang yang baik, kupikir kau ingin memaafkanku dan menjadi temanku” Minah menjelaskan isi hatinya.

“Tentu saja aku ingin menjadi temanmu. Hidup kita tidak akan berarti tanpa memiliki teman. Benarkan?” Junhee tersenyum manis, membuat Minah ikut tersenyum.

~-~

            Jaein berlari cepat memasuki kelas. Ia berhenti di depan tempat duduknya dengan napas yang tersengal-sengal. Junhee yang tengah membaca saat itu, terkejut melihat Jaein “Apa yang terjadi?” panik Junhee.

“Kau dipanggil ke ruang OSIS, Junhee. Aku tidak tahu masalahnya apa tapi sepertinya ini sangat penting karena Chanyeol tampak buru-buru sekali saat mengatakannya padaku”

Wajah Junhee memucat, ia tak tahu masalah apa lagi yang menimpa dirinya “Baiklah. Aku ke ruang OSIS dulu”

Junhee melangkah gontai memasuki ruang OSIS. Hanya ada Chanyeol di ruangan itu. Terlihat jelas bagaimana Chanyeol telah menunggu Junhee.

“Masalah apa yang lagi yang terjadi padaku?” Junhee duduk di depan Chanyeol dengan wajah yang tak bersemangat.

“Masalah besar” Chanyeol tak bereskpresi. Junhee mengangkat wajahnya lemah “Benarkah?”

“Ya. Kau membuat menderita kekhawatiran sampai ke tulang-tulangku…” Junhee menatap Chanyeol bingung setelah mendengar ucapan Chanyeol itu.

“…Kau membuatku tidak fokus mengerjakan apapun dan selalu ingin di sampingmu” Lanjut Chanyeol menatap sendu kearah Junhee.

“Chanyeol, apa maksudmu?”

“Mungkin aku bukan orang yang berharga untukmu, yang bisa membuatmu bahagia. Tapi kumohon untuk mempertimbangkanku sebagai orang yang menganggapmu berharga. Aku tidak bisa melihatmu melamun dan seolah meninggalkan kenyataan yang ada. Kumohon, ungkapkan lah isi hatimu” Chanyeol menatap dalam bola mata hitam pekat itu.

“Kau tidak akan mengerti, Chanyeol. Bahkan kau tidak akan percaya dengan semua yang terjadi padaku. Jangan melewati batas ini” Junhee menunduk sedih, matanya berair.

“Kau salah. Aku akan percaya pada semua kata-katamu. Jika itu tidak benar, kau tidak akan memikirkannya sampai seperti ini. Aku siap menjadi pendengarmu, Junhee” Chanyeol berusaha meyakinkan.

“Ada seseorang…” Suara Junhee bergetar. Air matanya berjatuhan “Seseorang yang tiba-tiba muncul dan membunuh kakakku. Dia…”

Chanyeol masih tetap diam, menahan begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam otaknya.

“Dia adalah vampir. Bangsa vampir yang juga telah membunuh orang tuaku. Dan mungkin saja, dia yang telah membunuh Han Soyoung”

Chanyeol membulatkan matanya mendengar serentatan kata-kata tersebut. Seperti yang dikatakan Junhee sebelumnya, ada rasa tidak percaya dalam hatinya, tapi ia mencoba untuk menepis perasaan itu dan mempercayai Junhee.

“Kematian Han Soyoung, bagaimana kau bisa tahu ini ada hubungannya dengan hal itu?” Chanyeol mencoba untuk berkata dengan hati-hati.

“Di hari meninggalnya Soyoung, aku bertemu dengan ‘dia’ di hutan saat Out School Day. Dan saat aku melihat mayat Soyoung, ada banyak darah di sekitar leher dan lengan Soyoung. Titik dimana vampir biasa menghisap darah korbannya” Junhee tampak bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

“Aku mengerti. Tapi semua berakhir. Polisi sudah mengakhiri kasus ini dan aku akan mencoba melidungimu dari dia. Jadi, kumohon, kembalilah menjadi Junhee yang kukenal dulu” Chanyeol menggenggam tangan Junhee dengan erat.

~-~

            Walau Chanyeol mencoba untuk membuat Junhee melupakan hal mengenai ‘dia’ tapi Junhee tidak serta merta dapat melakukannya. Ia bahkan telah menetapkan pilihan untuk mencari tahu kebenaran mengenai kematian Han Soyoung.

Dan setelah mengatakannya pada Chanyeol, Chanyeol menolak keras ide itu “Jangan melakukannya. Dia itu berbahaya Junhee. Kau bisa menjadi sasaran selanjutnya kalau kau tetap keras kepala seperti ini”

“Tapi aku memang berharap bisa kembali bertemu dengannya. Banyak yang ingin kutanyakan padanya. Dan akan kupastikan untuk membuatnya menyesali apa yang telah dilakukannya pada keluargaku” Mata Junhee penuh dengan kebencian. Chanyeol hanya bisa menghela nafas. Ia tidak bisa membujuk lebih dari ini.

Sesuai dengan rencananya, Junhee dan Chanyeol tengah menuju ke kamar milik Soyoung. Kamar milik Soyoung berada di sudut luar yang dekat dengan gerbang yang berhubungan dengan hutan. Daerah asrama ini juga sangat sepi karena hanya beberapa kamar yang terletak di daerah ini.

Langkah mereka terhenti setelah mendapati Jongin berdiri di depan kamar tersebut “Kim Jongin, apa yang kau lakukan?” tanya Chanyeol.

Jongin tampak sangat terkejut, tapi ia berusaha kembali setenang mungkin “Aku ingin tahu alasan sebenarnya kematian Han Soyoung. Kalian sendiri, apa yang kalian lakukan?”

“Sama seperti yang kau lakukan. Tapi, kenapa kau ingin mengetahuinya?” Junhee tampak santai.

“Cih. Aku ada ketua kelas Han Soyoung jadi aku berhak melakukan ini. Dan jangan pernah berpikir kalau hal ini mudah. Kalian hanya akan membuang-buang waktu kalian. Lebih baik kalian kembali ke asrama masing-masing” Terdengar nada meremehkan dari Jongin.

Chanyeol tersenyum “Kalau itu alasanmu, sama sekali tidak mempan untuk kami. Aku adalah wakil ketua OSIS yang sekelas dengan Han Soyoung dan Junhee adalah wakil ketua kelas Han Soyoung. Kami juga memiliki hak yang sama”

Jongin mengepalkan tangannya “Jangan bercanda!” Bentaknya.

“Aku sama sekali tidak bercanda. Tapi, sebaiknya kau tidak usah melanjutkan ini. Mungkin kau akan berada dalam bahaya” Junhee berkata dengan tenang lalu menarik Chanyeol untuk pergi.

Jongin mengepalkan tangannya dengan kuat “Kalian pikir kalian siapa?”

~-~

            Walau tak ingin bertemu dengan Tao, tapi jauh di dalam hati kecilnya Junhee berharap bisa bertemu dengan Tao. Ia ingin memastikan kematian kakaknya langsung dari Tao. Sayangnya, ia tidak pernah lagi bertemu dengan Tao.

Junhee tengah berjalan di antara pepohonan yang rindang di tengah taman depan. Tempat ini menjadi tempat pertama dirinya bertemu dengan Tao dan membuatnya merasakan ketakutan yang mendalam.

Dari jauh ia melihat sosok yang dikenalnya tengah memandang langit. Tatapan yang tenang itu membuat Junhee tersenyum. Ia ikut menatap langit dan merasakan kekhawatirannya sedikit menghilang. Kebebasan yang dicerminkan oleh langit itu membuat Junhee merasa lebih baik.

“Kim Junhee” Junhee menatap orang tadi yang tengah melambaikan tangannya dengan senyuman manis.

“Hai, Oh Sehun” Balas Junhee sambil tersenyum. Deg. Senyumnya menghilang tepat saat seseorang dengan rambut kemerahan muncul di belakang Sehun. Orang itu Tao dengan senyuman jahatnya menatap kearah Sehun dan Junhee bergantian.

“Sehun dalam bahaya”

TBC

 Author menyarankan untuk membaca chap ini sambil mengingat-ngingat kejadian demi kejadian di chap sebelumnya. Seperti adegan pertama di chap ini, adegan itu juga menjadi adegan pertama chap 1, hanya saja dilihat dari sisi yang berbeda. lalu adegan saat Tao melihat bulan lalu menyelamatkan Junhee dari vampir lain. Itu juga ada di chap satu. So, supaya tidak bingung, readers juga harus mengingat kejadian-kejadian di chap sebelumnya.

And the last, of course COMMENT

Iklan

Penulis:

I Like writing... I Love my family and my friends... I'm K-Pop Lovers and Ulzzang Lovers

26 thoughts on “[2nd] Dark of The Blood(Dark in Shadow)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s