What is Love ? [Chapter 1]

CYMERA_20150307_002901

Title                 : What is Love? [Chapter 1]

Author              : Park hana

Cast                : Zhang Yixing, Oh Sehun, Lee Jieun.

Genre             : Romance, Family, Comedy(little bit)

Length           : Chapter

Rating            : G

Warning         : Typo dimana-dimana! Dan meskipun FF abal-abal tapi tidak diperkenankan untuk di copy paste tanpa seijin saja. hh ^^V Silent Reader diperbolehkan, tapi yang comment atau like lebih disukai.😀

I can’t explain what I feel.

Making a day feel like a minute
With you, Im the main character of a movie
As if Im about to film an action scene to come see you,
as if Ive become a hero

I imagined
How would it be if we were together?
If only you say okay, everything is perfect

Part 1

Suara tangisan terdengar di dalam kamar Lee jieun yang merupakan anak tertua di keluarga Lee. Bekas tisupun berserakan di mana-mana membuat kamar Jieun yang didominasi warna pink itu menjadi terlihat seperti ruangan yang baru saja kemasukan perampok.

“Aigoo. . dia melakukannya lagi. aku tak percaya mempunyai nona seperti dia”

Di pintu kamar Jieun kini seorang lelaki tengah berdiri dengan badan yang menyender di pinggiran pintu tersebut.

Lee Jaehyun, itulah nama laki-laki tersebut yang adalah adik dari Jieun sekaligus anak bungsu dari keluarga Lee.

“Hui” Jaehyun memanggil kakanya dengan tidak sopan.

Perlahan Jieun memutar kepalanya lalu menatap kearah Adiknya.

“Wae?” tanya Jieun parau dengan mata basah dan wajah memerah akibat menangis.

“Noona berhentilah melakukan hal bodoh seperti ini, bukankah seharusnya kau belajar bukannya menonton drama”

Jieun menutup rapat mulutnya dan mengangguk dengan imutnya seakan mengerti perintah adiknya itu.

“Oke oke terima kasih sarannya adikku tercinta, tapi aku tidak ingin menjadi seseorang yang membosankan seperti kau”

Jieun mengatakannya dengan nada imut serta wajah yang dibuat seimut mungkin dan hal itu membuata adiknya berdecak kesal karena lagi-lagi nasehatnya tidak didengarkan oleh kakaknya itu..

“Baiklah noona, kau menang tapi jika nilaimu jelek lagi aku pastikan kau akan mendapat hukuman dari umma”

“Hush hush ” ucap Jieun dengan gerakan tangan yang tengah mengusir Jaehyun.

Jaehyun kesal, kemudian dia membanting pintu kamar Jieun dengan keras membuat Jieun sedikit terkejut dengan perlakuan adiknya tersebut.

“Aigoo anak itu sangat menyebalkan.”

Dan Jieun pun tersadar dia ketinggalan banyak drama yang tengah dia tonton akibat pertengkarannya dengan Jaehyun dan hal itu membuat Jieun berdecak sambil menggerutu mengeluarkan kekesalannya pada Jaehyun.

****

Pagi hari di rumah keluarga Jieun, Tuan Lee dan Jaehyun sudah duduk di tempat duduk mereka masing-masing di meja makan., sedangkan Nyonya Lee, ibu dari Jaehyun dan Jieun tengah sibuk di dapur.

Dari tangga terlihat Jieun dengan mata panda serta rambut yang acak-acakkan menuju meja makan dan tak lupa gitar yang dia gendong.

Semua keluarga terkejut dengan penampilan Jieun yang acak-acakkan tersebut. bahkan Jaehyun sampai menggelang-gelengkan kepalanya melihat penampilan noona semata wayangnya itu.

“Aigoo makhluk mengerikan apa yang baru saja datang?” ujar Nyonya Lee menghampiri Jieun dengan tangan dilipat di dada.

“Jieun-ah apa tidurmu tidak nyenyak?” tanya tuan Lee.

Jieun yang tengah menyuapkan roti kedalam mulutnya kemudian menatap appanya itu dengan roti yang dia gigit lalu mengagguk.

“Aku sudah selesai” Jaehyun berdiri dari tempatnya setelah menghabiskan segelas susu miliknya.

Tuan Lee heran pada Jaehyun yang akan pergi sedangkan sebelumnya Jaehyun mengatakan bahwa dia akan menumpang mobil appanya.

“Apa appa tidak melihat aura noona sangat hitam dan mengerikan. Aku takut jika berada lama-lama didekatnya maka aku akan mendapatkan sial sepanjang hari.”

Kedua mata Jieun membelalak mendengar ucapan adiknya itu. wajahnya mulai mengeras dan menatap adiknya tajam.

‘Hyak Lee Jaehyun apa tak bisa kau berkata suatu hal yang baik tentang noonamu ini?”

Kalimat protes tadi keluar dari mulut Jieun disertai cipratan serpihan roti yang tengah Jieun makan.

Pletak!!

Nyonya Lee , mendaratkan jitakan nya di kepala Jieun yang membuat jieun meringis kesakitan dan langsung memegang kepalanya.

“Eomma kenapa kau selalu saja memukul kepalaku?”

“Karena kau jorok” teriak nyonya Lee sambil memelototi Jieun yang membuat Jieun menundukkan kepalanya serta memonyongkan bibirnya.

***

Dikamar kini Nyonya Lee tengah menyisir rambut Jieun. Dia tidak tahan melihat anak gadis semata wayangnya berantakan pergi sekolah.

“Aigoo Lee Jieun-ssi anda benar-benar, kalau anda seperti ini terus bagaimana anda mendapatkan pacar?”

Nyonya Lee mulai mengoceh saat menyisir rambut Jieun dan berbicara dengan formal pada Jieun. dan itulah cara mereka menunjukan kedelatan mereka dengan berbicara formal atau memanggil nama lengkap masing-masing.

“Aigoo, sewaktu aku seumuranmu, rambutku panjang dan indah. Dan itulah yang menjadikanku primadona di sekolah. Bahkan di rumah sakit aku cukup terkenal.”

Jieun mulai menunjukan wajah bosan ketika ummanya mengoceh disertai membanggakan dirinya sendiri seperti bisanya.

“Jang Youngran-ssi apa anda sudah selesai? Karena kalau anda terus menyisir rambutku maka sudah dipastikan aku pasti akan berakhir berdiri di depan kelas atau membersihkan toilet atau juga disuruh berlari keliling lapangan, seperti apa yang sering anda lakukan ketika berat badanku mulai naik”

Nyonya Lee menghentikan kegiatan menyisir rambut Jieun, lalu dia pun duduk di atas kasur dan tengah menatap Jieun dengan wajah yang susah di artikan.

Jieun yang menyadari keanehan ibunya langsung menanyakan ada apa.

“Jieun-ah apa benar-benar tidak ada pria yang menyatakan cintanya padamu?” tanya Nyonya Lee penasaran.

“Eo itu sebenarnya ada, dan. . “

Jieun menatap ibunya dengan wajah berbinar.

“Pria itu. . .” Jieun menghentikan ucapannya dan dengan mata berbinar dia memegang tangan ibu.

“Pria itu?” ulang Nyonya Lee dan tak dapat dia sangkal kalau hatinya tengah berdebar saat ini.

“Bernama. . .”

“Nugu?” tanya Nyonya Lee

“Kim. .”

“Kim. .” ulang Nyonya lee lagi.

“Soo. . “

“Soo?” wajah Nyonya lee agak aneh ketika Jieun mengucapkan Kata Soo.

“Hyun, Kim Soo hyun. Do Min joon”

Jieun melepaskan pegangan tangannya dan mulai membuka lebar lengannya. Kepalanya dia tengadahkan menatap langit-langit kamarnya seraya membayangkan wajah Kim Soo hyun.

Mendengar Jieun yang bercanda nyonya Lee langsung merubah raut wajahnya menjadi wajah yang seperti ingin mencekik anaknya.

“Wae?” tanya Jieun dengan wajah datar begitu melihat raut wajah menakutkan ibunya.

“Pabo” ujar Nyonya lee seraya melangkah pergi.

Setelah ibunya pergi Jieun terdiam, dia tertawa terbahak-bahak. Lalu menari-nari gembira. Namun begitu ekor matanya melihat kearah jam di meja, Jieun menghentikan kegiatan menarinya dan langsung panik.

Dia menyambar tas serta tas gitar miliknya lalu bergegas pergi sekolah karena kalau dia masih menari-nari bisa dipastikan nasib buruk akan menghampirinya.

***

@Beijing

Langit yang begitu cerah tak sedikitpun membuat lelaki bernama Zhang yixing itu berniat untuk menikmati nya dengan berjalan-jalan di luar ruangan. Dia hanya terus konsen kearah buku yang tengah dia baca. Bahkan dia sampai tidak sadar kalau saat ini ada dua orang perempuan yang tengah menatapnya dengan wajah riang di meja di sebelah pinggirnya.

Lelaki paruh baya itu kemudian menghampirinya, lalu duduk di kursi didepan yixing duduk.

“Jadi besok kau akan pergi?”

“Emh” sahutnya singkat dan tak banyak berkomentar.

Wajah lelaki paruh baya tersebut tampak bersedih. Dia adalah Tuan Zhang yang adalah ayah dari Zhang Yixing.

“Honey ini minumannya”

Tiba-tiba seorang wanita datang membawa dua buah minuman dan langsung menaruhnya di meja.

“Hallo Yixing” sapa wanita itu ramah dan tampak tersenyum pada Yixing, namun bukannya membalas sapaan wanita yang notabennya adalah istri ayahanya, Yixing malah mengacuhkannya.

Wanita itu terawa getir mendapat perlakuan seperti tadi dari Yixing. Dengan senyum yang dipaksakan serta malu dia pun menurunkan tangannya dan duduk di sebelah suaminya-Tuan Zhang.

Cukup lama mereka terdiam, ah lebih tepatnya saling tidak berbicara. Namun, tiba-tiba wanita yang adalah ibu tiri Yixing itu memulai pembicaraan.

“Yixing aku sudah menghubungi Kakakku di Seoul. Dan dia setuju kau tinggal disana”

Masih dengan tatapn pada bukunya Yixing pun menyahut.

“Ya”

Tuang Zhang menghela napas melihat perlakuan anaknya itu, dia kemudian mulai menasehati Yixing untuk lebih memperdulikan ibu tirinya.

Yixing yang bosan mendengar omelan ayahnya, langsung menutup buku yang sedari tadi dia baca, lalu disimpan kedalam tas miliknya.

“Baiklah kalau itu mau baba. Jang Youngmi-ssi terima kasih” ucap Yixing.

Setela mengatakan hal barusan, Yixing pun pergi dari sana meninggalkan Tuan Zhang beserta Jung Youngmi.

Tuan Zhang menatap kearah istrinya dengan penuh rasa bersalah dengan perlakuan anaknya.

“Maafkan dia sayang, dia sudah seperti itu sejak dulu. Bahkan saat mama nya meninggalpun dia tetap seperti itu. aku selalu berpikir apakah caraku membesarkan nya salah?”

Youngmi tersenyum manis, dia menggenggam tangan suaminya dan hal itu seakan membuat Tuan Zhang merasa sedikit lega.

***

Dengan mata berbinar Jieun berdiri di depan sebuah televisi sebuah toko yang tengah menyiarkan Pororo. Saking asiknya Jieun menonton sampai-sampai mulut menganga. Dia seakan melupakan kalau dia sedang berada di daerah pertokoan. Bahkan beberapa orang mulai menatap Jieun sambil berbisik-bisik dan menertawakannya.

Saat berada di dunianya, dua orang perempuan datang menghampiri Jieun. perempuan yang memakai seragam yang sama dengan Jieun.

Perempuan pertama adalah Park Jiyeon perempuan cantik dengan tubuh yang ideal dan satu lagi bernama Yoon Boomi perempuan yang tidak kalah cantik namun agak sedikit tomboy.

Bomi dan Jiyeon melihat sahabat mereka tampak menyedihkan sekaligus memalukan langsung mengaleng lengan Jieun di kedua sisi Jieun, lalu menyeretnya pergi dari sana. Sedangkan Jieun yang diseret kedua sahabatanya hanya bisa menunjukan wajah sedih karena lagi-lagi dia diperlakukan seperti sekarang oleh kedua temannya.

Mereka kini sampai di sebuah café dan tegah memakan eskrim. Jieun dan Bomi saling menatap tajam. Ujung bibir mereka di tarik kemudian sebuah cahaya bersinar dari ujung mata mereka.

Dengan cepat mereka mengambil sendok milik masing-masing, sedangkan Jiyeon yang sudah tahu sikap kedua temannya itu ketika berhadapan dengan makanan hanya bisa menyenderkan badannya di punggung kursi yang dia duduk seraya berguman pelan.

“Mereka selalu seperti ini. aigoo. . .”

Ketika Mereka bertiga sedang asik memakan eskrim mereka, tiba-tiba sepasang yang terlihat seperti kekasih memasuki café, lalu duduk di kursi pinggir mereka. seketika itu juga Jiyeon serta Bomi terunggah hatinya untuk memperhatikan sepasang keaksih itu. sedangkan Jieun hanya terfokus pada eskrimnya. Seakan tak ada yang lebih menarik selain eskrim yang tengah dia makan itu.

Kini di khayalan Jiyeon dia melihat bahwa dirinya lah yang tengah berada di posisi gadis tersebut bersama dengan lelaki pujaannya tentunya. Tidak berbeda jauh dengan Jieyon, kali ini Bomi pun tengah mengkhayalkan hal yang sama.

“Ah… aku selesai” ujar jieun dengan mulut belepotan eskrim.

Melihat kedua temannya yang tampak melamun sambil tersenyum-senyum sendiri. Jieun pun menatap mereka berdua bergantian dengan tatapan bingung.

Ponsel Jieun berdering, dia pun menerima teleponnya yang ternyata dari ummanya. Jieun menerima panggilan di telepn dari ummanya sambil beranjak menjauh dari kedua temannya.

Sepulangnya dari menerima telepon ummanya, Jieun kembali duduk dia memperhatikan pasangan yang berada di depannya. Dengan serius dia memperhatikan pasangan yang tengah di mabuk asmara itu.

Mereka saling suap bahkan mereka saling menyuapi satu sama lain membuat mulut Jieun mngerucut. Kemudian berkata.

“Aku ingin jatuh cinta juga”

Dan ternyata ucapan Jieun barusan membuat kedua temannya langsung keluar dari khayalan mereka yang sudah terlalu jauh dan lama. Mereka menganga mendengar ucapan jieun yang terdengar aneh itu.

“Lee Jieun-ssi apa anda sakit?” tanya jiyeon dengan nada formal.

Jieun menyipitkan kedua matanya kemudian memegang perutnya.

“Dibandingkan sakit, ini bisa lebih tepat disebut dengan lapar”

Jiyeon serta Bomi langsung menganga mendapat jawaban Jieun yang sangat aneh percis seperti Jieun yang aneh. Bagaimana tidak, Jieun yang selama ini adalah penggemar kartun serta drama itu bisa mengatakan hal seperti barusan.

“Oh ya, aku rasa aku ingin makan ayam dan tteokboki”

Jieun berdiri dan segera meninggalkan kedua temannya. yang langsung disusul oleh Jiyeon serta Bomie.

“Aku ingin merasakan apa yang pemeran utama wanita rasakan, jatuh cinta pada seorang pria kemudian hidup bahagia dengan pria itu. ah rasanya jika aku berpikir kalau aku adalah Ceon song yi atau Choi inha aku pasti bahagia”

Jieun terus meracau sepanjang perjalanan dan hanya ditanggapi cekikikan serta gelengan kepala dari bomi serta Jiyeon.

Jieun mulai menghadap temannya dan berjalan mudur, dia menatap kedua temannya kemudian dia menggerakkan tangannya untuk memeluk badannya sendiri.

“Ah mungkin rasanya hangat jika dipeluk oleh Choi Tan atau Gu jun Pyo”

“Mereka orang yang sama” komentar Bomi

Jieun kini memutar badannya kembali lalu menggandengan lengan kedua temannya.

“Mungkin akan indah jika kita bertengkar dengan pacar seperti di MV Soyu jung gigo Some”

Jiyeon serta Bomi melepaskan gandengan Jieun dari lengan mereka, kemudian mereka meneloyor kepala Jieun bergantian.

“Kau bertambah gila” ujar Jiyeon ketika meneloyor kepala Jieun lalu berjalan cepat.

“Aigo. . .” lanjut bomi yang melakukan hal yang sama dengan Jiyeon.

Jieun hanya bisa berdiri di tempat dia berdiri saat ini,. ekspresi wajah Jieun benar-benar menghkawatirkan. Dan seperti akan menangis.

“Aigoo mereka menyebalkan, mereka harus membayar perlakuan mereka padaku”

Jieun berlari mengejar temannya seraya berteriak-teriak agar Bomi dan Jiyeon bertanggung jawab dengan mentraktir Jieun makan.

***

Malam harinya Jieun duduk di temani gitar di dekat jendelanya dengan menatap langit malam yang banyak terdapat bintang.

Jieun tersenyum mengingat semua cerita didrama serta anime yang romantic dan membuat wajahnya bersemu merah.

“Suatu hari aku pasti akan menemukan pangeranku” ucap Jieun dan setelah itu dia mulai memainkan gitarnya sambil bernyanyi lagu yang sangat indah.

Disisi lain, di Negri Cina saat ini Yixing tengah mengepak barang-barangnya kedalam koper. Pintu kamar yixing terbuka, dan munculah ibu tiri Yixing Jang youngmi.

“Aku sudah menelepon Kakak dan kakak iparku disana. besok mereka akan menjemputmu dibandara”

“Ya”

Seperti biasa, Yixing hanya mengatakan sepatah kata yang membuat Youngmi menghela napas.

Saat akan pergi dari kamar Yixing, Youngmi tidak langsung pergi namun berbalik sebentar menatap Yixing. Tatapan yang terlihat seperti tatapan penuh harapan bahwa anak tirinya bisa menerima dia.

Setelah Youngmi pergi, Yixing pun menghentikan kegiatan packing nya. Dia menatap kearah sebuah frame foto. dimana Yixing kecil tengah digendong oleh seorang wanita.

Yixing menatap frame foto tersebut dengan wajah datar lalu menghela napasnya dan mengambil foto tersebut untuk di masukan ke koper.

***

Pagi itu kembali Jieun turun dengan wajah lesu, tampaknya semua anggota keluarganya tahu alasan Jieun seperti itu. Dengan kantung mata serta rambut acak-acakkan, Jieun menyapa kedua orang tuanya.

“Pagi, appa umma Jaehyun-ah. . He. .he” Jieun tertawa yang membuat kedua orang tua serta adiknya itu menggelengkan kepala.

Dengan mata masih mengantuk, Jieun mengambil segelas susu dan meminumnya.Namun belum sempat cairan susu tersebut masuk tenggorokan milikya, susu tersebut malah memuncrat akibat getokan nyonya Lee di kepala Jiuen.

Jieun terkeut dan memperotes sikap ummanya yang selalu membully dirinya.

“Eomma bagaimana wanita kasar sepertimu jadi ibuku?”

Pletak!

Sekali lagi Jieun mendapat getokan dikepalanya dan langsung mengerucutkan bibirnya karena takut tengah dipelototi ummanya.

“Baiklah aku akan mandi besok, hari ini aku kesiangan jadi aku tidak punya waktu untuk mandi”

Pengakuan jujur Jieun tersebut ternyata adalah alasan nyonya Lee menggetok kepala Jiuen. Sedangkan Jaehyun dan Tuan Lee hanya bisa pasrah menerima kelakuan Jieun yang super aneh menurut mereka.

Nyonya Lee mulai duduk untuk ikut sarapan, dan kali ini Tuan Lee memberitahu kedua anaknya bahwa mulai hari ini akan ada seorang lagi yang akan tinggal di rumah mereka.

“Jadi Mr and Mrs Lee menyewakan ruangan di rumah ini?” tanya Jieun sambil melahap rotinya dengan lahap.

“Apa kalian kekurangan uang?” tanya Jaehyun.

“Tidak mungkin, bukankah umma sangat pelit jadi kita tidak mungkin kekurangan uang”

Tuan Lee tertawa mendengar ucapan Jieun sedangkan Nyonya Lee ingin sekali menjejalkan roti di mulut putrinya itu karena menyebutnya pelit.

Tuan Lee menjelaskan bahwa yang akan tinggal disini adalah anak tiri dari bibi mereka yang menikah tahun kemarin.

Sambil asik makan, Jieun pun mengatakan bahwa dia akan bersikap sangat baik pada orang yang bisa disebut sepupunya itu.

Dengan wajah excited Jieun mulai menggenggam kedua tangannya dan menatap kerarah langit-langit rumahnya. Dia mulai berkhayal kali ini.

“Ah aku harap dia sangat menyenangkan agar kami bisa dengan cepat akrab. kalau sudah akrab kami bisa pergi main bersama, nonton anime bersama dan bahkan belanja bersama. Ah iya dia orang cina kan?   . “

Jieun menjentikkan jarinya dan dengan mata berbinar dia menatap anggota keluarganya bergantian.

“Aku akan mengajaknya makan makanan khas kita. Dia pasti suka. Dan aku akan memintanya menga. . “

“Pabo . . “ celetuk Jaehyun sambil meminum susunya.

Jieun langsung menatap adiknya tajam karena mengejeknya lagi.

“Aku noona mu” ucap Jieun dengan nada meninggi.

Jaehyun seakan mengacuhkan kakaknya itu, dia lantas membungkuk pada kedua orang tuanya lalu pamit untuk pergi sekolah.

Jieun kini menunjuk Jaehyun dan dengan ekspresi wajah yang sangat kesal pada adiknya itu. Jieun mengerucutkan bibirnya. Lalu mengalihkan pandanganya pada kedua orang tuanya bergantian, namun appa nya malah tersenyum lebar sama dengan hal yan dilakukan ummanya.

***

Disekolah, Jieun bercerita dengan menggebu-gebu bahwa dia akan kedatangan sepupunya dari Cina. Meskipun Hanya sepupu tiri tapi Jieun menyukai memanggil orang yang belum dia ketahui itu sebagai sepupu.

“Appaku bilang dia akan sampai nanti siang dan umma yang akan menjemputnya”

Jiyeon mengatakan bahwa apa Jieun sudah bertemu dengan orang yang dia panggil sepupu itu. dan Jieun pun menggeleng, membuat Jiyeon dan Bomi berdecak karena heran pada Jieun.

“Apa saat upacara pernikahan kau tak bertemu dia?” tanya Bomi

Dengan sedih Jieun menunduk sambil mengatakan bawah dia tidak bisa naik pesawat, karena dia pikir naik pesawat itu akan terasa seperti kita sedang naik Lift dan Jieun tidak menyukainya karena kepalanya selalu pusing dan perutnya akan mual. Bahkan dia akan menjerit histeris ketika pesawat akan lepas landas.

Bomi dan Jiyeon hanya bisa menggelengkan kepala mereka berdua karena Jieun.

“Hei kalian!”

Merasa ada seseorang yang memanggil mereka, Jieun Cs pun mengalihkan pandangan pada sesosok laki-laki yang baru datang dan tengah berdiri di hadapan mereka dengan wajah dingin.

Oh Sehun, Siswa kelas 2 itu adalah idola dari semua siswa perempuan di sekolah mereka tak terkecuali Jiyeon serta Bomi.

Wajah tampan, kulit nya yang seputih susu juga anak dari salah satu departemen store di korea, membuat Bomi juga jiyeon terdiam dan merasakan jantung mereka berdetak kencang.

Sehun tampak melirik kesekelilingnya karena terlihat para sisiwa mulai memperhatikannya. Sehun berdecak kesal karena merasa tidak nyaman menjadi bahan tontonan seperti sekarang.

“Aishhh bahkan dari wajahnya saja dia terlihat bodoh” gerutu Sehun pelan.

“Hyak kau!” Tunjuk Sehun pada Jieun.

Jieun hanya melongo karena tidak mengerti maksud dari Sehun mencarinya. Namun bukan hanya Jieun yang kebingungan, tapi juga Bomi serta Jiyeon juga tengah bertanya-tanya dalam hati mereka tentang perihal apa yang membuat Sehun menemui sahabatnya itu.

“Kau yang bernama Jieun?” tanya Sehun yang membuat Jieun serta kedua temannya mengangguk.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Sehun mulai mengeluarkan sebuah amplop berwarna merah muda dari dalam kantong celannya. Dia memperlihatkan amplop merah muda tersebut, namun tidak lama kemudian dia mulai menjatuhkannya di tanah.

“Maaf kau di tolak!” ujar Sehun sambil hendak berlalu pergi.

Jieun serta kedua temannya benar-benar tak mengerti dengan apa yang di katakan Sehun tentang Jieun di tolak.

Jieun berjongkok untuk mengambil amplop merah muda yang di jatuhkan Sehun. Jieun membukanya dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa itu adalah sebuah surat pengakuan cinta untuk Sehun.

Jiyeon dan Bomi menatap Jieun yang ternyata mereka juga sudah membaca isi surat tersebut. di kerutkan kening Jiyeon dan Bomi seakan ingin mendapat penjelasan dari semua ini. Jieun yang di tatap dengan tatapan aneh kemudian mengelak dan mengatakan bahwa ini bukan surat miliknya.

“ini bukan milikku. Bukankah disini tertulis bahwa Lee Jieun yang menulis ini kelas 1-4. Jadi ini bukan aku, ini Jieun yang lain”.

“Tapi bukankah ini tidak keterlaluan, meskipun dia menolak perempuan ini dia tidak berhak berlaku seperti tadi”.

“Ah, dia benar-benar keterlaluan” ujar Bomi yang setuju pada ucapan jieun.

“Tapi dia tampan!”

Sontak saja Bomi serta Jieun menatap kearah Jieyon. Yang hanya ditanggapi gugup oleh Jiyeon.

“Wae? Bukankah itu kenyataannya?” ucap Jiyeon

“Aigoo,. . .” ucap bomi seraya menggelengkan kepala dan beranjak dari tempat itu disusul dengan Jieun yang berdecak kesal seraya menatap Jiyeon kesal.

Jiyeon menggerutu karena yang dia katakan adalah sesuatu hal yang benar. Sehun memang tampan dan tidak ada yang bisa mengungkiri hal tersebut.

***

“Hyak!” panggil Jieun pada Sehun

Sehun yang tengah duduk sendirian di mejanya dengan earphone yang terpasang di telinganya tampak menghiraukan Jieun yang baru saja datang dengan Kedua temanya Bomi juga Jiyeon.

“Hyak lepaskan aerphonemu” suruh Bomi

Lagi-lagi Sehun tak menghiraukan Mereka, yang membuat Jieun serta Bomi kesal, namun tidak dengan Jiyeon yang masih tersihir oleh Sehun dan tengah tersenyum sendiri.

Bomi menggebrak meja , namun masih saja tak dihiraukan oleh Sehun. Bahkan saat ini para siswa sudah mulai memperhatikan mereka kembali.

“Aigoo” guman Jieun yang merasa tidak nyaman karena tengah diperhatikan.

Bomi yang mengetahui Jieun yang tidak nyaman, lantas berteriak pada para siswa dan meminta mereka untuk bubar karena ini bukan tontonan.

“Baiklah kalau kau memang tidak mau berbicara padaku. tapi aku harus menyelasaikan salah paham ini”

Jieun menaruh amplop berwarna merah muda yang adalah surat yang Sehun sangka dari Jieun.

“Kau salah orang. Orang yang menulis surat cinta untukmu itu bukan aku. namaku memang Lee Jieun tapi aku kelas tiga bukan kelas 1” ucap Jieun.

Sehun lagi-lagi mengacuhkan Jieun dan seakan tak mau mendengarkan penjelasan Jieun.

“Hyak, neo. bukankah seharusnya kau minta maaf padaku” ujar Jieun.

Sehun membuka aerphonenya lalu menyender di punggung kursi, tatapannya dia arahkan kearah jendela dan seakan tak mau menatap kearah Jieun.

“Aku tak harus minta maaf pada gadis sepertimu!” ucap Sehun dingin.

Wajah Jieun memerah dan begitu juga Bomi. Bahkan Bomi hampir saja akan meninju sehun untuk melampiaskan kekesalannya kalau saja tidak dihalangi oleh Jieun dan Jiyeon.

“Baiklah kalau begitu, aku juga tidak perlu permintaan maaf dari seorang anak kecil yang sombong sepertimu”

Setelah dirasa cukup, Jieun pun pergi dari sana di susul Bomi yang sebelumnya menggebrak meja Sehun kembali dan tentunya Jiyeon yang malah melambaikan tangannya pada Sehun seraya tersenyum.

Sehun meremas amplop merah muda yang dikembalikan oleh jieun, dia mengalihkan wajahnya kembali kearah jendela kelas dan tak lama kemudian dia malah tersenyum tipis penuh misteri.

***

Mobil sedan hitam itu melaju tidak terlalu cepat, dan yang ada di dalamnya siapa lagi kalau bukan Sehun yang tengah duduk dengan earphone yang terpasang ditelinganya.

Begitu melintas halte bis, Sehun tiba-tiba menyuruh supir nya menghentikan mobil. Tanpa berkata apapun, sang supir menuruti sang majikan. Sehun menyeringai karena ide gila yang terlintas di kepalanya.

Dan apa yang membuat Sehun seperti itu adalah Jieun. saat ini Jieun tengah tertidur di halte bis sambil memeluk tas miliknya. Dengan seringaian yang menakutkan, Sehun mengeluarkan sebuah spidol dari dalam tasnya.

Dia kini menggenggam spidol dengan erat dan mulai tersenyum sambil berkata dalam hatinya kalau ini akan menyenangkan.

***

Dengan bersemangat, Jieun berjalan menuju rumahnya, dia menyanyi riang sambil sesekali berputar-putar dalam lari nya yang pelan. Hatinya bahagia karena dia akan bertemu dengan sepupunya.

“Ah dia pasti cantik” ujar Jieun senang padahal dia belum bertanya apakah sepupunya itu seorang laki-laki atau perempuan.

Begitu sampai gerbang rumahnya, Jieun menghentikan langkahnya, lalu berdiri dengan memegangi dadanya.

Dia menarik napas kemudian mengeluarkan lagi. dengan hati berdebar Jieun memasuki rumahnya. Dia membuka pintu sambil berteriak

“Aku pulang, Jaehyun-ah. . .”

Jieun membuka sepatunya dan berganti memakai sandal rumahnya yang berbentuk pororo itu.

Jieun menerawang keseluruh ruangan, namun rumahnya terasa sepi. Dan saat itulah Jieun berpikir mungkin saja pesawat yang di naiki sepupunya telat atu bisa saja dijalanan macet.

Masih dengan wajah bahagia, Jieun akan menuju kamarnya di lantai dua. Namun ketika akan menaiki tangga dia terkejut begitu melihat seorang lelaki yang menuruni tangga.

Tanpa berkedip jieun menatap lelaki yang tengah menuruni tangga itu. Setelah berada tepat didepannya, Jieun hanya bisa terdiam yang seakan terpesona oleh lelaki didepannya itu. berdeda dengan ekspresi Jieun, lelaki yang adalah yixing itu hanya menatap jieun dengan tatapan datar.

“Awas” ucapnya.

“Mweo?”sahut jieun yang sebenarnya tidak focus.

Yixing menghela napas, dan tiba-tiba jieun tersadar.

“Bukankah ini rumahku?” tanya Jieun bingung.

“Atau aku salah masuk rumah lagi?” tambahnya

Jieun mulai berbicara sendiri dan itu membuat yixing merasa bahwa Jieun aneh. Yixing kemudian pergi dari hadapan Jieun sedangkan jieun berlari menuju pintu keluar. Dia melihat nomor rumahnya untuk memastikan dia tidak salah rumah seperti yang sudah-sudah.

“Ah benar ini rumahku, lalu dia siapa? Kenapa dia ada didalam rumahku?” atau mungkin umma dan appa menjual rumah dan pergi tanpa membawaku?”

Untuk memastikan khayalannya, Jieun pun bergegas memasuki rumahnya lagi lalu mencari Yixing untuk bertanya siapa yixing dan kenapa dia ada dirumahnya.

To Be Continue

14 thoughts on “What is Love ? [Chapter 1]

  1. Wkwkw lucu banget thor, aku ngebayangin ji eun tuh disini kaya botong pretty man. Polos kebangetan. Karakter cwoknya 2″nya dingin ya thor, coba salah satu karakternya ada yang beda thor pasti seru. Saran aja sih

  2. ini ff nya bagus + keren bnget thor
    jieunnya kocak + aneh bngt hehe tapi cocoklah sma jieun
    ditunggu chap slnjutnya ya thor
    kalo bis jngan lama2 hehe

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s