Ma PLAYBOY ?!

8214a73f63419690acc08f11356be6d8

Ma PLAYBOY ?!

Kim Jong In & Oc {Han Soo Eun}

Another Oc Girl

Romance & Lil Bit Hurt

Hanya secuil kisah yang terinspirasi dari lagu Exo

Tidak memiliki sangkut paut dengan cerita saya sebelumnya ^_^

Mohon partisipasinya😀

{Han Soo Eun POV}

“A–aku” lelaki tampan dengan warna kulit yang tak seperti orang kebanyakan itu menggaruk tengkuknya tergesa. Kepalanya bergerak seperti menggeleng atau mengangguk ? entahlah, aku juga tidak tau. Yang kutau, lelaki itu benar – benar seperti cacing kepanasan sekarang.

“Jong In ? aku harus segera pulang sekarang”

Lelaki yang kupanggil Jong In itu menegakkan kepalanya. Ia menatapku penuh harap. Matanya bulat sempurna dan tangan itu. iya, maksud ku tangan Jong In. Tangan lelaki itu secara reflek menarik tanganku dan selanjutnya ia mengatakan sesuatu yang sebelumnya tak pernah menghantui pikiranku.

“jadi kekasihku ya ?” tanya Jong In dan tubuhku reflek membeku saat itu juga.

aku kaget ? Oh, tentu saja aku kaget. Siapa yang tidak kaget jika lelaki yang ‘cukup’ kau kagumi langsung saja menyatakan perasaannya pada dirimu sendiri ? dunia pasti berpihak kepadaku sekarang. Tapi…

“maafkan aku Jong In” dengan rasa yang amat sangat terpaksa, kulepaskan genggaman Jong In. Kutatap mata penuh harapnya dengan tatapan sendu yang selalu kulemparkan jika sesuatu yang tak ku inginkan harus terucap melalui bibirku. Jujur, ini pilihan yang sangat sulit. Bukannya aku tak mau untuk menjadi kekasih Jong In, aku bahkan sangat bahagia mendengar pengakuan Jong In. Hanya saja, Ujian Akhir sudah ada di depan mata dan hal cukup mengesankan seperti ‘menjadi kekasih Jong In’ bukanlah sesuatu yang harus kupikirkan sekarang. Aku cukup merasa pusing dengan semua rumus yang bersarang di otakku.

Jadi, maafkan aku Kim Jong In. Waktumu sungguh sangat tidak tepat.

“Ahahaha” Jong In tertawa setelah mendengar penolakanku. Jika biasanya aku merasa bahagia dengan tawa Jong In, namun kali ini aku merasa tersiksa dengan tawa itu. tawa Jong In yang sekarang bukanlah tawa Jong In yang biasanya ku kenal.

“Jong In baik – baik saja ?” tanyaku dan Jong In… Oh tidak!! Apa dia baru saja mengusap sudut matanya ? apa lelaki itu menangis ? Oh Tuhan, sungguh. Aku merasa sangat bersalah sekarang.

“Jong,–”

“Apa kau menganggapku serius ? maksudku, apa kau serius dengan ucapanku yang memintamu untuk menjadi kekasihku ?” tanya Jong In masih dengan tawa yang menghiasi wajah tampannya. Aku mengernyit tak mengerti. Ada perasaan kecewa sekaligus bersalah yang menghinggapiku.

Apa Jong In mempermainkanku ?

“maksudmu ?” aku berusaha mencari kepastian dalam situasi yang benar – benar tidak kumengerti ini. Jong In harus menjelaskan secara mendalam.

“maafkan aku Eun. Tapi, aku sedang latihan untuk menyatakan perasaanku pada Yeonsung. Aku,– tadi aku hanya mengumpamakanmu sebagai Yeonsung, bukan Han Soo Eun. Jadi, maafkan aku ya ?” Jong In mengulas senyum manis dan untuk kali ini, ingin sekali rasanya bagiku untuk menjahit senyum itu. mengguntingnya, bahkan membuangnya ke dalam lembah kematian sekarang juga. Apa perasaanku semudah itu bagi Jong In ? baru sebentar aku merasa berada di awang – awang, namun Jong In kembali mendorongku kembali pada kenyataan. Bolehkah aku menangis sekencang – kencangnya sekarang ?

“Ahahaha” hanya tawaan hambar yang bisa kupersembahkan. “kupikir kau akan diterima oleh Yeon Sung, Jong. Kau tampan dan populer. Yeon Sung pastilah dengan senang hati mengatakan iya” aku berusaha untuk terlihat tidak kecewa. Walau sebenarnya jauh di dalam hatiku, jujur. Aku merasa beribu – ribu kali lipat sangat kecewa.

“jadi, tetap semangat. Oke ?” kusemangati lelaki itu dengan cara menepuk – nepuk bahunya cukup keras. Dan ya, Jong In lagi – lagi hanya tersenyum.

“terima kasih Eun” ucap Jong In dan aku mengangguk.

“sepertinya aku harus pulang Jong. Kau tau, ibuku ketat sekali dengan jadwalku akhir – akhir ini. Jadi, sampai jumpa dan semangat untuk mendapatkan Yeon Sung.” Aku pamit pada Jong In dengan hati yang teramat sakit. Jong In mengangguk dan membiarkanku pergi begitu saja. tidak ada panggilan atau ucapan hati – hati dijalan. Jong In hanya diam di tempat itu sambil memandangiku. Entahlah, aku tak tau pasti apa yang lelaki itu lakukan sekarang. Yang jelas, air mataku sudah jatuh bebas dari mataku sekarang. Aku tak sanggup lagi untuk sekedar melihat Jong In. Aku….tak ingin Jong In tau kalau aku memiliki perasaan lebih kepadanya.

Aha, betapa bodohnya aku jika mengira Jong In benar – benar memintaku untuk menjadi kekasihnya. Itu adalah hal terkonyol yang pernah ada dan ya, aku bersyukur dengan Ujian Akhir yang sudah berada di depan mata. Setidaknya, rumus – rumus itu berhasil menyelamatkanku dari rasa malu. Terima kasih, Ujian Akhir.

Semuanya berlalu begitu cepat..

Jong In tidak pernah lagi muncul di hadapanku, setelah kejadian waktu itu..

Entah itu saat istirahat, di perpustakaan, sekedar berlalu lalang di kelasku atau apapun bentuk perbuatan yang membuatku bertemu dengannya. Ia, tak pernah lagi melakukan hal itu.

Menurut kabar burung, Jong In juga sudah menjalin hubungan dengan Yeon Sung.. selamat Jong ^_^

Dan begitulah masa Sekolah Menengah Pertamaku berakhir..

Jika boleh egois,–

Bisakah aku menyimpan perasaan ini untuk sementara waktu ? setidaknya sampai aku menemukan pemiliknya yang nyata.

[2 Years Later]

{Author POV}

“Perkenalkan, aku Han Soo Eun. Semuanya, mohon bimbingannya.” Soo Eun yang kala itu sedang memperkenalkan diri di depan kelas lantaran merupakan murid pindahan, mendapat sambutan hangat dari seisi kelas. Beberapa siswa tampak antusias dengan kehadiran Soo Eun karena gadis itu merupakan siswi pindahan dari salah satu sekolah cukup ternama yang ada di Jepang. Soo Eun membungkuk sedikit dan ia tersenyum lembut pada semua orang yang ada di kelas itu.

Setelahnya Soo Eun dipersilahkan untuk duduk pada salah satu kursi yang kosong. Gadis itu duduk dan pelajaranpun langsung di mulai kemudian. Soo Eun meletakkan tasnya, dan ia langsung membaur dengan keadaan kelas yang sunyi.

“Hei, Han Soo Eun-ssi” Soo Eun yang sedang memasukkan buku ke dalam tas lantas mendongak dan menatap gadis yang baru saja memanggilnya.

“ayo ke kantin” gadis dengan panjang rambut sebahu dan memiliki senyum indah itu langsung saja mengajak Soo Eun. Tanpa perkenalan diri terlebih dahulu. Tentu saja hal itu terasa kurang enak bagi Soo Eun. Karena ia belum menghapal nama teman sekelasnya.

Melihat raut wajah Soo Eun yang kebingungan. Gadis dengan senyum indah yang mengajak Soo Eun tadi, langsung saja memperkenalkan dirinya. “Ahaha, maafkan aku Soo Eun-ssi. Namaku, Lee Hyo Akh. Panggil saja Hyo atau Hyo Akh. Senang berkenalan denganmu dan selamat datang di Seonja High School.” Gadis bernama lengkap Lee Hyo Akh itu mengangkat tangannya, bermaksud untuk menjabat tangan Soo Eun dan dengan senang hati Soo Eun menautkan tangannya.

“senang berkenalan denganmu, Hyo Akh-ssi” Soo Eun tersenyum, begitupula Hyo Akh.

“jadi, apa kau ingin ke kantin ? teman sekelas kita telah lebih dulu ke kantin. Kau tau, perut mereka selalu saja seperti perut beruang yang telah berhibernasi selama berbulan – bulan.” Hyo Akh mengejek namun ejekan itu berhasil membuat Soo Eun tertawa kecil.

“kau menyamakan teman sekelasmu dengan beruang ?” tanya Soo Eun.

“Oh ayolah, aku hanya bercanda. Lagipula perutku jauh lebih agresif daripada amukan seekor beruang.” Hyo Akh memelas.

“baiklah. Kalau begitu, izinkan aku membayar makananmu untuk kali ini Hyo Akh-ssi.” Soo Eun bangkit dari duduknya. Ia kembali mengulas senyum ketika menatap Hyo Akh.

“Call!!” Hyo Akh menyetujui tentu saja.

Perjalanan ke kantin yang terbilang jauh bisa disingkat begitu saja oleh Hyo Akh lantaran ocehannya tentang Seonja High School yang tidak pernah berujung. Mulai dari gedung olahraga yang selalu dipenuhi jika ada pertandingan basket antar sekolah, areal atap sekolah yang dijadikan sebagai tempat istirahat para berandal sekolah, bahkan mitos tentang berpacaran di sekolah juga ia ceritakan pada Soo Eun.

Soo Eun tentu saja menikmati apa – apa saja yang keluar dari mulut Hyo Akh. Well, setidaknya ia tidak perlu lagi canggung untuk menanyakan ini dan itu. lihatlah sendiri, Hyo Akh sangat antusias sekali menjelaskan apapun yang Soo Eun tanyakan.

Dan inilah mereka sekarang. Berada dalam kerumunan para siswa ketika mengantri untuk membeli makanan. Tidak ada yang berebutan ataupun saling mendahului. Semuanya berdiri dalam satu garis dengan teratur, sama seperti sekolah Soo Eun dulu.

“HEI JALANG !!!” Keadaan kantin yang semula damai harus luntur lantaran seorang gadis yang entah datang darimana langsung saja memukul dan menghina gadis lainnya yang kebetulan sedang makan bersama beberapa temannya.

“kau siapa ? apa hakmu mengatakanku dengan sebutan seperti itu ?” gadis cantik yang dipanggil dengan panggilan yang tidak mengenakan tadi lantas membela diri. Soo Eun yang tidak tau menau dengan apa yang terjadi hanya bisa menatap dua gadis itu bingung. Sementara Hyo Akh dan siswa lainnya kembali melanjutkan kegiatan mereka. Jika boleh jujur, hal ini sudah sering terjadi.

“Apa hak ku ? Oh, tentu aku memiliki hak penuh untuk memanggilmu seperti itu. tidakkah kau malu karena baru saja merayu kekasihku ?” jawab gadis yang datang dengan emosi yang meluap – luap. Oh, sebut saja gadis yang memanggil jalang sebagai gadis pertama dan gadis cantik yang dipanggil jalang sebagai gadis kedua. INGAT!!!

“maksudmu Kai ? Oh, kau pasti sudah gila. Secara terang – terangan Kai menyatakan perasaanya padaku dan ya, dia mengatakan kalau kau sudah diputuskan.” Gadis kedua tak mau kalah. Ia bangkit dan mendorong bahu kanan gadis pertama.

“diputuskan ? maksudmu aku ?”

“ya, tentu. Dan Kai mengatakan kalau ia mencintaiku. Sa-ngat.” gadis kedua memberi tekanan pada kata sangat, membuat amarah gadis pertama semakin dan semakin meluap.

“SEJAK KAPAN AKU PUTUS DENGANNYA ? DAN JALANG!! BERHENTILAH MENGATAKAN KALAU KAI MENCINTAIMU. ITU, MEMUAKKAN.” Dan begitulah akhir dari percekcokan mereka. Tidak, mereka tidak bubar ataupun pergi. Malahan yang terjadi selanjutnya adalah pertarungan sengit. Gadis pertama dan kedua sama – sama menyerang satu sama lain. Tidak ada kata menyerah ataupun mundur. Keduanya menarik rambut, mencakar, bahkan hampir mencolok mata satu sama lain. Soo Eun yang lagi – lagi baru melihat kejadian aneh seperti itu langsung saja terkejut dan hampir histeris. Namun, Hyo Akh yang berada di belakang Soo Eun langsung saja menjelaskan.

“jangan terlalu dipikirkan. Semua gadis yang selalu mengatakan Kai adalah milikku, Kai tidak boleh dekat denganmu atau apalah itu yang berhubungan dengan Kai semuanya gila. Mereka yang bersikap seperti itu telah menjadi korban ke-PLAYBOY an seorang Kai. Lelaki yang selalu handal mempermainkan hati para kaum hawa itu, entah kenapa selalu menjadi dambaan. Padahal, tidak sedikit korban yang telah berjatuhan. Kau tau ? banyak sekali siswi yang frustasi karena lelaki hidung belang bernama Kai itu dan perkelahian dua siswi itu adalah salah satunya. Jadi, jangan terlalu dipikirkan.” Hyo menjelaskan dan Soo Eun mengangguk kikuk. Ia mengerti dengan apa yang Hyo katakan, namun Soo Eun juga penasaran dengan bentuk wajah Kai yang telah menyita perhatian banyak siswi.

Soo Eun dan Hyo Akh memutuskan untuk kembali ke kelas ketika keduanya selesai mengisi perut masing – masing. Lagi dan lagi, jalan keduanya di penuhi oleh cerita Hyo Akh yang tak berujung. Namun kali ini, Soo Eun juga menimpali dengan pertanyaan – pertanyaannya. Kedua siswi itu tampak akrab, sampai – sampai mereka tidak memperhatikan keadaan sekitar.

“astaga Eun, perutku.. Arghhh~” Hyo Akh berhenti dan ia memegangi perut ratanya dengan raut wajah kesakitan. Soo Eun mengangguk pelan. “kau harus ke toilet Hyo” saran Soo Eun dan Hyo mengangguk pelan sebagai jawabannya.

“kau tau jalan ke kelas, bukan ?” ingat Hyo dan Soo Eun mengangguk. Selanjutnya Hyo pergi dan Soo Eun kembali merajut langkah menuju kelasnya.

Soo Eun merasa ada yang aneh selepas kepergian Hyo. Jalannya yang semula riuh oleh ocehan Hyo tiba – tiba saja menjadi hening lantaran Hyo harus menuntaskan urusannya dengan toilet. Soo Eun sangat memaklumi hal itu. ia kembali ke kelas melalui jalan yang ia lewati bersama Hyo tadi. ada beberapa kelas yang Soo Eun lalui dan ketika gadis itu berjalan melewati salah satu kelas, ada seorang lelaki yang menatap Soo Eun dengan tatapan tidak percaya.

‘Han Soo Eun ? Kaukah itu ?’

-CUT❤

With Love❤ Adinda

41 thoughts on “Ma PLAYBOY ?!

  1. Isssshhhhh… ffnya bkin greget…. kai??? Jong-in??? Itu orang yg sama kan??? #yaiyalah#abaikan…. ffnya lanju ya thor,, sumpah keren banget… pnasaran ama klanjutannya…FIGHTING

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s