Beautiful

beautiful

Beautiful  by ilachan
Irene Bae (RV). Yixing-Lay (EXO)|| Poetry/? || Ficlet || G
Summary: Dia cantik, tentu saja. Surai hitamnya yang halus menirai matanya yang bersinar seperti bintang malam.


Recommend Song: Beautiful by EXO


Kata pertama yang sering Irene dengar dari orang lain ketika pertama kali melihatnya, tak jauh dari kata menarik, memikat, menawan dan sejenisnya. Ya, Irene adalah sinonim sempurna dari kata-kata indah itu. Dia memang cantik, lekuk tubuhnya yang menyandu, dan penampilannya yang memikat.

Dia tidak bisa menyalahkan siapapun, bahkan Yixing sekalipun. Pemuda keturunan Chinese itu jatuh hati padanya saat mereka bertemu di sebuah pameran seni. Pertama kali Yixing menjumpai Irene, dia hanya bisa berkata “wow”, jelas kehilangan kata-kata seolah dia baru saja masuk ke taman Eden dan tersesat didalamnya pada pandangan pertama. Tanpa warna, tanpa bau ataupun suara, sosoknya yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan Yixing, menyeruak masuk kedalam hatinya, memporak-porandakan isinya tanpa ampun.

Jantung Yixing berdegub sakit, memukuli rusuknya berkali-kali. Kalau Yixing di ijinkan menggombal, dia punya banyak istilah yang cocok untuk mendeskripsikan Irene. Dia cantik, tentu saja. Surai hitamnya yang halus menirai matanya yang bersinar seperti bintang malam. Lekuk tubuhnya, laksana mahkota bunga yang ia khawatirkan akan rapuh jika Yixing memeluknya terlalu kencang. Sosoknya elok mengingatkannya akan malaikat, yang berdiri menunggunya disamping gerbang emas yang disebut pintu surga.

Reaksi jasmaninya juga tak bisa berbohong kalau dia sedang mengalami gejolak magis yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama. Matanya melonjak lebar, seolah-olah Irene adalah satu-satunya sosok  keindahan yang selama ini dicari oleh kedua netranya. Belum lagi Yixing nyaris gila membayangkan bibir nya mengucapkan namanya bagai mantra, berubah menjadi angin dan berputar disekeliling raganya. Pasti suaranya bagaikan melodi merdu, yang kemudian menenggelamkannya kedalam cahaya.

Ah, Irene. Yixing yang malang harus bisa menanggung semua siksaan manismu.

Pikiran pertama yang muncul dari Yixing selain mengagumi keindahan Irene adalah, dia ingin memilikinya. Tentu saja, siapa yang tidak ingin memiliki sosok jelita seperti dia? Tanpa pikir panjang, Yixing memutar kakinya pada konter yang berada di seberang ruangan.

Sedangkan Irene hanya bisa diam disana, di sisi ruangan lain. Irene tahu apa yang Yixing lakukan. Kalau pemuda itu menyukai dirinya, dia pasti akan membawanya pergi dari sana dan mengajaknya tinggal di kediamannya.

Ya, Irene sudah tahu apa yang akan terjadi berkutnya, apalagi ketika dia mendapati dirinya dicengkram kuat oleh kedua tangan Yixing yang melingkar di sekelilingnya. Rasanya tidak bisa di ungkapkan, Irene senang sekali dan berharap dia bisa membalas pelukan Yixing. Tapi apa boleh buat? Tak ada hal yang bisa Irene lakukan.

“Akhirnya di sinilah tempatmu.” kata Yixing, tersenyum senang menampakkan dua lesung pipi yang manis ketika dia menyandarkan Irene di dinding . Beberapa saat dia menatap Irene puas, lalu membelai wajahnya dengan lembut.

Ah, Irene bisa gila. Dia ingin menangkap tangan Yixing yang membelai wajahnya, dan ganti menggenggam tangannya yang hangat. Lagi-lagi apa boleh buat? Tak ada hal yang bisa Irene lakukan. Karena, Irene tidak lain hanyalah salah sebagai sosok gadis cantik yang terperangkap di dalam frame kayu yang menempel di dinding ruang tamu Yixing.

-fin-

heyaaa lama sekali aku tak posting di blog ini. dan… sekali posting random macam ini pula *sigh* tapi semoga banya yang suka ya ^^ dan maen2 ke blog ku juga ya😀 Iruza Izate

regards ilachan :)

8 thoughts on “Beautiful

  1. Eumm… Kayaknya kamu author yang sama dengan yang nulis fanfic ‘Meet Again’? Aku baca itu sebelum baca ‘Beautiful’. Biasanya aku ke sini cuma baca-baca fanfic HoneyLulu atau charismagirl, but I found another author who’s really awesome in writing, jadi aku bakal memperkenalkan diri karena mungkin aku bakal baca fanfic-fanfic kamu lagi di lain waktu😀
    Name’s Ranee, ’00line.
    About this one… Aku jarang baca poetry, mungkin memang otakku nggak sampe buat baca karya-karya berbahasa tingkat tinggi seperti itu hehehehe😄 Yang aku suka dari poetry ini karena dikemas dalam bahasa yang sederhana dan gampang dipahami, tapi juga nggak mengurangi feels dari poetry-nya sendiri.
    Sebenernya pas bagian ‘Irene hanya bisa diam di sana, di sisi ruangan yang lain.’ aku udah mulai ngerasa kalo Irene ini bukan manusia. Awalnya aku mikir dia manekin, atau mungkin manusia yang udah meninggal dan diawetin jadi manekin kayak di MV Blossom Tears-nya LYn sama Leo ‘VIXX’. Apalagi dari poster fanficnya yang mana Irene emang keliatan flawless banget kayak manekin. Tapi ternyata Irene cuma sosok dua dimensi di dalam bingkai.
    Anyway, I like this one and I have no doubt to raise my thumbs up for this simple-and-bittersweet poetry. Keep it up🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s