Nerd For Popular {The First Day}

KJI

Nerd For Popular {The First Day}

Kim Jong In & Oc (Han Soo Eun)

Romance, Hurt, and Lil bit Angst

Just A Lil fiction about Kim Jong In

I’m sorry for typo and storyline 🙂

Jangan bully aku ya teman – teman~

Before : Be My Girlfriend || The First Day

Dia tampan,

Dia Kaya,

Dan Dia adalah Kekasihku

{Author POV}

Pagi itu Soo Eun bangun seperti biasanya. Ia mandi, berpakaian, sarapan, menyusun buku dan melakukan aktifitas lainnya sama dengan pagi – pagi sebelumnya. Jam dinding yang hampir menunjuk angka 7 seperti memanggil – manggil Soo Eun untuk segera pergi ke sekolah. Soo Eun memang harus berangkat pagi jika tak ingin ditinggal kereta. Ia berpamitan, dan ketika kaki Soo Eun baru menginjak areal luar rumah, gadis itu dikejutkan dengan kehadiran sebuah mobil sport yang entah apa merknya. Yang jelas mobil itu keren dan berwarna putih.

Alis Soo Eun bertaut tak mengerti ketika mata bulatnya menangkap sosok Jong In keluar dari dalam mobil dengan kaca mata hitam bertengger di atas hidungnya yang rata. Lelaki itu memang terlihat keren, tapi apa yang ia lakukan pagi – pagi sekali di depan rumah Soo Eun ?

BIG NO!!! Apakah Jong In menjemput Soo Eun ?

“Kim Jong In ?” bibir Soo Eun spontan menyebut nama Jong In. Lelaki yang dipanggil lantas membuka kacamatanya dan waw~ hati wanita mana yang tidak luluh melihat wajah tampan Jong In sepagi ini. Tapi Soo Eun bukanlah tipe gadis yang langsung jatuh hati pada lelaki tampan dan juga kaya. Walaupun seantero sekolah memanggilnya dengan panggilan ‘si aneh’ namun Soo Eun tetap memilah – milah untuk urusan hati. Semua orang berhak untuk hal itu, bukan ?

“pagi” Jong In menyapa dengan wajah berseri. Senyumya terkembang cukup lebar seperti lelaki itu tak memiliki beban di hidupnya. Kakinya kemudian bergerak mendekat kearah Soo Eun yang masih berdiri di depan pintunya. “apa aku harus berpamitan dengan orang tuamu dulu ?” tangan Jong In hendak bergerak menggapai ganggang pintu rumah Soo Eun, namun gadis itu buru – buru menahannya.

“apa yang kau lakukan disini ? darimana kau tau alamat rumahku ?” Soo Eun dengan berani menatap Jong In dengan tatapan yang kurang bersahabat. Jujur saja, ia baru berbicara dengan lelaki itu kemarin dan sekarang lelaki itu muncul di depan rumahnya. Padahal semalam hujan tidak turun dengan lebat. Apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran Jong In ?

“aku hanya ingin menjemput kekasihku. Apa itu salah ?” jawab Jong In santai. Kedua tangannya telah di sematkan ke dalam saku. Pandangannya juga tidak mengintimidasi atau sebagainya. Hanya tatapan biasa, tidak lebih.

Soo Eun menggeleng cepat, dan matanya berulang kali berkedip – kedip. “ini semua pasti mimpi.” Soo Eun menepuk kedua pipinya dan gadis itu langsung saja pergi tanpa menghiraukan Jong In. Bukan bermaksud tak sopan, hanya saja Soo Eun masih kurang percaya dengan kata kekasih yang keluar dari mulut Jong In.

“aku sudah disini. Jadi, ayo berangkat bersama” Soo Eun terkejut ketika Jong In menarik pergelangan tangannya. Lelaki itu membukakan pintu mobil dan mendudukan Soo Eun di Jok penumpang depan atau lebih tepatnya posisi Soo Eun sekarang tengah duduk di samping Jong In. Hanya ketidak mengertian yang mengisi otak Soo Eun ketika melihat sikap Jong In yang seperti ini.

“pasang sabuk pengamanmu, Eun” Soo Eun kembali terkejut ketika Jong In memasangkan sabuk pengaman padanya. Hanya anggukan kikuk yang Soo Eun berikan sebagai ucapan terima kasih.

Tak lama kemudian,Jong In pun menginjak pedal gas dan mobil itu berjalan. Rumah demi rumah di lewati, lampu merah bahkan pemberhentian bus juga telah di lewati namun keduanya sama – sama tidak berniat untuk membuat sebuah obrolan. Hanya keadaan hening yang tercipta selama di perjalanan.

Mobil Jong In terparkir rapi di tempat biasa ia memarkir mobil. Ia keluar lebih dulu karena hendak membukakan pintu untuk Soo Eun. Namun diluar perkiraan, Soo Eun keluar sendiri.

“terima kasih atas tumpangannya” Soo Eun membungkuk dan lagi, gadis itu mengacuhkan Jong In. Ia langsung saja masuk ke dalam gedung sekolah. Tanpa menunggu Jong In atau sekedar mengajak Jong In masuk bersama. Adalah hal aneh bagi Jong In diperlakukan seperti ini. Jong In yang biasanya di elu – elukan dan bahkan hampir di puja merasa sedikit tersakiti harga dirinya lantaran ‘si aneh’ bertindak seperti menolaknya. Namun taruhan adalah taruhan. Mau sebenci apapun, tapi Jong In harus bertahan selama 2 minggu.

Setelah memastikan pintu mobilnya terkunci, Jong In lantas berlari mengejar Soo Eun. Langkah kaki lebar Jong In mampu mengimbangi langkah Soo Eun dan mereka masuk ke dalam gedung sekolah bersama – sama. Tidak ada yang berbicara, namun bisikan para siswa yang ada di koridor ketika dua sejoli itu lewat benar – benar mengganggu pendengaran Soo Eun. Jika boleh jujur, Soo Eun benci seperti ini. Biarlah ia di bully atau di jahati secara nyata daripada di bicarakan secara diam – diam. Namun Soo Eun tetaplah Soo Eun, si aneh yang sering di bully dengan sifat dingin di dalam hatinya.

Jong In yang berjalan berdampingan dengan Soo Eun juga sebenarnya merasa tidak senang dengan kelakuan beberapa siswa yang membisikkan mereka. Tetapi ia juga lebih memilih diam. Akan memperpanjang masalah jika menghardik atau menegur.

“Ah~” mulut Soo Eun terbuka cukup lebar ketika mendapati lokernya sudah dipenuhi oleh karya – karya yang Ughh~ memiliki arti yang sangat menyayat hati. Jong In yang berada di samping Soo Eun, sebenarnya merasa terkejut namun bahagia secara bersamaan. Terkejut karena ada yang mengerjai Soo Eun walaupun ia sudah memperingati semua siswa kemarin, namun Jong In bahagia karena si nerd masih berada di posisinya. Namun raut wajah yang Jong In keluarkan adalah raut wajah khawatir. Heol~ pandai sekali lelaki itu berakting.

“lokermu” tangan Jong In bergerak mencabuti sticky note yang tertempel di loker Soo Eun. Berpura – pura perhatian.

“pergilah. Aku sudah biasa dengan semua ini” Soo Eun memegang tangan Jong In dan ia segera mengambil sticky note yang telah Jong In cabut. Gadis itu tersenyum. Ada perasaan aneh yang Jong In rasakan ketika melihat Soo Eun. Namun Jong In buru – buru menepis perasaan itu.

“tapi,-”

“seorang pangeran seharusnya tetap berada di kursi kebesaran bersama sang ratu. Bukannya turun dan membantu si jelata untuk mempertahankan gubuk kumuhnya.” Soo Eun pergi meninggalkan Jong In setelah mengatakan sederet kata yang masih menyimpan tanda tanya dalam otak Jong In. Soo Eun juga mengurungkan niatnya untuk meletakan buku ke dalam loker. Ia sudah menebak dengan apa yang orang – orang masukkan ke dalam loker itu.

“bagaimana mungkin seorang nerd memperlakukan ku seperti ini ?” Jong In menggerutu pada dirinya sendiri. Jika saja di lorong itu hanya ada dirinya, ia pasti akan melemparkan telur busuk kearah loker Soo Eun.

Jalan kita berbeda..

Kumohon, berhentilah

Setelah kejadian tadi pagi, Soo Eun tidak lagi melihat Jong In. Entah itu ketika jam pelajaran kosong atau keluar main. Rasa syukur menggerogoti perasaan Soo Eun, karena dengan begini kehidupan normalnya bisa kembali berlangsung. Ya, walaupun beberapa siswa masih membullynya. Tapi itu sudah menjadi kebiasaan bagi Soo Eun namun Soo Eun sangat bersyukur lantaran Yeonsung juga tak menampakkan diri.

Bel pulang berbunyi dan kebanyakan siswa beserta guru telah keluar dari ruang kelas masing – masing. Salam perpisahan dan ucapan sampai bertemu lagi di ucapkan oleh beberapa siswa yang berteman dekat, namun ucapan seperti itu tidak pernah di dapat Soo Eun. Oh, gadis itu juga terbiasa untuk membiarkan isi kelas kosong dahulu sebelum ia pulang. Soo Eun, tidak terlalu suka untuk berjalan di depan orang lain.

Mendapati keadaan kelas telah kosong, Soo Eun mulai membereskan buku – bukunya dan iapun berjalan sendirian keluar dari kelas. Baru saja Soo Eun menutup pintu kelasnya, namun mata gadis itu kembali menangkap hal luar biasa. Oke, siapa lagi kalau bukan Jong In. Soo Eun masih tidak mengerti, kenapa Jong In masih kekeuh mendekatinya.

Jong In duduk pada salah satu kursi yang ada di dekat kelas Soo Eun. Kepala lelaki itu tertunduk dan kedua tangannya disilangkan di depan dada. Apa Jong In sedang tertidur ? pikir Soo Eun.

Niat awal Soo Eun yang ingin meninggalkan Jong In harus terkubur, lantaran udara dan angin yang mulai agresif. Dengan langkah ragu, Soo Eun mendekati Jong In. Gadis itu berjongkok dan memperhatikan wajah Jong In dari bawah. Soo Eun tersenyum. Sebenarnya tidak ada yang lucu, namun wajah tidur Jong In benar – benar manis. Bibirnya terkatup rapat dan hidungnya kembang kempis lantaran menghirup serta mengeluarkan udara.

Menyadari hal yang di perbuat salah, Soo Eun lantas menggelengkan kepalanya cukup kuat. ‘hanya membangunkannya, oke ?’ Soo Eun memperkuat niatnya dalam hati. Gadis itu mengangguk dan kemudian tangannya bergerak memegang lengan Jong In.

“Hey, Kim Jong In” panggil Soo Eun seraya menggoyangkan lengan Jong In, namun lelaki itu tak bergeming.

“Jong In ? Kim Jong In ?” tangan Soo Eun kembalibergerak menggoyang lengan Jong In, namun lagi – lagi Jong In tak bergeming. ‘lelaki ini tidur seperti kerbau saja’ rutuk Soo Eun dalam hati namun ia masih belum menyerah untuk membangunkan Jong In.

“Hey, Kim Jong,—” Soo Eun berhenti memanggil Jong In karena lelaki itu telah memberikan respond. Tangannya bergerak dan kepalanya mulai tegak. Satu hal yang berbahaya saat ini adalah, jarak wajah Jong In dan Soo Eun benar – benar dekat. mereka bahkan dapat merasakan hawa napas masing – masing. Mata tajam elang Jong In bertemu dengan mata teduh Soo Eun. Keduanya terdiam cukup lama hingga Jong In secara tak sadar memajukan wajahnya.

Dekat,

Semakin dekat,

“jangan berbuat yang macam – macam” Soo Eun mendorong wajah Jong In menjauh dengan tangannya. Gadis itu kemudian bangkit dari posisi jongkoknya. Ia menepuk – nepuk roknya pelan.

Jong In yang merasa harga dirinya kembali di jatuhkan oleh si aneh hanya bisa menghela napas. Well, ia tidak ingin aktingnya yang hampir mendekati kata sempurna harus hancur lantaran marah – marah tak jelas pada Soo Eun karena gadis itu berani menolaknya yang hendak.. hmm, mencium Soo Eun ?

“aku pulang” ucap Soo Eun dan gadis itu lantas pergi saja dari hadapan Jong In.

kumakan juga kau hidup – hidup Han Soo Eun’ gerutu Jong In seraya mengacak rambutnya sebal. Lelaki itu kemudian mengambil tasnya dan kakinya bergerak cepat mengejar Soo Eun.

“ayo pulang bersama” secara mengejutkan Jong In menyeret pinggang Soo Eun, membuat gadis itu terhuyung dan terhempas ke arah Jong In. Namun Soo Eun tidak semudah itu di taklukkan, dalam hitungan detik gadis itu langsung saja mendorong Jong In dan kalau saja Jong In tidak segera menghindar ia pasti terkena tendangan Soo Eun.

“gadisku pemain sepak bola rupanya” ejek Jong In dan Soo Eun hanya meniup poninya sebal seraya menatap Jong In marah.

“berhentilah mempermainkan ku Kim Jong In.” Bentak Soo Eun dan gadis itu kembali merajut langkah. Jong In juga kembali mengejar Soo Eun. Ughh~ lelaki itu pantang menyerah tampaknya.

“oh ayolah. Wajahmu sangat jelek jika di tekuk seperti itu” Jong In mulai menggoda namun Soo Eun hanya menjawab dengan. “apa pedulimu ?”

“kau gadisku, tentu saja aku peduli” Jong In tersenyum dan ia dengan seenaknya menggenggam tangan Soo Eun yang terkepal kuat. Soo Eun hendak melepas genggaman Jong In, namun ia tidak bisa lantaran genggaman Jong In memang kuat.

“Jong In, kumohon”

“apa ?”

“berhentilah”

“tidak”

“kenapa ?”

“karena aku ingin menaklukkanmu” Soo Eun menatap Jong In tak percaya.

“tunggu aku, sebentar lagi aku akan sampai di landasan hatimu” Jong In melanjutkan ucapannya. Lelaki itu juga tersenyum. Oh siapapun, aku sudah tidak sanggup lagi untuk menulis kelanjutan cerita ini. Siapapun, tolong aku dari rayuan Jong In. Kumohon~

“tidak akan mudah bagimu untuk mencapainya” elak Soo Eun namun Jong In menggeleng.

“karena, untuk itulah aku berusaha” balasnya dan entah sejak kapan mereka telah sampai di dekat mobil Jong In. Untuk kedua kalinya, Jong In membukakan pintu mobil. Lelaki itu mempersilahkan Soo Eun masuk terlebih dahulu.Seperti terhipnotis, Soo Eun langsung saja masuk ke dalam mobil Jong In.

‘Hal ini bukan tentang berapa lama aku bertahan, tetapi tentang berapa lama kau mampu menahannya’ Jong In menaikkan satu sudut bibirnya hingga lelaki itu kini tengah mencetak sebuah smirk di wajahnya.

FIN ?

Merasa gak puas aja sama yang satu ini..

Aku rasa series yang ini maksa banget ya ?

A~ maafken aku teman – teman..

Haduduh~ ini seriesnya di berhentiin aja kali ya ?

Aku butuh saran nih keknya, saran come to mama >.<

Dan ya, aku cuman ingin mengingatkan, kalau kalian sebaiknya jangan terlalu berharap lebih dengan ff ini.. aku gak mau bikin kalian kecewa *Bow

Jadi, Pai~

Saranghae Pyeong~

44 thoughts on “Nerd For Popular {The First Day}

  1. Wahh, Jongin gg mau kalah.. Dia mau menaklukan So eun..
    Pengennya Jongin yg takhluk pada So Eun jadi sebaliknya, pstinya jd seru..

    Next ya 😀

  2. jongin pantang menyerah ni buat deketin soo eun .. walupun sdh diancam.jong in ttp aja ada membully soo eun dalam diam ㅋㅋㅋ kasina banget sama soo eun di sini

  3. Ping-balik: Nerd For Popular {Get Well Soon, Eun & Jong In} | EXO Fanfiction World

  4. yah jgn berhenti donk kn syang bgt ud part 2, kn pnasaran jg kpan jongin bisa mgambil hatinya soo eun

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s